
Setelah pulang kerja, Ia langsung menaiki anak tangga. Hendak membuka handle Pintu, namun Ken lebih dulu membukanya,
" Berangkat sangat cepat,dan Pulang sangat lambat" tegur Ken.
" Aku tadi .. " Yaura hendak menjelaskan, namun Ken lebih dulu mengabaikannya, Ia berlalu begitu saja.
Masih di ambang Pintu,
" Mood nya benar-benar tidak bisa ditebak." gumam Yaura dalam Hati.
Ruangan Pribadi Ayah Reino
Penjagaan Ruangan Pribadi Ayah Reino sangatlah Ketat, beberapa Pengawal ada disana.
Ken segera masuk ke dalam Ruangan tersebut.
" Brangkas sudah ada pada Kita . Untuk Ayah apakan? Aku rasa itu tidak ada gunanya " ujar Ken seraya memandangi lemari dokument.
" Ayah hanya ingin menyimpannya saja . Anggap itu sebagai Brangkas Warisan dari Mendiang Devano "
Ekspresi wajah Ayah Reino seketika berubah,
Ken mengamati perubahannya,
" Apa ada yang Ayah sembunyikan ? "
Ayah Reino pun menatap ke arahnya,
" Kau bicara apa, tidak ada yang Ayah sembunyikan . Oh Iyah Ayah lupa, suruh Pengawal untuk memajang semua foto dari Gedung Di Ruangan Bawah Tanah,bersama Foto lainnya" perintah Ayah Reino.
" Hanya Itu saja yang Ayah katakan ? , sebenarnya Ken sedikit heran kenapa Ayah selalu memajang foto Keluarga mereka "
" Itu akan sangat berguna untuk Kita nantinya " lirih Ayah Reino .
" Apa maksud Ayah ? "
" Kau akan memahaminya nanti . Baiklah Nak, Ayah dengar Istrimu sudah mulai Bekerja, Perlakukan Dia sebagaimana mestinya " Ayah Reino mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Iyah " jawab Ken dengan singkat, lalu pamit keluar.
Hendak ke Kamar , Ia berpapasan dengan Sang Adik .
" Kakak .. Aku ingin makan malam di Luar, Ayo temani Aku " Evelyn berkata dengan sangat manja.
" Vino saja yang menemanimu "
" Kakak ini bagaimana, Vino masih ada di Luar Kota. Ayolah Kak " Evelyn memeluk Kakaknya .
" Masih saja manja . Baiklah Kakak akan menemanimu keluar, Asal .. " Ken memegang rambut adiknya.
" Asal apa ? " Evelyn melepaskan pelukannya.
" Ganti warna Rambutmu ini . sungguh ini sangat Jelek , pantas Vino berpaling darimu " Ken tersenyum meledek .
" KAKAK !!!! " Evelyn berteriak merengek .
" Sudah cepatlah bersiap ." Ken melanjutkan langkahnya .
Di Kamar
Ken yang tadinya hanya memakai kaos lengan pendek, kini Ia melangkah ke Ruangan Pakaian dan segera mengambil Jaket Hitam dari sana. Disaat yang bersamaan, Yaura yang baru selesai mandi ( Udah pake baju tidur yah wkwkwkw ngga kayak tadi ) hendak mengambil sesuatu dari sana.
" Ganti bajumu . Kita makan malam diluar " ucap Ken seraya membalutkan jaket di tubuhnya .
" Aku tidak ikut keluar Ken, Kau saja "
Mendengarnya, Ken pun langsung menatap tajam dan menautkan alisnya.
" Bisakah Kau hanya berkata ' Iyah ' tanpa banyak membantah? " Ketusnya , dan segera melangkah ke Cermin .
Yaura hanya diam mendengar celoteh Ken,
" Aku sangat malas jika harus Keluar. apalagi bersama Orang2 Baru seperti dirinya" gumamnya dalam Hati . Ia pun segera menutup Pintu Ruangan Pakaian dan berganti Baju disana.
" Aku tunggu diluar . Jangan lama-lama " ujar Ken seraya menyemprotkan Parfume di tengkuknya.
Di Lantai Bawah
Ken sudah ada disana daritadi, disusul Evelyn .
" Ayo Kak " seraya menggandeng lengan Kakaknya .
" Tunggu sebentar . Yaura belum turun " ucap Ken .
" Kenapa Kakak mengajaknya? Tidak asik sama sekali "
" Sudahlah. Ini hanya sekedar makan malam, Kau tidak perlu sebenci itu dengannya "
" Tapi Kak .. Kakak tidak perlu memperlakukannya sebaik itu . Tidak adil ! " racau Evelyn.
Tak lama kemudian, Yaura menuruni anak tangga . Ia hanya memakai pakaian seadanya dan di lapisi blezer andalannya.
" Kuno sekali Style-nya " Evelyn menatap Yaura dari ujung kaki sampai ujung rambut.
Mereka pun segera menuju mobil.
Ken mengambil posisi kemudi, sementara Evelyn dengan Sigap Langsung duduk di Kursi depan samping Kakaknya . Tak terlalu mempermasalahkan, Yaura segera duduk di Kursi belakang seorang diri .
Dimobil
Ken melirik kaca yang ada didepannya, terlihat wajah Yaura yang acuh di kursi belakang .
Mempersingkat waktu, Ia pun segera melajukan mobil .
" Kau mau makan dimana ? "
" Japanese Food yang biasa Kak " saut Evelyn .
JAPANESE FOOD RESTAURANT
Ken memarkirkan mobilnya disana. Mereka ber-3 pun segera turun . Restaurant mewah yang cukup luas dan besar , terdiri 3 dari Lantai.
Evelyn mencari tempat Duduk , Dengan segera seorang Waiters melayani mereka , dan memberikan Buku Menu.
__ADS_1
Evelyn dan Ken secara bergantian memilih makanan yang mereka inginkan,
" Kau mau makan Apa ? " tanya Ken seraya memandang Yaura yang tepat berada di depannya.
Yaura menunjuk menu makanan dengan asal .
Waiters itupun pamit dan menyuruh mereka untuk menunggu sebentar.
tiba-tiba tlkkk tlkkk tlkk Bunyi Higheels Wanita yang berbenturan dengan lantai, Wanita itu mengenakan Baju Sexy dan berjalan dengan sensual.
" Ken .. Kau ada disini juga ? " sapanya seraya memegang pundak Ken .
Terkejut, perhatian mereka pun mengarah pada wanita Itu .
" Kau ? " Ken menyingkirkan tangan wanita itu dari pundaknya .
" Kak Bianca ? Wahh .. Kebetulan sekali bertemu dengan Kakak " Evelyn tersenyum sumringah.
Menghormati, Yaura pun menyapanya hanya dengan senyuman tipis.
" Apa Aku Boleh bergabung Ken ? " tanya Bianca seraya memandang Ken .
" Tentu Boleh Kak, duduklah di samping Kakakku " Evelyn langsung menyauti perkataan temannya .
Sementara Ken hanya memasang ekspresi datar.
Dengan tersenyum puas, Bianca pun segera mendudukkan tubuhnya di samping Ken .
" Wahh Kalian sangat serasi & cocok " celetuk Evelyn .
Mendengar ini, membuat Ken mendelik tidak suka kepadanya . sementara Yaura hanya melirik sedikit kearah Adik Iparnya tersebut.
" Maksudku, Kalian sangat cocok sebagai Teman " sambung Evelyn .
Bianca mengamati Yaura,
" Haii Nona Yaura , Sepertinya Kau tidak suka dengan keberadaanku "
Yaura pun mendelik ke arahnya .
" Tidak Nona, Aku sama sekali tidak berfikir seperti itu "
" Dia memang begitu . Jangan salah mengartikan ." Ken mencoba membela Istrinya,
" Ohhh .. Aku baru tahu Ken , maafkan Aku Nona Yaura "
Yaura menganggukkan kepalanya ,
" Karena Aku mengetahui namamu dari secarik kertas Undangan .Bolehkah Aku berkenalan secara langsung denganmu Nona Yaura ? Aku Bianca " Bianca mengulurkan Tangannya .
" Yaura, " seraya membalas uluran tangan Bianca.
" Baiklah, sekarang Kita saling mengenal " Sorotan mata Bianca tiba-tiba mengandung banyak arti .
Tak lama kemudian , Pelayan pun datang membawakan makanan . Pesanan Pribadi Bianca pun ikut dibawa ke meja Ken .
Mereka pun kini menikmati makanan.
Merasa aneh, Mata Yaura pun menyoroti sekitar, Disana terlihat Pengunjung Luar negeri ber-Ras Arab yang jumlahnya tidak sedikit.
" Bukankah ini makanan jepang ? rasanya sangat aneh Jika Mereka ( Ras Arab ) mendominasi pengunjung " batinnya seraya terus mengamati ( Mungkin maksud Yaura , Arab mayoritas Muslim dan tidak terlalu menyukai masakan jejepangan yang diragukan ke-halal-annya ) .
" Aku permisi ke Toilet dulu," ucap Yaura seraya beranjak dari kursi .
Hendak masuk ke Toilet Wanita , Ia mendengar percakapan seseorang dari Toilet Pria yang ada disebelahnya . Mereka berbicara menggunakan Bahasa Arab.
" Aksi Dimulai, Matikan Lampu " gumam Yaura,
" Apa Maksudnya .. " Ia terpaksa mengintip ke Area
Toilet Pria , disana Ia melihat seseorang sedang berdiri didepan Wastafel ,
" Senjata & Peredam . Ya Tuhan " Mata Yaura terbelak , dan ...
Pttttttttttt Lampu tiba-tiba padam . Ia pun segera melangkah cepat untuk kembali kepada Ken & lainnya. Suasana Pengunjung disana ricuh, namun Pegawai Restaurant menahannya untuk tetap tenang , mereka berdalih bahwa Lampu akan segera menyala kembali .
Menyadari Istrinya tidak ada bersamanya sekarang, membuat Ken cemas .
" Ke Toilet saja lama sekali "
" Evelyn, Kau tetap disini dengan Bianca . Aku mencari Yaura dulu " Ken segera melangkahkan kakinya dengan cepat dan hati-hati karena tidak ada Pencahayaan .
Sama2 terburu-buru , Yaura tak sengaja menyenggol seseorang ,
" Maaf .." ucap Yaura , yang ingin melanjutkan langkahnya kembali .
Berbeda dengan Yaura yang tak hafal & peka atas keberadaan Suaminya, Ken justru sebaliknya, Langsung hafal bahwa itu adalah Suara Istrinya.
" Kenapa Kau lama sekali ." bentak Ken seraya menarik tangan Yaura .
" Ken .. " lirihnya .
Yaura pun segera mendekatkan tubuhnya,
" Syukurlah Kau datang Ken , ajak Evelyn dan Bianca untuk keluar dari sini sekarang . Dan Kau cepat hubungi nomor polisi " suaranya memberat, karena penuh ke khawatiran .
Dibalik cahaya yang remang-remang ,Ken melihat wajah istrinya yang penuh ke khawatiran .
" Kau kenapa ? ".
" Ken , Mereka menggunakan Peredam , cepat Keluar darisini " .
Ken terkejut dibuatnya.
" Peredam? " matanya membulat sempurna.
Dari sana , Evelyn dan Bianca terus memanggil2 nama Ken karena mereka takut kegelapan .
Tak membuang waktu, Ken segera menggenggam tangan Istrinya , dan melangkah menghampiri mereka.
Tiba-tiba,
" KAKAK !!! ...." teriak kencang Evelyn , membuat pengunjung lain Panik . Genggaman tangannya dengan Yaura pun lepas. Ken segera berlari menghampiri adiknya,Bukan tanpa alasan Evelyn berteriak sangat kencang ,
__ADS_1
Tlkkkk tlkkk tlkkk Bunyi senjata yang menodong keduanya,
" KEN !!!! " teriakan Bianca tidak kalah kencang .
Diikuti Oleh teriakan beberapa Pengunjung disana karena mereka kini tertodong senjata ,
dannnn
Lampu kembali menyala , mata Ken terbelak sempurna melihat Evelyn, Bianca,Beberapa Pengunjung ,dan Pegawai disana kini tertodong senjata di Kepalanya .
Dan kini .. tlkkkk tlkkk Dirinya juga tertodong senjata,
" Jangan bergerak ! Jika Kau bergerak . Mereka semua akan mati " ucap salah satu komplotan , mereka kini bicara dengan Bahasa Indonesia.
" Lepaskan . Lepaskan mereka semua ! " tegas Ken ,
" Kami menyandera kalian semua bukan tanpa Alasan. Cukup Diam dan Ikuti Perintah kami ! "
" Aku katakan lagi . Lepaskan mereka semua ! " teriak Ken ,
Namun penyandera lain malah makin menghantamkan senjata kepada mereka.
" Brengsek ! " Ken menyingkirkan Pistol dari tangan penyandera, dan menendang & memukulnya dengan sangat keras .
dorrr dorrr dorr Senjata ditembakkan ke atas oleh mereka semua sebagai bentuk peringatan
" Kami peringatkan ! Jangan melawan atau Kalian akan mati ! " Ancam salah satu dari mereka.
Pistol tadi jatuh ke Lantai , Ken dengan sigap mengambilnya . Ia pun semakin Brutal.Menendang, memukul dan menyingkirkan semua penyandera Yang menodong Adiknya & Bianca.
Bianca dan Evelyn terus Berteriak Histeris dan Menangis. Kini Ken pun berhasil menyirkirkan Penyandera keduanya, Bianca & Evelyn kini ada di lindungannya.
" Tenanglah .. " Ken mendekap Evelyn yang menangis ketakutan .
Tak memperdulikan Bianca,
" Yaura .." Lirih Ken , nafasnya begitu berat, keringat yang bercucuran membasahi dahinya . Ia nampak begitu ngos-ngos an .Matanya terus menyorot sekitar mencari Istrinya, dilema ingin mencari Yaura namun Ia memikirkan bagaimana Adiknya .
" Sial ! Kenapa Aku bisa lupa membawa Pengawal ! " Umpat Ken, Ia segera mengeluarkan Ponsel , namun ..
Ia melihat segerombolan Penyandera mengelilingi seseorang .
" Simpan Ponselmu ! Aku telah mengizinkanmu membawa Wanita Berisik seperti mereka dan Dirimu Itu . Jadi Jangan Berani-beraninya Kau menelfon seseorang ! " Ancam penyandera seraya menodongkan kembali Pistol kepadanya .
Ken mengurungkan niatnya , dan memasukkan kembali Ponselnya .
" Minggirlah Evelyn . " Ken melepaskan dekapannya, Evelyn dan Bianca pun berlindung di belakangnya .
" Penyandera seperti kalian Itu tidak pantas Hidup " Ken mengangkat Senjatanya, matanya menatap tajam , Ia mengarahkan bidikan senjata kepada mereka , tangannya memegang pelatuk pistol dengan sempurna .
Dorrr dorr dorr Ken melepaskan peluru, dan mengenai salah satu dari mereka .
" Bedebah ! Kau membunuh salah satu dari Kami . Kau juga harus terbunuh ! " Penyandera itu menembakkan peluru ke arah Ken .Namun Ken berhasil Menghindarinya . sadar Ken mampu bertarung dengannya.
" Ini yang Kau inginkan ? Baiklah ! " Penyandera itu menurunkan senjatanya .
Ken mengerutkan dahinya.
Gerombolan penyandera itu pun kini memisahkan diri, dan menunjukkan seseorang yang sedari Tertutupi oleh Gerobolan mereka .
Dan ...
" Yaura ..... " lirih Ken, matanya memerah .
Terlihat Yaura yang kedua tangannya terikat, Ia menundukkan Kepala .
" Brengsek ! Lepaskan Dia ! Atau Kalian semua akan mati ! " Mata Ken semakin memerah , Pandangannya benar-benar Tajam , Bidikan senjatanya menjadi-jadi .
Dan ..
Ckllkkkk clkkkk cklll cklllĺkkk dengan kompak Semua senjata menodong ke Kepala Yaura.
salah satu dari mereka menodongkan Pisau ke leher Yaura .
Yaura pun mendongakkan Kepalanya, Ia menatap Ken . Ken Pun menatap ke arahnya .
" Menyingkarlah ! Sedikit saja kau menyakitinya .. Aku akan menghancurkan kalian ! "
" Turunkan senjatamu .. " Perintah Penyandera .
Ken tetap kekeh membidikkan senjatanya ,
" Turunkan senjatamu ! " Teriak Penyandera .
Ken Hendak menarik pelatuk ..
" Aww.. " Yaura terpekik, Lehernya benar-benar tergores oleh Pisau .
Dengan Sigap Ken pun langsung membuang senjatanya, Ia segera mengangkat kedua tangannya
" Jangan menyakitinya .. Aku mohon " Ken pasrah .
Mendengarnya membuat Bianca yang ada dibelakangnya terbelak.
" Kalian cepat pergi dari sini . Atau Dia akan Mati ! " Perintah mereka kembali .
Perasaan campur aduk, hasrat ingin menyelamatkan namun tidak Bisa , Ken hanya menatap Yaura .
tiba-tiba..
" Ken .. Ayo keluar dari sini , Aku sangat takut " Bianca tiba-tiba maju kedepan dan memeluk Ken . Ia memeluk Ken dengan sangat erat , dan menangis merengek
" Ken .. Cepatlah Keluar, Aku benar-benar takut " Isaknya di Pelukan Ken .
" Apa yang Kau lakukan ! Lepaskan ." Ken menyingkirkan pelukan Bianca .
Yaura yang melihatnya segera menundukkan pandangan .
............
BUTUH SARAN DAN KRITIK
JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSS
__ADS_1