
Yaura hanya diam dan mengamati Kak Alfin,
" Belum selesai dengan urusan Ken, kini datang masalah baru. Sub-unit dengan Kak Alfin.. " gumam Yaura dalam hati, seraya mengingat perkataan Ken yang ingin bertemu dengan keluarganya .
RUMAH KEN
Sesampainya di Rumah, Ken langsung membersihkan diri dan memanggil Dokter untuk memeriksa keadaannya.
Disaat yang bersamaan, Bianca yang sudah kembali dari Rumah Sahabatnya pun melihat seorang Dokter masuk ke Kamar mantan tunangannya tersebut.
" Apa Si Wanita Pembawa Sial itu sakit ? tapi sepertinya Aku tidak melihatnya tadi .. " gumamnya dalam hati.
" Itu berarti Ken sedang sakit .." lanjut Bianca dan segera menaiki anak tangga .
Melihat pintu terbuka, Bianca pun langsung masuk ke dalam Kamar Ken. dan benar saja dugaannya, bahwa lelaki yang dicintainya itu sedang diobati oleh Dokter tepat di bagian lengan yang tertembak.
" Astaga Ken.. Kau terluka,Kenapa Kau bisa tertembak seperti itu? " ucap Bianca yang terkejut saat melihat luka tembak dan segera mendudukkan tubuhnya di tepi Ranjang.
" Apa Kau tidak bisa permisi terlebih dahulu saat masuk? jaga etikamu." kritik Ken yang merasa bahwa Bianca sama sekali tidak beretika.
" Iyah maafkan Aku. Dok, sebaiknya Ken dibawa ke Rumah Sakit, itu luka tembak yang sangat serius" ujar Bianca seraya menoleh ke arah Dokter yang sedang mengobati pasiennya.
" Ini memang luka serius Nona.tetapi keadaannya sudah membaik, karena ditangani dengan cepat, lihatlah.. sudah ada bekas operasi disini " tutur Dokter seraya menunjuk bagian yang tertembak.
Bianca sejenak terdiam dan mengalihkan pandangannya ke wajah Ken.
" Ken, Tumben sekali Kau tertembak? Apa pengawal tidak bersamamu tadi? "
" Masalahnya panjang. Kapan Evelyn pulang? tolong hubungi Dia untuk segera kembali ." pinta Ken dengan nada datar.
" Ceritalah Ken tentang kejadian sebenarnya.." rengek Bianca seraya mengeluarkan ponsel dari Tas Slempang miliknya.
Setelah mengobati luka pasiennya, Dokter pun segera merapikan alat medis dan memasukkannya ke dalam tas.
" Kau kehilangan banyak darah,Tuan. Istirahat yang cukup, minum obat dengan teratur dan juga jaga pola makanmu " tutur Sang Dokter seraya melebarkan senyum.
" Iyah Dokter, Terima Kasih " jawab Ken seraya membalas senyuman Sang Dokter.
" Beruntung Istrimu sangat perhatian denganmu " celetuk Dokter yang mengalihkan pandangannya ke Bianca.
Bianca dan Ken sama-sama tersentak saat mendengarnya.
" Iyah Dokter terima kasih banyak " ujar Bianca yang tanpa dosa mengaku sebagai Istri Ken, Ia terlihat begitu bahagia saat mendengarnya.
" Dia bukan .." Ken belum menyelesaikan pembicaraannya, namun
" Baiklah Tuan, Saya permisi dulu. Cepat sembuh " ucap Sang Dokter yang kemudian berlalu keluar.
Ken menghela nafas saat mendengar omongan Bianca tadi.
" Berhentilah berbicara omong kosong, ubahlah sikapmu ." tegur Ken.
Tanpa rasa bersalah, Bianca hanya melontarkan sebuah senyuman.
" Bukankah itu akan segera menjadi kenyataan? " timpal Bianca yang sedang mencari kontak nomor Evelyn.
Merasa malas meladeni Bianca,
" Baiklah terserah Kau saja. Sekarang cepat keluar dari sini ! " ucap Ken.
" Jangan takut seperti itu Ken. tidak ada yang memarahimu saat berduaan denganku disini.. " lirih Bianca seraya menatap kedua mata indah mantan tunangannya.
tuttttt bunyi nada sambung ponsel Bianca yang sedang menghubungi Evelyn.
" Aku ingin Istirahat , jadi tolong cepat keluar.. " ujar Ken kembali seraya membuang pandangannya.
tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat.
dan..
" Kak, Aku permisi masuk .. " ucap Evelyn dari ambang pintu dan mulai melangkah masuk.
Dan ...
Seorang lelaki membulatkan kedua matanya saat melihat Bianca dan Ken berdua di dalam Kamar.
" Ya Tuhan, untuk apa mereka berduaan disini ? Apa jangan-jangan Ken masih menjalin hubungan dengan Bianca? " lirihnya dalam hati seraya memandang mereka berdua.
Berbeda dengan Sang Kekasih yaitu Vino, Evelyn justru merasa sangat bahagia.
" Mereka berduaan sekarang, itu berarti hubungan Kakak dengan Bianca mulai membaik. Syukurlah ada perkembangan " gumamnya dalam hati seraya melebarkan senyum dan segera menghampiri Kakaknya.
" Kak .. Aku melihat Dokter tadi, katanya Kakak sedang terluka. bagaimana Kakak bisa tertembak? " tanya Evelyn yang raut wajahnya berubah menjadi cemas.
Mendengar bahwa Ken tertembak, Vino pun terkejut.
" A-apa? tertembak? Kau tertembak Ken? bagaimana bisa ? " Vino menyeritkan dahinya dan mendekati Sang Sahabat.
" Kalian tidak perlu Khawatir, Aku baik-baik saja " tutur Ken dan segera menarik tangan adiknya lalu memeluknya.
" Baik-baik saja apanya? Kakak terluka. Apa pengawal tidak bersamamu saat ke luar kota? Dimana Kakak tertembak? " tanya Evelyn.
Mendengar pernyataan mengejutkan, Ia pun melepas pelukannya.
" Ke luar kota? Siapa yang ke luar kota? " tanya Ken yang nampak begitu terkejut.
" Kakak yang ke luar kota,lalu siapa lagi? lagipula Kakak sendiri yang mengatakannya lewat pesan bahwa Kakak sedang ke luar kota " jelas Evelyn seraya mengamati luka di wajah Kakaknya.
Ken terdiam dan berfikir.
Melihat sahabatnya yang nampak aneh, membuat Vino semakin cemas.
" Ken.. apa Kau mengalami luka di kepala? sebaiknya Kau di bawa Ke Rumah Sakit, jangan hanya berdiam disini " panik Vino .
" Aku sudah menyarankannya tadi Vin,tapi Dia tidak mendengarkanku .. " timpal Bianca .
Tak meladeni pertanyaan sahabatnya, Ken menadahkan tangannya.
" Kemarikan ponselmu, Kakak ingin melihatnya ".
Mengerti, Evelyn pun langsung memberikan ponselnya.
Ken memeriksa pesan yang dikirimkan semalam kepada adiknya.
" Dia bahkan bisa membobol password ponsel milikku dan mengirimkan pesan kepada Evelyn " lirih Ken dalam hati seraya membaca pesan.
Setelahnya, Ia langsung memberikan kembali ponsel tersebut kepada adiknya.
" Apa Kalian juga mendapat pesan dariku ? " tanya Ken seraya memandang ke arah Bianca dan Vino secara bergantian.
" Tidak . " jawab keduanya dengan serentak.
" Apa hanya Evelyn yang menerima pesan itu ? " tanya Ken dalam hati.
" Ken .. Ayo kita ke Rumah Sakit sekarang, Kau nampak aneh sekarang. " ujar Vino seraya memegang pundak sahabatnya.
" Apa maksudmu dengan aneh ?. " protes Ken .
" Aku takut Kau mengalami luka serius di Kepala , dan akhirnya Kau menjadi lupa ingatan " panik Vino.
Mendengar kekhawatiran Vino yang tak masuk akal,membuat Ken memutar bola matanya.
" Jika Aku lupa ingatan, Aku tidak akan mengingat kalian. Bodoh ! " umpat Ken .
__ADS_1
Tersadar, Vino pun tersenyum.
" Kau benar juga .. " lirihnya.
" Apa Kau belum makan, Ken? biar Aku membuatkannya untukmu ." ucap Bianca seraya berdiri.
" Terima kasih, Aku sudah makan tadi. " tolak Ken.
" Buatkan saja makanan untuk Kakak. pasti Kakak akan memakannya , Ayo cepat .." timpal Evelyn yang seakan memberi isyarat kepada Bianca.
" Baiklah, Aku permisi dulu." dengan senyum bahagia,Bianca pun mulai melangkah keluar.
" Oh iyah Kak, malam ini Ayah dan Ibu akan pulang. Mereka juga akan membawa kedua saudara kita kesini " ujar Evelyn .
Ken menyipitkan kedua matanya.
" Maksudmu saudara kita yang berada di Kota XXX ? " .
" Iyah Kakak, sudah lama kita tidak bertemu dengan mereka .." jawab Evelyn.
" Woww.. Rumah ini akan menjadi ramai nanti " senyum Ken seraya mengelus kepala Evelyn.
Mereka pun melanjutkan obrolannya.
KANTOR NIS
Helena menemui Pak Agus di Ruangan Pribadinya. terlihat Pak Agus sedang memantau rekaman CCTV.
" Pak .." lirih Helena dari ambang pintu, wajahnya penuh kekhawatiran.
" Masuklah .. " ujar Pak Agus seraya melebarkan senyum.
Helena segera mendudukkan tubuhnya di kursi.
" Bantu Yaura dari amukan Kak Alfin. Jujur saja, Aku sangat takut, Pak .. " tutur Helena seraya membayangkan yang tidak-tidak.
" Kenapa dengan mereka? " Pak Agus terlihat terus melebarkan senyumnya saat melihat Helena yang nampak berlebihan.
" Kenapa Bapak tersenyum ? Ini keadaan darurat . Pasti Kak Alfin akan mengatakan ' Jaga batasanmu Yaura ! sebelum Aku mengeluarkanmu dari Tim ' " ucap Helena seraya menirukan Suara Kak Alfin.
" Kau sepertinya tertular virus Yaura, suka salah paham terhadap seseorang. Tenanglah Nak, Kak Alfin tidak memarahinya. " ucap Pak Agus seraya mengeluarkan sebuah dokumen.
Melihat Pak Agus yang nampak tenang dan tidak khawatir, membuat Helena sedikit lega itu berarti Sahabatnya tidak mengalami masalah.
" Mereka berdua seperti Tom and Jerry yang tidak pernah akur " ucap Helena seraya mengerucutkan bibirnya.
" Mereka akan segera akur, Kita akan merayakan kebersamaan mereka nanti ." tutur Pak Agus.
Mata Helena membulat sempurna saat melihat berkas yang berada di depannya .
" A-A-APA ? SUB - UNIT KAK ALFIN DENGAN YAURA ?! INI BUKAN SUB-UNIT, TETAPI PERANG DUNIA KEDUA ! BAGAIMANA BISA MEREKA BERKOLABORASI JIKA SALING BERTENTANGAN. HAH SIAL ! SIAPA JUGA YANG MEMBUAT RENCANA KONYOL SEPERTI INI ." kritik Helena seraya melemparkan berkas itu ke meja.
" HEI ! APA MAKSUDMU ? AKU YANG MEMBUATNYA." ujar Pak Agus seraya melototkan kedua matanya.
Helena tersadar,
" Aku tarik ucapanku Pak.." Helena menelan salivanya seraya tersenyum kecut.
" Kau ini !. sudah jangan banyak kritik, lagipula Kau tidak terlibat. Baiklah Helena dengar Aku baik-baik .. " wajah Pak Agus berubah menjadi serius.
Pak Agus menjelaskan maksud dari semuanya, bahwa Sub-Unit NIS digunakan untuk mencegah Yaura berfokus pada Ken dan masalahnya sendiri, Ia ingin perhatian Yaura teralihkan jika memikul beban rencana tersebut.
" Kita tidak bisa mencegah Yaura melakukan hal diluar batas seperti kemarin, Walaupun jika benar Ken terlibat tetapi Kita tidak bisa membunuhnya begitu saja. Jadi ini satu-satunya cara agar perhatian Yaura teralihkan." tutur Pak Agus.
" Aku mengerti ,tetapi sedikit bingung. Aku rasa Dia akan mampu menghadapi keduanya" ucap Helena seraya menggaruk kepalanya yang terasa semakin berat dan bingung.
" Aku tahu Dia akan mampu menangani Ken dan Alfin , tetapi tidak akan maksimal. Dia menghadapi misi besar hidupnya dengan berhadapan dengan Ken, tetapi disatu sisi , Dia juga mendapat amanah yang begitu besar dari pekerjaannya yaitu NIS bersama dengan Alfin . Jika Yaura hanya terfokus pada Ken, maka persentase kegagalan dalam Misinya dengan Kak Alfin itu 60 %, dan Kau tahu resikonya?. " tanya Pak Agus.
" Direktur Besar NIS menurunkan Pangkat dan Tingkat yang disandang Yaura, serta beresiko di keluarkan dari Tim Athena." Helena mencoba menerka.
" CERDAS. Jika Yaura mengalami Hal itu, maka ini akan berdampak besar terhadap misi pribadinya. Dia tidak akan mendapat lindungan dan kewenangan lebih dari NIS karena sudah mengalami penurunan Pangkat dan Tingkat, juga Hak Istimewa yang selama ini Dia dapatkan beresiko di cabut " jelas Pak Agus.
" Jika di cabut, maka Data Rahasia tentang Yaura yang selama ini terjaga beresiko terlacak oleh Ken dan musuh lainnya. Riwayat hidup dan Identitas sebenarnya juga rawan terdeteksi, Ini berbahaya."jawab Helena.
" Aku yakin Yaura akan memahami tentang ini dengan baik. Dan juga, dengan adanya misi ini, Kita bisa lebih tenang menghadapi Ken. Aku ingin hubungan Yaura dengan Suaminya itu dekat agar Dia setidaknya memiliki belas kasih terhadap seseorang. Sepertinya walaupun mereka Suami Istri tetapi Yaura tidak memiliki ikatan rasa dengannya, namun ..." belum selesai Pak Agus berbicara,
" Namun Ken selalu menyelamatkannya jika Yaura dalam bahaya. Itu berarti, Bapak ingin mereka menjadi dekat lebih dahulu agar mempermudah rencana Yaura ? " tanya Helena.
" Iyah seperti itu. Aku merasa sangat bersalah dengan Yaura karena mendidiknya terlalu keras dan tidak memiliki rasa, akhirnya Dia menjadi seorang Wanita yang tidak berperasaan " tutur Pak Agus.
Mendengar ini, membuat Helena terenyuh dan mengingat masa-masa kebersamaannya dengan Yaura.
" Sebenarnya Dia berperasaan dan sangat lembut, tetapi tidak dengan mereka yang berkaitan dengan kematian anggota keluarganya. Dia wanita yang baik.. " lirih Helena seraya mengingat moment dimasa lampau saat Yaura mengorbankan diri demi menyelamatnya dari Peluru salah sasaran yang menimpanya saat di Camp Militer.
Pak Agus dan Helena melanjutkan obrolan mereka.
***********
Tak terasa hari semakin sore
TAMAN
Sesuai janji sebelumnya , Yaura mendatangi Taman Kota yang terletak tidak jauh dari wilayah kantornya. Ia sudah menunggu sedari tadi,namun Helena tak kunjung datang.
Yaura mendudukkan dirinya di sebuah kursi panjang yang disediakan, matanya menyoroti keadaan sekitar.
Banyak sekali anak kecil yang bermain bersama Orang Tuanya, Anak muda yang sedang menghabiskan waktu dengan pasangannya, juga Sepasang Suami Istri yang sedang berbincang. Pandangan Yaura tertuju pada perut buncit seorang wanita yang berada di depannya, Ia terlihat sedang berbincang dengan Suaminya.
" Bagaimana bisa mereka hidup dengan harmonis dan merencanakan masa depan dengan baik. Setelah menikah, pasti akan memiliki anak .." lirih Yaura dalam hati, Ia terus mengamati Sepasang Suami Istri tersebut.
" Kehidupan mereka sepertinya sangat Indah.. " sambungnya, namun tiba-tiba Ia mengalihkan pandangannya ke anak kecil yang sedang bermain dengan Orang Tuanya.
" Aku sangat merindukan Ayah dan Ibu .. " itulah kata yang terlontar dari mulut Yaura.
" Apa mereka ( Pasangan muda ) sedang berkencan? atau berpacaran? " pandangannya terarah pada sepasang kekasih.
" Aku tidak pernah merasakannya, yang Aku rasakan seusia mereka adalah ketakutan akan peluru, kesakitan atas pelatihan yang berat dan kata-kata menyakitkan yang terlontar dari senior NIS " lirih Yaura dalam hati seraya mengingat dimana dirinya jatuh bangun demi masuk dan lulus ujian NIS.
Tak berselang lama , Helena datang dan duduk disebelahnya.
" Kenapa Kau terus mengamati mereka? Kau ingin merasakannya ?" tanya Helena. Mendengar suara yang tiba-tiba , membuatnya terkaget.
" Kau mengagetkanku. " ucap Yaura seraya memegangi jantungnya.
" Maaf sudah membuatmu menunggu." ucap Helena seraya menyodorkan sebuah botol minuman dan makanan ringan kepada sahabatnya.
" Aku tidak jadi marah jika Kau memberikanku cemilan ." Yaura tersenyum dan mengambil makanan tersebut dari tangan sahabatnya.
Helena sibuk mengunyah cemilan seraya menikmati suasana sore hari yang begitu menenangkan.
" Katakan sekarang.. Kau ingin memberitahuku sesuatu bukan? " tanya Yaura.
" Sebenarnya tidak ada sesuatu yang ingin Aku katakan, Aku hanya ingin mengabiskan waktu berdua dengan sahabatku .." tutur Helena.
" Kau seharusnya menghabiskan waktu dengan Pacarmu bukan denganku .." ujar Yaura seraya melebarkan senyum.
" Kau ini tidak tahu terima kasih . Aku kasihan denganmu yang tidak memiliki pacar untuk berkencan,lihatlah.. mereka yang muda saja bisa berkencan tetapi Kau yang sudah dewasa seperti ini tidak pernah melakukannya " Helena tertawa sambil menunjuk ke arah pasangan muda tadi.
" Kau juga tidak berkencan. Bukan hanya Aku saja. " Protes Yaura dan membela diri.
" Heyyy Heyyy Heyyy Nona Yaura Gita Dev !! Walaupun Aku tidak memiliki teman kencan sekarang, tetapi setidaknya Aku sudah pernah melakukannya " tutur Helena seraya membayangkan Sang Mantan .( wkwkwkwkw masih suka teringat akan mantan aja si Helllll )
" Devmalik ! bukan Dev . " kritik Yaura yang membenarkan nama panjangnya.
__ADS_1
" Aku takut ada yang mendengar jika menyebutnya. Nanti jika orang tahu bahwa Putri Tercinta Tuan Devano Malik ini masih hidup maka mereka akan memperhatikanmu." jelas Helena ,mulutnya terus menguyah cemilan .
" Berlebihan. Helena, Kenapa Kau bisa berpisah darinya? Bukankah Kau sudah berkencan? " tanya Yaura.
" Apa tidak boleh berpisah jika sudah berkencan? Jika Suami Istri saja bisa cerai, bagaimana yang hanya berstatus sebagai Pasangan Kekasih , pasti sangat beresiko untuk pisah ". jawab Helena .
Yaura sejenak terdiam.
" Benar juga. tetapi rasanya sangat aneh, sudah berbagi segala hal, tetapi berujung perpisahan, itu sangat tragis seperti hidupku .." tutur Yaura.
" Apa maksudmu berbagi segala hal? " Helena melototkan kedua matanya.
" Tentu maksudku menghabiskan waktu bersama, berpegangan tangan ,berciuman ... juga .." Yaura menghentikan perkataannya.
" Lanjutkan juga apa? jangan sampai Kau berfikir yang tidak-tidak ! " Helena menunjukkan jari peringatan ke sahabatnya.
" Juga tidur bersama bukan? rasanya sangat mengerikan jika setelah itu di tinggalkan .. " jawab Yaura dengan polosnya.
Helena membulatkan kedua matanya,bak disambar petir.
" Astaga Yaura !! Kau mengetahui tentang ini dari siapa? " .
Yaura mendekatkan wajahnya ke telinga Helena.
" Dari Pak Wike ( Guru Taekwondo NIS ), tadi Dia memberitahuku " ucapnya dengan jujur dan wajah tanpa dosa.
Mendengar ini membuat Helena terkekeh..
" Kau ini sungguh sangat bodoh !!! percaya saja dengan Pak Wike. Aduh Dasar kebodohanmu itu sangat murni ! " Helena tersenyum kecut saat mengetahui definisi kencan bagi Yaura adalah seperti itu.
" Kenapa Kau menertawakanku? " Yaura menekuk wajahnya.
" Suruh siapa Kau membuat lelucon di sore hari. Definisi berkencan bukan hanya seperti itu bodoh ! berkencan itu .... mmmmm.... banyak makna di dalamnya bukan hanya sekitar berciuman, atau tidur dengannya. Sungguh Aku masih tidak percaya bahwa sebenarnya pikiranmu sangat kotor !! " Helena terus menertawai Sahabatnya.
" Tarik ucapanmu, itu bukan pikiranku tetapi pikiran Pak Wike. Baiklah, ceritakan bagaimana Kau berkencan dengan Mantan Pacarmu itu ? " tanya Yaura kembali ( astagaa nih anak kepo amat wkwkwk ).
" Jalan-jalan, Candlelight Dinner, berbelanja bersama , menghabiskan waktu bersama, berciuman , juga... " Helena kembali mengingat moment kebersamaan dengan mantan pacarnya.
Yaura yang menyimak baik-baik penuturan sahabatnya pun merasa tidak sabar Hal apa lagi yang dilakukan saat berkencan.
" Juga apa? Ayo lanjutkan." pintanya.
Mendengar ini, membuat Helena melirik sinis ke arahnya.
" Apa Kau gila? tidak mungkin Aku menceritakan tentang kencan ku kepadamu sepenuhnya " tolak Helena.
" Apasalahnya? lagipula berbagi informasi yang bermanfaat itu tidaklah sebuah kejahatan." ujar Yaura yang masih ingin mengetahui tentang kencan.
Helena terdiam kewalahan harus bagaimana menjawabnya .
" Astaga bagaimana Aku mengatakannya?, Apa Aku harus berkata kami tidur bersama di Hotel dan menghabiskan waktu berdua sepenuhnya , lalu Kita melakukan itu dan melampiaskan bahasa tubuh ? Ohhh tidak-tidak !! Bagaimana jika Yaura akan bertanya ' Bagaimana Kau melakukan itu dengan pacarmu? ' " gumam Helena dalam hati, wajahnya cengo bukan main.
" Masa Aku harus menjelaskan cara melakukan itu kepada Yaura. Ah Sial ! Meladeni pertanyaan bodohnya bisa-bisa membuatku gila ." sambung Helena seraya melirik Yaura yang terlihat masih sangat penasaran.
" Ayo katakan .. Kau sudah membuang waktuku untuk menunggumu di Taman, jadi cepat katakan setelah itu Kau melakukan apa? " pinta Yaura kembali.
" Astaga Aku bisa gila meladeni pertanyaanmu! " Helena buru-buru beranjak dan melangkah kaki dan meninggalkan sahabatnya.
" Hei tunggu, Kau belum menyelesaikannya . Helena ! " teriak Yaura.
" Tanya saja pada Ken , Suamimu. Pasti Dia akan menjawabnya !! " teriak Helena dari kejauhan.
Mendengarnya membuatnya terdiam.
" Bertanya pada Ken? " Yaura menyeritkan dahinya dan terheran.
Helena nampak sudah di sebrang jalan, teringat akan perkataannya sendiri, akhirnya membuahkan sebuah pertanyaan besar.
" Tunggu ... tungguu .. Ken? dan Yaura bertanya tentang Kencan ? " Helena menelaah sesuatu.
" Astaga, Astaga.. Yaura tidak tahu,itu berarti Dia belum melakukannya dengan Ken begitu? " Helena membuka mulutnya lebar-lebar.
" Walaupun tanpa rasa, Hasrat lelaki pasti ada, apalagi Yaura sangat cantik, bodynya juga sangat WOW . Lalu selama ini mereka di dalam Kamar melakukan apa saja jika tidak melakukan itu ? "
" Ya Tuhan kenapa malah Aku yang jadi penasaran? " Helena bertanya pada dirinya sendiri.
VISUAL CAST
EVELYN
VINO
ALEX
KEVIN
BIANCA
HELENA
PAK AGUS
AYAH REINO
...............................
BUTUH SARAN KRITIK
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA YAH KAKAK
Minal Aidzin Walfidzin dari Ken dan Yaura yang gagal mudik #stayathome
__ADS_1