Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
TIDAK ADA TOLERANSI


__ADS_3

" Oh Iyah, Aku sudah berhasil membujuk Yara. Dia menerima tawaranmu. " sambungnya.



" Benarkah? baguslah. " senyum Ken.


" Tentu sangat bagus, Dia memang sangat keras kepala. baiklah, Aku mau tidur." Zayn mematikan telfonnya.


2 jam berlalu..


Ken berdiri tepat di depan Kamar Hotel seseorang yang Ia incar, tampak seorang Wanita Pemandu baru saja keluar seraya membawa koper besar berwarna hitam. raut wajah Wanita itu nampak panik saat Ken menghadangnya depan pintu



" Tu-tu-tuan Kendrick? " ucapnya terbatah, rasa syok bercampur panik membuatnya mengeluarkan keringat dingin.


" Hmmm.." Ken tersenyum tipis,


" Koperku dipinjam oleh Tuan Saga kemarin malam, sekarang Aku ingin mengambilnya.tetapi, sepertinya itu adalah Koperku " sambung Ken tanpa basa-basi.


Mendengarnya membuat Wanita Pemandu itu menoleh kedalam,


" Ta-ta-pi Tuan Ken, Dia memberikannya untukku. Dia bilang ini adalah kopernya. " ujarnya sembari menatap Ken.


"Benarkah? boleh Aku memeriksanya sebentar? " pinta Ken yang membuat mulut Wanita itu mengunci. entah apa yang Ia khawatirkan,tetapi sungguh Ia amat sangat takut,namun disisi lain Dia juga tidak bisa menolak permintaan Ken.karena bagaimanapun, Ken termasuk kalangan yang paling berpengaruh saat ini.


Wanita itu pun menganggukkan kepalanya perlahan sebagai persetujuan. tak membuang waktu,Ken langsung berjongkok dan membuka koper tersebut. dan..


" Wow. " Ken menarik sudut bibirnya saat melihat koper tersebut berisi Dollar Amerika.


" Apa ini milikmu Tuan? ",


" Bukan. baiklah,terima kasih. Maaf mengganggu waktumu " jawab Ken seraya berdiri.


Canggung karena tertangkap basah membawa uang jumlah besar membuat Wanita itu terburu-buru pamit dari hadapan Ken.


Setelah Wanita itu pergi, Ken langsung masuk kedalamnya. pandangan matanya disambut dengan botol wine yang tergelak di lantai, daleman wanita yang berhamburan di sofa, dan bekas alat kontrasepsi yang tepat berada di kakinya.


Kini tatapan matanya berpusat pada seorang Pria Paruh Baya yang sedang terlelap di Ranjang tanpa sehelai benangpun.


" Satu tembakan itu terlalu mudah untuk Dia mati." ujar Ken seraya mengeluarkan peredamnya.


Tanpa basa-basi,


dorrrrrrrrr


Ken menembak botol wine yang ada di nakas hingga pecah. hal ini tentu saja membuat Pria Paruh Baya yang bernama Tuan Saga itu membuka matanya.


" Si-si-siapa itu... " lirihnya sembari memegangi kepalanya yang terasa amat pusing karena pengaruh alkohol dan tenaganya yang terkuras karena habis 'bermain'.


Brughhhhh Ken menendang nakas hingga membuat Tuan Saga semakin tidak nyaman.


" BERHENTI MENGGANGGUKU ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU BR*NGSEK ! " umpat Tuan Saga, Ia bangun lalu menatap Ken dengan matanya yang memerah.


Ken tak bergerak, Ia balik menatap Tuan Saga dengan tatapan yang membunuh.


" Ke-ke-ken? Tuan Ken ? " ucap Tuan Saga terbatah, Ia syok saat Ken lah yang berada di hadapannya. dengan kepala sempoyongan, Ia berusaha meraih bajunya yang tergeletak di lantai guna menutupi tubuhnya yang telanjang bulat.


tak berhasil, Ia malah tersungkur ke lantai dan bersimpuh tepat di hadapan Ken.


" 2 Tahun lalu Kita bekerjasama, dan ternyata ini adalah Topeng Belaka? jadi inikah wajah aslimu Tuan Saga? orang yang Aku hormati setelah mendiang Ayahku, ohh bukan Ayahku, tetapi mending Reino Bachtiar? cihh !! bukan hanya Reino yang busuk,orang yang disekelilingnya pun busuk. " ucap Ken, Ia tidak terlalu terkejut karena sudah sadar bahwa orang terdekatnya lah yang akan menghianatinya.


Mendengar umpatan Ken,membuat Tuan Saga bertanya-tanya kenapa Ken berbicara kasar kepadanya.


" Tuan Ken, Kau kenapa? jangan menghakimi sepihak. Mari Kita berbicara baik-baik.. " lirih Tuan Saga seraya berusaha berdiri namun tidak bisa.


Ken berjongkok dan,

__ADS_1


Grepppppppppp Ia memegang leher Tuan Saga lalu mencekiknya perlahan.


" aaaakkkgggrrhhhh " Tuan Saga berusaha memberontak, namun Ia kalah tenaga ditambah sorot mata Ken nampak membabi buta.


" BERBICARA BAIK-BAIK SETELAH KAU MENGINCAR NYAWA ISTRIKU BEGITU?! B*JINGAN !!!! " teriak Ken, Ia semakin mencekik leher Tuan Saga hingga sama sekali tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.


Tuan Saga begitu syok kenapa Ken bisa tahu rencana jahatnya padahal informasi ini tidak di ketahui oleh siapapun.


" Si-si-sial !! kenapa bisa bocor rencana ini?! siapa yang membocorkannya !!! gawat ! Aku bisa mati sia-sia jika seperti ini ! " ujar Tuan Saga dalam hati, Ia mulai was-was dan menghawatirkan nyawanya yang di ujung tanduk.


Dengan sisa tenaga,


Brughhhh Ia menendang Ken hingga tersungkur. dengan tenaga penuh, Ia berusaha berlari dan menjauh dari Ken namun itu sia-sia saat sebuah suntikan mematikan tertancap di tubuhnya.


" 15 menit, itu sisa waktumu ! sekarang katakan, Siapa yang berkomplot denganmu ! " sentak Ken seraya menghimpit tubuh Tuan Saga ke tembok.


" Kau salah sasaran Ken ! bukan Aku ! " teriak Tuan Saga yang mulai merasakan nyeri sekujur tubuhnya.


" arrrgggghhhh sakit sekali !! " rintihnya.


" Aku akan memberimu penawar jika Kau mau menyebutkan siapa yang berkomplot denganmu?! cepat katakan !!! " sentak Ken tiada henti, emosinya kini tidak bisa direda.


" AKU TIDAK TAHU !!! CEPAT BERIKAN PENAWARNYA !! " rengek Tuan Saga, jantungnya mulai tidak stabil,nafasnya pun mulai melemah.


" Sudah cukup aku bermain dengan manusia seperti Kalian, tidak ada lagi toleransi ! MATILAH KAU SAGA ! AKU TIDAK PERDULI DENGAN STRATEGI, YANG TERPENTING ADALAH KAU MATI ! " sumpah Ken.


" BRENGSEK KAU KEN !!!! " umpat Tuan Saga, tubuhnya kini terkulai lemas di lantai,dan..


" MEMBUNUH SATU ORANG SEPERTIKU SAMA SEKALI TIDAK MENGUNTUNGKANMU, MASIH BANYAK ORANG DI LUAR SANA YANG TIDAK MENYUKAI ISTRIMU, YAURA !!! DIA HANYA PEMBAWA SIAL UNTUKMU ! hahahahha " tawa Tuan Saga.


" TUTUP MULUTMU BR*NGSEK !!! " teriak Ken dan,


dorrrrrrrr Ia menembak kepala Tuan Saga,hingga tak bernyawa. darah berceran dilantai, serta suntikan beracun yang berhasil memasuki tubuhnya membuat Tuan Saga sama sekali tidak memiliki harapan hidup.


Setelah itu, Ken melangkah keluar begitu saja tanpa membereskan barang bukti atau menyembunyikannya. karena bagaimanapun, Ia telah melakukan kejahatan kriminal karena membunuh seseorang yang justru akan menjadi boomerang untuk dirinya.


Area Parking


Tangannya memencet nomor ponsel yang akan selalu Ia hubungi, siapa lagi jika bukan..


" Kau sudah menyanderanya? " tanya Zayn yang ternyata belum tidur, Ia asyik berjaga bersama Albert di ruang bawah tanah.


" Dia sudah mati. rumah bagaimana? aman? " jawab Ken seraya menghidupkan mesin mobilnya.


Zayn membulatkan kedua matanya,


" Mati? Kau tidak menyanderanya? jika seperti itu Kita tidak akan tahu siapa saja komplotannya Ken ! " ucapnya.


" Aku sedang tidak berselera bermain teka-teki, biarkan saja yang waktunya mati harus mati. mudah saja menemukannya, KITA LIHAT SIAPA YANG PALING ANTUSIAS SAAT PENYELIDIKAN KEMATIAN SAGA, DIA YANG WAS-WAS, BERARTI DIA YANG IKUT TERLIBAT. " senyum Ken sembari membayangkan detik dimana Tuan Saga menghembuskan nafas terakhirnya.


Zayn terdiam berusaha mencerna perkataan Ken,


" Tetapi permainannya kurang seru jika Dia mati semudah itu . " kritik Zayn.


Ken hanya tersenyum lalu mengakhiri telfonnya, kemudian Ia bergegas meninggalkan hotel.


*


*


PAGI HARI


Hanya tidur beberapa jam,membuat Yaura tidak melupakan rutinitasnya bangun pagi,rutinitas apalagi jika bukan Mual dipagi hari.


Huoooookkk


Huoookkkk

__ADS_1


Ia terus memuntahkan isi perutnya di wastafel, hingga membuat badannya lemas tak bertenaga.


" Ya Tuhan, Aku ini kenapa? " rintih Yaura,


" Apa ini dampak penyakitku yang dulu? " sambung Yaura, Ia menyangka perut mualnya saat ini ada hubungannya dengan masa lalu. saat dimana hidungnya sering mengeluarkan darah, dan kepalanya teramat sakit. ditambah saat Dia koma 8 bulan membuat Yaura yakin bahwa kondisinya saat ini adalah dampak masa lalu.


" Ya Tuhann !!! " Ia mencoba menetralkan diri dan berjalan ke meja makan.


Tak lupa,ponsel Ia cek. namun tak kunjung ada kabar dari Suaminya,


" Pendusta. Dia bilang kabar itu penting, tapi Dia sendiri yang tidak mengabariku. " gerutu Yaura. hendak menelfon lebih dulu Suaminya,namun Ia urungkan.


" Tidak .. tidak.. " Yaura menggelengkan kepalanya.


Ruang Makan Utama


Setelah berolahraga, Nona Lee terlihat menyantap sandwich sembari berjalan ke Kamar Zayn,karena bagaimanapun Ia harus membangunkannya karena Zayn termasuk garda terdepan keselamatan Para Wanita.


" Zayn ! bangun ! ini sudah siang. " ucap Nona Lee sembari mengetuk pintu kamar Zayn.


Berkali-kali Ia mengetuk pintu,namun tidak ada sautan sama sekali.


" Zaynn !!! " teriakan Nona Lee terdengar lebih kencang, dan..


Tlkkkk pintu terbuka,


Betapa terkejutnya Nona Lee saat melihat seorang Wanita Cantik yang membukakan pintunya.


" Oh Astaga ? apa Aku salah kamar? " syok Nona Lee, Ia nampak kebingungan dan heran.


Wanita Cantik itu hanya melempar senyum Kaku,


" Tidak, Nona tidak salah kamar. tetapi Zayn tidak ada , semalam Zayn yang menyuruhku tidur disini. " tuturnya.


Meskipun syok dan kebingungan,namun Nona Lee tetap melempar senyum manisnya.


" Ohhh begitu,Nona. Aku mohon maaf telah mengganggu tidurmu, Aku mengira Zayn yang ada di dalam. "


" Aku yang minta maaf Nona karena telah lancang berada di kamar ini. " ujar Wanita itu seraya menundukkan kepalanya sedikit.


mempunyai kepribadian yang mudah bergaul,dan rendah hati membuat Nona Lee tidak sungkan kepada siapapun.


" Jangan meminta maaf,tidak ada yang salah. Oh iyah namamu siapa Nona? perkenalkan Aku Stephani Lee " sapa Nona Lee sembari mengulurkan tangannya.


" Aku YARA SONIA. " balas Yara sembari menyambut uluran tangan Nona Lee.


" Wahh namamu terdengar mirip dengan Adikku,Yaura . baiklah senang berkenalan denganmu,Yara .. " senyuman Nona Lee begitu merekah, terpancar aura kebahagiaan di dalam dirinya.


Terkejut,


" Nona Yaura? jadi... Nona Stephani Lee adalah Kakaknya Nona Yaura? " tanya Yara.


Nona Lee menganggukkan kepalanya,


" Kita bisa mengobrol lagi setelah sarapan,ayo sarapan. " ajak Nona Lee namun ditolak oleh Yara karena Ia tidak enak hati.


" Terima kasih Nona, tetapi Aku tidak lapar. mmmm Aku tunggu Zayn saja karena Dia sudah janji akan mengantarku pulang. " ujar Yara yang tidak mau diajak ke area ruang makan utama dengan alasan Ia hanya tamu.


" Zayn ntah ada dimana,sudah jangan menunggunya. Kau nanti kelaparan. " paksa Nona Lee.


SPOILER


David memberi segelas Wine kepada Nona Lee,


" Sebentar lagi Hari Valentine, mmmmmmmm .." david menghentikan ucapannya.


__ADS_1


__ADS_2