Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Jangan Menyakitinya , Aku Mohon


__ADS_3

Setelah pulang kerja, Ia langsung menaiki anak tangga. Hendak membuka handle Pintu, namun Ken lebih dulu membukanya,


" Berangkat sangat cepat,dan Pulang sangat lambat" tegur Ken.


" Aku tadi .. " Yaura hendak menjelaskan, namun Ken lebih dulu mengabaikannya, Ia berlalu begitu saja.


Masih di ambang Pintu,


" Mood nya benar-benar tidak bisa ditebak." gumam Yaura dalam Hati.


Ruangan Pribadi Ayah Reino


Penjagaan Ruangan Pribadi Ayah Reino sangatlah Ketat, beberapa Pengawal ada disana.


Ken segera masuk ke dalam Ruangan tersebut.


" Brangkas sudah ada pada Kita . Untuk Ayah apakan? Aku rasa itu tidak ada gunanya " ujar Ken seraya memandangi lemari dokument.


" Ayah hanya ingin menyimpannya saja . Anggap itu sebagai Brangkas Warisan dari Mendiang Devano "


Ekspresi wajah Ayah Reino seketika berubah,


Ken mengamati perubahannya,


" Apa ada yang Ayah sembunyikan ? "


Ayah Reino pun menatap ke arahnya,


" Kau bicara apa, tidak ada yang Ayah sembunyikan . Oh Iyah Ayah lupa, suruh Pengawal untuk memajang semua foto dari Gedung Di Ruangan Bawah Tanah,bersama Foto lainnya" perintah Ayah Reino.


" Hanya Itu saja yang Ayah katakan ? , sebenarnya Ken sedikit heran kenapa Ayah selalu memajang foto Keluarga mereka "


" Itu akan sangat berguna untuk Kita nantinya " lirih Ayah Reino .


" Apa maksud Ayah ? "


" Kau akan memahaminya nanti . Baiklah Nak, Ayah dengar Istrimu sudah mulai Bekerja, Perlakukan Dia sebagaimana mestinya " Ayah Reino mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Iyah " jawab Ken dengan singkat, lalu pamit keluar.


Hendak ke Kamar , Ia berpapasan dengan Sang Adik .


" Kakak .. Aku ingin makan malam di Luar, Ayo temani Aku " Evelyn berkata dengan sangat manja.


" Vino saja yang menemanimu "


" Kakak ini bagaimana, Vino masih ada di Luar Kota. Ayolah Kak " Evelyn memeluk Kakaknya .


" Masih saja manja . Baiklah Kakak akan menemanimu keluar, Asal .. " Ken memegang rambut adiknya.


" Asal apa ? " Evelyn melepaskan pelukannya.


" Ganti warna Rambutmu ini . sungguh ini sangat Jelek , pantas Vino berpaling darimu " Ken tersenyum meledek .


" KAKAK !!!! " Evelyn berteriak merengek .


" Sudah cepatlah bersiap ." Ken melanjutkan langkahnya .


Di Kamar


Ken yang tadinya hanya memakai kaos lengan pendek, kini Ia melangkah ke Ruangan Pakaian dan segera mengambil Jaket Hitam dari sana. Disaat yang bersamaan, Yaura yang baru selesai mandi ( Udah pake baju tidur yah wkwkwkw ngga kayak tadi ) hendak mengambil sesuatu dari sana.


" Ganti bajumu . Kita makan malam diluar " ucap Ken seraya membalutkan jaket di tubuhnya .


" Aku tidak ikut keluar Ken, Kau saja "


Mendengarnya, Ken pun langsung menatap tajam dan menautkan alisnya.


" Bisakah Kau hanya berkata ' Iyah ' tanpa banyak membantah? " Ketusnya , dan segera melangkah ke Cermin .


Yaura hanya diam mendengar celoteh Ken,


" Aku sangat malas jika harus Keluar. apalagi bersama Orang2 Baru seperti dirinya" gumamnya dalam Hati . Ia pun segera menutup Pintu Ruangan Pakaian dan berganti Baju disana.


" Aku tunggu diluar . Jangan lama-lama " ujar Ken seraya menyemprotkan Parfume di tengkuknya.


Di Lantai Bawah


Ken sudah ada disana daritadi, disusul Evelyn .


" Ayo Kak " seraya menggandeng lengan Kakaknya .


" Tunggu sebentar . Yaura belum turun " ucap Ken .


" Kenapa Kakak mengajaknya? Tidak asik sama sekali "


" Sudahlah. Ini hanya sekedar makan malam, Kau tidak perlu sebenci itu dengannya "


" Tapi Kak .. Kakak tidak perlu memperlakukannya sebaik itu . Tidak adil ! " racau Evelyn.


Tak lama kemudian, Yaura menuruni anak tangga . Ia hanya memakai pakaian seadanya dan di lapisi blezer andalannya.


" Kuno sekali Style-nya " Evelyn menatap Yaura dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Mereka pun segera menuju mobil.


Ken mengambil posisi kemudi, sementara Evelyn dengan Sigap Langsung duduk di Kursi depan samping Kakaknya . Tak terlalu mempermasalahkan, Yaura segera duduk di Kursi belakang seorang diri .


Dimobil


Ken melirik kaca yang ada didepannya, terlihat wajah Yaura yang acuh di kursi belakang .


Mempersingkat waktu, Ia pun segera melajukan mobil .


" Kau mau makan dimana ? "


" Japanese Food yang biasa Kak " saut Evelyn .


JAPANESE FOOD RESTAURANT


Ken memarkirkan mobilnya disana. Mereka ber-3 pun segera turun . Restaurant mewah yang cukup luas dan besar , terdiri 3 dari Lantai.


Evelyn mencari tempat Duduk , Dengan segera seorang Waiters melayani mereka , dan memberikan Buku Menu.

__ADS_1


Evelyn dan Ken secara bergantian memilih makanan yang mereka inginkan,


" Kau mau makan Apa ? " tanya Ken seraya memandang Yaura yang tepat berada di depannya.


Yaura menunjuk menu makanan dengan asal .


Waiters itupun pamit dan menyuruh mereka untuk menunggu sebentar.


tiba-tiba tlkkk tlkkk tlkk Bunyi Higheels Wanita yang berbenturan dengan lantai, Wanita itu mengenakan Baju Sexy dan berjalan dengan sensual.


" Ken .. Kau ada disini juga ? " sapanya seraya memegang pundak Ken .


Terkejut, perhatian mereka pun mengarah pada wanita Itu .


" Kau ? " Ken menyingkirkan tangan wanita itu dari pundaknya .


" Kak Bianca ? Wahh .. Kebetulan sekali bertemu dengan Kakak " Evelyn tersenyum sumringah.


Menghormati, Yaura pun menyapanya hanya dengan senyuman tipis.


" Apa Aku Boleh bergabung Ken ? " tanya Bianca seraya memandang Ken .


" Tentu Boleh Kak, duduklah di samping Kakakku " Evelyn langsung menyauti perkataan temannya .


Sementara Ken hanya memasang ekspresi datar.


Dengan tersenyum puas, Bianca pun segera mendudukkan tubuhnya di samping Ken .


" Wahh Kalian sangat serasi & cocok " celetuk Evelyn .


Mendengar ini, membuat Ken mendelik tidak suka kepadanya . sementara Yaura hanya melirik sedikit kearah Adik Iparnya tersebut.


" Maksudku, Kalian sangat cocok sebagai Teman " sambung Evelyn .


Bianca mengamati Yaura,


" Haii Nona Yaura , Sepertinya Kau tidak suka dengan keberadaanku "


Yaura pun mendelik ke arahnya .


" Tidak Nona, Aku sama sekali tidak berfikir seperti itu "


" Dia memang begitu . Jangan salah mengartikan ." Ken mencoba membela Istrinya,


" Ohhh .. Aku baru tahu Ken , maafkan Aku Nona Yaura "


Yaura menganggukkan kepalanya ,


" Karena Aku mengetahui namamu dari secarik kertas Undangan .Bolehkah Aku berkenalan secara langsung denganmu Nona Yaura ? Aku Bianca " Bianca mengulurkan Tangannya .


" Yaura, " seraya membalas uluran tangan Bianca.


" Baiklah, sekarang Kita saling mengenal " Sorotan mata Bianca tiba-tiba mengandung banyak arti .


Tak lama kemudian , Pelayan pun datang membawakan makanan . Pesanan Pribadi Bianca pun ikut dibawa ke meja Ken .


Mereka pun kini menikmati makanan.


Merasa aneh, Mata Yaura pun menyoroti sekitar, Disana terlihat Pengunjung Luar negeri ber-Ras Arab yang jumlahnya tidak sedikit.


" Bukankah ini makanan jepang ? rasanya sangat aneh Jika Mereka ( Ras Arab ) mendominasi pengunjung " batinnya seraya terus mengamati ( Mungkin maksud Yaura , Arab mayoritas Muslim dan tidak terlalu menyukai masakan jejepangan yang diragukan ke-halal-annya ) .


" Aku permisi ke Toilet dulu," ucap Yaura seraya beranjak dari kursi .


Hendak masuk ke Toilet Wanita , Ia mendengar percakapan seseorang dari Toilet Pria yang ada disebelahnya . Mereka berbicara menggunakan Bahasa Arab.


" Aksi Dimulai, Matikan Lampu " gumam Yaura,


" Apa Maksudnya .. " Ia terpaksa mengintip ke Area


Toilet Pria , disana Ia melihat seseorang sedang berdiri didepan Wastafel ,


" Senjata & Peredam . Ya Tuhan " Mata Yaura terbelak , dan ...


Pttttttttttt Lampu tiba-tiba padam . Ia pun segera melangkah cepat untuk kembali kepada Ken & lainnya. Suasana Pengunjung disana ricuh, namun Pegawai Restaurant menahannya untuk tetap tenang , mereka berdalih bahwa Lampu akan segera menyala kembali .


Menyadari Istrinya tidak ada bersamanya sekarang, membuat Ken cemas .


" Ke Toilet saja lama sekali "


" Evelyn, Kau tetap disini dengan Bianca . Aku mencari Yaura dulu " Ken segera melangkahkan kakinya dengan cepat dan hati-hati karena tidak ada Pencahayaan .


Sama2 terburu-buru , Yaura tak sengaja menyenggol seseorang ,


" Maaf .." ucap Yaura , yang ingin melanjutkan langkahnya kembali .


Berbeda dengan Yaura yang tak hafal & peka atas keberadaan Suaminya, Ken justru sebaliknya, Langsung hafal bahwa itu adalah Suara Istrinya.


" Kenapa Kau lama sekali ." bentak Ken seraya menarik tangan Yaura .


" Ken .. " lirihnya .


Yaura pun segera mendekatkan tubuhnya,


" Syukurlah Kau datang Ken , ajak Evelyn dan Bianca untuk keluar dari sini sekarang . Dan Kau cepat hubungi nomor polisi " suaranya memberat, karena penuh ke khawatiran .


Dibalik cahaya yang remang-remang ,Ken melihat wajah istrinya yang penuh ke khawatiran .


" Kau kenapa ? ".


" Ken , Mereka menggunakan Peredam , cepat Keluar darisini " .


Ken terkejut dibuatnya.


" Peredam? " matanya membulat sempurna.


Dari sana , Evelyn dan Bianca terus memanggil2 nama Ken karena mereka takut kegelapan .


Tak membuang waktu, Ken segera menggenggam tangan Istrinya , dan melangkah menghampiri mereka.


Tiba-tiba,


" KAKAK !!! ...." teriak kencang Evelyn , membuat pengunjung lain Panik . Genggaman tangannya dengan Yaura pun lepas. Ken segera berlari menghampiri adiknya,Bukan tanpa alasan Evelyn berteriak sangat kencang ,

__ADS_1


Tlkkkk tlkkk tlkkk Bunyi senjata yang menodong keduanya,


" KEN !!!! " teriakan Bianca tidak kalah kencang .


Diikuti Oleh teriakan beberapa Pengunjung disana karena mereka kini tertodong senjata ,


dannnn


Lampu kembali menyala , mata Ken terbelak sempurna melihat Evelyn, Bianca,Beberapa Pengunjung ,dan Pegawai disana kini tertodong senjata di Kepalanya .


Dan kini .. tlkkkk tlkkk Dirinya juga tertodong senjata,


" Jangan bergerak ! Jika Kau bergerak . Mereka semua akan mati " ucap salah satu komplotan , mereka kini bicara dengan Bahasa Indonesia.


" Lepaskan . Lepaskan mereka semua ! " tegas Ken ,


" Kami menyandera kalian semua bukan tanpa Alasan. Cukup Diam dan Ikuti Perintah kami ! "


" Aku katakan lagi . Lepaskan mereka semua ! " teriak Ken ,


Namun penyandera lain malah makin menghantamkan senjata kepada mereka.


" Brengsek ! " Ken menyingkirkan Pistol dari tangan penyandera, dan menendang & memukulnya dengan sangat keras .


dorrr dorrr dorr Senjata ditembakkan ke atas oleh mereka semua sebagai bentuk peringatan


" Kami peringatkan ! Jangan melawan atau Kalian akan mati ! " Ancam salah satu dari mereka.


Pistol tadi jatuh ke Lantai , Ken dengan sigap mengambilnya . Ia pun semakin Brutal.Menendang, memukul dan menyingkirkan semua penyandera Yang menodong Adiknya & Bianca.


Bianca dan Evelyn terus Berteriak Histeris dan Menangis. Kini Ken pun berhasil menyirkirkan Penyandera keduanya, Bianca & Evelyn kini ada di lindungannya.


" Tenanglah .. " Ken mendekap Evelyn yang menangis ketakutan .


Tak memperdulikan Bianca,


" Yaura .." Lirih Ken , nafasnya begitu berat, keringat yang bercucuran membasahi dahinya . Ia nampak begitu ngos-ngos an .Matanya terus menyorot sekitar mencari Istrinya, dilema ingin mencari Yaura namun Ia memikirkan bagaimana Adiknya .


" Sial ! Kenapa Aku bisa lupa membawa Pengawal ! " Umpat Ken, Ia segera mengeluarkan Ponsel , namun ..


Ia melihat segerombolan Penyandera mengelilingi seseorang .


" Simpan Ponselmu ! Aku telah mengizinkanmu membawa Wanita Berisik seperti mereka dan Dirimu Itu . Jadi Jangan Berani-beraninya Kau menelfon seseorang ! " Ancam penyandera seraya menodongkan kembali Pistol kepadanya .


Ken mengurungkan niatnya , dan memasukkan kembali Ponselnya .


" Minggirlah Evelyn . " Ken melepaskan dekapannya, Evelyn dan Bianca pun berlindung di belakangnya .


" Penyandera seperti kalian Itu tidak pantas Hidup " Ken mengangkat Senjatanya, matanya menatap tajam , Ia mengarahkan bidikan senjata kepada mereka , tangannya memegang pelatuk pistol dengan sempurna .


Dorrr dorr dorr Ken melepaskan peluru, dan mengenai salah satu dari mereka .


" Bedebah ! Kau membunuh salah satu dari Kami . Kau juga harus terbunuh ! " Penyandera itu menembakkan peluru ke arah Ken .Namun Ken berhasil Menghindarinya . sadar Ken mampu bertarung dengannya.


" Ini yang Kau inginkan ? Baiklah ! " Penyandera itu menurunkan senjatanya .


Ken mengerutkan dahinya.


Gerombolan penyandera itu pun kini memisahkan diri, dan menunjukkan seseorang yang sedari Tertutupi oleh Gerobolan mereka .


Dan ...


" Yaura ..... " lirih Ken, matanya memerah .


Terlihat Yaura yang kedua tangannya terikat, Ia menundukkan Kepala .


" Brengsek ! Lepaskan Dia ! Atau Kalian semua akan mati ! " Mata Ken semakin memerah , Pandangannya benar-benar Tajam , Bidikan senjatanya menjadi-jadi .


Dan ..


Ckllkkkk clkkkk cklll cklllĺkkk dengan kompak Semua senjata menodong ke Kepala Yaura.


salah satu dari mereka menodongkan Pisau ke leher Yaura .


Yaura pun mendongakkan Kepalanya, Ia menatap Ken . Ken Pun menatap ke arahnya .


" Menyingkarlah ! Sedikit saja kau menyakitinya .. Aku akan menghancurkan kalian ! "


" Turunkan senjatamu .. " Perintah Penyandera .


Ken tetap kekeh membidikkan senjatanya ,


" Turunkan senjatamu ! " Teriak Penyandera .


Ken Hendak menarik pelatuk ..


" Aww.. " Yaura terpekik, Lehernya benar-benar tergores oleh Pisau .


Dengan Sigap Ken pun langsung membuang senjatanya, Ia segera mengangkat kedua tangannya


" Jangan menyakitinya .. Aku mohon " Ken pasrah .


Mendengarnya membuat Bianca yang ada dibelakangnya terbelak.


" Kalian cepat pergi dari sini . Atau Dia akan Mati ! " Perintah mereka kembali .


Perasaan campur aduk, hasrat ingin menyelamatkan namun tidak Bisa , Ken hanya menatap Yaura .


tiba-tiba..


" Ken .. Ayo keluar dari sini , Aku sangat takut " Bianca tiba-tiba maju kedepan dan memeluk Ken . Ia memeluk Ken dengan sangat erat , dan menangis merengek


" Ken .. Cepatlah Keluar, Aku benar-benar takut " Isaknya di Pelukan Ken .


" Apa yang Kau lakukan ! Lepaskan ." Ken menyingkirkan pelukan Bianca .


Yaura yang melihatnya segera menundukkan pandangan .


............


BUTUH SARAN DAN KRITIK


JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSS

__ADS_1


__ADS_2