
Setelah cekcok dengan Sang Istri, Ken melanjutkan aktifitasnya. Ia berdiri dibawah shower, air mengalir membasahi Tubuh kekarnya . Sejenak Ia termenung, ingatannya tiba-tiba memutar semua memori pertemuannya dengan Yaura ,
" Dia Siapa sebenarnya ? Wanita malam yang aku temui di Bar & Hotel, Perebut Pria Lain seperti yang Evelyn ceritakan , atau Wanita Baik yang telah Menolong Ibu dan Anak kecil yang hampir Aku tabrak. dan Sifatnya sangat berbanding terbalik dengan yang Aku ekspetasikan sebelumnya " ( mungkin Ken berfikir Yaura akan menggodanya , dan mencari kesempatan untuk mendapatkan semua uangnya )
Ken terus berfikir keras tentang Siapa sebenarnya Yaura.
" Persetan dengan semuanya , bagaimanapun Dia adalah Istriku sekarang, Aku harus mengetahui siapa Dia sebenarnya " Ken mendongakkan wajahnya , hingga butiran air jatuh ke wajah tampannya, Matanya terpejam ..
DAPUR
Malam mulai larut ,
Setelah mandi dan memakai pakaian tidur, Yaura pergi di Dapur untuk membuatkan suaminya makan malam. Di sana Ia berpapasan dengan Evelyn,
Dengan tatapan tidak suka dan mata yang dipenuhi amarah , Evelyn yang melihat Yaura pun segera menarik tangan Kakak Iparnya tersebut dengan kasar.
" Puas Kau membuatku dimarahi oleh Kakak ku sendiri Hah ? " ucapnya seraya berteriak.
" Kau menyakitiku Evelyn, Lepaskan .. " Lirih Yaura , Ia terheran dengan Sikap Evelyn .
" Kau kenapa ? , " sambungnya Kembali seraya memegang tangan Evelyn .
Namun Evelyn menepisnya,
" Jangan berpura-pura baik di Depan ku, Itu membuatku semakin Jijik melihatmu ."tegas Evelyn , matanya menyorot tajam.
" Evelyn Aku tidak mengerti maksudmu, dan Aku tidak tahu kalau Ken memarahimu " Lirihnya kembali, Wajah Yaura benar2 polos .
" Tunjukkan saja pada Orang lain sikap sok manismu itu. Kau telah mengadu kepada Kakak hanya karena Aku tidak menjemputmu , dan Kau juga menghasut Kakak agar memarahi dan membenciku Benarkan ?! "
" Aku tidak mengatakan apapun kepada Kakakmu Evelyn, dan sama sekali tidak menghasutnya .Percayalah kepadaku Evelyn.."
" Apa? Mempercayaimu ? Sampai kapanpun Aku tidak akan mempercayai dirimu Itu ! "
Melihat Evelyn yang marah besar kepadanya, membuat Yaura menghela nafas,
" Baiklah Evelyn, Aku minta maaf kepadamu karena Aku .. Ken memarahimu , Aku minta maaf " Lirih Yaura , ia mencoba menenangkan Evelyn.
" Kata maaf itu tidak pantas diucapkan Oleh Wanita Murahan seperti dirimu, setelah Merebut Pria milik Orang lain kau juga berusaha menghancurkan Hubungan Kakak & Adik . Menjijikkan ." Evelyn berucap dengan penuh penegasan, kemudian Ia berlalu begitu saja.
Mendengar kata-kata yang Evelyn yang begitu menusuk hatinya , membuat Yaura mematung.
" Wanita murahan ? Merebut Pria milik orang lain? Apa maksudnya.." seraya menyesakkan dada, Ia mencoba berfikir keras apa maksud dari perkataan Evelyn.
" Ken juga mengatakan hal yang sama .. apa maksud dari mereka semua "
Mencoba melupakan kejadian tadi, Yaura segera melanjutkan langkahnya ke Dapur.
melihat makanan yang sudah siap,
" Bibi Ratih , kenapa Bibi yang menyiapkannya , Aku jadi tidak enak hati, padahal Aku sudah berjanji untuk membuatnya bersama-sama "
" Nona, tidak apa-apa .. Bibi lihat tadi Nona sedang mengobrol dengan Nona Evelyn . Bibi Takut jika Nona tidak segera membuatkan makanan Nanti Tuan Ken marah kepada Nona "
" Bibi sangat Baik, terima kasih Bibi .." Yaura tiba-tiba memeluk Bibi Ratih seraya tersenyum .
" Nona.. Jangan memeluk Bibi, Bibi bau keringat " ucap Bibi Ratih seraya berusaha menjauhkan tubuh Istri Tuannya.
Namun Yaura tidak mau melepaskan pelukannya,
" Sudah lama Aku tidak memeluk Ibu-ku " lirih Yaura,
" Nona , Pasti Ibu Nona sangat cantik dan Baik seperti Nona "
Yaura melepaskan pelukannya,
" Benar, Ibuku sangat cantik seperti Bibi " pujinya seraya tersenyum.
Ia segera pamit untuk mengantarkan makan malam untuk suaminya,
__ADS_1
Kamar
Merasa membawa banyak makanan di nampan, Ia kesulitan untuk membuka Pintu, dan meminta Robin untuk membukakannya , kebetulan Robin lewat .
Ken yang sedang mengambil remot AC di soffa pun melihat Istrinya yang kesulitan membawa nampan, Ia segera menghampirinya,
" Kenapa Kau yang membawanya? Apa Kau berniat untuk menggantikan Robin ?! suruh Robin yang membawanya" Ken segera mengambil alih nampan dari tangan Yaura.
" Ini ide ku sendiri, sudah jangan memperpanjang hal sepele . Makanlah .." Yaura menutup pintu dan menguncinya.
Ken segera menaruh nampan tersebut di meja, Ia segera mendudukkan tubuhnya. Yaura pun segera duduk di depannya,
" Kau juga daritadi belum makan , makanlah " Ucap Ken seraya mengambil makanan.
" Aku sudah kenyang , "
" Makanlah ! ."
Yaura pun menuruti perintah suaminya,
Mereka berdua pun kini menikmati makan malam bersama meskipun dengan suasana yang sunyi.
Setelahnya , Ken menyuruh Robin untuk membereskan semuanya.
Ken segera beranjak dan mengambil sebuah Laptop yang ada di meja,
" Besok Aku akan mulai bekerja Ken, pekerjaanku sangat tidak fleksibel. Kadang terlalu Pagi, siang bahkan malam hari . Aku meminta izin kepadamu " to the point Yaura.
Ken yang sedang mengambil Laptop pun segera mendelik ke arahnya,
" Fleksibel ? " Ken menyipitkan kedua matanya.
Yaura hanya menganggukkan kepala.
Ken segera duduk di samping Yaura, setelahnya Ia mengeluarkan sebuah Debit Card dari dompetnya.
" Pakai Ini . Kau tidak perlu Bekerja "
" Apa Maksudmu ?"
" Sudah jelas maksudku. Kau tidak perlu bekerja , Pakai Debit Card itu . masih kurang jelas ?" Ken berkata dengan sangat datar, Ia mulai membuka laptop.
" Tidak perlu Ken, Kau tidak menuntutku ganti rugi saja itu sudah cukup "
" Tidak perlu banyak berkata. Bagaimanapun Kau Istriku, Aku tidak ingin orang lain menilaiku tidak menafkahimu. " juteknya.
Yaura sejenak berfikir,
" Baiklah Aku menerimanya. Tapi Aku mohon Ken, jangan melarangku Bekerja, Aku sangat membutuhkan Pekerjaan itu " Yaura memelaskan wajahnya,
" Itu sudah lebih dari Cukup . Kau tidak perlu khawatir"
" Tapi Ken .. Aku benar-benar tidak bisa melepaskan Pekerjaanku, Aku mohon izinkan Aku "
" Berapa Miliyar yang Kau butuhkan? "
" Bukan masalah Nominalnya Ken . tapi ini untuk Kelanjutan Hidupku dimasa depan. Jika Aku kehilangan Pekerjaanku , lalu bagaimana nasibku di masa depan jika suatu saat nanti Kau menceraikan ku ? " Yaura berkata dengan sangat dalam.
Mendengar kata ' Cerai ' Ken langsung mengalihkan pandangannya kepada Wanita yang ada di sampingnya.
Ia menatap mata Yaura dengan sangat dalam. tersadar, Ia pun segera mengalihkan pandangannya ke Laptop.
" Bagaimana Ken? Kau mengizinkanku ? " tanya Yaura kembali.
" Terserah Kau saja, "
" Terserah ? Jangan ambigu Ken, Kau mengizinkanku atau tidak ? "
" Iyah Kau boleh bekerja. sudah jangan mengganggu ."
__ADS_1
" Benarkah ? " Yaura mencoba meyakinkan .
Mendengar Yaura yang terus bertanya kepadanya, membuatnya menatap tajam .
" Kau bilang Kau seorang Penerjemah . menerjemahkan perkataanku saja tidak Bisa . Bodoh "
Yaura mengerutkan keningnya,
" Siapapun yang berbicara denganmu tidak akan bisa mengerti semua maksudmu, karena Kau sering berbicara tidak jelas "
"Kemarilah .." Ken tiba-tiba memegang tangan Yaura , lalu membawanya ke depan Cermin .
" Kau tahu ini Apa ? " tanya Ken yang kini berada tepat di belakangnya .
" Ini Cermin . masih bertanya "
" Kau tahu gunanya Cermin ? "
" Jelas gunanya untuk bercermin . "
" Kau harus lebih banyak BERCERMIN " Bisiknya ke telinga Yaura membuat bulu kuduknya merinding . Ia kemudian kembali memainkan Laptop.
Seakan mengerti maksud Ken, Yaura pun memasang wajah kesal .
" Kantor ku jaraknya sedikit Jauh dari sini, jadi ketika Aku pulang terlambat , Aku minta maaf " Yaura mencoba menghilangkan kekesalannya.
" Dimana ? " Singkat Ken .
" Tentu di Wilayah Departement Pemerintah . "
" Pak Tio akan mengantarkanmu nanti . "
" Baiklah .. " Yaura kemudian mendudukkan tubuhnya di soffa.
Malam mulai larut, namun Ken tak kunjung menyelesaikan tugasnya, Ia masih fokus mengotak atik Laptop.
" Kenapa Ken lama sekali .. ini sudah pukul 00.45 Dini hari " Matanya mulai sayu .
Terlalu fokus di Laptop, Ken tidak sadar bahwa Yaura belum tidur karena menunggunya.
" Kenapa Kau belum tidur ? " Ken memandang Istrinya.
" Kau lama sekali .. " lirihnya.
" Astaga.. Dia sampai menungguku " gumam Ken, dan segera menutup Laptop .
" Tidurlah .. " ucap Ken dan segera mematikan lampu kamar.
Melihat Ken sudah menyelesaikan tugas dan mematikan lampu, Yaura pun segera merebahkan dirinya di soffa . Merasa sangat mengantuk, Ia pun begitu cepatnya terlelap .
Melihat sang istri tidak memakai selimut,
" Dimana selimutnya .. " lirih Ken , Ia pun menoleh ke samping .ternyata selimutnya ada di kasurnya.
" Ceroboh . Tidak memakai selimut," gumamnya.
Ken pun segera beranjak dan memberikan selimut itu kepada Istrinya,
" Yaura bangunlah .. ini selimutnya .. " tak merespon, Ia pun berjongkok dan memandang Istrinya .
" Yaura .. " lirih Ken dengan sangat pelan .
" Dia benar-benar terlelap " Ken pun segera berdiri dan Menyelimuti tubuh Istrinya.
......................
BUTUH SARAN DAN KRITIKKKKKK
JANGAN LUPA LIKE NYA GAES WKWKWKKW
__ADS_1
Karena Ken & Yaura tidak saling mengenal, jadi Author pengen bikin feel mereka berdua dulu yah, rasanya aneh jika ujug-ujug ke permasalahan .