Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Aku Akan Menikahinya , Evelyn .


__ADS_3

" Ahhh .. Kenapa kakiku menjadi sakit begini " Yaura terpekik sakit, dan memegangi kakinya . Sejenak Ia mendudukkan tubuh dan menselonjorkan kakinya di sebuah Soffa.


" Terlalu sibuk dengan Misi , hingga Aku lupa merawat lukaku sendiri .. " Lirih Yaura seraya memijit Kakinya.


Hotel Louis


Rapat pembangunan Gita Hotel kembali di gelar, seluruh Investor, Pemegang saham dan Presdir serta Jajarannya di pertemukan dalam Rapat Penting kali ini. Mobil-mobil mewah milik mereka berjejer rapi di Basement Hotel . Pakaian Formal berbalut Jas Hitam , Jam tangan Mewah , dan Rambut yang tertata rapi menjadi Pelengkap ' Crazy Rich ' . Mereka berjalan melewati Lorong Hotel dengan Tegap, Menawan dan Kharismatik membuat siapapun yang melihatnya akan terpukau .


Rapat pun di Mulai


Ruang Rapat


Beberapa dari mereka sedang Presentasi di depan . Penjelasan yang begitu detail mengenai Pembangunan, Pembiayaan , Target , Resiko dan Marketing mereka jelaskan dengan terperinci . Tak ada 1 Hal pun yang terlewat dari Rapat kali ini . Jelas mereka melakukan Perencanaan dengan begitu matang, karena Proyek ini adalah Proyek Mega Besar dengan Income yang sangat menjanjikan . Mereka semua menyimak dengan begitu seksama dan fokus .


" Bagaimana Tuan ? " - tanya seorang Juru Bicara .


" Kami menyerahkan keputusan kepada Presdir Utama kita , Kami semua percaya bahwa Gita Hotel akan terealisasikan sesuai perencanaan , Terima Kasih " Ucap seorang Investor .


Mengambil Keputusan bukanlah Hal yang mudah, sejenak mereka terdiam .


" Bagaimana ? " Vino berbisik kepada ..


" Baiklah , Bulan depan Kita akan membangun Gita Hotel. Gedung Lama akan kita hancurkan di Minggu depan " jawab seseorang .


Tak berselang lama, seseorang orang berdiri. Tatapan Para Petinggi Hotel tertuju padanya .


" Baiklah . Sebagai Pembangun dan Penanggung Jawab Proyek Gita Hotel, Mall & Resort , Saya Kendrick Rafandra Bachtiar memutuskan Pembangunan di Laksanakan Bulan Depan . Seluruh Presdir , Pemegang Saham dan Investor dimohon kehadirannya pada Minggu Depan untuk Penghancuran Gedung Gita Hotel yang lama . Terima Kasih " Ken membungkukkan sedikit tubuhnya sebagai Rasa Hormat . ( Ternyata seseorang itu adalah Ken ) .


Para Petinggi Hotel pun tersenyum dan Bertepuk Tangan .


Setelah keputusan dibuat , Para Petinggi Hotel pun meninggalkan Ruangan .


Lobby Hotel.


Paman Arga sudah bersiap menunggu targetnya .Dengan modal topi, Paman Arga bisa berkeliaran di Hotel.


Tak berselang lama..


Pak Andi muncul di hadapannya .


Brughhhh


Paman Arga menabraknya .


Terkejut bukan main , saat Paman Arga mendongakkan wajahnya .


" Kau ? " Pak Andi langsung mengenali Paman Arga.


" Bisa kita berbicara sebentar ? " tanya Paman Arga .


Tanpa banyak berbicara Pak Andi segera mengajak Paman Arga ke sebuah Ruangan .


" Bertahun-tahun Aku mencarimu . Kau menghindar dan menghilang, Sekarang ? Tanpa ada angin dan hujan , Kau Muncul "


" Aku khawatir kau juga akan membunuhku seperti mereka. Wow , Kau sekarang sangat Kaya Raya . Aku iri padamu " Paman Arga menatap sinis Pak Andi .


" Ada apa? Kau tiba-tiba muncul pasti ada sesuatu "


" Apa kau sudah kehabisan uang untuk menyambung hidupmu ? " lanjut Pak Andi dengan nada merendahkan.


" Benar . Sangat benar, Aku muncul kembali dihadapanmu untuk Uang . Dan yah, Aku yakin kau juga akan terkejut saat Aku memberikan informasi penting kepadamu . Untuk apa kau ikut serta dalam Pembangunan Gita Hotel, mereka yang akan mendapat untung Besar, sedangkan Kau hanya sebagai jembatan untuk kepentingan Mereka "


Mendengar perkataan Paman Arga , membuat Pak Andi menyeritkan dahinya.


" Apa maksudmu ? "


" Jangan berpura-pura bodoh . Aku tahu kau mencariku untuk menggali informasi tentang Mendiang Nona Yaura "


" Jangan berbicara omong kosong . Pergilah ! Kau sudah tidak berguna untukku lagi " Pak Andi menatap tajam Paman Arga.


" Baiklah aku akan pergi. Sebelumnya dengarkan Ini.. Aku tahu dimana brangkas Mendiang Nona Yaura , Stempel Nona Ada disana. Kalian memperebutkan Stempel G&D benarkan ? " Bisik Paman Arga ke telinga Pak Andi .


Mendengarnya membuat Pak Andi bak disambar petir .


" A-apa ? Stempel ? " ucapnya Terbatah-batah.

__ADS_1


" Iyah , Stempel Mendiang Nona Yaura . Nona Yaura adalah Pewaris Mutlak dari G&D Insurance , Waupun Louis , Ritz Carlton , dan Dynamic berhasil membeli saham Gita Hotel , itu tidak sebanding dengan G&D Insurance . Jika kau berhasil memiliki stempel itu, Kau bisa mengalahkan mereka, Kau menjadi sangat kaya raya . Andai aku bisa mengambilnya, Maka akan ku ambil stempel itu, sayang saja.. Yang bisa mengambil Akses brangkas itu hanya petinggi seperti kalian " Paman Arga menarik sudut bibirnya.


" Jangan berani-beraninya kau membuat lelucon denganku ! Atau kau akan lenyap ! " ancam Pak Andi ,seakan tak percaya atas perkataan Paman Arga.


" Mereka membangun Gita Hotel kembali bukan tanpa maksud, setelah Gita Hotel dibangun dan mendapat banyak kekuatan untuk melawan pemerintah dan pengadilan agar G&D Insurance juga jatuh ketangan mereka. Mereka sedikit beruntung bisa membeli saham Gita Hotel sebelum ajal Tuan Devano tiba, tapi mereka lupa bahwa Nona Yaura lah Pewaris dari G&D Insurance , mereka mengira bahwa G&D Insurance atas nama Tuan Devano , itulah kesalahan fatal mereka , membunuh Mendiang Nona Yaura tanpa menyelidiki terlebih dahulu . Sampai akhirnya mereka tidak bisa berkutik, saat semua Anggota Keluarga Tuan Devano telah Tiada . mengclaim bahwa G&D Insurance adalah telah mereka Beli, tapi Pengadilan tidak bisa mengabulkan permintaannya karena tidak ada satupun Tanda Tangan atau Stempel resmi Mendiang Nona Yaura " Paman Arga menjelaskan dengan begitu rinci.


" Dan .. Kau ? Dimanfaatkan oleh mereka " sambungnya .


Mendengar penjelasan Paman Arga , membuat Pak Andi sejenak berfikir.


" Semua orang mengincar Stempel Nona Yaura , dan yang dikatakan Arga juga benar . Bisa saja ada udang dibalik batu dari Pembangunan Gita Hotel . Kenapa tidak terfikirkan sebelumnya , tetapi aku juga bisa terlalu mempercayai Arga " gumamnya dalam Hati .


" Baiklah.. temui aku kembali nanti " Ucap Pak Andi dan berlalu pergi meninggalkan Ruangan .


Paman Arga hanya tersenyum sinis, kemudian Ia membuka Ponsel dan menelfon seseorang .


" Nona, Aku berhasil mempengaruhi Andi . Apa selanjutnya ? "


" Baguslah. Di Louis sangat berbahaya, cepat tinggalkan Hotel dan kembalilah ke Apartement " perintah Yaura.


" Baik Nona " Paman Arga pun mengikuti perintah Yaura dan meninggalkan Hotel.


Di Jalan


Ken sedang mengendarai mobil dengan Fokus dan berhati-hati . Namun tiba-tiba ..


kringgg kringgg kringggg


Dering suara ponsel membuyarkan kefokusannya. Ia pun mengeluarkan Ponsel dari kameja yang ia kenakan.


Bianca


Nama Bianca tertera pada layar ponselnya.


" Bianca ? untuk apa dia menelfonku " ucap Ken.


Ken pun menggeser layar ponselnya.


" Ada Apa? " jawabnya dengan nada malas .


" Kau kenapa? " Ken sedikit panik .


" Ken .. Adikmu , cepat pulanglah " Suara Bianca terdengar seperti orang menangis .


" Kenapa dengan Evelyn ? Berbicaralah dengan Jelas ! Jangan membuatku khawatir " Ken panik dan meninggikan Nada suaranya.


" Ken .. Evelyn menyakiti dirinya , Cepatlah kesini Ken, Aku sangat syok " Bianca teriak dengan kepanikan.


" APA ? Baiklah segera panggil dokter, Aku akan segera kesana " Ken sangat terkejut dan panik .


Ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi .


" Evelyn kenapa kau bertindak bodoh " lirih Ken.


Sepanjang jalan, Ken tidak berhenti-hentinya mengkhawatirkan Evelyn.


Rumah Ken .


Ken sampai dirumahnya , tubuh tegapnya melangkah dengan begitu cepat , Ia menaiki anak tangga dengan kecemasan . Terdengar teriakan Evelyn dari lantai atas . membuat Ken semakin khawatir .


" Pergilah Kak Bianca ! Atau aku benar-benar menyayat leherku " ancam Evelyn kepada Bianca, Ia menodongkan pisau ke lehernya sendiri . Pakaiannya semrawutan, Darah bercucur dari Pergelangan tangannya , dan lantaipun bersimbah darah.


Tak lama , Ken pun membuka pintu kamar . Melihat keadaan adiknya seperti itu


" Evelyn Hentikan ! " Teriak Ken menghampiri Evelyn.


" Berhenti Kak ! Jangan mendekat ! Atau aku akan mengakhiri hidupku ! " ancam Evelyn ia semakin mendekatkan pisau ke lehernya.


" Kau bisa mati Evelyn ! Hentikan ! Kau terluka ! jangan menambah lukamu ! " Ken berteriak dengan penuh kekhawatiran , Ia pun semakin mendekati Evelyn.


" Tidak Kakak ! Tidak .... " Evelyn menangis , Airmatanya bercucuran .


" Tenanglah .. Kakak ada dengamu , lepaskan pisaunya " Lirih Ken , langkah kakinya semakin mendekat .


" Berhenti Kak ! Stop ! " Ancam Evelyn , wajahnya sangat frustasi .

__ADS_1


" Lepaskan pisaunya .. Tenanglah " lirih Ken.


Ken menatap mata adiknya dengan tatapan dalam .


dan


KEN PUN SEGERA MENGAMBIL PISAU ITU DARI TANGAN EVELYN , lalu segera memeluk adiknya .


" Jangan menyakiti dirimu lebih dari ini, Kakak sangat menyayangimu " Ken memeluk adiknya sangat erat .


" Evelyn sudah tidak kuat lagi Kak .. Evelyn tidak kuat " Evelyn melepaskan tangisnya di pundak Ken .


Tak lama , Dokter pun datang.


" Evelyn menyayat dirinya di Pergelangan tangan , dan mungkin sedikit goresan di leher " Ucap Bianca kepada Dokter.


" Baik Nona " Dokter pun menghampiri Evelyn .


Ken pun melepaskan pelukannya ,Ia mempersilahkan Dokter mengobati Evelyn .


" Kenapa kau tidak memberi tahu Ayah dan Ibu ? " Ken bertanya kepada Bianca tanpa memandang wajahnya.


" Ayah dan Ibu mendadak pergi ke luar kota, Aku sudah berusaha menelfonnya tapi Evelyn mengancamku , Jika aku menelfonnya maka dia mengancam lebih menyakiti Dirinya. Aku memberanikan diri menelfonmu karena Evelyn benar-benar sudah di luar kendali , Ken " Bianca mendekati Ken, dan berdiri Dihadapannya.


" Apa yang terjadi hingga Dia bertindak bodoh seperti ini ? " Ken menatap Bianca .


Bianca pun menceritakan Kronologi kenapa Evelyn mencoba bunuh diri .


Mendengar yang di ceritakan Bianca, Ken mengepalkan tangannya . Sorot matanya menajam saat mengingat Vino yang selalu bersikap baik kepadanya, tetapi bersikap busuk terhadap Adiknya .


Ia mendudukkan tubuhnya di soffa . Sedangkan Bianca mencuri kesempatan untuk mendekati Ken .


" Ken .. Tenanglah .. Jangan bertindak gegabah, lebih baik kau cari jalan keluarnya " Bianca mendudukkan tubuhnya di samping Ken dan menyentuh pundaknya.


" Apa aku harus bersikap tenang disaat Adikku hampir kehilangan nyawa ? Aku akan menghabisi Vino ! " amarah Ken semakin menjadi-jadi.


" Jangan menyakiti Vino sedikitpun Ken ! Ini semua gara-gara wanita itu , Jika kau menyakiti Vino , Aku yakin mata Evelyn akan semakin Buta dia akan lebih menyakiti dirinya saat Ia tahu bahwa Kakaknya melukai orang sangat Ia cintai . Jadi turuti permintaan Evelyn " ujar Bianca.


Ken terdiam saat mendengat perkataan Bianca , dan menatapnya.


" Menikahinya maksudmu ?"


" Iyah Ken, Aku tidak bisa membayangkan jika Vino benar-benar menikahi Wanita itu " Perkataan Bianca seolah-olah berhasil mempengaruhi Ken .


" Kakak.. " Panggil Evelyn .


Ken menoleh saat Evelyn memanggilnya, Ia pun menghampiri Evelyn dan Dokter.


" Iyah Sayang ? Kenapa ? Apa kau masih kesakitan, Ayo kita ke Rumah Sakit " lirih Ken , Ia duduk disamping Evelyn .


" Tidak Kakak .. Dokter mengobatinya dengan sangat tepat " Evelyn menyandarkan kepalanya di Pundak Ken.


" Terima Kasih Dok, setiap hari Dokter harus kesini untuk mengontrol perkembangan Evelyn " senyum Ken pada Dokter itu .


" Iyah Tuan, Baiklah Tuan, Aku pamit " Dokter itu pun pergi meninggalkan Ruangan .


Ken memegang tangan Evelyn ,


" Kakak akan melakukan apa yang kau mau, Jangan menyakiti Dirimu lagi "


Mendengar perkataan itu, Evelyn pun mendongakkan Wajahnya dan menatap kakaknya tersebut.


" Apa ? Apa Maksud kakak? Melakukan apa yang ku mau ? "


" Kakak akan menikahi Wanita itu " Ken tersenyum terpaksa di hadapan Adiknya.


" Benarkah ? Demi Aku kak ? " Evelyn tersenyum.


" Iyah .. " Lirih Ken


Mendengar pernyataan tersebut , Bianca yang ada di situ pun menarik sudut bibirnya.


" Langkah pertama berhasil . Ide yang bagus Evelyn, sepertinya benar kata Evelyn, dengan cara ini, Ken kembali dekat denganku " guman Bianca dalam Hatinya .


*YAURA DAN KEN AKAN SEGERA BERTEMU DI EPISODE 20 . ENTAH BAGAIMANA KISAH PERNIKAHAN MEREKA NANTINYA .

__ADS_1


Butuh saran dan kiritik*


__ADS_2