
" YESSSS !!! AKU MENDAPATKAN BERITA BESAR HARI INI, TERLEBIH LAGI BERITA UTAMANYA ADALAH NONA YAURA. NONA YAURA SANGAT MENJUAL DAN DI TONTON BANYAK ORANG BERITANYA.. AKHIRNYA YA TUHAN,AKU BISA MENDAPATKAN BANYAK BONUS DARI RATING INI. " Staff berita tersebut girang dan bahagia bukan main.
Ia langsung membuat Naskah Berita lalu menyerahkannya pada Devisi Penayangan.
Sementara itu,Ken melangkah keluar kamar lalu mencari Istrinya. Kebetulan, Yaura dan Sinta baru saja keluar kamar hingga membuat Ken menarik sudut bibirnya.
" Tumben sekali Dia bergabung dengan orang lain."
Melihat Tuannya,membuat Sinta tersenyum.
" Tuan Ken.. " lirihnya tanpa sadar, hingga membuat Yaura menoleh lalu mengamati tatapan Sinta yang sedang menatap Suaminya dengan mata berbinar.
Sadar, Sinta balik menatap Yaura.
" Tuan Ken sepertinya mencarimu Nona.." ucapnya sembari tersenyum lebar, bagaimanapun Ia sangat ingat bagaimana Sifat Yaura dari berbagai cerita dan media hingga membuatnya harus berhati-hati.
Yaura hanya diam,tidak menjawab lalu mengalihkan pandangan ke Sang Suami yang kini sudah berada di hadapannya.
" Kita pulang sekarang." ucap Ken tanpa basa-basi.
" Dan untuk Kau Sinta, ada file yang harus di kerjakan,akan Aku kirim filenya ke emailmu nanti. Sampaikan juga kepada Donna,bahwa Nona Lee meminta file dokument client Rumah Sakit Stephanie Lee. Kalian pulang dengan Zayn, jadi tunggu Dia. " tutur Ken dengan singkat,padat, dan jelas.
" Baik Tuan,akan Saya sampaikan." jawab Sinta seraya tersenyum lalu membungkukkan kepalanya.
Tak membuang waktu, Ken meraih tangan Sang Istri lalu menggandengnya kembali ke Kamar.
" Tumben sekali bersama mereka. " tegur Ken seraya meraih laptop yang ada di ranjang lalu memasukkannya ke sebuah tas berisi barang elektronik pentingnya.
" Bosan. " singkat Yaura sambil menatap jarum jam.
Mendengarnya membuat Ken tersenyum,
" Bukankah Kau sudah terbiasa sendiri? kenapa sekarang Bosan? "
" Menjadi orang normal sangat tidak menarik,apalagi sepertimu,Pengusaha. membosankan, hanya diam dan duduk menatap Jarum Jam. " tutur Yaura dengan polosnya hingga membuat Sang Suami mendekat.
" Kau bilang menjadi Pengusaha itu membosankan? sungguh? " senyum dan tatapan Ken sangat menusuk jantung Yaura.
" Humm.." Yaura menganggukkan kepalanya, entah kenapa tubuhnya sekarang mudah bereaksi saat Sang Suami mendekat lalu menatapnya.
" Itu benar,karena Kau belum melihat sepenuhnya tentang duniaku. Baiklah, sekarang dengarkan Aku.. "
lirih Ken seraya menggigit bibir bawahnya,
" MALAM INI DAN 6 MALAM SELANJUTNYA,AKU ADA TUGAS KE LUAR KOTA, Pengusaha tidak hanya diam dan menatap jarum jam,tetapi mengelilingi dunia.Kita harus membangun relasi, mendapatkan vendor, menjalin kerja sama dan masih banyak lagi. jadi, jaga dirimu baik-baik.. Aku sekarang mulai sibuk.. " ujar Ken yang membuat Yaura menatapnya lekat.
" Sendirian? " tanya Yaura dengan maksud kenapa tidak mengajak dirinya,namun terlalu gengsi untuk dikatakan.
" Tidak, ada 8 Staff yang ikut. " jawab Ken, Ia mengamati wajah Istrinya yang terlihat masam.
" Baiklah. " Yaura menjauhkan diri dari Suaminya lalu melangkah ke soffa seraya meraih tas slempangnya.
" Kau bilang pulang sekarang." sambungnya.
" Tunggu 10 menit lagi. " jawab Ken, tangannya meraih kunci mobil di nakas.
Melihat senjata di saku Sang Suami membuat Yaura tersenyum,
" Ini kesempatanku bermain senjata. " lirihnya dalam hati, setelahnya Ia kembali menarik senyuman.
" SELAMA AKU TIDAK ADA, KAU TETAP TIDAK BOLEH MENGGUNAKAN SENJATA,JANGAN MACAM-MACAM ! " celetuk Ken yang membuat Yaura mlotot.
" Bagaimana Dia bisa tau? " syoknya.
" Apa Kau Paranormal? " tanya Yaura.
Ken tersenyum lebar lalu merengkuh pinggang Istrinya.
" Bukan, Aku hanya Paratidaknormal." goda Ken.
" Bagaimana Kau bisa tau? "
" Karena batinmu sudah menyatu denganku. Sama seperti TUBUH KITA YANG SUDAH MENYATU. " sorot mata Ken sangat kharismatik.
Gombalan Sang Suami membuat Yaura salahtingkah,hingga membuat Pipinya memerah.
" berbicara apa." lirihnya.
" Tatap Aku. " pinta Ken. Yaura pun kembali menatapnya dengan tatapan malu-malu kucing.
" Seminggu Aku tidak di rumah. Selama seminggu itu pula Kau tidak boleh keluar rumah.Bagaimana? menyenangkan bukan? Aku yakin Kau bertambah bosan. " senyum Ken.
" Sangat bosan. Jika tahu begini, Aku lebih baik menjadi Agent NIS kembali, rasanya menyenangkan bermain senjata lalu melawan kekerasan. " oceh Yaura.
" Baiklah, minggu depan mari bermain kekerasan. Kita bermain senjata, lalu... " Ken mendekatkan bibirnya ke telinga Sang Istri.
" MENGIKATMU DI RANJANG. AKU INGIN MELIHAT,KAU BISA MELEPASKAN DIRI ATAU TIDAK." suara berat Ken membuat sekujur tubuh Yaura merinding.
Setelahnya, Ken kembali menatap Sang Istri.
" Jadi persiapkan dirimu untuk melawanku." smirk Ken.
" Itu mudah. " jutek Yaura guna menghilangkan perasaan aneh yang melanda dirinya.
" Berada di dekat Ken membuat tubuhku menjadi aneh." gumam Yaura seraya menelan salivanya, tangannya mengusap tengkuk leher.
"sudah kuduga, dia tidak akan mengerti " Ken tersenyum manis mendengar jawaban Istrinya yang sangat enteng.
Setelahnya, Ia mengajak Sang Istri keluar kamar lalu pulang. Ken sengaja menyuruh Zayn menjaga Sinta dan Donna karena Albert ikut dengannya pulang lebih awal. Bagaimanapun, Ken sangatlah menjaga keamanan orang terdekatnya, termasuk Sinta dan Donna yang sudah menjadi bagian G&D.
******************
RUMAH YAURA
Sesampainya di Rumah, Ken langsung merebahkan diri di Ranjang empuknya. Sementara Sang Istri masih di lantai bawah mengobrol dengan Nona Lee.
" Aku mengira Kalian pulang nanti malam."
" Rencananya begitu, tapi ntahlah.. tiba-tiba Ken mengajakku pulang." jawab Yaura.
" Mungkin Dia tidak betah di Hotel, inginnya di Kamar denganmu." tawa Nona Lee.
" Apa bedanya? " senyum Yaura, perlakuan Suaminya semalam tiba-tiba terlintas di benaknya.
" Tentu beda. Semewah apapun Hotel,tidak akan senyaman Rumah atau Kamar Kita sendiri. " ucap Nona Lee.
__ADS_1
" Baiklah, Kau silahkan Istirahat,temani Suamimu. Aku ingin menemui Alfin dan Lisya untuk membahas sesuatu yang sangat menganggu fikiranku. " sambung Nona Lee.
" Pengintai? " wajah Yaura berubah menjadi serius.
Nona Lee tertawa,
" Tidak perlu serius seperti itu Adikku. Aku ingin menanyakan soal Seorang Wanita kepada Alfin dan Lisya. Baiklah..Bye Bye "Ia melampaikan tangannya sambil tersenyum lebar hingga membuat lesung pipitnya terlihat begitu menawan.
Melihat wajah Kakaknya yang sangat bahagai membuat Yaura menghilangkan perasaan buruknya.
" Kakak mau berubah profesi menjadi Detektif? "
" SEPERTINYA ITU BENAR. AKU INGIN MENYELIDIKI SIAPA WANITA YANG DEKAT DENGANNYA,ATAU MANTANNYA DULU😆 " tawa Nona Lee yang sudah sampai di ambang pintu keluar.
" Kak Lee seperti tidak ada kerjaan." Yaura menggelengkan kepalanya.
" Tunggu. bukankah itu sama? Aku juga tidak punya pekerjaan. " mata Yaura menengadah ke atas lalu melirik kamarnya. Tak membuang waktu,kakinya melangkah menaiki anak tangga.
Saat membuka pintu, Ia melihat Sang Suami tertidur di atas Ranjang.
" Tumben sekali tidur siang. " gumamnya.
Tak membangunkan, Yaura sibuk meletakkan barang-barang pentingnya ke tempat semula. Terbesit kenangan masa lalu, Yaura menoleh Suaminya.
" APA ADA SESUATU YANG DIA SEMBUNYIKAN? "
" Satu minggu itu waktu yang lama. Apa Ken pergi ke luar negeri? Dia tidak pernah jujur jika ada masalah." Ia berfikir Sang Suami ke luar negeri untuk menyelesaikan suatu masalah.
Tak banyak berfikir, Yaura mengeluarkan ponselnya guna menyuruh Tim GOD menyelidiki apakah Ken memesan Tiket ke Luar Negeri,namun Ia urungkan.
" Bisa saja Ia menggunakan Jet Pribadi untuk pergi ke Luar Negeri. "
1 Jam kemudian, Yaura yang tadi pergi ke Kantor Pribadinya kini kembali ke Kamar untuk melihat apakah Sang Suami sudah bangun, tangannya membawa banyak makanan. benar saja Ken sudah bangun dan terlihat sedang menghubungi seseorang.
" Makanlah.. " ucapnya seraya meletakkan nampan ke meja makan. Ia berusaha menjadi Istri yang sewajarnya meskipun sangat canggung melakukan hal yang tidak pernah Ia fikirkan,yaitu berbakti pada Suami.
Ken melirik ke arah Istrinya,
" LAKUKAN SEKARANG. " titahnya.
" Baik Tuan. Segala yang terjadi, Tuan yang bertanggung jawab jika Kami bermasalah dengan Nona Yaura." jawab Jurnalis.
Ken menarik sudut bibirnya,
" Bukan hanya dirimu,Aku bahkan mampu melindungi Satu Perusahaan Penuh. Jadi jangan khawatir.. " ucapnya lalu mematikan sambungan telefon.
Televisi sudah dihidupkan, tangan Ken menekan tombol volume penuh hingga suaranya terdengar dengan jelas.
" Kurang kencang,Ken.. "
" Kencangkan lag..." omel Yaura, namun Ia urungkan. ekor matanya tidak sengaja menangkap Judul Berita yang tertulis jelas namanya.
PRESIDEN UTAMA G&D, NONA YAURA GITA DEVMALIK MENGALAMI KELUMPUHAN OTOT
Kaki Yaura langsung melangkah lalu menghadap tepat di depan televisi, sorot matanya tiba-tiba berubah.
Pembacaan Berita
Kabar Mencengangkan datang dari PRESIDEN UTAMA PERUSAHAAN PROPERTY TERBESAR SAAT INI,YAITU G&D. siapa lagi jika bukan Nona Yaura Gita Devmalik? Kabar menyebutkan bahwa Nona Yaura mengalami kelumpuhan otot akibat operasi besar yang dialaminya 8 Bulan lalu. Nona Yaura koma selama 8 Bulan yang mengakibatkan seluruh tubuhnya membeku,dan kaku. Ia kehilangan banyak ingatan, serta kemampuan mengingatnya mengalami penurunan drastis, hal ini membuat Suaminya, yaitu CEO G&D Tuan Kendrick Rafandra harus extra menjaga Istrinya. Oleh karena itu, Tuan Kendrick memutuskan membuka kesempatan Bagi Para Bodyguard agar mendaftarkan diri sebagai Pengawal Pribadi Perusahaan Khusus Mengamankan Keselamatan Nona Yaura,karena NONA YAURA KINI MENGALAMI HAL MENGENASKAN,YAITU TIDAK BISA MENJAGA DIRINYA SENDIRI.
" Siapa yang menyebarkan berita? " tanya Yaura dengan begitu serius.
" Jangan tersenyum. Aku serius. Siapa yang mensabotase beritanya? ".
" Jika Aku tersenyum maka.. maka apa coba tebak? " goda Ken yang membuat Yaura semakin kesal.
" Ken.. Aku serius.. "
" AKU JUGA SERIUS,SAYANG.. ITU AKU YANG MELAKUKANNYA.. " lirih Ken yang membuat tersadar dan melihat kejujuran dimata Suaminya.
" Tapi itu tidak benar.. " suara Yaura melemah.
Tangan Ken memegang dagu Sang Istri lalu mendekatnya perlahan.
" Tidak perduli benar atau tidak. KESELAMATANMU adalah NOMOR SATU. Kau mengerti? " ujar Ken.
" Alasannya? " tanya Yaura,tangannya memegang erat baju Sang Suami. Tatapannya pun sangat tulus.
"
" MELINDUNGIMU. cukup jelas atau kurang jelas? " Ken lebih menatap Istrinya dengan penuh ketulusan dan kasih sayang.
Tadi memegang baju, kini tangannya Yaura tanpa sadar melingkar sempurna di pinggang Suaminya.
" Siapa lagi yang ingin bermain? ".
" Dunia Bisnis adalah Induk dari peperangan senjata. Banyak yang menggunakan topeng baik dihadapan Kita, padahal realitanya tidak seperti itu. Aku hanya ingin membuka topeng mereka dan ingin tahu siapa saja yang ingin melukaimu. " tutur Ken dengan jujur.
Pintar,
" Itulah alasan Kau membuat pernyataan bahwa Aku tidak bisa lagi bermain senjata begitu? lalu bisa melihat siapa saja yang menyerangku saat mereka tau Aku tidak bisa menggunakan senjata? " tanya Yaura yang membuat Ken tersenyum.
" Cerdas sekali. " puji Ken.
Tidak bisa banyak bertanya,Yaura tiba-tiba melukis senyum manis.
" Oh begitu,baiklah. Terima kasih. sekarang Ayo keluar, Aku ingin membeli makanan luar.. " pintanya tiba-tiba yang membuat Ken menarik senyumannya.
" Kau tadi membawa makanan,kenapa minta makan di luar? ".
" Itu untukmu. Aku ingin makan di luar saja. " celetuk Yaura tanpa dosa.
Melihat Sang Istri mulai banyak maunya membuat hati Ken semakin bahagia. Sungguh, Ia sangat bahagia jika direpotkan Yaura, Wanita yang sangat berharga untuknya.
" Kemana,Sayang? " senyum Ken.
" Membeli RUJAK BUAH. " tawa Yaura.
Dengan tubuh yang berdekatan dan saling merengkuh,membuat keduanya sangat romantis.
" RUJAK BUAH? KAU TAHU DARIMANA RUJAK BUAH? " heran Ken. menurutnya,Istilah makanan itu sangat asing.
" Dari Bibi Dapur. Mereka membicarakan Rujak Buah, Aku jadi penasaran dengan Makanan itu. Kata mereka, penjualnya ada di pinggir jalan. " ucap Yaura dengan antusias.
" Kenapa Kau tidak menyuruh mereka untuk membuatnya? ".
__ADS_1
" TIDAK. AKU INGIN LANGSUNG DARI PENJUALNYA SAJA. " Yaura menggelengkan kepalanya lalu melepaskan diri dari Sang Suami.
Muka Ken mendadak masam, dan mengerutkan keningnya.
" MEMBUAT DAN MENJUAL,ITU BEDA TIPIS. Jika bisa dibuat,kenapa harus membeli? ".
" JIKA BISA MEMBELI,KENAPA HARUS MEMBUAT? " jawab Yaura yang membuat Ken bungkam.
" Dasar Orang Kaya. "
" Kau yang kaya,bukan Aku. " sinis Yaura.
Istrinya Mulai sinis dan kesal,membuat Ken mendekat.
" Masalahnya Aku tidak tahu dimana penjulnya. "
" Kau pandai melacakku dulu, apa sekarang tidak bisa melacak penjual Rujak Buah? " Yaura melipat kedua tangannya ke perut.
"Salah bicara. " gumam Ken, Ia mengeluarkan ponsel lalu membukan aplikasi Google Maps.
Tidak Ditemukan
" Di Restaurant dan hotel manapun tidak ada penjual Rujak Buah " tutur Ken.
" Aku bilang penjualnya di pinggir jalan, kenapa Kau mencarinya di Hotel dan Restaurant,tentu tidak ada. " Yaura tidak berhenti mengomeli Suaminya.
Ken sejenak terdiam mengamati wajah Istrinya,
" Lebih cerewet dari Aku yang perkirakan. " lirihnya dalam hati.
Dicari tetap tidak ada,
" Lihatlah, tidak ada yang menjual di pinggir jalan. Sudah Aku bilang,lebih baik membuatnya sendiri, Sayang" ucap Ken dengan lemah lembut. Ia sendiri bingung dan tidak tahu sama sekali penjual Rujak Buah.
" Tidak, Aku ingin dari penjualnya langsung.Mereka lebih handal. " tolak Yaura mentah-mentah.
" Mereka handal karena MEMBUAT. Handal membuat,barulah menjual dan di jual. " ucap Ken.
" Tidak selamanya yang membuat akan menjadi handal. " bantah Yaura.
" EKHEMMM.. " Ken berdehem.
" Permisi Nona Yaura, bisa Kau menjawab ini.Bayi tercipta dari Siapa? " sambungnya.
Yaura menatap Suaminya yang wajahnya sudah terlihat sangat tidak enak dipandang.
" Kenapa jadi Bayi?"
" Jawab." ucap Ken.
" Dari Ayahnya. " jawab Yaura.
" Bagaimana Ayahnya membuat Bayi? " tanya Ken sambil menahan tawa dan kesalnya. Jujur saja, Ia sangat heran dengan Yaura yang lebih rumit dari perkiraan, namun Ia sendiri menertawai pertanyaan konyolnya.
" PERTANYAAN MACAM APA. " Yaura pun menahan senyumannya.
" Jawab coba bagaimana membuat Bayi ? Bukankah semalam Kita membuat Bayi? " Ken mengulangi pertanyaan hingga membuat Yaura tersipu dan ingin sekali tersenyum.
" Jika tahu kenapa bertanya? " Yaura tidak ingin kalah.
" APAKAH SATU KALI MEMBUAT BAYI BISA MENGHASILKAN BAYI? Jika Bisa, COBA MANA BAYI NYA" Ken semakin membuat Istrinya tersipu malu, dirinya pun kini nampak tersenyum. Ditambah dengan tangannya yang merabah perut Sang Istri semakin menambah keromantisan mereka.
" Ken.. " lirih Yaura seraya tersenyum, antara geli,malu, serta bahagia dengan kekonyolan Sang Suami dan sentuhan tangannya.
" Mana Bayinya? " Goda Ken kembali, Ia mendekatkan wajah lalu menempelkan hidungnya ke hidung Sang Istri,dan mengusap-usapnya perlahan.
" Jangan melontarkan pertanyaan konyol. " senyum Yaura.
" Kau juga jangan konyol, MEMBUAT SUDAH PASTI HANDAL. AWAL HANDAL ADALAH SERING MEMBUAT. Bayi tercipta dari Seringnya membuat, barulah Bayi tercipta. Dan yang membuat sudah pasti Handal. " tutur Ken seraya menjauhkan wajah lalu kembali menatap Istrinya yang sedang tersenyum.
" Jadi intinya,membuat satu kali tidak langsung menjadi Bayi bukan? Sama Halnya membuat Rujak Buah,baru satu kali membuat maka tidak langsung menjadi Rujak Buah,rasanya mungkin ANEH atau TIDAK ENAK, dan Aku tidak ingin itu. Yang Handal,sudah pasti enak. " Yaura kembali mematahkan argument Suaminya.
Ken menggigit bibirnya yang sudah kenyal nan basah akibat salivanya sendiri,
" TAPI MEMBUAT BAYI PERTAMA KALI ITU SANGAT ENAK KAN SAYANG? JANGAN MELUPAKAN ITU.. "
Ohh shitt sial !! gombalan Ken kali ini membuat Yaura kalah telak dan membatu.
" KEN ! iihhhh nyebelin ! " Yaura tersenyum malu seraya memukul lembut dada Suaminya.
" Kemarilah.. " senyum Ken, seraya menahan tangan Sang Istri agar tidak memukulnya.
" Ayo Kita beli Rujak Buah,dan mencarinya sampai ketemu. Maaf membuatmu kesal.. " lirihnya.
" Kenapa tidak daritadi. " Yaura menurunkan tangannya dan tersenyum mendengar Sang Suami menuruti keinginannya.
" Siang ini adalah siang terakhirmu keluar rumah. Seminggu selanjutnya Aku tidak mengizinkannya. Ayo katakan,Kau mau apalagi.. Aku akan memenuhinya.. " lirih Ken, Ia kembali meraih tubuh Sang Istri untuk mendekat. Ken sadar bahwa nanti malam Ia tidak akan bersama Istrinya.
" Malam atau Pagi berangkatnya? " pertanyaan tanpa sadar itu tiba-tiba lolos dari mulut Yaura. Iyah,itulah yang disebut pertanyaan dari hati yang paling dalam.
" Malam.. " jawab Ken yang membuat hati Yaura tiba-tiba tidak ingin menerima pernyataan itu.
" Kenapa tidak pagi? " tanya Yaura yang membuat Ken menurunkan pandangannya ke bibir.
" SEMAKIN CEPAT, SEMAKIN BAIK. AKU TIDAK INGIN KAU KENAPA-KENPA.. " secepat kilat, bibir kenyal nan lembab Ken menyatu dengan bibir Istrinya.
Tangannya memegang pinggang Sang Istri, matanya terpejam seraya menikmati Bibir Manis yang tidak akan Ia c1p0k satu minggu kedepan.
Merasa tidak ingin jauh dari Ken, Yaura melingkarkan tangannya ke leher Sang Suami sambil menikmati his*pan lembut bibir Suaminya.
Intense,menyatu, sensual dan penuh kelembutan membuat keduanya bahagia tanpa ada unsur keterpaksaan.
Ken melepaskan ciumannya lalu menatap Sang Istri,
" Katakan,Kau mau apalagi? " tuturnya seraya melihat bibir Yaura yang basah karena ulahnya.
" Itu saja. " Yaura mengalihkan pandangan, seraya menyembunyikan senyum di bibir lembabnya.
Dengan perasaan bahagia,mereka pun melangkah keluar dan masuk kedalam mobil berdua guna mencari Rujak Buah.
**********************
Kritik dan Saran
Jangan lupa like dan votenya yah
__ADS_1
BACA NANA yang gengsss mayan buat penghilang kecewa😆