
" Siapa ? " Ken menyeritkan dahinya . tidak ada jawaban atas pertanyaanya, membuat Ken mengalihkan pandangannya ke arah Yaura dan Helena.
Saat Ken memandangnya, Yaura malah memalingkan wajahnya ke lain arah , sehingga Ken tidak bisa melihat wajahnya, dan hanya melihat Wajah Helena .
Melihat sahabatnya tetap bengong, Ken pun menepuk pipi mereka .
" Sadarlah , " Ken terkekeh
" Astaga .. aku terlalu larut " jawab Alex .
mereka pun kembali tertawa ..
Tak lama kemudian , Ferguso dan Michael datang dan segera duduk di sebelah meja Ken .
Menyadari kedatangan targetnya, Yaura dan Helena pun langsung sigap . Yaura mengangkat tangan kanannya dan menekan tombol ON pada earpiece .
" Mulan. target sudah siap "
" Lakukan sekarang, Tim Penembak sudah ambil posisi , jika kalian terjadi apa2 mereka akan langsung mengatasinya " perintah Henry.
Setelah mendengar instruksi , Yaura dan Helena pun beranjak dari tempat duduk. Yaura mengambil sebuah gelas berisi wine , dan Helena mengambil satu botol penuh anggur merah . mereka berjalan ke arah Ferguso dan Michael dengan begitu sensual . dann..
" Shitttt .. what the hell , are u doing dude ? " umpat kesal Michael sambil mengibaskan tangan kanannya karena basah tertumbah anggur merah .
" Im sorry, Im really sorry " - Yaura menaruh gelas di meja, dan mengambil sapu tangan dari blezernya dan hendak mengusap tangan Michael .
" Tuan Michael ? Tuan Ferguso ? " sambar Helena. Michael menyerit heran , ketika Helena menyebutkan namanya .
" Ritz Carlton Nomor 66 ? " Sambung Yaura.
" Wowwww .. apakah kalian ? what the hell , its very beauty " - timpal Ferguso dengan begitu senangnya memandang Helena dan Yaura .
Helena dan Yaura masih berdiri , Ken tak sengaja melihat ke arah Yaura, sehingga wajah Yaura sangat jelas terlihat. Ken menyipitkan kedua matanya
" Wanita itu ? " gumam Ken , dan mengingat kembali kejadian lalu saat ia pertama kali melihat Yaura. Ken terus memandang wajah Yaura,
" Apa yang dia lakukan ? " Ken mengalihkan Pandangannya ke Michael dan Ferguso .
" Ternyata .. apa yang dia katakan bukan kebohongan " Gumam Ken dalam hati .
Ken mengalihkan pandangannya ke sembarang arah , namun telinganya kini ia pasang untuk mendengar percakapan Yaura dan Helena .
" Baiklah tuan, kami pergi dulu untuk mempersiapkan diri di Hotel " senyum Nakal Helena kepada Ferguso .
" Sebelumnya aku minta maaf tuan Michael, sudah menumpahkan air di tanganmu " - senyum Tipis Yaura .
" Aku akan menunggu kalian. Jangan terlambat " Michael memandang kedua Agent tersebut dengan sorot mata penuh gairah .
Yaura dan Helena pun berlalu meninggalkannya . sementara Ken terus memandangi Yaura yang mulai menjauh dari jangkauan matanya .
" Helena tunggu ." Yaura menarik tangan Helena .
" Ada apa ? "
" Tunggu sebentar disini, aku ke toilet dulu "
" Baiklah, jangan terlalu lama " Helena pun duduk kembali di kursi depan Bar.
Sementara Yaura masuk kembali ke dalam Bar dengan langkah yang begitu cepat . Ia menaiki anak tangga , dan menuju Toilet yang ada disana . ia pun langsung masuk kedalam Toilet wanita.
" Aku melihatnya, aku yakin itu dia " Yaura mengeluarkan Ponsel miliknya dan terburu mencari kontak Kepala .
" Pak , aku melihat tukang kebun Ayah di Bar, ternyata dia masih Hidup " Yaura berbicara dengan kepanikan dan rasa syok .
" Cepatlah kesini " Perintah Pak Agus.
Di lain tempat, Pak Agus terlihat diselimuti kepanikan dan kekhawatiran juga .
" Ini benar-benar konspirasi besar, tukang kebun pun terlibat " Pak Agus mengepalkan kedua tangannya dan raut wajah yang di selimuti amarah .
Yaura mematikan telfonnya , dan buru-buru keluar dari toilet . Ia melangkah dengan begitu cepat dan
Bruggggghhh
Ia tak sengaja menabrak Ken yang hendak ke Toilet Pria.
__ADS_1
" Awwww.. " teriak keduanya, seraya memegangi kepala masing-masing yang sakit karena benturan tadi.
" Aku minta maaf " ucap Yaura tanpa memandang wajah Ken .
Ken menghentikan usapan kepalanya, dan memandang wajah Yaura .
" Kau ? "
Mendengar orang tersebut mengenalinya , Yaura pun menghentikan usapan kepalanya dan memandang wajah Ken . Mereka saling berpandangan
" Kau ? " Yaura melebarkan matanya dan terkejut .
" Kenapa kau terkejut ? bukankah kau pernah melihatku ? " Ken memandang dingin wajah Yaura.
" Aku minta maaf , aku tidak sengaja tadi " Yaura mengalihkan pandangannya ke sembarang arah .
Tubuh mereka masih saling berdekatan ,
" Aku permisi , sekali lagi aku minta maaf " Yaura menjauhkan tubuhnya dari tubuh Ken dan hendak pergi , namun ia malah tertarik lagi ke tubuh Ken .
Ken memandang wajah Yaura yang sekarang bertambah dekat , hembusan nafas mereka pun saling berbaur hingga membuat suasana canggung.
" Liontinmu tersangkut di kancing bajuku " lirih Ken yang mengagetkan Yaura dan berusaha mengeluarkan Liontin Yaura dari kancing bajunya .
" Kenapa bisa tersangkut ? " Yaura tersadar dan menyerit sedikit kesal karena ia sedang terburu-buru sekarang .
Ken terus berusaha mengeluarkan Liontin Yaura, namun sedikit kesulitan, karena jika ia terlaku keras melepaskannya khawatir akan merusak Liontinnya.
Tak di duga , Yaura melepaskan pengait Liontin yang ada di leher indahnya, dan membuat Ken terkejut.
" Aku akan mengambilnya di lain waktu " ucap Yaura dan berlalu begitu saja dari hadapan Ken .
" Astaga.. wanita macam apa dia, mengambilnya di lain waktu ? " Ken diam membeku.
Namun ia segera tersadar dan masuk ke dalam Toilet Pria, Ken melepas kameja miliknya dan segera melepaskan Liontin dari kancingnya . Liontin pun terlepas . Ken memegangi Liontin milik Yaura,
" Desainnya sangat indah "
" Y ? " matanya menyorot ke Huruf Y yang tercantum di Liontin .
Yaura menghampiri Helena .
" Kau duluan saja, nanti aku nyusul ke Hotel " Perintah Yaura.
" Baiklah, aku akan menunggumu di sana " Helena melangkah masuk kedalam mobil, sementara Yaura naik Taksi.
Rumah Pak Agus
Yaura segera masuk kedalam Rumah pak Agus, setelah bertemu, ia langsung mengeluarkan Ponsel dan menunjukkan sebuah foto yang barusan saja ia rekam .
" Dia menghianati Ayah " ucap Yaura.
" Mereka benar-benar sangat licik, baiklah Yaura . sekarang kau pergi ke Ritz , curi softcopy Bindex tahun Kematian Ayahmu, semantara nanti besok aku akan mendatangi Provider untuk meminta data tukang kebun Ayahmu " jelas Pak Agus seraya mengepalkan kedua tangannya .
" Server Singapore ? " tanya Yaura.
" Iyah nak, setelah aku mendapatkan nomer telefonnya , Aku akan menghubungimu , ingatlah jangan sampai Alfin tau kau melakukan Hal di luar misi "
" Bapak tenang saja ,aku akan berhati-hati . apa aku bisa memakai Identitas Agent ? " Yaura mengeluarkan ID Card Agent NIS .
" Pakailah, Tim sedang ada Misi disana, jadi ini kesempatanmu dengan Identitas kau tidak perlu bersusah payah membobol softcopy Hotel Ritz " Jelas Pak Agus .
" Baik, Aku pamit dulu Pak, " Yaura menunduk Hormat, dan berlalu pergi menuju Hotel Ritz .
Hotel Ritz Carlton
Semua Tim sudah siap di posisi masing-masing. Tim Khusus NIS yang lengkap bersenjata, Polisi , Densus dan Dokter lengkap dengan Atribut merekapun kini sedang mengintai di Titik yang telah di tentukan. Helena kini memantau di bagian CCTV ,
" Dimana Yaura ? " Tanya Kak Alfin mengagetkan Helena . Helena pun melebarkan kedua matanya .
" Pak Alfin disini ? bukankah ..." gugup Helena , belum selesai Helena bicara , Kak Alfin memotong kalimatnya .
" Jangan membalas Pertanyaan dengan Pertanyaan, Dimana Yaura ? " tegas Pak Alfin dengan ekspresi dingin .
" Aku disini .. " Yaura muncul dari Pintu Ruangan .
__ADS_1
Helena dan Pak Alfin pun berbalik badan, dan memandang ke Arah Yaura.
Yaura menunduk Hormat pada Kak Alfin.
" Aku minta maaf, tidak meminta izin dulu darimu Pak, aku .. " belum selesai Yaura berbicara , Kak Alfin lagi-lagi memotong pembicaraannya .
" Apa ada yang menyuruhmu meminta maaf ? Alesan apapun dan penjelasan apapun itu tidak akan berpengaruh . dengarkan Aku baik-baik sekarang ! targetmu adalah Michael, tembakkan Peluru jika target melawan , tembak dibagian Kakinya , dan jarakmu adalah 500 m . dan Kau Helena , pantau CCTV jangan sampai lengah, segera lapor jika ada Hal aneh , kemungkinan target kita melakukan Hal diluar dugaan , jadi selalu gunakan alat pelindung . kalian mengerti ? " instruksi Kak Alfin .
" Baik Pak, kami mengerti " ucap Yaura dan Helena.
Setelah dia mengarahkan Timnya, Kak Alfin pun meninggalkan Ruangan .
Helena yang hampir spot jantung karena pertanyaan Kak Alfin pun menepuk punggung Yaura .
" Kau kemana saja ? jantungku hampir copot jika dihadapkan dengan pertanyaan Kak Alfin "
" Aku ke Rumah temanku sebentar, kau saja yang terlalu berlebihan " Yaura menyenggol Helena seraya tersenyum.
" Baiklah temanku , aku pergi dulu untuk bersiap " sambung Yaura .
" Jangan pergi tanpa sepengetahuan Kak Alfin lagi " Helena mengerucutkan bibirnya .
" Aku akan melakukannya kembali " senyum Yaura dan pergi meninggalkan Helena .
" Isshhh Menyebalkan " umpat Helena .
Yaura pun pergi ke sebuah Ruangan untuk berganti seragam dan menyiapkan senjatanya , sementara Helena tetap dalam tugasnya memantau CCTV . Yaura pun kini sudah berganti seragam .
Celana , baju , dan topi hitam melekat di tubuh Yaura sekarang, rambutnya yang kini diikat , earpiece yang kini terpasang di telinga , serta senjata kelas berat sekarang ia Pegang , menambah kesan ' Dewi Kematian telah datang ' .
Pukul 00.15
Sesuai analisis , Michael dan Ferguso kini telah berada di dalam kamar Hotel, artinya .. Penangkapan akan segera dimulai .
Yaura menekan tombol ON earpiece di telinganya ,
" Mulan monitor " ucap seseorang .
" Monitor . " saut Yaura seraya mengarahkan senjata ke Kaki Michael .
" Mereka menggunakan celana dan baju anti Peluru, jadi jangan menembaknya dibagian Kaki " jelas seseorang.
" Lalu ? " Yaura.
" Tembakkan di kedua lengan tanggannya , buat dia tidak bisa menggunakan senjata, kedua lengannya tidak menggunakan anti peluru "
" Baiklah " Yaura mengarahkan teropong senjatanya ke arah lengan, Ia pun memejamkan satu matanya agar bisa melihat dan mengukur target dengan jelas .
Detik jam terus berjalan tepat Pukul 00.25
Tim Khusus pun beraksi , mereka menarik Pelatuk senjatanya sebagai peringatan akan ada Penangkapan , mendengar suara peluru membuat Michael dan Ferguso yang saat itu ada di dalam kamar Panik, mereka pun mengeluarkan senjata , dan hendak lari keluar Kamar seraya terus melakukan tembakan untuk pertahanan diri , namun usaha mereka sia-sia , Tim Khusus lebih dulu menghadangnya di Pintu Kamar, dan menodong mereka dengan Senjata Berat, menyadari bahwa itu adalah Tim Khusus NIS , Michael dan Ferguso pun menaruh senjata mereka di Lantai seraya mengangkat kedua tangannya , yang berarti mereka tidak melawan . namun tiba-tiba, segerombolan Orang melakukan tembakan ke arah Tim Khusus, Tim Khusus segera menghindar dan kembali membalasnya dengan Tembakan , suasana pun mencekam , Banyak warga sipil keluar dari kamar hotel ketakutan, sementara Baku Tembak terus memacu .
" Aku harus menembaknya lebih dulu, sepertinya mereka juga Tim dari Ferguso dan Michael "Yaura melihat gerombolan lain menuju ke Lantai yang sekarang ia Pijak .
Yaura menarik pelatuknya , dan
Dorrr dorr dorr suara tembakan tepat pada target.
Kini kedua lengan tangan Ferguso dan Michael terluka , membuatnya tidak bisa menggunakan senjata atau melawan.
setelah Melakukan tembakan ke kedua orang tersebut, kini Yaura mengarahkan Teropong Senjatanya ke arah gerombolan lain.
dan dorrr dorr dorr Yaura melakukan tembakan kepada mereka , karena yang Yaura lakukan adalah tembakan Random , Yaura menekan tombol ON earpiece
" Aku melakukannya dengan Random , mereka masih bisa lolos , mohon cepat atasi mereka "
" Baiklah , sekarang tugasmu selesai " sahut seseorang .
Kak Alfin , Henry , Pak Bobby pun kini turun di lapangan dan mereka segara meringkus Ferguso dan Michael .
" Ini adalah surat perintah penangkapan kalian, jadi mohon kerja samanya " Kak Alfin mengeluarkan sebuah Surat Perintah Resmi NIS.
Henry memborgol tangan Ferguso, sementara Pak Bobby memborgol tangan Michael . Misi pun selesai . Polisi kini mengamankan gerombolan tadi , sementara itu Tim Dokter berusaha mengobati luka tembak Para Gerombolan , Lengan Ferguso dan Michael .
..........
__ADS_1
Butuh saran dan kritik