
Takut Yaura semakin terancam, Ken terpaksa memundurkan langkahnya . dengan Berat Hati, Ia mulai melangkah menjauh dari mereka . Di Pintu Keluar yang dijaga oleh Penyandera pun kini mengizinkan ke-3 Orang itu untuk keluar .
Ken segera mengeluarkan ponsel, dan menelfon beberapa Pengawal
" Japanese Food Restaurant , Cepat kesini. " Ken berucap dengan sangat tegas dan tergesa-gesa.
Ia pun segera mematikan sambungan telefon lalu kembali menelfon Nomor Darurat Polisi.
" Ada Ketegangan di Japanese Food Restaurant, mereka Para Penyandera " Jelas Ken .Ia langsung menekan tombol merah pada Ponsel .
" Sial ! Mereka benar-benar Brengsek .Jika saja tidak terlalu banyak Warga Sipil yang tersandera didalam sana , Aku pasti akan menghabisinya . " Ken mengusap kepalanya dengan frustasi .
Di dalam Restaurant
Saat Pria itu melukai lehernya dengan Pisau, Yaura melirik ke arah pergelangan tangan si Penyandera . Meskipun tertutup baju, namun Ia begitu jelas melihat sebuah SIMBOL keanggotaan kepada mereka .Sejak saat itu, Yaura hanya diam dan berfikir keras,
" Mereka sebenarnya dari kelompok mana..Simbol itu.. " Yaura terus mengingat Kelompok mana yang memiliki simbol tersebut .
Ia berfikir dengan keras, Ingatannya terus memacu pada Perkataan Kak Alfin di 3 Tahun lalu .
berfikir
berfikir
berfikir
Yaura terus berfikir . dan ....
" Black Devil " lirihnya dalam hati .
" Black Devil mereka berasal dari Dubai " Yaura mengingat Perkataan Kak Alfin dan terus terngiang .
" alshaytan al'aswud. 'ant min dubai ? " ucap Yaura yang kini berbicara dengan Bahasa Arab .
( Black Devil . Kalian berasal dari Dubai )
Mendengarnya Perkataan itu, membuat Para Penyandera terkejut .
" hal taerafuna? min 'ant " Penyandera itu berkata dengan penuh kekhawatiran . Wajar saja karena tidak sembarang Orang bisa mengetahui komplotan Elite seperti mereka.
( Kau mengetahui kami ? Siapa Kau ? )
" la tahtaj 'an tuearif euny. ma hu wadih , 'aelam 'ana 'musaa hu qayidik " Yaura berkata dengan sangat sangat santai .
( Kau tidak perlu tahu tentang aku . Yang jelas , Aku tahu bahwa Musa adalah Pimpinan Kalian )
" iidha zalalat tahtajizuni mae madaniiyn akharin rahayina. sawf 'adman 'ana 'asma'ak sawf takun mushuhatan 'iilaa hadin kabir fi euyun jamaeat aldaght alealamiat. 'iina alnahb mithl hdha yuzhir faqat kam 'ant munkhafid. lidha ..." sambung Yaura .
( Jika Kalian terus menyandera Aku dan Warga Sipil lain . Aku akan menjamin nama Kalian akan sangat tercoreng dimata Para Pelobby Dunia . Kalian menjarah seperti ini saja menunjukkan betapa rendahnya Kalian . Jadi ... )
" hal 'ant 'aydaan quwwat khasatan? min hi rayiysatuk? " Tanya Penyandera yang kini sudah mulai pucat karena perkataan seorang Wanita .
( Kau juga Pasukan Khusus? Siapa Pimpinan mu ? )
Tak menjawab pertanyaan Para Penyandera, Mata Yaura menyoroti sekitar dan memperhatikan betapa banyaknya Warga Sipil yang tersandera.
" Aku tidak bisa melawannya sekarang, Jika Aku menembakkan senjata kepada Mereka ( Para Penyandera ) Maka nyawa warga sipil dipertaruhkan, Para Penyandera akan benar-benar menghabisi mereka semua " batin Yaura .
" Jika hanya Aku yang tersandera, Aku bisa dengan mudah melawan Mereka tanpa harus mengkhawatirkan Warga lain. Iyah .. Ini ide bagus ."
Fyi : Dalam Dunia Gelap, Kita tidak bisa dengan mudah melawan Sang Penyandera , Gunanya Seorang NIS ( BIN dalam Indonesia ) adalah untuk menjadi Negosiator agar Para Penyandera mau membebaskan sandera dengan berbagai kesepakatan. Para Agent NIS ( Seperti Yaura ) adalah Melindungi Warga Sipil ( Warga biasa seperti kita yang tidak memiliki keahlian bersenjata ) , Ketika ingin melakukan suatu langkah seorang NIS harus menjamin keselamatan Warga Sipilnya lebih dulu. Tak Peduli walaupun harus dirinya sendiri yang dikorbankan, Ini adalah Permainan Taktik dan Strategi Para Penguasa Persenjataan .
" Lepaskan Warga Sipil lain, Kau bisa menyanderaku sekarang . Kau butuh tebusan Bukan? Menyanderaku setidaknya lebih terhormat dari pada Menyandera Warga sipil yang tidak berdosa " Yaura menatap mata penyandera dengan bergantian.
" Sepertinya Apa yang Dia katakan Itu benar, Dia bukan Orang biasa. Saat menyebutkan Komplotan Kami Dia Langsung menggunakan bahasa Arab agar Orang lain tidak memahaminya ". batin seorang Penyandera,
" Bawa Dia . setelah Kita mengamankannya .Lepaskan Yang lain . " Penyandera mulai melangkah mundur seraya menuntut Yaura untuk ikut dengan langkah mereka .
Tiba-tiba seorang bersenjata berat mengarahkan Laser Merah kepada mereka . Ternyata Dia adalah KEN yang berhasil meringkus Ketua dan mengambil senjatanya .
Pandangan Gerombolan Penyandera pun mengarah kepadanya,
" Bebaskan Dia . atau ... "
" Ketua Kalian akan Mati ! " ancam Ken seraya mengarahkan Pistol ke Kepala Sang Ketua Penyandera yang kini berada di Genggaman Tangannya .
__ADS_1
" Bos . " Teriak Salah satu dari mereka .
" Jangan berani-beraninya menyentuh Ketua kami. Atau Gadis Ini akan mati ." ancam Mereka
" Aku Peringatkan sekali lagi , Turunkan Senjata Kalian dan Bebaskan Sandera ! sebelum Aku benar-benar menembak Ketua Kalian yang tidak berguna ini ." Ken semakin menghujamkan senjata ke Kepala Ketua .
Tlkkkk tlkkk tlkkk tlkkk Todongan Senjata Penyandera kini mengarah kepada Ken,
" Suruh Anak Buahmu untuk menurunkan senjata mereka, Jika Tidak Peluru ini akan benar-benar menembus ke Kepalamu " ucap Kepada Ketua .
" Kita tidak Akan menyerah hanya karena Orang Sepertimu . Ancamanmu itu tidak berlaku untuk Kami " Tegas Ketua yang kekeh tetap menyuruh Anak buahnya menyandera Yaura.
" Itu mau-mu ? " tanya Ken .
" Baiklah .. Aku terpaksa menggunakan Identitasku . Salah besar Kau berurusan dengan KENDRICK RAFANDRA BACHTIAR , Kalian hanya batu krikil bagiku, Kendali kalian ada dibawah Tanganku ." Ken menatap Ketua Penyandera dengan sangat tajam .
Mendengar nama " Kendrick Rafandra Bachtiar " membuat mata sang Ketua terbelak sempurna.
" Kau-Kau Kendrick ?" ucapnya terbatah .
" Waktumu sedikit , jangan banyak bertanya . Polisi akan segera datang ." Tegas Ken .
" Turunkan Senjata Kalian ." ucap Ketua.
Para Penyandera pun menyerit heran seraya menurunkan senjatanya .
Ngiunggg ngiunggg ngiungg sirine mobil Polisi dan Densus .
Ken melepaskan kuncian tangannya, Ketua Penyandera pun langsung melangkah cepat .
" Ayo Cepat Kita sembunyi ." Instruksi Ketua . Para Penyandera pun kini berlari, dan Warga Sipil yang tertodong senjata pun mulai bernafas Lega.
Ken segera membuang senjata dan melangkah ke arah Istrinya .
" Yaura .. Aku .." Ken Belum selesai berbicara,
" Dimana Evelyn dan Bianca ? Mereka baik-baik saja? " Yaura memotong pembicaraan Ken,
" Mereka sudah aman di mobil. Kau terluka.. " Ken melemah ketika melihat sayatan pisau di Leher Yaura , matanya sayu dan seakan tak berdaya .
" Aku baik-baik saja, Ken " Yaura segera menepis tangan Ken, seraya tersenyum tipis lalu berlalu pergi dari hadapan suaminya.
Terlihat Polisi sedang melakukan Investigasi,
" Anda Baik-baik saja Tuan? " tanya Polisi.
Ken hanya menganggukkan kepala, dan segera menyusul Yaura yang berlalu pergi begitu saja.
Di Depan, Mereka disambut oleh Pengawal Ken yang begitu banyak.
Ken menyuruh salah satu pengawal untuk Mengemudikan Mobil Evelyn .Sementara Ia menyuruh Yaura yang sudah ada di depan untuk masuk kedalam mobil berdua bersamanya, Ken mengambil Posisi kemudi.
Bianca & Evelyn pun bereaksi .
" Sial , Ken lebih memilih mengemudikan mobil bersama Yaura daripada dengan Kita ." umpat Bianca
" Kak Bianca tenang saja, Kau sudah memeluknya tadi . Melihatnya tergores saja sudah membuatku senang " Evelyn menarik sudut bibirnya.
RUMAH KEN
Di mobil, Walaupun Ken sudah membujuknya untuk ke Dokter namun Yaura tetep kekeh menolaknya .
Saat sampai dirumah, mereka di cecar Pertanyaan Oleh Ibu Hilya yang tadi menunggunya di depan,begitupun dengan Ayah Reino yang terlihat sangat was-was.
" Bagaimana bisa Kau membuat Istrimu terluka ! " bentak Ayah Reino yang melihat luka dileher Yaura.
" Ayah, jangan memarahinya. Aku baik-baik saja, Ken juga sudah menyelamatkan kita semua tadi " senyum Tipis Yaura.
Ken yang merasa bersalah , hanya Diam mematung.
" Aku minta maaf Ayah " ucap Ken .
" Yaura Ayo Kita ke atas, lukamu harus segera diobati " sambung Ken seraya merangkul Istrinya.
Ibu Hilya nampak cemas dengan keadaan mereka semua , Ia membawa Putri Sulungnya,Evelyn keatas seraya bertanya tentang kejadian tadi . Bagaimana Evelyn ,Bianca & Ken tidak terluka ,sementara Sang Menantu mendapat luka.
__ADS_1
KAMAR KEN
Ken mendudukkan tubuh Yaura di tepi Ranjang . Ia segera mengambil kotak P3K yang tersedia di Kamar , dengan segera Ia memakai sarung tangan Steril dan mengobati luka Istrinya.
Tubuh mereka kini berhadapan dan sangat dekat, Ken sangat cekatan membersihkan luka dan ceceran darah yang mengalir di lehernya .
" Aww sakit Ken, pelan-pelan ." protesnya ,
Ken mengamati wajah Istrinya .
" Ini sudah sangat pelan , Diamlah jangan banyak bergerak "
" Aku tidak banyak bergerak , Kau menekannya terlalu kuat "
" Benarkah ? " Ken tiba-tiba tersenyum kecil.
" Kenapa Kau tersenyum ? Kau sengaja ? " Yaura terus mengomel .
" Tidak .. Sudah jangan banyak bicara. Pembicaraanmu membuat fikiranku kotor " celetuk Ken .
Yaura menyerit heran ,
" Mesum ." Yaura menekuk wajahnya .
Setelah mengobati luka Istrinya,
" Tidurlah sini, Biar Aku yang tidur soffa " perintah Ken seraya menaruh Kotak Obat.
" Tidak .. kau saja yang tidur disini " Yaura beranjak segera mendudukkan tubuhnya di soffa.
Ken teringat saat Istrinya begitu gamblang menyebutkan senjata saat penyanderaan . Ia pun sejenak terdiam.
" Dia tahu bahwa mereka menggunakan Peredam . Apa Dia juga bersenjata ? " gumam Ken seraya menatap Yaura yang sedang membereskan selimut.
" Bagaimana Kau tahu mereka menggunakan Peredam . Kau bagian darinya ?"
Mendengar Pertanyaan Ken , membuat Yaura tersentak dan segera mengalihkan pandangannya.
" Kau ini berbicara apa , Jelas Aku tahu , Karena Semua Pengawal diRumahmu ini menggunakan senjata. Aku mengetahuinya dari Pak Tio ( Sopir ) tadi , bahkan Sopirmu saja bersenjata , sungguh Penjagaan yang Ekstra Ketat " ntah otaknya terbuat dari apa, Yaura selalu berhasil mengelabui seseorang.
" Iyah , Jika Kau berani berselingkuh Aku tidak akan segan-segan menyuruh mereka untuk menembak mu " Ken berjalan Ke arahnya .
" Mana mungkin Aku berselingkuh. BahkanPernikahanku sekarang saja bukan Atas Dasar Cinta "
" Jika Aku mencintaimu ?" Tanya Ken.
" Maka Aku akan membunuhmu Jika berani mencintaiku "
" Apa maksudmu ? " Wajah Ken berubah serius.
" Ti-tidak .. Maksudku tidak mungkin Kita saling mencintai , KEN dan YAURA tidak akan pernah bersatu , benarkan? "
" Sangat benar ." Ken membuang pandangannya ke sembarang arah .
Setelah mematikan lampu, mereka sama-sama tertidur ditempatnya .
" Dia selalu berbicara hal-hal yang menyeramkan, sifatnya juga Misterius . " gumam Ken dalam hatinya.
Berbeda dengan Yaura, fikirannya tiba-tiba terbesit saat Bianca memeluk suaminya.
" Dia memeluknya begitu erat , dan Waktu Pernikahan Kami Wanita itu juga mengajak Ken untuk berbicara pribadi, Malam itu .. " Ia mengingat saat malam pertama, dan Ken pulang dalam keadaan mabuk.
" Ken terlihat seperti mabuk "
" Apa mereka memiliki hubungan ?" sambungnya ..
tersadar ,
" Astagaa ... untuk apa Aku memikirkan tentang mereka, Ada hubungan atau tidak , tidak ada pengaruhnya untukku ." Yaura pun segera memejamkan matanya .
..........
BUTUH SARAN DAN KRITIK
JANGAN LUPA LIKENYA GAESSSS
__ADS_1