Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Kebusukan Anin


__ADS_3

Mata Anin berkaca, dirinya membatu dan termenung. Pagi-pagi sudah melihat Nona Lee dan David bermesraan.


" Bukankah ada Bibi Arum? " batin Anin sembari memperhatikan mereka dari jauh.


Semakin dilihat, maka semakin menyesakkan. Anin memilih berbalik badan lalu melanjutkan langkahnya,


" Bukankah Nona Lee itu seorang Dokter? tetapi kenapa Dia tidak mampu mengobati dirinya sendiri? " batin Anin,matanya berkaca saat terbayang perlakuan David yang selalu perhatian dengan Nona Lee.


*


*


Setelah membully Yaura karena kekayaannya, mereka pun keluar Kamar lalu melangkah menemui yang lain ditempat biasa.


" Kakak.. setelah Kita pulang dari sini, Aku mau membangun Perusahaan sendiri.. " celoteh Evelyn yang membuat Ken dan Yaura tersenyum.


" Sungguh? tapi Kau saja gagal dalam mengurus Louis. " tawa Ken, karena Adiknya itu sudah mulai sok dewasa dan mandiri.


" Hei ! Apa Kakak lupa? KEGAGALAN ADALAH AWAL DARI KEBERHASILAN 😏 lihat saja jika Aku sukses, Aku akan menyaingi Kakak dan Yaura🤣. " ucap Evelyn dengan begitu percaya diri.


" Iyah terserah Kau saja. " Ken tersenyum sembari mengelus kepala Adiknya.


Tepi Pantai


Nona Lee, David, Alfin, Lisya , Zayn, dan Albert nampak berkumpul di tempat biasa mereka menikmati pemandangan Maldevis.


Nona Lee dan Lisya sudah berkenalan dengan Zayn,merekapun nampak berbincang.


Yaura yang cuek dengan sekitar, Ia tidak memperhatikan bahwa disitu ada orang baru.


" HAI NONA.. " sapa Zayn dengan suara khasnya Ketika berkomunikasi dengan Yaura dimasa lalu.


Degg !! Yaura mendelik ke arahnya.


" Kau ? " Yaura terkejut sembari menatap Zayn dan Suaminya bergantian seakan berkata kenapa Zayn bisa ada di Maldevis.


" Panggil saja Junedi, Yaura. Dia sahabat Kakak. " saut Evelyn yang lupa bahwa Yaura pernah bertemu Zayn di pesta.


" Iyah Evelyn, Aku pernah bertemu dengannya di pesta. " jawab Yaura.


" Oh iyah lupa. " Evelyn mendaratkan bokongnya disebelah Kekasihnya,Vino.


" Zayn akan bergabung bersama Kita. " senyum Ken.


Zayn tersenyum dan berdiri,


" Baiklah, karena Aku baru bergabung, apakah Aku boleh memeluknya sekarang? " Zayn merenggangkan tangannya dan menggoda Ken dan Yaura.


" TIDAK BOLEH !. Albert.. peluk Kekasihmu. " celetuk Ken yang membuat Albert mengumpat.


" AKU MASIH NORMAL BIG BOSS. "


" Aku kira Kau tidak normal. " ejek Zayn karena belum pernah melihat Albert bersama seorang Wanita sama sekali.


" Aku setuju denganmu Kali ini. " sambar Ken yang membuat Albert semakin mengutuk.


" Aisshhhhh !!! " Albert membuang pandangannya karena selalu di bully.


Zayn, Ken dan Yaura kini duduk dan menikmati pemandangan pantai.


" Carilah Wanita yang baik untukmu. " lirih Ken yang membuat Zayn mendelik.


" Nona Yaura baik untukku, Apa Aku boleh memintanya darimu? " canda Zayn sembari mengedipkan matanya ke Yaura. Sungguh, sifat tengil dan humorisnya itu sangat melekat.


" Kau mau Aku lempar ke tengah laut?! " sentak Ken yang membuat Zayn tertawa.


" Tapi Aku serius Zayn.. " sambung Ken, Ia melirik kearah Istrinya sejenak. Karena bagaimanapun, Ia tahu bahwa Zayn kehilangan Wanita yang dicintainya. Hanya saja dirinya lebih beruntung dari Zayn, karena diberi kesempatan untuk hidup kembali dengan Wanita dicintainya walau harus menebusnya dengan pertumpahan darah.


Mendengar pertanyaan sensitive,membuat Zayn kesusahan menelan saliva, tenggorokannya tercekat.


" Sekalipun mencarinya, Aku yakin tidak akan menemukannya. Dia sudah bahagia disana. " tutur Zayn.


" Sudahlah.Aku tidak butuh pendamping,lagipula Aku sudah kenyang. " sambung Zayn sembari tertawa pahit dan mengalihkan pembicaraan.


" Bangs*t ! Kau benar-benar mengalahkan Kevin. " ucap Ken.


Zayn melirik ke arah Istri Sahabatnya,


" Nona Yaura.. Ayolah mengobrol. Kau ini sangat cuek sekali. " goda Zayn.


" Tidak ada yang menarik. " celetuk Yaura dengan polosnya hingga membuat Zayn tertawa terbahak-bahak.


" Pedas sekali omonganmu,Nona. Ken... lihatlah Istrimu, Dia sangat Savage 🤣 ".


" Aku sudah terbiasa mendengarkan omongannya yang menusuk tulang sum-sum. Jadi Kau juga harus terbiasa dengan gaya bicaranya. " tutur Ken😅.


" Yaura kemarilah.. " Lisya memanggil hingga membuat Yaura menoleh ke belakang.


" Aku permisi dulu. " Yaura pamit dan berjalan ke arah Lisya, Evelyn dan Nona Lee yang entah sedang bermain apa.


" Apa Istrimu masih memegang kendali Goddess Of Death? " tanya Zayn, Ia sangat penasaran dengan hidup Pelanggan VVIP nya itu.


" Tentu masih. Karena GODDESS OF DEATH sendiri adalah DIRINYA. " ujar Ken sambil mengingat bagaimana kekuatan Sang Istri.


" Sungguh Aku masih penasaran dengan Kisah Kalian. Karena jujur saat Nona Yaura memesan senjata, Aku sama sekali tidak menyangka bahwa targetnya adalah DIRIMU. Maafkan Aku karena secara tidak langsung membantunya melenyapkanmu.. " tutur Zayn. karena Ia juga merasa bersalah dengan Ken karena hampir saja melenyapkannya.


" Lain waktu akan Aku ceritakan. Santai saja.. lagipula Aku malah berterima kasih kepadamu karena membantu Istriku membongkar kejahatan Keluargaku sendiri. Jika tidak memesan senjata darimu,mungkin Dia akan mengalami kesusahan. " jawab Ken sembari memukul punggung Zayn.


Kedua Pria Penguasa Dunia Gelap ini pun mengobrol dan flashback masalalu. Maklum, mereka baru bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama sekarang.


Disela permainan ular tangga yang mereka mainkan, Lisya melancarkan aksinya.


" Nona Lee, Apa Aku boleh meminjam sepatumu yang tadi malam Aku lihat? Astaga.. Desainnya sangat unik, Aku ingin menggunakannya untuk berfoto. " pinta Lisya yang membuat Yaura dan Nona Lee mendelik.


" Jangan menggunakan sepatu Kak Lee, Aku tidak mau ada korban lagi. " tegas Yaura. Iyah, Yaura memang selalu perhatian dengan orang lain,tetapi dengan caranya sendiri.


" Benar apa yang Yaura katakan,Lisya.. lagipula sepatuku itu tidak terlalu bagus. " imbuh Nona Lee.


" Lisya pake sepatuku saja.. Aku membawa banyak sepatu. Lagipula sepatu Nona Lee itu licin, tidak baik. " sambar Evelyn.


" Sepatumu kekecilan,Evelyn😅. " Lisya tersenyum kecut dan memikirkan cara bagaimana meminjam sepatu Nona Lee


Yaura menyoroti sekitar dan arah sana guna menunggu kedatangan seseorang yang sedari tadi tak terlihat.


" Anin dan Lolly,apa mereka belum bangun? " herannya.


" Aku hanya melihat Anin tadi, tetapi Lolly Aku sama sekali belum melihatnya. " Nona Lee mengingat bagaimana Anin menyapa dirinya saat bersama David.


Tiba-tiba..


" Hai, apa Kalian sedang membicarakan Aku? " sapa seorang Wanita yang tiba-tiba muncul.


" Hai Anin . Iyah Kami mencarimu tadi. " jawab Nona Lee diiringi senyum tulus,


" Duduklah.. " sambungnya.


Anin menganggukkan kepala, dan duduk untuk bergabung dengan mereka.


" Dimana Lolly? " tanya Yaura.


" Lolly sedang perawatan, Yaura. Dia mungkin sedang masa pubertas 😅 " Anin tertawa yang membuat semuanya ikut tertawa .kecuali Lisya yang sedang memperhatikan gesture tubuhnya.


" Anin,berhubung Kau datang.. jadi lanjutkan permainanku,kalahkan Evelyn dan Nona Lee yang sangat jago ini. Aku permisi dulu.. " senyum Lisya sembari beranjak.


" TENTU AKU AKAN MENGALAHKAN NONA LEE. " Anin menatap Nona Lee dengan penuh peringatan.


Berfikir positif,


" Baguslah. Kalahkan Aku jika bisa. " senyum Nona Lee.


Mereka pun melanjutkan permainan ular tangga yang dan saling mengalahkan.


Sejatinya psikopat,


" AKU SEBENARNYA BENCI PERMAINAN INI. TERLALU BANYAK ULAR DIDALAMNYA. " ucap Yaura yang seakan menyindir kehidupannya dulu dan orang-orang licik.


" Hei Kakak Ipar ! namanya juga ular tangga,bukan tikus tangga ! " celetuk Evelyn yang membuat Nona Lee dan Anin tersenyum.


*


*


Ingin melindungi orang lain dari kejahatan, Lisya berfikir keras dan mengatur strategi agar Ia bisa menemukan kebenaran yang berdasarkan fakta dan data lapangan, tidak hanya DUGAAN.


Ia berhenti didepan Kamar Nona Lee, matanya menyoroti sekitar untuk memastikan bahwa tidak ada siapapun yang melihatnya masuk kedalam kamar.


Tak membuang waktu, Lisya membuka pintu kamar Nona Lee dan mencari sepatunya.


Sudah tau dimana letaknya, Lisya langsung mengambil sepatu sneakers itu dan melangkah keluar dengan terburu-buru.


Lisya memasukkan sepatu Nona Lee kedalam tas berwana pink kesayangannya. Lalu melangkah dengan penuh keseriusan ke area parkir dimana deretan mobil jeep disewakan. Tak mengandalkan orang lain, Lisya pun mengendari mobil seorang diri ke tempat dimana Nona Lee terperosok.


*


*


Melihat Nona Lee dan Yaura bercanda, membuat David memikirkan sesuatu,


" Aku tidak ingin salah satu dari mereka terluka lagi. Kebenaran harus ditegakkan. " ucap David, matanya memperhatikan Ken, Zayn ,Kevin dan Vino.


" Kau yang menjadi saksi jatuhnya Nona Lee. Aku butuh NIS sekarang." lirih David ke Alfin.


Sudah menduga ada yang janggal,


" Baiklah,Aku juga sudah menduga. Kita kesana satu kali lagi. " jawab Alfin lalu berdiri.


" Kita pamit dulu. Ada tugas darurat negara yang harus diselesaikan. " ujar Alfin kepada Para Pria.


" Kemana? " tanya Ken.


" Yang pasti tempat tersembunyi. " saut David yang juga ikut berdiri.


" Wow. Kalian Abdi Negara yang sangat taat ternyata. " puji Zayn sembari melebarkan senyum manisnya.


" JIKA TIDAK TAAT, KITA TIDAK AKAN MENDAPATKAN UANG. " Alfin menaikkan satu alisnya dan tersenyum.


" Kita permisi dulu. " sambar David yang terkesan terburu-buru.


Melihat David pergi,


" Nona Lee.. Apa Kau semalam bersama David? " tanya Anin disela-sela permainan.


" Tidak.. Aku tidur bersama Lisya. Lagipula mana mungkin Aku tidur dengan Pria, konyol. " saut Nona Lee dengan nada elegantnya.


" Kira saja. " ucap Anin yang seperti orang menyindir.


" TIDUR BERSAMA JUGA TIDAK MASALAH NONA LEE. KALIAN BERDUA SANGAT COCOK. " saut Evelyn yang membuat Nona Lee tersenyum kecut dan Anin mendelik.


" Anak Kecil tidak boleh berbicara seperti itu. " ucap Nona Lee yang tidak enak hati karena dipojokkan dengan David.


Yaura yang sedari tadi hanya diam, tapi matanya memperhatikan gesture tubuh Kakaknya dan Anin yang terkesan ada celah.


" Apa hanya perasaanku saja ? " batinnya.


*


*


Tebing


Seorang diri, Lisya berhasil sampai di tempat kejadian tanpa diketahui oleh siapapun. Ia melepaskan sendal miliknya dan memakai sneakers Nona Lee.


" Aku akan membuktikannya. " sumpah Lisya sembari turun dari mobil dan melangkah ke tebing.


Meskipun takut dan tidak bisa membayangkan jika dirinya juga akan terperosok , Lisya menguatkan tekad untuk berjalan ke arah ujung tebing dimana Nona Lee terperosok.


Karena ada insiden, Pihak Maldevis pun memberi tanda MERAH, YANG ARTINYA BAHAYA disebuah sudut. Hal ini tentu memudahkan Lisya memperkirakan dimana Nona Lee terperosok,


" Disini, Iyah pasti disini. " Lisya menatap tanda merah itu sembari melihat kebawah,


" Ya Tuhan.. Tinggi Sekali.. Aku takut.. " Lisya memegangi jantungnya yang berdetak kencang karena melihat ketinggian dan curamnya tebing.


Ia mendekati tanda itu seraya berhati-hati. semakin berhati-hati, semakin itu pula Ia sadar bahwa..


" TEBINGNYA TIDAK LICIN, SEPATUNYA JUGA SANGAT AMAN. " ujar Lisya karena sepanjang Ia melangkah tidak insiden tergelincir atau hampir terjengkang.matanya menyoroti tekstur tebing,


" Pihak Maldevis juga tidak bodoh, mana mungkin mereka mengizinkan wisatawan untuk berswafoto disini jika bahaya. Mereka mengizinkan dan tidak memberi tanda peringatan,itu artinya Aman. " sambungnya.

__ADS_1


Memberanikan diri, Lisya bahkan semakin melangkah ke ujung tebing dan melewati tanda batas merah.


" LIHATLAH.. AKU TIDAK TERPEROSOK SAAT BERDIRI DISINI. BERARTI BENAR.. ANIN SENGAJA MENDORONG NONA LEE.. " Lisya termenung dan tidak menyangka bahwa dugaannya itu benar.


Dua Pria Tampan yang juga mengunjungi tempat itu pun membelakkan mata saat melihat seorang Wanita berdiri diujung tebing.


" YA TUHAN, SIAPA WANITA YANG BERDIRI DISANA? ITU SANGAT BERBAHAYA. " Alfin membulatkan matanya dan teringat bagaimana Nona Lee terperosok.


David menoleh ke mobil sebelahnya dan melihat tas warna pink di kursi, diikuti oleh mata Alfin yang semakin jeli.


" LISYA? " keduanya saling menatap sembari membulatkan matanya.


Sigap, Alfin dan David berlari ke arah Lisya.


Tanpa berteriak, mereka berdua berlari sekencang mungkin, dan Alfinlah yang lebih cepat berlari.


" LISYA !! APA YANG KAU LAKUKAN !!! " Teriak Alfin dann..


Huggggggggggggggggggg Ia menarik tubuh Lisya lalu memeluknya hingga merekapun tersungkur.


David ikut berdegub kencang dan was-was,


" APA KAU BODOH? BARU SAJA AKU MENCERITAKAN INSIDEN NONA LEE SEMALAM ! TETAPI KAU MALAH DATANG KESINI ! " Sentak David.


Lisya melotot dan mematung saat Alfin mendekapnya dengan erat, dan melihat David yang sedang berdiri disampingnya.


" Astaga, kenapa mereka ada disini? " Lisya panik.


" APA KAU INGIN BUNUH DIRI?! BERFIKIRLAH JERNIH ! JANGAN CEROBOH ! " sentak Alfin yang tidak kalah kencang, matanya memerah dan berkaca. Ia tahu betul bagaimana bapernya Lisya dan sikapnya yang mudah terbawa arus.


Lisya menyingkirkan tubuh Alfin dan bangun.


" Kenapa Kalian ada disini? " tanya Lisya sembari menatap Alfin dan David bergantian.


" Untuk menyaksikan betapa cerobohnya dirimu ini ! Lain kali jika Kau ingin bunuh diri, untuk apa Kau masuk ke NIS? membuang waktu ! " Alfin marah. Yah memang, terkadang Pria menunjukkan kekhawatirannya dengan cara yang berbeda.


Hendak ikut mengomel, mata David tidak sengaja menangkap sepatu yang digunakan Lisya.


" Bukankah itu sepatu Nona Lee? " ucap David yang langsung menatap Lisya dengan penuh selidik.


Alfin langsung mengalihkan pandangannya kebawah,


" Untuk apa Kau menggunakannya? " Alfin mulai menyelidiki Lisya dan mengintrogasinya.


Lisya diam dan berfikir sejenak,


" Jika Aku memberitahu mereka sekarang, Aku takut ada pertengkaran antara Ken dan mereka berdua. " lirih Lisya,karena bagaimanapun Anin adalah Keluarganya. Ia khawatir jika Ken tidak terima Anin di jelekkan.


" Biar Aku saja yang memberitahu Ken, itu lebih baik. " sambungnya.


" Aku sudah meminta izin Nona Lee bahwa Aku meminjam sepatunya. Asal Kalian tahu, namanya juga Wanita, jika tidak memiliki sesuatu yang disuka, apa salahnya meminjam? " ujar Lisya sembari menatap sini David dan Alfin.


" Asal Kalian tahu, Aku kesini untuk mendapatkan hasil foto terbaik. Iyah Aku tahu ini memang berbahaya, tapi Aku masih bisa berhati-hati. "


" Baiklah. Aku permisi dulu. Terima kasih telah mengingatkanku. " sambung Lisya lalu berlalu meninggalkan mereka begitu saja.


" Kenapa Wanita itu semuanya keras kepala?! Sekali saja menurut tidak banyak drama, mungkin mustahil. " Decak Alfin, Ia memperhatikan Lisya yang mulai masuk mobil dan menyalakan mesinnya.


Dibanding mengomel, David menyadari sesuatu,


" LISYA BERDIRI DI PALING UJUNG, DENGAN SEPATU YANG SAMA.. TAPI DIA TIDAK TERPEROSOK.. ITU ARTINYA, KEJADIAN INI MEMANG DISENGAJA. " ucap David yang membuat Alfin sadar,


" Benar juga apa yang Kau katakan. Dia bahkan dengan santainya diam di ujung tebing tanpa memikirkan resiko. Aku memang sudah menduga dari awal bahwa sepatu Nona Lee memang TIDAK LICIN. JUGA TEBING INI DALAM POSISI KERING,TIDAK TERKENA HUJAN ATAU AIR, TEKSTURNYA AMAN. " Alfin menggunakan bakat NIS nya.


David terdiam, lalu mengepalkan tangannya.


" Aku akan meminta Anin untuk menebus perbuatannya dan mengaku bahwa Dia yang sengaja mendorong Nona Lee."


Alfin berfikir keras dan menganalisa dampak kedepannya.


" JANGAN DULU,DAVID. KITA MASIH TIDAK MEMILIKI BUKTI KUAT UNTUK MEMBUKTIKAN PADA KEN BAHWA ANIN YANG MENDORONG NONA LEE. KITA TIDAK MEMILIKI REKAMAN APAPUN." ujar Alfin.


" Bukti ini sudah kuat ! tunggu apalagi? membiarkan orang bermuka dua itu sama saja bunuh diri ! " umpat David, Ia sangat marah dan tidak menyangka orang sepolos Anin melakukan hal kotor seperti ini.


" ANIN ADALAH SAUDARANYA KEN ! JIKA KITA MENUDUH SAUDARANYA TANPA BUKTI,ITU HANYA MEMBUAT PERPECAHAN ! TERLEBIH LAGI NONA LEE SENDIRI YANG MENUTUPI AIB ANIN, ITU SEMAKIN MEMPERSULIT DAN MENGIRA KITA MEMFITNAH ANIN. Juga Aku yakin, Nona Lee tidak akan membiarkan Kita mengatakan yang sebenarnya. " ujar Alfin.


" BAIKLAH, AKU AKAN BILANG INI KEPADA YAURA. BIAR YAURA SENDIRI YANG MENYELIDIKI KASUS KAKAKNYA DAN MEMBUKTIKANNYA PADA KEN. DENGAN CARA ITU, KEN AKAN PERCAYA. " David begitu ngotot untuk membongkar kebusukan Anin.


" Jangan bodoh ! Jika Yaura tahu bahwa ada seseorang yang menjadi ular berbisa,terlebih lagi mencelakai Keluarganya ,itu sangat berbahaya ! Yaura memiliki trauma dan Aku yakin... bukan menyelidiki, tetapi DIA AKAN MENEMBAK KEPALA ANIN TERLEBIH DAHULU. Jangan membangkitkan kenangan buruknya, Ken sudah susah payah menyembuhkan depresi Istrinya." Alfin menjelaskan dan membuat David mengerti.


" Jadi Kita hanya diam saat mengetahui kebenaran begitu? " tanya David.


" KASIH ANIN SATU KESEMPATAN LAGI, LALU KITA HARUS MENCIDUK PERBUATAN KEJINYA DI DEPAN MATA KEN DAN MENUNJUKKAN KEPADA SEMUA ORANG BAHWA ANIN ITU MEMILIKI TOPENG. MULAI SEKARANG, KITA HARUS MENGAWASI DUA ORANG,YAITU ANIN DAN.. " ujar Alfin.


" Dan siapa? " tanya David.


" LOLLY. AKU YAKIN LOLLY TAU TENTANG HAL INI. KITA AWASI DIA DAN MENCURIGAI SETIAP GERAK-GERIKNYA " saran Alfin.


Menyaring omongan Alfin dan menelaahnya dengan teliti,


" Baiklah. Satu kesempatan terakhir untuk Anin. " David mengepalkan kedua tangannya. Ia masih ingat bagaimana Nona Lee terperosok.


*


*


Alex memata-matai keadaan Lolly yang sampai sekarang tidak keluar kamar dengan alasan tidak enak badan.


" Robin bilang Lolly tidak enak badan. Aku tidak percaya.. " Alex melangkah menemui seseorang yang patut Ia tanyai.


Pantai


Bukannya menghampiri Anin, yang notabennya Kakak Lolly, Alex justru menghampiri Ken yang sedang mengobrol dengan Zayn. Karena Alex berfikir tangisan Lolly semalam adalah penyebabnya.


" Aku ingin berbicara denganmu. " tanya Alex dengan nada yang begitu serius hingga membuat Zayn dan Ken sontak memandang.


" Ken? atau Aku? " tanya Zayn, karena perkataan Alex sangat ambigu.


" Aku menanyakan sesuatu padamu,Ken." ucap Alex yang membuat Para Wanita yang mendelik. terutama Yaura yang sangat sensitive jika tentang rahasia.


Tahu betul sahabatnya,tanpa banyak berkata apapun,Ken beranjak dan pergi bersama Alex ke sudut sana.


" Katakan. " Ken memperhatikan ekspresi Alex yang sangat cemas.


" APA KAU YANG MENAMPAR LOLLY? " tanya Alex, tatapannya begitu dingin.


Alex diam dan memperhatikan sikap Ken.


" Benar juga, Ken tidak mungkin melakukannya. "batin Ken.


" Itu tamparan,Ken.. semalam juga Dia menangis,matanya sangat sembab, Aku sendiri yang melihatnya. Dan Aku rasa ada sesuatu yang Dia tutupi, Kau tahu bukan? Lolly sangat ceria,jadi rasanya sangat aneh Dia menangis seperti semalam. Bahkan sekarang Dia membuat alasan tidak enak badan. Aku mengira Kau menamparnya karena suatu hal. " tutur Alex yang membuat Ken terdiam dan terkejut secara bersamaan.


" Menangis? Lolly menangis? " tanya Ken.


" Iyah, jika Kau ragu,tanyakan saja pada Zayn, Dia sempat melihatku dengan Lolly semalam. saat ada Zayn, Lolly mengusap air matanya dan pergi begitu saja. Aneh.. " ujar Alex , sungguh walaupun Ia dan Lolly selalu bertengkar, tapi rasanya sangat tidak tega melihat Wanita Se-ceria Lolly menangis.


Tidak ingin terjadi sesuatu dengan Keluarganya,


" Baiklah,Aku akan menemui Lolly sekarang." Ken langsung pergi dan melangkah menemui Lolly.


" Semoga Dia bisa mengatakan masalahnya kepada Ken, agar tidak menangis seperti semalam. Sungguh Aku tidak tega melihatnya sedih seperti itu.. " Alex mengusap kepalanya dengan kasar , dan tanpa sadar Ia sangat mengkhawatirkan Lolly.


Kamar Lolly


Mengaku tidak enak badan, Lolly ternyata sedang termenung di jendela. Ia menatap laut lepas dengan mata yang masih melukiskan banyak kesedihan.


" Aku benci jika mengingat kenyataan. " ucapnya.


Tokkkkk tokkkk tokkk


" Sudah Aku bilang,Aku tidak enak badan,Robin ! " ucap Lolly yang Ia sangka adalah Robin, karena sedari tadi Robin selalu mengganggunya.


" INI AKU,LOLLY. " saut Ken dari pintu.


Deg !!! Lolly membulatkan mata saat mendengar suara Ken.


" Kak Ken? " Lolly membulatkan mata,karena jarang sekali Ken menemuinya di Kamar. Ia langsung berlari ke Ranjang dan berpura-pura tidur.


" Masuklah Kak Ken.. " lirih Lolly dengan suara pelan,seakan Dia benar-benar sakit.


Ken membuka pintu dan melihat Lolly yang sedang rebahan di ranjangnya.


" Aku mendengar Kau sedang sakit.. Apa Bibi Arum sudah memberimu obat? " tanya Ken sembari mendudukkan dirinya di tepi ranjang, Ia mengamati raut wajah Lolly yang terkesan ketakutan.


Lolly bangun dan melebarkan senyumannya,


" Sudah,Kak. Mmmmm dimana Yaura dan Evelyn? " Lolly mencoba bertingkah biasa saja.


" Sedang bermain. " ucap Ken,


" Apa Kau ada masalah Lolly? ceritalah pada Kakak.. " sambung Ken, Ia menatap Lolly dengan tatapan dalam. Karena bagaimanapun, Ia tahu bahwa Lolly dan Anin adalah korban Broken Home.


Degg !!! Lolly tersentak, fikirannya kacau.


" Tidak.. Aku baik-baik saja,Kak. Aku malah merasa sangat bahagia dan senang, Kak Ken ini aneh sekali😅 " Lolly tertawa.


" Jangan berbohong,Lolly. Kakak tahu Kau menangis semalam. Katakan,Kau ada masalah apa? dan tamparan ini... Siapa yang menamparmu?.. " lirih Ken dengan lembut, Ia mengelus pipi Lolly sejenak sembari memastikan apakah bekas tamparan atau memang terjatuh.


Masih kecil dan mudah ketakutan,membuat Lolly gemetar bukan kepayang. Fikirannya sudah berpusat pada Sang Kakak, yaitu Anin. Lolly berfikir bahwa Ken sudah mencurigai Kakaknya.


Hugggggggggggggg Lolly memeluk tubuh Ken dengan erat.


" Kak Ken... AKU MERINDUKAN IBU DAN AYAH.. " Lolly meneteskan air mata, kesedihan terlihat jelas dari manik matanya.


Deg !!!! Ken tersentak, matanya seketika berkaca. entah kutukan Tuhan atau memang takdir, kenapa Semua Orang Tua dari Keluarga Mereka tidak ada yang baik, semuanya Penganut Aliran Setan. Keluarga Lolly dan Anin Broken Home, Keluarga Dirinya dan Evelyn adalah seorang Pembunuh.


Hugggggggg Ken membalas pelukan Lolly. Ia seketika sadar bahwa Lolly juga masih butuh perhatian dari seorang Ibu dan Ayah.


" Jadi ini alasan Kau menangis semalam? " lirih Ken sembari mengelus kepala Lolly dengan penuh kasih sayang.


" Iyah Kak hikssssssssssss " Lolly semakin mengisak dan ketakutan jika yang Ia bayangkan itu menjadi kenyataan. terlebih lagi Ken sudah seperti Kakak sendiri bagi dirinya.


" Sudah jangan menangis.. Kau ingin bertemu dengan Kedua Orang Tuamu? Kak Ken akan mendatangkan mereka malam ini juga.. " tanya Ken sembari menahan air matanya. Sungguh Ia tidak tega melihat Wanita dari Anggota Keluarga selalu kekurangan kasih sayang dari Orang Tua. Apalagi semacam Evelyn dan Lolly yang menurutnya masih kecil dan belum siap berdiri sendiri tanpa dukungan Orang Tua.


" JANGAN KAK ! JANGAN ! AKU TIDAK INGIN MELIHAT MEREKA ! " Lolly melepaskan pelukan, tatapannya menajam. Ingatan tentang kebusukan Orang Tua nya masih melekat di dalam memori otaknya.


Tidak berfikir negatif apapun, Ken percaya kepada Lolly bahwa penyebab menangisnya Dia semalam adalah merindukan Kedua Orang Tuanya, bukan hal lain. Ia pun terus membujuk Lolly agar mengizinkan Orang Tuanya datang ke Maldevis untuk menghilangkan kerinduan.


" Tidak perlu,Kak.. lebih baik Aku bermain dengan Evelyn dan yang lain agar emosiku stabil kembali. " Evelyn mengusap air matanya dan tersenyum manis.


Hugggggggggggggg Ken kini memeluk Lolly dan memberinya semangat.


" Kau sudah seperti Adikku sendiri,Lolly. Aku tidak pernah membedakanmu dengan Evelyn, Kau dan Anin adalah KELUARGAKU SEPENUHNYA. Masalahmu adalah Masalahku. Jadi jika Kau ada masalah, ceritakan semuanya kepadaku, Kak Ken akan membantumu.. "


" Jangan pernah menangis atau bersedih lagi. Kau berhak bahagia.. Tersenyumlah🤗🤗 " tutur Ken bak seorang Kakak yang menenangkan Adiknya.


Degg !!!!! Lolly sangat tersentuh dengan penuturan Ken. Tenggorokannya tercekat, Ia rasanya tidak mampu berbicara lagi setelah mendengarnya.


" KAK KEN.. TERIMA KASIH BANYAK.. " Lolly memeluk Ken dengan erat, matanya terpejam, setetes air matapun kembali jatuh dari matanya.


*


*


Pantai


Mudah bosan dan tidak tertarik dengan permainan Anak Kecil,membuat Yaura menekuk wajahnya.


" Membosankan. " gumamnya dalam hati.


" Wah sepertinya ular ini sangat licik ! lihatnya, saat Kita sudah sampai di atas , ular ini selalu membuat Kita turun dan kalah ! " gerutu Nona Lee yang tak kunjung menang,hingga membuatnya kesal bukan kepalang.


" Iyah ! Aku juga tidak menyukai ular ini ! Dia ini sangat licik dan menghanyutkan ! Aku akan mengurungnya di Kandang ! " maki Evelyn, jarinya meremas-remas papan ular tangga.


" ULAR LICIK DAN BERBISA SEPERTI ITU, PANTASNYA DI LENYAPKAN DAN DITEMBAK MATI ! MEREKA BERMUKA DUA, BAIK DI DEPAN, MENUSUK DI BELAKANG. MELAKUKAN CARA APAPUN AGAR KITA KALAH, JADI SUDAH SEPANTASNYA MEREKA MATI. " lirih Yaura. Ekspresinya yang datar, ucapnya yang tegas dan tidak berbelit-belit membuat Siapapun yang mendengarnya akan ketakutan, terutama ANIN,yang langsung menoleh ke arahnya.


" Siapa Kau bicarakan,Yaura? " tanya Anin.


" Orang bermuka dua. Jika Kalian menemukan orang seperti itu, jangan pernah mengampuninya. " Yaura flasback.


Deg !!!!!! Anin langsung membuang pandangannya ke sembarang arah. Matanya memerah dan berkaca saat mendengar perkataan Yaura,itu seperti sebuah peringatan untuk dirinya.


" Baiklah. Kita hentikan permainan ular ini. Aku sangat takut mendengar nasehatmu. " Nona Lee tersenyum, dan menatap Adiknya yang sangat sensitive.


" Kau membuat bulu kudukku merinding,Yaura. " Evelyn memperhatikan bulu kuduk tangannya yang berdiri karena ketakutan atas perkataan Kakak Iparnya tersebut.


" Biasa saja. Baiklah.. Aku permisi kedalam sebentar.. " Yaura tersenyum sembari berdiri.

__ADS_1


Disaat bersamaan, datanglah Alfin dan David dari arah sana hingga membuat Evelyn girang.


" Kakak Abdi Negara.. Kemarilah..Kita bermain.. " Evelyn melambaikan tangannya. Karena jujur, Ia masih ingin bermain ular tangga.


" Iyah tunggu sebentar,Evelyn. " saut David.


Vino yang sedari tadi memainkan ponsel Kekasihnya pun sangat terkejut saat melihat notifikasi mbanking.


" SAYANG, ASTAGA.. 10 TRILIUN !!! " ucap Vino yang membuat Para Wanita mendelik ke arahnya.


Tambah bahagia,


" Yeay !!! Kakak sudah mentransfernya. Astaga.. Astaga.. Aku bahagia sekali,Vin.. " Evelyn memeluk Vino dengan erat.Bak seorang anak kecil yang dikasih permen.


" KAU BUAT APA MEMINTA UANG SEBANYAK INI PADA KAKAKMU? " heran Vino. karena seperti apa yang Ken katakan, Evelyn jarang sekali meminta uang cash dalam jumlah diatas 1 Triliun.


Meskipun Orang Kaya, tapi Nona Lee tetap tercengang dengan apa yang baru saja Ia lihat.


" A-A-APA? 10 TRILIUN SEKALI TRANSFER? ASTAGA.. AKU TIDAK MENYANGKA KEN SEGAMPANG ITU MENGELUARKAN UANG DALAM JUMLAH BESAR. " puji Nona Lee yang didengar David.


" 10 Triliun bagi Ken mungkin tidak seberapa." saut David sembari mendudukkan dirinya disamping Nona Lee.


" KAU MAU MEMBELI APA LOLLY UANG SEBANYAK ITU? " sambar Anin yang juga sedang bersebelahan dengan David.


" RAHASIA. KALIAN TIDAK BOLEH TAHU. MMMM LAGIPULA 5 TRILIUNNYA ITU UNTUK YAURA,BUKAN SEPENUHNYA UNTUKKU. " Evelyn bertingkah seperti seorang yang paling beruntung di Dunia, Ia sangat bahagia dan senang.


" Jujurlah.. Kau mau beli apa? Aku curiga denganmu.. " Vino menatap Kekasihnya itu dengan penuh selidik.


Menurut,


" BERLIAN MURNI.. " bisik Evelyn di telinga Kekasihnya.


" Benarkah? tetapi minggu lalu baru saja membeli berlian.. itu membuang uang,lebih baik Kau gunakan untuk Perusahaan. " saran Vino sembari mengelus pipi Evelyn yang sangat mulus dan gembul.


" Tidak. " tolak Evelyn.


David melirik ke arah Anin, tangannya mengepal saat mengingat bahwa Anin sengaja mendorong Nona Lee. Ingin rasanya Ia berbicara didepan semua orang dan mengungkap semua kebenarannya.


" JIKA SAJA KAU BUKAN SAUDARI DARI KEN, AKU SUDAH MENEMBAK KEPALAMU,ANIN." sumpah David.


Nona Lee yang memperhatikan ekpresi David pun nampak kebingungan.


" Kau kenapa,David? " tanya Nona Lee.


Tersadar,


" Tidak apa-apa. " David tersenyum kecut.


Karena Alfin tidak ikut bergabung,


" Mmmmmm David, Apa Kau melihat Lisya? " tanya Anin yang juga ingin akrab dengan seorang David.


" Tidak. " singkat David dengan nada acuh hingga membuat Anin nampak menarik nafasnya dalam-dalam.


" Ohhh.. Aku kira Kau melihatnya.. " Anin tersenyum.


" Baiklah..mari Kita lanjutkan permainannya.. " sambung Anin sembari membereskan permainan ular tangga.


Nona Lee mengamati respon David.


" David ini kenapa? sikapnya tidak seperti tadi pagi.. " lirih Nona Lee dalam hati.


*


*


Lebih suka menyendiri, Yaura berjalan mengelilingi area Resort. ekor matanya tidak sengaja menangkap tempat favoritnya,yaitu Gereja.


" Sudah lama Aku tidak mengunjunginya.. " Yaura tersenyum bahagia. Ia begitu semangat memasuki tempat ibadah yang membuatnya selalu tenang.


Lain hal,


Ken akhirnya bisa membuat Lolly tenang dan membawanya keluar.


" Wahhh Lolly. Akhirnya Kau keluar kandang." teriak Evelyn.


" Kau kira Aku Ayam?! "sentak Lolly. Iyah, Dia kembali seperti Lolly biasanya yang selalu ceria.


Merasa kurang,


" Dimana Yaura? " tanya Ken pada semua, Ia baru menyadari bahwa Sang Istri tidak ada.


" Tadi pamit kedalam Ken.Mungkin di kamar.. " jawab Nona Lee.


" Terima kasih. " Ken kembali kedalam untuk mencari Istrinya.


Ia mencari Istrinya ke kamar namun tidak ada, di Kamar Lisya pun tidak ada. Ia mencari ke Kamar Lisya,karena hanya Lisya lah yang tidak ikut bergabung selain Sang Istri. Di Area A,C dan D pun Ia cari namun tetap tidak ada.


" Astaga.. ditinggal sebentar saja menghilang. " Ken menyoroti sekitar.


" Pelayan, Apa Kau melihat Istriku Yaura? Rambutnya hitam terurai,memaki baju hitam lengan panjang. " tanya Ken kepada setiap Pelayan yang bertugas. Ia sangat panik dan takut terjadi apa-apa.


" Kau mencari Siapa? " tanya Zayn yang kebetulan lewat.


" Kau melihat Yaura? Aku tadi mencarinya tetapi tidak ada. " Ken sangat cemas hingga membuat Zayn menyadari bahwa Ken sangat mencintai Istrinya.


" Tenanglah. Ini Maldevis bukan Kota Biasa ! jangan berfikir buruk. " ujar Zayn sembari menepuk pundak sahabatnya.


" Baiklah ayo..Aku akan membantumu mencarinya. " sambung Zayn.


Setelah mencari kesana-kesini tidak ketemu, Ken dan Zayn pun hendak menghubungi pusat informasi,namun..


" Ken.. bagaimana Lolly? " tanya Alex to the point, Ia menghadap langkah keduanya.


" Dia baik-baik saja. Hanya merindukan orang tuanya. Alex apa Kau melihat Istriku? " tanya Ken.


" Yaura ada di Gereja sejak tadi. Aku melihatnya masuk kesana.. " tutur Alex.


Tetap takut terjadi apa-apa, Ken mengajak Zayn untuk ikut.


Gereja


Ken dan Zayn membuka pintu Gereja lalu melangkah bersamaan. Melihat dari kejauhan ada seorang Wanita berambut panjang sedang berdiri memanjatkan doa, membuat Ken mengelus dadanya dan menghela nafas.


" Syukurlah.. detak jantungku hampir berhenti. "


" Kau terlalu berlebihan, Brengsek ! detak jantungku hampir berhenti karena melihatmu panik ! " umpat Zayn yang ikut panik karen Ken😅🤣.


Tidak memperhatikan apapun, Yaura sibuk mengatupkan tangan dan memejamkan mata, Ia sangat khusu berdoa pada Tuhannya.


" Sampaikan rasa rinduku kepada Ayah dan Ibu, Tuhan.. beri mereka kebahagiaan disisimu.. "


" Juga.. lindungi semua orang yang berada di sekelilingku, jangan membiarkan mereka terluka sedikitpun, terutama... SUAMIKU,KEN.. " lirih Yaura dalam hati.


Ken tersenyum melihat Istrinya khusu berdoa. Ia sudah faham dan hafal bahwa Yaura sangat taat.


Menyadari ada orang lain, terlebih lagi Ia merasa ada aura Suaminya membuat Yaura semakin memanjatkan doa tentang keselamatan Sang Suami.


Melihat Tuhan, Ken mengatupkan tangannya.


" KENAPA KAU MENGATUPKAN TANGAN? " tanya Zayn pada Ken,karena Ia heran melihat Sahabatnya itu berdoa😅.


" TENTU AKU MAU BERDOA BODOH! MASA MAU BERENANG ! KAU INI SAMA SAJA SEPERTI ROBIN ! " decak Ken yang merasa Zayn dan Robin sama bodohnya.


" Kau berdoa😨? " tanya Zayn yang sepertinya sangat Syok melihat Ken berdoa.


" Tentu. YA WALAUPUN AKU SEBENARNYA TIDAK TERLALU BERIMAN 😅🤣" celetuk Ken yang membuat Zayn menahan tawanya. karena Ia juga sangat tahu bahwa Ken tidak pernah berdoa atau mengunjungi tempat Ibadah.


Bak setan yang selalu mengganggu orang Ibadah, Zayn selalu bertanya pada Ken.


" Sejak Kapan Kau berdoa?😨😅" tanya Zayn.


" Sudah diam ! Angkat tanganmu dan pejamkan mata,lalu berdoalah.." ucap Ken disela doanya, sungguh doanya tidak khusus diganggu oleh Zayn.


" AKU ATHEIS,BODOH ! " celetuk Zayn yang membuat Ken membuka matanya.


"Oh Iyah Aku lupa Kau itu Atheis. tapi tidak papa, berdoalah.. " Ken menyenggol lengan Zayn.


" Konyol. " Zayn memutar bola matanya, karena bagaimana Ia berdoa, jika tidak percaya adanya Tuhan.


Ken dan Zayn terus adu debat hanya karena perkara berdoa.


Berisik dan sangat mengganggu hingga membuat Ibadahnya tidak khusu,membuat Yaura membuka mata dan menurunkan tangannya.


" APA KALIAN TIDAK BISA DIAM ?. " Yaura berbalik badan lalu menatap Suaminya dan Zayn bergantian, bak seorang guru yang memarahi muridnya. Kharisma Yaura memang tak diragukan lagi, omongannya santai namun menusuk.


Ken dan Zayn membulatkan mata saat disentak Yaura.


" I-iyah Kami minta maaf. " jawab Ken terbatah, Ia takut Istrinya marah dan mengusirnya dari Kamar lagi😅🤣.


Zayn yang baru melihat cara bicara Yaura pun langsung diam tak bergeming.


" Su-suami mu ini memaksaku berdoa,sedangkan Aku adalah Atheis. Salahkan dia. " ujar Zayn yang tidak ingin disalahkan.


" HEI ! " sentak Ken pada Zayn, Ia tidak terima dituduh sendirian😅🤣.


" Diam ! Kalian ini benar-benar .. Jangan bercanda atau membuat keributan di hadapan Tuhan,itu tidak baik. " Yaura memberikan petuah kepada Anak Bandel.


Ken dan Zayn saling melirik seakan memberi kode bahwa mereka sudah tidak bisa melawan seorang Singa.


" Berdoalah sekarang,Aku juga sama pendosa. Berdoalah untuk orang disekitarmu ! Tuhan tidak akan menolak Doa yang baik. " ujar Yaura lalu kembali berbalik badan dan melanjutkan doanya.


" Iyah Sayang.. " Ken mencoba membaiki Istrinya.


Zayn yang memang tidak percaya Tuhan, Ia hendak berbalik badan dan meninggalkan Gereja,namun..


" APA KAU TIDAK INGIN BERDOA UNTUK ORANG KAU SAYANGI,ZAYN? " ucap Yaura tanpa memandang Zayn.


Deg !!!!! Perkataan Yaura menghentikan niatnya.


Ingatannya terbayang wajah Wanita yang lenyap di pelukannya.


" Baiklah.. Aku menyanyangi Kalian, dan Aku akan berdoa untuk keselamatan Kalian berdua. " tutur Zayn sembari menundukkan pandangannya.


Ken yang tahu masa lalu Zayn pun seketika flasback saat dimana Ia jatuh terpuruk karena kematian Yaura.


" Aku merasakan apa yang Kau alami. "


" Berdoalah.. " lirih Ken tatapannya begitu sendu.


Yaura yang kembali melanjutkan doanya pun menjadi pacuan Zayn untuk mengatupkan tangannya dan memejamkan mata.


" Aku tidak akan pernah percaya kepadamu, sampai kapanpun. untuk pertama kalinya Aku memanjatkan doa dihadapanmu. "


" Jika Kau memang benar ada, tunjukkan kekuatan dan keajaibanmu. "


" Pertemukan Aku kembali bersama Wanita yang sudah tenang di Alam mu. Jika Kau menunjukkannya di hadapanku, BARU AKU AKAN MEMPERCAYAIMU. " ucap Zayn, tenggorokannya seakan tercekat ketika menggaungkan doa mustahil di hadapan Tuhan.


*


*


Kamar Nona Lee


Takut ketahuan, Lisya buru-buru menaruh sepatu Nona Lee kembali.


" Aku akan membongkarnya nanti malam ! " sumpah Lisya, tangannya terkepal.


Tiba-tiba


Ceklekkkkkkkk pintu kamar terbuka.


" Lisya.. Kau disini? " tanya Nona Lee yang heran kenapa Lisya masuk ke kamarnya.


" Barangku ada yang tertinggal disini Nona Lee. Aku berusaha mencarinya.. Maaf Aku tidak meminta izin kepadamu terlebih dahulu.. " Lisya berusaha santai dan tidak gelagapan.


Sejatinya suka berfikir positif,


" Oh iyah lupa,Kau semalam tidur bersamaku, jadi mungkin ada yang tertinggal. baiklah Lisya, temukan apa yang ingin Kau cari.. " ujar Nona Lee sembari melebarkan senyum manisnya.


Berpura-pura,Lisya pun mencari sesuatu. Ia mondar mandir kesana kemari untuk menutupi kecurigaan.


*******************


Jangan lupa like dan votenya yah


Jangan lupa kritik dan sarannya juga♥️

__ADS_1


__ADS_2