
" Ken.. jangan terlalu kasar pada Anin,Aku tidak tega melihatnya menangis tadi.. " Yaura mengeratkan pelukannya.
" Iyah,Sayang.. " Ken hanya mengiyakan tanpa berani mengungkapkan kebenaran.
Selama memeluk Yaura, selama itu pula Ia terus berperang dengan Hati dan Otaknya yang tidak sejalan.
" Aku tidak ingin berbohong kepada Yaura tentang Anin, tapi.. Aku juga tidak tega jika melihat Anin tertembak olehnya.. " dilema Ken dalam hati.
Ingin menghilangkan dilemanya,
" Ayo masuk ke dalam.. atau Kau masih ingin bersama yang lain disana? " tanya Ken sembari melepaskan pelukannya.
" APA YANG KAU SEMBUNYIKAN DARI KU? " ucap Sang Istri tiba-tiba hingga membuat dilemanya menjadi-jadi.
Ken menundukkan pandangannya, tenggorokannya seakan tercekat, ingin mengungkap kebenaran namun Ia belum berani mengambil resiko kedepan.
" Tidak ada. Aku hanya syok dengan sikap Anin yang berani menampar Lolly. sungguh, yang Aku tahu, Anin tidak seperti itu. " tutur Ken sembari menggenggam tangan Sang Istri, sebisa mungkin Ia menutupi ketakutan yang ada diwajahnya.
" SEKALI SAJA KAU BERBOHONG, AKU TIDAK AKAN MEMPERCAYAIMU LAGI. " Yaura menatap Ken dengan penuh peringatan.
Degg !!!!! Ken mendelik, Jantungnya berdetak sangat kencang.
" Sayang, jangan berbicara seperti itu.. Aku sangat mencintaimu.. " lirih Ken.
Hendak menjawab, Zayn tiba-tiba datang menghampiri mereka berdua.
" Maaf mengganggu Kalian. " ucap Zayn sembari membawa Jus Jeruk di tangannya.
" Nona Yaura, Aku ada keperluan dengan Suamimu sebentar. Apa Aku boleh membawanya? " sambungnya sembari tersenyum manis.
" Ada apa? Katakan disini saja. " sambar Ken.
Zayn mengamati sekitar, dirasa aman.
" Aku ingin meminjam Namamu untuk transaksi senjata nanti malam. Mereka dari Amerika.. " tutur Zayn ditelinga Ken dan Yaura.
Ken melirik ke arah Istrinya,
" Baiklah. Mari Kita berbicara. "
" Kau ingin masuk ke Kamar atau bergabung dengan yang lain? " tanya Ken kembali sembari mengelus kepala Yaura dengan penuh kasih sayang.
" Ke Kamar. " singkat Yaura sembari melebarkan senyuman tipisnya.
Kini, merekapun berjalan meninggalkan taman.
" Nona Yaura.. Kau ini cantik sekali Ya Tuhan.. Aku rasa, Kau lebih cocok menjadi Supermodel. " puji Zayn di sepanjang jalan.
" Berlebihan. " cuek Yaura yang membuat Zayn menggelengkan kepala.
Zayn terus mengusili Yaura, berbeda dengan Ken yang nampak semakin dilema.
" Semakin memendam, semakin menyiksa. Aku tidak bisa membohongi Istriku sendiri.. " lirih Ken dalam hati.
*
*
Kamar Anin
Anin memanggil paksa Lolly yang sedang bercanda dengan Nona Lee juga David.
Brakkkkkkkk Ia menutup pintu dengan kasar hingga membuat Lolly menjengit.
Anin marah besar kepada Lolly. Wajahnya memerah, tatapannya tajam dan matanya dipenuhi cairan bening.
" Tega sekali Kau,Lolly ! karenamu, Ken hampir menembakku tadi ! " teriak Anin histeris.
Degg !!!! Lolly membulatkan matanya. Ketakutannya kini benar-benar terjadi.
" Apa maksudmu? " ucap Lolly gemetar, Ia langsung mendekati Sang Kakak dan memeriksa keadaannya.
" Apa ada yang terluka,Kak? Kau baik-baik saja,kan? "
Sambungnya.
Bukannya menjawab, Anin malah mendorong tubuh Lolly untuk menjauh darinya.
" Jangan sok perhatian denganku ! Jahat sekali Kau mengatakan hal buruk tentang Kakakmu sendiri kepada Ken ! Aku hampir mati karenamu ! " teriak Anin sembari menunjukkan jarinya ke wajah Lolly.
Merasa tidak mengatakan apa-apa,
" AKU TIDAK MENGATAKAN APAPUN KEPADA KAK KEN ! Sungguh, Kak ! Aku malah melindungimu dan menutupi kebenaran.. " tutur Lolly matanya berkaca.
" Munafik. " umpat Anin,
" Brengs*k Kau,Lolly !!!!! " teriak Anin kembali sembari mengangkat tangannya, hendak kembali menampar Sang Adik..
Tiba-tiba seorang Pria mencegah tangannya.
" KETERLALUAN KAU,ANIN .. " ucap Pria itu sembari menatap Anin dengan penuh amarah.
" A-a-alfin ? bagaimana Kau bisa masuk? " Anin syok melihat sosok Alfin yang muncul secara tiba-tiba, padahal pintunya terkunci.
" Ka Alfin.. " Lolly semakin lemas saat melihat Alfin mendengar perdebatan mereka.
" Ya Tuhan.. semoga Kak Alfin tidak tahu tentang kebenarannya. " sambungnya dalam hati.
Alfin mengeraskan cengkramannya, tatapan matanya memerah.
" MENGAKULAH KEPADA YAURA SEKARANG ! LALU MINTA MAAFLAH PADA NONA LEE. " ujar Alfin yang membuat Anin tersentak.
" A-a-apa maksudmu ? " Anin melepaskan tangannya dari cengkraman Alfin.
Alfin menggeser tubuh Lolly yang menghalangi pandangannya,
" Jangan banyak drama ! Kau lupa SIAPA YANG BERADA DI SEKELILINGMU? "
" NIS. Kau lupa? atau sengaja mengabaikannya? AKU SUDAH PUNYA BUKTI NYATA TENTANG KEJAHATANMU ANIN. " Alfin mempertegas perkataannya hingga membuat Anin dan Lolly melemas. belum selesai bermasalah dengan Ken, kini Alfin.
" AKU PERINGATKAN SEKALI LAGI, JANGAN SAMPAI KAU BERHADAPAN DENGAN YAURA. Tidak ada harapan hidup jika Kau bermasalah dengannya ! " tutur Alfin,tangannya terkepal dan meradang melihat betapa angkuhnya seorang Anin.
" TIDAK-TIDAK- .. KA ALFIN, AKU MOHON JANGAN LAKUKAN INI, JANGAN BERITAHU YAURA,KA .. AKU MOHON.. " Lolly langsung mengatupkan tangannya dan menangis, Ia menatap Alfin dengan penuh permohonan.
" MENGAKU LEBIH BAIK, DARIPADA MENDENGAR KEBENARAN DARI TELINGA ORANG LAIN. MENGAKULAH ANIN, AKU MEMBERIMU SATU KESEMPATAN TERAKHIR.. " tegas Alfin sekali lagi, tangannya terus terkepal melihat berani sekali seseorang berurusan secara terbuka dengan Yaura.
Anin hanya diam,dan membuang pandangannya ke sembarang arah.
Berusaha mengerti Anin yang notabennya adalah Warga Sipil hingga tidak bisa memahami bagaimana berbahayanya berhadapan dengan Kalangan Bersenjata, apalagi soal penghianatan.
" AKU AKAN MELINDUNGIMU JIKA KAU MENGAKU SECARA LANGSUNG KEPADA YAURA SEKARANG. KATAKAN DENGAN JUJUR APA MOTIF PERCOBAAN PEMBUNUHAN YANG KAU LAKUKAN TERHADAP NONA LEE.. " celetuk Alfin yang membuat Anin dan Lolly mendelik.
" Jangan berbicara sembarangan. Aku sama sekali tidak melakukan percobaan pembunuhan terhadap Nona Lee. Iyah Aku tahu, Kau adalah seorang NIS ! tapi apa musibah termasuk TINDAKAN KRIMINAL? Tidak Alfin ! hanya karena Aku tidak menolong Nona Lee, Kau dan Ken menuduhku MELUKAI NONA LEE? Iyah tahu, Aku tidak sepintar Kalian. Tapi tolong, Aku juga berhak membela diri. Itu murni terpeleset, BUKAN AKU YANG MENDORONGNYA. " Anin membela diri hingga membuat Lolly semakin gemetar.
Dikasih hati minta jantung,
" AKU SUDAH BERNIAT BAIK KEPADAMU, DAN AKAN MELINDUNGIMU.. tapi Kau masih berani mengatakan itu di depanku. Cih .. " smirk Alfin.
Tukk tukk tukk tukk Lolly melangkah lalu membuka pintu
" TEMUI YAURA DAN NONA LEE SEKARANG,KAK. INI KESEMPATAN BAGUS, KAK ALFIN AKAN MELINDUNGIMU.. " ucap Lolly sembari mengusap air matanya, Ia menguatkan diri dan ingin menuntun Sang Kakak untuk meminta maaf kepada Yaura juga Nona Lee.
" TIDAK. " Anin menghempaskan tangan Lolly dari lengannya.
" Aku tidak bersalah. mengertilah. " sambung Anin, Ia menatap Lolly dan Alfin bergantian.
Hendak berbicara, pandangan mereka teralihkan saat melihat Trio Penguasa Senjata lewat.
Hentakan sepatu dengan lantai, langkah yang tegap lurus, memancarkan Aura tersendiri kepada mereka yang memegang kendali Dunia Hitam.
Melihat sekelebat Yaura, membuat Lolly kembali meneteskan air mata.
" Ayo Kak... Aku mohon.. " lirih Lolly, Ia tidak tahu lagi bagaimana membujuk Anin yang sangat angkuh.
" Hufftt " Alfin membuang nafasnya.
" Iyah, baiklah. itu pilihanmu,Anin. SANTAI SAJA, SANTAI.. ITU KAN YANG KAU FIKIRKAN? " Alfin kembali meradang.
" KAU BISA SE-TENANG INI KARENA KAU ADALAH SAUDARANYA KEN. DAN KEN MELINDUNGIMU,BEGITU KAN? "
" Baiklah. Tidurlah yang nyenyak malam ini. karena Siapa tahu, BESOK KAU SUDAH DI TIDURKAN DI PETI MATI . " celetuk Alfin,tatapannya begitu menghujam Anin. perkataannya pun begitu menusuk Lolly.
Setelah itu, Alfin melangkah keluar dengan rasa kesal dan amarah.
Perkataan Alfin yang terakhir kini berhasil menembus otaknya,
" TIDAK.. TIDAK.. KEN PASTI AKAN MELINDUNGIKU JIKALAU YAURA TAHU KEBENARANNYA. " ucapnya dalam hati, Ia sangat ingat bagaimana Ken tidak langsung menembaknya.
" Kau jahat Kak.. Aku peduli denganmu, tapi Kau sama sekali tidak mau mendengarkan Adikmu sendiri.. " Lolly menangis lalu melangkah keluar. Ia sadar, membujuk Anin tidak akan membuahkan hasil.
" Meminta bantuan kepada Siapa? Sungguh, Aku tidak mengerti apa yang harus Aku lakukan sekarang.. " rintih Lolly di sepanjang langkahnya.
Mengingat Yaura bertingkah baik-baik saja tadi,membuat Lolly semakin gemetar.
" Yaura tidak bereaksi. itu berarti Kak Ken belum memberitahunya. lantas bagaimana denganku dan Kak Anin? jika Kak Ken saja belum memberitahu Yaura.. " sambungnya.
Kamar Ken
Ken memperhatikan Istrinya yang langsung membuka pintu,
" Telfon Aku nanti jika membutuhkan sesuatu ".
Tak menjawab, Yaura hanya menganggukkan kepala.
" Pertanyaan macam apa ini, tentu Yaura membutuhkanmu. nanti siapa yang menghangatkannya saat tidur? " celetuk Zayn diiringi tawanya yang begitu menggelegar.
Tak merespon,Yaura langsung masuk dan menutup pintu. Begitupun dengan Ken yang malah menurunkan pandangannya hingga membuat Zayn menyadari sesuatu.
" Apa lawakan kali ini sama sekali tidak lucu? " tanya Zayn.
" Lupakan. " Ken tak menjawab lalu melanjutkan langkahnya menuju sebuah Ruangan.
Ruangan Private
Pintu terkunci, Ken langsung menjatuhkan badannya ke soffa.
" Katakan, Kau butuh bantuan apa. "
" Sudah dibilang, Aku membutuhkan identitasmu untuk membeli senjata. Tenang saja, transaksi semuanya akan aman. " tutur Zayn sembari mendaratkan bokongnya di soffa tepat depan Sahabatnya. tak hanya diam, Ia pun mengamati ekpresi wajah Ken yang begitu murung dan gelisah.
" Lakukan saja transaksi yang Kau mau. kirim datanya kepadaku besok. " singkat Ken, tangannya meraih sebuah botol Wine lalu menenggaknya langsung.
Kacau,
" Kau kenapa? ada masalah? " tanya Zayn.
Mendengarnya,membuat Ken mendelik.
" Tidak. "
" Sudahlah.. katakan ada apa? Kau terlihat kacau sekarang. " Zayn mendesak Ken untuk berkata jujur.
" Perusahaan? Musuh? atau apa? Aku akan membantumu semampuku.. " sambungnya.
Beberapa saat terdiam,
" Aku bingung harus jujur kepada Yaura atau tidak.. semuanya sama-sama beresiko. " Ken mengusap kepalanya dengan kasar.
" Kau berselingkuh? jangan macam-macam Kau brengsek ! Bagaimana bisa Kau menyelingkuhi Istrimu yang secantik itu ! " sentak Zayn.
" Bukan itu bodoh. Aku tidak sedang becanda. " ucap Ken, Ia pun kini menceritakan kejadian Anin kepada Zayn.
Bercerita..........
" ANIN? WANITA PENDIAM SEPERTI ANIN MELAKUKAN ITU ? " Zayn terkejut.
" AKU TIDAK INGIN BERBOHONG KEPADA ISTRIKU SENDIRI. TAPI DISAMPING ITU JUGA, AKU TAHU BAHWA YAURA PASTI AKAN MELENYAPKAN ANIN. " tutur Ken, Ia flashback latar belakang Keluarga Anin yang juga begitu menyedihkan.
" Jika Orang Tuamu saja tidak dilenyapkan olehnya, kemungkinan Anin masih bisa selamat. Katakan saja dengan jujur kepada Istrimu sendiri, buat Dia mengerti. " saran Zayn.
Deggg !!!!!!! mendengarnya,membuat Ken tersadar.
Ingin mengatakan ' Iyah ' Ken kembali dibuat dilema saat mengingat perkataan Yaura bahwa Reino dan Hilya tidak dibunuh itu karena Dirinya.
" Orang Tuaku tidak dibunuh itu karena YAURA MENGHARGAIKU. tapi sekarang,Anin. Anin hanya sebatas Saudara. Istriku sangat sensitive soal Pembunuhan,Zayn. Dia punya Prinsip Nyawa harus dibalas dengan NYAWA. "
" Benar juga... " Zayn berubah pikiran dan ikut dilema bagaimana memecahkan kebenaran Anin.
" Aku tidak ingin ada Adu Senjata dengan Istriku sendiri. " sambung Ken.
Merekapun kini sama-sama merenung.
Kamar Ken
Duduk diam menyendiri di Kamar,membuat Yaura menelaah dan mengingat kembali hal aneh.
" Aku rasa ada sesuatu yang tidak Aku ketahui. tapi apa? penyerangan? penjahat? "
" Tidak ada kekerasan atau senjata selama berada disini. tapi kenapa terasa begitu hambar dan ganjil? " Ingatan Yaura tiba-tiba tertuju pada Anin yang menangis, Ken yang menahan emosi, juga Kevin yang memegang senjata.
" Senjata.. Kevin memegang senjata.. Posisi itu.. " Yaura mengingat posisi Kevin yang serasa pasang badan untuk Anin, juga Ken yang berada tepat di depannya.
" Tidak mungkin Kevin memegang senjata jika didepannya tidak bersenjata. itu berarti, Ken MENGELUARKAN SENJATANYA. " Yaura terdiam dan mengalisa kembali.
" Apa mungkin Ken tega menodongkan senjata kepada Anin? lalu Kevin menghalanginya? "
" Lolly ditampar..Ken beralasan Ia marah karena Anin berani menampar Lolly.. "
" Tidak mungkin hanya karena itu Ken tega menodongnya dengan senjata. " Yaura berdiri, Ia berjalan meraih ponselnya yang ada di Ranjang.
Jemarinya kini menekan sebuah nomor rahasia.
" Temui Aku di Kamar. " perintahnya.
" Baik Nona. " jawab seseorang.
Yaura menurunkan ponselnya,
" Terpaksa Aku melakukan ini. " lirihnya.
Beberapa menit kemudian,seseorang mengetuk pintu. Yaura pun langsung menyuruh mereka masuk.
Dua Orang berbaju santai khas hawai menundukkan kepalanya.
" Salam Nona. " ucap mereka yang berjumlah Dua Orang. Iyah siapa lagi kalau bukan Tim Goddess Of Death.
" Tarik semua data CCTV yang ada di resort, dari awal Kita menginap sampai sekarang. Ken, Anin,Kevin dan Lolly jadikan mereka Target Utama. Fokuskan pada mereka, catat Hal yang mencurigakan,serahkan datanya padaku selama 2 Jam kedepan. " ucap Yaura dengan nada dinginnya.
Deggg !!! Dua Pria itu saling menatap dan terkejut,bagaimana mungkin Ken masih dicurigai disaat kebaikannya tak diragukan lagi.
" Tuan Ken,Nona? " tanyanya.
" Iyah. dan satu lagi.. Zayn, incar rekaman CCTV Zayn. Jika ada penyadap yang Kalian sebar, cabut penyadapnya dan periksa. "
" Satu lagi.. jangan memberitahu perintahku kepada Pak Agus. Kalian mengerti? " to the point Yaura.
" Baik Nona,Kami mengerti. " jawab Tim.
" Sekarang Kalian boleh pergi. " ucap Yaura.
" Kami Pamit,Nona. " Tim menundukkan kepalanya dan melangkah keluar.
Bertindak, Yaura membuang ponsel lalu meraih Laptop Sang Suami yang baru saja digunakan beberapa saat yang lalu. Bakat NIS, tangannya begitu cepat mengacak-acak isi Laptop untuk menemukan sesuatu yang Ia cari.
Selain data G&D,Louis dan Pribadi tidak ada hal yang mencurigakan membuat Yaura semakin overthinking.
" Tidak ada apapun. " lirihnya.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu, Yaura pun langsung menutup Laptop.
" Kak Lee? " tanya Yaura saat melihat sosok Nona Lee berada didepannya.
" Syukurlah Kau tidak sibuk dengan Suamimu.. " goda Nona Lee sembari menatap ke arah Ranjang.
" Tidak, Ken sedang bersama Zayn. Masuklah Kak.. " Yaura mencoba menenangkan diri.
Merekapun kini duduk di soffa,
" Kalo sendirian,kenapa tidak ikut bergabung dengan Kami? ada permainan yang menyenangkan dari Adik Iparmu,Evelyn 😅 Kau harusnya ikut tadi. " ujar Nona Lee.
" Benarkah? baiklah Kak,Ayo sekarang keluar. Evelyn memang sangat pandai membuat permainan. " jawab Yaura, hendak beranjak, tangannya di tahan oleh Nona Lee.
" Telat. semuanya sudah bubar. Malam ini terasa sepi karena tidak ada Anin,Lolly, Kau, bahkan Lisya juga datangnya telat. Hanya ada Aku dan Evelyn disana.. membosankan. " Nona Lee mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
" Ya Tuhan, Aku merasa tidak enak hati membuatmu bosan disini,Ka. Baiklah,Ayo keluar.. Aku juga ingin mencari angin malam. " ajak Yaura.
" Anginnya sangat kencang dan dingin, tidak baik,sudahlah. Lagipula,Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu,Yaura.. " tangan Nona Lee tiba-tiba meraih telapak tangan Adik Angkatnya itu.
" Meskipun Kita tidak terlalu dekat, tapi Aku sudah menggap Kau adalah Adikku sendiri. dan Mendiang Ayah Devano,akan selalu melekat didalam hatiku,Yaura. " sambung Nona Lee,hingga membuat Yaura menyipitkan matanya.
" Apa maksudmu Kak? Kau memanglah bagian dariku."
" MAKSUDKU.. KAU MAU KAN MENGANGGAPKU SEBAGAI SEORANG KAKAK DAN MENDENGARKAN PERKATAANKU ? layaknya seorang Kakak menasehati Adiknya. " tutur Nona Lee, Ia menatap Yaura dengan tatapan dalam.
" Tentu Aku akan mendengarkanmu,Kak. Jangan berkata aneh seperti itu.. " lirih Yaura.
" Jika seperti itu, maka sekarang dengarkan Aku. KAU HARUS BAHAGIA, YAURA. BERBAHAGIALAH DENGAN KEN,SUAMIMU. AKU TAHU KAU SEMPAT MEMARAHI KEN KARENA MERACUNMU SAAT ITU. PERCAYALAH, KEN MELAKUKAN ITU KARENA DIA SANGAT MENCINTAIMU. "
" PERTENGKARAN DALAM RUMAH TANGGA MEMANG WAJAR, ASAL JANGAN SAMPAI MELEWATI BATASNYA. JANGAN SESEKALI KAU MERAGUKAN CINTA KEN UNTUKMU, YAURA.. JIKA DIUKUR DENGAN NYAWA, KEN AKAN MEMBERIKAN NYAWANYA UNTUKMU. "
" Tolong jaga terus hubunganmu dengan Ken, dan Berbahagialah dengannya sampai akhir hayat." tutur Nona Lee, matanya berair hingga membuat hati Yaura tiba-tiba sesak.
" Kenapa Kak Lee berbicara seperti ini? Aku baik-baik saja dengan Ken,Kak.. Soal pertengkaran kemarin,Aku hanya kesal dengannya karena menembakku. juga...... "
" Tentu Aku bahagia dengan Ken. Dia sangat baik. " tutur Yaura.
Hugggggg Nona Lee tiba-tiba memeluk Yaura dengan erat.
" PERCAYALAH KEPADANYA APAPUN YANG TERJADI. KALIAN BERDUA MEMANG DITAKDIRKAN BERSAMA. JANGAN ADA LAGI PERPECAHAN. " Nona Lee meneteskan air mata saat mengingat Anin dengan tega mendorongnya.
" Hanya Ken yang bisa melindungi Yaura dari Orang-orang jahat dan licik. " lirih Nona Lee dalam hati.
" Aku akan mempercayai seseorang yang memang dapat dipercaya. Tenanglah,Kak.. Kakak ini aneh sekali.. " Yaura mengulas senyum tipis sembari melepaskan pelukannya. Ia melihat mata Nona Lee sangat merah dan berair.
" Astaga.. kenapa Kak Lee menangis.. " tangan Yaura dengan sigap mengambilkan tissu dari meja.
" Aku menangis karena terharu dan merasa kasihan dengan Ken. " Nona Lee mengusap air matanya.
" Kasihan kenapa? Aku tidak melakukan penganiayaan kepadanya ".
" Tentu Kasihan. Hampir saja Dia dikunci olehmu kemarin dan tidak dapat JATAH. " celetuk Nona Lee diiringi senyuman manis khasnya.
Plakkk Yaura memukul lembut lengan Nona Lee.
" Sempat-sempatnya berfikir seperti itu. " Yaura mengulas senyum tipis dari bibirnya.
" Yaura, dengarlah. Pria itu mempunyai Prinsip LEBIH BAIK DIANIAYA DARIPADA TIDAK DAPAT JATAH. " tangisan Nona Lee kini sirna dan berganti menjadi godaan.
" Baiklah. lain kali,Aku akan menganiaya Ken saja. " jawab Yaura dengan entengnya.
" HEI ! bukan begitu konsepnya. " sentak Nona Lee.
Merekapun kini melanjutkan obrolan.
*
*
Menyendiri, Lolly benar-benar berfikir keras apa yang harus Ia lakukan.
" Apa Aku dan Kak Anin kabur saja dari sini? iyah mungkin ini pilihan terbaik jika Kak Anin tidak mau mengakuinya. Dengan begitu, setidaknya Kak Anin punya tempat untuk bersembunyi jika suatu saat nanti Yaura tahu. " bak jalan buntu, iyah itulah cara yang dipikirkan seorang Lolly.
" Tapi Kak Ken sudah sangat baik kepada Kita. Baiklah, Aku akan menyampaikan permintaan maaf kepada Kak Ken dan berterima kasih banyak kepadanya. "
" Iyah, ini ide bagus. " Lolly mengelus jantungnya yang masih berdegub kencang.
Tiba-tiba seseorang duduk disebelahnya,hingga membuat Lolly menjengit.
" KAU.. KENAPA KAU ADA DISINI ? " teriak Lolly.
Tak menggubris, pandangan Alex hanya terarah pada wajah Wanita yang berada di sebelahnya.
" Katakan ada masalah apa? siapa tahu Aku bisa membantumu. " lirih Alex saat menyadari Mata Lolly yang semakin sembab dan wajah yang begitu lesu.
" Tidak ada masalah apa-apa. sudah sana ! Aku ingin menyendiri. " Lolly menghindari kontak mata dengan Alex.
" Semua manusia butuh tempat berbagi. tidak bisa menyimpannya sendiri. kecuali Kau seorang pengidap depresi yang memendam semuanya sendiri, lalu lama-lama akan mati. " tutur Alex yang membuat Lolly tersentak.
" Aku tidak depresi atau ada masalah. Lupakan kejadian semalam, Aku baik-baik saja. " ucap Lolly.
" LIHATLAH MATAMU. KAU SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA,LOLLY. KATAKAN KAU KENAPA SEBENARNYA? AKU HANYA INGIN MEMBANTUMU TIDAK LEBIH. " Alex mendekatkan tubuhnya ke Lolly hingga membuat Lolly bisa merasakan hembusan nafasnya.
" Terima Kasih. Tapi Kau salah,Aku baik-baik saja. " Lolly menahan air mata agar tidak menetes.
Melihat Lolly terus mengedipkan matanya,membuat Alex semakin yakin bahwa Wanita yang berada didepannya itu sedang tidak baik-baik saja.
" Bahkan Ia terlihat jelas menahan tangisan. tapi kenapa? ada masalah apa sebenarnya? " Alex menatap mata Lolly dengan begitu dalam.
Tidak nyaman,
" Aku permisi. " Lolly beranjak, lalu pergi begitu saja dari hadapan Alex.
Ingin mengejar, namun Alex mengurungkan niat.
" Sulit sekali memahaminya. " lirihnya dalam hati. Matanya terus memperhatikan punggung Lolly yang mulai menjauh.
*
*
Kamar Ken
Selama hampir 1,5 Jam, Nona Lee dan Yaura mengobrol. entah apa yang dibicarakan, yang jelas itu adalah pembicaraan penting dan kaya akan makna.
Trininggg Ponsel Yaura berdering, Yaura pun beranjak lalu meraih ponsel yang ada di Ranjangnya.
KEN
" Halo "
" Kau baik-baik saja? " tanya Ken yang masih bersama Zayn, tatapan matanya begitu sendu dan cemas.
" Tentu. Kau aneh.." lirih Yaura.
" Syukurlah. sekarang tidurlah.. jangan begadang terus.. " Ken mengisyaratkan Istrinya bahwa malam ini tidak bisa tidur bersama.
" Kau ada diluar resort? " tanya Yaura yang curiga karena perkataan Sang Suami begitu ambigu.
" Tidak, Aku masih disini bersama Zayn. Ada banyak hal yang harus dibahas, jadi mungkin Aku begadang bersamanya. makadari itu,sekarang tidurlah.. " tutur Ken.
Yaura diam sejenak.
" Baiklah.. "
" Good Night,Sayang. Aku mencintaimu." ucap Ken.
" Good Night.. " lirih Yaura.
Setelah itu, keduanya sama-sama terdiam sejenak. tidak ada sepatah katapun yang keluar. Bak firasat yang menandakan bahwa keadaan tidak baik-baik saja.
Tutttttttt Yaura lebih dulu memutuskan sambungan telefonnya.
Sudah larut dan mengira Ken kembali.
" Yaura.. Aku pamit dulu. ini sudah malam, tidak enak dengan Suamimu. " tawa Nona Lee seraya menepuk pundak Yaura.
" Terima kasih Ka,sudah menemaniku. Selamat malam. " Yaura mengulas senyum tipis dari bibirnya.
" Malam.. Semoga mimpi indah.. " Nona Lee membuka pintu lalu melangkah keluar.
Sendiri, Yaura mendudukkan tubuhnya di tepi Ranjang.
" Ada yang Ken sembunyikan dariku. " lirihnya.
Tidak sabar, Yaura kembali menghubungi Timnya.
" Apapun yang Kalian dapat,cepat serahkan padaku sekarang. " perintah Yaura yang membuat Pria tadi gerak cepat.
" Ba-baik Nona. "
*
*
Tim menyerahkan sebuah flashdisk berwarna hitam,
" Kami tidak memasang penyadap Nona,sesuai perintah Kepala Agus. "
" Ini semua rekaman CCTV yang Nona minta. Semaksimal mungkin Kami memperhatikan titik yang mencurigakan. Semuanya terlihat Normal, tetapi ada suatu kejadian yang sangat mencurigakan.. " tutur Tim.
Sigap, Yaura langsung mengambil Laptop Suaminya dan memasukkan flashdisk.
" Menit 35.54 di tanggal ****. "
Rekaman yang disebutkan pun tampil didepan mata.
" Tuan Ken tertarik kedalam oleh seseorang. Ini menurutku sangat mencurigakan. Terlihat jelas, ini sebuah rahasia. " Pria itu menjelaskan reka adegan video.
Yaura menyipitkan matanya dan berfikir keras, Ia terus mempercepat video hingga menemukan....
" LISYA? " Yaura membulatkan matanya saat melihat Lisya keluar setelah Ken.
" Iyah Nona. Wanita yang masuk menggunakan penutup kepala lalu menarik Tuan Ken kedalam Ruangan adalah Nona Lisya. "
" Lihatlah.. Tuan Ken seperti marah setelah berbicara dengan Lisya. Lalu Ia menarik Nona Anin masuk kedalam Kamar Ini. "
" Yang lebih mencurigakan adalah .. NONA LISYA SEMPAT MEMEGANG PENYADAP. PENYADAP ITU IA SEMBUNYIKAN DARI ALFIN DIBAWAH LAPTOPNYA. Mohon Maaf Nona, hanya itu inti yang Kami dapat dalam waktu 2 Jam. Jika Nona berkenan memberikan waktu lebih, Kami akan menyelidiki semuanya. " tutur Tim sembari menampilkan reka adegan dimana Lisya membawa penyadap.
Tak menjawab, Mata Yaura sendu.
" Nona, apa perlu Kami mengambil penyadap dari Nona Lisya? " tanya Tim kembali saat melihat Nonanya terdiam.
" Tidak perlu. Baiklah,Terima Kasih. Kalian boleh pergi. "
" Kami permisi,Nona. " Tim menundukkan kepalanya dan keluar.
Jantung Yaura berdegub kencang.
" Lisya dan Ken. Penyadap. " lirih Yaura seraya menganalisa hubungan keduanya. Tak membuang waktu, Yaura menggali lebih dalam rekaman CCTV.
Setengah jam mengotak-atik video.
" LISYA.. DIA SANGAT MENDOMINASI SEMUA KECURIGAAN. ada apa ini? " Yaura menutup Laptop lalu menatap jarum jam yang menunjukkan pukul 00.15 tengah malam.
*
*
Kamar Lisya
Suara ketukan pintu mengganggu rutinitas malamnya, yaitu memakai skincare.
" Astaga.. baru saja memakai masker. Apa Aku harus menghapusnya lagi? " Lisya beranjak dari Ranjang,lalu membuka pintu. dan..
" Yaura? " Lisya sedikit syok saat tahu Yaura mendatanginya sembari membawa Laptop ditangan.
" Lisya, Ken sedang sibuk dan tidak bersamaku sekarang. Mmmmm apa Aku boleh bersamamu untuk menjadi temanku mengetik Data G&D? Sungguh,jika sendirian..Aku merasa jenuh. " tutur Yaura.
Bak Lolos dari maut, Lisya menghela nafas lega.
" Astaga Yaura, Kau tinggal masuk saja. Tentu boleh. bukan boleh lagi, Aku senang malah. " Lisya tersenyum sembari menarik Yaura masuk lalu menutup pintu.
" Kau memang terbaik. " Yaura tersenyum manis sembari mendudukkan dirinya di Ranjang sesuai perintah Lisya.
" Maaf yah,Yaura.. Aku sedang memakai masker,karena sungguh, tanpa masker sebelum tidur, itu seperti sayur tanpa garam. Hambar. " Lisya kembali meraih mangkuk masker lalu mengoleskannya ke wajah.
" Pantas saja wajahmu sangat sehat. Kau rajin perawatan ternyata. " Yaura membuka Laptop lalu mengoperasikannya.
Mendengarnya membuat Lisya mendelik.
" Hufffttt walaupun perawatan termahal sekalipun,wajahku tidak akan sepertimu Yaura. Aku iri. " celetuk Lisya saat mengingat bagaimana Alfin begitu mengagumi sosok dan kecantikan seorang Yaura.
" Cintai dan jadilah dirimu sendiri. Kau cantik, dan akan selalu cantik. " Yaura melebarkan senyuman manisnya hingga membuat Lisya lupa bahwa yang berada dihadapannya sedang mencari celah.
Membicarakan perawatan,membuat Lisya semakin semangat untuk berbicara panjang lebar. karena kapan lagi Ia bisa berbagi hal seperti ini dengan Yaura.
" Katakan apa rahasiamu memiliki wajah semulus ini,Yaura. Astaga.. Aku sangat mengidamkannya." histeris Lisya saat memegang pipi Yaura yang sangar lembut halus dan kenyal.
Bak kesempatan emas, Yaura menceritakan skincare rutinnya kepada Lisya. Namun siapa sangka, dibalik itu semua, matanya tak henti memperhatikan setiap sudut ruangan. terutama Laptop Lisya yang entah ditaro dimana.
" Dimana Laptopnya.. " lirih Yaura dalam hati.
" Yaura,Aku ke kamar mandi dulu. perutku tiba-tiba sakit. " Lisya memegangi perutnya yang merasa nyeri nan sakit.
" Oh Iyah. "
Dirasa Lisya masuk ke Kamar Mandi, Yaura langsung menuruni Ranjang lalu mencari keberadaan Laptop dan Penyadapnya.
Kesana kesini mencari, tak kunjung ketemu. tiba-tiba ekor mata matanya tak sengaja menangkap sebuah besi berwarna gold tertumpuk baju dilantai.
Sudah menduga, Yaura langsung berlari dan mengambil besi gold yang ternyata memang benar Laptopnya Lisya.
Tak membuang waktu, Yaura mengotak-ati Laptop Lisya dengan membobol password. Setelah password terbuka, Ia langsung saja memasukkan flashdisk dan mengambil semua data penting Lisya tanpa memeriksanya terlebih dahulu.
Selesai transfer data, Yaura terburu-buru mematikan Laptop lalu merapikannya seperti semula.
Brughh Yaura kembali menjatuhkan dirinya di Ranjang dan bertingkah baik-baik saja.
Tak lama, Lisya muncul dengan wajah yang meringis dan memegangi perutnya.
" Arrrgghh Sakit Sekali. " rintih Lisya.
" Kau kenapa Lisya? " tanya Yaura.
" Biasa. Datang Bulan. Argghhh Sial ! Kenapa selalu sakit seperti ini. " umpat Lisya.
" Hapus maskermu dan Istirahatlah. Jangan lupa minum air hangat untuk meredakan nyeri. Mmm tunggu, Aku akan keluar meminta Robin membuatkan obat herbal yang biasa Ia buat untuk Evelyn. Evelyn juga sepertimu,Lisya. " Yaura beranjak sembari membawa Laptopnya.
" Jangan Yaura. Tidak perlu. lagipula Kau sibuk, sudah,mengetik saja. " cegah Lisya.
" Aku tidak ingin mengganggumu,Kau harus istirahat. " Yaura pamit memanggil Robin dan kembali ke Kamarnya.
" Terima Kasih,Yaura. " Lisya menundukkan kepalanya sembari memegangi perut yang semakin terasa nyeri.
" SIALAN ! ARRRGHHH NYERI SEKALI. " Lisya berjalan menuju Ranjangnya sembari menahan sakit.
Peduli dan memang baik, Yaura langsung menghubungi Robin untuk membuatkan Obat Herbal untuk Lisya.
*
*
Kamar Ken
Yaura langsung mengunci pintu, dan mematikan Lampu. Tangannya bergerak cepat membuka Laptop dan memasukkan flashdisk guna memeriksa Data Lisya.
Hendak mengklik,tiba-tiba..
Trininggggg ponselnya berdering,siapa lagi kalo bukan Sang Suami.
Yaura memperhatikan layar ponsel yang menunjukkan pukul 01.20 Dini Hari.
" Maaf Ken, Aku tidak bisa mengangkatnya. " lirih Yaura.
Dilain tempat, Ken sedang menenggak segelas Wine sampai habis tak tersisa.
" Apa Yaura benar-benar tidur? " lirihnya saat panggilannya tak kunjung diangkat.
" Aku ke Kamar sebentar. " Ken hendak beranjak dan memeriksa Istrinya di Kamar namun Zayn langsung mencegahnya.
" Istrimu baik-baik saja, Kau ini berlebihan. lebih baik Kau kumpulkan keberanianmu besok untuk berbicara sejujurnya. Pikirkan baik-baik apa yang harus Kau katakan kepada Istrimu. Pikirkan juga hukuman untuk Anin. karena Aku rasa konyol,jika Kau tidak menghukumnya." ujar Zayn.
Ken mengurungkan niat,
" Anin sudah pasti akan mendapat pelajaran. hanya saja Aku tidak bisa membayangkan bagaimana respon Istriku. " ucap Ken.
" Yaura pasti akan memahami. Percayalah. Kau terlalu overthinking. " Zayn terus menenangkan Ken.
Sang Suami berhenti menelfon, Yaurapun melanjutkan aksi. Ia mengacak-acak semua data Lisya. Tak semudah yang dibayangkan,Lisya ternyata mengunci semua akses data dan menggunakan double keamanan untuk Data Rahasia. Meskipun mengalami kesusahan, Yaura tidak menyerah. Tidak mengantuk atau lelah, Ia terus beraksi hingga 1 Jam lamanya.
Jrenggggggg data akhirnya bisa Ia bobol dan dapatkan.
" BIG SECRET "
" NOW "
" DANGEROUS "
Iyah, itulah Nama Data Penyadap yang berhasil menyita perhatiannya.
Dengan telaten, Yaura membuka satu-satu isi data. Ia membaca, memahami,melihat, dan mendengar.
__ADS_1
Jarum Jam terus berputar, Namun yang Ia dapat hanya rekaman NIS. Pukul 03.45, matanya sudah mulai mengantuk.
" Apa-apaan ini. semuanya tidak ada hubungannya dengan Ken. "
Hendak Istirahat sejenak, matanya kembali terbelak saat melihat folder
KEBENARAN
" Kebenaran? " Yaura langsung mengklik folder dan memutar sebuah rekaman yang membuat telinganya hampir pecah. Iyah siapa lagi kalo bukan...
TERIAKAN LOLLY DAN ANIN YANG TERDENGAR JELAS DI RECORD.
Pertengkaran yang selama ini belum Ia ketahui, dan fakta mengejutkan akibat perkataan Lolly di rekaman membuat Yaura tercengang.
" KENAPA KAU SENGAJA MENJATUHKAN NONA LEE KAK?! KENAPA? AKU TAHU KAU SENGAJA MENDORONGNYA ! " teriakan Lolly begitu masuk ke otaknya.
" A-A-APA ? ANIN SENGAJA MENDORONG KAK LEE? " Yaura gemetar, matanya berkaca.
Tak hanya mendengar rekaman, Yaura pun kini membaca Laporan Lisya yang mengatakan bahwa Sepatu Nona Lee tidak licin, Tebing aman dan Memang ada unsur kesengajaan didalamnya. Ia juga menonton video Lisya yang berada di ujung tebing namun baik-baik tidak terpeleset.
Melihat Data yang sangat Akurat,membuat
Tesssssss Yaura meneteskan air mata, tatapannya lurus dan datar. Namun sangat menghujam.
" JADI INI YANG MEREKA SEMBUNYIKAN DARIKU? ANIN SENGAJA MENDORONG KAK LEE JATUH KE JURANG, LALU MEREKA DENGAN SANTAINYA MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN INI SEMUA DARIKU? " Yaura mengalami syok dan kembali ke jatidirinya yang dulu.
Tokk tokk tokk Bunyi Ketukan pintu membuatnya menoleh.
" Sayang..buka.. ini Aku.. " ujar Ken yang sedang memegangi kepalanya yang terasa amat berat.
Datar, Yaura langsung menutup Laptopnya. Ia beranjak tanpa menyalakan lampu terlebih dahulu.
Ceklekkk Yaura membuka pintu dan melihat keadaan Suaminya yang sempoyongan.
Meskipun mabuk, namun Ken masih bisa melihat ekspresi Sang Istri yang tidak seperti biasanya.
" Kau belum tidur? " tanya Ken sembari menutup pintu.
Yaura acuh.
Greppp Ken langsung memeluknya dari belakang.
" Kau marah? maafkan Aku.. " ucap Ken setengah sadar.
" Aku tidak suka jika Kau mabuk. Tidurlah. " Yaura langsung mengarahkan Suaminya untuk berbaring di Ranjang.
Tessssss Yaura kembali meneteskan air mata. Kesal, Marah, dan Kecewa, Ia itulah yang Ia rasakan.
Tak mengatakan sepatahkatapun lagi, Yaura merebahkan dirinya di ranjang, dengan hati dan emosi yang ingin meledak.
" Maafkan Aku.." Iyah itulah kata yang terlontar dari mulut Ken, Ia memeluk Istrinya dengan sangat erat.
Ken terus mengucapkan maaf walaupun matanya terpejam, berbeda dengan Yaura yang hanya diam.
*
PAGI HARI
Tidak tidur semalaman, Yaura pagi-pagi sudah berada di Depan Kamar Anin.
Jam menunjukkan pukul 07.15 Pagi.
Belum ada yang bangun kecuali David yang selalu bangun pagi untuk olahraga.
Melihat Yaura mematung didepan Kamar Anin, membuat David menyipitkan matanya.
" Tumben apa Yaura bangun sepagi ini? " batinnya.
" Apa Kau butuh bantuan? " sapa David yang langsung dibalas tatapan kosong oleh Yaura.
Tak menjawab, Yaura malah pergi saja ke arah pantai hingga membuat David menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Setannya masih kumpul. "
*
*
Dirasa David sudah pergi, Yaura kembali ke Kamar Anin lalu mengetuk pintu.
Tokkk tokk tokk suara pintu yang tiada henti dipagi buta membuat Anin jengkel.
" Astaga, Siapa yang mengetuk pintu sepagi ini. " gerutu Anin sembari menyingkirkan selimutnya.
YAURA.
Mata Anin langsung segar saat melihat Yaura berada di hadapannya.
" Ya-Ya-Yaura ? ".
" Bisakah Kau menemaniku ke tebing yang kemarin Kita kunjungi? Aku baru sadar liontin pemberian Mendiang Ibuku jatuh disana. " tutur Yaura.
Tak langsung menjawab, Anin melihat sekitar guna mencari Ken.
" Ken belum bangun? " tanya Anin yang merasa heran kenapa Yaura meminta tolong kepadanya.
" Iyah. Dia begadang dengan Zayn semalam. bagaimana? Kau mau menemaniku atau tidak? " tanya Yaura.
Meskipun masih mengantuk dan malas,
" Tentu Yaura. tunggu sebentar. " Anin berbalik badan dan mengambil ponselnya yang ada di nakas.
" Aku sudah membuat Ken marah. sekarang,Aku tidak boleh membuat Yaura marah, bisa tamat riwayatku. " ucap Anin dalam hati.
*
Yaura mengambil posisi kemudi, sepanjang perjalanan Ia hanya diam tanpa berkata apapun,tentu saja ini membuat Anin merasa tidak nyaman.
" Santai saja,Yaura.. jangan ngebut. Aku takut terjadi hal buruk." Anin membuka mulutnya saat kecepatan mobil semakin naik.
" Sebentar lagi. " celetuk Yaura yang membuat Anin menoleh.
" Apa ? " Anin menyipitkan matanya dan menatap wajah Yaura yang semakin membuat bulu kuduknya merinding.
" Sebentar lagi sampai. " jawab Yaura. Bayang-bayang rekaman Anin dan Lolly, juga adegan Nona Lee jatuh dari ketinggian terus terekam di otaknya.
*
*
Kamar Ken
Tidur sesaat, Ken kembali terbangun. Siapa yang bisa tidur nyenyak saat ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Ia meraba Istrinya, yang ternyata sudah tidak ada. Ken langsung tersadar lalu menatap jarum jam yang menunjukkan pukul 07.50.
" Yaura.. " Ken menghempaskan selimut yang menutupi tubuhnya. Ia terus memanggil nama Istrinya namun tak kunjung mendapat jawaban.
" Yaura Kau dimana? " teriak Ken. Melihat ponsel Sang Istri ada di nakas,
" Apa ada diluar? " lirihnya.
Berfikir positif,
" Sebaiknya Aku mandi dulu. Lalu mengatakan kebenaran tentang Anin kepadanya sekarang. " Ken melepaskan kaos yang pakai lalu melemparnya ke sembarang arah. Ia memasuki Kamar Mandi dan membersihkan diri. Memang, berkata jujur itu butuh keberanian dan ketenangan.
15 menit mandi, Ken langsung keluar dari kamar ganti.
Ceklekkk Ken membuka pintu kamar, Ia langsung berhadapan dengan Robin yang sedang membawa Sandwich, Susu, dan makanan favorite Istrinya.
" Kau melihat Istriku ? " tanya Ken sembari meraih Sandwich lalu memakannya. ( maklum semalam belum makan ).
" Tidak Tuan. " jawab Robin.
" Baiklah, taroh disana makanannya. " Ken berjalan ke arah pantai sembari mengunyah sandwich.
Pantai
Nona Lee, Evelyn, Vino dan Kevin nampak sedang merenggangkan otot.
" Kalian melihat Istriku? " tanya Ken.
" Sejak kapan Istrimu bangun pagi. Kan biasanya.. mmmm.. " saut Nona Lee sembari melebarkan senyum nakal.
" Mmmmmantap-mantappp " celetuk Kevin dan Vino secara barengan.
" Aku serius." Ken menyoroti sekitar,namun tak ada tanda-tanda Sang Istri.
" Kakakku yang paling tampan dan tersayang.. Kami tidak melihat Istrimu sedari tadi. Coba Kakakku yang tampan ini mencarinya di Kamar Lisya, soalnya semalam Dia masuk ke Kamar Lisya. Siapa tahu tidur disana.. Masa Kakak tidak tahu? Apa jangan-jangan Kalian berantem lagi? " Ejek Evelyn diiringi tawa meledek.
" Kamar Lisya? Semalam? " Ken bingung.
" Tentu Ken tidak tahu Evelyn. Kan semalam Ken sibuk dengan Zayn." sambar Nona Lee yang mengetahui keadaan semalam.
" Tapi Aku bersamanya tadi. " Ken berfikir keras. perasaannya mulai tidak enak.
Tak membuang waktu, Ia kembali melanjutkan langkahnya mencari Sang Istri. Kali ini, Kamar Lisya lah yang menjadi tujuan.
Kamar Lisya
Ken mengetuk pintu,
" Lisya, buka pintunya.. Maaf Aku mengganggumu. Apa ada Yaura didalam? " tanya Ken dari luar.
Sedang mengucek mata,membuat Lisya langsung mendengar bahwa itu adalah Ken. Ia pun langsung membukakan pintu,
" Ken ? Kau mencari Istrimu? " Lisya kebingungan.
" Iyah, apa ada disini? " to the point Ken.
" Semalam Yaura memang denganku sebentar. Tapi Setelah itu, Dia langsung kembali ke Kamar. " tutur Lisya.
" Iyah Aku sempat bersamanya tadi. " Ken mengeluarkan ponsel dari Saku Celananya.
" Cari Istriku sekarang ! " tegas Ken kepada Timnya.
Tiba-tiba seorang Pria tampan ikut bergabung.
" Ada Apa? " tanya Alfin yang langsung memahami ekspresi wajah Ken.
" Kau melihat Yaura ? " tanya Ken.
" Tidak. Aku baru bangun. " Alfin langsung menyoroti sekitar.
" Apa Yaura mengatakan sesuatu semalam? " Ken menatap Lisya yang sedang mengingat sesuatu.
" Semalam Yaura datang membawa Laptopmu dan bilang ingin mengetik data G&D. Dia ingin Aku menemaninya mengetik agar tidak bosan. " tutur Lisya.
Deggg !!!! Ken tersentak.
" Mengetik G&D ? Aku sudah menyelesaikan semuanya kemarin. Apa yang Dia ketik? " gumam Ken dalam hati.
Kapten Tentara yang habis olahraga pun ikut bergabung.
" Sepertinya rame. ada apa? " tanya David sembari mengelap keringatnya.
" Kau melihat Yaura? " tanya Alfin.
" HUMM. AKU MELIHATNYA TADI PAGI. " jawab David yang membuat Ken mendelik.
" DIMANA? " Ucap Ken.
" DI DEPAN KAMAR ANIN. AKU SEMPAT MENYAPANYA,TAPI YAURA TIDAK MENJAWAB SAPAANKU. DIA HANYA MEMATUNG DAN DIAM,LALU PERGI KE ARAH PANTAI SAAT AKU DATANG. " tutur David yang membuat jantung Ken mulai berdegub kencang.
" Kamar Anin.. Lisya.. Laptop.. " Ken menganalisa sesuatu. Dan...
" PERGILAH KE KAMAR ANIN, DAN PERIKSA APA ANIN ADA DISANA. AKU KE KAMAR. " Ken langsung berlari ke Kamarnya.
Mengerti,
" Laptop dan Kamar Anin. Yaura.. sepertinya.."
" AYO KE KAMAR ANIN ! " Alfin menepuk pundak David dan berlari. Davidpun menurut dan mengikuti Alfin.
Lisya mematung,
" Laptop.. Dia membawa Laptop.. "
" Apa jangan-jangan?.. " Lisya membelakkan kedua matanya. Dengan sigap,Ia masuk ke Kamar dan berganti baju. Setelahnya, Ia berlari ke Kamar Ken.
Kamar Ken
Ken memeriksa Laptopnya dengan tergesa-gesa. Bukan membobol atau menghack data, membuat Ken dengan mudah menemukan apa saja yang Istrinya lakukan melalui history.
Degg !!!!! Ken membulatkan kedua mata saat tahu bahwa Sang Istri membuka data Kebenaran Anin. Ditambah semua data rekaman CCTV terpampang jelas di Laptopnya.
" YAURA.. " Ken melemas saat tahu bahwa Sang Istri sudah mengetahui semuanya.
Triningggggggg Ponselnya berdering
" Katakan cepat ! " mata Ken berkaca.
" Big Boss, pegawai resort mengatakan bahwa Nona Yaura mengendarai mobil bersama Nona Anin ke arah timur. " tutur Tim.
Ken mematikan telefon lalu berlari keluar sekencang mungkin.
Ingin mengatakan bahwa Anin tidak ada di Kamar, namun Alfin mengurungkan niatnya saat melihat Ken berlari.
" DUGAANKU BENAR. " nafas Alfin memberat.
" Apa maksudmu? " tanya David.
" Yaura... sepertinya Dia sudah tahu bahwa Anin sengaja menjatuhkan Nona Lee. " tutur Alfin, wajahnya cemas.
" Ayo Pergi ! " Alfin menarik tangan David namun David tetap diam.
" Syukurlah. Akhirnya Aku lega. " iyah,itulah Respon David.
" David Kau ?! Anin bisa mati.. " Alfin memaksa David untuk ikut.
" Dimana Ken? " tanya Lisya yang juga merasa was-was.
" IKUTLAH DENGANKU.. " Alfin kini menarik tangan Lisya untuk ikut bersamanya mengejar Ken.
Alfin berlari kencang,membuat Lisya mengimbanginya.
" Kemana Yaura pergi?.. " tanya Lisya.
" Ntahlah. Makadari itu Kita harus mengikuti Ken. "
Alfin mengendarai mobil,
" Pegangan yang erat. " ucap Alfin saat ingin mengejar Ken yang sudah jauh di depan sana. Baik Ken ataupun Alfin,mereka sama-sama memacu kecepatan tinggi.
*
David mendatangi Nona Lee yang sedang bercanda dengan Evelyn dan Vino.
" Nona Lee.. Apa Aku boleh berbicara denganmu? " tanya David tanpa basa-basi.
Tersenyum,
" Boleh.. " Nona Lee beranjak dan menjauh dari yang lain.
" Katakan.. " tanya Nona Lee
" Ikutlah denganku sekarang. Kau berhak melihat semuanya. " tutur David yang bermaksud Nona Lee berhak melihat Anin mendapatkan balasan yang setimpal.
" Apa maksudmu? ".
" Yaura sudah mengetahui semuanya dan Ia membawa Anin tadi pagi. Ken juga sedang mengejarnya sekarang. " tutur David yang membuat senyum Nona Lee sirna.
" APA? " mata Nona Lee berkaca.
Melihat Nona Lee dan David berlari,membuat Evelyn dan Vino bingung.
" Kenapa mereka? " tanya Vino.
" Perasaanku tidak enak,Vin. Tadipagi Kak Ken mencari Yaura, sampai sekarang Aku bahkan tidak melihat keduanya. " Evelyn terlihat cemas.
" Ikuti mereka. " ajak Vino sembari meraih tangan Kekasihnya.
***********
Butuh saran dan Kritik
Like dan Votenya yah❤
__ADS_1
HAPPY NEW YEAR GUYSSS❤❤❤ MAAFIN AUTHOR JAHANNAM YANG TIDAK PATUT DI MAAFKAN INI😭🙏 SUNGGUH KALIAN YANG MENUNGGU ITU KUAT IMANNYA, UP SETAHUN SEKALI😭🙏JAHANNAM SEKALI. Maaf guyss Aku ngilang mulu😭sibuk dagang perfume huhuhu