Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
8 Bulan Berlalu


__ADS_3

MALAM HARI


Ken sudah melepas seragam duka dan membersihkan dirinya di Rumah Sakit, kaos pendek berwarna putih nampak Ia pakai sebagai pakaian santai. ( Sadar Istrinya masih hidup,Ken tidak mengenakan baju hitam sebagai rasa berkabung )


" Kenapa Kau lama sekali tidurnya Sayang, Aku merindukanmu. ini sudah malam, dan Kau tidur seharian.. " Ken mengelus lembut pipi Istrinya dengan penuh kasih sayang, senyum tipis nampak menghiasi bibir sexy nya.


" Melihatmu tertidur, Aku baru sadar, Kau seperti Putri Salju,bukan Nenek Sihir. Kau sangat cantik, juga baik hati, hanya saja Wajahmu sangat jutek dan sedikit menyebalkan, tapi Aku Sayang.. " Ken berbicara sendiri tanpa ada orang yang mendengarkannya, pandangannya hanya tertuju pada Wajah Sang Istri.


" Di dalam cerita dongeng, Putri Salju akan bangun ketika dicium oleh Pangerannya. Aku rasa.. Aku adalah Pangeranmu,karena Aku tampan. benar kan, Sayang? " Ken memuji dirinya sendiri dengan begitu percaya diri, sambil menahan tawa. Ia berharap Yaura akan bangun dan menyauti ucapannya.


" Bicaralah , biasanya Kau akan Protes jika Aku menyebut diriku tampan. ' Jangan terlalu percaya diri, Kau jelek ! ' " Ken menirukan nada bicara Sang Istri yang begitu dingin dan ketus.


Tawa Ken mulai sirna, saat melihat Yaura benar-benar tidak membuka matanya. Wajahnya kembali murung dan menundukkan pandangan,


" Datanglah ke mimpiku malam ini,Sayang.. Aku merindukanmu.. " lirih Ken dengan lembut.


Tiba-tiba, Pak Agus masuk dan mengajaknya mengobrol sesuatu yang penting.


PENJARA


Para Iblis kini menekam di Penjara, dengan penjagaan yang sangat ketat. Alfin memberi perintah kepada Kepala Polisi untuk memasukkan BOM C4 kedalam sel yang dihuni oleh Manusia yang tidak pantas dimanusiakan.


" Jika Kalian menerima suap dan kembali membebaskan mereka, maka jangan heran jika Aku yang akan meledakkan BOM di Sel itu,termasuk Kalian yang akan lenyap di dalamnya ! BOM C4 ledakannya sangat kuat dan membuat tubuh Kalian melebur ! " Ketus Alfin dari telefon.


" Satu Centi saja mereka berhasil meloloskan diri Sel,maka tanggung sendiri akibatnya. Sniper NIS dan Tentara Kepercayaanku akan mengawasi Kalian ! jadi jangan main-main ! " sambungnya.


DEGG !!!! Jantung Kepala Polisi berdetak dengan cepat saat Alfin mengancam meledakkan BOM jika Para Iblis mencoba meloloskan diri. matanya menyoroti setiap sudut Ruangan yang memang sudah diletakkan BOM.


" Ba-baiklah Alfin, Aku akan menuruti perintahmu. " tuturnya dengan terbatah.


Alfin pun langsung mematikan sambungan telefon.


" JANGAN ADA YANG MELOLOSKAN MEREKA ! ALFIN AKAN MELEDAKKAN SEL INI JIKA KITA MELAWANNYA ! CARI AMAN ! " Teriak Kepala Polisi kepada bawahannya, setelahnya Ia langsung berlalu pergi.


DEGG !! Para Iblis membulatkan kedua matanya saat melihat BOM berada di depan mata mereka.


" SIALAN ALFIN ! " umpat Pak Diyo,kakinya menendang pintu jeruji besi.


Hilya,Bianca dan Helena nampak ketakutan. Hilya yang hilang harapan karena rekeningnya sudah dibekukan oleh Anaknya sendiri, Bianca yang merupakan Warga Sipil biasa mudah sekali gemetar, dan Helena yang merupakan Anak Buah Alfin begitu faham dengan Ketuanya.


" Kak Alfin sangat menyeramkan, Aku sangat faham bagaimana wataknya, Dia tidak pernah bermain-main dengan ucapannya.. " lirih Helena dalam hati.


Sementara Ayah Reino nampak terdiam dan lesu, omongan Ken begitu masuk ke relung hatinya.


" Aku tidak pernah melihat Ken melawanku seperti ini.. dan Evelyn, Dia bahkan menampar Ibunya sendiri.. " lirihnya dalam hati.


Edward yang merasa ditipu dan menyesal telah membantu Reino, Ia tak henti-hentinya mengumpat dan berteriak di hadapan Reino.


" Anj*ng Kau Reino ! jadi selama ini Kau adalah Baj*ngan ! Aku akan membunuhmu Reino ! " teriak Edward histeris, kakinya tak pernah berhenti menendangi sel.


Fyi : sel mereka terpisah dan sendiri.


Iyah, ini adalah malam pertama dimana Para Iblis menghabiskan tidurnya di penjara,yang jauh dari fasilitas mewah nan berkelas. Nyamuk,bau tidak enak, juga kurangnya kebersihan membuat mereka tersiksa.


RUMAH KEN


Vino,Alex dan Kevin mendapat amanah dari Ken untuk menjaga Sang Adik dan saudaranya untuk sementara waktu saat Ia tidak ada. Semua Orang di Rumah itu memakai kaos atau pakaian santai berwarna Hitam sebagai rasa duka atas kehilangan Yaura.


Evelyn yang juga memakai baju Hitam tidak pernah berhenti menangis sedari pagi,hingga membuat matanya bengkak. Tidak ada Orang Tua atau Sang Kakak disisinya membuat dirinya begitu tersiksa. ditambah dengan Ken yang menyuruhnya untuk mengambil alih Perusahaan membuat Kepalanya ingin pecah.


" Yaura.. Aku minta maaf dan sangat menyesal,tolong kembalilah Yaura,supaya Kak Ken tidak gila .. hikssss " Evelyn menangis, Ia terus mengusap ingus dan air mata tanpa henti, hingga membuat tissu berserakan di lantai.


Mendengar permintaan konyol Evelyn,membuat Lolly menggerutu.


" Aku rasa bukan Kak Ken yang gila,tetapi Kau yang gila ! mana mungkin Kak Yaura akan kembali,Dia sudah tenang. " saut Lolly sembari memutar bola matanya.


" Huhuhuhuhu pokoknya Yaura harus kembali !!!! Kak Ken menyuruhku mengurus perusahaan, Aku tidak mau ! Kalo begitu.. Kau saja Lolly yang mengurus perusahaan, Aku akan memberimu gaji berkali-kali lipat .. " teriak Evelyn yang semakin membuat Lolly jengkel.


" Mengurus diriku saja tidak becus, apalagi perusahaan ! " sentak Lolly.


" Aku tidak mau tahu ! harus Kau yang mengurus perusahaan ! " Ketus Evelyn yang tidak mau kalah. Lolly yang umurnya tidak jauh beda dengan Evelyn pun nampaknya semakin semangat beradu mulut dengan Saudaranya.


Melihat mereka berdebat,membuat Anin yang ada diambang pintu menutup telinganya rapat-rapat dan mendengus kasar.


" DIAM !!!!! " Sentak Anin.


Lolly dan Evelyn seketika diam saat Anin menyentaknya.


" Kalian ini selalu saja bertengkar ! bisa-bisa Aku yang gila karena mengurus Kalian ! " Ujar Anin yang tidak bisa membayangkan jika setiap hari harus menghadapi Para Bocil.


" Lolly yang salah ! Dia selalu saja menolak jika Aku membutuhkan bantuannya. " Evelyn menatap tajam Lolly.


" Evelyn yang salah Kak ! Dia menyuruhku untuk mengurus perusahaan ,jelas Aku tidak mau ! " Ketus Lolly,matanya melotot sempurna ke arah Evelyn.


Anin hanya bisa mlongo saat peperangan kedua bocil kembali berlanjut, Ia memegangi kepalanya yang terasa begitu pening.


" Lebih baik Aku tidur daripada mendengarkan mereka. " Anin berbalik badan dan melangkah keluar dengan tergesa-gesa.


Ia berpapasan dengan Vino dan Alex,


" Sepertinya ada teriakan .. " ucap Vino dengan polosnya.


" Upin dan Ipin sedang bertengkar, silahkan Kau saja yang menghadapi mereka. " Anin tersenyum dengan muka yang masam,setelahnya Ia langsung berlalu pergi.


" Evelyn dan Lolly memang tidak ada bedanya.selalu membuat keributan .. " Alex menggaruk kepalanya dan melanjutkan langkahnya bersama Vino.


CAMP.MILITER


Berbaju Hitam Militer karena masih sedih atas kepergian Yaura, David melampiaskan semua kemarahan dan kesedihan atas takdir Tuhan yang mengambil nyawa Wanita yang dicintainya.


Dorrrrr dorrrr dorrr dorrr dorrrr Ia menembaki papan target tanpa henti hingga membuatnya berlubang.


Mata yang berkaca dan memerah, tatapan yang begitu tajam mengisyaratkan banyak kemarahan.


" Kau seharusnya melenyapkan mereka Yaura !!!! Bukan malah Kau yang lenyap !!!! Aku sangat mencintaimu sejak dulu !!! Aku masih bisa menerima Kau menikah dengan lelaki lain !!! tetapi Aku tidak bisa menerima jika Kau TIADA seperti ini Yaura !! Kembalilah... Aku mohon.. " David menangis dan terkulai, tenaganya menghilang. Hatinya terus merasa sesak jika mengingat fakta bahwa Yaura sudah tiada.


" Wanita baik seperti dirimu tidak pantas mengalami hal tragis ini Yaura, hikssss "



Meskipun seorang Tentara dan Gagah, tetapi Dia tetaplah Pria yang memiliki hati dan rasa cinta. mungkin David masih bisa terima saat Yaura tidak menggubris rasa cintanya, tetapi Ia tidak bisa terima dengan takdir Tuhan yang memisahkannya dengan Dunia yang berbeda.


BAR


Kacau, sedih, terpukul dan geram bercampur menjadi satu,membuat Alfin melampiaskannya dengan minuman. Sepuluh Tahun Dia mengenal Yaura dan memiliki perasaan kepadanya membuat hati Alfin begitu sakit,tapi tak berdarah.


" Meskipun Aku tidak mengutarakan perasaanku kepadamu, tetapi Aku sangat mencintaimu,Yaura. Kembalilah.. " lirihnya dalam hati seraya menenggak botol Wine yang Ia minum tanpa menggunakan gelas.


Alfin sangat frustasi dan tidak bisa menerima kenyataan.


Dari kejauhan,Lisya yang juga ada di Bar melihat Alfin menenggak banyak minuman,


" Sepertinya Alfin sangat terpukul, tetapi Dia sendirian.. " lirihnya dalam hati, bibirnya nampak menyeruput secawan Anggur Merah. pandangannya tak pernah luput dari Alfin yang sudah mulai tepar.


" Kalian pulang duluan saja, Aku harus menemui seseorang.. " Lisya pamit kepada temannya,dan beranjak mendekati Alfin.


Benar saja, sudah banyak botol Wine dihabiskan oleh Alfin yang membuat Lisya begitu syok.


" Kau menghabiskan banyak minuman,berhentilah ! sebaiknya Kau pulang.. " Lisya langsung mengambil botol Wine dari tangan Alfin.


Sempoyongan dan pandangan begitu samar, melihat seorang Wanita dihadapannya membuat Alfin menarik sudut bibirnya.


" Pergilah... Aku tidak tertarik denganmu.. " Alfin tertawa sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat berat.


" Sepertinya, Dia sudah kehilangan kesadaran.. " lirih Lisya dalam hati, matanya menyorot seluruh sudut Ruangan guna mencari seseorang yang dekat dengan Alfin.


" Heiii kenapa Kau diam saja disini? hush hush hush sana pergi .. " mulut Alfin mulai meracau dan ngawur.


Hendak berdiri,


Brughhhhhhhhhhhh


" Alfin, Kau mabuk berat .. " ucap Lisya seraya mendekap Alfin yang sama sekali tak kuat berdiri.

__ADS_1


Semakin larut, Lisya memutuskan untuk mengantar Alfin ke Rumahnya. Ia memapahnya hingga ke parkiran.


Didalam mobil


Lisya memutuskan menggunakan mobilnya untuk mengantar Alfin,


" Tapi Aku lupa dimana Rumahnya.. " lirihnya dalam hati,tangannya memasang seatbelt.


" Yaura... Kau sangat cantik... Aku bahagia Kau sudah kembali.. " Alfin berbicara ngalor ngidul, tatapannya begitu nakal.


Degg !! Hati Lisya tersayat saat mendengarnya.wajar saja, sejak dulu Lisya memang sangat mencintai Alfin.


" Aku bukan Yaura, tetapi Lisya.. " jawab Lisya sambil menghidupkan mesin.


" Aku janji tidak akan bertengkar denganmu lagi Yaura.. omong-omong kenapa Kau disini?.. Ken pasti marah kepadamu jika bersamaku.. " Alfin mendekatkan wajahnya ke Lisya yang sedang fokus mengemudi.


" Alfin. Aku sedang menyetir,menjauhlah.. " tangan Lisya mencoba mendorong tubuh Alfin yang semakin agresif karena pengaruh Alkohol.


" Aku sangat mencintaimu,Yaura... kenapa Kau tidak peka ! " suara Alfin semakin memberat, tangannya terus meraih tengkuk Lisya.


Lisya menggigit bibir bawahnya dan mendadak kacau, melihat Hotel diseberang sana,


" Sebaiknya Aku Istirahatkan Alfin disana saja.. Dia membahayakanku.. " lirih Lisya.


HOTEL DYNAMIC


Sebuah Hotel Bintang Lima milik Alex dan Vino menjadi tempat yang cocok untuk keadaan darurat seperti ini. Lisya langsung membawa Alfin check in dan masuk ke Kamar Hotel.


Kamar No.265


Setelah membuka pintu, Lisya langsung membaringkan tubuh Alfin ke Ranjang berukuran King Size.


Brughhhhhhhh Alfin terlentang di kasur yang empuk.


" Minumlah.. " Lisya membangunkan tubuh Alfin sejenak untuk meminum air putih.


Glekkkkkk Alfin pun langsung menenggak air putih tersebut hingga tak tersisa. dan..


Crrakkkkkkkkkk Ia melemparkan gelas itu ke lantai hingga pecah dan.


Brughhhhhh Alfin menarik tubuh Lisya dan menindihnya.


" Aku mencintaimu,Yaura.. Aku sangat mencintaimu..Hiksss " Alfin memejamkan kedua matanya dan meneteskan air mata hingga membasahi Wajah Lisya.


Degg !!!! Mata Lisya berkaca saat melihat seorang Alfin terus menangis.


" Sedalam itu kah Kau mencintai Yaura? Hingga sangat terpukul dan sedih seperti ini.. " ucap Lisya sambil menyeka pipi Alfin .


Merasakan jemari Wanita menyentuh pipinya, dengan pandangan yang buram dan samar,Alfin menyipitkan kedua matanya.


" Kau bukan Yaura.. Kau... " lirihnya.


" Iyah Aku bukan Yaura, tetapi Lisya.. " jawab Lisya.


" Lisya? kenapa Kau ada disini.. dimana Yaura? " tanya Alfin yang semakin ngawur, fikirannya hanya terpusat pada Yaura.


Lisya tak menjawab, tangannya mendorong tubuh Alfin untuk menjauh.namun...


Slurrrppppppppppp Alfin mel*mat bibir Lisya dengan begitu kasar dengan nafas yang memberat dan gairah yang meningkat.


Lisya mencoba mendorong tubuh Alfin namun sia-sia saja, tenaganya kalah.Tidak seperti Yaura yang punya beribu cara agar bisa lolos,ditambah fakta bahwa Dia sangat mencintai Alfin membuatnya semakin melemah.


Tubuh mereka hampir menempel,kehangatan tubuh Alfin membuatnya begitu nyaman. Lum*tan yang kasar kini menjadi begitu lembut saat Lisya mengalungkan tangannya ke leher Alfin.


Sentuhan yang begitu lembut, membuat tubuh Lisya terhipnotis olehnya.


" Mmmphhhhhh... " desahan yang tertahan membuat Alfin menghentikan aksinya.


Mereka saling beradu pandang dengan tatapan dalam, nafas Alfin begitu berat dan terasa dibawah sana ada sesuatu yang keras.


" Aku ingin melakukannya... " lirih Alfin sambil mengelus lembut pipi Lisya.


Lisya terdiam,matanya sibuk mengamati setiap inchi Wajah Alfin yang sangat tampan,bibir sexy dan sorot mata yang mengisyaratkan banyak arti.


" Aku tidak ingin terbawa suasana.. tetapi.. " lirihnya dalam hati, Hatinya menolak,tetapi tubuhnya menginginkan kehangat dan sentuhan Alfin.


Hendak mencium,


Brughhhhhhh Lisya mendorong tubuh Alfin,wajahnya begitu panik dan cemas.


" Tidak.. tidak.. Aku tidak boleh serendah ini.. " Lisya mencoba mengontrol diri dan akal sehatnya.


Alfin Hendak mengejar Lisya,namun kepalanya begitu pusing dan sempoyongan. Ia tidak kuat, akhirnya memilih terlentang dan memejamkan mata.


Melihat Alfin tertidur,membuatnya lega.


" Syukurlah Ya Tuhan.. Aku hampir kebablasan.. " Lisya mengelus dada dan menghela nafas panjang.


***************************


RUMAH SAKIT STEPHANIE LEE



Bukannya menyewa Hotel Mewah atau Apartement untuk tidur, Ken memilih untuk tinggal di Ruang yang sama dimana Istrinya dirawat.


" Besok.. Aku akan memulai pembangunan dan pembersihan Perusahaanmu lagi,Sayang. Jadi, Aku terpaksa meninggalkanmu sebentar, Kau jangan kemana-mana yah.. Jika ada orang yang jahat kepadamu, langsung saja tembak dengan Pistol, Kau sangat ahli menggunakan senjata,hingga pernah membuatku kewalahan karena melawanmu.. " Ken tersenyum tipis, tangannya mengelus kening Sang Istri.


" Saat Aku pertama kali melihatmu di Hotel Louis, saat itu pula Aku memiliki perasaan aneh yang membuat tubuhku tidak ingin jauh darimu.. Kita saling berpandangan didalam kegelapan.. mata Kita saling menatap dengan tatapan dalam.. Bak Suatu Isyarat bahwa Kita memiliki suatu hubungan yang terperangkap didalam kegelapan,yaitu Masa Lalu mu yang kelam.. "


" Aku menikahimu secara SAH dan tanpa kontrak menjadi bukti bahwa Batin ku begitu mengenali dirimu.. Setiap Aku melihatmu, saat itu pula Aku teringat Yaura Kecil.. Dan malam itu Kau bilang, bahwa Kau adalah Yaura Kecilku yang selama ini Aku cintai.. Aku sangat bahagia dipertemukan denganmu,ditambah lagi Kau adalah Istriku.. "


" Tetapi takdir begitu kejam, Kau kembali lagi dititik terendah setelah berjuang keras melawan semuanya.. perbedaannya adalah, sekarang ada Aku disampingmu dan akan tetap bersamamu sampai kapanpun.. cepatlah sadar, Sayang.. Aku merindukanmu.. " Ken mencium tangan Yaura, dan mengamati Wajahnya dengan seksama.


" Selamat malam,Istriku.. mmmmuuuuuachhhh " Ken mengalihkan ciumannya di Kening Sang Istri.


Setelahnya Ia beranjak dan melangkah menuju sebuah Ranjang yang terletak di sudut Ruangan.


Ken merebahkan tubuhnya disana, dan menatap langit Rumah Sakit.Ia menekuk tangannya di belakang kepala.


Flashback On


" Kalau begitu katakan kepadaku, kebohongan yang membuatmu tetap hidup, atau kejujuran yang akan membuatmu lenyap ? Katakan kepadaku,Ken.. " Yaura menatap Ken dengan tatapan dalam dan sayu.


Flashback Off


" Kenapa Aku telat menyadari semuanya.. Yaura selalu memberiku sinyal bahwa Dia sedang menghadapi masalah besar.. tetapi kenapa Aku tidak memahaminya sejak awal.. " lirih Ken dalam hati dan merasa menyesal.


Ken memejamkan kedua matanya sambil mengingat kembali kebersamaannya dengan Sang Istri.


Pukul 02.00


Kelelahan dan banyak fikiran ,membuat Ken tertidur pulas.


" Yaura.. kenapa Kau ada disini? " Ken melihat Yaura yang berbaju putih dan menyendiri.



" Yaura kenapa Kau diam saja ! Keluarlah ! " Ken mencoba menerobos masuk Ruangan Asing tersebut.


Wanita berambut panjang yang sangat mirip dengan Yaura hanya diam tak berbicara.Hal ini semakin membuat Ken gusar,


" Yaura jawab Aku ! Pegang tanganku dan pulang ! " Ken mengulurkan tangannya.


" Sayang.. Ayo Kita pulang.. Kau jangan ngambek seperti itu.. " lirih Ken, wajahnya begitu memelas.



Yaura tetap diam dan membelakangi Suaminya.



" jangan pergi.. pegang tanganku Yaura ! Kemarilah ! " Ken berusaha menarik tangan Wanita itu,namun perlahan Ia mulai menghilang. dan.

__ADS_1


" YAURA ! " Ken mengerjap,wajahnya berkeringat, Jantungnya berdetak kencang,melihat langit kamar,membuatnya tersadar.Ia pun langsung beranjak dan menghampiri Ranjang Istrinya.


" Syukurlah Kau ada.. " Ken tersenyum tipis dan lega ternyata tadi adalah sebuah mimpi.


" Terima kasih Sayang,Kau sudah datang dalam mimpiku.. omong-omong, Di Dunia Nyata ataupun Di Dunia Mimpi,Kau sama saja.. sangat jutek dan tidak ingin berbicara denganku.. tetapi Kau sangat menggemaskan.. " Ken melebarkan senyumnya, dan..


Mmmmuaachhhhhhhh Ia mengecup bibir Istrinya sekilas.


" Jika datang lagi,berbicaralah..jangan diam seperti tadi.. " Ken berbalik badan dan kembali merebahkan dirinya di Ranjang.


*********************************


PAGI HARI



Ken menanggalkan semua pakaian formal dan memakai pakaian biasa.


" Bagaimana keadaan Istriku? " tanya Ken pada Dokter Lee yang sudah sedari tadi stay di Rumah Sakit.


" Keadaannya masih sama ,belum ada perkembangan. " jawab Dokter Lee seraya melepas Jas Dokternya.


Ken mendekati Ranjang Sang Istri,


" Selamat pagi Istriku.. Aku pergi dulu yah,Sayang.. Jaga dirimu.. " lirih Ken seraya mencium kening Sang Istri.


Melihat ini,membuat Dokter Lee tersenyum


" Sepertinya,Dia sangat mencintai Yaura.. " lirihnya dalam hati.


Karena harus mengerjakan Proyek G&D, Ken terpaksa meninggalkan Ruangan dan pergi bersama Dokter Lee. Ia titipkan Istrinya kepada Bibi Arum dan Staff Khusus Dokter Lee.


" Mobilku ? atau mobilmu? " tanya Dokter Lee, Ia terus mengamati wajah Ken yang begitu tampan paripurna.



" Mobilku. " singkat Ken sambil mengeluarkan kunci mobil dari sakunya.


Mereka berjalan beriringan. tiba-tiba


Brughhhhhhhhhh seseorang tidak sengaja menyenggol Dokter Lee hingga membuat dompetnya yang Ia jinjing terjatuh ke lantai.


" Berhati-hatilah " ucap Ken kepada Orang itu.


" Maaf Tuan,Saya tidak sengaja.. " Orang itu membungkukkan badannya sebagai permintaan maaf.


Dokter Lee tersenyum dan hendak berjongkok,namun..


" Biar Aku yang mengambilnya .. " Ken mencegah Dokter Lee berjongkok karena Rok yang Ia pakai sangat pendek dan Sexy hingga takut membuat Area Pribadinya terlihat. ( Good Boy banget sih Ken😭 jadi makin sayang 😭 ngehargain Wanita banget )


Ken pun berjongkok dan mengambil dompet itu. Melihat Ken yang begitu menjunjung tinggi Kehormatannya membuat Dokter Lee tersentuh,


" Dia lelaki yang baik,sangat sepadan dengan Yaura. Semoga Kalian kembali bersama dan berbahagia.. " lirihnya dalam hati.


" Terima Kasih,Ken.. " ucap Dokter Lee seraya mengulurkan tangannya.


Mobil berwarna hitam mewah keluaran terbaru Bugatti Chiron,membuat Dokter Lee syok melihatnya.


" Woww.. Kau penggemar Mobil Sport Bugatti ternyata .. " Dokter Lee tercengang saat melihat mobil Ken adalah mobil impiannya selama ini.


" Tidak juga.. " jawab Ken sambil menghidupkan mesin mobilnya.


Mereka pun berangkat menuju sebuah Perusahaan yang akan menjadi partnernya membangun G&D.


Bergelut di Dunia Bisnis sejak kecil ,ditambah dengan kecerdasan strategi membuat Ken begitu unggul diantara yang lain. Ia sering dijadikan sebagai Trendcenter dan acuan Pembisnis Muda agar berprestasi seperti dirinya.


" Kaya, muda ,tampan,cerdas dan Good Boy. Paket lengkap.. " Dokter Lee menarik sudut bibirnya saat melihat Ken begitu gamplang menjelaskan pengaturan strategi kepadanya.


*******************************************************


8 BULAN BERLALU, YAURA MASIH TERBARING LEMAH DENGAN MATA YANG TERPEJAM.


Selama Delapan Bulan, Ken begitu setia mendampingi Istrinya di Rumah Sakit, padahal bisa saja Dia pulang ke Rumah atau ke Hotel agar tidurnya nyaman.Tetapi karena cinta, Ken rela menunggu Sang Istri kembali membuka matanya, padahal Dia juga tidak tahu kapan hari itu akan terjadi. Banyak Wanita cantik di luar sana yang bisa Ia tiduri dan kencani, banyak Wanita diluar sana yang memujanya , banyak Wanita diluar sana yang ingin mendapatkan hatinya. tetapi tetap, YAURA ADALAH NOMOR SATU DAN SEGALANYA.


Setiap hari, saat ingin pergi ke Proyek, Ia selalu mencium kening Sang Istri dan berpamitan kepadanya. Setiap malam, Ken selalu mengajak Yaura mengobrol dan berbicara , bak Orang Gila yang berbicara pada tembok, tidak akan mendapat jawaban karena matanya terus terpejam dan mulutnya mengunci. Ken selalu menceritakan apa yang terjadi hari ini pada Istrinya,bak seorang Suami yang berbagi keluh kesah.


Jarang ke Gereja untuk berdoa, semenjak Yaura Koma,Ia menjadi sering mengunjunginya dan memanjatkan Doa disana.setiap Ia melihat Gereja, saat itu pula Ia melihat Sang Istri yang sedang mengatupkan kedua tangannya dan berdoa.


Hari-hari Ken begitu monoton dan membosankan. Kerja , pulang, menemani Yaura lalu tidur. Ia bahkan tidak mengunjungi Ayah dan Ibunya sama sekali, juga Evelyn yang entah bagaimana keadaannya. Seperti halnya Yaura yang kecewa saat Reino Hilya membunuh orang tuanya,begitupun dengan Ken yang merasakan kekecewaan yang amat sangat,saat mengetahui bahwa Orang Tuanya seorang Pembunuh yang tak kenal ampun. Dari lubuk hatinya yang paling dalam, Ia juga merindukan orang tuanya, tetapi di sisi lain,Ia begitu kecewa dengan mereka. Keberuntungan masih berpihak pada Reino Hilya yang masih menekam di penjara , keputusan Eksekusi menunggu Yaura sadar.


Malam Hari,


Ken sedang menyiapkan beberapa berkas G&D diatas nakas,tiba-tiba..


Titttttttttttttttt titttttttt titttttttt suara sirine dengan pemancar cahaya merah memenuhi ruangan.


Degg !!! Ken begitu menjengit saat mendengarnya, ditambah dengan suasana Ruangan yang diterangi oleh cahaya merah membuat fikirannya kemana-mana. Ia langsung berlari dan mendekati Istrinya, hendak berbicara..


Namun Dokter Lee langsung menariknya untuk minggir.Ekpresi wajah Dokter Lee sangat tegang, juga Bibi Arum yang nampak cemas.


" Defibrillator.. " Dokter Lee menyodorkan tangannya.


" 3,2,1 " Defibrillator pun tertempel di Dada Yaura.


Deg !!


Deg !!


Deg !!!


Tubuh Yaura kejut, dan


Jemari Yaura nampak bergerak perlahan.



DEGG !!! Semua orang membulatkan kedua matanya ,termasuk Pak Agus yang baru datang.


" Buka matamu,Yaura.. Aku yakin Kau bisa mendengarku sekarang.. Buka matamu.. " Dokter Lee tersenyum puas saat melihat Yaura menggerakkan jemarinya.



Tubuh Ken melemas,seakan tidak percaya dengan apa yang Dia lihat. Wajahnya dipenuhi oleh senyuman dan kebahagiaan.


" Buka matamu,Sayang.. buka matamu.. " lirih Ken dengan lembut, Ia sangat tidak sabar bertatapan dengan Istrinya.



Matanya terpejam, namun jemarinya terus Ia gerakkan,tubuhnya sangat kaku,untuk membuka kedua matanya pun sangat susah. Yaura terus mencoba membukanya.


" Buka matamu,Yaura.. " lirih Ken tepat di telinga Sang Istri.


Yaura mendengar suara,namun tidak jelas. Jemarinya terus bergerak,dan..




Yaura membuka matanya perlahan, pandangannya sangat kabur dan samar, tidak ada yang bisa Dia lihat,sekalipun itu Sang Suami yang ada di dekatnya.


Ken tersenyum dan tidak bisa berkata-kata, Ia sangat bahagia melihat Sang Istri kini membuka matanya.


" Yaura.. Kau bisa melihatku? " tanya Dokter Lee.


Yaura hanya diam dan tidak merespon apapun.


Ken mengelus lembut Pipi Sang Istri dan tersenyum lebar, kebahagiaan terpancar di wajahnya.


" Yaura.. Aku sangat bahagia,Kau kembali.. " lirih Ken dengan lembut, matanya berbinar.



****************************

__ADS_1


Butuh Saran dan Kritik


Jangan Lupa Vote dan Likenya Yah 😭


__ADS_2