Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
CERMIN


__ADS_3

Setelah cekcok dengan Sang Istri, Ken melanjutkan aktifitasnya. Ia berdiri dibawah shower, air mengalir membasahi Tubuh kekarnya . Sejenak Ia termenung, ingatannya tiba-tiba memutar semua memori pertemuannya dengan Yaura ,


" Dia Siapa sebenarnya ? Wanita malam yang aku temui di Bar & Hotel, Perebut Pria Lain seperti yang Evelyn ceritakan , atau Wanita Baik yang telah Menolong Ibu dan Anak kecil yang hampir Aku tabrak. dan Sifatnya sangat berbanding terbalik dengan yang Aku ekspetasikan sebelumnya " ( mungkin Ken berfikir Yaura akan menggodanya , dan mencari kesempatan untuk mendapatkan semua uangnya )


Ken terus berfikir keras tentang Siapa sebenarnya Yaura.


" Persetan dengan semuanya , bagaimanapun Dia adalah Istriku sekarang, Aku harus mengetahui siapa Dia sebenarnya " Ken mendongakkan wajahnya , hingga butiran air jatuh ke wajah tampannya, Matanya terpejam ..


DAPUR


Malam mulai larut ,


Setelah mandi dan memakai pakaian tidur, Yaura pergi di Dapur untuk membuatkan suaminya makan malam. Di sana Ia berpapasan dengan Evelyn,


Dengan tatapan tidak suka dan mata yang dipenuhi amarah , Evelyn yang melihat Yaura pun segera menarik tangan Kakak Iparnya tersebut dengan kasar.


" Puas Kau membuatku dimarahi oleh Kakak ku sendiri Hah ? " ucapnya seraya berteriak.


" Kau menyakitiku Evelyn, Lepaskan .. " Lirih Yaura , Ia terheran dengan Sikap Evelyn .


" Kau kenapa ? , " sambungnya Kembali seraya memegang tangan Evelyn .


Namun Evelyn menepisnya,


" Jangan berpura-pura baik di Depan ku, Itu membuatku semakin Jijik melihatmu ."tegas Evelyn , matanya menyorot tajam.


" Evelyn Aku tidak mengerti maksudmu, dan Aku tidak tahu kalau Ken memarahimu " Lirihnya kembali, Wajah Yaura benar2 polos .


" Tunjukkan saja pada Orang lain sikap sok manismu itu. Kau telah mengadu kepada Kakak hanya karena Aku tidak menjemputmu , dan Kau juga menghasut Kakak agar memarahi dan membenciku Benarkan ?! "


" Aku tidak mengatakan apapun kepada Kakakmu Evelyn, dan sama sekali tidak menghasutnya .Percayalah kepadaku Evelyn.."


" Apa? Mempercayaimu ? Sampai kapanpun Aku tidak akan mempercayai dirimu Itu ! "


Melihat Evelyn yang marah besar kepadanya, membuat Yaura menghela nafas,


" Baiklah Evelyn, Aku minta maaf kepadamu karena Aku .. Ken memarahimu , Aku minta maaf " Lirih Yaura , ia mencoba menenangkan Evelyn.


" Kata maaf itu tidak pantas diucapkan Oleh Wanita Murahan seperti dirimu, setelah Merebut Pria milik Orang lain kau juga berusaha menghancurkan Hubungan Kakak & Adik . Menjijikkan ." Evelyn berucap dengan penuh penegasan, kemudian Ia berlalu begitu saja.


Mendengar kata-kata yang Evelyn yang begitu menusuk hatinya , membuat Yaura mematung.


" Wanita murahan ? Merebut Pria milik orang lain? Apa maksudnya.." seraya menyesakkan dada, Ia mencoba berfikir keras apa maksud dari perkataan Evelyn.


" Ken juga mengatakan hal yang sama .. apa maksud dari mereka semua "


Mencoba melupakan kejadian tadi, Yaura segera melanjutkan langkahnya ke Dapur.


melihat makanan yang sudah siap,


" Bibi Ratih , kenapa Bibi yang menyiapkannya , Aku jadi tidak enak hati, padahal Aku sudah berjanji untuk membuatnya bersama-sama "


" Nona, tidak apa-apa .. Bibi lihat tadi Nona sedang mengobrol dengan Nona Evelyn . Bibi Takut jika Nona tidak segera membuatkan makanan Nanti Tuan Ken marah kepada Nona "


" Bibi sangat Baik, terima kasih Bibi .." Yaura tiba-tiba memeluk Bibi Ratih seraya tersenyum .


" Nona.. Jangan memeluk Bibi, Bibi bau keringat " ucap Bibi Ratih seraya berusaha menjauhkan tubuh Istri Tuannya.


Namun Yaura tidak mau melepaskan pelukannya,


" Sudah lama Aku tidak memeluk Ibu-ku " lirih Yaura,


" Nona , Pasti Ibu Nona sangat cantik dan Baik seperti Nona "


Yaura melepaskan pelukannya,


" Benar, Ibuku sangat cantik seperti Bibi " pujinya seraya tersenyum.


Ia segera pamit untuk mengantarkan makan malam untuk suaminya,

__ADS_1


Kamar


Merasa membawa banyak makanan di nampan, Ia kesulitan untuk membuka Pintu, dan meminta Robin untuk membukakannya , kebetulan Robin lewat .


Ken yang sedang mengambil remot AC di soffa pun melihat Istrinya yang kesulitan membawa nampan, Ia segera menghampirinya,


" Kenapa Kau yang membawanya? Apa Kau berniat untuk menggantikan Robin ?! suruh Robin yang membawanya" Ken segera mengambil alih nampan dari tangan Yaura.


" Ini ide ku sendiri, sudah jangan memperpanjang hal sepele . Makanlah .." Yaura menutup pintu dan menguncinya.


Ken segera menaruh nampan tersebut di meja, Ia segera mendudukkan tubuhnya. Yaura pun segera duduk di depannya,


" Kau juga daritadi belum makan , makanlah " Ucap Ken seraya mengambil makanan.


" Aku sudah kenyang , "


" Makanlah ! ."


Yaura pun menuruti perintah suaminya,


Mereka berdua pun kini menikmati makan malam bersama meskipun dengan suasana yang sunyi.


Setelahnya , Ken menyuruh Robin untuk membereskan semuanya.


Ken segera beranjak dan mengambil sebuah Laptop yang ada di meja,


" Besok Aku akan mulai bekerja Ken, pekerjaanku sangat tidak fleksibel. Kadang terlalu Pagi, siang bahkan malam hari . Aku meminta izin kepadamu " to the point Yaura.


Ken yang sedang mengambil Laptop pun segera mendelik ke arahnya,


" Fleksibel ? " Ken menyipitkan kedua matanya.


Yaura hanya menganggukkan kepala.


Ken segera duduk di samping Yaura, setelahnya Ia mengeluarkan sebuah Debit Card dari dompetnya.


" Pakai Ini . Kau tidak perlu Bekerja "


" Apa Maksudmu ?"


" Sudah jelas maksudku. Kau tidak perlu bekerja , Pakai Debit Card itu . masih kurang jelas ?" Ken berkata dengan sangat datar, Ia mulai membuka laptop.


" Tidak perlu Ken, Kau tidak menuntutku ganti rugi saja itu sudah cukup "


" Tidak perlu banyak berkata. Bagaimanapun Kau Istriku, Aku tidak ingin orang lain menilaiku tidak menafkahimu. " juteknya.


Yaura sejenak berfikir,


" Baiklah Aku menerimanya. Tapi Aku mohon Ken, jangan melarangku Bekerja, Aku sangat membutuhkan Pekerjaan itu " Yaura memelaskan wajahnya,


" Itu sudah lebih dari Cukup . Kau tidak perlu khawatir"


" Tapi Ken .. Aku benar-benar tidak bisa melepaskan Pekerjaanku, Aku mohon izinkan Aku "


" Berapa Miliyar yang Kau butuhkan? "


" Bukan masalah Nominalnya Ken . tapi ini untuk Kelanjutan Hidupku dimasa depan. Jika Aku kehilangan Pekerjaanku , lalu bagaimana nasibku di masa depan jika suatu saat nanti Kau menceraikan ku ? " Yaura berkata dengan sangat dalam.


Mendengar kata ' Cerai ' Ken langsung mengalihkan pandangannya kepada Wanita yang ada di sampingnya.


Ia menatap mata Yaura dengan sangat dalam. tersadar, Ia pun segera mengalihkan pandangannya ke Laptop.


" Bagaimana Ken? Kau mengizinkanku ? " tanya Yaura kembali.


" Terserah Kau saja, "


" Terserah ? Jangan ambigu Ken, Kau mengizinkanku atau tidak ? "


" Iyah Kau boleh bekerja. sudah jangan mengganggu ."

__ADS_1


" Benarkah ? " Yaura mencoba meyakinkan .


Mendengar Yaura yang terus bertanya kepadanya, membuatnya menatap tajam .


" Kau bilang Kau seorang Penerjemah . menerjemahkan perkataanku saja tidak Bisa . Bodoh "


Yaura mengerutkan keningnya,


" Siapapun yang berbicara denganmu tidak akan bisa mengerti semua maksudmu, karena Kau sering berbicara tidak jelas "


"Kemarilah .." Ken tiba-tiba memegang tangan Yaura , lalu membawanya ke depan Cermin .


" Kau tahu ini Apa ? " tanya Ken yang kini berada tepat di belakangnya .


" Ini Cermin . masih bertanya "


" Kau tahu gunanya Cermin ? "


" Jelas gunanya untuk bercermin . "


" Kau harus lebih banyak BERCERMIN " Bisiknya ke telinga Yaura membuat bulu kuduknya merinding . Ia kemudian kembali memainkan Laptop.


Seakan mengerti maksud Ken, Yaura pun memasang wajah kesal .


" Kantor ku jaraknya sedikit Jauh dari sini, jadi ketika Aku pulang terlambat , Aku minta maaf " Yaura mencoba menghilangkan kekesalannya.


" Dimana ? " Singkat Ken .


" Tentu di Wilayah Departement Pemerintah . "


" Pak Tio akan mengantarkanmu nanti . "


" Baiklah .. " Yaura kemudian mendudukkan tubuhnya di soffa.


Malam mulai larut, namun Ken tak kunjung menyelesaikan tugasnya, Ia masih fokus mengotak atik Laptop.


" Kenapa Ken lama sekali .. ini sudah pukul 00.45 Dini hari " Matanya mulai sayu .


Terlalu fokus di Laptop, Ken tidak sadar bahwa Yaura belum tidur karena menunggunya.


" Kenapa Kau belum tidur ? " Ken memandang Istrinya.


" Kau lama sekali .. " lirihnya.


" Astaga.. Dia sampai menungguku " gumam Ken, dan segera menutup Laptop .


" Tidurlah .. " ucap Ken dan segera mematikan lampu kamar.


Melihat Ken sudah menyelesaikan tugas dan mematikan lampu, Yaura pun segera merebahkan dirinya di soffa . Merasa sangat mengantuk, Ia pun begitu cepatnya terlelap .


Melihat sang istri tidak memakai selimut,


" Dimana selimutnya .. " lirih Ken , Ia pun menoleh ke samping .ternyata selimutnya ada di kasurnya.


" Ceroboh . Tidak memakai selimut," gumamnya.


Ken pun segera beranjak dan memberikan selimut itu kepada Istrinya,


" Yaura bangunlah .. ini selimutnya .. " tak merespon, Ia pun berjongkok dan memandang Istrinya .


" Yaura .. " lirih Ken dengan sangat pelan .


" Dia benar-benar terlelap " Ken pun segera berdiri dan Menyelimuti tubuh Istrinya.


......................


BUTUH SARAN DAN KRITIKKKKKK


JANGAN LUPA LIKE NYA GAES WKWKWKKW

__ADS_1


Karena Ken & Yaura tidak saling mengenal, jadi Author pengen bikin feel mereka berdua dulu yah, rasanya aneh jika ujug-ujug ke permasalahan .


__ADS_2