
Pagi Hari
Ken ternyata sudah bangun lebih dulu dan menengok Yaura yang masih tertidur pulas. Ia memandangi wajah Sang Istri yang terbaring di soffa
" Kenapa begitu sulit memahami dirimu? " lirihnya dalam hati dan melangkah keluar.
Bukannya menuju ke dapur atau meminta sarapan, Ken justru pergi ke Kamar Evelyn. Masih pagi, Evelyn dan Bianca pun belum bangun. Ken terus mengetuk pintu adiknya,
Tak berselang lama, Evelyn yang masih sempoyongan sambil mengucek matanya pun nampak sedikit kesal kenapa Kakaknya menemuinya sepagi ini. Tanpa banyak bertanya atau menyapa adiknya,Ken menerobos masuk dan menarik selimut yang membalut tubuh Bianca.
" Bangunlah ! " ucap Ken dengan penuh penekanan.
Melihat ini, membuat mata Evelyn terbuka sempurna.
" Kakak apa yang Kau lakukan?! " Evelyn menarik lengan kakaknya.
Tanpa menunggu lama, Bianca bangun dan nampak terkejut melihat Ken ada di hadapannnya sekarang. Melihat wajahnya yang tidak mengenakkan membuat Bianca sedikit ketakutan.
" Keluar dari sini sekarang ! " ketus Ken sambil menarik lengan mantan tunangannya tersebut.
" Lepaskan ! apa maksudmu Ken? " jawab Bianca seraya menyingkirkan tangan lelaki yang selama ini Ia incar.
" Kakak tenanglah.. ada apa denganmu Kak? " Evelyn mencoba menenangkan Kakaknya.
Sorot mata Ken menajam,
" Sekalipun Kau begitu membencinya, tetapi Aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya seperti itu ! Kemarin Aku sudah memperingatkan dirimu, dan Kau sama sekali mengabaikan apa yang Aku katakan. Jadi sekarang Keluarlah ! " Ken terus menarik tangan Bianca.
" Apa Yaura yang Kau maksud? " tanya Bianca sambil beranjak berdiri menghadapinya.
" Jika iyah, Itu adalah Hak aku sendiri,Ken. Wanita mana yang tidak merasa sakit hati saat Lelaki yang dicintainya menyentuh Wanita Lain ?! " sambungnya.
Ken menarik sudut bibirnya,
" Hak mu? Kau sama sekali tidak punya Hak atas diriku. Dan juga siapa yang Kau maksud wanita lain? Yaura ? Apa Kau lupa bahwa Kalian sendiri yang menikahkanku dengannya? Dia bukanlah wanita lain, tetapi Istriku ! ".
Antara menyesal dan menahan marah, Bianca kembali mengutuk dirinya karena telah membiarkan Ken menikahi Yaura.
" Kau sangat kasar denganku Ken, apa Kau lupa? Nyawa adikmu bisa selamat itu karena Aku, dan juga Status Pernikahanmu yang sebenarnya adalah dengan Diriku ,bukan Yaura. " sudut mata Bianca memerah dan berkaca.
" Kasar? Aku bahkan tidak pernah menamparmu sedikitpun seperti yang Kau lakukan kepada Yaura. Dan tentang nyawa Evelyn, bukankah Aku sudah menukarnya dengan permintaan konyol Kalian ? " tegas Ken yang mengalihkan pandangannya ke Evelyn.
Geram saat Sang Kakak mulai memihak musuhnya,
" Ini adalah pernikahan drama dan sementara, lalu kenapa Kakak menjadi emosional seperti ini? Kau benar-benar menganggapnya sebagai Istri? " ucap Evelyn.
" Apa Kau merasa puas saat menyakitinya? Seburuk apapun Yaura, Dia tetaplah Wanita. Apa Aku akan diam saja saat seorang wanita yang berdampingan denganku mendapatkan perlakuan seperti itu? Apa Kau menganggap Kakak mu ini sebagai seorang Banci atau Pengecut yang membiarkannya terluka begitu saja?! " Ken merasa geram melihat sifat Evelyn yang berubah drastis, Ia merasa gagal mendidiknya.
Mendapat jawaban yang menohok, membuat Evelyn terdiam dan menundukkan pandangannya.
" Baiklah, Aku minta maaf telah menyakiti Istrimu. Sampaikan maafku kepadanya, Aku juga tahu Kau sekarang mulai masuk ke dalam tipu muslihatnya. " timpal Bianca seraya menatap Ken.
" Sekali lagi Kau menyakitinya.. maka Aku sendiri yang akan menyakitimu dengan tanganku, persetan dengan apa yang Kau lakukan!. " ancam Ken dan berlalu pergi meninggalkan kamar.
" Sialan ! pagi-pagi sudah membuat mood ku hancur ! Sejak ada Wanita Murahan itu masuk ke dalam kehidupan Kita, Ken menjadi berubah " umpat Bianca.
" Ini juga salahmu, untuk apa Kau menamparnya? jelas-jelas Kakak pasti akan marah besar jika melihat seorang Wanita terluka, Aku juga kena omel Kak Ken jadinya.. " kritik Evelyn.
" Diamlah ! Kau hanya memperkeruh suasana." ketus Bianca.Mereka pun kembali beradu mulut dan pendapat.
Kamar
Yaura baru saja bangun, dan menyesal karena tidak menyiapkan sarapan. sementara Ken terlihat sedang asik menikmati sarapan yang dibuat oleh Bibi Ratih.
" Banyak sekali teka-teki yang belum Aku pecahkan,sedangan konflik terus datang bertubi-tubi. Kepalaku rasanya ingin meledak.. " lirih Yaura dalam hati sambil memegangi kepalanya.
Ken curi-curi pandang ke arah Istrinya,
" Apa Dia sakit? " gumamnya dalam hati seraya mengunyah makanan.
Yaura terus terdiam dan melamun,
dan..
" Cepatlah Sarapan dan Mandi, Kita akan mengunjungi Villa di Puncak XXX. Dua malam akan menginap disana . " ujar Ken dengan wajah datar.
Mendengar ini membuat Yaura terkejut dan berjalan ke arahnya.
" Kenapa begitu mendadak? "
Ken tak menjawab pertanyaan Yaura, Ia hanya mendelik sesaat kepadanya.
Mengerti, Yaura pun segera melangkah ke Ruang Ganti dan mengambil Baju warna favoritnya yaitu Hitam, dan melangkah ke Kamar Mandi.
1 Jam kemudian
Yaura keluar dan duduk di meja makan, lalu menyantap sarapan.
Ken yang sudah bersiap rapi dengan kameja putih polos terlihat sedang menghubungi seseorang ( HP baru wkwk )
Tiba-tiba Robin mengetuk pintu dan menyampaikan kepada majikannya untuk cepat turun.
Ken mematikan sambungan ponsel,
" Waktumu 20 menit lagi, cepat habiskan sarapan lalu turun ke bawah. Aku tunggu " ucap Ken sambil melihat Arloji yang melingkar di tangannya.
" Tapi Aku belum menyiapkan apapun.. " jawab Yaura yang menoleh ke arah Suaminya.
" Tidak perlu ada yang disiapkan, cukup dirimu saja,itu lebih dari cukup. " saut Ken dan berlalu pergi menemui Ayahnya.
Yaura menghentikan aktifitasnya dan termenung.
" Aku belum menepati janji Ibu dan Ayah, mungkin Ini waktunya.. " lirihnya dalam hati dan beranjak merias diri di depan cermin.
Lantai Bawah
Rupanya Ayah Reino menyuruh semua anggota keluarga untuk ikut, kecuali Dirinya dan Sang Istri yang tidak ikut ke Puncak karena harus menyelesaikan masalah bisnis. Ayah Reino berpesan kepada Ken agar menjaga Para Wanita yang ikut dengannya.
" Jika Ayah melihat Yaura tergores atau terluka seperti yang sebelumnya, Ayah sendiri yang akan memberimu pelajaran, Ayah tidak mengajarimu untuk menjadi Lelaki Pecundang. " ancamnya.
__ADS_1
Ken hanya mengangguk tak banyak bicara, Ia sibuk mengotak-atik ponsel.
Evelyn, Bianca,Lolly dan Anin nampak sudah bersiap dan masuk ke dalam mobil.
Tak berselang lama Yaura turun dengan rambut yang selalu terurai.
Yaura menyapa Ayah mertuanya dengan melemparkan senyuman tipis dan menunduk hormat.
Ingin menyampaikan sesuatu, Yaura berjalan ke arah Suaminya.
" Apa Aku bisa bicara denganmu sebentar? ".
Ken menatap Istrinya dan menganggukkan kepala.
Mereka sedikit menjauh dari jangkuan Ayah Reino dan lainnya.
" Katakan.. " ujar Ken sambil memasukkan tangannya ke saku celana.
" Kau bilang ingin menemui Orang Tua ku, Aku tahu ini bersamaan dengan keberangkatan ke Villa , tetapi bisakah Kau mengunjunginya sekarang? Hanya sebentar.." tutur Yaura.
Ken terus memandangi wajah Istrinya, tanpa banyak penolakan,
" Baiklah.." Ken menganggukkan kepala.
Ken masuk ke mobil putih dan mengambil posisi kemudi, Disusul Sang Istri yang duduk di sampingnya.
Sedang memasang seatbelt,
Evelyn yang berpakaian mini dress menghampiri Kakaknya,
" Kenapa Kakak disini? Kita menunggu di mobil hitam.. " ucapnya sambil menyerit heran karena seharusnya Sang Kakak satu mobil dengannya dan Bianca.
" Suruh Sopir untuk mengemudikannya, Kakak ada keperluan sebentar, nanti nyusul kesana." jawab Ken.
" Tapi Kak.. " rengek Evelyn.
" Kau akan aman Evelyn,tenanglah.. " lirih Ken sambil menghidupkan mesin mobil.
Kesal, Evelyn mengalihkan pandangannya dan menatap Kakak Iparnya dengan sinis.
" Pasti ini permintaan Dia ! " gerutunya dalam hati lalu kembali ke tempatnya semula.
Ken tancap gas dan keluar dari Gerbang Rumah mendahuli yang lainnya, Ia memacu mobil dengan kecepatan sedang.
Di dalam mobil,
Mereka tidak saling mengobrol,sehingga Ken menghidupkan musik bervolume sedang untuk menghilangkan kesunyian. Yaura yang cuek dan hanya menatap ke luar jendela,sementara Ken sering melirik dan curi-curi pandang ke Istrinya.
15 menit menyusuri jalan,
" Apa di Apartement Valdefis? " tanya Ken tanpa memandang Wajah Istrinya.
" Jalan Dandelion Nomor 07, tepat dibelakang Apartement Valdefis. "singkat Yaura, Ia nampak memikirkan sesuatu.
PERSEMAYAMAN ORANG TUA YAURA
Yaura menyuruh Ken menghentikan mobil tepat di depan Rumah bertema White yang dihiasi banyak bunga didepannya, dan segera turun dari mobil.
Sadar ingin menemui Mertuanya pertama kali, Ken sedikit gugup dan nampak tidak percaya diri. Ia bercermin di kaca spion,
Yaura diam menyoroti keadaan sekitar,
" Rumah mu padahal dekat, kenapa harus tinggal di Apartement? " tanya Ken yang kini berada tepat di sampingnya.
Yaura tidak menjawab, Ia malah menundukkan pandangannya.
Ruang Depan
Mereka pun mulai melangkah masuk, Ken merasa aneh kenapa keadaan Rumahnya sangat sepi dan hening, juga dekorasi Ruang Depan yang nampak kosong, tidak ada satu furniture pun.
" Ini benar Rumahmu? Apa Ayah dan Ibu mertua benar-benar ada disini? sepertinya tidak ada orang satupun.." ucap Ken, matanya menyapu bersih sudut Ruangan dan Interior bangunan.
Yaura tetap diam dan tak menjawab,
" Sepertinya Aku berbicara pada tembok, sehingga tidak menyauti semua pertanyaanku " sindir Ken sambil menoleh ke arah Istrinya.
Tampak tidak ada tangga ataupun lift namun saat Yaura menekan sebuah tombol, tiba-tiba dinding sebelah kanan yang berada tepat di samping Suaminya terbuka.
Melihat itu, membuat Ken menjengit dan terkejut.
Tetap diam tidak banyak bicara Yaura menekan tombol lift dan masuk ke dalam,
" Masuklah.." ujarnya.
Ken pun masuk ke dalam lift, dan membawanya turun ke bawah. Di dalam lift Ken tak berhenti berfikir keras seperti ada sesuatu yang aneh.
Lift terbuka
dan
JRENGGGGG
Sebuah persemayaman mewah,megah dan dihiasi banyak karangan Bunga Lilly dan Mawar Putih berjejer rapih di Ruangan tersebut.
Ruangan yang sangat harum, bunga-bunga yang segar bukti Ruangan tersebut ada yang merawat.
Ken membelakkan kedua matanya,dan tertegun tak percaya.
" Seperti Rumah Duka.. " lirihnya.
tiba-tiba srkkkkkkk tirai yang menutupi Dua Peti pun terbuka.
Membuat Ken menoleh ke arahnya, dan menyipitkan kedua matanya.
" Dua peti mati.. " ucapnya, sudut mata Ken memerah, Ia masih tertegun tak percaya atas apa yang Ia lihat di hadapannya sekarang.
Seorang Wanita berseragam duka datang dan memberinya Bouqet Bunga Lilly.
Ken mengalihkan pandangannya dan menatap Sang Istri yang berada di belakangnya.
" Apa maksud ini semua?.."
" Ini jawaban atas semua pertanyaanmu.. " lirih Yaura dan
__ADS_1
Ia menggenggam tangan Ken dan menuntunnya ke depan peti.
" Mereka adalah Ibu dan Ayahku, Ayo.. ucapkan salam hormat kepadanya.. " ujar Yaura.
Ken masih tertegun, Ia sangat kesusahan menelan salivanya.
" Ibu dan Ayah telah meninggal sejak lama, Aku juga tidak memiliki saudara. Kerabatku yang lain juga entah kemana, Aku hidup sendiran.. Jadi, Kau sekarang sudah faham tentang kondisi Keluargaku, kenapa Aku tidak pernah memperkenalkanmu kepada mereka.. Karena memang Aku tidak punya keluarga.. " tutur Yaura yang berusaha tegar sambil memegang Bouqet Mawar Putih di tangannya.
Ken masih syok dan tidak menyangka
" Juga kenapa Aku tidak bisa melayanimu dari segiapapun, karena memang Aku tidak mendapat bimbingan atau petuah dari Ibu dan Ayah, Jujur.. Aku tidak mengerti.. sekali lagi dari lubuk hatiku yang paling dalam, Aku meminta maaf kepadamu Ken, Aku tidak bisa melayanimu.. " sambungnya, lalu melangkah menaiki mimbar.
Ia memberi salam kepada Ayah dan Ibunya, lalu menunduk dan mengatupkan kedua tangannya.
" Ini adalah Anniversry Pernikahan Ayah dan Ibu, Yaura biasanya membawa kado untuk kalian. Tetapi kali ini,kado yang Yaura berikan akan berbeda dari sebelumnya .. Yaitu seorang menantu yang ada di hadapan Kalian sekarang.. " doa Yaura di dalam hati sambil memejamkan matanya.
" Dulu waktu Aku kecil, Ayah selalu bilang bahwa Ia ingin melihat langsung lelaki yang akan meminangku dan mengambil tanggung jawab dari Ayah, Dialah Ken, Ayah.. Suamiku sekarang "
" Jika masih hidup, mungkin Ibu dan Ayah akan mencium dengan gemas menantu Kalian sekarang, sambil berkata ' Diberkatilah Pernikahan Kalian ' "
" Ibu .. Ayah.. Yaura sangat merindukanmu.. " lirih Yaura seraya fokus berdoa.
Ken yang sudah menaiki mimbar, menatap Istrinya dengan tatapan dalam dan tersirat penyesalan.
" Aku tidak menyangka , Dia hidup seorang diri.. " lirihnya.
Tak berselang lama, Yaura membuka kedua matanya dan meletakkan Bouqet bunga itu ke Peti Orang Tuanya.
Sementara Ken terdiam diselimuti rasa bersalah.lalu Ia memejamkan mata dan berdoa untuknya, sambil mengucapkan banyak maaf ke mereka. Lalu Ken meletakkan Bouqet Bunga Lilly ke Peti mertuanya.
Yaura berjalan mendahului Ken sambil menyeka air mata yang sempat menetes.
Dan...
Hugggg
Ken menarik tangan Yaura dan memeluknya dengan erat.
" Maafkan Aku Yaura... Aku benar-benar minta maaf.. " lirih Ken dengan lembut, suaranya memberat dan matanya berkaca-kaca.
Yaura kini terbenam dalam pelukan Sang Suami, dan meletakkan wajah di pundaknya, terbiasa dengan sentuhan dan pelukan dari Ken membuat Yaura tidak kaget, justru membuatnya merasa lebih baik serta nyaman padahal logika dan hatinya menolak,tetapi tubuhnya menerima.
" Aku minta maaf atas perkataanku semalam.. juga tentang keadaan dirimu yang seperti ini,Aku baru mengetahuinya sekarang.. "
" Aku minta maaf telah memaksa dirimu untuk menikah denganku tanpa bertanya kepadamu terlebih dahulu tentang Keadaan yang Kau alami.. " lirih Ken, Ia benar-benar menyesal melakukan ini kepada Yaura. Menikah dengan dipaksa dan diancam olehnya ,ditambah Bianca yang terus menyakiti Yaura.
Ken memeluk Istrinya dengan erat,dan mengelus kepalanya dengan lembut.
Yaura tak membalas pelukan Suaminya, Ia diam tak berbicara,namun mata yang menjawabnya, manik matanya berkaca-kaca.
" Kau baru satu hal dari ku tetapi sudah menyesal seperti ini dan merasa bersalah.. tetapi ketika dikemudian hari Kau tahu bahwa dirimu sendiri yang telah menghancurkan tujuan utama ku, apa Kau akan tetap menyesal seperti ini?.. atau Kau justru tetap menentang dan melawan Istrimu sendiri,Ken.. "
" Aku tidak tahu Kau memihak dan melindungi siapa, tetapi yang Aku lihat, dirimu sendiri yang terus berusaha membongkar tentang ku.. Kau hanya bisa menilaiku sebagai seorang pembohong, tetapi Apa Kau tahu kenapa Aku melakukan semuanya? tidak lain hanya ingin tetap bertahan hidup.. Banyak yang dimenginginkan kematianku di luar sana, Aku juga tidak ingin hidup dalam kebohongan dan sandiwara belaka, itu sangat menyakitkan.." lirih Yaura dalam hati.
" Kita harus meninggalkan tempat ini secepatnya.. " lirih Yaura dengan lembut.
Ken pun melepaskan pelukannya.
" Apa Kau tidak ingin memaafkanku? "
" Aku akan memaafkanmu kecuali Kau tidak banyak bertanya dan berbicara denganku.. " celetuk Yaura seraya tersenyum tipis.
" Kenapa? Kau malas berbicara dengan Suamimu sendiri? Sungguh aneh! " Ketus Ken.
" Apa Aku boleh meminta sesuatu kepadamu?" tanya Yaura sambil menatap manik indah Suaminya.
" Apa?.. "
" Jangan pernah membocorkan ini kepada siapapun.. Aku tidak ingin dikasihani atau mendapat simpati dari oranglain,termasuk dirimu.. " tutur Yaura.
Ken terdiam dan meresapi omongan Istrinya.
" Aku tidak akan pernah kasihan terhadap orang aneh seperti dirimu. " celetuk Ken dan menarik tangan Istrinya.
Mereka berdua pun melajukan mobil dan menuju ke Villa.
Didalam mobil, Yaura menatap kosong dan memikirkan bagaimana cara membalas dendam seorang diri,dan membongkar Siapakah Abraham .
4 Jam Ken melakukan perjalanan dengan mengemudi seorang diri. Ia memang niat melakukan perjalanan di Siang Hari untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.
ROYAL TULIP
Royal Tulip adalah Villa yang berada di puncak xxx berskala bintang 5. fasilitas yang lengkap dan mewah ditambah view pegunungan yang menyejukkan mata siapapun yang melihatnya.
Basement
Merasa tidak asing dengan Villa ini,
" Bukankah ini Villa Favorit Ayah? Ayah dan Ibu akan merayakan Hari Anniversary Pernikahan di Villa ini.. itu berarti.. " gumamnya dalam hati.
Ken keluar dari mobil,disusul olehnya.
" Ken.. apa ini Villa milikmu? " Yaura mencoba memancing Suaminya.
" Bukan..Ini Villa milik orang lain,tetapi Kami bagian dari Vendor mereka" jawab Ken.
" Kalau begitu.. Apa Kita akan liburan disini?.. maksudku, Aku takut ada kerjaan mendadak di Kantor " Yaura terus mencari alibi dan mengulik informasi.
" Jangan berharap liburan.. Kita kesini untuk mengenang Anniversary Pernikahan Tuan Devano dan Ibu Yanuar. "
Ckk !!!!
" Drama apa lagi?.. "lirih Yaura dalam hati.
.................................
Butuh saran dan kritik
Jangan lupa like dan vote nya yah.
Btw, Jati diri Yaura mulai dimunculkan,dan akan berjalan menemukan titik penerang.
Sabar yah bebepku yang ingin Cium-ciuman, mesra-mesraan atau wikwikan🤣 sebentar lagi, tetap ditunggu yah.
__ADS_1
Aku ingin karya Aku ini bukan hanya sekedar berisi mesra-mesraan atau romantis terus, karena yah memang Aksi campur Romantis pasti jalannya sedikit lambat. Apalagi ceweknya macem Yaura, sentuh dikit gamaooo kaburrrðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜kan kasian babang Ken nya.minta di pentung nih anak, gatau apa kita nantiin WIKWIKNYA mereka berduaðŸ˜