Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Ancaman Yaura kepada Keluarga Iblis


__ADS_3

RUANG CEO


Mereka kini saling berhadapan. Mark begitu terpesona dengan kecantikan Yaura, sementara Donna dan Sinta nampak mengamati Nona Lee dan Yaura secara bersamaan.


" Aku rasa, Nona Lee lebih ramah daripada Yaura." lirih Donna dalam hati, Ia tersenyum saat melihat Nona Lee melempar senyum manis kepadanya.


Ken mengambil surat perjanjian, aturan, dan kontrak Perusahaan untuk Sinta.


" Perkenalkan dirimu. " ucap Ken kepada Sinta yang bukannya memperkenalkan diri malah diam membatu.


" Iyah Tuan. " Sinta maju ke depan, dan..


" SALAM NONA YAURA, PERKENALKAN AKU SINTA, DAN LULUSAN S2 DI UNIVERSITAS TERNAMA INDONESIA. AKU SUDAH BERPENGALAMAN, JADI SANGAT BERHARAP NONA BISA MEMBERI KESEMPATAN UNTUK BEKERJASAMA DENGAN NONA. " Sinta menundukkan kepalanya karena sadar bahwa yang dihadapannya adalah Pemilik G&D.


Yaura melukiskan senyum tipis,


" Hai, Sinta. Aku akan mempertimbangkannya." singkatnya.


" Astaga, Arrogant sekali. " batin Sinta saat mendengar balasan yang sangat Simple.


Mark maju kedepan sembari menatap kecantikan Yaura.


" Salam Nona. Perlu di ketahui, Sinta sangat baik dan pekerja keras. Nona adalah CEO yang memimpin banyak Perusahaan, jadi sangat cocok untuk membantu Nona menyelesaikan semuanya. " imbuh Mark, Ia menundukkan kepalanya.


" Terima kasih atas infonya. " Yaura mengalihkan pandangan ke Sang Suami yang sedang menyiapkan berkas.


Donna dan Sinta mengamati kecantikan, cara duduk dan sikap Yaura yang sangat dingin. Mereka saling menatap seakan mengisyaratkan bagaimana menjalin hubungan kerja dengan Yaura.


Yaura berdiri, dan tukk tukkk tukk Ia berjalan melewati Donna,Sinta dan Mark dengan maksud mendekati Suaminya.


" Kulitnya sangat putih,mulus, dan bersinar.. " pujinya dalam hati, mereka terpukau akan kulit Yaura yang jika dilihat dari dekat sangat putih dan bersinar.


Hendak berbicara dengan Suaminya, namun..


" Permisi Nona, ada keributan di depan. Mereka ingin bertemu dengan Nona dan Tuan Ken. " lapor seorang Staff di ambang pintu. Ia terlihat buru-buru dan ngos-ngosan sehingga..


" Maafkan Saya Nona, karena tidak sopan berbicara di ambang pintu. tapi ini Darurat. " sambungnya.


Degg !!! semuanya langsung mendelik.


" Siapa? " heran Nona Lee sembari menatap Ken dan Yaura.


Tak menjawab, Ken meraih remot CCTV yang menampakkan keadaan didepan gedung. Dan iyah benar dugaannya, Para Keluarga Iblis.


" Kau tidak sibuk kan Lee? " tanya Ken pada Nona Lee.


" Tidak.. katakan.. "


" Ini adalah perjanjian kontrak Sinta. Kau hanya perlu memantaunya di Ruang VIP. Kau mengerti kan maksudku? " tutur Ken sembari memberi Isyarat Nona Lee untuk mengamati gerak gerik Sinta lalu menilainya.


" Hanya itu? dengan senang hati Aku melakukannya. " Nona Lee mengambil berkas Kontrak dari tangan Ken lalu berjalan ke arah Sinta, Donna dan Mark.


" Direktur sedang sibuk. Jadi, Aku yang menanganinya. sekarang, ikutlah denganku.. " senyum Nona Lee lalu melangkah keluar.


Mark, Donna dan Sinta pun menundukkan kepalanya kepada Ken dan Yaura lalu izin pamit meninggalkan Ruangan.


" Suruh mereka masuk ! Bawa Sniper. " perintah Ken kepada Staff G&D yang di depan. setelahnya Ia mematikan sambungan telefon lalu menatap Yaura yang bersikap baik-baik saja.


" Jangan jauh dariku dan tetap berlindung di belakangku.Kau mengerti? " ucap Ken, nadanya begitu serius.


Yaura menganggukkan kepalanya,


"Baiklah. Jadi Aku masih tidak boleh memegang senjata? " Ia malah tersenyum tipis.


" TIDAK BOLEH ! " tolak Ken mentah-mentah.


Tak menunggu waktu lama, Keluarga Para Iblis datang, kepalanya tertodong Pistol Sniper Handal yang siap menembak mereka jika melakukan sesuatu.


Kondisi Keluarga Iblis sangat mengenaskan. Bajunya lusuh, wajahnya kotor dan lesu, tubuhnya pun mulai kurus hingga membuat Ken membuang pandangannya. Ia tidak tega melihat ada orang tua yang menderita akibat ulah Anak-Anaknya.


Yaura menatap mereka dengan datar sembari duduk di Kursi Kebesarannya di temani oleh Sang Suami yang berada di sampingnya.


Karena takut Nonanya kenapa-napa, maka setiap Keluarga Iblis tertodong 5 pistol yang diarahkan ke Kepala, Jantung, Kaki, Perut dan Tangan. suasana pun begitu mencekam karena kembali berhadapan dengan senjata Api.


Bukan tanpa alasan Ken memerintahkan Sniper untuk menjaga Istrinya karena salah satu dari mereka adalah Komplotan Bersenjata NIS yaitu Keluarga Besar Diyo.


" Tanpa mengurangi Rasa Hormatku, Aku ingin minta maaf karena membuat kegaduhan di Louis dan G&D , itu semua Aku lakukan karena ingin bertemu denganmu Nona. " seorang Pria seumuran dengan Ken yaitu Anak Pak Diyo memberanikan diri untuk berbicara.


" Siapa Nona Yaura? " ucap Yaura seakan menyindir perilaku jahat Pria itu karena ikut menyembunyikan kebusukan Ayahnya.


" Aku mohon rasa simpatimu Nona Yaura... Kami tidak bersalah, yang bersalah adalah Mereka tapi kenapa Kau merampas semua ASET yang merupakan jerih payah Kami sendiri.. " sambung Keluarga Diyo sepantaran Pak Agus, Ia menatap Yaura dan Ken bergantian.


Bukannya mendengarkan keluhan,


" Ken.. lihatlah.. kukunya ilang :( " Yaura malah sibuk memperhatikan kuku palsunya yang entah hilang kemana. Hal ini tentu saja membuat Ken terkejut kenapa Sang Istri tidak meluapkan emosinya tapi malah bertingkah yang membuatnya gemas.


" Coba lihat.. " Ken tersenyum sembari berjongkok lalu memegang jemari Istrinya.


" Mungkin Kau lupa memasangnya.. " sambung Ken.


" Tidak mungkin. Aku rasa terjatuh di sekitar sini.. " lirih Yaura, sungguh Ia sangat risih jika kuku palsunya hilang.


" NONA YAURA.. TOLONG LIHAT DAN DENGARKAN KAMI NONA.. KAU TELAH MEMBUAT KAMI HILANG PEKERJAAN, DAN DI BLACKLIST OLEH SEMUA PERUSAHAAN SEHINGGA KAMI TIDAK BEKERJA. RUMAH, UANG, DAN ASET LAINNYA KAU SITA.. KAMI MAU MAKAN DAN TINGGAL DIMANA NONA? KAU INGIN KAMI MATI ATAU BAGAIMANA NONA? AKU MOHON BELAS KASIHANMU.. " ucap Keluarga Diyo yang hampir stress karena wibawa, harta, dan jabatannya hangus seketika lalu menjadi gelandangan karena ulah Ayahnya.


Yaura benar-benar mengacuhkan mereka dan sibuk bercanda dengan Suaminya karena perkara Kuku Palsu yang hilang. berbeda dengan Ken yang telinganya menangkap semua permintaan Keluarga Iblis meskipun sedang becanda.


" Nona Yaura.. Kami berbicara denganmu Nona !!! " sambar Ayah Bianca yang juga putus asa dan stresss Akut.


" Ken.. Kau mengenal Kami, tolong Kasihani Kami sedikit saja,Ken.. bagaimanapun Bianca, Dia tetaplah pernah ada di dalam hidupmu dan Tante sangat meminta bantuanmu Ken... suruh Nona Yaura mengembalikan Aset Kami Ken.. Kami tidak bersalah hiksss.. " Ibunda Bianca menangis dan memohon.


Degg !!! Ken menarik senyumannya saat Bianca disebut, Ia berdiri lalu melangkah mendekatinya.


" SIAPA BIANCA ? DAN SIAPA KAU? AKU SAMA SEKALI TIDAK MENGENAL PENJAHAT SEPERTI KALIAN. KAU BILANG APA TADI? BIANCA ADA DI HIDUPKU? SADARLAH.. AKU SAMA SEKALI TIDAK ADA HUBUNGAN DENGANNYA ! " ucap Ken yang begitu menusuk telinga Ibunda dan Ayah Bianca.


" Bianca adalah Tunanganmu dulu sebelum Nona Yaura merebutmu darinya. Ken.. Apa Kau sejahat ini dengan Kami? jangan mengikuti Perintah Istrimu Ken, Dia salah karena membawa Kami dengan masalah Bianca. dan Bisa jadi Bianca Anak Kami juga tidak bersalah, tapi kenapa Nona Yaura tega sekali hikss " Ibunda Bianca bak seorang yang tidak sadar diri,Ia malah sibuk membela diri dan menyalahkan Yaura disaat nasibnya di tangan Yaura sendiri.


" Jaga mulutmu Tante ! sebelum Yaura menembak kepala dan jantungmu ! " sentak Ken, amarah kembali meledak saat mengingat Wajah Para Iblis.


" DAN KALIAN SEMUA SADARLAH ! INI TIDAK SEBANDING DENGAN APA YANG KELUARGA KALIAN LAKUKAN PADA ISTRIKU ! JADI DIAM LAH DAN TERIMA KEPUTUSAN ! SEKALI LAGI KALIAN MEMBUAT KEGADUHAN, AKU AKAN MENYURUH POLISI MEMBAKAR KALIAN HIDUP-HIDUP ! " Ken menyorot seluruh Keluarga Iblis dengan sorot mata kebencian.


" JIKA KAMI DIAM, KITA MAU MAKAN APA ,KEN ! TIDAK ADA SEPESER UANGPUN YANG ADA DI KANTONG KAMI ! ITU SAMA SAJA KALIAN MEMBUNUH KAMI YANG TIDAK BERSALAH ! KAU TIDAK ADA BEDANYA DENGAN PEMBUNUH JIKA SEPERTI ITU KEN ! " teriak Keluarga Diyo pada Ken hingga membuat Yaura mendelik lalu menatapnya tajam.


" SEKALI LAGI KAU BERTERIAK.. PELURU AKAN MENEMBUS KEPALA KALIAN ! " ancam Yaura yang membuat mereka terdiam seketika dan mengatur emosinya agar tidak meledak.


" AKU TIDAK AKAN BERTERIAK SEPERTI INI NONA, JIKA KAU TIDAK MENGABAIKAN KAMI YANG BERBICARA DENGANMU. MENGERTILAH NONA, KAMI BUTUH MAKAN DAN UANG UNTUK KELANJUTAN HIDUP, JIKA SEPERTI INI,LAMA-LAMA KAMI AKAN MATI.. " Keluarga Diyo memanglah yang paling gencar menuntut Yaura.


" Kau itu masih sangat muda Nona Yaura, tolong mengertilah Kami dan jangan setega ini !!!! " sambung Ayah Bianca yang membuat Yaura beranjak lalu berjalan ke arah mereka.


" Turunkan senjatanya. " perintah Yaura pada Sniper.


Sniper menatap Ken seakan ragu untuk menurunkan senjatanya karena Nona Yaura takut kenapa-napa.


Ken mengedipkan matanya sebagai kode untuk menuruti perintah Istrinya. Sementara dirinya kini nampak memegang sebuah pistol guna berjaga-jaga.


Sniper menurunkan senjata, Yaura pun menatap Keluarga Iblis secara menyeluruh. sorot matanya datar namun menikam.


" AKU TIDAK MENDENGARKAN APA YANG KALIAN BICARAKAN. KARENA ITU TIDAK PENTING ! BAGAIMANA RASANYA DIABAIKAN? AKU DULU MERASAKAN DIABAIKAN OLEH SEMUA ORANG, BAHKAN DIANGGAP MATI. RASANYA SUNGGUH MEMBAHAGIAKAN BUKAN? " ucap Yaura sembari melukiskan senyumannya yang manis hingga membuat hati Keluarga Iblis tersayat. Bagaimana tidak tersayat, mereka menderita namun Yaura tersenyum tanpa beban.


" DIMANA HATIMU NONA .. " ucap Keluarga Diyo.


" DIMANA AYAHKU? IBUKU ? PAMANKU? BIBIKU? " sindir Yaura.


" KENAPA KAU MELAMPIASKAN KEMARAHANMU PADA KAMI NONA YAURA ! " teriak Ibunda Bianca Histeris, Ia sungguh tidak tahan menghadapi Yaura yang sangat angkuh.


Yaura tersenyum,


" CUKUP? SEKARANG KALIAN BOLEH PERGI." "KALIAN SUDAH BERTEMU DENGANKU KAN? DAN AKU MENURUTI PERMINTAAN KALIAN.JADI BAGAIMANA PERASAAN KALIAN SETELAH BERTEMU DIRIKU? MEMBAHAGIAKAN BUKAN? ".


" INGATLAH AYAHMU NONA YAURA ! BELIAU TIDAK KEJAM SEPERTI DIRIMU ! " Keluarga Pak Diyo habis kesabaran.


Tlkkkkkkkkk Ken menghujamkan senjata ke jantung Anak Diyo yang seumuran dengannya.

__ADS_1


" JANGAN BERANI BERTERIAK KEPADA ISTRIKU BRENGSEK ! " Ken meradang, matanya sangat merah.


Melihat Ken marah membuat Keluarga Diyo mengalah.


" KEMBALIKAN NYAWA AYAH DAN IBUKU, BARU AKU AKAN MENGEMBALIKAN SEMUANYA. " ucap Yaura sembari tersenyum.


Degg !!!!! semua orang yang mendengarnya tersentak.


" Nona, Kami bukan Tuhan yang bisa mengembalikan nyawa. " jawab Keluarga Diyo.


Yaura berjalan mengitari Keluarga Diyo.


" Aku juga bukan Tuhan yang bisa memaafkan Kalian. Kau bilang apa tadi? Kenapa Aku melampiaskan kemarahanku kepada Kalian? "


" SADARLAH. KELUARGA KALIAN JUGA MEMBUNUH KELUARGAKU YANG TIDAK TAHU APA-APA LALU MENGEBOM HOTEL DI DUBAI HINGGA MENEWASKAN SEMUA ORANG DI DALAMNYA ! Jangan membuat amarahku kembali meledak hingga memotong Kaki dan Tangan Kalian ! " ancam Yaura.


" Dan apa tadi? Kau tidak punya uang? Rumah ?perusahaan memblacklist Kalian? "


" Banyak pekerjaan diluar sana yang bisa Kau gunakan untuk mencari nafkah, seperti menyapu jalanan atau pemulung ,ITU GAJINYA LUMAYAN UNTUK MAKAN KALIAN SEHARI-HARI. dan Ada Kolong Jembatan yang bisa Kalian gunakan untuk tidur nyenyak, jadi Jangan terlalu mempersulit keadaan :) Aku masih berbaik hati untuk tidak mengambil Ginjal,Jantung, Mata, dan Hati Kalian untuk dijual ,lalu Aku mendapatkan banyak uang dari menjual organ :) " ucapan Yaura membuat semuanya syok dan tidak menyangka bahwa Wanita Secantik dan Semuda Yaura bisa berfikiran sekejam itu.


Degg !!! mata Keluarga Para Iblis berkaca saat mengetahui jati diri Yaura. Berharap mendapatkan harta, malah ancaman yang mereka dapatkan.


" Aku tidak menyangka Putri Devano sekejam ini.. " tutur Keluarga Diyo.


" Di-di-dia sangat menyeramkan dan sadis.. " rintih Ibunda Bianca.


Keluarga Para Iblis saling menatap satu sama lain seakan memberi Isyarat harus bagaimana lagi meminta keringanan pada Yaura.


" KAU ADALAH SEORANG DIREKTUR BESAR NONA, TIDAK SEPANTASNYA KAU KEJAM SEPERTI INI KEPADA ORANG LAIN. ITU AKAN MEMCEMARI NAMAMU SENDIRI, DAN MEMBUAT CITRA G&D BURUK. " Anak Pak Diyo rupanya tidak mau kalah dan tetap menyudutkan Yaura karena sangat kesal.


Yaura kembali tersenyum arrogant,


" AKU ADALAH PEWARIS TUNGGAL DEVANO MALIK, SELURUH KEKAYAAN ADA DI TANGANKU. JADI UNTUK APA TAKUT? AKU PUNYA BANYAK UANG UNTUK MEMBAYAR MULUT ORANG :) BUKANKAH KAU SEKARANG ADA DI HADAPANKU KARENA AKU MEMILIKI UANG? KALIAN MENGEMIS UANG DARI KU :) DAN LIHATLAH.. KALIAN SEMUA TIDAK BERDAYA, DAN AKU ? AKU AKAN MENGENDALIKAN KALIAN SEMUA :) DENGAN UANGKU.. " tutur Yaura yang membuat Keluarga Iblis semakin sakit hati.


" Sial ! Yaura sangat cerdik membalikkan omongan. apalagi Dia sekarang memiliki kekuasaan.. tamat riawayatku.. " decak Anak Pak Diyo sembari mengepalkan tangan karena harga diri dirinya sudah diinjak oleh Yaura.


Yaura menyuruh Ken untuk sedikit menjauh, dan Dia sekarang berdiri tepat di samping Anak Pak Diyo.


" PEMERINTAH, APARAT NEGARA, PENGUSAHA DAN NIS SUDAH BERADA DI BAWAH KAKIKU.. KEUNTUNGAN G&D SANGAT BESAR, DAN PEMERINTAH MENYUKAINYA KARENA MEREKA JUGA MENDAPATKAN PAJAK DARI G&D DENGAN NOMINAL TRILLIUNAN. APARAT NEGARA DAN NIS? TIDAK ADA APA-APANYA BAGIKU. PENGUSAHA? PENGUSAHA BERPIHAK PADA DIRIKU KARENA AKAN MEMBAWA CUAN BESAR UNTUK MEREKA. LALU ....."


" KAU LUPA? AKU ADALAH ISTRINYA KEN. "


" AKU TAHU KALIAN SEMUA TAKUT PADA KEN DAN KELUARGA BACHTIAR, YAA WALAU BAGAIMANAPUN AKU ADALAH MENANTU KELUARGA BACHTIAR, DAN SUAMIKU SENDIRI AKAN MELINDUNGIKU DARI MARABAHAYA. "


" LALU APA YANG AKU TAKUTKAN? :) TIDAK ADA. " senyum Yaura pada Anak Pak Diyo. Mereka beradu pandang, Yaura senyum penuh kemenangan dan Anak Pak Diyo menahan amarah, Ia merasa sangat sakit hati hingga membuat darahnya mendidih.


" AYAH DAN IBUKU TIADA KARENA KELUARGA KALIAN. JADI RASAKAN APA YANG AKU RASAKAN.. SALAH BESAR KELUARGAMU MELAKUKAN INI PADA KELUARGAKU, AKU BUKAN PEMAAF ! " ucap Yaura lalu menyingkir dari hadapan Anak Pak Diyo.


Tessssssssssss Anak Diyo meneteskan air mata.


Kesal pada Yaura, dan Sang Ayah bercampur menjadi satu.


" Baiklah Nona. Kalau begitu izinkan Aku untuk menemui Ayahku sekali saja. " pinta Anak Pak Diyo yang membuat Ken dan Yaura saling memandang.


" Aku juga ingin bertemu dengan Bianca Anakku,Nona.. izinkan Kami.. " sambung Ayah Bianca, suaranya melemah dan memilih mengalah karena kenyataannya Yaura sangat kejam.


" TIDAK AKAN ! " jawab Ken dengan lantang.


Yaura terdiam dan memikirkan sesuatu,


" 20 menit. Kalian punya 20 menit untuk menemui mereka. " ucap Yaura sembari tersenyum hingga membuat Ken menoleh kepadanya.


" Apa yang Kau rencanakan? " heran Ken.


" Mereka sibuk memikirkan uang,tanpa mengingat Keluarganya yang menekam di penjara. Rasanya menyenangkan saat Diyo melihat Anaknya sendiri tidak peduli sama sekali dengannya. " tutur Yaura sembari tersenyum pada Suaminya.


" Baiklah.. tapi Kau tidak perlu masuk ke Penjara. " pinta Ken. Yaura menganggukkan kepala menuruti perintah Suaminya.


Sedang tersenyum, Yaura menarik kembali senyumannya saat menyadari ada


seorang Pria Paruh Baya yang diam sedari tadi tanpa bicara sepatah katapun, dialah Orang Tua Helena. Ayah Helena yang sudah tua berambut putih tampak menatap Yaura dengan begitu sendu, seketika Yaura dibuat melemah karenanya.


" Ken.. suruh mereka pergi,kecuali Ayah Helena yang ada di sebelah kiri.. " lirih Yaura sembari menundukkan pandangannya.Ia tidak ingin terlihat sedih ketika di hadapan Keluarga Iblis karena akan membuat mereka tidak takut jika mengetahui kelemahannya.


Memahami Sang Istri dan tanpa banyak bertanya,


" Bawa mereka keluar sekarang. 17.30 Kalian bisa mengunjungi Penjara. " Ken menatap Sniper dan Keluarga Para Iblis.


Sigap, Sniper kembali masuk dan membawa Keluarga Iblis keluar ruangan dan Hotel.


Greppppp Ken meraih tangan Ayah Helena.


" Maafkan Saya Tuan Ken.." Ayah Helena menundukkan kepalanya karena sangat merasa bersalah atas kesalahan Putrinya.


" Tidak perlu menundukkan kepala. " ucap Ken seraya membawa Ayah Helena menghadap Istrinya.


" Nona Yaura.. Saya minta maaf dengan sangat tulus.. Maafkan Saya dan Helena,Nona Yaura.. " lirih Ayah Helena dari hati yang paling dalam.


Tesssssssss setetes air mata menetes jatuh membasahi pipi ranum Yaura. Melihat Orang Tua yang sudah tidak berdaya ikut terkena imbas kejahat Anaknya membuat hati Yaura tersayat. Ia juga tidak ingin menyakiti Orang Lain apalagi orang tua.


" Kau akan bekerja di Taman G&D sebagai Tukang Kebun dan boleh menginap di Penginapan Staff Hotel. Sekarang Kau boleh pergi.. " Yaura menggunakan bahasa informal sebagai bentuk perlindungan diri agar tidak dianggap lemah.Ia sengaja tidak menggunakan kata Paman untuk memanggil Ayah Helena. Yaura berdiri membelakangi Sang Suami dan Ayah Helena hingga mereka tidak bisa melihat bahwa mata Yaura sedang menahan air mata.


Deggg !!! Ayah Helena syok dan terenyuh karena Yaura masih tetap baik kepadanya seperti Dulu.


" Dia tetap Yaura yang lembut. Dia sangat pemaaaf.. " lirih Ayah Helena sembari menahan air mata. Ia juga begitu kasihan dengan Tragedi yang menimpa Yaura,ditambah Anaknya sendiri terlibat dengan Komplotan Pembunuh.


" Nona Yaura.. Terima Kasih.. Maafkan Saya Nona.. "ucap Ayah Helena kemudian dibawa keluar oleh Sniper.


Pintu tertutup dan tidak ada siapapun, Ken langsung memeluk Istrinya. Ia tahu bahwa Yaura sebenarnya sangat rapuh dan lelah menghadapi Para Musuh yang tidak ada habisnya. tanpa berkata apapun,Ken sibuk mengelus kepala dan memberikan ketenangan untuk Istrinya.


" Kau baik-baik saja? " tanya Ken.


Yaura menganggukkan kepala lalu melepaskan diri dari Suaminya,


" Apa menurutmu Aku salah? ".


" Tidak, tindakanmu sudah sangat tepat. " Ken melingkarkan tangan di Pinggang Istrinya.


Kini Mereka berdua diam dan saling memandang, senyum manis menghiasi bibir keduanya.


" Jangan menatapku seperti itu.. " Yaura salting yang membuat Ken tersenyum lebar.


" Bukankah ini sudah biasa? " goda Ken sembari menyibakkan helaian rambut yang menutupi leher Indah Istrinya. jemarinya menyibakkan baju yang di kenakan Yaura hingga menampakkan bekas kecupan yang tak kunjung menghilang dan malah bertambah.


" Apa? mau menghitung? sudah tidak bisa dihitung." gerutu Yaura sembari menatap Suaminya dengan jengkel.


" Bawel ! " Ken tertawa lalu mendekatkan bibirnya dengan Sang Istri, dan..


Kissss Ia mendaratkan kecupan singkat disana.


" 1 Jam lagi Kita akan menemui seluruh Staff dan Pegawai Hotel. persiapkan dirimu untuk memberi sambutan.. " lirih Ken sembari merapikan kembali rambut Istrinya.


" Aku tidak bisa berpura-pura ramah kepada mereka. rasanya sangat canggung dan kikuk.. " Yaura mengutarakan isi hatinya.


" Paksakan dirimu. jika Kau terus seperti macan maka Para Pegawai akan mengundurkan diri, senyum saja sebisamu, jangan terlalu dingin. Jika mereka menyapa dirimu, Kau harus membalas sapaan mereka,karena bagaimanapun Mereka tetaplah Manusia yang patut di hormati. Kau mengerti ? " Ken menasehati Istrinya agar lebih ramah kepada Pegawai.


Disebut 'macan' membuat Yaura terusik.


" Baiklah, Aku akan mencobanya. omong-omong jika Aku Macan..maka Kau adalah Singa πŸ˜‘ Aku jadi ingat saat dulu KAU SELALU MEMARAHIKU ! " Yaura tiba-tiba jengkel saat mengingat sikap Ken dulu yang lebih parah darinya.


Ken langsung membuang pandangan dan pura-pura tidak mendengar apa yang Istrinya katakan.


" Ekhhhemmm. " Ken hanya berdehem sebagai balasan.


" YAURA KENAPA GULANYA BERLEBIHAN ! YAURA KENAPA GULANYA KURANG ! YAURA INI TIDAK ENAK ! KAU SELALU MEMARAHIKU TANPA ALASAN. INI SALAH, ITU SALAH. MENYEBALKAN ! " Yaura mengomel tiada henti sembari menirukan nada bicara Ken dulu saat memarahinya hingga membuat Ken tertawa. Ia melihat jati diri Istrinya yang memang SANGAT CEREWET.


" Kau ini kenapa? kenapa jadi memarahiku? " protes Ken balik.


Semakin Yaura di protes,maka semakin mengomel. Ken pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum,


" TERSERAH KAU SAJA,SAYANG.." Ken pasrah, Ia mendudukan tubuhnya di kursi sembari menggigit bibir bawahnya karena gemas mendengar omelan Sang Istri.

__ADS_1


" AKU BAHKAN TIDAK KABUR SAAT PERNIKAHAN, TAPI KAU TERUS MENGANCAM DAN MEMARAHIKU TANPA HENTI.YAURA JIKA KAU KABUR,AKU AKAN MEMBUAT APARTMENTMU DI BERI GARIS KUNING OLEH POLISI. " Kecepatan Yaura mengomel melebihi kecepatan Mobil Tesla Terbaru hingga membuat Ken menutup telinganya dan tersenyum tiada henti.


" Apa Dia sedang datang bulan? " heran Ken.


Wajah Yaura sangat imut dan menggemaskan jika sedang marah. ditambah lagi ekpsresi wajahnya yang bisa berubah-ubah dalam sekejap membuat Ken tidak bisa melawan Istrinya jika sedang mengomel.


Tiba-tiba triningggggggg unyi pintu.


Ada Tamu, membuat Ken tersenyum puas.


" YES, BERHENTI." Ken bahagia akhirnya Yaura berhenti mengomelinnya.


Ken membuka pintu, dan..


Seorang Gadis Mungil nan Cantik menyambutnya dengan senyuman yang begitu indah.


" Gita.. " Ken membalas senyuman Gadis Mungil itu yang tak lain Ialah Gita.


Mommy dan Daddy Gita menundukkan kepala,


" Salam Tuan Ken, Maafkan Kami selalu mengganggu Tuan. Kami kesini karena.. " belum menyelesaikan perkataannya Ken memotong pembicaraan Daddy Gita.


" Tidak perlu formal denganku. Aku tahu alasan Kalian pasti karena Gita kan? Baiklah, Ayo masuk.. " Ken menyambut mereka dengan penuh senyuman.


Yaura menyipitkan matanya. senyum indah kembali menghiasi bibirnya saat melihat Gadis Mungil yang sudah tak asing baginya.


" Mommy.. turunkan Gita, Gita ingin bertemu Bibi Cantik.. " pinta Gita.


Gita pun diturunkan dari gendongan Mommnya dan..


" Bibi Cantik..Halo.. " Gita sangat antusias, Ia berlari dengan sangat menggemaskan hingga membuat Yaura berjongkok dan merenggangkan tangannya guna menyambut pelukan Gita.


Grepppppppp Gita langsung memeluk Bibi Cantiknya.


" Bibi Cantik.. Gita sangat merindukan Bibi.. " celoteh Gita.


" Hai Sayang. Ya Tuhan, Bibi juga sangat merindukanmu.. " Yaura menciumi bibir Gita, dan menguyel-uyel pipi Gadis itu yang semakin bulat.


" Bagaimana kabarmu,Sayang? Astaga, Kau semakin menggemaskan. " sambung Yaura, Ia memeluk tubuh Gadis Kecil itu dengan sangat erat.


" Baik, Bibi Cantik. Bibi Cantik sendiri apa kabar? " jawab Gita dengan suara mendayu-dayu.


" Baik, Sayang." Yaura menggendong Gita dan berdiri.


" Salam Nona Yaura. Nona Yaura,Maaf.. Kami selalu mengganggu dan merepotkan Nona.. Sejujurnya Gita memang selalu meminta mengunjungi Nona dan Tuan.. Kami tidak tahu lagi harus bagaimana memberi Gita pengertian.. " tutur Mommy Gita sembari menundukkan kepalanya.


" Aku mengertikannya,Nyonya. Lagipula Aku malah senang di kunjungi oleh Gita.." jawab Yaura.


Mereka pun duduk bersama di soffa ditemani oleh Jamuan G&D yang sangat mewah. Takut Istrinya kelelahan memangku Gita, Ken pun mengambil Gita lalu memangkunya. Karena notabennya adalah Pengusaha dan bekerjasama dengan G&D , maka selalu saja ada topik yang dibahas. Terutama MEGA PROYEK JET TEMPUR yang menjadi incaran Para Pengusaha agar bisa mengambil Hati Ken dan Yaura untuk menjalin kerjasama karena Jet Tempur sangat mendatangkan keuntungan besar.


Disela-sela obrolan Bisnis, Yaura sibuk bercanda dengan Gita yang ada di pangkuan Suaminya.


Tiba-tiba Daddy Gita menerima telefon, dan mengatakan bahwa ada pertemuan mendadak yang kebetulan Clientnya ada di Hotel G&D.


" Gita Ayo Kita ke Lantai atas dulu.. temani Mommy dan Daddy bertemu dengan Client.. " Daddy Gita hendak mengambil Gita dari pangkuan Ken,namun Gita menolak lalu menangis tersedu-sedu.


" Gita masih merindukan Paman Tampan dan Bibi Cantik, Daddy hiksss..Gita ingin disini hiksss.. " tangisan Gita sangat kencang hingga membuat Yaura bertindak.


" Clientnya ada disini bukan? tidak masalah,biarkan Gita bersama Kami sebentar sambil menunggu Nyonya dan Tuan menyelesaikan pertemuan. Kami akan menjaga Gita dengan baik.. " tutur Yaura.


Mommy dan Daddy Gita menolak karena takut merepotkan, namun keadaan mendesak sementara Client terus menelfon,membuat Daddy Gita menerima saran Yaura.


" Sekali lagi Maafkan Kami,Nona.. dan Gita, Jangan nakal yah Sayang, jangan merepotkan Paman dan Bibi.. Kau mengerti Sayang? " Mommy Gita mencium pipi Anaknya.


" Iyah Mommy..Gita mengerti.. " jawab Gita seraya menyerot ingusnya yang naik turun.


Setelah Mommy dan Daddynya pergi, Gita berhenti menangis dan tertawa. Hal ini membuat Ken dan Yaura syok,


" Astaga.. Gita Kau ? " Ken membulatkan matanya saat melihat Anak Kecil pandai berdrama.


" Kau nakal,Sayang. " Yaura mengusap air mata Gita, lalu tangannya meraih Dasi Sang Suami,


" Hei hei hei !!! " Ken siap siaga menjauhkan dasinya karena pasti Yaura memakainya untuk mengelap ingusπŸ˜‚.


Yaura menatap Suaminya dengan sinis, Ia mengambil tissu yang ada di meja lalu menyuruh Gita mengeluarkan ingusnya.


" Sayang, Jangan menangis lagi yah.. " lirih Yaura bak seorang Ibu yang mengurus Anaknya. Hal ini tentu saja membuat Hati Ken meleleh.


" Bibi Cantik.. Paman Tampan.. Gita sangat merindukan Paman dan Bibi.. Gita kesal dengan Mommy dan Daddy karena membohongi Gita bahwa Paman belum kembali." celoteh Gita si Gadis Mungil yang ada di gendongan Ken. Ia mencebikkan bibirnya hingga membuat Yaura dan Ken gemas.


" Gita Sayang, Kau tidak boleh kesal kepada Daddy dan Mommy, itu tidak baik. " Yaura tersenyum manis sembari menguyel-uyel pipi Gita yang gembulnya kebangetan.


" Tidak Bibi, Gita kesal 😚! " bocah mungil itu tak berhenti menggerutu hingga membuat Ken tertawa.


" SEPERTINYA WANITA YANG BERNAMA GITA SEMUANYA CEREWET DAN SENSITIF. " sindir Ken sembari melirik Istrinya.


" Kau menyindirku?! " sentak Yaura sembari menajamkan tatapan matanya.


" Tidak. Aku hanya menyindir Gita, iyahkan Sayang? " alibi Ken sembari menciumi pipi Gita hingga membuat Gadis Mungil itu tertawa melengking.


Ken tak berhenti mengusili Istrinya dan menggunakan Gita sebagai alatnya. Mereka bertiga bermain kesana kemari, canda, tawa, dan suara imut Anak Kecil membuat Yaura bahagia.


Jam yang seharusnya digunakan untuk menemui Staff, terpaksa diundur Demi meladeni Tamu Kecil yang sangat Istimewa bagi keduanya.


Karena Gita pula, Yaura berhenti mengomeli Ken.


Disela permainan, Yaura menyadari sesuatu. Ia menarik senyuman dan menatap Gita dengan sangat dalam.


Grepppp Yaura memegang lengan Suaminya,


" Kenapa,Sayang? " Ken langsung panik melihat Istrinya serius.


Yaura mengalihkan pandangannya ke Gita yang asik bermain balon-balonan yang Ia bawa dari Rumah.


" Gita tidak boleh terus menemui Kita,Ken.." lirih Yaura, matanya tersirat kecemasan.


" Kenapa? Kau takut Orang Tuanya adalah Penjahat? " tanya Ken sembari memegang tangan Istrinya.


" Tenanglah.. rilexkan dirimu.. " sambung Ken.


" AKU TAKUT DIA TERLUKA JIKA DEKAT DENGANKU LALU MENGGUNAKAN GITA SEBAGAI ALAT MELEMAHKAN KITA. AKU TIDAK INGIN GADIS MENGGEMASKAN ITU MENJADI INCARAN MUSUH-MUSUH KITA,KEN.. MAKSUDKU, KAU TAHU BUKAN BAHWA KELUARGA IBLIS MASIH HIDUP ?TERMASUK ANIN YANG TIBA-TIBA INGIN MENCELAKAI KAK LEE.. SEKARANG MEREKA TIDAK MELUKAI KU, TAPI MENGINCAR ORANG-ORANG DI SEKITARKU. AKU ADALAH PEMBAWA BAHAYA, DAN SUDAH CUKUP IBUNYA SAJA YANG MENJADI KORBAN AKIBAT DIRIKU.. JANGAN GITA.. " tutur Yaura yang membuat Ken begitu terpukau bagaimana Sang Istri bisa menganalisa keadaan dan bahaya dengan begitu cepat.


" Gita sudah terlanjur mengenal Kita,Sayang..dan Dia bahkan seperti orang dewasa yang tidak bisa di bohongi. Bagaimana Kita membuatnya mengerti? " lirih Ken.


Yaura memandangi Gita, rekaman kebakaran yang merenggut nyawa Ibunya membuat hati Yaura kembali mengisak.


" JIKA GITA TERUS MENEMUI KITA DI HOTEL, AKU TAKUT ADA ORANG LAIN YANG MENGAWASI. JADI, MULAI SEKARANG GITA TIDAK BOLEH MENEMUI KITA HOTEL, DAN... HANYA BISA MENEMUI KITA DI RUMAH,ITU JUGA JANGAN TERLALU SERING.. DI RUMAH SANGAT AMAN, GITA BISA BERMAIN BEBAS DISANA.. " tutur Yaura.


" Baiklah.. Aku akan menyampaikannya pada Tuan dan Nyonya Herera. Sekarang tenanglah..Jangan cemas " lirih Ken dengan begitu lembut.


Yaura diam sejenak.berjanji ingin berubah Ia pun mencoba mengontrol diri agar tidak baperan.


" Ken.. " panggil Yaura.


" Ada masalah lagi? " jawab Ken dengan serius.


Yaura tiba-tiba tersenyum mencurigakan sembari melirik ke arah Gita.


" KAU DAN GITA SAMA CHUBBYNYA ! " ledek Yaura yang membuat Ken langsung jengkel lalu menatapnya tajam.


" Sekali lagi Kau menyebutku Chubby.. AKU AKAN MENGURUNGMU SEBULAN PENUH, YAURA ! " ancam Ken.


Bukannya takut, Yaura berlari ke arah Gita lalu menggendongnya.


" PAMAN TAMPAN MARAH.. AYO SAYANG KITA BERSEMBUNYI.. " ucap Yaura. Mereka kembali berkejar-kejar dan bermain dengan sangat bahagia.


*******************


Jangan lupa like dan coment


JANGAN LUPA VOTENYA WOY❗ AUTHOR JAHANNAM YANG UPDATE 1 TAHUN SEKALI INI SANGAT MEMBUTUHKAN VOTE πŸ˜‚πŸ€£ BTW, AKU SIBUK BANGET GUYS DI DUNIA NYATA, KARENA DAGANG PARFUME. HEHEHE MAKLUMIN AUTHOR JAHANNAM YAHπŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2