Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Munculnya Sang Lucifer ( Visual Of Edward )


__ADS_3

Dan Ken melepaskan ciumannya dan menatap Yaura.


" Tidurlah denganku nanti malam..."pinta Ken.


Yaura pun menganggukkan kepalanya.


Ken pun memeluk kembali Istrinya.


Yaura terdiam dan membalas pelukan Suaminya.


*********************


Setelah bermesraan, Ken dan Yaura menyusul yang lain ke Rooftop untuk menikmati Pemandangan Malam yang indah nan menenangkan. Mereka berdua melangkah beriringan, sesekali Ken melirik ke arah Istrinya.


" Apa ada yang salah dalam diriku? Aku tidak pernah setertarik ini dengan seorang wanita, sekalipun itu Bianca. tetapi kenapa semenjak ada Yaura ,Aku merasa ada magnet yang terus membuatku ingin selalu dekat dengannya.. " lirihnya dalam hati.


" Padahal Dia adalah wanita yang menyebabkan Adikku hampir kehilangan nyawa.. " sambungnya.


Hendak memasuki lift, tiba-tiba seorang Pelayan Wanita mendekati mereka.


" Nona Selamat Datang kembali.. apakah Nona masih mengingatku?"


Mendengar ini, membuat Yaura menyeritkan dahinya.sementara Ken menatap Pelayan itu.


" Aku?.. " Yaura menunjuk dirinya sendiri.


" Iyah.. apa Nona lupa? 2 Tahun lalu Nona pernah mengunjungi Villa ini, dan Kita pernah bertemu. Aku masih ingat sekali wajah Nona.. " tutur Pelayan itu sambil melebarkan senyumnya.


Yaura diam sejenak dan berfikir keras. Ingatannya


tiba-tiba berpacu pada Misi Penyelidikan yang Ia lakukan bersama Kak Alfin dan Helena,


" Astaga.. Dia tahu kalau Aku adalah Agent NIS " wajah Yaura memucat.


" Waktu itu Nona datang bersama Pegawai Pemerintah, kalo tidak salah Ag.. " belum menyelesaikan pembicaraan,


" Iyah pegawai pemerintah, waktu itu ada pertemuan Luar Negeri jadi Aku mendampingi atasanku.. Aku juga sangat bahagia ternyata Kau masih mengingatku " Yaura langsung bergerak cepat agar Pelayan itu tidak membongkar jati dirinya,terlebih lagi disebelahnya ada Ken.


Yaura melebarkan senyum dan segera masuk kedalam lift,disusul oleh Suaminya.


Di dalam lift


Jantungnya berdegub kencang, hampir saja Jati Dirinya terbongkar. Yaura melirik ke arah suaminya sejenak,


" Semoga Ken tidak curiga dengan Pelayan tadi.." gumamnya dalam hati.


Ken menangkap basah Sang Istri yang curi-curi pandang kepadanya.


" Kenapa Kau memandangiku seperti itu? Apa Kau baru sadar kalau Aku ini sangat tampan? " ucap Ken seraya menatap Istrinya dan tersenyum usil.


Tersadar, Yaura segera mengalihkan pandangannya.


" Terlalu percaya diri.." lirihnya.


" Sudahlah mengaku saja, tidak perlu malu-malu kucing seperti itu.. " Ken berbisik ke telinga Sang Istri.


Hendak menjawab, Pintu Lift terbuka. Yaura pun mengurungkan niatnya dan segera melangkah keluar,disusul oleh Ken yang terus tersenyum memandangi Istrinya.


Rooftop


Kevin dan lainnya sedang menikmati Pemandangan Malam dari atas, terlihat hamparan dataran rendah yang berkilau karena lampu, desiran angin malam yang membuat siapapun akan nyaman meskipun harus rela kedinginan, udara sejuk nan asri dan juga kilauan bintang di langit malam membuat siapapun tidak bisa mengelak keindahan yang Tuhan telah ciptakan.


Ken dan Yaura mendekati mereka,terlihat Vino sedang bermesraan dengan Evelyn sambil mengambil Selfie, Kevin dan Alex sibuk menikmati Wine ditemani oleh Bianca yang nampak mengobrol dengan keduanya. Sedangkan Lolly dan Anin yang nampak belum akrab dengan yang lainnya pun memilih menikmati Pemandangan dan tak henti-hentinya berdecak kagum.


Melihat keberadaan sahabatnya,


" Ken.. bersulang " ucap Kevin sambil menyodorkan sebuah cawan berisi Wine.


Ken menggelengkan kepalanya, matanya justru terfokus pada barbeque yang ada di Pemanggang, dengan segera Ia pun mengambilnya.


Yaura melangkah ke tepi untuk melihat Pemandangan alam di malam hari yang begitu indah, kilauan lampu dataran rendah membuatnya tak bisa berkata-kata.



" Ini sangat indah.. " lirihnya sambil menghirup nafas dalam-dalam, seketika Jiwanya merasa tenang,senyum manis pun terlukiskan di bibirnya.


" Makanlah.. " ucap Ken saraya membawa sepiring barbeque.


Yaura menoleh ke arah Barbeque,seketika Ia mengerutkan wajahnya.


" Aku tidak suka daging.. Bisa Kau jauhkan? rasanya Aku sangat mual." ujar Yaura sambil menutup mulutnya dengan tangan.


Dannnn prakkkkkkkkkkkk Ken menjatuhkan piringnya dan mematung.ingatannya berpacu pada memorinya terdahulu.


Flashback :


"Aku tidak suka daging.. Bisa Kau jauhkan? rasanya Aku sangat mual." ucap anak kecil berambut panjang seraya menutup mulutnya dengan tangan.


Sudut mata Ken memerah,


" Kata-kata itu sama persis dengannya.." Ia memandangi Istrinya dengan tatapan dalam.


Melihat Sang Suami yang mematung dan menjatuhkan piring,


" Apa Kau baik-baik saja? " tanya Yaura. Ken tak menjawab, Ia justru semakin menatap Istrinya tanpa henti.


Semua orang mengalihkan pandangannya ke Ken,


" Kakak baik-baik saja? " tanya Evelyn mendekati Kakaknya.


" Kau baik-baik saja Ken? " tanya Alex.


Bianca beranjak dan mendekatinya.


" Sepertinya Kau harus Istirahat Ken, Kau mungkin lelah.. " ujar Bianca sambil melirik sinis ke Yaura.


Ken tersadar dan menenangkan dirinya,


" Aku baik-baik saja.. " jawab Ken dan kembali menikmati pemandangan.


Tak lama Pelayan datang dan membersihkan,Evelyn dan Alex kembali ke aktifitasnya.


Sementara Lolly dan Anin bergabung dengan Bianca dan menikmati barbeque. Mereka mencoba untuk mengenal satu sama lain.


Melihat Yaura dan Ken berduaan di Pojok Gedung membuat Bianca tidak bisa tenang.


" Rasanya Aku ingin sekali merendahkan Yaura di depan Ken.. " gumamnya dalam hati,matanya tak pernah berhenti mengawasi gerak-gerik keduanya.


Ken melirik ke arah Istrinya,


" Kau pernah kesini sebelumnya?"


" Tidak.. " ucap Yaura matanya menyapu bersih dataran rendah yang ada di bawahnya, Ia berbohong padahal pernah ke Villa bersama Ayahnya.


" Aku tidak pernah melihat pemandangan seperti ini sebelumnya, ini bahkan lebih dari Indah.. " sambung Yaura yang tak berhenti memuji keindahan Tuhan.


Ken semakin mendekatkan dirinya di samping Sang Istri,


" Kau menyukainya? ".


Yaura menoleh dan menatap Suaminya, lalu menganggukkan kepala.


Ken mengeluarkan Ponsel dari saku Jasnya dan terlihat sedang mengetik pesan.


Lolly yang merasa bosan duduk,akhirnya beranjak dan menikmati sepiring barbeque, dan kembali menikmati pemandangan malam.


Sedangkan asik menikmati Pemandangan,tiba-tiba Lampu dataran rendah itu padam. Yaura menjengit dan melangkah mundur.


" Kenapa lampunya padam?" Yaura terheran dan menoleh ke arah Suaminya.


Ken menarik tangan Istrinya untuk kembali mendekat.

__ADS_1


" Lihatlah... " lirihnya dengan lembut dan menggenggam tangan Sang Istri.



Pandangan Yaura kini teralih pada kilauan cahaya lampu yang menyala beraturan dan membentuk suatu kalimat. Ia menyipitkan kedua matanya dan terus mengamati kilaun cahaya tersebut.


dan..



Melihat itu, Yaura membulatkan kedua matanya dengan sempurna dan syok dengan apa yang Ia lihat.


" Ken.. a-apa ini?" ucapnya terbatah, bibirnya bergetar.


Mereka berdua kini beradu pandang.


Tak hanya Yaura, Lolly juga merasakan hal yang sama.


" Ya Tuhan, Kakak lihatlah!. " teriaknya histeris sambil melambaikan tangan Ke Anin. Mendengar teriakan Lolly membuat semuanya terkaget dan mendekat.


Pandangan semua orang tertuju pada tulisan I LOVE YOU yang terbentuk dari susunan lampu dataran bawah. Mereka semua terkejut bukan main.


" Siapa yang membuat ini? " tanya Vino kepada kekasihnya. Evelyn yang beriringan dengan Bianca merasa syok berat ,


" Sepertinya Kak Ken.. " jawab Evelyn wajahnya memucat. Sementara Bianca menoleh ke arah Ken,


" Keterlaluan ! " decak Bianca dan melangkah meninggalkan Rooftop.


Evelyn yang merasa khawatir dan was-was akan amarah sahabatnya, akhirnya memutuskan untuk menyusul Bianca.


" Ini sangat romantis.." puji Anin.


" Tidak juga.. ini hanya sekumpulan lampu tidak ada yang Istimewa.. " sahut Alex sambil melebarkan senyumnya.


Anin dan Alex saling memandang satu sama lain.


**


" Tidak ada yang perlu Aku jelaskan.. ".Ken membuang pandangannya ke sembarang arah dan tersenyum.


Yaura terdiam dan mematung melihat I LOVE YOU yang terpampang di depannya, wajahnya benar-benar pucat.


tiba-tiba..


" Inilah yang selalu Tuan Devano lakukan kepada Istrinya, jadi Aku juga melakukan ini kepadamu.. " ujar Ken dan menatap kembali Istrinya.


Mendengar ini,membuat Yaura yang tadinya memucat kini perlahan mulai lega dan tenang.


" Syukurlah Ya Tuhan.. " lirihnya dalam hati.


" Suami yang romantis.. " puji Yaura sambil tersenyum tipis.


Melihat yang lain sibuk mengambil Selfie dengan ponselnya masing-masing,


" Kau tidak ingin berselfie seperti mereka?" tanya Ken. Mendengar ini, Sang Istri langsung menggelengkan kepalanya.


" Melihatnya saja,itu lebih dari cukup. " lirih Yaura.


Tak diduga,


" Melihat belum tentu mengingat. " ucap Ken dan mengeluarkan Ponsel Mata Tiga kembali.


Ia langsung menekan menu camera pada ponselnya.


Dan merangkul pundak Istrinya.


" Ken.. Aku tidak suka difoto" Yaura mencoba menghindari camera.


" Sekali ini saja.." lirih Ken.


Yaura akhirnya mau menuruti permintaan Suaminya, mereka mengambil foto dengan background I LOVE YOU.


" Tersenyumlah.." ucap Ken sambil berpose mesra.


" Apa Aku perlu menciumu seperti tadi agar Kau bisa tersenyum?.." tanya Ken sambil menarik sudut bibirnya.


Mendengar ini membuat pipi Yaura bersemu merah.


Dannn cekrekkkk Pose Mereka yang nampak romantis dan mesra akhirnya bisa diabadikan, keduanya nampak tersenyum manis.


BASEMENT ROYAL TULIP


Dua Mobil Hitam nampak berjejer rapi dan beriringan, terdapat beberapa Pria berjas hitam misterius di dalamnya.


Seorang Pria berjas merah yang mungkin menjabat sebagai Ketua Mereka nampak menelfon seseorang.


" Aku sudah berada di Royal Tulip sekarang.. " ucapnya.


" Ken adalah Target Utama. Tetapi jika Kau menculiknya itu tidak mungkin,yang ada malah Kalian yang akan terbunuh. Jadi, culik Evelyn dan bawa Dia ke markas, ingat ! jangan sampai Evelyn terluka, cukup suntik Dia dangan cairan bius. Kita menyandera Evelyn sebagai senjata, agar Ken masuk kedalam perangkap Kita dan diintrogasi agar Dia menyebutkan siapa yang selama ini meneror dirinya." tutur Pria bersuara serak tersebut dari balik telefon.


" Kau sangat cerdas,Evelyn adalah orang yang paling berharga bagi Ken. Berarti jika Kita menyandera adiknya,maka 100% Ken akan datang ke markas dan menyerahkan dirinya kepada Kita." jawab Pria Berjas Merah.


" Jangan sampai gagal ! Aku sudah tidak sabar untuk menangkap Pimpinan Goddess Of Death. " ancam Pria bersuara serak.


" Kenapa Kau tertarik sekali dengan kelompok Goddess Of Death? " .


" Karena mereka terus berusaha membongkar kasus kematian Devano. Kita sudah membunuh Tim dari mereka,tetapi tidak berhasil memancing Pemimpinnya keluar. " ujar Pria bersuara serak.


" Baiklah..karena Kau adalah Orang yang memiliki banyak Uang dan Kekuasaan, maka Aku akan mengerjakan tugasmu dengan baik... ABRAHAM ..."ucap Pria itu dan menutup telefonnya.


Dan yah selama ini yang menjadi Pangadu Domba antara Tim Yaura dengan Ken adalah ABRAHAM.


MARKAS HITAM


Disebuah Ruangan Gelap dengan setitik cahaya nampak seorang paruh baya duduk ditemani seputung rokok,


" Aku sangat penasaran, siapa yang selama ini berani membongkar kasus Devano. Cih !! Mereka tidak tahu siapa yang akan dihadapi?!! " Abraham tersenyum sinis dan mata yang menyorot tajam.


" Yang mereka hadapi adalah ABRAHAM.jika Keluarga Brengsek Devano bisa Aku lenyapkan dengan mudah.. maka mereka bisa Aku lenyapkan kapanpun dan dimanapun ! ".


" Selama ini tidak akan ada yang bisa mengalahkanku sekalipun itu adalah Negara dan Pemerintah.. Hahahhaha " Abraham tertawa dengan penuh kemenangan.


ROYAL TULIP


Rooftop


Para Pria sedang menikmati Wine termasuk Ken yang baru menenggak segelas. Yaura,Lolly dan Anin nampak sedang mengobrol, sedangkan Bianca dan Evelyn nampak berdiri menikmati pemandangan.


" Evelyn, Aku punya kejutan untukmu.. " ucap Bianca sambil tersenyum.


" Tunggu.. tunggu.. Kau tadi marah-marah karena melihat Kak Ken membuat kejutan Istimewa untuk Yaura,sekarang kenapa Kau tersenyum?." Evelyn menyerit heran.


" Lihat saja nanti.. " jawab Bianca sambil melipatkan tangannya di perut.


Tak berselang lama ,tiba-tiba seorang Pria Berjas Merah melangkah masuk dan mendekati mereka.


Seketika pandangan mata pun terfokus pada Pria tersebut.


Ken menyipitkan kedua matanya, Ia nampak tidak asing dengan Pria itu.


Dan...


" Edward... " ucap Ken dan membulatkan kedua matanya.


" Edward.. " ucap Kevin,Alex,Vino dan Evelyn serentak,mereka semua nampak terkejut dengan kehadiran Pria berjas merah itu yang ternyata bernama EDWARD.




Edward berjalan menghampiri mereka,

__ADS_1


" Hai Brother, Apa kabar? Senang bertemu kalian.. Sudah lama Kita tidak bertemu." sapanya dan mengulurkan tangan.


Berharap ada yang menyambut uluran tangannya, Edward malah mendapat tatapan sinis dari mereka.


" Untuk apa Kau kesini? tidak ada yang mengundangmu .. keluarlah ! " ucap Kevin dengan nada tinggi dan berdiri.


" Brother.. tenanglah.. Aku kesini untuk mengunjungi kalian semua, terutama Kendrick Teman Sejatiku. Aku mendengar dari Pihak Villa bahwa CEO dari Louis menginap disini,jadi Aku kemari.. " Edward tersenyum dan terus menatap Ken yang sama sekali tidak menyapa dirinya sama sekali.


Edward mengalihkan pandangannya ke Evelyn dan Bianca.


" Hai Adik manisku,Evelyn. Kau bertambah cantik,pantas saja Vino tergila-gila denganmu. " ucapnya dan langsung dibalas senyum tipis oleh Evelyn.


Edward berjalan mendekati Tiga Wanita yang nampak keheranan dengan kehadirannya,kecuali Yaura yang nampak acuh dan menunduk.


Lolly dan Anin menatap heran,


" Siapa Dia Kak? " tanya Lolly.


" Aku pernah melihatnya dulu,sepertinya Edward. " jawab Anin.


Edward memandangi Lolly dan Anin sambil berfikir keras.


" Hai.. mmmmmm Lolly dan Anindya? " Edward nampak Ragu dengan kedua gadis itu.


" Iyah itu Kami.. " jawab Anin yang nampak sedikit ketakutan.


Pandangan Edward kini terarah pada Wanita yang sedang menunduk yang nampak tak tertarik dengannya sama sekali.


" Apa ini Wanita yang dimaksud Bianca?." lirihnya dalam hati.


Tiba-tiba..


Ken datang dan menghampiri Istrinya.


" Ayo Kita pergi dari sini.. " ucap Ken dan menyentuh pundak Istrinya.


Mengetahui itu adalah Suaminya, Yaura langsung mendongakkan kepalanya.


Dan...


Edward nampak syok saat melihat Yaura, Ia menatapnya tanpa henti.


" Sial ! Apa Dia yang bernama Yaura? Kenapa Dia begitu cantik.. " umpatnya dalam hati.


Edward dan Yaura beradu pandang sejenak,


" Jika begini, Dia bahkan berkali-kali lipat lebih cantik dari Bianca." sambungnya di dalam hati.


Memahami Edward terus memandangi Istrinya, Ken langsung menarik Yaura untuk berlindung di belakangnya.


" Sebelum Aku memanggil keamanan,cepat pergi dari sini ! ". tegas Ken dengan penuh penekanan.


Edward menarik sudut bibirnya,


" Kau masih marah denganku?Ayolah Teman, mari Kita bermaafan dan bersama kembali.. Aku merindukanmu " Edward mengedipkan matanya.


" Masuklah Ke Kamar.. ini sudah malam." Perintah Ken kepada semuanya, Ia nampak malas meladeni Edward.


Ken menggenggam tangan Istrinya dan hendak melangkah,namun..


" Apa Dia Teman Tidurmu? WOW ! Seleramu sangat tinggi rupanya. Berapa permalamnya? Jika sudah bosan, Aku juga mau tidur dengannya." ucap Edward sambil menaikkan satu alisnya.


Mendengar ini,membuat Ken menghentikan langkahnya. Ia melepaskan genggaman tangannya, rahangnya mengeras dan mendengus kasar, wajahnya memerah karena diliputi amarah. Ken mendekat


dan..


" Tutup Mulutmu Brengsek ! "


Brughhhhhhhh Ken menendang Edward hingga tersungkur.


Bukannya takut,Edward malah tersenyum dan kembali bangun.


" Kenapa Kau marah teman? Bukankah Bianca adalah Tunanganmu? tetapi Kau malah berbagi peluh di Ranjang dengan Wanita itu? " Ia menunjuk Yaura yang nampak menatapnya dengan dingin.


" Berhentilah Bicara seperti itu ******** ! Yaura bukan Wanita rendahan ! " Teriak Vino dan mendekat, Ia mengepalkan tangannya.


Mendengar Vino berbicara seperti itu,membuat Ken dan Evelyn kompak menatapnya.


" Ternyata Vino masih memiliki perasaan dengan Yaura.. " lirih Ken dalam hati dan nampak semakin kesal.


" Sial ! Kenapa Vino ikut campur " decak Evelyn.


" Minggirlah ! .. " Ken menyingkirkan Vino yang ada di hadapannya.


" Sekali lagi Kau berbicara seperti itu, Aku tidak akan segan-segan melenyapkanmu ! " ancam Ken seraya menarik Kera Kameja yang dipakai Edward.


" Hai Wanita cantik ! sudah banyak berapa juta ****** yang mengisi Rahim mu? Ken pasti menggenjotmu dengan kasar dan Kau berteriak keenakan ? Astaga.. pasti erangan dan desahanmu itu sangat menggoda.. " smirk Edward dan terus memandangi Yaura.


" ******** !! "


Brughhhh Ken memukul wajah Edward tanpa henti hingga membuat sudut bibirnya berdarah.


Yaura yang mendengar ini, sudut matanya memerah dan tangannya mengepal.


Brughhh Ken menendangi Edward hingga tergeletak di lantai.


" Dia Istriku !! Dan bukan Wanita seperti apa yang Kau pikirkan !! Dulu Aku membiarkanmu hidup, sekarang tidak akan ! " Tegas Ken yang mulai hilang kendali, guratan amarah terlihat jelas di wajahnya.


Mendengar fakta bahwa Yaura adalah Istri Ken membuat Edward terkejut.


" Kenapa Bianca tidak cerita tentang masalah ini.. " batinnya sambil melirik ke arah Bianca.


" Jadi Dia adalah Istrimu? Pasti Kau menikahinya saat sudah longgar atau jangan-jangan saat Dia sudah hamil? Wowww jika Benar, pasti sekarang goyangannya sudah tidak mantap lagi. " Teriak Edward dann...


Ceklekkkk Ken mengeluarkan senjata dari Saku Jasnya.


" Berhentilah berbicara omong kosong dan pergilah ke Neraka ******** !! " Teriak Ken dan hendak menarik pelatuk pistol.


Sementara Yaura nampak mengambil pisau yang tergeletak di dekat pemanggang.


Tiba-tiba..


Brughhhhhh Yaura mendorong Ken hingga tersungkur.


Dengan wajah dingin dan menahan amarah


dan..


Jlebbbbbbbbbbbbbbbb Yaura melemparkan sebilah pisau yang tepat menancap di lengan kiri Edward.


" Awww !" pekik Edward yang kesakitan.


Semua orang terkejut atas apa yang Yaura lakukan, mereka tidak menyangka bahwa Wanita yang selama ini hanya diam dan kaku akan melakukan hal ekstrim seperti itu.


" Yaura.. " lirih Ken dan terbangun, wajahnya terlihat syok.


Ingin berkata namun percuma, Yaura terus menatap dingin Edward. Dan Ia memutuskan untuk meninggalkan Rooftop.


" Yaura tunggu ! " teriak Ken dan mengejar Istrinya.


Kevin dan Alex nampak syok bukan main,


" Gila ! Jarak Yaura melempar itu sangatlah jauh tapi Dia bisa menancap pisau dengan tepat di lengan Edward.. " puji Alex.


" Sepertinya Dia Atlet beladiri.. " sambung Kevin.


..........................


**Butuh Saran dan Kritiknya Kakak


Jangan Lupa Vote dan Like nya.

__ADS_1


Mohon Maaf Aku updatenya lama karena sibuk terus😭susah bagi waktu. Maafin Aku yak😭**


__ADS_2