Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Stempel Kepemilikan


__ADS_3

DAMN ! HE'S GOOD KISSER 😘


Ken ******* bibir Yaura tanpa henti, tangannya terus bergerilya mere*mas buah dada Istrinya yang begitu sintal dan berisi,


" Mppsshhhh.. " hanya desahan yang keluar dari mulut Yaura saat Sang Suami meremas lembut Gunung Kembarnya, jujur ini pertama kalinya Dia disentuh oleh Lelaki. Tidak tahu harus berbuat apa, Ia hanya melayani apa yang Suaminya inginkan .


Sementara Ken terus menghayati permainannya,matanya terpejam. Wajar Dia melakukan ini, karena memang Hak dan Miliknya. Malam hari, suasana yang begitu sunyi dan senyap, ditambah seranjang dengan seorang Wanita Cantik yang berstatus sebagai Istrinya. Lelaki mana yang tidak akan bernafsu dan bergairah jika dalam keadaan seperti ini? Sang Adik yang ada di bawah sana pun sudah berdiri tegak dan ingin keluar dari sangkarnya.


" SHITTT ! AKU TIDAK BISA MENGENDALIKAN INI LAGI. " umpat Ken dalam hati dan menghentikan ciuman panasnya, Ia menatap Yaura dengan tatapan penuh arti, nafasnya memberat. Bak mengisyaratkan banyak keinginan namun tak berani mengungkapkannya.


Tangan Yaura yang masih bergelantung di lehernya pun balik menatapnya.


dan ...


Ken kembali mendaratkan ciuman basah di bibir Sang Istri, lumatannya begitu lembut namun menghasilkan Suasana yang semakin panas. Keduanya sama-sama menikmati permainan tersebut, perlahan Jemari Ken melucuti satu-persatu Kancing Baju yang dikenakan Yaura.


Puas dengan bibir, Ia mengalihkan ciumannya ke Leher Indah dan Putih Sang Istri yang sangat menggoda saat ini. Ia membenamkan wajah lalu melakukan hisapan dan gigitan kecil disana..


" Akkhhhhhkkhhh .. " Yaura melenguh kecil saat Sang Suami mengecupnya. Rasa geli yang begitu menggelitik, desiran aneh yang Ia rasakan juga sentuhan Ken yang membuat tubuhnya tak bisa berkutik.


Sedang asyik mencumbu Istrinya.


tiba-tiba..


" Ken ... " lirih Yaura dengan lembut.


Seketika Ken menghentikan aktifitasnya dan tersadar, lalu menatapnya.


" Kau sudah mengantuk?.. " jawab Ken dengan suara serak dan memberat. Ia seakan faham apa yang dimaksud Yaura yang mengisyaratkan untuk menghentikan aksinya.


Yaura sejenak terdiam memandangi Wajah Suaminya. Lalu perlahan menganggukkan kepalanya.


" Baiklah.. tidurlah dengan nyenyak.. " ucap Ken seraya menelan salivanya.


Yaura segera mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.


Hendak bangun dan berpisah dari tubuh Istrinya,



Namun ..


" Apa Kau tidak ingin melepaskanku? " lirih Ken seraya tersenyum tipis dan mengalihkan pandangan ke tangan Yaura yang masih melingkar sempurna di lehernya.


Seketika Yaura tersadar dan segera melepaskannya.


Ken pun segera merebahkan tubuhnya ke posisi semula, melipatkan kedua tangan di belakang kepala. Ia menarik nafas dalam-dalam dan berusaha menghilangkan gairahnya, lalu memejamkan kedua matanya.


" Aku lama-lama bisa gila jika terus bersamanya." decak Ken dalam hati, gairahnya benar-benar memuncak dan tak terbendung, Ia ingin sekali menerkam habis Istrinya.


" Ah Sial ! Ayolah Ken, jangan menjadi Lelaki Brengsek ! Kendalikan dirimu .. " lirihnya dalam hati guna menghilangkan nafsu setan yang menjeratnya sekarang.


Sementara Yaura nampak sudah menarik selimutnya, matanya pura-pura terpejam.


Ken melirik Sang Istri yang nampak memejamkan matanya, takut semakin hilang kendali, Ia memutuskan untuk beranjak dari Ranjang dan melangkah ke kamar mandi.


Tidak melakukan olahraga tangan atau melampiaskan ke hal lainnya, Ken justru menyalakan shower dan segera mengguyur tubuhnya dengan air dingin .


Bayangkan, mandi air dingin disaat malam hari itu sudah cukup menyiksa, ditambah lagi berurusan dengan nafsu dan gairah yang tak tersampaikan, NYIKSA LAHIR BATIN INI MAH.


Mendengar bunyi shower,


" Pasti Ken sangat marah denganku.. " gumam Yaura dalam hati.


20 menit kemudian, Ken kembali dengan pakaian tidur lengkap. Ia mengambil bantal dari Ranjang, lalu melangkahkan kaki ke soffa .


Dan yah , Ken merebahkan dirinya di sana. Entah kenapa Dia tidak ingin tidur bersama dengan Istrinya di Ranjang.


******


Pukul 07.30 pagi , Ken bangun lebih dulu. Ia melihat Istrinya yang masih tertidur pulas.


Mengingat kejadian semalam, membuatnya menyesal dan mengutuk dirinya sendiri.


" Kenapa Aku bisa kelepasan seperti itu.. " gumamnya dalam hati. Ia mengusap kepalanya dengan kasar.


tiba-tiba terdengar ketukan pintu, siapa lagi kalo bukan Robin. Ia mengantarkan sarapan untuk majikannya.


Ken pun membuka pintu dan mengambil nampan tersebut.


Mendengar ketukan pintu, membuat Yaura mengerjap dan terbangun. Ia masih menyesuaikan pandangan matanya yang nampak buram.


Ia terkejut saat dirinya berada di Ranjang, lalu kembali mengingat kejadian semalam.


" Astaga.. Aku lupa .. " lirihnya dalam hati seraya melihat ke arah Kancing Pakaian yang nampak setengah terbuka akibat ulah Suaminya. Yaura pun mengaitkannya kembali, sejenak Ia melirik ke arah Suaminya yang sedang menyantap sarapan.


Kamar mandi


Di wastafel, Yaura mengamati tubuhnya.nampak beberapa bekas cupangan Sang Suami yang meninggalkan beberapa Stempel Kepemilikan di Leher dan sebagian di atas Dadanya, warna merah dan agak ungu gelap. Ia meraba bekas tersebut,


" Kissmark .. " lirihnya dalam hati dan kembali mengingat kejadian semalam, Ken mencumbunya dengan sangat lembut.


" Kenapa Aku bisa membiarkannya.. " gumamnya. Kemudian pandangannya beralih pada bibir.


Yaura menggigit bibir bawahnya , dan kembali mengingat bagimana Ken menciumnya dengan begitu Passionate.


' Jika boleh jujur, perasaan dan perlakuan yang Ia dapat semalam masih membekas dan begitu terasa sampai sekarang '


" Apakah begini rasanya disentuh? " tanya Yaura dalam hatinya.


20 menit kemudian Yaura keluar dan mengambil pakaiannya di Ruang Ganti.


Ken meliriknya sejenak,


" Hampir 30 menit di Kamar Mandi, tapi Dia belum mandi juga .. " gerutunya dalam hati sambil berpura-pura menyantap makanan,padahal makanan di piringnya sudah habis.


tiba-tiba..


" KEN !!! KENNN ! BUKA PINTUNYA ! " teriak kencang seseorang dari luar.

__ADS_1


Mendengar ini membuat Ken menjengit,


" Pasti Alex ! " Ken berdecak kesal dan membukakan pintu.


" Apa Kau berada di Hutan sekarang? sehingga memanggilku seperti Tarzan ! " Ken mengomeli sahabatnya , dan benar saja itu adalah Alex.


Alex menyengir ,


" Aku kira Kau tidak mendengarnya.Baiklah Aku kesini untuk menyampaikan file terbaru dari Ritz Carlton dan Dynamic dan akan mengirimnya ke email mu. Dan satu lagi, segeralah beli Ponsel jangan seperti orang susah ." ujarnya seraya menunjukkan sebuah file dari Ponsel miliknya.


Ken membaca dan mengamati dengan detail File itu.


" Baiklah, kirim saja. Aku akan membeli ponsel setelah ini " jawab Ken dan segera menutup pintunya kembali.


Tak berselang lama, Yaura keluar dengan pakaian rapi. Mereka pun bertatapan namun saling canggung sama lain dan tidak saling menyapa sama sekali . Ken segera menundukkan pandangannya dan melangkah ke Kamar Mandi.


Sementara Yaura duduk di kursi dan menyantap sarapan,


" Aku malu menatapnya.. " lirihnya dalam hati.


Skip.


Ken sudah bersiap rapi dengan balutan Jas Grey dan Kameja Hitam yang menambah kadar ketampanannya.


" Bagaimana Aku bicara dengannya nanti? " gumamnya dalam hati seraya menyemprotkan Parfum Mewah dan Berkelas ke tubuhnya.


Yaura beranjak dan mengambil scarf di Ruang Ganti.


Memberanikan diri,


" Kita berangkat sekarang.. " ujar Ken sambil mengambil Tas Jinjingnya.


" Iyah sebentar.." jawab Yaura dengan pelan.Ia merasa ada sesuatu yang hilang, tapi entah apa yang hilang.


Dan ..


" Ponsel.." ucapnya dan segera keluar dari Ruang Ganti.


Ia mencari ponselnya di tas, laci, bahkan ranjang. namun tak kunjung ketemu. Ia terus mondar mandir hingga membuat Ken pusing dibuatnya.


" Kau mencari apa? .." tanya Ken sambil mendekat ke arah Istrinya, meskipun merasa canggung dan kikuk , Dia tetep berusaha untuk Stay Cool.


Grogi,


" Ponsel. bisa tolong hubungi nomorku sebentar?" jawab Yaura tanpa memandang Suaminya.


" Bisa tolong hubungi nomorku sebentar? " Ken menirukan perkataan Istrinya.


Mendengar ini,membuat Yaura mendelik tajam ke arahnya.


" Apa Kau lupa Aku tidak punya ponsel?." ketus Ken, dengan cara ini semoga kecanggungan mereka bisa hilang.


" Aku tidak menyangka , Lelaki Kaya Raya seperti dirimu tidak mampu membeli ponsel. " gerutu Yaura seraya melangkah menjauh dan menyoroti sekitar.


Meskipun terdengar kurang jelas, tapi Ia tahu bahwa Yaura sedang julid kepadanya.


" Hei !! Apa yang Kau katakan tadi? " bentak Ken.


Ken pun kini ikut membantu


mencarinya.mondar-mandir , cari sana, cari sini , tidak ketemu.


Ia melangkahkan kakinya ke Balkon.


Dan ..


Tradaaaa Ponselnya ketemu.


" Kenapa tidak sekalian saja dilempar ke bawah." decak Ken .


" Ini ponselmu " ucap Ken sambil mengulurkan tangannya.


Yaura tersenyum tipis dan segera mengambil ponsel tersebut.


" Dimana Kau menemukannya? "


" Balkon. seharusnya Kau sekalian melempar ponselmu ke bawah, bagaimana bisa seseorang menaruhnya di Lantai Balkon.." jawab Ken seraya memandang wajah Istrinya.


Teringat, raut wajahnya berubah, Ia kembali teringat akan kabar buruk yang menimpanya.


" Balkon. Kenapa tidak terfikir sama sekali .. " gumamnya dalam hati.


Mereka pun segera turun ke Lantai Bawah dan berangkat bersama. Ternyata tidak ada Ibu,Ayah atau lainnya disana, kecuali Anin yang sedang berdiri di depan pintu.


" Anin.. " sapa Ken .


Anin pun menoleh ke arah saudaranya dan Yaura.


" Kak Ken , Kak Yaura.. " sapa Anin seraya melebarkan senyum.


" Haii Anin .. " balas Yaura diikuti dengan senyum di bibirnya.


" Kalau Kau ingin jalan-jalan atau kemanapun, jangan sendirian. Bawa pengawal ,bila perlu tunggu Aku pulang..sampaikan ke Lolly juga . " ucap Ken


" Baik Kak.. " Anin menganggukkan kepalanya.


Ken dan Yaura pun masuk ke mobil dan memasang seatbelt.


Tak menunggu waktu lama, Ken langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Diikuti oleh beberapa Pengawal di belakangnya.


Di Dalam mobil,


Yaura hanya diam dan memandang ke luar jendela. Ken melirik ke arahnya, dan menyadari ada scraf yang menyantel di leher Istrinya.


Seketika, Ia teringat ulahnya semalam.


" Pasti membekas.. " gumamnya dalam hati.


'Yaiyalah membekas, kecupannya aja sepanas itu '

__ADS_1


" Tidak usah memakai scarf untuk menutupinya, semua orang juga akan faham dan mengerti " ucap Ken sambil terus fokus menyetir.


" Maksudmu?.. " Yaura pura-pura bego seakan Ken tidak tahu bahwa itu membekas.


" Kecupanku ... " lirih Ken dengan lembut seraya menggigit bibir bawahnya.


Mendengar ini membuat Yaura menoleh ke arahnya,begitupun sebaliknya. mereka beradu pandang sejenak, lalu kembali ke suasana canggung seperti semula.


KANTOR NIS


Sesampainya di Kantor, Yaura langsung masuk ke Ruangan Pribadinya. Ia seperti takut dan canggung bertemu orang-orang akibat Stempel Kepemilikan yang membekas di lehernya.


" Hari ini harusnya ke Camp.Militer.. tetapi sepertinya Aku tidak akan ikut " lirih Yaura seraya mengambil cermin kecil dari Tas Slempang miliknya.


tiba-tiba .. Ia kembali teringat akan kematian Tim , Ia pun segera mendudukkan dirinya di depan Komputer dan mengotak-atik sesuatu.


Kini Yaura tak memperdulikan lagi tanda merah di leher, raut wajahnya berubah menjadi sangat serius.


3 Jam Kemudian ..


Ruangan Alfin


Pimpinannya memberitahu bahwa hari ini ada penyelidikan tentang kegaduhan di Hotel Louis secara tiba-tiba , mendengar ini membuat Alfin marah.



" Tidak bisa dilakukan hari ini, tidak sesuai aturan dan prosedur. " ujar Alfin yang nampak was-was dan terkejut.


" Ini adalah Perintah Mutlak, tidak bisa dibantah. Louis mengajukan Tuntutan kepada Kami , jadi cepat lakukan apa yang Aku perintahkan ! " ketus seorang Pimpinan NIS .


" Pak .. Pengajuan tuntutan akan diproses H+1 , bukan secepatnya seperti ini ! " bantah Alfin .


" Apa Kau terlibat dengan mereka? Atau Kau penghianat NIS ?! " Ujar Pimpinan NIS sambil melototkan kedua matanya.


Tiba-tiba..


Segerombolan Tim Penyidik Internal NIS datang kepadanya.


" Bergabunglah dengan mereka ! " titah Sang Pemimpin kepada Alfin.


" Sial ! " umpat Alfin dalam hati.


Skip.


Tim Penyidik mendatangi Semua Ruangan Anggota satu persatu guna merampas semua barang yang dimiliki oleh Anggota NIS serta File yang tersimpan di komputer masing-masing akan dilakukan penarikan data.


Ruang Pemantauan


" Semuanya berdiri dan angkat tangan. Jangan ada satupun dari kalian yang menyentuh sesuatu. Data, flashdisk dan semua barang mencurigakan akan Kami amankan terkait masalah internal yang menimpa kita saat ini" perintah Tim Penyidik.


Tanpa penolakan Anggota NIS pun kompak berdiri dan mengangkat kedua tangannya.Tim Penyidik merampas semua barang yang ada di Station masing-masing.


Semua Ruangan didatangi, termasuk Pak Agus, Helena , dan lainnya.


Saat berada di Ruangan Helena, Kak Alfin yang ikut dalam Tim Penyidik meminta izin ke Toilet sebentar.


Toilet


Sadar menggunakan earpiece NIS akan terdengar oleh Badan Pemantauan NIS , Kak Alfin memilih menggunakan ponsel biasa untuk menelfon seseorang.


Tuttttt bunyi nada sambung


" Halo.. " jawab seorang bersuara lembut.


" Yaura dengarkan Aku baik-baik, Tim Penyidik akan memeriksa dan merampas semua Data,flashdisk dan semua barang yang ada disana. Cepat hilangkan semua jejak di Komputer, dan hapus semua data yang ada diflashdisk mu sekarang . Jangan membantah ! Aku tahu Kau terlibat dalam kegaduhan, Louis mengajukan tuntutan dan itu dilakukan secara tanggap, artinya mereka tidak main-main dengan kasus ini ." tutur Kak Alfin dengan sangat waspada .


Yaura terdiam,


" Baiklah Kak, terima kasih " ucap Yaura dan mematikan sambungan telefonnya.


Kak Alfin pun segera keluar dari Toilet guna menghindari kecurigaan.


Ruangan Yaura


Tim Penyidik sudah mengantongi banyak barang bukti di Kardus besar yang mereka pegang.


" Permisi Nona Yaura, Kami akan melakukan penyidikan di Ruangan ini. Angkat kedua tanganmu sekarang ." perintah salah satu Tim Penyidik.


Yaura mengangkat kedua tangannya ke atas, dan mengamati satu persatu wajah Tim Penyidik.


" Akhirnya Aku berhasil membuat mereka mengajukan tuntutan kepada NIS. dengan itu, Aku akan segera mengetahui Siapa diantara Petinggi Louis yang merasa sangat terancam dengan keberadaanku " gumam Yaura dalam hatinya.


Kali ini, Kak Alfin lah yang bertugas merampas semua barang bukti yang ada di meja. Ia mendekatkan tubuhnya ke Yaura ,


" Kau sengaja melakukan ini? " tanya Kak Alfin.


" Iyah. Aku butuh kerjasama mu " ucap Yaura.


" Baiklah.. temui Aku di tempat latihan, Kita sekalian membahas tentang Misi Besar " ucap Kak Alfin dengan pelan.


" Iyah.. Kirimkan data Petinggi Louis yang mengajukan tuntutan ini " lirihnya.


" Akan Aku pertimbangkan.." jawab Kak Alfin meraya menyita semua barang yang ada di Laci dan Data di Komputer.


" Baiklah Nona, Kami mohon maaf telah mengganggu kenyamananmu " ucap Tim Penyidik sambil membungkukkan tubuhnya.


" Tidak masalah .. " jawab Yaura seraya tersenyum tipis.


Kak Alfin dan Tim Penyidik lain pun meninggalkan Ruangan.


Yaura mendudukkan tubuhnya dikursi putar.


" Ken tidak memegang Ponsel sejak kemarin, tadi malam juga Dia sepenuhnya denganku, Itu artinya Dia tidak memberi perintah kepada siapapun untuk membunuh . Berarti apa ada Orang Lain yang terlibat dalam Kematian Tim ku? " gumamnya dalam hati.


" Apa ada Orang Lain yang terlibat selain Dia? atau bagaimana? "


Yaura terus berfikir keras.


...................

__ADS_1


BUTUH SARAN DAN KRITIK


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA YAH KAKAK WKWKWKWK


__ADS_2