
Ken menundukkan pandangannya,
" Baru kali ini Aku merasa bingung terhadap diriku sendiri " lirihnya dalam hati .
Saat sedang termenung dan menelaah sesuatu, tiba-tiba Robin mengetuk pintu dan berkata bahwa Kevin dan Alex berkunjung ke Rumahnya. Mendengar ini, Ken pun langsung memakai kembali pakaian yang sempat Ia lepas dan segera keluar kamar .
Lantai Bawah
Kevin dan Alex ternyata sedang menikmati secangkir kopi dan cemilan yang sudah dibuatkan Bibi Ratih. Karena sudah dekat sejak lama, mereka pun menganggap Rumah Ken seperti rumahnya sendiri.
Melihat sahabatnya yang mulai mendekat, Kevin dan Alex pun melebarkan senyum dan berdiri.
" Setelah punya Istri, Kau jarang membalas pesan dan tidak mengangkat telefonku. " sindir Kevin seraya memeluk sahabatnya.
" Jangan salah faham, Ponselku hilang " jawab Ken lalu bergantian memeluk Alex.
" Sepertinya Kau sangat betah di Rumah dan jarang menghubungi kami untuk bertemu. Apa service Yaura sangat memuaskan? " bisik Alex ke telinga sahabatnya.
" Menurutmu ? " Ken menaikkan satu alisnya dan tersenyum, kemudian mendudukkan tubuhnya di soffa empuk.
Mereka mengobrol seperti biasanya, membahas tentang pekerjaan, masalah dan lainnya.
" Vino ada di atas, telefon Dia untuk kemari " ujar Ken dan memandang ponsel Alex.
" Kau tidak seceroboh ini sebelumnya, kenapa Ponselmu bisa hilang? " ucap Alex yang begitu menyelidik,Kemudian menelfon Vino untuk turun kebawah.
Ken pun menceritakan alesan kenapa ponselnya hilang dan tertembak , ceritanya persis seperti apa yang baru saja Dia ceritakan kepada Vino dan Evelyn. Ken enggan menceritakan kejadian sebenarnya kepada mereka.
Tak berselang lama, Vino datang seraya membawa 5 botol Wine favorit yang siap dinikmati bersama.
" Kenapa Kau tidak menyuruh Robin untuk membawanya, Bodoh ! seperti pelayan saja. " Ken tertawa.
" Tidak masalah, pecat Robin biar Aku yang menggantikan. Dengan itu, Aku bisa selalu bersama dengan Adikmu. " Vino mengedipkan sebelah matanya, dan menaruh Wine tersebut ke meja.
" Aku dengar Paman Reino akan pulang malam ini. Sungguh makmur hidup keluargamu Ken, Gita Hotel belum berdiri tetapi Pemasukkannya sudah tidak bisa di ragukan lagi, Ayah dan Dirimu sibuk berwara-wiri di berbagai rapat " Puji Kevin sambil menuangkan Wine kedalam cawan. Diikuti oleh Alex dan Vino yang nampak bersemangat menuangkannya.
" Nama besar dari G&D International Group yang mempengaruhi semuanya. " tutur Ken.
" Kau tidak ikut minum Ken? Ayolah .. sedikit saja " ajak Alex.
" Ada Tamu kemari, Aku tidak enak jika dalam keadaan minum " ucap Ken, Ia lebih memilih minum Jus Alpukat dan menyuruh Robin untuk membuatkannya.
Mereka pun melanjutkan Obrolannya.
Kamar
Selesai mandi, dan mengeringkan Rambut dengan Hairdryer , Yaura bercermin dan memakai skincare malam.
tiba-tiba bunyi notif pada ponsel yang terletak di depannya, tanpa menunggu lama Ia pun langsung membuka Pesan Video yang dikirim Pak Agus.
Dan brughhhhhhhh
Yaura menjatuhkan ponselnya ke Lantai, lututnya melemas. Ia mencoba untuk tenang dan mengambil nafas dalam-dalam. Matanya mulai berkaca, sudut matanya memerah.
Tak berselang lama, bunyi nada dering panggilan, Yaura mengambil kembali ponsel tersebut dari lantai dan langsung melangkahkan kaki ke Balkon.
" Kau sudah melihatnya,Nak ? " tanya Pak Agus dari balik telefon.
" I-i-iyah.. " ucapnya dengan terbatah dan mulut bergetar, namun Ia menahan sekuat mungkin agar Airmata tidak terjatuh.
" Tim Delta yang Kita tugaskan di Titik B, mereka telah tewas karena ledakan BOM. Total 20 Orang didalamnya, termasuk Bibi Zulaikha. Kita akan menyemayamkannya besok " ujar Pak Agus yang juga nampak mengeluarkan airmata saat melihat kepingan jenazah yang sudah hancur di lokasi.
" Aku akan datang untuk mereka besok. Bapak segeralah menjauh dari sana, sepertinya mereka sudah mengetahui kebenarannya " lirih Yaura, Ia nampak tak kuat menahannya, air mata pun kini mengalir dan membasahi pipinya.
brughgggg ponsel pun kembali terjatuh, tangannya seakan tak kuat memegangnya.
Terdapat sebuah kursi di Balkon, dengan berbata Ia melangkah dan mendudukkan dirinya disana.
" Kenapa mereka bisa terbunuh... " lirihnya dalam hati, bak hancur berkeping-keping , air matapun tak bisa dikendalikan, kini mengalir semakin deras. Yaura memejamkan kedua matanya , memorinya teringat akan kebersamaan dengan Tim Delta.
*Memory
Moment dimana mereka tertawa bersama, berlatih dan bercanda satu sama lain. Senyuman Para Anggota Tim yang selalu semangat akan tugas yang ditugaskan , mereka lakukan dengan senang hati dan mengabdi begitu setia. Tanpa mengenal lelah, mereka selalu berjuang keras untuk mengungkap satu persatu bukti.
Yaura mengingat saat dirinya berusia 16 Tahun tepat setahun setelah kejadian tragis itu, Dia dibawa oleh Pak Agus ke sebuah Lorong Bawah Tanah yang begitu luas dan besar. Itulah pertama kalinya Dia bertemu dengan Tim Delta.
Saat Dirinya yang masih usia belia yang tidak mampu berfikir apa-apa, dengan hanya mengucap " Aku, Yaura Gita Devmalik Putri dari Ayah Devano Malik akan menjadi Penanggung Jawab Paman Semuanya untuk mengungkap kasus Ayah dan Ibu ku , Aku mohon bantuan dari Kalian yah Paman ku ", Yaura kecil mengucapkan itu dengan sambil menangis bak anak kecil yang dimarahi Ibunya.
Dan tanpa penolakan, Tim Delta mendekat ke arahnya.
" Kami akan mengabdi kepadamu Nona Kecil , Paman disini akan menjaga Nona " ucap mereka seraya tersenyum dan memeluk dirinya yang terus menangis tanpa henti*.
"Namun mereka kini telah pergi, kenapa kalian bisa terbunuh dengan mudahnya? Kenapa Paman... " Yaura terus mengisak dan berbicara didalam hatinya sendiri, karena Dia tidak punya tempat berbagi.Ia menutupi mulutnya dengan tangan agar tangisannya tidak terdengar,tangisnya pecah, beban yang Ia panggul, kehancuran yang Ia hadapi selama ini dan sekarang Orang-orang terkasih kini terbunuh dengan mengenaskan.
" Kalian yang menjagaku selama ini dengan tulus dan tidak mengeluh. Kalian hebat tetapi kenapa sekarang kalian pergi meninggalkan Aku selamanya ?... Bukankah Kita selama ini sangat terlatih dan terjaga, keamanan Kita sangat kuat, Paman.. tetapi Kenapa kalian bisa terbunuh seperti ini.. " Yaura menjerit di dalam hatinya, jeritannya begitu keras dan menunjukkan kehancuran yang sehancur-hancurnya.
" Kenapa Kalian bisa terbunuh, Paman .. Kenapa? Sebelumnya tidak ada satupun yang tumbang dari Kalian, tetapi sekarang.... sekarang Kenapa kalian semuanya tumbang dan pergi selamanya? " lirih Yaura dengan pelan, air mata terus mengalir hingga jatuh membasahi lantai yang Ia pijak.
" Aku sangat menyayangi kalian ,Paman... " lirihnya, tangannya meremas kuat baju yang Ia kenakan sekarang.
Perlahan, Ia mulai membuka mata. terlihat kedua matanya yang begitu merah dan bengkak akibat tangisnya yang tak terbendung. Yaura mulai mengusap air mata yang tersisa dengan jemarinya, Ia berusaha untuk kuat dan tetap tenang, juga mengatur pernafasannya agar tetap stabil.
Sadar bahwa orang lain akan melihat bekas tangisan dan bengkak dimatanya, Yaura mulai beranjak dan melangkah ke Kamar mandi.
Yaura membasahi wajah dan kembali mencuci mukanya di wastafel, nampak dari cermin matanya membengkak dan merah. Ia menatap dirinya dengan tatapan kosong di depan cermin,
" Lihatlah Yaura, Kau nampak sangat menyeramkan. Kau membunuh orang lain secara tidak langsung, Kau pembunuh Yaura ! Kau pembunuh !! Kau membunuh Tim mu yang sudah sangat tulus menjaga dan melindungimu sendiri ! Kau pembunuh , Yaura !! " tangisnya kembali pecah saat mengingat Tim Delta.
" Kau pembunuh sesungguhnya, Yaura...." lirihnya dalam hati.
" Kau memiliki banyak Uang untuk membayar mereka selama ini, tetapi Kau tidak bisa menebus nyawa mereka sekarang. Lalu apa gunanya Uang ?! Kaulah Pembunuh sesungguhnya Yaura !!! " teriak Yaura dalam hati dan kembali meneteskan air mata .
" Kau lah Pembunuh sesungguhnya !! Kau mengorbankan banyak nyawa demi dendammu ! Kau menghabisi mereka satu persatu-satu , Kau jahat Yaura ! Kau Pembunuh !! AKU BENCI KENAPA HARUS TERLAHIR SEBAGAI YAURA ! AKU BENCI YAURA ! " isaknya dalam hati.
Terdiam..
" Aku tidak bisa mengorbankan banyak nyawa demi dendamku, Aku tidak bisa melihat mereka mati terbunuh karena ku . Aku harus menyelesaikannya seorang diri,dengan itu.. setidaknya tidak ada lagi yang terbunuh, baik itu Pak Agus, Pak Bobby, juga sahabatku Helena. Yang boleh terbunuh hanyalah Aku,bukan nyawa orang tidak berdosa "lirihnya dalam hati
tiba-tiba..
" Yaura ... " ucap seseorang dari kamarnya.
" Ken .. " lirihnya dalam hati. Ia segera menghapus air mata dan membasuh mukanya kembali.
Ken nampak menyoroti setiap sudut di Kamarnya,
" Yaura Keluarlah .. Ayah dan Ibu ada di bawah, Mereka ingin bertemu denganmu " teriak Ken yang berharap Istrinya akan mendengar dan menjawab.
Tetap tak ada jawaban, membuatnya khawatir, Ia mulai melangkahkan kaki ke Ruang Ganti dan melihatnya namun tidak ada.
" Dimana Dia ? " lirih Ken dalam hati.
" Yaura jawab jika Kau mendengarku ! " teriak Ken kembali,
Tetap tidak ada jawaban, dan kebetulan Robin lewat.
" Robin , Apa Kau melihat Yaura di Dapur ? " teriaknya dari dalam.
" Tidak ada Nona, Tuan. " teriak Robin dari ambang pintu.
" Cari Yaura sekarang !. " perintah Ken.
Robin pun segera mengikuti perintah Tuannya.
" Yaura .. " teriak Ken yang hendak melangkahkan kaki ke Balkon.
" Iyah ,Ken .. " lirihnya dari dalam Kamar Mandi.
Mendengar jawaban dari seseorang yang dicari, Ken segera berbalik badan dan melangkah ke Kamar Mandi.
" Aku dari tadi mencarimu, Kenapa Kau tidak menjawabnya? Apa suara ku tidak terdengar ? " ucap Ken yang nampak sedikit kesal karena takut Istrinya terjadi apa-apa, sekarang Ia berada tepat di depan pintu kamar mandi.
" Aku mendengarnya , Maafkan Aku. " jawabnya dari dalam.
" Baiklah tidak apa-apa, sekarang cepat keluar dan Ayo turun " ucap Ken dengan lembut.
" Iyah Aku akan turun, Kau duluan saja. Aku sedang mandi .. " lirihnya dari dalam.
" Kau baik-baik saja ,Kan? " tanya Ken memastikan, karena entah kenapa suara Yaura nampak sedikit berbeda.
" Iyah Ken, Aku baik-baik saja " lirihnya .
" Baiklah, Aku duluan. cepatlah turun " ujar Ken.
" Iyah.. ".
Walaupun berkata duluan, tapi ternyata Ken tetap berdiri di depan pintu kamar mandi tanpa melangkah sedikitpun.
10 menit kemudian..
" Tidak ada suara shower, guyuran air atau apapun itu. Yaura memang berbohong " lirih Ken dalam hati, hendak mengetuk pintu namun Ia mengurungkan niatnya.
10 menit kemudian , Yaura membuka pintu dengan pandangan kebawah dan menunduk.
dan brughhhhhh Ia menabrak Ken yang tepat berada di hadapannya. seketika itu juga, matanya terbelak dan tubuhnya membatu.
" Ken .. kau ?.. " ucap Yaura gemetar dan terbatah kaku.
__ADS_1
Ken tak menjawab, Ia sibuk memandangi wajah Yaura yang terlihat murung, lalu kedua manik indahnya yang melukiskan kesedihan, juga kelopak mata yang sedikit bengkak.
Ken menatapnya dengan sendu.
" Sudah Aku duga, Kau tidak baik-baik saja. Kenapa Kau menangis? " tanyanya dengan lembut, tangannya kini memegang lengan Istrinya.
" Siapa yang menangis ? Tunggu sebentar Aku ingin memakai cream." Yaura segera menepis tangan Suaminya dan berlalu .
Ken pun mengikuti langkah kaki Istrinya.
Cermin
Yaura mengoleskan lebih banyak cream dari biasanya.sadar Ken terus memperhatikannya,
" Jangan terus memandangiku " ucapnya.
" Seberapa banyak pun kau menutupinya, itu tidak akan menjadikanmu nampak baik-baik saja." ujar Ken dengan nada datar.
" Aku baik-baik saja Ken, kenapa Kau selalu khawatir tanpa sebab? " Yaura membalikkan badannya dan menarik tangan suaminya.
" Sudah Ayo turun. Kau tadi pagi juga mengirimkan banyak pengawal untukku, Aku rasa itu berlebihan " tutur Yaura seraya terus menarik tangan suaminya, tentu saja ini nampak tidak seperti biasanya.
Sementara Ken hanya diam dan terus memandangi Istrinya.
Lantai Bawah
Nampak banyak Orang di bawah sana, hingga membuat Yaura terkejut.
" Kenapa Kau tidak bilang bahwa ada banyak orang? "
Ken tetap diam dan tidak menjawabnya. Ia lebih memilih membuang pandangannya ke sembarang arah.
Yaura segera menyapa Ayah dan Ibu mertuanya. Ia memeluk keduanya dengan erat dan berbincang tentang kabar dan keadaan mereka. Disambung dengan menyapa Kevin dan Alex yang nampak sedang menikmati secawan anggur merah .
dan ..
Ayah Reino memperkenalkan Dua Gadis Cantik yang merupakan kerabat mereka dari Kota XXX, dan nantinya akan tinggal di Rumah ini . Kedua Orang Tuanya telah bercerai, dan ditelantarkan oleh keduanya, sehingga Ayah Reino sepakat untuk membawanya kesini.
" Dia adalah Anindya Fransiska, dan Adiknya Lollytha Fransiska " tutur Ayah Reino seraya menunjukkan satu persatu gadis itu.
Mereka pun melebarkan senyum kepada Yaura, dan mendekatinya.
" Aku mendengar banyak hal tentangmu dari Paman Reino.Perkenalkan , Aku Anindya .. Senang bertemu denganmu Kak Yaura " ucap lembut gadis manis berambut sebahu tersebut, Ia mengulurkan tangannya.
Tanpa ragu, Yaura pun langsung menjabat Gadis itu.
" Yaura .. senang juga bertemu denganmu,Anindya " tuturnya dengan lembut. mereka pun saling melempar senyum .
Giliran seseorang bertubuh tinggi dan berambut ikal menghampirinya,
" Wow jadi ini Istri Kak Ken ? Sangat cantik Ya Tuhan. Kak Yaura, kenalkan Aku Lollytha , panggil saja Lolly, senang bertemu denganmu,Kak. " ucap Gadis itu dengan centil diiringi dengan senyum manis di bibirnya.
Yaura langsung menjabat tangannya.
" Yaura.. Kau lebih cantik,Lolly. Senang bertemu denganmu " tuturnya.
Melihat pemandangan ini, membuat Bianca kepanasan.
" Harusnya Aku yang berada di posisi itu, bukan Yaura." decaknya dalam hati, Pandangan matanya sangat tajam .
" Kau ingin tetap disini, atau menikmati dramanya? " ucap Evelyn yang berada di sebelahnya.
" Ayo Kita ke atas, Aku muak melihatnya " jawab Bianca dengan suara pelan.
" Ekhemmm.. Kak Anin dan Lolly , Ayo Kita ke atas, Kamar kalian ada disana. Pasti Kalian sangat lelah, Istirahat dulu sekarang, besok kita bisa lanjut mengobrol " ajak Evelyn seraya melebarkan senyum ke kedua saudaranya.
" Iyah benar apa kata Evelyn, Kita istirahat dulu saja. Anin dan Lolly ikut dengan Evelyn dan Kak Bianca ke atas yah Nak. Kau juga Sayang, sana Istirahat " ucap Ibu Hilya seraya memandang ke arah Lolly,Anin dan Yaura secara bergantian diiringi dengan senyum ramah khasnya.
" Baik Tante, dan semuanya Aku keatas dulu " ucap Anin seraya menundukkan sedikit kepalanya.
" Tante .. Kami disini dulu yah, bolehkan kami menginap? " celetuk Alex , Dia berbicara di bawah kendali alkohol.
Hal ini membuat Ibu Hilya dan Ayah Reino tertawa
" Tumben sekali Kau meminta izin menginap kepada tante? " ujar Ayah Reino diiringi tawa.
" Husttt , jangan begitu. Mereka bakal sopan jika sedang minum " ujar Ibu Hilya terkekeh.
" Baiklah Nak, Kalian silahkan minum sepuasnya, Aku juga pernah muda " ucap Ayah Reino seraya menepuk pundak Vino, Alex dan Kevin secara bergantian.
" Ken ... Paman Reino sangat baik hati " ucap Kevin yang setengah sadar.
Ken dari tadi hanya diam dan tak merespon,melihat
ini membuat Ibu Hilya terheran.
" Tidak apa-apa,bu. Baiklah, kami ke atas dulu " jawab Ken dengan datar lalu menarik tangan Istrinya.
" Ibu, Ayah .. Aku ke atas dulu " pamit Yaura seraya tersenyum tipis.
Di Kamar
Setelah masuk, Ken dengan sigap mengunci pintu. Lalu menatap Istrinya.
" Kenapa Kau berbohong tadi? "
Mengerti bahwa akan di introgasi, Yaura tak menjawab , Ia melangkahkan kakinya untuk ke soffa dan tidur.
" Apa Kau tidak bisa sekali saja untuk jujur?.." tanya Ken kembali.
"Ken, Aku sangat lelah ingin Istirahat. maaf untuk kejadian tadi .. " lirih Yaura seraya mendudukkan tubuhnya di soffa, hendak menarik selimut namun Ken menahannya.
" Aku tahu Yaura,pernikahan kita hanya sebatas kesalahan.Kita menikah tanpa mengenal dan mengetahui satu sama lain. Tapi Kau tahu bukan? Kita mengikat janji itu secara Sah dan Aku punya tanggung jawab penuh terhadapmu " lirihnya dengan lembut , dan terus menatap Istrinya.
" Iyah Ken, Aku minta maaf atas semuanya " tutur Yaura yang sedari tadi menunduk dan menghindari kontak mata dengan Suaminya.
" Aku tidak menuntut apa-apa terhadapmu, sekalipun itu tentang kewajibanmu untuk melayaniku baik secara fisik atau batin. Tetapi bisakah Kau menghargaiku sebagai SUAMIMU ? bisakah Kau bercerita kepadaku ketika Kau ada masalah? Kau adalah tanggung jawabku, Yaura. " ucap Ken dari lubuk hati paling dalam , Ia terus menelan salivanya.
Mendengarnya membuat hati Yaura terenyuh dan begitu tersentuh. matanya mulai berkaca, namun Ia menahannya agar tidak jatuh menetes.
" Jangan mengatakan itu lagi, hentikan .. Aku mohon " isaknya dalam hati, tatapannya terus menunduk.
" Tatap Aku jika Kau memang baik-baik saja . " pinta Ken seraya memegang kedua pundak Istrinya.
" Aku baik-baik saja,Ken. tidurlah.. tolong dengarkan Aku kali ini saja, Aku mohon " jawab Yaura.
" Kau sakit hati atas perkataan Bianca atau Kau tersiksa atas pernikahan ini? " tanya Ken, sudut matanya memerah.
Mendengar pertanyaan ini, membuat Yaura mendongakkan wajah menatapnya sekilas, dan kembali membuang pandangannya.
" Tidak dua-duanya. Aku tidak sakit hati dan juga tersiksa "
" Kau ingat waktu Wajahmu pucat dan mengeluarkan darah dari hidungmu kan? Tapi Kau bilang bahwa baik-baik saja. Aku menabrakmu dengan mobil juga sayatan pisau di leher dari penembak , ketika di tanya jawabannya adalah sama, BAIK-BAIK SAJA. "
" Kau terlalu sering membohongi dirimu sendiri dan orang lain Yaura, dan juga tadi .. jelas-jelas Aku memanggilmu dengan berteriak, tetapi Kau bilang ' Aku tidak dengar , Maaf ' padahal Kau mendengarnya. Saat Aku tanya Kau kenapa , jawabannya ' Aku baik-baik saja ' padahal Kau sedang menangis di dalam sana. Ayo keluar dan turun ke bawah, Kau bilang ' Iyah nanti, Aku mandi dulu ' padahal Kau tidak mandi tetapi sedang menenangkan dirimu sendiri ". tutur Ken dengan lembut.
Yaura hanya diam membisu saat Ken mengatakan semuanya.
" Berapa banyak kebohongan lagi yang ingin kamu buat? Apa Kau tidak merasa bersalah karena banyak berbohong? Yang Kau bohongi adalah Aku Yaura, Suamimu. Apa Kau benar-benar enggan berbagi denganku ? "
Yaura diam dan terus mengisak , bak ketiban tangga. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.
" Aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat, tidak lebih. Jika Kita tidak bisa menjadi Suami Istri yang sewajarnya, setidaknya marilah Kita berteman... " tutur Ken, Ia kemudian memegang tangan Istrinya.
" Kau bilang, Kau tidak punya teman. Sekarang Aku ingin mendaftar menjadi temanmu, bisakah Kita berteman Yaura ? jika sebagai Suami Kau tidak bisa menerimanya,izinkan Aku menjadi temanmu . Aku hanya ingin bisa berbagi denganmu,itu saja.. " lirih Ken dengan lembut .
Jlebbbbbbb
Mendengar kata-kata ini, membuat Yaura menetaskan air mata. dan tepat jatuh di tangan Suaminya .
Melihat ini, membuat Ken melemah.
" Kau menangis? kenapa Kau sebenarnya Yaura ... " lirih Ken dan hendak menyibak rambut Istrinya.
Namun..
Yaura segera beranjak
" Jangan melihatku dalam keadaan seperti ini Ken, menjauhlah.. Aku mohon " pintanya seraya berdiri di tepi Ranjang. Air mata menetes, namun Ia segera menghapus dan terus menahannya.
Ken beranjak dan mendekati Istrinya, Ia berdiri tepat di belakangnya.
" Apa Kau sangat tersiksa saat bersamaku? Apa Kau sangat terbelenggu dengan Ikatan pernikahan ini? " Sudut mata Ken memerah, perlahan matanya mulai berkaca.
Tak bisa menahan tangis karena kematian Tim, kini Ia dihadapkan oleh perkataan Ken yang begitu mengobok-obok relung hatinya, Airmata pun kini terjun membasahi pipinya.
" Baiklah ... Aku akan membebaskan Kau dari semuanya, mulai besok kita... " belum selesai berbicara, Yaura berbalik dengan mata merah , air mata yang jatuh membasahi pipinya.
Ken seketika ikut merasa hancur dan hatinya mendadak sesak.
" Puas Kau melihatku,Ken? Aku mohon menjauhlah dan jangan pernah melihatku dalam keadaan seperti ini .. " Isak Yaura seraya mengatupkan kedua tangannya, air mata terus menetes membasahi pipi ranumnya.
Ken diam membatu, pernah melihat Istrinya menangis saat Ia terkena sebilah pisau waktu itu, namun tangisannya berbeda dengan saat ini.
" Jangan pernah melihatku saat menangis, menjauhlah. Aku hanya butuh menenangkan diriku sendiri, Ken... Aku tidak meminta apapun .. Aku mohon menjauhlah ... Jangan melihatku seperti ini .. " Yaura terus mengisak .
Dan ...
__ADS_1
" Kemarilah ... " Ken segera menarik tubuh Yaura dan memeluknya dengan erat.
" Jangan melihatmu,Kan? sekarang Aku tidak melihatmu .. menangislah di pundakku.." ucap Ken dengan lembut, pelukannya begitu erat, tangannya terus mengelus lembut kepala Istrinya.
Yaura terdiam saat Ken memelukknya.
" Kenapa Kau begitu baik terhadapku, padahal Aku tidak sebanding dengan semua kebaikanmu. Kenapa harus dirimu Ken yang ada disamping ku saat ini.. " isaknya dalam hati, tangannya tetap diam tak membalas pelukan Suaminya, namun hatinya berkecambuk, air mata terus mengalir dan membasahi pundak Ken hingga terasa di kulitnya.
" Menangislah.. " lirih Ken seraya terus mengelus kepala Yaura.
' Girl always be Girl ' sekuat apapun logika Yaura, Dia tetaplah wanita yang punya hati dan perasaan yang lembut. Ia merasa bersalah atas kematian 20 Orang Tim nya, namun disamping itu juga Dia dilema apakah harus menghentikan semuanya? atau bagaimana?
Dan ...
" Kau jahat,Ken !!!!.... " ucap Yaura dan memeluk Ken dengan erat, airmata semakin deras.
' Iyah , Yaura memeluk suaminya dengan begitu erat, Ia membenamkan wajahnya di Dada Bidang Suaminya '
" Kau jahat, Ken !! Kau jahat !!! " Yaura semakin mempererat pelukannya.
Tak perduli yang dikatakan Yaura, Ken hanya diam dan terus menenangkan Istrinya.
" Hatiku benar-benar sakit saat melihatnya seperti ini .." lirihnya dalam hati, mata Ken pun terus berkaca-kaca padahal Ia tidak tahu penyebab yang jelas kenapa Yaura seperti ini.
10 menit kemudian....
Yaura melepaskan pelukannya, terlihat matanya semakin membengkak.
Jemari Ken menyeka dengan lembut air mata yang tersisa.
" Kau sudah tenang ?.. " tanyanya memandangi wajah Istrinya.
Yaura hanya mengangguk.
" Maafkan Aku .. " lirihnya dan hendak berlalu, namun Ken tiba-tiba membopongnya.
" Apa yang Kau lakukan.. turunkan Aku .." pintanya.
dan
brughhhhhhh Ken menjatuhkan tubuh Istrinya ke Ranjang.
" Tidurlah disini, jangan menolak ! " ancam Ken seraya melototkan matanya.
" Di soffa saja, Kepalaku sangat pusing .. " lirih Yaura seraya memegangi kepalanya.
Ken terdiam dan tidak menjawab, Ia sibuk membereskan seprei dan bedcover. dan mengambilkan segelas air putih untuk Istrinya.
" Yaura minumlah sebentar.. "Ken membangunkan tubuh Istrinya.
Tanpa banyak penolakan, Yaura pun menengguk habis air tersebut.
" Tidurlah ... " lirih Ken seraya mematikan lampu kamar.
Mereka pun kini kembali seranjang. Ken merebahkan dirinya disamping Yaura. Udara mendadak terasa panas, Ia pun berusaha mencari remot AC yang entah ada dimana ,mungkin ketindih Yaura.
" Dimana remotnya.. " lirih Ken dengan pelan. Ia terus meraba-meraba kasur guna mencarinya. Ingin menyalakan lampu kembali namun takut mengganggu Istrinya.
" Ketindihan.. " lirih Yaura seraya mencoba bangun.
" Tidak usah ,tidur saja .. " tolak Ken .
" Aku juga merasa panas .. " seraya mengibas-ngibaskan tangannya.
" Jelas panas ,Kau memakai pakaian tidur seperti Pakaian Ibu Pengajian yang sangat tertutup " celetuk Ken seraya mendeketkan tubuhnya ke Yaura.
tangannya terus meraba-raba kasur,
" Ada lampu kenapa tidak dinyalakan?"
" Bawelnya mulai .. " lirih Ken .
Yaura hanya diam karena kepalanya semakin pusing.
Dan tradaaaa.. remot AC ketemu.
Tiba-tiba Yaura menarik baju Ken hingga menindihnya.
" Kepalaku sangat pusing .. " lirihnya.
Ken terdiam saat tubuhnya menyentuh sesuatu dari Istrinya. hendak menghindar ..
Tiba-tiba, Yaura membuka kedua matanya.
Mata mereka pun kini beradu pandang.
Yaura terdiam menatapnya, begitupun Ken yang semakin mendekatkan wajah.
Ia semakin menindih tubuh Istrinya, kening mereka pun kini menempel.
Hembusan nafas saling berbaur, bibir yang hampir menyentuh satu sama lain.
Tangan Ken beralih ke tengkuk Istrinya.
dan ...
Ia memiringkan kepalanya, lalu menyentuh bibir Yaura yang selama ini Ingin Ia dapatkan . Bibir mereka pun saling menempel satu sama lain.
Ken memejamkan matanya ,lalu melakukan hisapan lembut di bibir bawah Yaura yang Ia rasa begitu manis. Tanpa melakukan permainan lidah atau menyelusuri rongga mulut Istrinya, namun ini adalah Ciuman yang paling berkesan untuknya. Ia pun tak memaksa Sang Istri untuk membuka mulutnya
Mata Yaura terbelak sempurna saat Ken menyentuhnya. Ia tidak tahu harus berbuat apa, mendorongnya atau menendangnya ? Itu yang Dia fikirkan .
Namun berbeda dari sebelumnya, hati dan tubuh Yaura menerima dan menginginkannya.
Terbawa suasana, Ken terus menghisap lembut bibi manis itu dan semakin ingin melakukan lebih. Namun Ia sadar ..
Dan segera melepaskan ciumannya. Ia nampak kesusahan saat menelan salivanya.
Melihat Yaura yang membuka matanya ,membuat Ken menunduk.
" Maaafkan Aku tadi .. "
" Lakukan .. Kau selalu memenuhi kewajibanmu sebagai Suami . giliran Aku sekarang, Ayo lakukan .." lirih Yaura yang terdengar jelas di telinga Ken .
Dengan wajah yang saling berhadapan, Ken mengamati dengan seksama wajah Istrinya.
" Kau tahu cara berciuman? " tanya Ken dengan begitu manly.
Yaura menggelengkan kepalanya.
" Tutup matamu, dan buka mulutmu " Ken semakin menindih tubuhnya .
Yaura menganggukkan kepalanya.
" Dia sadar, dan tidak menolak .. " lirih Ken dalam hati dan terus memandangi Yaura.
Tiba-tiba.. Ken bangun dan melepas baju yang Ia pakai, Ia hempaskan ke sembarang arah. dan menindihnya lagi.
Yaura terkejut saat Ken menindihnya dengan telanjang dada.
' He's so Hot '
Jemari Ken mengusap lembut pipi ranum Istrinya, dan menatapnya dengan tatapan dalam.
" Kau menyadarinya? " tanya Ken kembali.
" Iyah,Ken.. Lakukan .. " lirih Yaura dengan lembut.
Ken terdiam, pandangannya beralih pada bibir manis yang ada di hadapannya.
dan
Cuppppp. Ken mel*mat lembut bibir Yaura dengan begitu pelan namun pasti. matanya terpejam, namun bibirnya terus menerkam habis bibir Istrinya.
Merasa aneh namun ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan, perlahan Yaura memejamkan matanya.tangannya mulai melingkar ke leher Sang Suami. tubuh dan hatinya mulai menerima Hal baru dalam hidupnya, perlahan Ia membuka mulutnya agar Ken bisa mengaksesnya dengan mudah.
" Mmmmmpphhhh.. " Yaura melenguh kecil saat Sang Suami mulai memainkan lidahnya.
Ken menghentikan aksinya sejenak, untuk memberi Istrinya nafas.
" Sial ! Aku tidak bisa mengendalikannya lagi " lirih Ken dalam hati dan kembali mel*mat bibir Istrinya.Yaura membuka mulutnya hingga Ken bebas bermain di dalamnya, pertama kali berciuman Ia tidak tahu harus bagaimana, jadi saat ini Ken lah yang memegang kendali.
Ken terus menikmati bibir manis milik Istrinya tanpa henti, tangannya pun mulai bergerilya mere*mas Buah Dada milik Istrinya.
Ken benar-benar membuat Yaura kewalahan menghadapi permainannya, namun anehnya Ia tetap menikmati permainan Sang Suami.
Lidah mereka saling berpaut sama lain, ciuman basah ini benar-benar berkesan untuk keduanya. Ken terus menindih tubuh Istrinya dan mel*mat bibirnya tanpa ampun.
DAMN ! HE'S GOOD KISSER ♥️
....................
**BUTUH SARAN DAN KRITIK
JANGAN LUPA LIKE VOTE YAH GAES WKWKWKWK
Ini yang minta Ciuman ,Author kasih padahal belum waktunya wkwkwkk. Yaura susah peka dan percaya, Ken yang terlalu menghormati wanita . Jadi susah saling nyentuhnya wkwkwk, tapi yowis deh Aku cepetin Kissing Scene🤣maaf tidak terlalu Hot seperti Novel Lain**.
__ADS_1