
Ken terdiam .
" Katakan Ken kenapa ?.. Kau bilang Karena Kau membenciku begitu? Benci itu ada alasan ,kenapa Kau begitu membenciku ? " tutur Yaura dengan begitu lembut .
" Kau sudah tahu jawabannya " ucap Ken dengan singkat .
" Iyah.. Aku sudah tahu jawabannya " lirih Yaura dengan lembut dan menatap mata suaminya .
" Apa ? .." tanya Ken .
Terdiam
" Katakan .. " ulang Ken .
" Untuk apa Kau melibatkanku dengan hubungan Kalian ? "
" Apa maksudmu ? " Ken menyeritkan dahinya .
" Bukankah Bianca Tunanganmu ? "
Mendengar ini, Ken melepaskan cengkraman tangannya .
" Dari mana Kau mengetahuinya? " tatapannya begitu dingin .
Tak ingin memperpanjang pembicaraan , Yaura segera berlalu dari hadapan Suaminya . Ia melangkahkan Kaki ke Ruang Ganti lalu ke Kamar mandi untuk mengganti Pakaian yang basah karena Hujan .
Ken masih mematung ,
"Apa Bianca yang memberitahunya ?"
30 menit berlalu, keduanya sudah berganti pakaian .
Ken mendudukkan dirinya di soffa, sedangkan Yaura sibuk mencari sesuatu di Kotak Obat .
" Minum ini, dan minumlah air hangat .. " Ia menyodorkan sebuah obat herbal tolak angin dan air putih hangat .
" Tidak perlu. Kau lebih membutuhkannya "
" Aku sudah meminumnya . minumlah, Aku takut Kau masuk angin, juga maafkan Aku telah merepotkanmu " Yaura mendudukkan dirinya di samping Ken .
" Jangan pernah mencampuri urusan pribadiku ." ucap Ken dan menatap Yaura dengan sangat dingin .
" Aku tidak tertarik untuk hal seperti itu "
" Lalu untuk apa Kau mencari tahu tentang kehidupanku jika memang tidak tertarik . Jangan melewati batasanmu ! " Ken mengambil obat tolak angin dari tangan Istrinya , lalu meminumnya.
" Bianca yang mengatakannya . Aku hanya tidak enak hati, secara tidak langsung Aku sudah melibatkan diriku sendiri . Kau tenang saja, Aku tidak akan mencampuri urusan Pribadimu atau melewati batasanku "
" Jika Suami Istri saja masih bisa bercerai , apalagi yang masih bertunangan. Kau punya logika untuk menganalisa, bukan Hati . semakin menggunakan Hati mu, saat itu pula Kau menjadi seseorang yang mudah dibodohi oleh Orang lain. Lupakan tidak enak hati, sejujurnya hubungan Kami sama sekali tidak melibatkanmu ! " Ken beranjak dan keluar kamar .
Setelah mendapat jawaban menohok,membuatnya berfikir keras .
" Dia benar, kenapa Aku harus repot-repot mencari tahu tentang kenapa Ken menikahiku, kenapa Dia membatalkan pernikahan dengan Bianca. Ah Sial ! Tugasku kesini untuk misi, bukan mencari tahu tentang mereka semua " umpatnya seraya merebahkan diri .
Cuaca malam ini mungkin sedang buruk, Hujan begitu deras dan petir yang terus menyambar tanpa henti .
Ruangan Pribadi
Ken masuk ke ruangan pribadi Ayahnya untuk mencari sesuatu , matanya terus menyorot pada Bindex Dokument yang tersusun rapi di Rak .
" Kenapa Aku tidak menemukannya " lirih Ken seraya memeriksa semua dokument .
tiba-tiba
Lampu padam .
" dan sekarang lampunya padam. " decak Ken dan segera menyalakan torch pada ponselnya .
Seseorang datang ,
" Tuan , Saya sudah menghubungi petugas PLN . ternyata ada kerusakan pada Gardu Induk , ini akan memakan waktu lama " tutur Pengawal .
" Apa Rumah Ini tidak punya Genset ? " singkat Ken seakan menyindir sang pengawal .
" Ba-baik Tuan , Kami akan menyalakannya " Pengawal itu pun segera pergi .
Terdengar suara teriakan Evelyn dan Bianca dari Kamarnya,Ken pun segera menghampiri.
Kamar Evelyn
Ken datang dengan lampu senter yang Ia dapat dari Ruangan tadi
" Keluarlah, Kita ke Lantai bawah "
" Kakak ! " Evelyn beranjak dan melangkah ke arah Kakaknya .
" Ken , Aku takut " lirih Bianca dengan manja dan meraih lengan Ken .
Hendak melepaskan tangan Bianca,
" Jangan melepaskannya Ken, satu kali ini saja. Aku sangat trauma dengan pemadaman " Pinta Bianca .
Ken pun menuruti permintaan mantan tunangannya .
" Evelyn Ayo turun, ambil lampu senter di laci "
" Perasaan Aku mencarinya tidak ada, sekarang ada " lirih Evelyn seraya mengambil lampu senter dari laci nya .
Mereka pun keluar dan segera turun ke Lantai Bawah.
" Berhati-hatilah " ucap Ken kepada Bianca dan Evelyn saat menuruni anak tangga .
" Apa Kau tidak menyalakan Gensetnya Ken? " tanya Bianca yang terus menggandeng lengan Ken .
" Pengawal sedang melakukannya "
tiba di Lantai Bawah, Ken segera menyuruh pengawal untuk menjaga kedua wanita tersebut. petir terus menyambar tanpa henti,
" Aku ke atas dulu, jangan kemana-mana " perintah Ken kepada mereka .
" Kakak mau kemana ? Aku sangat takut Kak " Evelyn merengek dan menarik tangan Kakaknya .
" Tenanglah.. Yaura masih di atas " ucap Ken dan menyingkirkan tangan adiknya lalu segera menaiki anak tangga .
" Yaura ! Yaura ! Yaura ! kenapa harus mengkhawatirkannya . Menyebalkan " Evelyn memutar bola matanya dan berdecak kesal .
" Tenanglah , bukankah Ken memang peduli dengan semua orang ? tidak perlu sekesal itu Sayang .. " lirih Bianca seraya mendudukkan dirinya di soffa.
Evelyn mengarahkan lampu senter ke Wajah Bianca.
" Woww . Kau juga membelanya ? "
" Tidak .. tetapi Aku rasa Yaura sudah sadar diri " Bianca menarik sudut bibirnya saat mengingat perkataan Yaura di Pemakaman Duka.
" Tidak ada sejarahnya seorang Wanita Malam sadar diri " Evelyn mendudukkan dirinya di soffa.
Kamar Ken
Ken mengarahkan lampu senter ke soffa ,
" Bagaimana bisa seseorang tidur nyenyak disaat keadaan begini " Ken menghampiri Istrinya.
" Yaura bangunlah.. "
" Silau Ken, jauhkan lampunya " lirih Yaura seraya menutupi wajahnya dengan telapak tangan , karena sorotan lampu senter membuatnya silau .
" Ayo turun . Bangunlah .." Ken menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Istrinya.
" Kau saja yang turun "
" Sedang ada pemadaman , petir juga menyambar apa Kau tidak takut ? Ayo bangunlah " Ken menarik tangannya .
Yaura pun bangun .
" Aku tidak takut "
" Aku yang takut ! sudah Ayo turun . Ini sandalmu " Ken memakaikan sendal pada kaki Istrinya .
" Seperti Cinderella , sini Aku saja " Yaura mengambil alih sandal dari tangan suaminya .
" Tidak ada sejarahnya Cinderella berbentuk Nenek Sihir " celetuk Ken .
" Kalau Aku benar-benar menjadi Nenek Sihir, maka orang pertama yang akan Aku sihir menjadi Kurcaci adalah dirimu . "
Ken pun meraih tangan Yaura dan menuntunnya menuruni anak tangga .
dorrrr suara petir menyambar dengan begitu kencang.
" Kau tidak takut ? Biasanya Wanita akan berteriak "
" Berlebihan "
" Sepertinya Kau bukan seorang Wanita Tulen" celetuk Ken .
" Lalu apa ? transgender ? "
" Jelmaan Ular " ucap Ken yang terus memandangi wajah Yaura dari remang-remang lampu senter.
dann
" AWWWWWWW ! " pekik Ken kesakitan karena kakinya diinjak oleh Istrinya .
Tanpa rasa bersalah, Yaura berjalan mendahului Ken begitu saja .
" Benar-benar Wanita Jelmaan Ular ! sudah menginjak Kaki Orang tidak meminta maaf pula " umpat Ken seraya memegangi sebelah kakinya .
Mereka pun kini berkumpul di Lantai Bawah , Yaura mendudukkan tubuhnya di soffa.
Ken masih berdiri dan menelfon pengawal yang berada di Ruang Genset .
" Apa Kau sedang tertidur disana ? Cepat nyalakan Gensetnya "
" Tuan, ada sedikit masalah pada Gensetnya . Ntah kenapa tidak mau menyala " tutur pengawal dari telfon .
" Sepertinya Kau yang sedang bermasalah . Menyalakan Genset saja tidak bisa " Ken berdecak kesal dan mematikan telfon .
__ADS_1
" Kalau dalam keadaan gelap begini , Aku jadi ingat saat menyiapkan Candlelight Dinner untuk Kakak dan Kak Bianca " ucap Evelyn seraya tersenyum kepada Kakaknya .
Yaura dan Ken mendelik ke arahnya .
" Jangan bilang begitu Evelyn .. Kau mengingatkanku " timpal Bianca seraya tersenyum .
seseorang datang,
" Tuan , Gensetnya mengalami malfuncion " ucap Robin.
" Apa pengawal masih berada disana ? "
" Iyah Tuan " ucap Robin .
Mendengar ini,
" Aku sudah banyak berlatih tentang Kelistrikan dan BOM . apa bisa diaplikasikan pada Genset ? Komponen dan rumusnya mungkin hampir sama . Tapi rasanya sangat lucu .. " lirih Yaura dalam hati .
" Kalian tunggu disini " ucap Ken .
" Ken .. Aku ikut " lirih Yaura dan berdiri .
Evelyn dan Bianca menoleh ke arahnya.
" Untuk apa Kau ikut ? Sudah disini saja, biar Ken yang memperbaiki semuanya " ujar Bianca .
" Ayo " ujar Ken .
Yaura pun melangkah mengikuti suaminya .
Ruang Bawah Tanah
Genset berada di Ruang bawah Tanah , beberapa pengawal sedang memperbaiki .
" Hati-hati " Ken menghalangi kepala Yaura yang hampir terbentur tembok dengan telapak tangannya .
Kemudian Ia mengarahkan senternya ke Bagian Inti Genset .
" Minggirlah .. " perintah Ken . Pengawal pun mundur , Ia mengamati bagian mana yang bermasalah atau malfuncion .
Yaura mendekat ke arahnya, dan mengamati Bagian Inti Genset.
Mengamati
Mengamati
Mengamati
" Ken .. Wire Black White pada connector arus sepertinya tergores , salah satu core nya putus . Lihatlah " Yaura menyipitkan matanya saat melihat salah satu wire atau kabel corenya keluar dari insuline .
Ken pun melihat bagian yang disebutkan Istrinya .
" OFF kan terlebih dahulu mesinnya, Kau bisa terkena arus jika Kau menyentuhnya "
Pengawal pun menekan tombol OFF pada mesin Genset .
" Maafkan kami Nona, kami lupa " ucap Pengawal.
" Connector Daya nya juga mengalami Malfuncion " lirih Ken .
" Bolehkah Aku menyentuhnya ? " tanya Yaura .
" Apa Kau Alien yang memiliki kekuatan Listrik dan menghidupkan Genset ? " celetuk Ken seraya mengotak-atik wire.
" Terserah Kau saja . Bisakah Kau bergeser sebentar? " pintanya .
Ken pun menuruti permintaan Istrinya.
" Berhati-hatilah .."
Setelah mengamati tidak ada aliran arus yang masih menyala, Yaura segera membuka Fuse Box Genset dan mencopot semua wire yang terpasang dengan alat-alat yang sudah disediakan.
" Apa yang Kau lakukan ? Kau bisa merusak semuanya" ujar Ken.
" Aku yakin Kau mampu membeli Genset yang baru jika yang ini rusak, jadi Diamlah. " tukas Yaura.
" Bisa saja menjawabnya " lirih Ken seraya tersenyum tipis.
Ken dan Para Pengawal memperhatikan Yaura yang sibuk mengotak-atik wire,Ia melakukan manipulasi arus . Dengan sangat teliti dan hati-hati Yaura melakukannya dan begitu terampil menggunakan alat-alat kelistrikan .
15 menit kemudian . Yaura menjauhkan tangannya dari Bagian Inti Genset .
" ON " ucap Yaura .
Pengawal pun mengikuti perintah Istri Tuannya .
dan
Lampu Menyala
Ken dan beberapa pengawal terkejut dibuatnya .
" Hebat Yaura, bagaimana bisa Kau melakukannya ? " Ken bertepuk tangan seraya memandang wajah Istrinya .
" Bukankah Aku Nenek Sihir dan bisa menyihir apapun ? " ucapnya dengan santai seraya mengikat rambut indahnya karena gerah .
Niatnya melawak ,tapi membuat Pengawal ketakutan .
" Ma-maafkan Kami Tuan " para Pengawal menunduk kan kepala.
" Tidak pak, jangan menanggapi omongan Ken . Kalian tetap bekerja " senyum tipis Yaura.
" Baiklah karena Nenek Si.. maksudku karena Yaura yang meminta kalian tetap disini, jadi Aku memaafkan kalian . pergilah " ujar Ken .
Para Pengawal pun melebarkan senyum.
" Terima Kasih ,Tuan .. Nona " Pengawal menundukkan kepala dan pergi .
" Dari mana Kau mempelajari semuanya ? " Ken menyerit heran .
" Waktu sekolah Aku sedikit belajar tentang ini, lagipula di Zaman sekarang semuanya bisa belajar secara otodidak, apapun bisa dipelajari dari Mesin Pencari dan Platform Media Sosial " Yaura menjawab begitu tenang tanpa menimbulkan kecurigaan .
" Cerdas " pujinya .
Hendak pergi, Ken menarik tangan Yaura.
" Mau kemana ? "
" Ke Kamar , ini sudah malam ." jawab Yaura
" Temani Aku dulu, Kau membuatku kedinginan karena mencarimu " ujar Ken dan membawa Yaura ke suatu Ruangan .
Ruangan Bawah Tanah ( Wine )
Ken menyalakan lampu ruangan , dan ..
Mata Yaura membulat sempurna saat melihat foto di dinding ruangan yang dipenuhi oleh foto keluarga dan dirinya di masa kecil .bersanding dengan foto keluarga Reino Bachtiar .
" Ternyata benar apa yang dikatakan Bibi Ratih " lirih Yaura dalam hati, seraya melangkah matanya terus menyoroti semua foto yang terpajang di semua sudut . Botol Wine pun berjejer rapi di ruangan tersebut .
" Kau sangat menyukai Wine ? " tanya Yaura yang mencoba menutupi perasaan terkejut.
" Semua lelaki akan menyukainya " lirih Ken seraya mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi disana .
Mata Yaura terfokus pada Ken Kecil yang nampak begitu imut .
" Apa itu Kau ? "
Ken mengalihkan pandangannya ke foto yang dimaksud.
" Hummm .. Kenapa ? Sangat imut bukan? itulah sebabnya Aku sangat tampan sekarang "Ia memuji dirinya sendiri .
" Tampan darimananya ? Kau sangat amit-amit sekarang " ucap Yaura dengan datar .
" Hei ! " Ken melototkan matanya .
" Aku becanda, Ken . Kau selalu serius "
Ken menghela nafas,
" Ambilkan Wine, Aku butuh kehangatan " ucap Ken seraya menggigit bibir bawahnya .
Tak banyak berkata, Yaura mengikuti perintah suaminya.
" Mana kesukaanmu ? "
" Yang Kau pegang "
Yaura pun mengambil Dua Botol Wine dan menaruhnya di meja .
" Tuangkan .. " Ken memandang wajah Yaura dengan penuh arti .
Yaura menuangkan wine ke dalam gelas dengan sangat sensual dan nampak begitu seksi , Ken yang melihatnya pun tak berkedip .
" Kau mau minum juga ? Ayolah.. ini akan menghangatkanmu " Ia mengambil gelas tersebut lalu meminumnya perlahan .
" Aku tidak terbiasa .. " lirih Yaura dengan lembut .
" Tidak perlu jaga image didepanku " Ken meraih gelas lain dan menuangkan wine kedalamnya .
" Minumlah Yaura, ini permintaan suamimu "
Ken terus menyodorkan wine kepada Istrinya,
" Ini tidak akan membuatmu kehilangan kesadaran . Anggap ini sebagai ganti karena Aku tidak pernah menuntutmu untuk memenuhi kewajiban seorang Istri "
Yaura terdiam dan menatap mata suaminya .
" Menyentuh bagian dari dirimu saja tidak pernah, sekalipun itu hanya Bibir . Aku menghormatimu, jadi Kau juga harus menghormatiku " pandangan Ken beralih pada Bibir Yaura yang sangat menggoda .
Mendengar itu ..
" Baiklah " Yaura mengambil alih gelas wine dari tangan suaminya.
Ken tersenyum dan menuangkan kembali wine kedalam gelasnya.
__ADS_1
" Bersulang.. "
" Bersulang .." lirih Yaura seraya menyodorkan gelas dan menyentuh gelas Suaminya .
Menuruti permintaan Ken meskipun ini terpaksa , Yaura segera menenggak gelas wine hingga habis .
" Kenapa Kau menenggaknya sampai habis Yaura ? " Ken terkejut .
" Lalu ? .. "
" Bukan begitu caranya, Kau harus meminum sedikit demi sedikit untuk menikmati cita rasanya, seperti ini " Ken mencontohkan cara minum wine dengan benar, Ia meminum wine dengan sangat perlahan.
" Ayo Kita minum lagi.. " Yaura tersenyum dan menuangkan wine kedalam gelas suami dan dirinya .
" Kau menyukainya ? " Ken segera menenggak Wine yang baru dituang, maklum Cuaca sangat dingin apalagi sempat kehujanan , mungkin ini salah satu cara untuk menghangatkannya .
Yaura terus menuang wine kedalam gelas Ken, 2 botol sudah habis .
" Ken .. Ayo kita ke Kamar " ajak Yaura seraya tersenyum penuh arti .
" Ambilkan Aku satu botol lagi, Yaura " lirih Ken yang sudah mulai sempoyongan karena pengaruh alkohol. Tak banyak berkata, Ia mengambilkan satu botol lagi untuk Ken .
" Toleransinya terhadap alkohol sangat tinggi " lirih Yaura dalam hati .
Satu botol Wine pun sudah habis, total tiga botol yang telah dihabiskan .
" Sudah ini yang terakhir, Aku tidak tega melihatnya " Yaura duduk disebelah Ken yang sedang memegangi kepalanya .
" Ken .. Ayo Kita ke Kamar "
Ken menatap mata Yaura .
" Kenapa Kau begitu cantik ? " lirih Ken ,tangannya hendak meraih wajah Istrinya, tatapannya kosong.
" Syukurlah Dia mulai hilang kesadaran .." Yaura tersenyum .
" Benarkah ? Makadari itu Ayo Kita ke Kamar .. " ucap Yaura yang nampak begitu menggoda.
" Ayo Sayang .. " hendak berdiri, namun sempoyongan .
Yaura memanggil salah satu pengawal untuk membawa Tuan nya .
Kamar Ken
Yaura merebahkan Suaminya di Tempat Tidur dan segera mengunci pintu. Hujan di luar sana masih deras, petir pun kadang menyambar .
Dorrrrrr suara petir
Ken segera terbangun dan duduk dihadapan Yaura yang juga kebetulan ada di Ranjang .
" Kau tidak takut dengan petir ? Ayo kemarilah... Aku akan melindungimu " Ken mengisyaratkan untuk memeluknya .
" Kau tahu apa yang Aku takutkan.. " lirih Yaura .
" Apa ? " Ken berkata sangat imut, karena kehilangan kesadaran .
" Kau menceraikan ku " mata Yaura menyorot tajam, dan menguji Ken dalam kesadaran atau tidak .
" Aku tidak akan menceraikanmu Yaura .. " lirih Ken tatapannya sangat dalam .
Perlahan Ia meraih tangan Yaura .
" Jangan pernah pergi dariku " Ken berkata sangat tulus.
Mendengar ini, membuat Yaura sejenak terdiam dan luluh .
" Ken.. Apa Kau boleh bertanya sesuatu kepadamu ? "
" Katakan.. " Ken meraih pipinya .
" Apakah Kau sangat dekat dengan Keluarga Devano Malik ? Sejak Kapan Kalian mulai berkenalan ? "
" Hanya Itu ? " ujar Ken.
Yaura menganggukkan kepala .
" Kami mengenal mereka sejak lama, Kami sering melakukan perjalanan dan kunjungan bisnis bersama . Ayah dan Tuan Devano sangatlah dekat, sampai-sampai Ayah membangun kembali Gita Hotel dan Rumah Lama Tuan Devano untuk mengenangnya " lirih Ken .
" Bukankah Gita Hotel untuk menaikkan Saham Kalian ? "
" Iyah, tetapi sesungguhnya itu untuk penghormatan Mendiang Tuan Devano , karena Beliau juga telah membantu Ayah menjadi seperti sekarang . Kenapa Kau ingin tahu ? "
" Ohh begitu . Jadi Kalian juga membangun Rumah Lama untuk Bisnis ? "
" Mmmmmmmm bukan seperti itu Yaura , Rumah Lama akan Ayah bangun untuk Kita nanti . Tidak mungkin Kita terus menumpang di rumah ini, jadi nanti Aku dan Kamu akan tinggal disana " Ken tersenyum.
" Sepertinya sangat seru jika Kita hanya tinggal berdua . Ken, Kenapa kalian terus memajang foto Mereka ? padahal mereka bukan Keluarga Kalian "
" Walaupun bukan Keluarga , jika sebuah Ikatan itu kuat , apapun bisa dilakukan. Kami sangat kehilangan Mereka dan merasa terpukul , tidak ada anggota keluarga dari mereka yang selamat , memajang foto adalah Cara Kita untuk melepas rindu " Ken menggenggam tangan Yaura .
Terenyuh,namun logika membuat Yaura kuat .
" Kalian sangat menghargai persahabatan . Aku terkesima "
" Yaura.. " lirih Ken .
" Ketika Aku melihatmu, Aku juga melihat jiwa Mendiang Yaura didalam dirimu "
Mata Yaura berkaca-kaca mendengar ini .
"Be-benarkah ? Apa Aku mirip dengannya ? "
" Mata dan Wajah kalian hampir sama . Kau sangat mirip dengannya " Ken memandang Wajah Istrinya .
" Tetapi Aku bukan Dia " Yaura mengalihkan pandangannya ke sembarang arah .
" Aku bertemu dengan Mendiang Yaura saat Dia masih berumur 6-8 Tahun, Yaura sangat Jutek dan Dingin . Dia sangat marah jika Aku menatapnya dan sepertimu juga, selalu menekuk wajahnya " Ken mengelus lembut pipi Yaura .
" Begitukah ? Lalu setelahnya Kau tidak pernah bertemu ? "
" Tidak, Aku melanjutkan pendidikanku ke Luar Negeri dan sangat jarang kembali ke sini. karena Pelatihan Militer menghalangi semuanya . Kami bertemu terakhir kali di Pemakamannya, saat Jenazahnya mulai disemayamkan " sudut mata Ken memerah.
" Kau menjalani Pelatihan sejak kecil dan sampai sekarang ? "
" Iyah , Aku rutin berlatih disana ..terkadang Ayah memberiku tugas untuk menjaga hubungan Internasional Bisnis "
" Kau sangat hebat . Dimana Kau berlatih ? "
" Kau ingin tahu ? "
Yaura hanya berdehem .
" Kamu maunya dimana ? " Ken tersenyum manis .
Yaura terdiam .
" Yaura , Kenapa Kau sangat cantik ? " sambung Ken yang ntah mengalihkan pembicaraan atau memang tidak fokus karena pengaruh alkohol.
" Aku tidak cantik . Kau bilang Aku seperti Nenek Sihir ? " Yaura tersenyum tipis .
" Kau sangat cantik, sikapmu saja yang seperti Nenek Sihir " Ken menundukkan pandangannya .
" Baiklah Ken , tidurlah .. Ini sudah malam " lirih Yaura yang hendak beranjak .
Namun ..
Ken menarik tangannya .
" Boleh Aku meminta sesuatu padamu ? " pandangan Ken terarah pada bibir Istrinya.
" Apa ? "
Ken menggigit bibir bawahnya dan mengalihkan pandangan ke mata Istrinya, tatapannya begitu dalam .
Sama-sama terbenam dalam pandangan , Ken mulai mendekatkan wajah dan merai tengkuk Istrinya .
" Hanya sekali saja .. Aku mohon .. " bisik Ken dengan lembut .
Hal ini membuat aliran darah Yaura berdesir .
" Apa maksudmu ? "
" Aku tahu, Kau mengerti apa maksudku .. " Ken semakin mendekatkan wajahnya , hembusan nafas mereka mulai berbaur .
" Jangan menolak ... " Ken hampir menyentuh bibirnya .
Namun...
" Ken , menjauhlah Aku sangat mengantuk " Yaura segera mendorong tubuh Ken hingga terbaring di tempat tidur .
" Aku suamimu , Kenapa Kau sama sekali tidak mengizinkanku untuk menyentuhmu " Kepalanya benar-benar pusing dan hilang kesadaran .
Tak menjawab , Yaura merapikan bantal dan posisi tidur suaminya.
" Tidurlah Ken , Kau bisa melakukannya di lain waktu " Yaura tersenyum tipis .
" Benarkah ? Aku pegang janjimu " Ken tersenyum walaupun penglihatannya kini mulai buram.
" Iyah tentu .. sudah , tidurlah " Yaura menyelimuti tubuh suaminya dan mematikan lampu tidur .
" Yaura ! " teriak Ken dalam keadaan terpejam .
" Hummmmm "
" Selamat Malam " lirih Ken .
" Selamat Malam juga, Semoga tidurmu nyenyak " Yaura membalikkan badan dan melangkah .
Ia merebahkan dirinya di soffa .
" Aku hanya minum satu gelas Wine tadi, lalu berpura-pura minum banyak . Dan Ken .. " Yaura melirik ke arah suaminya yang mulai terlelap .
" Aku tega membuatnya hilang kesadaran . Maafkan Aku Ken.. Aku terpaksa melakukan ini padamu "
......................................
__ADS_1
BUTUH SARAN DAN KRITIK
JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSSS