Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Kekhawatiran David terhadap Nona Lee


__ADS_3

Alfin,Alex dan Kevin muncul berbarengan.


" Ken..Nona Lee belum ditemukan.. "ucap Alfin.


" Telat. Cepat Naiklah ! " tutur Ken, sungguh Ia sudah lega melihat Nona Lee sadar, kini giliran memikirkan Sang Istri yang masih pingsan.


" Aku kira belum ketemu.. " ucap Alfin dengan polosnya.


Di dalam Helicopter, David langsung menyuruh Tim Medis untuk mengobati beberapa luka gores di kaki, tangan dan kepala Nona Lee.


" Kenapa Kau tidak hati-hati ?! " kritik David yang menatap Nona Lee dengan penuh kekhawatiran.


Mendengar pertanyaan David,membuat Nona Lee mengingat sesuatu yang dirasa janggal.


" Sepatuku licin, jadi Aku terperosok. "


" Maaf Sudah merepotkan Kalian semua. " sambung Nona Lee seraya menatap David, Ken,Alfin,Kevin dan Alex bergantian. Sungguh Ia tidak enak hati membuat Para Pria basah kuyub dan merusak mood liburan.


" Jangan memikirkan hal itu,yang terpenting Kau selamat,Lee. " saut Ken sambil memastikan bahwa Nona Lee benar-benar tidak menderita luka serius.


Sejatinya NIS, Alfin mengamati sepatu Nona Lee.


" Tapi sepatumu,Aku rasa bukan dari bahan yang licin. "


Mendengarnya,membuat David menyadari bahwa ada yang janggal. Ia mengalihkan pandangan ke sepatu Wanita yang berada disampingnya,


" Alfin benar, sepatunya tidak licin. " batin David.


Sadar sedang diamati,


" Ini licin, tebingnya juga licin. Sudah lupakan, diriku saja yang tidak berhati-hati. " tutur Nona Lee sembari menahan sakit di kakinya.


*


*


*


Resort


Helicopter mendarat tepat di area mereka menginap.


Hendak berdiri,


" Aww.. " pekik Nona Lee, karena kakinya memang terasa sangat sakit dan nyeri.


" Jangan banyak bergerak.. " tangan David dengan sigap menopang tubuh Nona Lee yang hampir terjengkang.


Khawatir, David langsung saja menggendong Nona Lee tanpa persetujuan terlebih dahulu. Ia menuruni Helicopter,dengan tatapan datar namun kharismatik.


" David,Aku ini berat. turunkan Aku ! Aku masih bisa jalan ! " berontak Nona Lee yang merasa sangat merepotkan David.


Ken yang sepertinya peka,


" Klinik ada disebelah utara. kabari Aku keadaan Nona Lee nantinya. " ucapnya seraya memikirkan kondisi Sang Istri yang baru saja tertembak cairan beracun.


Alfin dan Kevin memilih ikut David, sementara Alex memilih untuk memanggil Lolly,Anin,Evelyn atau Yaura untuk menemani Nona Lee.


Datang di waktu yang tepat,


" Bagaimana keadaan Nona Lee? " Lolly memegang lengan Alex untuk pertama kalinya. Wajahnya sangat khawatir dan cemas, matanya pun sembab.


" Dia selamat. tapi ada beberapa luka di tubuhnya.. " tutur Alex,pandangannya terarah pada pipi Lolly yang memar,juga sudut bibir yang terluka.


" Dimana Nona Lee sekarang? " desak Lolly.


" Klinik.. ".


Tak berkata apapun,Lolly langsung berlalu begitu saja.


Alex terdiam dan membalikkan badan, Ia mengamati Lolly yang mulai menjauh dari pandangannya.


" Kenapa wajahnya? " batin Alex.


" Seperti tamparan.. " sambungnya.


Klinik


Karena seorang Dokter, Nona Lee pun tahu dan faham apa yang sedang dialaminya.


" Aku hanya terkena syok dan luka ringan. terlalu memanggil Dokter sebanyak ini. " protes Nona Lee saat Dokter yang panggil David sangat banyak.


" Aku tahu Kau seorang Dokter. tetapi Dokter tidak bisa mengobati lukanya seorang diri ! Kau jatuh dari ketinggian yang amat sangat. Jadi mohon mengertilah, Aku hanya ingin Kau baik-baik saja.. " tutur David tanpa disadari, hingga membuat Nona Lee terenyuh atas perkataannya.


" David.. " lirih Nona Lee dalam hati.


" Kau ini sama saja dengan Yaura, sama-sama keras kepala. " celetuk Alfin yang merasa Nona Lee sama kerasnya dengan Yaura.


" Dokter, cepat obati Nona Lee. " sambung Alfin yang menyuruh Tim medis untuk memeriksa keadaan Nona Lee.


Karena akan di ronsen, dan tindakan medis lainnya, Dokter pun menyuruh semua orang untuk keluar.


Lolly datang


" Dimana Nona Lee? " tanya Lolly pada Kevin yang berpapasan dengannya.


" Sedang diperiksa, jangan khawatir,Nona Lee akan baik-baik saja. " jawab Kevin seraya mendaratkan bokongnya di kursi.


Penasaran, Lolly melangkah ke arah David dan Alfin yang terlihat cemas.


" Apa pemeriksaannya masih lama? " tanya Lolly.


" Iyah.. " singkat David, fikirannya hanya berpusat pada keadaan Nona Lee didalam.


Janggal karena Yaura tidak muncul saat Kakak Angkatnya terkena musibah,


" Kenapa datang sendirian ? dimana Kakakmu, Evelyn dan Yaura? suruh mereka kesini,menemani Nona Lee. " tanya Alfin.


" Kakakku akan segera kesini. Evelyn menemani Yaura, karena Yaura juga belum sadar sampai sekarang.. " tutur Lolly yang juga cemas dengan keadaan Istri Ken itu.


Degg !!!! mata Alfin, David, dan Kevin saat mendengarnya.


" Yaura? kenapa Yaura? " tanya David,sumpah Demi Tuhan, pikirannya semakin kacau, Ia sangat trauma dengan kejadian lampau yang memakan banyak nyawa.


" Saat Nona Lee terperosok, Yaura memaksa untuk terjun. Jadi Kak Ken terpaksa menembak Istrinya sendiri. seketika itu juga Yaura pingsan, Aku tidak tahu apa yang Kak Ken gunakan.. " wajah Lolly memucat, Ia terus melirik ke dalam memastikan keadaan Nona Lee.


" Ken bodoh atau bagaimana? Dia menembakkan racun kepada Istrinya sendiri ! " kritik Kevin yang merasa Ken konyol.


David dan Alfin yang faham sifat Yaura pun diam dan menelaah.


" Mungkin Ken melakukan itu karena Dia khawatir dengan Yaura. tidak ada yang tega melihat seorang Wanita terjun dari ketinggian seperti itu. " lirih Alfin.


*


*


*


Kamar Ken


Evelyn menepati amanah yang diberikan oleh Kakaknya, Ia menjaga Yaura yang belum sadarkan diri sampai sekarang.


" Kakak benar-benar gila ! Yaura sampai sekarang belum sadar. " umpat Evelyn.


" Pak, ini bagaimana? kenapa Yaura belum sadar ?! " kritik Evelyn kepada Pak Agus yang berada disampingnya.


Hendak menjawab..


Tlkkk tlkkk suara langkah kaki seseorang.


" Yaura.. " ucap Ken dari ambang pintu, Ia berlari kecil dan mendekati Istrinya yang belum sadar.


" Kenapa Kakak begitu tega menembaknya ?! Kakak Keterlaluan ! " teriak Evelyn kepada Kakaknya.


Faham bahwa Adiknya adalah orang awam yang tidak faham senjata, Ken memilih diam.Ia membangunkan tubuh Sang Istri lalu meletakkannya di pangkuan,


" Apa Bapak sudah memberikan penawarnya? " tanya Ken pada Pak Agus yang juga cemas memikirkan Kedua Putri Devano Malik, yaitu Yaura dan Nona Lee.


" Sudah,Nak. Tenanglah.. mungkin kondisi Istrimu sedang down sehingga mempengaruhi reaksi penawar." tutur Pak Agus.


" Sayang bangunlah.. Maafkan Aku.. " lirih Ken seraya memperhatikan mata Istrinya yang masih terpejam.


Sudah ada Ken untuk menjaga Yaura,


" Aku ingin menemui Lee dulu,Nak. Beritahu Aku jika Yaura sudah sadar. " pamit Pak Agus, Ia juga ingin melihat keadaan Nona Lee.


" Tuan Ken, penawar tipe X411 ada di koper berwarna putih. 30 menit lagi,Suntikkan itu pada Nona Yaura. Aku pamit dulu.. " Bibi Arum menundukkan kepalanya dan berlalu keluar.


" Kau terlalu ekstream mengatasi Istrimu seperti itu Ken. Kau seharusnya tahan saja, tidak perlu membuatnya hilang kesadaran. " protes Vino yang juga merasa was-was.


" Aku hanya tidak ingin Dia ikut terjun. Lagipula apa Kau tidak liat tadi? Aku saja terbanting olehnya. Tidak ada cara lain selain melumpuhkannya seperti ini.. " tutur Ken.


" Tapi tidak seperti itu caranya Kak !!! Lihatlah ! wajah Yaura sangat pucat ! " Evelyn merasa sangat kesal dengan Alibi Kakaknya itu.


Diam..


" Jenguk Nona Lee.." ucap Ken yang seakan memberi kode agar Sang Adik dan Vino meninggalkannya.


Mengerti, Vino mengajak Evelyn untuk keluar.


" Aku kesal denganmu,Kak ! " decak Evelyn,wajahnya sangat badmood.


Dirasa tidak ada orang, Ken langsung meletakkan Yaura ke posisi semula. Ia menutup pintu, dan mengambil sesuatu dari sebuah kotak kecil yang Ia sembunyikan di koper pribadinya.


Tangannya meraih sebuah jarum suntik berisi cairan berwarna hitam pekat,


" Semoga ini cepat bereaksi." ucap Ken.


Setelahnya, Ia memegang lengan Sang Istri lalu menyuntikkan cairan tersebut kedalam tubuh Wanita yang sangat dicintainya itu.

__ADS_1


*


*


*


Sore Hari


Nona Lee sudah dipastikan baik-baik saja,hanya menderita luka kecil. David langsung membawa Nona Lee ke Kamar.


" David terima kasih. " Nona Lee tiada henti mengucapkan terima kasih kepada David.


" Beristirahatlah.. " tutur David seraya membaringkan tubuh Wanita berparas Cantik itu.


" Lee.. jika Kau membutuhkan sesuatu,panggil Arum saja.. jangan banyak bergerak. " tutur Pak Agus yang sudah merasa lega Nona Lee baik-baik saja.


" Baiklah,Pak. Dimana Yaura? Aku tidak melihatnya sejak tadi.. " tanya Nona Lee saat menyadari Adik Angkatnya itu belum menampakkan batang hidung.


Jujur ,Pak Agus menceritakan kejadian sebenarnya.


Kamar Ken


Ken begitu cemas dan was-was saat penawarnya sama sekali tidak bereaksi.


" Yaura bangunlah..Aku mohon.. "


" Kenapa penawarnya tidak berfungsi? " tutur Ken sembari menggenggam tangan Istrinya. Ia heran,karena biasanya penawar akan cepat bereaksi.


Tiba-tiba..


Tangan Yaura mulai bergerak, matanya perlahan terbuka.


Ken yang melihatnya pun melebarkan senyum,


" Buka matamu,Sayang.. " lirih Ken.


Mata Yaura terbuka, pandangannya sedikit buram.


Beberapa menit kemudian,Ia berhasil memulihkan pandangan.


" Minumlah.. " Ken membangunkan tubuh Istrinya lalu meraih segelas air putih yang ada di nakas.


Yaura pun menengguk habis air putih itu. Ia hanya diam, lalu perlahan dirinya mulai mengingat apa yang terjadi.


Matanya melirik ke arah Sang Suami,


" Dimana Kak Lee? " tanya Yaura, nada bicaranya begitu dingin.


Faham bahwa Istrinya sedang marah.


" Di Klinik.Sayang Aku minta.. " belum menyelesaikan perkataan, Yaura langsung melepaskan diri darinya dan beranjak dari ranjang,lalu keluar begitu saja.


" Bagaimana ini? Dia pasti marah besar denganku. " Ken mengusap kepalanya dengan kasar.


Yaura tetaplah Yaura. Ia melangkah dengan tatapan lurus kedepan tanpa ekspresi apapun.


" Semoga Kak Lee baik-baik saja. " lirih Yaura dalam hati.


Berpapasan dengan Mantan Kepala Timnya,


" Dimana Kak Lee? " tanya Yaura tanpa basa-basi.


" Di Kamarnya. " Alfin bengong dan merasa merinding kembali melihat sosok Yaura yang dulu.


" Terima Kasih.. " Yaura menundukkan kepala dan berlalu pergi begitu saja.


" Cuman Dia yang bikin jantungku berdegub kencang. " Alfin memegangi jantungnya yang berdetak cepat.


Kamar Nona Lee


Disana Ia melihat Bibi Arum, Pak Agus, David, Kevin, Lolly dan Evelyn.


" Kak Lee.. " ucap Yaura dari ambang pintu. Ia kemudian berlari dengan mata yang berkaca.


" Yaura.. " Nona Lee bernafas lega melihat Yaura sudah sadar,karena baru saja Pak Agus berkata bahwa Adik Angkatnya itu masih pingsan.


Hugggggg Yaura langsung memeluk Nona Lee dan meneteskan air mata.


" Kak,Aku sangat khawatir denganmu.. ".


" Aku baik-baik saja,Yaura. sudah jangan sedih.." Nona Lee mengeratkan pelukannya.


" Kau baik-baik saja kan,Kak? " Yaura melepaskan pelukan lalu mengamati tubuh Nona Lee yang terbalut perban dibeberapa bagian.


" Kak Kau terluka.. " Hatinya mendadak teriris. Ia tidak bisa berkata bagaimana bisa seorang Stephanie Lee bertingkah ceroboh, dan hampir saja meregang nyawa karena jatuh ditempat setinggi itu.


" Ini hanya luka ringan,Yaura.Astaga.. Kau membuatku terharu.. " Nona Lee meneteskan air mata dan terenyuh saat melihat Yaura sangat mengkhawatirkannya.


" Kakakmu itu baik-baik saja,Nak.tidak perlu cemas,karena Dokter sudah memeriksanya tadi. " tutur Pak Agus yang membuat Yaura sedikit lega.


Melihat David yang masih memakai baju basah,


" Kau sebaiknya mengganti pakaianmu dulu,David.. ada Yaura disini.. " sambung Pak Agus.


" Baiklah,Aku pamit dulu.. " David beradu pandang sejenak dengan Nona Lee dan berlalu begitu saja.


Diikuti oleh Pak Agus, Bibi Arum, Evelyn,Lolly, dan Kevin yang ikut keluar.


Nona Lee dan Yaura kini hanya berdua.


" Kak ..kenapa Kau bisa terperosok? sungguh teledor. " protes Yaura.


" Sepatuku licin dan namanya juga musibah,tidak ada yang tahu." Nona Lee tersenyum.


" Kau baik-baik saja kan? Aku mendengar Ken menembakmu tadi.." sambung Nona Lee yang melihat ke-BT-an diwajah cantik Yaura.


" Tentu Aku baik-baik saja.Sudah jangan membahas Ken. " Yaura memasang wajah kesal hingga membuat Nona Lee tertawa.


" Kau marah kepadanya? Jangan marah.. Dia itu sangat mengkhawatirkanmu.." Tutur Nona Lee yang seperti seorang Kakak menasehati Adiknya.


Mereka terus mengobrol berdua. disini,tentu Nona Lee lah yang sebagai penasehat yang baik.


*


*


*


MALAM HARI


Tidak terasa malam tiba,dan menunjukkan pukul 19.00. Karena belum menjenguk Nona Lee, Ken dan Anin pun tampak mengetuk pintu yang langsung dibukakan oleh Yaura.


" Anin.. " sapa Yaura dan mencueki Suaminya.


" Apa Nona Lee sedang beristirahat? Aku ingin menjenguknya Yaura.. " tutur Anin.


" Masuklah,Anin..Ken.." saut Nona Lee dari sana.


Ken menatap Istrinya langsung buang muka.


" Kak,Aku pamit dulu.. " Yaura nylonong begitu saja tanpa menyapa Suaminya.


" Gawat.. " batin Ken,firasatnya sudah tidak enak. Ia melangkah kedalam,


" Kau baik-baik saja? " sapanya pada Nona Lee.


" Tentu. Mmmmm Maaf Ken,Aku merusak suasana." lirih Nona Lee.


" Aku bilang jangan memikirkan hal itu. " Ken mendaratkan bokongnya di soffa.


Anin mendudukkan tubuhnya di tepi Ranjang,


" Nona Lee, maafkan Aku tidak bisa ikut menolongmu. " ucap Anin,senyumnya begitu terpaksa.


" Tidak apa-apa,Anin. Santai saja.. "Nona Lee tersenyum sembari mengingat kejadian tadi.


" Lain kali jangan menggunakan sepatu yang licin, itu membahayakan.. " tutur Anin sembari memperhatikan luka yang ada di tubuh Nona Lee.


" I-i-iyah.. Kau benar..sepatuku terlalu licin.. " jawab Nona Lee terbatah, ingin mengatakan sesuatu tapi Ia ragu.


Mereka berdua sejenak mengobrol, tiba-tiba David datang membawa makanan di nampan.


" Hobi sekali menggantikan Robin. " celetukan Ken.


" Kasihan,Robin kewalahan. " David meletakkan nampan di meja.


" Makanlah.. " David to the point, Ia mendudukkan tubuhnya disebelah kiri Nona Lee.


Melihatnya,membuat Anin mendelik.


" Mmmmm David,Aku masih bisa makan sendiri.. " Nona Lee meraih mangkuk yang ada di tangan David.


" Bagaimana Kau bisa makan? tangan kananmu terkilir." ujar David.


Memaksa..


Nona Lee akhirnya mau membuka mulut, dan menerima suapan dari David.


Melihat ini,mambuat Anin mematung.


Berbeda dengan Ken yang tersenyum,


" Ekhemmmm.. Anin Ayo Kita keluar.. " Ken beranjak dan berlalu begitu saja.


" I-iyah.. Baiklah Aku pamit dulu.. " Anin beranjak dan keluar.


Kamar Ken


Tahu Istrinya sedang mandi, Ken pun menyibukkan diri dengan menonton televisi sembari merebahkan dirinya di Ranjang .

__ADS_1


1 Jam kemudian Yaura tak kunjung selesai


" Sepertinya Dia mandi sambil menulis Novel.Lama sekali ! " decak Ken.


Yang ditunggu nongol, Yaura keluar dengan rambutnya yang basah,tubuhnya dibalut handuk kimono berwarna putih hingga membuat Ken tersenyum namun tidak berani menegurnya.


" Marah saja Dia masih sangat cantik. " pujinya dalam hati.


30 menit kemudian Yaura selesai berhias dan wangi. Ia sama sekali tidak melirik Suaminya. Hendak keluar pintu..


" AKU LAPAR.. " ucap Ken sembari melirik ke arah Istrinya yang sangat cantik, Ia berpura-pura menonton televisi.


Tak menjawab, Yaura berlalu keluar hingga membuat Ken menghela nafas.


" Setannya Kumpul."


10 menit kemudian,Robin dan Pelayan Maldevis datang membawakan makanan.


" Robin! dimana Nona? " tanya Ken sembari beranjak dari Ranjang.


" Di Kamar Nona Lee,Tuan. " jawab Robin.


Ken bingung sendiri bagaimana harus membujuk Sang Istri,karena sekalinya Yaura diam ,itu berarti tamat riwatnya.


Lapar,Ken pun memilih menyantap makanan sembari memikirkan bagaimana baikan dengan Istrinya.


Makan tanpa Yaura, bagaikan makan tanpa garam,rasanya tidak enak.


" Makanan apa ini ! " Ken tidak menghabiskan makanannya dan memilih berlalu keluar.


Kamar Nona Lee


Hanya ada ciwi-ciwi, becanda pun lebih leluasa.Evelyn dan Lolly lah yang menjadi Happy Virus,sifatnya yang kekanak-kanakan,membuat suasana riang gembira.


Baru sadar bahwa Pipi Lolly memar,


" Lolly.. apa Kau terjatuh? " tanya Yaura sembari mengelus pipi Lolly yang memar.


Deg !!! Anin dan Lolly tiba-tiba tersentak.


" I-i-iyah tadi Aku terjatuh.. " senyum paksa Lolly.


" Seperti tamparan.. " lirih Yaura.


" Tidak.. ini hanya terjatuh.. " Lolly mengelak dan menutupi kejadian sebenarnya.


" JANGAN BERBOHONG KAU LOLLY ! YAURA JANGAN PERCAYA.. LOLLY BUKAN TERJATUH, TAPI DI TAMPAR ANIN KARENA SUSAH DI NASEHATIN. " ucap Evelyn dengan lantang.


Anin mendelik ke arah Nona Lee yang nampak membulatkan mata,


" Tapi.. Lolly bilang kepadaku juga seperti itu.. yang benar,yang mana? " saut Nona Lee sembari menatap Lolly dan Anin bergantian. Karena Lolly mengaku kepadanya itu adalah bekas terjatuh.


" Aku yang menamparnya. karena seperti yang dikatakan Evelyn,Lolly susah dinasehatin." tutur Anin sambil menatap Lolly dengan penuh arti.


Lolly membuang pandangan dan mengela nafas.


" Astaga..Kasian Adikmu,Anin. Jangan menamparnya seperti itu.. " Nona Lee menggelengkan kepala dan tidak percaya Anin setega itu menampar Lolly.


" Terlalu dimanja itu tidak baik Nona Lee. " Senyum Anin.


Ken sejenak mengintip ciwi-ciwi yang asik mengobrol di Kamar Nona Lee.


" Ah sudahlah. Nanti juga baikan.. " Ken mencoba lebih tenang dan memilih bergabung dengan Para Pria di tepi pantai seperti biasa.


Tepi Pantai


Para Pria sedikit berkabung hari ini. David yang cemas karena Nona Lee, Alex yang memikirkan pipi Lolly, Alfin merindukan Lisya yang mendadak harus menjalankan tugas darurat dan melacak data rahasia NIS sehingga harus diisolasi di Kamar Private Maldevis selama beberapa jam dan tidak boleh ditemui oleh siapapun .juga BOS BESAR KEN yang galau karena dicueki Istrinya.


" Tenanglah.. Para Wanita sudah baik-baik saja, Kalian ini terlalu berlebihan. " Kevin berusaha mencairkan suasana.


" Tenang bagaimana bodoh?! Kau ini benar-benar tertular virusnya Lolly yang suka ngawur. " sentak Ken.


Tiba-tiba..


Dua Pria berpakaian hitam membawa koper tampak berjalan mendekati mereka.


" Albert? dengan Siapa? " mata David menyoroti Dua Orang itu.


Ken dan semuanya pun menoleh,


" ZAYNNN !!!!!!!! WIH SERU NIH ! " TERIAK KEVIN DENGAN BEGITU GIRANGNYA.


" APA KAU ADALAH GAY? " David melotot.


" Anj*ng sembarangan ! " sentak Kevin.


Lmaaoooo suasana kembali cair dan berwarna.


" Kau saja yang lebay bodoh ! ketemu Zayn berasa ketemu Kylie Jenner ! " imbuh Alex.


Mendekat..


Mendekat..


Mendekat..


ZAYN DAN ALBERT KINI MENAMPAK WAJAH TAMPANNYA.


" PERKENALKAN, PASANGAN HONEYMOON TERBARU KITA.. " lawak Alex yang langsung menyambut Zayn dengan sebuah pelukan.


" Kau mau Aku tembak?! " bisik Zayn.


" Sembarangan Kau,Tuan Alex ! Kita bukan pasangan Honeymoon,tetapi PASANGAN YANG TAK KUNJUNG LAKU ." celetuk Albert yang membuat semuanya tertawa terbahak-bahak,termasuk Ken.


" HEI ! JANGAN MENYEBUT KITA ! KAU SAJA, ITU LEBIH TEPAT ! " ketus Zayn yang membuat Albert semakin ternistakan.


" Kalo saja bukan Para Big Boss,sudah Aku tembak ! " gerutu Albert dengan ekpresinya yang sangat lucu.


Sadar bahwa Alfin dan David belum mengenal Zayn,


" Dia adalah Zayn, Sahabatku. Mari berkenalan.. " ujar Ken kepada Abdi Negara.


" Zayn.. " Zayn mengulurkan tangannya yang langsung di jabat oleh Alfin.


" Alfin.. "


" David.. " David menjabat tangan Zayn, dan mengingat sesuatu,yaitu kejadian dimasa lalu.


" Aku rasa Kita pernah bertemu sebelumnya.." sambungnya.


Deg !! Zayn menyipitkan mata dan berusaha mengingat sesuatu juga.


" IMMANUEL? " ucap Zayn.


" GALAXY ? " ucap David secara berbarengan.


" Ahhhhh Kau Tentara Dubai rupanya.apa Kau akan menangkapku sekarang? " canda Zayn, dulu Ia pernah berurusan dengan Tentara David karena kasus dunia gelap.


" Santai saja. Aku tidak sedang bertugas. " senyum David, Ia juga ingat bahwa Zayn adalah orang paling diburu saat itu.


" Syukurlah Kalian saling mengenal.. " ucap Ken sembari memperhatikan jarum jam ditangannya.


Tidak ada ciwi-ciwi membuat Zayn terheran,


" Sepertinya Kalian beneran Gay.. Astaga.." lawak Zayn yang memasang wajah sok terkejut.


" Aku tahu maksudmu.. " Ken tertawa dan faham pertanyaan Zayn.


" Mereka ada didalam.. Kakak dari Istriku terkena musibah,jadi mereka menemaninya di dalam. " sambung Ken.


" Ohh begitu... " Zayn yang kelelahan,mendaratkan bokongnya di kursi. Siapa yang tidak lelah, setelah melawan Pasukan Elite Dubai,Ia harus terbang ke Maldevis untuk menuruti permintaan Sahabatnya,Ken.


Adanya Zayn memang sangat berpengaruh postif dan negatif secara berbarengan.Ia dan Ken sama-sama humoris dan pandai membuat candaan meskipun terkadang kotor. Sifatnya yang terbuka membuat siapapun akan cepat akrab dengannya.


Evelyn datang dan terkejut melihat Zayn disini.


" JUNEDI.. Kau ada disini? Astaga.. " teriak Evelyn histeris.


Lmaoooooo semuanya tertawa mendengar Evelyn memanggil Zayn dengan gaya khasnya.


" Berhenti memanggilku Junedi, Evelyn ! Kalau saja bukan Adiknya Ken,sudah Aku jitak Kau ! " ancam Zayn, baru kali ini ada yang menistakan dirinya.


Evelyn yang bertujuan ingin membicarakan sesuatu dengan Kakaknya, Ia urungkan saat melihat Zayn. Mereka pun kini bersenda gurau, awalnya berkabung,tapi saat Zayn datang, suasana kembali terkendali. Kecemasan Para Pria perlahan sirna dan sedikit Rilex.


Evelyn yang bergelendotan di punggung Kakaknya dengan sangat manja, membuat Vino tersadar.


" Evelyn pasti sangat merindukan Orang Tuanya. Rasanya Aku ingin sekali memutar waktu dan menghapus ingatan kejadian 8 Bulan yang lalu. " batinnya. Mood Vino tiba-tiba berubah dan menyesakkan dada. Ia tahu betul bagaimana sifat Sang Kekasih yang tidak bisa jauh dari Orang Tua, terutama Ibunya,Hilya.


" Aku rasa..setelah pulang dari sini, Aku harus meminta izin kepada Ken dan Yaura untuk menemui Bibi Hilya dan Paman Reino. Lalu menghubungkan mereka melalui telefon. " sambung Vino.


" Kakak... malam ini Kau tidur sendirian. hihihi " Evelyn berbisik ditelinga Kakaknya dan cekikikan.


" Apa Maksudmu?! " tanya Ken sembari mencubit perut Adiknya.


" Kakak tidak tahu? Aku mengira Yaura sudah meminta izin kepadamu. Dengar Kak, Malam ini.. Istrimu tidur dengan Nona Lee.. Kasian hihihi " Evelyn tidak berhenti menertawakan Kakaknya. Mungkin Dia tahu bahwa Yaura dan Sang Kakak sedang marahan. Karena saat di Kamar Nona Lee, Yaura sangat sensitive jika mendengar nama Ken, wajahnya terlihat badmood dan tidak menyenangkan.


" Benarkah? " Ken panik dan uring-uringan, ternyata firasat buruknya menjadi nyata.


" Sungguh. Kasian tidur sendirian lagi 🤣 " Evelyn tak bisa menahan tawanya saat melihat ekspresi Sang Kakak yang sangat lucu, Ia pun memilih meninggalkan area dan masuk kedalam.


" Kenapa Adikmu? " tanya Zayn yang juga bingung melihat ekspresi Ken yang tidak santai, ditambah Evelyn yang ngakak dan pergi begitu saja.


" Dia menertawakanmu karena tidak memiliki Kekasih. " celetuk Ken yang berusaha tetap cool dan santai.


" Aiiiiishhhhhhh " decak Zayn.


Para Pria terus mengobrol untuk saling mengenal satu sama lain. Zayn dan Kevin lah yang paling aktif membuat humor hingga membuat perut terpingkal-pingkal. Kecuali Ken,yang sedang diujung tanduk. Ia hanya bengong sambil menyusun strategi membujuk Istrinya.


********************

__ADS_1


Jangan lupa kritik dan saran🥰


Vote dan Likenya juga yah🥰


__ADS_2