
Mereka pun kembali ke rumah.
Kamar
Tangan Ken masih memegang bunga yang diberikan Istrinya,
" Kemarikan.. " ucap Yaura sambil mengambil kembali bunga yang diberikannya.
" Hei ! Kenapa Kau mengambilnya lagi !. " sentak Ken.
Yaura diam dan menyoroti ruangan untuk mencari sesuatu, Ia menemukan sebuah Vas Bunga yang terletak di sebelah Televisi.
" Jangan membuang Bunga ini sekalipun itu sudah mengering. " ucap Yaura seraya menaruh Bunga yang Ia petik kedalam Vas Bunga yang diisi air.
" Aku masih mampu membelikan Bunga yang segar untukmu, kenapa harus menyimpan Bunga yang kering, Sungguh Konyol. " Ken menggelengkan kepalanya melihat permintaan Istrinya.
" Bunga ini yang membuatmu menangis,dan Aku akan selalu mengingatnya " lirih Yaura dan tersenyum tipis.
" Kau meledekku ! " Ken mendekati Yaura dan menautkan kedua alisnya yang simetris.
" Tidak juga. " singkat Yaura dan
Tiba-tiba Ia menatap Ken dengan tatapan sendu.
" Selain mengingatkanmu kepada Wanita itu, Bunga ini juga menjadi lambang bahwa Aku pernah ada di dalam kehidupanmu. Bunga akan mengering seiring waktu,begitupun denganku .. Jika Suatu saat nanti Aku tidak ada di hidupmu lagi , tolong jangan lupakan Aku... " lirih Yaura,matanya memerah saat mengingat kembali kebaikan Ken yang belum bisa Ia balas dan sadar bahwa Ia masuk dalam kehidupan Suaminya hanya sementara waktu.
Ken terdiam dan terenyuh,Perkataan Yaura membuat relung hatinya merasa sakit.
Mereka beradu pandang
🎶 Dont Forget Me ~ Suzy Ost Gu Family Book🎶
" Bicara apa Kau ini ! jangan mengatakan hal menyeramkan seperti itu lagi. " Saut Ken dan merasa kesal atas perkataan misterius yang Istrinya lontarkan.
Yaura menurunkan pandangannya dan tersenyum tipis.
" Aku mandi dulu.. " Ia melangkah pergi dari hadapan Suaminya.
Ken masih mematung dan membatu, Ia tidak mengerti apa yang dimaksud Sang Istri dan mengalihkan pandangannya pada Vas Bunga.
" Aku tidak akan membiarkan Bunga itu mengering dan lenyap. " lirihnya dalam hati.
*************
Malam Hari pukul 19.00
Ken berada di Ruang Bawah Tanah
Ia menghubungi seseorang,
" Bagaimana? Kau menemukannya? "
" Mereka adalah Kelompok dengan Lambang Segitiga Titik Merah Darah,itu lambang milik Kelompok dari Dubai,kami belum bisa menemukan Siapa Pengendalinya dan.... " seseorang itu menghentikan perkataannya.
" Dan apa katakan ?! ". Ken menyerit heran,
" Itu bukanlah Goddess Of Death, yang lambangnya sampai saat ini belum ditemukan. Jadi yang menyerang Keluarga Big Boss terdiri dari Dua Kelompok yaitu Segitiga Titik Merah Darah dan Goddess Of Death. " tutur seorang misterius tersebut.
Ken terdiam dan berfikir keras.
" Apa Big Boss mempunyai Musuh Terbesar dimasa lampau atau sekarang? " sambungnya.
" Aku tidak mempunyai musuh kecuali Edward,tetapi bukankah Edward dari Kelompok Dubai. lalu kenapa Wanita itu ( Goddess Of Death ) menyerang Keluargaku ? " Ken benar-benar dibuat bingung dengan Dua Kelompok tersebut.
" Kami belum menemukan alasan yang tepat kenapa Goddess Of Death ikut menyerang Keluargamu. Mereka adalah Dua Kelompok Berbahaya dan Licik, berhati-hatilah,Big Boss. " tuturnya Kembali.
" Cepat temukan lambang Goddess Of Death.Aku penasaran dengan mereka.." titah Ken dan mengakhiri sambungan telefon.
Ken menengguk secawan Anggur Merah yang berada di depannya.
" Segitiga Titik Merah Darah dan Goddess Of Death. Aku bertemu dengan Goddess Of Death di Rumah Tuan Devano, itu artinya apakah ini ada hubungannya dengan Kematian Tuan Devano ? " lirihnya dalam hati.
RUANG TERSEMBUNYI ABRAHAM
Abraham nampak memegang sebuah senjata Api di tangannya,
" Cepat temukan lambang Goddess Of Death atau Aku akan memecahkan kepalamu ! " ancamnya terhadap seseorang.
" Ba-baik Tuan, Kami akan berusaha keras untuk menemukannya." jawabnya terbatah dan ketakutan,nampak Pria itu bersimbah darah di Wajahnya.
" Pergilah sekarang sebelum Aku berubah fikiran ! " Abraham melemparkan senjatanya ke sembarang arah.
" Sial ! Belum selesai masalah Goddess Of Death sekarang muncul Yaura yang mengetahui Lambang dari Kelompokku. Juga NIS yang akan menyelidiki kasus ini, Aku harus membunuh Edward karena Dia begitu bodoh ! " umpat Abraham dan menelfon Edward.
Rumah Edward
Ia nampak sedang menjalani pengobatan pribadi di Rumahnya ,
" Halo Bos . " jawabnya seraya menahan nyeri ditangannya akibat tembakan Ken.
" Aku membayar mahal bukan untuk membeli kebodohanmu ! Cepat datangi NIS dan suruh mereka untuk tutup mulut tentang Kelompok Kita, Fitnah Goddess Of Death agar menjadi pelaku penyanderaan yang menimpa Yaura. Dengan begitu, Kita bisa memecahkan Dua Masalah sekaligus, terbebas dari Hukuman Negara dan Berhasil Menemukan Siapa sebenarnya pimpinan Goddess Of Death yang berusaha membongkar kematian Devano. Jika Kau tidak bisa melakukannya, maka Aku akan melenyapkanmu ! Ini kesempatan terakhir ! Ingat baik-baik ucapanku ! " Ancam Abraham yang begitu menusuk telinga Edward.
Edward diam dan mengeraskan rahangnya mendengar ancaman Abraham.
" Iyah Aku mengerti. " singkat Edward dan mematikan sambungan telefonnya.
Brughhhhhh Ia membanting ponselnya dengan kasar.
" Sial ! Ini semua gara-gara Ken Baj*ngan itu ! Aku gagal melenyapkan Yaura dan dirinya. Lihat saja Ken ! setelah Aku menyelesaikan tugasku dengan Abraham,Kau yang akan menjadi target ku selanjutnya! " Edward mendengus kasar dan mengusap kepalanya.
Fikirannya tiba-tiba terngiang tentang Yaura yang menancapkan pisau dan melemparkan botol kepadanya.
" Wanita itu nampaknya bukan Wanita Biasa,Dia tidak menangis atau ketakutan saat disandera. Ini mencurigakan... Dia sangat berani melakukan hal ekstream, melukai tangannya sendiri agar ikatan tali terlepas.. Dan Juga Dia berusaha merebut senjata dariku.. " lirih Edward dalam hati dan diam sejenak.
" Tetapi jika Dia bisa menggunakan senjata,Kenapa Wanita Gila itu tidak membebaskan dirinya sedari awal? " sambung Edward kembali dan nampak kebingungan memikirkan Yaura.
**********
Kamar
Tidak ada siapapun, Yaura menelfon Pak Agus.
" Bagaimana Pak? " tanyanya seraya menajamkan tatapan matanya.
" Dia sangat ketakutan dan depresi.. " jawab Pak Agus yang sedang berada di Ruangan Monitor .
Terlihat Pak Andi nampak ketakutan dan menjambak rambutnya saat melihat Jasad Temannya yang telah dibunuh Yaura kemarin malam.
" Kalian menyeramkan ! Siapa Kalian ! " teriaknya.
" Kau mendengarnya nak? " tanya Pak Agus.
" Iyah.. bisa kasihkan telefonmu kepadanya Pak? " Yaura menyunggingkan bibirnya.
Pak Agus keluar memakai masker dan mendekati jeruji besi,
__ADS_1
" Ada kesempatan untukmu,kemarilah ! " ucapnya.
Awalnya ragu dan ketakutan, Pak Andi mendekat dan gemetar. Ia mendekatkan telinganya ke Ponsel.
" Ha-ha-lo " ucapnya terbatah dan bergetar.
" Kau sudah menerima hadiah dariku? " tanya Yaura dan tersenyum licik.
Mendengar suara wanita yang sama,
"Wanita ini yang menyanderaku. apakah Dia Pimpinannya? " batinnya.
" Kalian sangat licik ! " teriak Pak Andi.
" Kau berbohong kepadaku bahwa tidak mengenal Abraham ,tetapi kenyataannya Temanmu adalah Anggota dari Kelompok mereka,itu artinya Kau tahu Siapa sebenarnya Abraham . " Ketus Yaura dari balik telefon.
Tubuh Pak Andi gemetar saat Yaura tahu bahwa Ia telah berbohong.
" Sekarang kesempatan hidupmu sudah habis. Aku akan melenyapmu sekarang ! Juga Keluargamu yang akan Aku lenyapkan dari muka bumi ini ! Mereka harus menanggung kejahatanmu di masa lalu ! " ancam Yaura dari balik telefon yang terdengar jelas.
Mendengar Keluarganya ikut dilenyapkan,membuat mata Pak Andi berkaca-kaca, Ia mengingat Kedua Anaknya yang berjenis kelamin lelaki dan perempuan.
" Ja-ja-jangan lenyapkan mereka Aku mohon ! " lirih Pak Andi.
" Aku muak memberimu kesempatan ! Lihatlah kedepan! Aku tidak pernah menarik ucapanku setelah ini ! " Ancam Yaura.
Pak Agus menyunggingkan bibirnya dan menghidupkan layar yang menampilkan seseorang.
dan..
Nampak kedua anaknya sedang berada di Rumah dan menikmati makan lama.
Sejahat apapun, Pak Andi tetaplah seorang Ayah yang merindukan anaknya.
Tiba-tiba..
Sebuah kardus yang berada di depan pintu mengalihkan perhatiannya.
" Kau sudah melihatnya? Itu adalah BOM yang siap Aku ledakkan dan melenyapkan Keluargamu. Persetan dengan kemanusiaan,itulah akibat kejahatanmu dimasa lalu ! " Ancam Yaura kembali sudut matanya memerah.
DEGGGGGGGG !!!!
Tubuh Pak Andi melemas saat mendengar ancaman Yaura.
" Jangan membunuhnya Aku mohon Nona ! Jangan membunuhnya ! " teriak Pak Andi dan menangis,air mata mengalir deras.
Mata Yaura berkaca-kaca saat mendengar tangisan Pak Andi, Ia teringat akan tangisan Ayahnya yang memohon agar Para Penjahat tidak membunuhnya di masa lalu.
" Kau merasakan bagaimana sakitnya Seorang Ayah saat melihat Anaknya akan dibunuh,tetapi kenapa Kau malah melakukan itu kepada Keluargaku. " rintih Yaura dalam hati dan menahan air matanya.
Pak Andi mengatupkan kedua tangannya dan menangis,
" Maafkan Aku Nona. Tolong jangan bunuh mereka ! Sungguh Aku hanya mengetahui nama Abraham tetapi bukan Wujud dan Rupanya,Nona ! Sungguh... " Ia terus terisak mengetahui fakta bahwa Anaknya akan ikut menanggung kejahatannya di masa lalu.
" Kau mengenal Edward? " tanya Yaura tiba-tiba.
" I-iyah Aku mengenalnya.. " jawab Pak Andi.
" Siapa Dia ? " tanya Yaura untuk memancing kejujuran Pak Andi.
" Edward adalah anak dari Direktur Ritz Carlton yang telah meninggal dibunuh Abraham. Dia mempunyai masalah besar dengan Anak dari Keluarga Bachtiar yang merupakan CEO Utama dari Louis Group hingga membuat dirinya sempat di penjara dan memilih menghilang ke Luar Negeri. Kehidupan Dia menjadi Kacau sejak Ayahnya meninggal, dan sering membuat kasus seperti Nark*ba dan lainnya. " Tutur Pak Andi.
Deggggg !!!! Yaura terkejut mendengar ini.
" Edward terlibat dengan Abraham sekarang , apa Dia tidak tahu bahwa Ayahnya juga mati ditangan Abraham? "batin Yaura.
Pak Andi terdiam, Ia mengamati keadaan dirinya yang sudah tidak punya apa-apa. Istrinya selingkuh, Sahamnya hilang, dan kedua anaknya yang nampak tinggal dengan Ayah Baru mereka.
" Aku nampak begitu menyedihkan sekarang.. semua orang terdekat menghianatiku termasuk Istriku sendiri.. Aku hanya menginginkan kedua anakku saja.. " lirihnya dalam hati,dan nampak menyerah dengan keadaan.
Pak Andi menguatkan diri,
" Baiklah.. Aku akan menuruti semua perintahmu. ".
" Berikan Dia hadiah.. " ucap Yaura kepada Pak Agus.
Pak Agus tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari balik Jasnya.
Dannnn
Kedua Mata Pak Andi terbelak sempurna, Ia melongo dan nampak tidak percaya.
" I-i-itu Stempel Nona Yaura, Anak dari Devano Malik " ucapnya terbatah.
Sebuah Stempel Perusahaan atas Nama Yaura Gita Devmalik nampak dipegang oleh Pak Agus.
" Bukankah Kalian sedang mengincar Stempel Milik Nona Yaura? Jika Aku memberikannya untukmu apa Kau akan sepenuhnya patuh kepadaku? " tanya Yaura dari balik ponsel.
Tersadar,
" Apa Kau adalah Nona Yaura?... " tanya Pak Andi.
Yaura terdiam,
" Yaura sudah mati dilenyapkan oleh Kalian. Jangan banyak bertanya tentang ku ! " Ketusnya.
" Kalian rela membunuh banyak nyawa demi sebuah Perusahaan dan Harta, Menjijikkan ! " sambung Yaura.
Pak Andi terdiam,
" Asal Kau tidak melenyapkan Anakku, maka Aku akan membantumu untuk mencari Abraham .. " lirih Pak Andi.
" Baiklah, Aku pegang perkataanmu. Beberapa hari lagi Kau akan ikut bersamaku ke Dubai dan memancing Abaraham Keluar, gunakan Stempel Milikku sebagai umpan . " ucap Yaura.
Pak Andi menarik nafas dalam-dalam,
" Baik Nona.. " ucapnya.
Pak Agus tersenyum puas saat Pak Andi menyerah, Ia kembali ke Ruang Monitor.
" Berhati-hatilah Nak, Bapak takut Pak Andi kembali berhianat ."
" Jika kembali berhianat, tinggal Kita lenyapkan saja Dia. Sekarang suruh Tim untuk menarik kembali BOM, Aku tidak setega itu ikut melenyapkan seorang anak yang tidak bersalah.. " lirih Yaura.
" Tentu saja. " jawab Pak Agus.
" Baiklah Pak, Yaura matikan dulu telefonnya. "
Mereka pun mengakhiri pembicaraan.
Sementara Pak Andi nampak duduk dan melamun,
" Siapa Nona itu? Dia berusaha keras untuk membongkar kematian Devano. Keluarganya lenyap tidak tersisa,lalu siapa?" batinnya.
Karena hanya memakai Bra tadi, Yaura bercermin dan kembali memakai pakaiannya.
__ADS_1
Tiba-tiba Ceklekkkk seseorang tiba-tiba masuk.
Ia melihat Yaura yang sedang memakai baju, Punggungnya yang putih mulus nampak begitu menggoda dilengkapi dengan sebuah TANDA LAHIR ATAUPUN SIMBOL BERWARNA HITAM ,ditambah Kedua Gunung kembar yang terbungkus Bra nampak begitu sintal padat berisi membuat siapapun akan mengiler jika melihatnya.
" DAMN ! SHE IS A SEXY GIRL " batinnya.
Ken diam terpaku dan membisu,Ini pertama kalinya melihat tubuh Sang Istri meskipun tidak sepenuhnya terbuka.
Yaura mendongakkan kepalanya dan menatap cermin.
Dan....
" KENNNNN !!! " teriaknya begitu kencang hingga membuat Ken menjengit dan spot jantung.
Sadar Yaura akan marah, Ken segera membalikkan badan. Ia menelan saliva dan mengatur nafasnya yang tersenggal.
" Shit !! Kenapa tubuhnya begitu menggoda " lirih Ken dalam hati dan menenangkan dirinya yang mendadak panas.
" Calm Down Ken !! Calm Down ! " Ken mengelus dadanya dan menenangkan diri agar tidak kepanasan.
Yaura segera menutkan kancing kameja yang Ia pakai. dengan wajah yang begitu kesal.
Sadar Sang Istri akan memarahinya ,Ken hendak membuka handle pintu dan melangkah keluar.
" Berhenti ! Kau pasti sengaja benarkan?! " teriak Yaura yang begitu melengking hingga menusuk gendang telinganya.
" Astaga.. Hanya melihat Bra dan Punggungnya saja Dia mengamuk,bagaimana jika Aku menanggalkan semua pakaiannya, mungkin Dia akan mencabik-cabik tubuhku. " Lirih Ken dalam hati dan tersenyum.
" Aku tidak sengaja . " ucap Ken .
" Seharusnya Kau mengetuk pintu terlebih dahulu ! menyebalkan ! " protes Yaura kembali dan nampak malu.
Ken berbalik badan dan menatapnya, lalu melangkah mendekat.
" Ini kamarku jadi bebas mau mengetuk pintu ataupun tidak, lagipula Kau sendiri yang salah,kenapa memakai Baju disini. " ujar Ken sembari menahan senyumannya.
" Kau yang salah ! Dikamarmu itu ada wanita harusnya lebih berhati-hati ! " Ketus Yaura dan menatap kesal Suaminya.
Ken menghimpit tubuh Yaura hingga menyentuh cermin.
" Wanita? Berhati-hati? Untuk apa Aku berhati-hati dengan Istriku sendiri. " ucap Ken dan mengalihkan pandangannya ke Buah Dada Sang Istri yang begitu sintal, rasanya Ia ingin sekali meremas dan menghisapnya.
" Fu*k ! Dia sangat panas " umpatnya dalam hati.
" Tidak Boleh ! Minggir ! " Yaura mendorong tubuh Ken dan berjalan ke arah meja.
" Cihhh ! Dasar Wanita,salah sendiri ngambek sendiri ! " ucap Ken dan tersenyum memperhatikan Yaura yang mrengut dan kesal.
" Kau yang salah bukan Aku ! " Yaura menyauti perkataan Suaminya dan menenggak segelas air putih.
" Iyah Iyah ! Wanita selalu benar dan Pria selalu salah " teriak Ken,Ia tidak bisa menahan senyumannya lalu mendudukkan dirinya di tepi Ranjang.
" Memang Pria itu salah. "
Melihat Yaura yang tidak berhenti mengomel hanya karena masalah sepele ,membuat Ken gemas dibuatnya. Ia beranjak dari Ranjang dan mendekati Istrinya.
Dannn
" Berhenti mengomel dan tidur ! Ini sudah malam. " Ia menggendong tubuh Istrinya dan merebahkannya di Ranjang.
" Malam apanya ? Ini masih sore. " nampaknya benar kata Ken, meskipun Yaura terlihat diam tetapi sekalinya bicara atau mengomel akan sulit untuk berhenti.
" Terserah Kau saja. " Ken memeluk tubuh Istrinya dengan erat.
" Ken.. ini masih sore, Aku sudah tidur seharian,kenapa tidur lagi.. " Protes Yaura kembali.
" Ini salah, itu salah.Kau mau apa sebenarnya? " Ken tersenyum geli.
Yaura diam dan mengerucutkan bibirnya.
" Tadi mengomel,sekarang Protes. " sambung Ken dan..
" Awwww ! Kenapa Kau mencubitku ! " pekik Yaura seraya memegangi Pipinya yang baru saja dicubit oleh Ken.
" Aku tidak menyangka sebenarnya Kau ini sangat bawel dan cerewet ".
Yaura menatap Suaminya dengan tatapan tajam.
" Berhenti menatapku seperti itu Markonah ! " Ujar Ken dan mengusap lembut wajah Istrinya.
Yaura diam dan menikmati pelukan hangat Suaminya. Baik Ken maupun Yaura keduanya nampak mulai saling nyaman satu sama lain, memeluk Yaura adalah sebuah keharusan dan pelukan Ken adalah sebuah candu baginya.
" Terkadang Aku tidak mengerti dengan sifat Wanita.. Mereka susah untuk memulai,tetapi sekalinya TERBUAI mereka akan sulit untuk berhenti.. " lirih Ken tepat di telinga Istrinya.
" Maksudmu? " tanya Yaura.
FU*K BOY MODE ON
Ken menatap tubuh Istrinya dari Ujung Rambut hingga Ujung Kaki. tatapannya begitu kharismatik dan sexy .
" Mereka terlalu gengsi dan naif, walaupun sebenarnya mereka sangat menginginkan dan menikmatinya. " tangan Ken meremas lembut lengan Istrinya.
Wajahnya terus mendekat,
" Sering menolak, tetapi sebenarnya berharap untuk selalu disentuh. Berkata berhenti tetapi sebenarnya Ingin lanjut. " ucap Ken kembali, tatapannya begitu menggoda, bibir bawahnya yang Ia gigit membuat Kaum Hawa tidak akan bisa berkutik.
Yaura mengamati Suaminya dengan seksama. Ia baru sadar bahwa Ken memanglah sangat sexy dan menggoda.
Ketampanan,tatapan mata yang entah kemana, hembusan nafas yang begitu terasa di lehernya membut tubuh Yaura merinding.
Ken mengamati wajah Istrinya,
" Tidak akan ada yang bisa menolakku,termasuk.. " lirihnya di tengkuk Sang Istri.
*************************
**BUTUH SARAN DAN KRITIK
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA
Btw maaf yah Visul Ken nya kadang berubah-ubah wkwkw🤣Kadang jadi Lee seung gi ,Song Joong Ki, Ji Chang Wook aka Alfin , otw Hyun Bin🤣🤣 Maafin Aku yah,sesuai kehaluan soalnya . Hihihihuhuhu tapi Yaura mah tetep kesayangan ku Bae Suzy.
__ADS_1
Beberapa hari kedepan Aku ngga update yah Beb soalnya Kerja Shift Malem Full ♥️Love u All** 😘