
Cupppppp Ia mengecup mata Yaura sekilas
" Aku tidak suka melihatmu menangis.. " lirih Ken , tangannya mengelus lembut pipi ranum Wanita yang sangat dicintainya.
Melihat Sang Istri sedikit tenang, Ken pun membawa Yaura ke dalam dan mengobati lengannya yang terluka karena sayatan pisau tadi.
Mereka berdua kini duduk ditepi Ranjang, Ken sibuk mengobati lengan Istrinya dengan Kotak P3K Lengkap yang disediakan oleh Pihak Hotel. Pandangan Yaura hanya menunduk ke bawah dengan tatapan kosong,
" Kenapa Kau tidak pernah menceritakannya dari awal Yaura, jika saja Kau mempercayaiku.. mungkin dirimu tidak akan seperti ini.. " lirih Ken dalam hati sambil melihat luka tembak yang dialami Istrinya. Demi Tuhan, Ia tidak tega melihat Sang Istri terus mendapatkan luka baik fisik atau batin.
Setelah meletakkan Kotak P3K ke semula, Ken berlutut didepan Sang Istri karena pandangannya yang terus menunduk, dan menggenggam tangannya.
" Tidurlah ... lupakan semuanya sejenak..Aku akan disini bersamamu.. " tutur Ken dengan lembut.
Yaura menggelengkan kepalanya, mengetahui bahwa Orang Tua Ken yang membunuh Keluarganya membuat dirinya semakin down dan rapuh. Ia tidak tahu harus melakukan apa.
" Jadi ini alasan kenapa Yaura menggunakan simbol Titik Koma.. Dia berjuang melawan Depresi dan Trauma yang begitu berat..dan sekarang.. pasti Yaura sangat terguncang dan mengalami Mental Breakdown " lirih Ken dalam hati, Ia mengamati tatapan mata Istrinya yang begitu kosong.
Fyi : Mental Breakdown adalah kondisi dimana seseorang mengalami depresi berat, kecemasan , dan stress akut yang disebabkan karena Rasa Trauma dan hal yang membuat hidupnya hancur. seseorang yang mengalami Mental Breakdown pasti akan selalu melakukan percobaan bunuh diri dan mengakhiri hidupnya. otaknya tidak berfungsi secara sempurna karena Depresi Berat juga akan merusak jaringan otak.
Ken bangun dan mendudukkan tubuh disamping Istrinya kembali,
" Maafkan Aku,Yaura.. " lirih Ken dan memeluknya kembali, batin mereka kini menyatu , saling merasakan sakit satu sama lain.
Pelukan yang diberikan Sang Suami bagaikan obat yang selama belum Ia temukan. Yaura akan tenang jika dipeluk oleh Ken , Pria Pertama yang melihat tangisan dan bagimana rapuh dirinya saat ini.
" Kenapa Tuhan sejahat ini kepadaku Ken.. Kenapa?.. " lirihnya.
" Tuhan baik kepadamu, berhentilah berkata seperti itu.. " jawab Ken, hatinya ikut merasa sesak dan sakit.
Karena mengalami Mental Breakdown, dan rasa kecewa itu muncul kembali, Yaura kembali menangis dan hanya ingin menangis.Wajar saja , Depresi adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dilawan. Beruntung, Ken begitu mengerti dan faham dengan kondisi Istrinya sendiri,Ia terus memberikan ketenangan dan menemani Yaura disaat terpuruknya. Disamping itu juga, Ia merasa sangat marah kepada Kedua Orangnya.
" Aku akan meminta penjelasan kepada Ayah.. " lirih Ken dalam hati,seraya terus memeluk Sang Istri.
************************
Ayah Reino, Ibu Hilya , dan Helena sedang berkumpul di sebuah Ruangan tertutup.
" Nanti malam, SWAT akan datang bersama NIS dimana Yaura tinggal. Pak Diyo atasanmu , akan memberikan perintah Eksekusi Mati kepada Bocah Tengik itu " ucap Ayah Reino, rahangnya mengeras dan masih tidak menyangka bahwa Yaura yang selama ini mempermainkannya.
" Baguslah. Aku juga sudah menyuruh seseorang untuk membebaskan Edward dan Bianca yang disandera The Red. " jawab Helena seraya menarik sudut bibirnya.
" Tetapi apakah SWAT akan mau bekerja sama dengan Kita? Aku takut.. SWAT akan berpihak kepada Yaura dan menolak Eksekusi mati karena Bukti Kita untuk memfitnah Yaura belum kuat.." lirih Ibu Hilya yang merasa ragu dan takut menjadi boomerang untuk Pihaknya.
Ayah Reino menarik sudut bibirnya dan tersenyum,
" SWAT tidak akan memihak kepada siapapun,kecuali keadilan. Tetapi... SWAT akan menurut pada perintah NIS.. Kau lupa bahwa Kita mempunyai pedang samurai yaitu Diyo. Diyo akan Aku jadikan boneka untuk melawan Yaura, lagipula NIS terlibat dengan kematian Devano. Diyo pasti akan takut dengan Kita.. " tuturnya.
Ibu Hilya pun tersenyum setelah mendengar penuturan Suaminya,
" Tidak bisakah Kita langsung melenyapkannya saja tanpa menggunakan Regu Tembak SWAT ? ".
" Jika Kalian langsung melenyapkannya, maka Pihak Kalian lah yang bersalah. Yaura adalah Anggota NIS, Biarkan Negara yang memberinya saksi karena berhianat kepada NIS dan memimpin Pemberontakan. " saut Helena seraya mengetik sesuatu pada Ponselnya.
" Saat Dia sudah dibawa ke Tanah Air dan berada di jeruji besi. Kita harus mangancamnya agar mau memberikan Stempel G&D jika Dia ingin selamat. " ucap Ayah Reino.
" Tentu Aku akan meminta Stempel Yaura sebelum Dia mati.. " timpal Ibu Hilya yang tak henti-hentinya tersenyum.
" Baiklah, Aku sudah menghubungi SWAT untuk mengamankan Alfin dan David. Mereka selalu melindungi Yaura, dan menyusahkan Kita. " ucap Helena dan hendak mengatakan sesuatu lagi,tetapi Ia mengurungkan niatnya.
" Louis belum tahu jika Pak Andi dan Pak Agus masih hidup, Ingin memberitahu tetapi.. Ah sudahlah.. pertarungan Reino dan Yaura tidak seru jika Aku membocorkan semuanya.. " Lirih Helena dalam hati dan tersenyum tipis.
Setelah itu, Ia pamit dari hadapan mereka karena tugasnya sudah selesai.
************
MARKAS PAK AGUS
Alfin sangat syok dan terkejut bukan main saat mengetahui Pak Andi masih hidup, Ia mencecar banyak pertanyaan kepada Pak Agus tentang bagaimana mereka mengelabui Publik.Pak Agus pun menjelaskan semuanya dengan detail.
" Alfin... Pak Andi akan Kita jadikan Saksi di Pengadilan, karena Dia Orang yang mengetahui semua kebusukan Reino dan Hilya. Bukti yang mengarah kepada Keparat itu sudah mulai terkumpul, tetapi.. Hakim Ketua yang menerima suap 10 Tahun lalu belum Kita temukan, Aku takut Dia dibawah kendali Reino . " tutur Pak Agus dan merasa sangat was-was.
" Aku akan segera mencarinya di Tanah Air, Pak. Yang lebih Aku takutkan itu Ken dan berpihak kepada Orang Tuanya, lalu melukai Yaura.. Cara Dia bertarung dan menggunakan senjata itu sangat mengerikan, Yaura selamat dari amukannya saat di medan perang.. tetapi Nanti malam, Aku tidak yakin Dia memihak Yaura.. " Kekhawatiran terlihat jelas di wajah Alfin, Ia berfikir walaupun Orang Tua Ken bersalah tetapi tetap saja seorang anak pasti akan berpihak kepada Orang Tuanya, sekalipun Sang Istri yang harus dimusnahkan.
Pak Agus juga menjelaskan bahwa Helena adalah seorang Penghianat. Dia yang membocorkan semua Infomasi Yaura. Alfin begitu terkejut dan syok,
" A-a-apa? " ucapnya terbatah.
" Iyah, Dia berpihak kepada Reino. Dia juga telah menembak Yaura.. " lirih Pak Agus seraya menundukkan kepalanya saat mengingat Helena dengan teganya menembak Sahabat Karibnya sendiri.
" Jadi Yaura tertembak? Bagaimana keadaannya? SHITTT ! Baj*ngan Helena ! Aku akan melenyapkannya.. " umpat Alfin dan mengepalkan kedua tangannya,guratan amarah terlihat di wajah tampannya .
" Jangan melenyapkannya. Biarkan Dia datang bersama Reino dan Hilyo terlebih dahulu. " Ucap Pak Agus yang nampak merencanakan sesuatu.
" Tapi Pak , Dia berbahaya. Reino pasti akan melenyapkan Pak Andi dan.. " belum menyelesaikan perkataannya,
" Helena tidak membocorkan Identitas Yaura dari awal, itu berarti Dia juga belum membocorkan informasi tentang Pak Andi dan Aku yang ternyata masih hidup kepada Reino. " Ujar Pak Agus yang terus menelaah tentang Helena.
" Brengsek ! sepertinya Helena sengaja melakukan itu agar Pertarungan antara Reino dan Yaura semakin panas. Brengsek Helena ! " Alfin tak henti-hentinya mengumpat dan berteriak.
***************
Pak Agus telah menghubungi The Red untuk melepaskan Edward dan Bianca sebelum Tim Reino mendatanginya.
Jalanan
Edward dan Bianca nampak berada dijalanan, karena belum ada mobil yang menjemputnya.
" Panas ! Menyebalkan ! Sialan Yaura ! Karena Dia Aku jadi terluka seperti ini.." Bianca tak henti-hentinya mengoceh dan mengumpat seraya memegangi lengannya yang terluka.
Edward Diam dan memikirkan sesuatu,
" Apa Yaura itu Orang Kaya? " ucapnya seraya menoleh ke Wanita Ranjangnya.
Bianca mengingat sebuah Liontin berinisal Y dipegang Ken di waktu lampu, disaat itu juga Yaura mengenakan Liontin yang sama.
" Sepertinya Dia Orang Kaya, Liontinnya saja seharga 11 Milyar.. " tutur Bianca.
DEGGG !!! Edward terkejut
" Dia juga mampu membayar The Red dan... Apakah selama ini Goddess God Death itu Yaura ? Musuh Abraham... " lirihnya dalam hati.
Fyi : Edward tidak mengetahui tentang perseteruan Yaura dan Reino tentang G&D, begitupun dengan Bianca yang belum tahu permasalahan sebenarnya, tetapi sepertinya akan segera tahu.
" Rasanya Aku ingin sekali melukai Wanita Monster itu ! " Umpat Bianca.
" Sebelum Kau melukainya, Aku rasa Yaura akan menembak kepalamu terlebih dahulu . " saut Edward seraya memegangi tangannya yang tertembak.
Tak berselang lama, sebuah mobil nampak datang.
" Masuklah ! Kalian seperti Gembel. " ucap Seorang Wanita berambut pendek ,tak lain Ialah Helena yang berada di posisi kemudi.
Edward dan Bianca langsung masuk mobil,
" Apa Kau mau Aku tembak?! " decak Edward yang merasa kesal dimiripkan dengan Gembel.
" Jaga mulutmu ! " sentak Bianca yang tak kalah emosi.
Helena kembali melajukan mobil dan tersenyum,
" Ayolah Kawan,Kita ini Tim Solid, begitu saja marah. Aku sudah mengirim Tim untuk menyelamatkan Kalian,ternyata sudah terbebas sendiri." ucapnya.
" Aku juga tidak tahu, Yaura membebaskan Kami semudah itu. sepertinya ada yang Dia rencanakan. " tutur Edward seraya menelaah sesuatu.
Bianca menatap Helena dengan tatapan sinis,
" Yaura pasti akan terkejut melihat temannya ini ternyata menusuknya dari belakang. " tuturnya.
" Dia sudah tahu." singkat Helena.
" Wow. Kenapa Dia tidak menembak kepalamu?! " sindir Bianca seraya mengucir rambutnya.
" Mana berani. Justru Aku yang menembaknya tadi.. " jawab Helena saat mengingat kembali peristiwa tadi.
******************
MALAM SEMAKIN LARUT
BANDARA DUBAI
Terlihat Tim SWAT dan NIS turun dari pesawat.
" Kita akan mengepung Hotel sesuai perintah Pak Diyo. Ingat ! Jangan sampai ada Baku Tembak ! " seru Kepala SWAT.
" SIAP ! " ucap Tim serempak.
" Bagaimana jika Target melawan? Nona itu berasal dari NIS pasti akan melakukan perlawanan senjata. " tanya seorang NIS.
" Jangan melukainya. Borgol tangan dan segera bawa ke mobil. " ucap Kepala SWAT.
HOTEL
Pelukan Ken begitu menenangkan, hingga akhirnya Yaura terlelap dalam pelukan Suaminya .
" Aku sungguh menyesal tidak mengetahui tentangmu lebih dalam.. Kenapa Kau begitu kuat menghadapinya sendiri? " lirih Ken dalam hati seraya membaringkan tubuh Sang Istri yang terlelap,matanya begitu sembab .
Ken terus memandangi wajah Istrinya tanpa henti, Ia baru sadar bahwa sifat Yaura yang begitu misterius , tertutup dan tanpa ekspresi adalah bentuk Depresi dan Rapuhnya Dia selama ini.
Ken mendekatkan wajahnya, dan..
Cuppppppppp Ia terus menghujani ciuman manis di kening Istrinya.
" Aku bersumpah, membantumu mendapat keadilan. " sumpah Ken dalam hatinya.
Lobby
Tentara melihat SWAT telah mengepung Hotel dan Beberapa NIS yang mulai masuk,
" Kapten Lapor ! Hotel dikepung oleh SWAT. " ucap seorang dari earpiece.
Degg !!! David terkejut.
" SWAT ? Apa mereka mau membawa Yaura? " lirihnya dalam hati. Tak ingin membuang waktu, Ia langsung berlari dan masuk ke Kamar.
David melihat Ken yang sedang berada di sisi Yaura dan langsung menariknya keluar.
Mengingat kembali saat David memeluk Sang Istri dengan tatapan berbeda ( Menyukai Yaura ), membuat Ken merasa tidak suka saat melihat Sang Kapten. Ia pun langsung menghempaskan tangan David.
" Apa Kau tidak bisa melihat Kami sedang berduaan di Kamar ?! " Decak Ken ( Cieeee cemburu sama Song Joong Ki alias David 🤣 ngegas aja kalo ngomong sama David )
" Berhenti bermasalah denganku !. Dan dengarkan ucapanku baik-baik, Bawa Yaura pergi.. SWAT dan NIS sudah mengepung Kita saat ini. " tutur David yang merasa panik.
DEGG !!! Ken pun terkejut.
" Suruh anak buahmu untuk melepas seragam mereka. Aku butuh earpiece dan anti peluru. " ucap Ken.
" Baiklah, Kau akan langsung terhubung denganku. " David langsung menyuruh salah satu anak buahnya untuk melepas seragam.
Ken kini memakai seragam lengkap, dan melihat ke arah seragam David.
" IMMANUEL DAVID MARCELLINO ! " ucap Ken yang berniat memanggil David.
" Panggil Aku David ! tidak perlu sepanjang itu. " saut David yang tidak kalah nyolot.
" Baiklah, jaga dirimu David . " ucap Ken seraya menepuk bahu Sang Kapten dan berlari ke arah Istrinya.
David kini berlari ke arah depan dan mengulur waktu agar Ken dan Yaura berlari lebih dulu.
Ken membangunkan Istrinya yang sedang tertidur. tak berselang lama, Yaura bangun dan terkejut saat melihat Sang Suami memakai seragam lengkap.
" Ada apa?" tanya Yaura dan beranjak.
" SWAT datang, Ayo Kita keluar.. " ucap Ken dan menarik tangan Istrinya.
DEGGGG !!!! Yaura kembali ke perasaan hancurnya.
" Aku tahu dan sudah siap. " lirih Yaura dan hendak membaringkan tubuhnya kembali untuk tidur, Ia sudah pasrah.
" Aku mengantuk.. " sambung Yaura dengan santainya.
Ken menarik Sang Istri dan menatapnya,
" Kau bilang butuh keadilan bukan? Jangan menyerah ! Aku akan bersamamu. " Tegas Ken dan menguatkan Istrinya.
Yaura menatap mata Ken dan tidak menyangka bahwa Suaminya begitu peduli dan melindunginya.
Tak berselang lama, Ia mengambil dua senjata dari laci dan beberapa peluru sebagai persiapan jika habis tak lupa, rompi anti peluru.
Ken membawa Yaura berlari seraya terus menggenggam tangan Istrinya seakan tidak mau berpisah sedikitpun.
Mereka terus berlari menyusuri koridor bak di Drama-drama Korea. Mata Yaura terus memandangi wajah Sang Suami,
" Aku harap, Kau benar-benar tulus kepadaku Ken.. " lirihnya dalam hati.
earpiece berbunyi,
" Mereka mengepung tangga darurat dan membackup semua Lantai. " tutur David yang sedang mengamati SWAT dan mencoba negosiasi.
" Baiklah. " jawab Ken dan masuk kedalam Lift.
Ia memencet semua nomor Lift untuk mengelabui SWAT, begitu pun dengan Lift yang lain, Ia terus mengacak-acak nomornya.
Seorang SWAT memantau CCTV
" Mereka ada di Lantai 20. Tangkap mereka " tuturnya lewat earpiece.
Kini SWAT pun mengepung lantai 20.
Cerdik, Ken dan Istrinya ternyata turun ke lantai 7.
Di dalam lift, Ia memandangi Yaura.
" Pasti punggungmu sangat sakit, bertahanlah.. " tutur Ken dengan lembut.
" Tidak. Aku sudah terbiasa. " tukas Yaura yang seakan berkata bahwa sudah terbiasa menahan sakit.
" Ken,Lantai 7 dikepung oleh NIS ! " teriak David dari earpiece.
Deggg !!! Ken membelakkan kedua matanya, Ia pun langsung menodongkan senjata ke depan lift dan melindungi Istrinya.
Melihat Sang Suami menodongkan senjata, Ia pun langsung faham.
Tlkkkkkkkkkkkkkk Yaura juga menodongkan senjata ke Depan.
" Kau terhubung earpiece? " tanya Yaura.
" Iyah, David. " jawab Ken.
" Bilang kepada David , siapkan mobil di area Parkir C, Kita akan berlari kesana. " lirih Yaura.
Ken pun langsung menuruti perintah Istrinya.
Lift terbuka, terlihat NIS dan SWATT mengepungnya di depan.
Dorrr dorrr dorrr Ken dan Yaura menembakkan peluru.
Dorrr dorr dorr NIS pun tidak mau kalah.
Baku tembak pun tak bisa terelakkan.
Ken dan Yaura menendang, memukuli dan membanting mereka satu persatu. Jika soal berkelahi, Ken lah jagonya , Ia begitu brutal menedangi NIS. begitupun dengan Yaura yang tidak diragukan lagi, walaupun punggungnya tertembak tetapi Ia tetap bisa melawan.
Ken melirik ke arah Istrinya yang sedang membanting seseorang,
" Aku tidak menyangka Dia sehebat itu.. " lirihnya dalam hati.
Dorrr dorrr dorrr peluru terus ditembakkan.
Ken menarik tangan Yaura dan berlari dengan cepat, disela-sela itu, Ken membelakkan kedua matanya saat melihat darah mengalir membasahi telapak tangan mereka.
__ADS_1
" Berhenti . " ucap Ken dan langsung melihat perban Istrinya.
" YAURA ! Darahmu.. " sambung Ken yang seketika melemas saat melihat darah kembali membasahi perban dan baju Istrinya.
Yaura hanya diam menatap Suaminya, lalu kembali berlari sambil menarik tangan Ken.
" Sial ! Kenapa harus Dia yang terluka . " umpat Ken dalam hati, matanya berkaca-kaca. Siapa yang tega melihat seorang Wanita terluka seperti itu dan terus berlari menahan rasa sakit.
Kisah cinta mereka sangat menyedihkan , begitupun dengan hidup keduanya yang dikelilingi kedustaan dan kebohongan. Peluru, senjata , BOM dan darah menjadi saksi bisu rumitnya kisah mereka.
Ken melihat gerombolan SWAT didepan. David juga sedang melawan NIS dibawah sana.
Dorrr dorrr dorrr dorr Ken melindungi Yaura dan pasang badan terdepan untuknya. sementara di belakang sana,terdapat NIS . Mereka pun terkepung
Dorr dorrr dorrr Yaura menembaki NIS dan membelakangi Suaminya. Suami Istri ini saling membelakangi dan melindungi satu sama lain.
Baku tembak terus terjadi, dua orang melawan banyak orang, itu sangatlah tidak mudah.
Detak jantung Ken berpacu dengan cepat , Ia begitu panik karena pasti keduanya akan tertembak dan kalah.
Yaura menyipitkan kedua matanya dan melihat sebuah sakeral listrik. Ia pun langsung menjauh dari Suaminya,
" Yaura ! " teriak Ken yang merasa khawatir, Ia pun langsung membackup Istrinya.
dorrr dorrr dorr Ken dan Yaura terus melesatkan peluru.
Dannnn Tkkkkkkkkkkk Yaura mematikan Lampu Hotel, seketika semuanya menjadi gelap.
" Suruh David untuk merusak Genset Hotel. Waktunya tidak banyak. " lirih Yaura seraya menarik tangan Suaminya untuk pergi.
Mengerti, Ken pun langsung menghubungi David.
Yaura dan Ken bisa menyelamatkan diri karena keadaan gelap dan lawan butuh waktu beberapa menit untuk menghidupkan mode malam.
" CEPAT PAKAI MODE MALAM KALIAN ! " teriak seorang SWAT. Serentak mereka pun memakai mode malam ( Pelindung kepala dan terdapat senter diatasnya, juga senjata yang bisa membidik dalam keadaan gelap ).
Mereka berlari menuruni tangga darurat karena Lift tidak berfungsi. Senter Ponsel Ken menjadi alat penerang mereka satu-satunya.
tiba-tiba tkk tkk tkkk tkk tkk suara hentakan kaki banyak orang yang tak lain adalah Tim yang mengejar mereka.
Dengan sigap Ken langsung memeluk Sang Istri dan menghimpitnya ke sebuah dinding tersembunyi yang terhalang sebuah rak.
Suasana gelap dan berpelukan membuat jantung keduanya berdetak kencang,mereka pun menyadari akan hal itu.
Ken dan Yaura pun bertatapan, nafas mereka saling memberat dan berbaur. Desiran aneh melanda keduanya, tubuh yang saling menempel tanpa jarak membuatnya semakin intens.
" Kenapa Kau tidak bercerita tentang dirimu sejak awal.. " lirih Ken dengan pelan dan hati-hati, Ia berbisik ke telinga Istrinya dengan nafas yang memberat.
Bisikan Sang Suami membuat bulu kuduknya merinding dan geli.
" Kau ada disini dan berlari lalu berkelahi , itu menjadi jawaban kenapa Aku tidak menceritakan tentangku kesiapapun ,termasuk dirimu. Aku tidak ingin Kau terluka.. " bisik Yaura ke telinga Suaminya.
Suara dan lirihan lembut Sang Istri membuat nafasnya semakin memberat, Ia kesusahan menelan saliva terbukti dari jakunnya yang bergerak.
" Tidak ingin Aku terluka,tetapi Kau menanggung semua luka yang ditorehkan oleh Orang Tuaku.. rasanya tidak adil. Berbagilah denganku mulai sekarang..Runtuhkan dinding kokoh yang selama ini Kau buat ( rasa ragu dan sikap tertutup ) , Kau adalah Milikku, dan Aku adalah milikmu... " lirih Ken dengan lembut dan begitu halus.
DEGGG !!! Hati Yaura meleleh saat mendengarnya.
Mereka beradu pandang dalam kegelapan. hanya remang-remang rembulan yang menjadi sedikit penerang keduanya.
" Aku sangat mencintaimu.. " lirih Ken dan..
Slurrrrpppppp Ken melu*mat bibir lembut nan tipis Sang Istri dan menghisapnya seperti Yuppy yang begitu manis.
Ken terus melu*atnya tanpa henti, Ia ingin Sang Istri sadar betapa berharga dirinya dalam hidup Ken.
Ciuman mereka begitu intens nan intim, Yaura merespon setiap ******* yang diberikan Suaminya.
" Mpppphhhhhhh... " lenguhnya dengan lembut. Mendengar lenguhan Sang Istri, Ken memberinya nafas sejenak.
Setelah itu, Ken kembali menciumnya dengan begitu lembut dan memeluk satu sama lain. Bukan tanpa alasan Ken selalu menghujani Yaura dengan banyak ciuman. Ciuman bibir melambangkan rasa kasih sayang dan cinta, juga digunakan untuk menghilang rasa stress ataupun kecemasan terhadap Pasangannya. Beda cerita kalau ciuman panas yang melambangkan gairah seksual.
Telinga Ken sangat awas dan teliti,dirasa tidak ada suara hentakan ataupun bunyi senjata.Ia pun segera melepas ciumannya, bibir keduanya pun basah, nafasnya saling memberat .
" Aku tidak suka melihatmu sedih.. tersenyumlah.. " lirih Ken dan berusaha menggoda Istrinya.
" Sekalipun Aku tersenyum, Kau tidak akan bisa melihatnya karena gelap. " ucap Yaura, tangannya terus melingkar dipinggang Sang Suami.
Mmmmmuuuachhhh Ken mencium pipi Yaura yang begitu kenyal dan lembut.
" Ayo Kita keluar.. " ucap Ken dan menggenggam tangan Yaura. Mereka berdua pun kembali berlari.
Parkiran C
Hanya ada Tentara yang meladeni baku tembak SWAT, sementara David nampak terkepung di Ruang Genset.
" Cepat pergi ! Kami terkepung. " ucap David dari earpiece.
Hendak menjawab tiba-tiba Lampu menyala.
Dannn
Dorrr dorrrr dorrr SWAT langsung menembakkan senjata ke arah mereka.
" Menyerahlah ! sebelum Kami terpaksa melumpuhkan Kalian ! " teriak SWAT.
Dorrr dorrr dorrr Yaura melukai SWAT dibagian leher
" Apa yang Kalian lakukan ! Biarkan Kami pergi ! " teriak Yaura yang nampak lemas dan ngos-ngosan.
" Ini perintah Negara,Nona. Menyerahlah ! " Ucap SWAT seraya mengarahkan laser ke jantung keduanya.
Yaura dan Ken semakin panik saat gerombolan SWAT dari berbagai arah bermunculan dan menodongkan senjata ke arahnya. Keringat keduanya mulai bercucuran ,nafas tersenggal. Ingin melawan tetapi tidak mungkin.
Mereka berdua saling memandang dengan sorot mata sendu.
" Mundurlah,Ken.. " lirih Yaura.
" Aku tidak akan mundur " tukas Ken, matanya menyapu bersih Tim SWAT yang berseragam hitam.
tiba-tiba
" TEMBAK ! TEMBAK YAURA ! " ucap seorang Pria yang baru saja datang, Ialah Pak Diyo selaku Dirut NIS.
Tim SWAT diam dan tidak berani menembak.
Sorot mata Yaura menajam saat mengetahui Pak Diyo memberikan perintah seperti itu.
Tlkkkkkkk Yaura mengarahkan senjata ke arah Pak Diyo ,tatapan matanya sangat tajam.
" Ular berbisa. Kau ternyata yang terlibat dengan Louis ! Brengsek ! " umpat Yaura, hendak menarik pelatuknya.
" Hei ! Aku ini Ayahmu di NIS ! Jangan kurang ajar terhadap Ayahmu sendiri ! " teriak Diyo seraya tersenyum.
" Cepat Tembak Yaura ! Ini Perintah Negara ! " sambungnya.
" Kami tidak melakukannya karena menyalahi Prosedur Eksekusi. " tukas SWAT.
Yaura menurunkan senjata dan melangkah mendekati Pak Diyo.
" Brengsek ! Jadi Kau yang selama ini memanipulasi Bukti Rekaman dan Sidik Jari untuk mengalahkan Ku di Pengadilan lalu mengancam Anggota NIS Lain agar menyembunyikan kebenaran ! " Ucap Yaura dengan lantang .
Pak Diyo belagak baik di hadapan SWAT,
Tlkkkkkkk Yaura menodongkan senjata ke kepala Pak Diyo.
" Persetan dengan kematianku ! Kau juga harus mati ! " Teriak Yaura, namun..
Dorrrr seseorang menembak senjatanya hingga terjatuh.
" Bersikap sopanlah kepada Atasanmu, Yaura ! " teriak seorang Wanita berambut pendek.
Yaura menoleh dan,
" Helena.. " lirihnya.
Helena mendekati Yaura, dan melihat luka di punggung sahabatnya tersebut.
" Kau sudah terluka kenapa masih Hidup? " ucapnya yang terdengar jelas oleh Yaura dan Ken.
Meradang, Ken pun mendekati Helena dan meringkuknya.
" Orang busuk sepertimu ini sepantasnya Mati ! " teriak Ken, dan menodongkan senjata ke pelipis Helena.
" Turunkan senjatamu,Ken.." lirih Yaura dan menatap Helena. terpaksa, Ken pun menurunkan senjatanya.
Takberselang lama, terlihat gerombolan David datang dengan tangan terborgol.
" Sudah kuduga, pasti akan seperti ini. " lirih Yaura dalam hati.
Tiba-tiba
" Hai menantuku.. " sapa seorang Pria Paruhbaya yaitu Ayah Reino, yang baru datang bersama Ibu Hilya, Edward dan Bianca.
Mendengar Suara Ayah Reino,membuat mata Yaura berkaca-kaca. Tangannya mengambil sesuatu dari balik Jasnya yang tak lain Ialah senjata cadangan yang dibawanya.
Tuktuktuktuk Yaura berjalan cepat dan mendekati Ayah Reino.
Berhadapan, Tlkkkkkk Yaura menodongkan senjata ke arah mertuanya tersebut.
" Ternyata selama ini Abraham adalah Kau ! Pembunuh ! " Ucap Yaura, matanya berkaca-kaca, tatapannya sangat tajam.
" Memang benar, AKU adalah ABRAHAM. Abraham dan Devano itu sahabat baik, Ayolah Menantuku, kenapa Kau marah seperti ini? " ucap Reino seraya menyunggingkan bibirnya.
Yaura melirik Ibu Hilya yang sedang tersenyum puas.
" Hai Sayang, Kau menghilang kemana selama ini? Ibu sangat merindukanmu.. " Sapa Ibu Hilya dan hendak memeluk Yaura..
" Menjauhlah ! Hentikan sandiwara Kalian ! " Yaura meneteskan air mata dan mendorong Ibu Hilya.
Ken datang dan menyaksikan semuanya, Ia menatap Sang Ayah dan Ibundanya.
" Katakan kepadaku, bahwa ini tidak benar. " Ken berharap semuanya adalah salah faham.
Ayah Reino tersenyum,
" Benar atau salah, tidak ada bedanya untukmu,Ken. Pulanglah bersama Kami, dan urus semua Surat Perceraianmu dengan Yaura, karena Kontrak Pernikahan Kalian sudah berakhir. " ucapnya.
DEGGG !!! Hati Yaura hancur mendengarnya.
Bianca, Helena dan Ibu Hilya yang mendengarnya pun merasa Puas. mereka terus melebarkan senyuman.
" Rasakan Kau Wanita Monster ! " umpat Bianca dalam hati sambil menatapnya sinis.
" Kau sebentar lagi jadi Janda, Sungguh Menyedihkan. " ucap Helena di telinga Yaura.
" Aku senang melihat Anak Devano Hancur.. " lirih Ibu Hilya.
Mata Ken memerah dan menatap Ayahnya, Ia tidak menyangka bahwa Sang Ayah sejahat ini.
" Kontrak Pernikahan mana yang Ayah maksud? " tanya Ken dengan ekspresi wajah kharismatik.
" Tentu Pernikahanmu dengan Yaura. Dia itu Wanita yang tidak baik untukmu,Ken.." saut Ibu Hilya.
Ken mengalihkan pandangannya ke Sang Ibunda.
Kemudian, Ia menggenggam tangan Istrinya,
" YAURA ADALAH ISTRIKU. DAN TETAP MENJADI ISTRIKU SAMPAI KAPANPUN !. KONTRAK PERNIKAHAN? TIDAK ADA KONTRAK PERNIKAHAN DIANTARA KAMI ! APA AYAH DAN IBU LUPA? AKU MENIKAHINYA SECARA SAH BAIK AGAMA ATAUPUN NEGARA. TIDAK ADA SECARIK KERTAS PUN YANG MENUNJUKKAN PERJANJIAN KONTRAK ! PERCERAIAN? AKU TIDAK AKAN MENCERAIKAN ISTRIKU SENDIRI ! " Tegas Ken yang begitu menusuk telinga semua orang. ( gilakkkk Good Boy banget, pinter nan cerdik, dari awal Ken tidak pernah membuat perjanjian kontrak. biasanya di Novel-novel lain kan pake kontrak yah, BABANG KEN mah ngga 😘 )
Semua Orang terkejut mendengar penuturan Ken yang begitu Tegas dan Gentle.
Yaura begitu terenyuh mendengarnya, begitupun dengan David
" Syukurlah, Dia bisa melindungi Yaura ." lirihnya dalam hati.
" Apa yang Kau katakan Ken ! " teriak Ayah Reino,rahangnya mengeras.
tiba-tiba Ibu Hilya memisahkan tangan keduanya.
" Kau harusnya ikut bersama Ayahmu ke Neraka. " bisik Ibu Hilya ke telingan Yaura.
Yaura mengepalkan kedua tangannya, matanya kembali berkaca-kaca.
" Kau tidak akan bisa melawanku, Yaura. Aku baru sadar bahwa Kau dan Ayah ataupun Ibumu itu sama bodohnya ! " sambung Ibu Hilya yang terdengar jelas oleh Yaura dan Anaknya.
Deggg !!! Ken terkejut mengetahui sifat Sang Ibunda.
" Berhenti ! Cukup ! Kau ini seorang Ibu kenapa Kau bisa sekejam itu kepadaku ! " ucap Yaura, Ia teringat kembali saat Ibu Hilya berpura-pura baik kepadanya.
" Tentu Aku hanya kejam kepadamu, mana mungkin kepada Ken ,Evelyn atau lainnya. Omong-omong bisakah Aku melenyapkanmu sekarang saja? " Ibu Hilya menarik sudut bibirnya.
" Menyerahlah Yaura ! Kau tidak akan menang. Atau Bunuh Diri saja biar Kau tidak merasakan sakit lagi !" Timpal Ayah Reino.
Meradang, Yaura menarik kera kameja Reino.
" Kenapa Kau tega menghabisi Keluargaku ?! Kenapa Kau berpura-pura baik kepada Kami ! " Teriak Yaura, air mata menetes dari manik matanya.
" Karena Kalian itu pantas lenyap dari muka bumi ini. Lagipula Devano itu Manusia Bejad, Ibumu juga seperti Wanita Malam ! " Ucap Ayah Reino dan tersenyum.
" Tutup Mulutmu ! Pembunuh ! " teriak Yaura dan ..
Plakkkkkk Ia menampar Ayah Reino dengan begitu keras.
" Pembunuh seperti Kalian ini lah yang harus mati ! Pembunuh ! " Yaura menangis dan merasa tidak percaya bahwa Reino dan Hilya lah yang membunuh Keluarganya.
Ken hanya mematung dan Membatu, Ia mendengar dengan mata kepalanya sendiri bahwa Orang Tuanya lah yang membunuh Keluarga Yaura.
SWATT DAN NIS SAMA SEKALI TIDAK BERGUNA, WALAUPUN MENDENGAR KEBENARAN BAHWA YAURA TIDAK BERSALAH.NIS DI ANCAM OLEH PAK DIYO, DAN SWATT YANG TIDAK INGIN IKUT CAMPUR.
Tiba-tiba brughhhhhhh Ibu Hilya mendorong tubuh Yaura hingga bersujud di Kaki Suaminya.
" Minta maaflah kepadanya, sebelum Aku akan menyuruh SWAT untuk menembakmu ! " Teriak Ibu Hilya.
Dan....
" IBU ! " teriak Ken dan hendak menampar Ibunya, matanya berkaca-kaca. Namun Ia mengurungkan niatnya ,
" Aku tidak menyangka Ibu dan Ayah sejahat ini ! " teriak Ken kembali, Ia bergantian menatap Ibu dan Ayahnya.
Yaura masih bersimpuh , Air mata jatuh dan menetes ke bawah.
Ken pun segera membangunkan Sang Istri dan memeluknya.
" Kuatlah.. " lirih Ken dengan lembut, matanya memerah dan menahan tangis.
" Tanya kepadanya Ken.. Kenapa Mereka melakukan itu.. Aku tidak kuat lagi berbicara dengannya.. " lirih Yaura tangannya begitu gemetar, Ia hanya berlindung di pelukan Suaminya.
" Suruh SWAT untuk mundur dan membiarkan Kami pergi !.. " ucap Ken dan menatap Ayahnya, rahangnya mengeras.
" Lepaskan Yaura ! Dia adalah anak Devano,Musuh Terbesar Ayah. Lepaskan Ken ! Jangan melawan Ayah ! " ancam Ayah Reino.
" Jangan membuat Rasa Hormat kepadamu itu Hilang, Ayah ! " teriak Ken, kemarahan terlihat dari wajahnya.
" Turunkan nada bicaramu kepada Ayahmu sendiri Ken ! Keterlaluan ! " saut Ibu Hilya dan menunjukkan telunjuk ke wajah Anaknya.
__ADS_1
Mendengar ini,membuat Yaura melepaskan pelukan dan menyeka air matanya. dan..
Brughhhhhhh Ia membuang pistol ke sembarang arah.
Yaura berlari mendekati Ayah Reino,tangannya nampak mengeluarkan sebuah suntikan.
" Matilah Kau ! " sorot mata Yaura menajam.
Melihat sebuah suntikan membuat Ayah Reino ketakutan,
" MATILAH KAU PEMBUNUH !! " Teriak Yaura, Ia hendak menusukkan suntikan tersebut ke leher Reino.
SWATT Kembali menodongkan senjata dan mengarahkan laser merah kepada Yaura.Begitupun dengan Ken yang nampak dipegangi oleh NIS atas perintah Pak Diyo agar tidak menghalangi Yaura untuk tertembak.
Bruhhhhh Ayah Reino menedang perut Yaura hingga tersungkur. meskipun sakit ,Ia kembali bangkit.
" TEMBAK YAURA ! Dia berusaha membunuh Korban " teriak Pak Diyo.
SWATT ragu dan saling menengok satu sama lain.
Tatapan Yaura semakin menajam dan kehilangan Akalnya, Ia terus berusaha membunuh Ayah Reino. Ayah Reino tidak membawa senjata, hingga Dia berusaha keras mencegah tangan Yaura agar tidak menyuntikkan cairan beracun ke tubuhnya.
" 10 TAHUN AKU BERUSAHA KERAS MENCARIMU ! AKU TIDAK AKAN MENYIA-NYIAKAN HARI INI ! " teriak Yaura, rahangnya mengeras. Disaat orang diliputi amarah, maka kekuatannya akan bertambah berkali-kali lipat.
" Jika Aku membunuhnya sekarang, maka Aku tidak akan bisa mendapatkan Stempel Perusahaannya ." gumam Ayah Reino dalam hati, Ia terus menahan Yaura agar tidak membunuhnya.
" MATILAH !!! " sumpah Yaura.
Tiba-tiba.
" YAURA HENTIKAN ! KAU BISA MATI ! " teriak seorang Pria Tampan yang tak lain Ialah Alfin yang baru datang. Ia langsung menarik tubuh Yaura dan melindungi Ayah Reino.
Seperti Monster,
" Minggir ! " ucap Yaura,tatapan matanya begitu menakutkan.
" Kau punya harapan untuk bebas ! tenanglah Yaura ! " ucap Alfin, jantungnya berdetak kencang.
" Jangan berusaha menghiburku ! " teriak Yaura. Menghadapi kemarahan Yaura adalah sesuatu yang sulit.
Yaura menurunkan suntikan dan berbalik badan, tatapannya begitu kosong.
Alfin merasa lega, tetapi..
" AWWWWW !!! " Pekik Ibu Hilya yang baru saja di cekik olehnya.
" Kau tidak pantas disebut sebagai Ibu ! Matilah ! " ucap Yaura , dan semakin mencekik Ibu Mertuanya tersebut.
Alfin langsung berlari ke arah Yaura.
Sementara Ken yang melihatnya hanya bisa pasrah , Ia sadar bagaimana kekecewaan dan kemarahan yang dialami oleh Istrinya.
" YAURA ! Kau bisa mati ! Jangan membunuh Mereka ! " teriak Alfin sambil berusaha melepaskan cekikan.
" Minggir ! Aku tidak terima jika Dia masih hidup ! " Sorot mata Yaura semakin menajam, Ia pun hendak menyuntikkan racun kepada Ibu Hilya.
Sadar, Alfin segera berlari ke arah Ken.
" Mundurlah " titah Alfin kepada NIS yang memegangi tubuh Ken. Karena Alfin yang meminta, NIS pun langsung menjauh.
" Kami butuh Waktu Dua Hari untuk mengumpulkan bukti menyeluruh dan mengalahkan Ayahmu di Pengadilan. Cegah Yaura, Ken. Jika Dia membunuh, maka.. Tidak ada harapan untuk Hidup,Dia akan kalah telak dipengadilan. " Tutur Alfin dengan begitu panik, keringat membasahi dahinya.
Ibu Hilya begitu ketakutan dan tidak bisa berbuat apa-apa.Sementara yang lain hanya Diam dan merencanakan sesuatu.
" MATILAHHH !!!! KAU MENGHANCURKAN HIDUPKU !!! MATILAH PEMBUNUH !!! " Teriak Yaura, Suntikan pun hampir menusuk Ibu Hilya 2 cm lagi.
Tiba-tiba.
Hugggggggg Ken memeluk Yaura dari belakang,
" Tenanglah, Yaura... " lirih Ken dengan lembut.
brughhhhh seketika Yaura tersadar dan menjatuhkan suntikkannya ke Lantai. entah kenapa setiap kali Ken memelukknya, Dia akan melemah dan luluh.
Ibu Hilya segera berlari ke arah Reino,
" Berapa menit lagi Dia datang? Yaura sangat menakutkan. " lirih Ibu Hilya.
" 1 Menit lagi Dia datang . " ucap Ayah Reino dan tersenyum.
Ken membalikkan tubuh Yaura dan memeluknya.
Tiba-tiba seorang berseragam Putih Lengkap dengan Topi Kehormatan membawa secarik Surat Perintah dan menunjukkannya kepada Alfin.
Pihak Ayah Reino tersenyum puas, diikuti oleh Pak Diyo dan Helena,sedangkan Edward tampak menyimak dan memikirkan sesuatu.
" Bye Bye.. " lirih Helena.
" APA KAU BECANDA HAH ! " teriak Alfin, matanya berkaca-kaca saat melihat secarik kertas tersebut.
" Negara yang memberikan perintah Sah.Tidak akan bisa diganggu gugat,Pak. " saut Pria tersebut seraya menunduk Hormat.
Mengerti bahwa itu adalah surat resmi dan tidak akan bisa diubah sampai kapanpun,
" Tidak.. ini tidak benar.. " lirihnya dalam hati.
Dannn..
" Borgol tangan Yaura, Dia akan segera dieksekusi di Tanah Air. " Perintah Pria Tersebut.
DEGGGGG !!! Ken melepaskan pelukan dan menoleh ke arahnya.
" Eksekusi? " matanya berkaca-kaca dan menatap Istrinya.
" Kau tidak perlu terkejut. Itu memang peraturan NIS, siapapun yang melawan NIS dan memfitnahnya, Dia akan MATI. " ucap Yaura dan segera menyeka air matanya.
Ken berlari ke arah Alfin yang diam membatu,
" Katakan ! Bagaimana cara melawannya? " Ucap Ken .
Alfin hanya diam dan meremas kertas tersebut.
" KATAKAN ! " teriak Ken kembali.
" Tidak akan bisa dilawan dan tidak ada harapan. Aku kira Kami bisa mengajukan permohonan Dua Hari ,ternyata tidak. Perintah itu multak . Tidak bisa dibantah . " tutur Alfin.
Tkkkkkkkk Tim SWATT memborgol tangan Yaura dan membawanya.
Ken berlari dan menarik Istrinya.
" Dia tidak bersalah ! Untuk apa Kalian membawanya ! " teriak Ken.
" Dia Penghianat Negara dan Memimpin Pemberontakan , Hukumannya adalah Eksekusi Mati secepatnya di Tanah Air. " ucap Pria tersebut.
Yaura menghela nafas panjang dan menguatkan hati,
" Aku akan di Eksekusi Mati nanti besok, jadi.. sebaiknya Kau menyiapkan Rangkain Bunga. Kau tahu bukan, Aku sangat menyukai bunga, Berikan Bunga yang banyak dan wangi untukku. Jika Tidak,Maka.. mmmmmmmm Aku tidak menemuimu di dalam Mimpi.. " lirih Yaura dan mencoba tersenyum.
Ken menatapnya sendu ,
" Bilang kepada Atasan Sniper, Aku ingin disemayamkan di samping Ayah dan Ibu. Kau tahu kan Persemayaman yang Kau kunjungi bersamaku? Belakang Apartement Valdefis . " sambung Yaura dan berusaha menerima kenyataan, Ia terus melukiskan senyum palsu.
Ken mematung dan diam,
SWATT pun segera membawa Yaura.
" Ken...terima kasih untuk pengorbananmu.. " lirih Yaura dan berlalu pergi.
Seketika, Air mata keduanya terjatuh. Ken segera menyeka dan merencanakan sesuatu.
Yaura kini melalui Alfin,
" Kak.. terima kasih " lirihnya didepan Alfin.
" Jaga Pak Agus dan Helena, untukku.. " sambungnya dan berlalu pergi.
SWATT Dan NIS pun berlalu pergi, disusul oleh Tentara dan David yang terpaksa dijatuhi hukuman karena membela Penghianat.
Ken mendatangi Alfin,
" Aku percaya padamu, Jaga Yaura selama dalam pesawat. Pulanglah dengan mereka, Aku takut Istriku terbunuh di perjalanan. " ucap Ken dan berlari mengejar Ayahnya.
Alfin mengikuti perintah Ken dan masuk bersama Yaura ke mobil. NIS adalah suatu Badan yang bebas melakukan apapun .
*********************
Ken menarik Ayah Reino keluar dari mobil ,
" Aku tahu Ayah yang memerintahkannya ! Cabut tuntutannya atau... Aku sendiri yang membunuh Ayah ! " teriak Ken, amarahnya meledak-ledak.
Ibu Hilya menarik Ken dan
Plakkkkkkkkk Ia mendaratkan tamparan keras ke pipi anaknya .
" Ibu tidak mendidikmu untuk menjadi Anak Kurang Ajar,Ken ! " teriak Ibu Hilya.
Ken tersenyum getir dan menarik sudut bibirnya.
" Tetapi Ibu dan Ayah mendidikku sebagai seorang Pembunuh ! Sekarang, karena Yaura tidak membunuh Kalian Berdua , Maka... " ucap Ken.
Tlkkkk Ia menodongkan senjata ke kepala Ibunya.
" Suruh Ayah untuk mencabut Tuntutannya ! Cepat ! " teriak Ken yang begitu keras.
Ayah Reino berlari dan memilih menghindari Perintah Sang Anak, dannn Ken pun segera mengejarnya.
Ayah dan Anak itupun saling berkejar-kejaran, Ayah Reino kini memegang senjata yang baru saja Ia dapat dari Lantai ( Pistol Yaura terjatuh ).
" Semakin Kau menekan Ayah ! Semakin Aku menyakiti Yaura ! " teriak Ayah Reino.
" Semakin Kau menyakitinya ! Semakin pula Aku membencimu ! " teriak Ken.
Mereka berdua saling menodongkan senjata,
Brughhhhhh Ayah Reino menendang Ken dan berlari
Ken pun mengejar Ayahnya ke dalam Hotel tanpa lelah. Ayah Reino kewalahan menghadapi anaknya sendiri karena faktor umur.
" Cabut tuntutanmu Ayah ! Atau Aku kehilangan kendali ! " teriak Ken , ingin menembak ,tetapi Ia sadar bahwa bagaimanapun Reino adalah Ayahnya dan tidak ingin mati ditangannya sendiri. tetapi disisi lain, Yaura adalah Istrinya yang sebentar lagi meregang nyawa.
" Sadarlah Ken ! Aku ini Ayahmu ! " teriak Ayah Reino.
Ken terus bernafsu ingin menembak Ayahnya , Ia sangat ingat bagaimana Yaura menangis dan terluka.
" Biadab Kau Ayah ! Bagaimana bisa Kau sejahat ini padanya Ayah ! " teriak Ken dan hendak menarik pelatuknya.
Reino ketakutan saat mendengar teriakan Sang Anak yang belum pernah Ia lihat sebelumnya.
" Kau menghabisi Keluarganya ! Dan sekarang Kau ingin melenyapkannya dengan tragis ! Dimana hati Nuranimu ! " teriak Ken dengan begitu kencang , matanya memerah dan tak kuasa menahan amarahnya.
" Yaura adalah Musuh Kita ! Jangan membelanya ! " teriak Reino.
Dan...
Dorrrr dorrr dorrr dorrr Ken menembaki Dinding kaca sebagai luapan amarahnya .
" ARRRRTGHHHHHHHHHH ! SIAL ! "
brughhhhh Ia pun menghancurkan semua barang yang ada di hadapannya.
Nafasnya begitu ngos-ngosan.
Bayang-bayang dan senyum Yaura terngiang di kepalanya.
" Ken ! Kau ini menyebalkan ! ".
" Pelan-pelan Ken, ini sakit. "
" Aku baik-baik saja.. "
" Teh Jahe ini sesuai takaran Robin, Kau sengaja mengerjaiku?. "
" Berhenti memanggilku Markonah ! " Iyah itulah omelan dan protes seorang Yaura ,yang terus Ia ingat sampai saat ini.
" Astaga... Aku sangat tidak menyangka mempunyai Ayah dan Ibu seorang Pembunuh. Dann Hah? Devano Malik adalah Sahabat, Foto Mereka terpajang, Peringatan Pernikahan, Membangun Gita Hotel sebagai Penghormatan , Mengunjungi Makam Devano,Ibu Yanuar bahkan Yaura ternyata adalah BULLSHIT BELAKA ! OMONG KOSONG ! KALIAN MENIPUKU DAN SEMUA ORANG ! SHITTTTTT !!!! " Umpat Ken dan tersenyum getir kepada Ayahnya.
Ayah Reino hanya diam dan tidak bisa berkata.
" EKHEMMM " Ken berdehem .
" Dengarkan Aku baik-baik Ayah ! " Ucap Ken dan menatap Ayahnya.
" AKU AKAN MENGHANCURKAN LOUIS DAN... IMAGE KALIAN ! PERSETAN DENGAN DOSA ! KAU TAHU BUKAN? AKU TIDAK PERNAH BERMAIN-MAIN DENGAN UCAPANKU ! LOUIS AKAN IKUT LENYAP SEIRING LENYAPNYA YAURA ! " ANCAM KEN.
" BERSIAPLAH ! " sambung Ken dan berlalu pergi meninggalkan Ayahnya begitu saja.
Ayah Reino mengepalkan kedua tangannya dan ketar-ketir.
" Apa yang Ken lakukan? Dia sangat nekad ! Aku takut Louis benar-benar dihancurkan ! " umpat Ayah Reino.
*******************
Jangan Lupa Like dan Votenya yah
Kritik dan Sarannya juga jangan lupa ♥️♥️♥️
Maaf ceritanya muter dan berbelit-belit, sengaja biar episode panjang, karena gamau Couple Uwu ku ini cepat berakhir ♥️♥️♥️♥️tapi sebentar lagi kok muter-muternya.
Plisss jangan Judge Aku karena banyak action🤣🤣🤣😭😭 Karena emang ceritanya gini 😭😭 MAAF JUGA CERITANYA KAGAK REALISTIS ALIAS LEBAY BIN ALAY, HUHUHUHU MAAFIN AUTHOR YAH♥️ INI CERITA HANYA PERHALUAN SEMATA. NGAWUR NGALOR NGIDUL NGETAN NGULON SEKAREPE ISUN😂😂
********************
Spoiler
Atas rekomendasi Pak Agus, Ken membawa Yaura ke Rumah Sakit tempat dimana dulu Yaura dirawat saat Tragedi Pembunuhan.
HAYOOO YAURA KENAPA ? ADA YANG BISA NEBAK?
__ADS_1