Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Kecurigaan Alfin ( Visual Of Alfin )


__ADS_3

Mentari pagi mulai muncul..


Seperti biasa, Yaura bangun lebih dulu. Ia nampak membulatkan kedua mata saat tangan Ken masih melingkar sempurna di pinggangnya, maklum saja karena itu pertama kalinya Dia tidur bersama dengan seorang Pria, dan pertama kalinya juga Ia mengizinkan Ken yang berstatus sebagai Suaminya sekarang untuk tidur bersamanya.


Yaura sejenak menoleh ke wajah suaminya yang masih tertidur pulas,


" Sekarang Aku bahkan menjadi seorang Wanita Munafik. Di depan bersikap manis, tetapi diam-diam Aku menikammu dari belakang " lirihnya dalam hati.


tak berselang lama, Ia menyingkirkan tangan Ken dengan perlahan lalu beranjak dari tempat tidurnya.


1 jam kemudian, setelah mandi dan berpakaian rapi, Yaura membuka pintu dan melangkahkan kakinya untuk menuju sebuah Restaurant 24 Jam yang tepat berada di Depan Apartement Valdefis.


Ia membeli begitu banyak makanan dan minuman dari sana, karena berfikir Ken kelaparan dari semalam, begitupun dengan dirinya.


Kamar


Saat membuka pintu, dirinya tak sengaja bertatapan dengan Sang Suami yang rupanya sudah bangun. melihat banyak sekali kantong plastik yang dipegang Istrinya,


" Banyak sekali.. apa yang Kau bawa? " tanya Ken seraya mengambil alih kantong tersebut dari tangan Istrinya, lalu berjalan dan meletakkannya di meja.


" Sarapan.. " jawab Yaura seraya mendudukkan tubuhnya di kursi .


Karena sudah sangat lapar, Ken segera membuka bungkusan makanan yang di belikan Istrinya.


" Kau sangat pengertian.."


" Duduklah, lalu makan " ujar Yaura seraya membuka botol minuman .


" Kau sudah sarapan? " Ken pun mendudukkan tubuhnya.


" Belum .. " ucap Yaura.


Ken sejenak memandang wajah Istrinya.


" Dia sangat susah diajak berbicara. jawabannya hanya seputar ' Iyah, tidak, belum, apa maksudmu ? , apa ? ' " gerutunya dalam hati.


" Setidaknya sesekali Dia harus lebih dulu bertanya atau memulai obrolan denganku. tetapi tidak pernah " sambungnya .


Mereka pun kini menikmati sarapan pagi.


30 menit kemudian,


Setelah selesai sarapan, Yaura pun merapikan meja dan membersihkannya dari sampah makanan.


" Kau tidak bekerja ? " ujar Ken yang selalu memulai pembicaraan. matanya mengamati pakaian yang dipakai Istrinya, lebih terkesan Casual daripada Formal.


" Aku bekerja hari ini. "


" Kenapa Kau memakai pakaian itu? bukankah harus berpakaian formal ?"


" Bukankah Aku sudah menjawabnya tadi malam ?, lagipula ada baju ganti di loker kantor. " tutur Yaura dengan maksud bahwa pakaiannya ada di Rumah Ken .


" Ohhh begitu." singkat Ken seraya membulatkan bibirnya.


Yaura melihat jam tangan dan menunjukkan pukul 08.30 .


" Ken, Aku harus berangkat sekarang. Kau sudah menyuruh pengawalmu untuk datang kan? " tanya Yaura.


" Untuk apa mereka datang? Baiklah, Ayo berangkat " jawab Ken seraya beranjak dan mengambil kunci mobil yang terletak di sebelah Televisi.


" Kau tidak perlu mengantarku,Ken . tanganmu masih terluka, dan bukan luka biasa. Jangan mengemudi terlebih dahulu, cepat telfon pengawal untuk menjemputmu " ujar Yaura seraya menyodorkan ponsel miliknya.


" Ini hanya luka tembak, bukan patah tulang. Aku masih bisa menyetir , sudah Ayo berangkat . " ujar Ken seraya menarik tangan Istrinya .


" Apa maksudmu ' hanya luka tembak ? ' justru karena itu luka serius " ucap Yaura seraya memandang lengan kanan Suaminya.


" Sudah Ayo ! Kau ini sekalinya berbicara pasti ceramah " sindir Ken seraya tersenyum dan terus menarik tangan Istrinya agar cepat keluar.


Melihat Ken yang begitu memaksa,


" Setelah ini suruh pengawal untuk datang dan memperbaiki pintu " ujar Yaura .


" Iyah, Aku sudah menyuruhnya tadi malam " mereka berdua pun mulai melangkah meninggalkan Apartement.


Di dalam lift, Yaura menyadari sesuatu.


" Kau tidak mandi ? "


" Aku sudah tampan, jadi tidak perlu mandi. " ujar Ken dengan entengnya.


" Kau terlalu percaya diri ." celetuk Yaura.


" Mungkin hanya wanita aneh sepertimu yang tidak menyadari ketampananku " ucap Ken seraya menoleh ke arah Istrinya.


Yaura hanya mendelik sejenak ke arahnya .


Basement


Hendak mengambil posisi kemudi,


" Biar Aku yang mengemudi " ucap Yaura tiba-tiba.


Ken pun sedikit terkejut.


" Jadi Kau selama ini bisa mengendarai mobil? "


" Tidak. Aku hanya bisa mengendarai delman,becak, dan semacamnya " sarkas Yaura dan membuat Suaminya tertawa.


" Kau sangat savage ternyata. " ujar Ken seraya melemparkan kunci mobil.

__ADS_1


Yaura pun kini mengambil alih posisi kemudi karena tangan Ken terluka akibat ulahnya.


Di jalan


Ken terus memperhatikan Istrinya yang sedang fokus menyetir.


" Kau punya seorang Kakak atau Adik ? " tanya Ken yang membuat telinga Yaura tersentak.


" Dia mulai bertanya tentang keluargaku .." gumamnya dalam hati .


" Tidak dua-duanya " jawab Yaura tanpa memandang ke arah Suaminya.


" Berarti Kau tunggal ? dan juga, Aku ingin menemui keluargamu nanti besok. "


" Iyah Aku tunggal. Ayah dan Ibu sedang tidak bisa ditemui, lain waktu mungkin Kau bisa menemuinya" ujar Yaura seraya menenangkan diri agar tidak terlihat gelagapan.


" Sejak Kita menikah, Kau tidak pernah memperkenalkanku ke keluargamu. Iyah walaupun pernikahan dadakan, setidaknya Keluarga Kita juga harus tetap saling mengenal " protes Ken.


" Bukan seperti itu maksudku, karena memang keadaannya mereka sedang tidak bisa ditemui." jelas Yaura.


Ken terdiam,


" Orang Tuamu juga sama sepertimu sebagai Pegawai Pemerintah? atau Pengusaha? sepertinya kelihatan sangat sibuk. "


" Tidak keduanya .." lirih Yaura, hatinya tiba-tiba terasa sangat sesak saat mendengar kata ' Pengusaha ' .


" Jika besok tidak bisa ditemui, Pekan depan mungkin bisa. Jadi hubungi Ayah dan Ibu untuk memberitahu tentang ini " ujar Ken .


" Baiklah .. " ucap Yaura .


DEPARTEMENT PEMERINTAH


Yaura segera turun dari mobil, begitupun dengan Ken.


" Berhati-hatilah .." tutur Yaura.


Ken hanya menganggukkan kepalanya seraya memasang seatbelt.


Kantor NIS


Setelah berganti Pakaian Seragam NIS yang sudah ada di loker, Yaura segera menuju Ruangan Sahabatnya, Helena.


Ruangan Helena


Terlihat Sang Sahabat sedang mempersiapkan berkas-berkas penyelidikan kasus.


" Helenaku.. selamat pagi " sapa Yaura.


" Kau ini mengagetkanku saja .. " tutur Helena, ekspresi wajahnya tampak tidak seperti biasanya.


" Helena kenapa? sepertinya Kau sedang ada dalam masalah.." Yaura menyeritkan dahinya.


" Kau melenyapkannya tadi malam? " tanya Helena.


" Tidak, Aku hanya menembaknya saja ." Yaura menatap sahabatnya.


" Apa Kau gila Yaura ? Dia Suamimu, tetapi Kau malah ingin meledakannya." ucap Helena yang masih merasa syok atas kejadian tadi malam yang hampir membuat jantungnya copot.


" Jangan berbicara disini. ada penyadap,mereka bisa mendengar percakapan Kita . " ucap Yaura yang merasa khawatir.


" Aku sudah merusaknya tadi. Baiklah, setelah pulang ,Aku ingin berbicara denganmu di Taman " tutur Helena.


belum menjawab, ponsel Yaura berdering


triningggg Alpha memanggil


" Halo Pak.. " jawab Yaura.


" Kau melakukan kesalahan besar. cepat datang sekarang ." ucap tegas Kak Alfin.


" Baiklah .." ujar Yaura dan mematikan telefon.


" Siapa ? Kak Alfin? " tanya Helena yang kini wajahnya memucat.


" Iyah .. " Yaura membuang pandangannya ke sembarang arah.


" Astaga... sepertinya Kak Alfin tahu tentang kejadian tadi malam, Ya Tuhan tamat riwayatmu.. " lirih Helena seraya memegangi kepalanya dan nampak was-was.


" Kau tenang saja, Aku akan mengatasinya " Yaura tersenyum dan menepuk bahu sahabatnya.


" Tenang apanya ? jelas-jelas Kak Alfin memberimu peringatan ! " ucap Helena .


" Tidak masalah .. Baiklah Aku pergi dulu, jangan lupa minum dan tenangkan dirimu Helena " tutur Yaura dan berlalu pergi.


" Aku khawatir Kak Alfin mengetahui tentang Yaura. Sial ! Padahal Aku dan Pak Bobby sudah menghilangkan semua barang bukti, tetapi Kak Alfin berhasil mengetahuinya." Helena berfikir keras dan mencari jalan keluar.


Ruangan Alfin


Ruangan Sang Ketua Tim berbeda dari yang lain, disana banyak sekali Monitor Pemantauan, serta berkas-berkas siap penyelidikan yang menumpuk di meja. Juga lemari yang dilengkapi dengan Senjata dan Earpiece yang siap digunakan jika kondisi mendesak.



Yaura membuka pintu dan menunduk hormat. Kak Alfin yang sedang duduk di Kursi pun berdiri saat orang yang ditunggu datang.


" Selamat pagi, Pak " ucap Yaura yang mulai berjalan mendekat.


" Pagi .. " jawab Kak Alfin yang mulai melangkah dan mematikan semua CCTV dan memutuskan semua sambungan penyadap yang berada di Ruangan tersebut.


Yaura yang melihatnya nampak terkejut,

__ADS_1


" Untuk apa Kak Alfin mematikan semuanya? " lirihnya dalam hati.


Kak Alfin kini berada tepat di depan Yaura.


" Katakan yang sebenarnya, Apa yang terjadi tadi malam? ".


" Sesuai yang terekam CCTV Hotel, itu yang Aku lakukan." jawab Yaura.


Mendengar ini, membuat Kak Alfin memandangnya.


" CCTV Hotel sudah di sabotase, dan itu pasti Kau yang melakukannya. Aku sudah curiga dari awal saat Kau menggunakan Pasukan Tingkat 1 hanya untuk menangkap Warga Sipil biasa, artinya itu tidak sepadan dengan taget. Dan benar saja, Aku mendapat laporan dari Hotel Louis bahwa seseorang telah membuat kegaduhan disana " tutur Kak Alfin seraya menatap dingin anak buahnya.


Mendengar ini, membuat Yaura pun menatapnya dengan tatapan datar.


" Aku tidak melakukan apapun di luar batas perencanaan." jawab Yaura .


" Jujurlah, Siapa yang Kau tangkap tadi malam? Aku menemukan senjata tipe lain , dan itu bukan milik NIS ataupun Kau di Basement Hotel . Tidak mungkin seorang Warga Sipil membawa senjata ke dalam dan lulus keamanan Pihak Hotel Louis yang begitu ketat, itu pasti Orang Penting dan memiliki sertifikat kepemilikan senjata. " jelas Kak Alfin yang terus mendesak Yaura agar jujur.


" Itu milik Warga Sipil, Aku juga tidak tahu bagaimana Dia bisa lolos keamanan Hotel Louis ".


Mendengar Yaura yang tidak jujur, membuat Kak Alfin habis kesabaran.


dan..


cklkkkkkkkk Kak Alfin mengeluarkan senjata dan menodong kepala Wanita yang ada di hadapannya.


" Aku tahu Kau secerdik dan selicik apa, dan Kau pun tahu bagaimana Aku bisa mengimbangi kelicikanmu. Jangan mengarang cerita, dan berkatalah jujur atas kejadian tadi malam. Sebelum Direktur Besar NIS mengetahui tentang ini dan mengeluarkanmu dari TIM " tegas Kak Alfin tatapannya menajam.


Tak gentar ataupun takut saat senjata siap menembaknya, Yaura justru tetap tenang.


" Kak .. Aku tidak punya urusan dengan Pihak Hotel secara spesifik. Aku melakukan penangkapan disana sesuai Prosedur dan Protokol NIS, Aku juga tidak menyalahi aturan yang ditetapkan " ujar Yaura seraya terus menyakinkan Kak Alfin.


" Jika Kau sesuai Prosedur, tidak mungkin Pihak Hotel Louis melakukan Pengaduan terhadap NIS. Mereka menganggap Pengintaian tadi malam adalah Illegal dan diluar kesepakatan Hotel dengan NIS " ketus Kak Alfin seraya terus menodongkan senjata ke kepala Yaura.


" Bukankah tadi malam ada 2 TIM yang melakukan pengintaian di Hotel Louis ? Siapa tahu itu kasus mereka bukan Tim ku tadi malam." Yaura terus mencari celah agar Kak Alfin jera dan tidak menekannya lagi.


" Bahkan disaat Aku menodongnya dengan senjata, Yaura bahkan tidak takut sama sekali " gumam Kak Alfin dalam hati.


" Mereka sama sekali tidak mencurigakan. hanya Kau yang mencurigakan ." sambung Kak Alfin, tangannya hendak menarik pelatuk .


Pandangan Yaura terarah pada pelatuk yang hendak ditarik oleh Ketua Timnya.


" Tarik dan tembak saja .. Kak Alfin tidak perlu ragu-ragu "


Mendengar ini membuat Kak Alfin mendelik ke arahnya.


" Tenanglah .. Aku tidak akan menembakmu " ucap Kak Alfin dan menurunkan senjatanya.


Yaura hanya diam.


" Baiklah jika Kau tidak jujur, Aku yang akan menyelidikinya sendiri nanti ." sambung Kak Alfin dan kembali mendudukkan tubuhnya di kursi.


" Duduklah.. ada Hal lain yang ingin Aku katakan" perintah Kak Alfin .


Yaura pun kini duduk di kursi dan berhadapan dengannya.


Kak Alfin menceritakan tentang kronologi dan kasus baru yang akan dihadapi, serta detail dokument yang telah disiapkan sebagai barang bukti kuat.


" Kali ini, Pak Bobby, Henry dan Helena tidak ikut dalam misi. Jadi, Kau dan Aku akan menjadi Sub-unit dalam tugas ini ." lirih Kak Alfin seraya menatap mata Yaura dengan tatapan dalam.


Yaura membulatkan kedua matanya saat mendengar bahwa Dia akan dipasangkan dengan Kak Alfin.


" Sub-unit ? kenapa harus Sub-unit ? .. ini misi besar, jika hanya Dua Orang yang menangani akan kewalahan." kritik Yaura seraya membaca berkas.


" Itu keputusan dari Pak Kepala Agus , kenapa Kau mengeluh? bukankah Kau di California bisa menangkap salah satu komplotan narkoba hanya seorang diri ? " ujar Kak Alfin.


" Beda kasus ." ucap Yaura dengan singkat.


" Apanya yang berbeda? tugas tetap sama . yang berbeda hanya mindset mu sekarang " Kali ini Kak Alfin berbicara dengan santai.


Yaura menatap dingin ke arahnya,


" Kau pasti sengaja menjebakku? agar jika Aku gagal, maka Kau bisa mengeluarkanku dari Tim " lirihnya dengan lembut.


Mendengar Yaura yang tidak memakai panggilan formal seperti Pak, membuat Kak Alfin menarik sudut bibirnya.


" Hanya seorang Yaura yang berani memanggilku dengan bahasa informal , dan juga hanya seorang Yaura yang bisa mematahkan setiap perintah dariku .Aku suka gayamu " puji Kak Alfin seraya tersenyum.


" Itu karena Kau selalu berusaha menyingkirkanku dari awal " jawab Yaura.


" Aku tidak pernah berusaha menyingkirkanmu. Bukankah dirimu sendiri yang selalu salah paham? " ujar Kak Alfin dengan nada rendah.


Yaura hanya terdiam ,


" Baiklah, pertahankan kemampuanmu. Dan berhentilah salah paham " sambung Kak Alfin seraya beranjak dan menepuk pundak Yaura, kemudian berlalu keluar.


Yaura hanya diam dan mengamati Kak Alfin,


" Belum selesai dengan urusan Ken, kini datang masalah baru. Sub-unit dengan Kak Alfin.. " gumam Yaura dalam hati, seraya mengingat perkataan Ken yang ingin bertemu dengan keluarganya .


....................................


**BUTUH SARAN DAN KRITIK


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA YAH GAES WKWKW


Minal Aidzin Walfaidzin yah Kakak-Kakakku tercinta, mohon maaf lahir batin jika Author banyak salah.


Juga jangan lupa jaga kesehatan yah beb** :-)

__ADS_1


__ADS_2