Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Kasihan Nona Yaura


__ADS_3

" Dia Datang ... " lirih Yaura saat melihat Ken yang mulai berjalan ke arahnya .


Ia pun segera mengeluarkan Ponsel dan mencari nomor ponsel Suaminya .


Ken , dan menekan tombol hijau .


triningg triningg Ponsel Ken berdering , Ia pun menghentikan langkah dan mengeluarkan Ponsel dari saku Jas nya .


Nenek Sihir, nama yang tertera pada screen Ponsel


" Yaura ? tumben sekali Dia menelfonku " lirihnya dalam hati .


" Halo " ucap Ken seraya melanjutkan langkahnya .


" Halo Ken, Kau ada dimana ? " ujar Yaura yang mengawasi Suaminya dari dalam mobil .


" Masih di Hotel . Kau sudah pulang ? tunggu sebentar Aku akan segera kesana " Ken mempercepat langkah kakinya .


" Iyah Aku sudah pulang . Baiklah Aku akan menunggumu di Restaurant "


" Hummm " Ken mematikan telefonnya .


Setelah telefon tidak tersambung, Yaura melepaskan Jam Tangan miliknya agar jika nanti harus turun Lapangan , Ken tidak mengetahui bahwa itu Yaura .Ia juga mengeluarkan masker dan jaket hitam .


" Basement sudah aman ? kalian menjamin tidak ada yang akan masuk ? " tanya Yaura seraya menekan earpiece .


" Garis merah sudah dipasang, Kami menggunakan Identitas NIS untuk perizinan penyelidikan di Basement " jawab seorang tim yang sudah siap di posisinya .


" Baiklah . Mulailah berkencan , Dia sudah di hadapan Kita "


" Siap Nona "


Sniper sudah bersiap di posisi masing-masing , sebagian berada di dalam mobil , sebagian lagi berada di bersembunyi di balik Mobil yang memarkir .


" Kau menggunakan asap beracun ? " tanya Pak Agus kepada Yaura .


" Iyah , Aku menaikkan dosisnya "


Pak Agus dan Yaura pun menyiapkan alat pelindung di Hidung mereka agar tidak menghirup asap beracun.


Ken hendak membuka pintu mobil miliknya . Namun


dorrrrr sebuah peluru melesat tepat mengenai spion mobil. Ken segera merunduk


" Permainan macam apalagi ini " Ken mengeluarkan senjata dari balik Jas nya dan menyoroti sekitar untuk mengetahui musuh .


Laser merah mulai dinyalakan dan siap menembus Target mereka .


Dorr dorr dorr Para Sniper mulai keluar dari tempat persembunyian dan berjalan mendekat ke arah Ken.


Mengetahui, Ken pun membalas tembakan mereka.


dorrr dorrr dorr Ia menarik pelatuk senjata tanpa henti .


" Menyerahlah ! Kami tidak punya banyak waktu untuk bermain denganmu " ancam Sniper yang kini semakin mendekat .


" Aku mengapresiasi kecerdasan Kalian hingga bisa masuk ke dalam Hotel Louis , Ayolah Kita bermain sebentar " Ken dengan gentlenya berdiri menghadapi Para Sniper , Ia menaikan sebelah alisnya dan tersenyum tipis .


Mendengar lawannya menantang, Para Sniper mengganti senjata mereka dengan Peredam .


dorrr dorr dor mereka mengarahkan senjata ke lengan dan kaki Ken . dengan sigap menghindar, dan membalas tembakan mereka .


" Jika masuk kedalam mobil Ini lebih berbahaya, Akses pintu utama Basement di tutup " gumamnya dalam hati . Ia pun kini berlari mencari posisi yang aman, tembok menjadi Target Utama untuk perlindungannya .


Baku tembak tak bisa terelakkan . Mereka saling berkejar-kejaran, Ken menggunakan jejeran mobil sebagai tameng anti pelurunya .


Akhirnya Ia menemukan sebuah tembok penghalang dan berlindung disana. Tak memberi jeda, Ken terus menembaki Para Sniper, begitupun sebaliknya .


" Sepertinya mereka Orang yang sama saat di Rumah Lama Tuan Devano . Mereka sengaja mengincarku " ucap Ken yang nafasnya mulai tidak teratur dan ngos-ngosan .


Belum mendapat keputusan membunuh atau membawa hidup targetnya, salah satu Sniper menekan tombol ON pada earpiece .


" Nona , hidup atau mati ? "


" Kau melihat sebuah tabung berwarna Biru di sebelah sana ? Tembak Tabungnya, itu berisi Gas beracun " perintah Yaura .


" Baik Nona "


Sniper pun mengarahkan tembakannnya ke sebuah tabung. Peka bahwa mereka akan menembak tabung, Ken pun membulatkan kedua matanya dengan sempurna .


" Brengsek ! mereka sangat cerdik , mengetahui Aku akan berlindung di tembok mereka menaruh tabung beracun di sana . Sial ! " umpat Ken .


teliti dan jeli, Ia melihat sebuah Tabung Merah Pemadam Kebakaran yang berada di dekat Sniper . dan


dorrr dorrr dorr Ken menambak Tabung tersebut hingga mengeluarkan asap dan menghalangi penglihatan Sniper sehingga mereka sedikit kesulitan membidik Tabung Beracun dan Sang Target .

__ADS_1


Ken tak membuang banyak waktu , Ia segera berlari dan mengeluarkan Ponsel untuk menghubungi Pengawalnya dan Pihak Hotel .


namun ..


Brughhhhh seorang wanita menendangnya hingga Ia tersungkur , Ponsel dan Senjata yang Ken pegang pun lepas dari genggaman tangannya .


Sigap , Ken segera bangun dan menghadapi Wanita itu, kali ini Dia tidak menganggapnya sebagai Wanita dan


Ken mendaratkan pukulan di Wajah Wanita itu, namun Sang Wanita berhasil menghindar . Tak menggunakan senjata, mereka berdua bertarung secara fisik .


Bak gerakan Taekwondo , mereka saling menyerang dan membanting .


" Siapa wanita ini sebenarnya ? " batin Ken seraya tetap siaga atas semua serangan yang terus diluncurkan oleh lawannya .


Ken menendang perut wanita itu dan membuatnya hampir tersungkur . Tak melemah karena tendangan, Wanita itu justru membalasnya dengan sebuah Pukul an yang tepat mengenai mulut Ken dan ...


" Awww .. " pekik Ken, tangannya mengusap sudut bibirnya yang berdarah .


Wanita itu berjalan mendekat .


" Apa sebenarnya yang Kau inginkan? " Ken menelan salivanya, sudut matanya memerah dan menahan amarah .


Tak merespon, wanita itu justru mengeluarkan senjata. dan


ckleekkkkkk Ia menodongkan pistol ke jantung Ken .


Ingin menepis, namun justru ..


Ia tertusuk jarum suntik yang tersembunyi di balik telapak tangan Wanita itu .


dannnn


" Brengsekk .... " lirih Ken , dalam sekejap pandangan matanya mulai membuyar dan pusing . Perlahan Ia mulai goyah dan


brughhhhhhhhh Ken jatuh pingsan tepat di bawah kaki Wanita itu . tak lama kemudian, Pak Agus datang dan segera membopong Ken masuk ke dalam mobil .


Di Dalam Mobil


Wanita itu membuka masker dan ..


" Aku terpaksa melakukannya " ucap wanita itu yang ternyata adalah Yaura .


" Detak Jantungnya mulai melemah , jika begini Kau perlahan bisa membunuhnya " kritik Pak Agus yang mulai memeriksa keadaan Ken .


Sejenak, Ia memandang wajah Ken lalu mengalihkan pandangannya kembali.


Mereka berhasil keluar dari Basement Hotel Louis dan menuju Markas Tersembunyi yang terletak tidak jauh dari Gedung Gita Hotel .


RUMAH KEVIN


Bagasi


Kevin berada di dalam mobil dan hendak pergi ke Rumah Ken . namun saat melihat Ponsel , tidak ada notifikasi pesan balasan dari sahabatnya .


" Tumben sekali Dia tidak membalas pesan dariku , tidak seperti biasanya " gumamnya dalam hati . Kevin pun memutuskan untuk menelfon sahabatnya .


tuutttttt bunyi nada sambung pada Ponsel .


Lain Tempat


Melihat Ponsel Target berdering , Sang Sopir yang mengamankannya pun segera memberikannya ke Yaura .


" Nona, Ponsel Tuan Ken berdering " ucapnya yang langsung di tanggapi oleh Yaura .


Kevin , nama yang tertera pada screen Ponsel .


Yaura membiarkan Kevin terus menelfonnya. berkali-kali Ponsel Ken terus berdering karena Panggilan dari Kevin .


" Tetap tidak merespon . apa Ken sedang sibuk ? " gumam Kevin yang terlihat mulai khawatir .


Sempat tidak sengaja melihat Ken membuka Lock Screen , Yaura pun mengetahui kode keamanan Ponsel tersebut .


Ia mulai membuka pesan dan menuliskan sesuatu


" Evelyn , Kakak akan pergi ke luar kota. Jaga dirimu " Ken kepada Evelyn.


Setelah berhasil mengirimkan pesan kepada Evelyn . Yaura mematikan ponsel Ken .


" ini sedikit membantu agar mereka tidak mencari Ken " gumamnya dalam hati .


Bagasi


Penasaran , akhirnya Kevin mencoba menghubungi Evelyn untuk menanyakan tentang Ken .


" Halo Evelyn , apa Ken ada di Rumah ? "

__ADS_1


" Tidak Vin, Kakak berada di Luar Kota sekarang. tadi baru saja Kakak mengirimkan pesan " ucap Evelyn dari balik telefon .


" Ohh begitu . Baiklah, terima kasih " Kevin mengakhiri pembicaraan .


" Aku kira terjadi sesuatu, ternyata hanya pergi ke luar Kota. lebih baik Aku menemui Alex dan mengajaknya ke Bar " senyum Kevin dan segera melajukan mobil .


BIOSKOP


Vino dan Evelyn rupanya sedang berada di bioskop, mereka menikmati Waktu berdua dengan menonton sebuah Film Action .


" Menyebalkan ! Kencan Romantis tapi menontonnya Film Action , sungguh konyol " gerutu Evelyn sambil mengunyah Popcorn .


" Apa Kau tidak tahu Film Action lebih romantis daripada Film yang hanya menunjukkan tangisan ? " ujar Vino seraya mencubit pipi Evelyn .


" Lihatlah . Sungguh Tragis sepasang Suami Istri tetapi mereka saling menikam dan menghancurkan satu sama lain . " ucap Evelyn seraya menunjuk ke arah layar Bioskop yang sedang beradegan Baku Tembak.


" Benar juga, Apakah di kehidupan nyata ada Kisah seperti mereka ? jika ada, Aku tidak akan tega melihatnya " ujar Vino yang mulai mendalami cerita .


" Bukankah Film sering mengadopsi dari kisah nyata ? mungkin saja ada " celetuk Evelyn yang juga mendalami cerita .


" Jangan sampai , lihatlah Sang Istri akhirnya meninggal di tangan Suaminya sendiri . lalu, Suami pada akhirnya menyesal telah membunuh Istrinya , ini terjadi karena kesalahpahaman "


" Ini terlalu berlebihan . mana ada di kehidupan nyata, sudahlah Kita cari Film yang Romantis , ini terlalu mengerikan " Evelyn hendak beranjak dari kursi , namun ...


" Jangan salah, Film Action lebih banyak beradegan vulgar dan menggairahkan seperti tadi . Jadi Film ini yang terbaik " Vino menahan tangan Evelyn dan menggigit bibir bawahnya .


" Bilang saja Kau memberiku Kode untuk bermesraan denganmu " tukas Evelyn dan kembali duduk .


Mendengarnya, membuat Vino terkekeh .


MARKAS TERSEMBUNYI



Tim menurunkan Ken dan segera membawanya ke dalam Sel Penjara,Tangan diborgol, dan kaki di ikat.


" Dia akan siuman 1 Jam lagi, jadi ini waktu untuk kalian mempersiapkan semuanya . ingat, jangan memperlihatkan sesuatu yang janggal di hadapannya " perintah Pak Agus kepada Tim .


Yaura datang ..


" Gunakan BOM jenis P*C dan letakkan di tubuhnya " ucapnya .


Mendengar ini, membuat Pak Agus dan Tim menoleh ke arahnya .


" Kau akan meledakkannya ? " tanya Pak Agus .


" Iyah , jika Dia berusaha kabur dan membongkar tentang Kita , Aku akan meledakkannya " ujar Yaura seraya memandang Wajah Ken yang belum siuman, pandangannya terarah pada Sudut Bibir yang terluka.


" Jangan gegabah Yaura " timpal Pak Agus .


" Aku tidak gegabah, koneksi dan jaringan Ken sangat luas , Dia bisa berbuat apapun yang diinginkan . Terlebih Ken punya kekuasaan atas segalanya dengan terbuka, sedangkan Aku tidak punya kendali apa-apa , segala sesuatu yang ingin Aku lakukan harus dilakukan dengan cara tersembunyi. semakin Aku menahannya, semakin Dia berbuat diluar kendali, kemarin membunuh Tim , lalu Paman Arga . dan Kita tidak tahu siapa lagi yang akan Dia bunuh, entah Bapak atau Aku yang malah terbunuh " tutur Yaura, matanya memerah seakan menahan sesuatu yang ingin keluar .


Belum memberi Respon , Pak Agus malah berlalu pergi begitu saja .


Memahami bahwa itu adalah Respon tidak setuju, Yaura pun mematung dan tertegun .


" Harusnya Aku menembakmu waktu itu ( Rumah Lama ) , bukan malah membiarkanmu lolos. Aku tidak menyangka Kau akan berbuat sejauh ini " batinnya seraya terus mengamati wajah Ken .


" Nona , Kami sudah menyiapkan perakitan " ucap Tim Perakit BOM


" Lakukan yang Aku katakan . berikan tombol pengendali kepadaku nanti " ujar Yaura dan berlalu pergi .


" Baik Nona " ucap Tim itu seraya menunduk hormat .


Tim lain datang ,


" Kasihan sekali Pria Tampan ini, nasibnya berakhir Tragis di tangan Nona Yaura " ucapnya .


" Benar. tetapi lebih kasihan nasib Nona Yaura , Dia seorang Wanita dan masih muda , bukannya menikmati masa muda atau berbahagia dengan Suaminya ini , tetapi malah berurusan dengan Dunia Gelap Persenjataan "


" Iyah sungguh malang.karena perebutan Kekuasaan dan Uang , Keluarganya terbunuh . Sekarang, mungkin saja Nona Yaura yang akan terbunuh dalam Kisah yang Dia buat sekarang " celetuk Tim itu .


" Hussttt jangan bilang seperti itu . Nona Yaura penyelamat hidup Kita, karena Uangnya Kita bisa hidup dengan tenang. Berdoalah , Nona Yaura berhasil menemukan Dalang Pembunuhan, setelah itu Dia akan menjadi Pewaris dari Perusahaan G&D ,dan Kita diangkat sebagai Petinggi Disana. Lalu ... "


" Lalu Kita akan menikmati indahnya hidup di Luar Sana tanpa harus bersembunyi dan bermain dengan Wanita Cantik " Celetuknya .


Mereka berdua pun tertawa ria membayangkan betapa indahnya bermain dengan Wanita Cantik .


...........................


**BUTUH SARAN DAN KRITIK


JANGAN LUPA LIKENYA GAESSS WKWKKWKWK


Selamat berpuasa kawan-kawan** :)

__ADS_1


__ADS_2