Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
SO SWEET


__ADS_3

Intense,menyatu, sensual dan penuh kelembutan membuat keduanya bahagia tanpa ada unsur keterpaksaan.


Ken melepaskan ciumannya lalu menatap Sang Istri,


" Katakan,Kau mau apalagi? " tuturnya seraya melihat bibir Yaura yang basah karena ulahnya.


" Itu saja. " Yaura mengalihkan pandangan, seraya menyembunyikan senyum di bibir lembabnya.


Dengan perasaan bahagia,mereka pun melangkah keluar dan masuk kedalam mobil berdua guna mencari Rujak Buah.


**********************


Di Dalam Mobil,


Ken melirik Istrinya yang sedang menatap luar jendela, entah apa yang difikirkan namun Ia rasa Istrinya sedang memikirkan sesuatu.


" Kenapa? " suara Ken memecahkan lamunannya.


Yaura menoleh seraya menundukkan pandangannya,


" Siapa yang ingin bermain? Jangan menghadapinya sendiri. "tanya Yaura, Ia sangat penasaran kenapa Sang Suami merilis pernyataan dirinya tidak lagi bisa bermain senjata.


Ken tersenyum lalu meraih tangan Sang Istri,


"Jadi Kau mengkhawatirkan itu? tenanglah, bukan musuh serius. Hanya tikus kecil yang tidak terlalu pandai. " setelahnya, Ia mencium punggung tangan Istrinya dengan penuh kasih sayang.


Yaura terenyuh saat bibir lembut Sang Suami menempel sempurna di punggung tangannya,


" Tetapi Tikus Kecil itu lebih pandai dalam bersembunyi dan melompat kesana-kemari. " lirihnya.


" Ada saatnya yang bersembunyi terungkap,dan yang melompat akan terjatuh. bukankah begitu? " senyum Ken kepada Istrinya.


Yaura menundukkan pandangannya guna menghindari kontak mata Sang Suami yang membuatnya terlena.


Berputar-putar sekian jam namun Ken tidak menemukan apa yang diinginkan oleh Istrinya.


" Tidak ada penjual Rujak Buah sama sekali. Aku rasa Bibi Dapur berbohong padamu. " lirih Ken seraya memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.


" Tidak. aku sudah tidak menginginkannya. " celetuk Yaura yang membuat Ken menoleh.


" Tunggu sebentar, Aku sedang mencarinya di internet. " ujar Ken dan menyangka Istrinya mengambek.


" Tidak perlu,Ken. Aku sudah tidak berselera. Sekarang Aku ingin makan makanan pedas. "


Ken memasukkan ponselnya ke kantong,


" Hampir 2 Jam Kita berputar-putar, kenapa tidak bilang daritadi Markonah. " ujarnya seraya memacu mobil kembali.


" Mana Aku tahu. " jawab Yaura dengan entengnya.


Ken hanya bisa tersenyum mendengar jawaban Yaura yang sangat konyol. Ia fokus mengemudi guna menuruti permintaan Sang Istri yang ingin memakan makanan pedas, dimana lagi jika bukan di Restaurant Korea yang terkenal akan masakan pedas namun tetap sehat.


RESTAURANT KOREA


Tanpa pengawal,membuat Ken berfikir dua kali sebelum turun dari mobil. Ia menatap Yaura dan arah pintu masuk bergantian karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan. namun lagi-lagi, Yaura membuatnya lebih santai dan rilex.


" Aku sangat lapar.. " lirih Yaura seraya membuka pintu dan turun dari mobil.


" Tunggu. " Ken pun turun lalu menyusul Istrinya yang melangkah lebih dulu.


" Jangan jauh-jauh dariku. Kau tidak bisa sabar sedikit saja? " Ken merengkuh pinggang Sang Istri dan melingdunginya dari segala sisi.


" Sejak kapan Aku penyabar? " celetuk Yaura yang membuat Ken memutar bola matanya.


" Benar juga. sangat tidak sabaran."


Kedatangan mereka berdua membuat Pegawai Restaurant dan pengunjung heboh. Ken dan Yaura sudah dikenal diberbagai kalangan,terlebih lagi kedudukan mereka sebagai Pengusaha Terkaya saat ini. Staff Restaurant membungkukkan badannya dan bertanya kepada Ken apakah ingin mengosongkan area atau membooking seluruh tempat,mereka siap melakukannya. Namun Ken menggelengkan kepalanya, Ia meminta dilayani seperti biasa saja.


Ken dan Yaura duduk berhadapan di sebuah meja, dengan lincah Yaura memilih banyak menu pedas seorang diri hingga membuat Ken semakin kebingungan.


" Untukmu? "


" Humm. " Yaura menganggukkan kepala.


Ken menatap pegawai restaurant yang juga sedang kebingungan karena hampir semua menu Yaura pesan dengan level kepedasan diatas normal.


" Kau yakin? perutmu bisa sakit jika makan sepedas ini. Turunkan lagi levelnya. " titah Ken.


" Aku tidak akan mati karena pedas. " acuh Yaura.


" Dan perutmu itu sangat kecil kenapa memesan menu sebanyak ini? " tanya Ken kembali, Ia sangat bingung melihat tingkah Yaura.


" Aku lapar. Kenapa Kau terus bertanya? " mrengut Yaura yang membuat nyali Ken menciut hingga menyuruh pegawai restaurant untuk cepat menyajikan makannya,sedangkan dirinya hanya memesan segelas juice lemon.


Beberapa menit kemudian,makanan datang.


Seketika itu pula mata Yaura berbinar,


"Menggoda.. " pujinya.


"Fikirkan lagi,ini sangat pedas.. sangat konyol jika Kau menghabiskan semuanya." omel Ken.


Tak mendengarkan, tangan Yaura sigap meraih sendok dan garpu. Mulut mungilnya perlahan menyerbu habis semua hidangan yang Ia pesan, mulai dari Kimchi hingga Ttteobokki level pedas tingkat dewa semuanya Ia lahap tanpa sisa. Yaura bahkan sama sekali tidak menawari Suaminya makanan secuil pun.


" Kerasukan setan apa dia? " heran Ken dalam hati. mulutnya hanya bisa menganga melihat Sang Istri makan dengan sangat lahap.


" Minumlah dulu.. Kau tidak merasakan pedas? " tangan Ken menyodorkan minuman.


" Hanya sedikit. terima kasih " Yaura menyedot habis minuman yang Suaminya berikan.


Baru menyadari Suaminya tidak makan,


" Kau tidak memesan makanan? " tanya Yaura.


" Kau baru menyadarinya? " tanya Ken balik.


" Humm.Aku lupa jika sedang bersama dirimu." jawaban Yaura membuat Ken jengkel dan menggerutu.


" 😒 selalu asik dengan dunianya sendiri ".


(😂😆 siapa nih yang kayak Mba Yaura? kalau sama doi kadang ngga peduli, asyik sama Dunia sendiri😆😂 Abang Ken yang sabar yah, Mba Yaura emang suka gitu )


*************************


DUBAI


Masih ingat dengan tragedi jatuhnya Nona Lee? jika iyah, tentu Kalian ingat dengan dihukumnya seorang Anin, Saudari dari Ken. Anin kini hidup berdampingan dengan tengkorak,bau busuk dan berbagai macam suara tembakan dari Tim GOD Dubai hingga membuat dirinya hidup seperti mati. Ia terus menangis dan ketakutan, entah sampai kapan berakhir,hanya Pak Agus dan Yaura yang tahu.


" Tolong beri aku kesempatan terakhir, Aku mohon hiksss, Aku sudah tidak tahan lagi... Tolong siapapun kemarilah, hubungi Yaura dan sampaikan rasa menyesalku kepadanya hikss " rintih Anin di sebuah ruangan,tangannya terikat borgol.


" Apa kalian tidak bisa mendengarku? tolong hubungi Yaura dan bilang bahwa Aku menyesal hikssss.. Aku sudah tidak tahan ! " teriak Anin kembali.


Tukk tukk tukk suara langkah kaki Sniper, Ia berjongkok didepan sel Anin.


"Diam dan jangan berteriak. Kau harus bersyukur masih diberi makan dan minum atas kesalahanmu yang tidak layak mendapat pengampunan. Sadarlah, bahkan Tuhanpun tidak ingin Kau bebas, itulah mengapa tidak ada yang mau menyelamatkanmu. " smirk Sniper lalu kembali pergi begitu saja.


" Aku mohon lepaskan hiksss !!!! Kalian jahat sekali ! Sangat jahat ! hiksss ! Ya Tuhan Aku mohon, beri keajaiban agar Ken mau memaafkanku lalu menyuruh Yaura mencabut hukuman ini hiksss " doa Anin seraya menangis tiada henti.


*************************


KANTOR NIS


Tidak ada yang boleh memasuki area NIS, kecuali Agent NIS itu sendiri,namun itu tidak berlaku bagi Nona Lee. Dengan dandanan fancy elegant khas Bule Amerika membuatnya begitu percaya diri memasuki gerbang NIS,


" Aku Stephanie Lee, teman dari Alfin. Kalian pasti sudah mendengar tentang Namaku bukan? " senyum Nona Lee misterius seraya membuka kaca mobil.


Petugas Gerbang yang melihatnya sontak membulatkan mata,


" Direktur Utama Rumah Sakit Stephanie Lee dan.." ucap Petugas NIS, Ia ragu mengangkat HT untuk memberitahu ada warga sipil yang ingin masuk.


" Kakak dari Nona Yaura. buka saja, lagipula Pak Alfin yang ingin Dia temui. jika ada apa-apa, Pak Alfin yang disalahkan. Jangan bermasalah dengan Keluarga Nona ini atau Yaura.. sangat merepotkan. " imbuh Petugas Lain, dan


Tittttt pintu gerbang terbuka


" Terima kasih, Kalian mempersingkat waktuku." senyum Nona Lee seraya mengedipkan sebelah matanya lalu masuk kedalam.


" Kau gila? bagaimana jika Nona itu membuat masalah serius? Kita yang disalahkan karena tidak menghalanginya. " omel Petugas NIS kepada rekannya.


" Tenanglah. tidak akan ada masalah serius. Santai saja.. " ujar Petugas NIS yang membukakan gerbang Nona Lee.


Ruang NIS


Kedatangan Nona Lee di Kantor NIS mengejutkan semua orang. Bagaimana tidak? Warga Sipil dilarang keras memasuki area Rahasia Pemerintah,namun Nona Lee mematahkan peraturan tersebut. Tidak ada yang berani menghadangnya karena status dirinya sebagai Kakak dari seorang Mantan Agent Terbaik NIS,yaitu Yaura. Nona Lee meminta Receptionist untuk mengantarkannya ke Ruangan Alfin. Tanpa penolakan, Receptionist tersebut langsung mengantarkannya.


Ruangan Alfin


Sedang menelaah berkas kasus, Alfin dibuat terkejut oleh kedatangan Nona Lee.


" Duduklah..kenapa Kau tidak menghubungiku lebih dulu? " senyum Alfin seraya mempersilahkan Nona Lee duduk di kursi.


" Suprise. Aku sengaja tidak memberitahumu." senyum Nona Lee seraya menyilangkan kaki jenjangnya.


" Tumben sekali Kau tidak bersama David. " goda Alfin.


" Bukankah Aku memang tidak selalu bersamanya? " tawa Nona Lee.


Mereka berdua mengobrol sejenak,hingga pada akhirnya Nona Lee meminta Alfin memanggilkan Lisya. Alfin pun menelfon Lisya dan berkata bahwa Nona Lee ingin bertemu dengannya.


Taman NIS


Mengobrol di ruangan NIS sangatlah tidak nyaman karena ada penyadap dan pengintai,karena itulah Alfin membawa Dua Wanita Cantik itu ke Taman.


"Nikmati hidup, dan mari menghirup udara segar." tawa Alfin seraya menyeruput Es Teh Manis yang di sediakan Bibi Kantin.


" Kau benar, Kita harus menikmati hidup.jangan terlalu tegang.. " tawa Nona Lee yang duduk disebelah Lisya di kursi Taman.


" Setelah melalui banyak rintangan, Aku rasa Tuhan sudah memberikan jalan yang terbaik. Buktinya, Kita bisa duduk bersantai di Taman seperti ini.." senyum Lisya sambil menghirup dalam-dalam udara sore yang semakin adem nan teduh.


Alfin tersenyum melihat kedua Wanita Cantik dihadapannya akur dan saling bercanda, sama sekali tidak ada kecanggungan. Pada dasarnya Wanita hobi selfie dan sangat centil,membuat Alfin menjadi korban mereka. Nona Lee menyuruh Alfin menjadi fotografer dadakan,


" Aku ingin mengabadikan kebersamaanku dengan Lisya, jadi ambil foto terbaik ! jangan sampai jelek. " titahnya.


" Apa Kau fikir Aku seorang fotografer? jaminannya sudah pasti jelek. " celetuk Alfin yang membuat Lisya dan Nona Lee tertawa.


Berbagai macam gaya elegant hingga super alay mereka peragakan membuat Alfin geleng-geleng kepala,

__ADS_1


" Pantang berhenti berpose sebelum memori card penuh. " gerutunya.


Lelah karena sudah memperagakan banyak gaya hingga membuat Alfin jengkel, akhirnya Nona Lee dan Lisya memeriksa hasil foto mereka.


" Oh Astagaaa " Lisya terkejut.


" Jelek sekali.. " sambungnya hingga membuat Alfin menaikkan sebelah alisnya.


"Katakan sekali lagi.. ".


" Hahaha astaga wajah supermodelku ternistakan. " sambar Nona Lee yang tertawa kencang, kecantikan bule dan keahlian supermodelnya tidak berlaku di pemotretan Alfin karena hasilnya sangat jelek juga ngeblur.


" Aku bukan David yang pandai memotret. Kau seharusnya kesini bersama Dia.. " jawab Alfin seraya melipat kedua tangannya. Ia mengamati Lisya yang tidak berhenti menertawakannya,


" Awas Kau.. " sambung Alfin dalam hati.


Saat nama David disebut,disitulah kesempatan datang.


" Kau benar, saat di Maldevis David juga yang memotret Kami. Hasilnya SEDIKIT BAGUS.. Mantan Pacar David pasti sangat beruntung mempunyai kekasih yang sedikit pandai memotret. " Nona Lee berusaha mengorek informasi mengenai Wanita yang terlibat dengan David dimasa lalu karena itulah tujuan utamanya mengunjungi Lisya dan Alfin.


Sibuk mengatur rencana mengerjai Lisya, membuat Alfin tidak sadar akan pembicaraan Nona Lee.


" DAVID TIDAK PERNAH TERLIBAT HUBUNGAN, DAN TIDAK MEMPUNYAI MANTAN PACAR. Hanya saja Dia pernah menyukai seseorang.. "


" Siapa? " pancing Nona Lee.


" Siapa lagi jika bukan Ya... " Alfin seketika tersadar atas apa yang Dia bicarakan.


" Ya Tuhan, apa yang Aku bicarakan? menyebut nama Yaura sama saja menyangkut kisahku. Lisya tahu bahwa Aku juga pernah menyukai Yaura.. " gumam Alfin dalam hati, Ia menjaga perasaan Lisya karena bagaimanapun dirinya membuat kesalahan dengan mencium Lisya.


Nona Lee menyipitkan kedua matanya,


"YA ? YA SIAPA? ".


" YA entahlah, Aku juga tidak tahu." jawab Alfin seraya membereskan kera kamejanya.


Mendengar jawaban Alfin, membuat Lisya terdiam lalu mengalihkan pandangannya ke Nona Lee.


" Siapapun Pria yang melihat Wanita itu pasti akan jatuh cinta, sekalipun pandangan pertama. Pria yang melihatnya pasti akan terkagum. Dia sangat cantik, bola matanya sangat indah, kulitnya bersinar, pendiam, dan... PENGUASA SENJATA. " ucapan Lisya membuat Alfin tersentak lalu menatapnya dalam. berbeda dengan Nona Lee yang semakin penasaran,


" Sepertinya sangat sempurna. Kau tahu Lisya? siapa Dia? ".


Lisya tersenyum tipis sembari melirik Alfin,


" TIDAK, AKU TIDAK TAHU.. Dulu David pernah bercerita kepadaku tentang Wanita itu,hanya sekedar ciri-cirinya saja. Dan..Wanita itu sudah menikah. "


Mendengar kenyataan bahwa Wanita yang disukai David sudah menikah membuat Nona Lee tersenyum,


" Akhir kisah yang menyedihkan. " ucapnya karena Cinta David tidak terbalaskan.


Menghilangkan kecanggungan karena membahas hal sensitif untuknya, Alfin mengajak Para Wanita berjalan-jalan mengelilingi pusat kota karena kebetulan sore ini ada acara besar disana. Nona Lee yang sudah mendapat jawaban atas pertanyaannya pun langsung mengiyakan ajakan Alfin,sedangkan Lisya hanya melukis senyum tipis.


" Tunggu sebentar, Aku kedalam dulu. Tidak mungkin Aku memakai baju NIS. " Ia beranjak,kakinya melangkah meninggalkan taman.


" Salah besar Aku menyukai Yaura. Kenapa dari dulu Aku tidak sadar diri.. harusnya memperhatikan Wanita lain saja. " umpat Alfin dalam hati seraya memperhatikan Lisya yang mulai menghilang dari pandangan matanya.


************************************


RUMAH YAURA


Setelah puas menuruti keinginan Istrinya, Ken pun mengajak Istrinya pulang. Saat sampai rumah, Ken langsung dihadang oleh Wanita yang sangat Ia sayangi, siapa lagi jika bukan..


" KAKAKKKK !!!! " teriakan Evelyn begitu melengking hingga menusuk semua orang yang mendengarnya.


" Kakakmu itu tidak tuli, kecilkan volumenya. Kau membuat gendang telingaku hampir pecah ! " omel Lolly seraya menutup kedua telinganya.


Menghiraukan omelan Lolly, Evelyn langsung berlari ke arah Kakaknya yang ada diambang pintu.


" Yaura, apa Aku boleh memeluk Kakakku? " ucapan Evelyn membuat Yaura melirik ke arah Ken yang sedang tersenyum manis.


" Kenapa Kau meminta izin dariku? jangankan peluk,memukulnya pun tidak masalah, karena Dia adalah Kakakmu. " ucapan Yaura membuat Ken menarik senyum manisnya.


"Hei ! bertingkahlah sedikit manis." ujar Ken yang membuat Yaura tersenyum.


" Kenapa Kalian jadi bertengkar. Baiklah,Aku ingin memeluk Kakakku dulu. "


Greppp Evelyn memeluk Kakaknya dengan sangat erat.


" KAKAK ! Pak Agus bilang Kakak akan pergi ke luar kota selama seminggu, kenapa tidak bilang. " Evelyn manja dan tidak ingin jauh dari Kakaknya.


" Tidak perlu bilang, soalnya Kau sudah tahu. " tawa Ken seraya mengelus kepala Adik semata wayangnya.


" Aku ikut ! " rengek Evelyn sembari melepaskan pelukannya.


Ken tersenyum sembari melirik Istrinya yang sedang menatap Lukisan,


" Disini saja, dengan Markonah. Markonah tidak ikut. Kakak bukan jalan-jalan atau berpesta ria tetapi perjalanan bisnis, jadi jaga dirimu baik-baik. "


Evelyn reflex tertawa Kakak Iparnya disebut Markonah, berbeda dengan Yaura yang langsung melirik dengan lirikan yang tajam.


" Markonah? Astaga Kakak yang benar saja. Kakak Iparku ini sangat cantik, tidak pantas disebut Markonah. " ucap Evelyn.


" Markonah adalah Level tertinggi kecantikan. " Ken terus mengintimidasi Istrinya .


" Awas apa? Sebentar lagi Aku akan pergi. " jawab Ken yang membuat Yaura jengkel.


Melihat wajah Yaura mrengut dan kesal membuat Ken sangat puas hingga bibirnya tersenyum lebar.


" Evelyn, selama seminggu Kau pun tidak boleh keluar Rumah.Suruh pelayan jika Kau menginginkan sesuatu. Kau mengerti? ".


" Menyebalkan ! padahal Aku ingin berbelanja dengan Kakak. " Evelyn mencebikkan bibirnya.


Lama menunggu Evelyn mengobrol dengan Ken, membuat Lolly menghampiri mereka.


" Apa Kak Ken akan pergi selama satu tahun? Evelyn bilang Dia sangat bersedih dan tidak semangat hidup karena Kak Ken pergi keluar kota nanti malam " sindir an Lolly untuk Evelyn membuat Ken tertawa dan Yaura kembali melukis senyum. Evelyn memang lebay dan berlebihan jika ditinggal Kakaknya hingga membuat Lolly tidak bisa berkata-kata.


"Hanya seminggu. Kau juga Lolly, jangan pergi kemanapun, dirumah saja. Jika Kau membutuhkan sesuatu bilang ke pelayan, beli apapun yang Kau butuhkan. " senyum Ken pada Lolly. matanya menatap Lolly dan Sang Adik bergantian.


" Mereka belum dewasa dan tetap anak-anak. Maafkan Kakak Evelyn, Kau harus kehilangan Ibu dan Ayah. Dan.. Maafkan Aku Lolly, Kakakmu satu-satunya harus mendapat hukuman. " lirih Ken dalam hati.


" Apa Junedi juga ikut? Jangan ikut.. Junedi harus menjadi Pawang disini. karena Aku tidak mau Vino sibuk berjaga, Dia harus sibuk bersamaku menonton drama korea. " tanya Evelyn.


" Zayn tidak ikut, Dia mau berbenah. " jawab Ken.


Perutnya perih karena makan pedas,membuat Yaura izin meninggalkan mereka dan lebih dulu masuk kamar.


Meladeni rengekan Evelyn,membuat Ken tidak langsung masuk kamar, Ia duduk di soffa ruang tamu terlebih dahulu mendengar semua ocehan Adiknya ,dan tertawa jika mendengar celetukan Lolly yang terus saja menyindir Evelyn sangat kekanak-kanakan.


RUANG BAWAH TANAH


Albert memimpin rapat besar semua Tim baik daripihak Sang Big Boss yaitu Ken ataupun Yaura, yaitu Goddess Of Death. Semuanya berpakaian serba hitam dan senjata lengkap. Albert memberitahu bahwa Ken akan pergi malam ini pukul 21.00 dan tanggung jawab keamanan sepenuhnya ada ditangan mereka. Tidak boleh ada yang lengah,


" Keselamatan Nona Yaura adalah Nomor Satu. Tuan Ken bilang jangan menuruti perintah Nona Yaura jika ingin keluar atau memegang senjata."


" Jika Nona Yaura memaksa hal yang dilakukan adalah CUKUP MENELFON TUAN KEN,karena tidak mungkin Kita melawan Nona Yaura, jadi biarkan Suaminya saja yang menghandle Nona. " titah Albert.


" Baik,Kami mengerti " jawab Tim dengan kompak.


Faham tugas,membuat rapatnya sangat singkat. Mereka pun kini melangkah keluar untuk menempati titik berjaga masing-masing.


Kamar Yaura


Berada di Balkon, Yaura dibuat terkejut melihat semua Tim nya keluar markas. Para Penjinak Bom dan Sniper Handal mengelilingi Kamarnya,


" Apa ada penyusup? " tanya Yaura dari balkon.


Tim Ken menundukkan kepalanya,


" Salam Nona. Tidak ada penyusup, Kami diperintahkan Tuan Besar untuk berjaga. "


Yaura membulatkan bibirnya, dan menundukkan sedikit kepalanya sebagai salam sapaan.


" Nona Yaura sangat sopan. Dia juga sebenarnya sangat baik, membunuh yang pantas dibunuh, dan membalaskan apa yang patut dibalaskan. " Tim Ken tersenyum melihat majikan barunya menghargai Tim.


" Tidak salah memang Tuan Ken memilih Istri. " puji Tim Lainnya.


" Selera Tuan Ken memang tidak main-main, Kelasnya Nona Yaura. "


Detik berganti detik, menit berganti menit, dan jam berganti dengan jam. Jarum kini menunjukkan pukul 20.30, Ken masuk ke Kamarnya namun tidak melihat Sang Istri. Di kamar mandi tidak ada, Di Kamar Ganti pun tidak ada,


" Seperti tuyul. Susah ditangkap,susah dilihat. " guman Ken karena Sang Istri suka menghilang tiba-tiba. Ia memang sangat parno alias trauma jika Yaura tidak ada.


Tiba-tiba bunyi handle pintu hingga membuat Ken berbalik badan. Ia melihat Istrinya sedang membawa banyak makanan bersama Robin,


" Ternyata sedang berpacaran dengan Robin. " gerutunya dalam hati.


"Makanlah.. " sapa Yaura seraya meletakkan piring di meja makan. Maklum saja Sang Suami belum makan malam.


" Robin keluarlah.. Aku ingin berduaan. " senyum Ken pada Robin yang berdiri mematung diantara mereka.


" Baik,Tuan. Maafkan Saya lupa keluar Tuan.. " jawab Robin dengan wajah polos sembari menundukkan kepalanya.


" Kekasihmu sangat lucu. " tawa Ken pada Yaura.


" Benar sekali. Dia memang sangat lucu. " puji Yaura yang membuat Ken menarik tawanya.Ia menatap Sang Istri dengan wajah kecut.


" Sudah cepat makan.. Kau bilang berangkat pukul 21.00, setengah jam lagi.. " Yaura mendudukkan tubuhnya didepan Sang Suami.


Meskipun makanannya enak, namun Ken sama sekali tidak tertarik, Ia hanya menatap semua hidangan.


" Aku ingin makanan lain.. ".


Bukannya Ken yang makan, malah Yaura yang sibuk menyemil buah-buahan dan dessert.


" Katakan.. " tanya Yaura dengan santainya.


Ken menatap Sang Istri yang tidak berhenti makan,


" Aku ingin memakan kembaranmu. "


Yaura menghentikan aktifitasnya, dan menatap Sang Suami


" Aku tunggal,tidak punya kembaran. "


" ADA. Masa Kau melupakan kembaranmu? jahat sekali. Kau tidak boleh jahat seperti itu, ingatlah.. Menjadi Baik adalah keharusan. " berpisah selama seminggu dengan Sang Istri,membuat Ken tak ingin berhenti mengusilinya.

__ADS_1


Dengan wajah judes dan jutek,


" Hanya ada Yaura, tidak ada YAURI. Tidak ada makanan yang bernama Yauri, sudah cepat makan, 20 menit lagi waktunya. "


" Ada kembaranmu.. masa Kau lupa? " Ken tersenyum ngejek.


" Siapa? ".


" MARKONI. MARKONAH DAN MARKONI😂 " tawa Ken yang membuat Yaura berdiri dan mrengut kesal.


" KEN ! ".


" Ayo ke dapur, Aku ingin Kau membuatkanku kembaranmu dengan tanganmu sendiri. Jika dibuat jualan maka tulisannya adalah MARKONI YANG DIBUAT OLEH MARKONAH😂 " Ken terus menjahili Istrinya tanpa henti.


Selalu diejek, Yaura melangkah mendekati Suaminya.


" Berhenti mengejekku Markonah,apalagi Markoni. Aku tidak punya kembaran !!! " tangan Yaura mengacak-acak rambut Suaminya hingga seperti singa.


"Hei hei hei ! Kau membuat rambutku berantakan ! berhenti ! lebih baik Kau cepat bikinkan Aku Markoni wahai Markonah !!!!! " Ken tertawa ngakak sembari menahan tangan Sang Istri agar tidak terus mengacak-acak rambutnya.


Berhenti dirambut,tangan Yaura berpindah ke leher Sang Suami, berniat berpura-pura mencekik namun


Grepppp Ken mendudukkan tubuh Yaura ke pangkuannya.


" Ayo cekik.." senyum Ken sangat menawan dengan pandangan mata yang tertuju pada tangan Yaura yang sedang berada di lehernya.


" Usil banget. " Yaura menghindari kontak mata dengan Ken,Ia lebih memilih menatap ke sembarang arah karena senyuman menawan akan meluluhkan hatinya.


Bibir tersenyum, tangan beraksi. telapak tangan Ken melingkar sempurna di pinggang Yaura,


" SEXY.. " pujinya saat melihat pemandangan erotis yang menampakkan dua b*okong indah bulat berisi sempurna duduk di pangkuannya.


Perlu diakui,semakin hari, Body Yaura semakin mantap,hingga membuat Ken tidak bisa berkata-kata. D*da menyembul dan bulat sempurna, ****** kencang padat menggairahkan, bibir semakin tebal, dan perut yang ramping membuat siapapun tidak bisa menolaknya.


Merasakan tangan Suami dipinggangnya membuat Yaura terdiam, jantungnya mulai berdetak.


" Katanya Mau Markoni, Ayo ke dapur. " Yaura hendak melepaskan diri,namun tangan Ken langsung menahan tubuhnya.


" Kau bisa membuatnya? " Ken semakin mendorong tubuh Yaura agar menempel dengannya.


Dag dig dug serrrrrrr hati Yaura.


"Tidak. Bibi Dapur yang membuatnya, Aku hanya ikut ke Dapur. " jawab Yaura seraya menurunkan tangannya dari leher Sang Suami.


"Kalau membuat yang lain Kau bisa? " senyum Ken seraya memperhatikan tangan Sang Istri yang tidak sadar berada di dada bidangnya.


"Ada yang bisa ada yang tidak. " jawab Yaura, Ia mulai menatap Sang Suami.


Mata mereka kini beradu pandang, pancaran dan sorot mata kebahagiaan terpancar dari keduanya.


Ken menatap lekat wajah Yaura, Ia mengucap banyak syukur didalam hatinya karena dipersatukan dengan Wanita yang selama ini Ia cintai. Awalnya mengusili Sang Istri, kini Ken kembali serius,


" Jaga dirimu baik-baik selama Aku tidak ada. Janji? " tanya Ken sembari tersenyum.


Luluh, Yaura menganggukkan kepalanya.


" Kau juga jangan berbohong.. Bisnis atau menutupi sesuatu dariku? " tanya Yaura yang mulai menunjukkan perhatiannya secara tidak langsung.


" Bisnis. Sangat rumit masalahnya, banyak berkas, prosedur, perjanjian yang belum Aku urus selama Kau koma, ini waktu yang tepat untuk menyelesaikan semuanya. Aku tidak mengajakmu atau Evelyn karena akan sangat melelahkan dan merepotkan, banyak client dan Pengusaha Luar Negeri yang harus ditemui. dan Aku tidak ingin Kau kelelahan.. itu saja.. " tutur Ken yang membuat Yaura tersentuh. Suami idaman dan penuh pengertian, itulah gelar yang pantas untuk seorang Ken.


" Aku akan menyuruh Timku untuk ikut denganmu. " ucapan Yaura membuat Ken gemas, tangannya menyentuh Pipi Sang Istri lalu mengelusnya lembut.


"Tidak perlu. Aku bisa jaga diri. "


Perasaan bahagia, nyaman dan ketergantungan akan Sang Suami terus tumbuh di hati Yaura, tubuhnya pun kini selalu merespon perlakuan Sang Suami.


" Ken.. Kau dekat denganku,Aku tidak ingin mereka melukaimu.. "


Deggggggggggg


Mata Ken berbinar saat mendengar Yaura mengatakannya dengan tatapan yang tulus, Ia melihat kekhawatiran di wajah Istrinya.


"Jika Aku terluka kenapa? " tanya Ken,tangannya kini beralih ke tengkuk Sang Istri.


" JANGAN BERBICARA SEPERTI ITU,KAU TIDAK BOLEH TERLUKA. " mata Yaura tiba-tiba berkaca, saat mendengar luka, dari lubuk hatinya yang paling dalam tidak ingin KEN TERLUKA, sedikitpun. Ia tidak bisa membayangkan jika Ken kenapa-napa.


Ken semakin dibuat tersentuh karena Mata Sang Istri menjelaskan semuanya, dan..


Huggggggggggggg Ia menenggelamkan wajah Sang Istri ke pelukannya.


" Tenanglah.. Kau tidak perlu khawatir.. Lebih baik jaga dirimu, Aku hanya mengizinkanmu memegang senjata jika nyawa terancam, selain itu.. jangan sesekali memegang senjata. " lirih Ken yang terdengar dengan jelas ditelinga Yaura.


Hati yang menginginkan, tangan Yaura kini memeluk tubuh Suaminya.


"Aku akan baik-baik saja."


"Berhati-hatilah.. " sambungnya.


" Tentu Aku akan berhati-hati. Baiklah.. AKU PERGI DULU.. " ucapan Ken membuat Yaura melepaskan pelukannya.


" Kau belum makan,kenapa pergi? dan juga belum bersiap-siap " gerutu Yaura ( bilang aja masih kangen suami Mba Yaura 😂😆 )


" Tidak masalah. sudah pukul 21.00 " senyum Ken.


Yaura bangun dari pangkuan Suaminya dan melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 21.00.


"Kenapa jamnya cepat sekali. " ujar Yaura dalam hati.


Ken menenggak segelas air putih lalu beranjak dari duduknya. Ia melangkah mendekati nakas, meraih kunci mobil dan ponsel.


Belum mandi dan tidak ganti baju,


" Tidak mandi? " tanya Yaura.


" Perjalanan malam hari tidak perlu mandi. " jawab Ken.


Yaura berjalan meraih Jas,lalu memakaikannya pada tubuh Sang Suami.


" 1200 F7Y Laser merah dengan peredam itu senjata yang cocok Kau bawa. " ucapan Yaura membuat Ken mendelik.


" Peluru senjata 1200 F7Y Laser Merah sangat mematikan,satu kali tembak akan mati. Itu terlalu sadis.. " senyum Ken yang terkagum karena Sang Istri benar-benar mengerti semua senjata sesuai kondisi.


" Itulah mengapa sangat cocok digunakan untuk malam hari. "


" Baiklah,Aku akan menuruti perintahmu. " Hati Ken sangat bahagia diperhatikan oleh orang yang Ia cintai. tangannya membuka brangkas senjata, lalu mengambil apa yang disarankan Istrinya.


Entah sadar atau tidak, tangan Yaura ikut masuk ke brangkas dan hendak mengambil senjata.namun


Plakkkk Ken menepak lembut tangan Istrinya,


" Hei ! ".


" Aku latah. " Yaura tersenyum menyadari dirinya ikut mengambil senjata padahal udah dilarang keras.


" Baiklah, Aku pergi dulu. " pamit Ken.


Yaura menganggukkan kepalanya.


Ken berjalan diikuti Yaura dibelakangnya, hendak membuka pintu. Ken berbalik badan, dan..


" Aku sangat mencintaimu.. "


Kisssssss Ia tiba-tiba mendaratkan ciuman basah lalu memeluk tubuh Istrinya dengan erat.


Awalnya kaget, namun sudah biasa. Yaura mengalungkan tangan ke leher Suaminya, dan membalas ciuman basah yang membuatnya candu.


" Kenapa Aku tidak ingin Ken pergi? " lirihnya dalam hati. Hati,tubuh,dan fikiran kini telah kompak menginginkan Sang Suami terus ada disampingnya.


Mereka berciuman dengan sangat mesra dan intense, seminggu berpisah jadi Ken mel*mat bibir Istrinya sangat lama.


Ken melepas ciuman basahnya, nafas mereka saling berbaur dengan bibir yang masih berhadapan.


" Tidur sendirian atau dengan Evelyn,jangan ada Pria lain yang masuk ke kamar. " senyum Ken.


" Sejak kapan Aku seperti itu? " jawab Yaura, hatinya benar-benar tidak ingin Ken pergi.


" Sejak memiliki kembaran bernama MARKONI. " usil Ken kembali.


" iiishhhh " Yaura tersenyum sembari mencubit leher belakang Suaminya.


" Ah Sial ! Aku tidak ingin pergi jadinya. " umpat Ken sembari tersenyum. Sudah susah payah menyakinkan diri jauh dari Sang Istri namun dibuat runtuh kembali karena melihat senyum Yaura yang manis dan batin yang tidak ingin terpisah.


" Besok saja.. " senyum manis Yaura semakin membuat Ken runtuh ketahanan.


" Ahhhhhh Sial ! persetan ! I LOVE YOU MORE MORE MORE,SAYANG... " Ken memiringkan kepalanya, bukannya bibir,namun


" Aaarrrgghhhhh " Yaura mendesah saat mulut Ken mengh*sap lehernya.


" Ken...... " desah Yaura, saat kecupan Sang Suami kemana-mana. Ia takut Sang Suami kebablasan hingga terlambat.


Sadar, Ken melepas kecupan.


" Dekat denganmu bisa-bisa semua kerjaanku terlambat. Baiklah, SELAMAT TINGGAL.. " Ken tersenyum sembari menaikkan sebelah alisnya dan melangkah keluar.


Yaura tersenyum dan diam di tempat.


" Selalu seperti ini.. hobi sekali mengh*sap leher.. " tangannya membereskan kancing baju yang diacak-acak Suaminya. ( iyah begitulah mba, abang Ken emang ngga bisa nahan 😂😆 )


***********


*Jangan lupa like dan vote


Jangan lupa komen, AKU SUKA KOMENAN😭


BACA KARYA AKU, NANA ❗LEBIH SERU❗*



SPOILER


Seminggu Ditinggal Sang Suami, Yaura benar-benar dibuat bete dan hilang semangat. Hatinya tidak bisa berbohong bahwa..


" KENAPA AKU TIDAK BISA TIDUR TANPANYA? " Yaura mencebikkan bibirnya sembari memeluk bantal favorit Ken.


" Aku tidak mau merindukan Dia.. tapi kenyataannya.. AKU SANGAT MERINDUKANNYA🥺 "

__ADS_1


__ADS_2