
Ckk !!!!
" Drama apa lagi?.. "lirih Yaura dalam hati.
Mereka berdua pun melangkah memasuki Villa, sepanjang langkah mata mereka disuguhi pemandangan indah yang menyejukkan mata ditambah dengan fasilitas Villa yang tidak main-main juga dekorasi yang begitu estetik nan elegant.
Ruangan Utama yang begitu luas dan megah dengan dekorasi yang dipenuhi Bunga dan Lilin, hingga tangga yang mereka naiki pun dihiasi oleh taburan bunga.
Kamar
Ken melamparkan kunci mobil ke Ranjang dan merebahkan tubuhnya karena kelelahan. matanya memandang langit-langit kamar, melihat Yaura yang hanya berdiam seperti Orang kebingungan,
" Apa Kau tidak merasa lelah? kemarilah, dan Istirahat sejenak.." ucap Ken sambil menepuk Kasur empuk yang Ia tiduri.
Yaura mendekat dan menaruh tas slempang yang selalu Ia bawa ke meja ,dan mendudukkan dirinya di samping Ken.
" Dekorasinya sangat indah dan bertaburan bunga, seperti Resepsi Pernikahan.. ".
Ken bangun dan duduk menghadap Istrinya.
" Bukankah pernikahan Kita belum mengadakan Resepsi? Jadi.. Dekorasi ini memang dibuat untuk Kita " jawab Ken sambil melepas kancing Kamejanya satu persatu.
Melihat ini, Yaura langsung memalingkan pandangannya ke view pegunungan yang terpampang di depannya.
" Jangan becanda, Aku bertanya serius. "
" Apa Kau tidak mengingat perkataanku tadi? Semua ini untuk mengenang pernikahan Tuan Devano dan Ibu Yanuar, Keluarga Kita selalu merayakannya bersama di Villa. Bisa dibilang nostalgia,tetapi karena Ayah dan Ibu tidak bisa merayakan, jadi Aku dan Dirimu yang mewakilinya, anggap saja sebagai simbolis" tutur Ken dengan lembut.
" Kenapa kalian selalu merayakan apapun yang berkaitan dengan Tuan Devado? Aku sedikit heran, padahal mereka sudah meninggal, apapun yang Kalian lakukan tidak akan bisa dilihat oleh mereka." ucap Yaura. Ken tiba-tiba meraih wajah Sang Istri dan menyuruh untuk menatap kedua matanya,tangannya memegang dagu Yaura.
" Selain hubungan Suami Istri, hubungan lain yang sangat berarti adalah Persahabatan. Tidak peduli Mereka masih hidup atau mati, Ikatan Persahabatan tidak bisa dipisahkan. Layaknya kehilangan Kedua Orangtua mu, cara Kau mengobati rasa rindu kepadanya adalah Mengunjungi Persemayaman, merayakan ulang tahun, dan terkadang Kau akan melakukan sesuatu yang mereka sukai sebagai ungkapan rindu. Jadi itulah alasannya,Kau mengerti?" tanya Ken yang sesekali menatap bibir menggoda Istrinya.
Yaura terdiam saat melihat Ken menjabarkan alasan dengan sorot mata yang memancarkan kejujuran.
" Jadi begitu alasannya.. " lirihnya.
" Istirahatlah sebentar disini, Aku mandi dulu." Ken beranjak seraya melepas Kameja putih yang Ia pakai.
Yaura menganggukkan kepalanya.
Tak berselang lama, seseorang mengetuk pintu Kamar, terlihat Alex membawa beberapa Goodie Bag Brand Ternama berisi pakaian sahabatnya dan juga Yaura.
Yaura pun membuka Isi di dalamnya dan merapikan pakaian Sang Suami.
Ruang Utama
Alex, Kevin , Vino dan Evelyn nampak sedang duduk di soffa seraya mengamati dekorasi Ruangan yang begitu indah.
Evelyn yang selalu menempel dengan Vino pun merasa takjub.
" Sayang.. Kalau Kita menikah nanti, Aku ingin dekorasinya bertema Pink n White seperti ini. Ya Tuhan ini sangat indah dan menenangkan."
" Jangan banyak berhayal, bertunangan saja Kita belum. " Vino melirik ke arah kekasihnya sambil tersenyum.
" Kau masih tergoda oleh Wanita lain makadari itu sampai sekarang Kau tidak melingkarkan cincin di jariku. " wajah Evelyn tiba-tiba muram dan mengingat kejadian dimana Vino memakaikan cincin di jari musuhnya.
" Belum waktunya Sayang, Sepertinya Kau tidak tahu bahwa sebenarnya Aku sudah menyiapkan cincin khusus yang Aku persembahkan hanya untukmu" batin Vino.
" Kita tunggu waktu yang tepat." sambung Vino sambil mengecup bibir manis kekasihnya.
Melihat ini,
" PANASSS PANASSS !! " sorak Alex dan Kevin.
" Shit ! Kalian masih saja merasa panas padahal baru saja check in di Hotel. " Vino tersenyum nakal.
" Dasar Ember ! " Kevin melempar buah anggur ke wajah Vino.
Mereka pun menikmati cemilan dan minuman segar sejenak sambil menunggu malam tiba.
Sementara Bianca, Anin dan Lolly mereka memilih Istirahat sejenak di Kamar sambil menikmati pemandangan hijau di depannya.
********
Pukul 19.30
Ken yang berpakaian rapi dengan Kameja dibalut dengan Jas , juga Yaura yang memakai Baju lengan pendek.
" Kita makan di bawah, jam 20.30 dimulai acaranya." ucap Ken yang sedang melingkarkan Arloji Mewah di pergelangan tangannya.
Hendak menjawab, tiba-tiba bunyi notif pesan dari Pak Kepala mengalihkan perhatiannya.
" Kau duluan saja, Aku akan menyusul. "ujar Yaura.
Disaat yang bersamaan, Triningggg ponsel Ken berdering, mengetahui itu adalah Panggilan Penting, Ia langsung menjauh dari Sang Istri dan melangkah ke Balkon.
" Halo.. " jawab Ken.
" Ini Aku, karena Kau sibuk dan tidak bisa menemuiku di Louis, sesuai yang Kau minta data itu telah Aku kirimkan di emailmu.Segera periksa lalu hapus,jangan meninggalkan jejak digital apapun." ujar Juru Bicara NIS dari balik telefon.
" Baiklah, setelah ini Aku akan mentransfer sesuai nominal yang Kau minta." Ken mematikan sambungan telefon dan melangkah mendekati Istrinya.
" Aku tunggu di bawah.. " ucap Ken dan melangkah keluar.
Setelah Suaminya dirasa sudah pergi, Yaura langsung membuka pesan panjang lebar yang dikirimkan oleh Pak Agus. Mereka memilih berkomunikasi lewat pesan,untuk menghindari penyadapan yang siapa tahu seseorang telah menaruhnya.
Ken duduk menyendiri di sebuah Soffa yang berada di Ruangan Utama lalu membuka email yang Ia nantikan.
*E*mail
Agent NIS yang melakukan tugas di Louis beberapa hari lalu, Kami mengirim Dua Tim.Ini adalah data rahasia mereka meliputi Nama,DOB dan lainnya.
Foto
foto
foto
foto
Menurut penyelidikan NIS, tidak ada satupun Anggota Kami yang melakukan penembakan Illegal, dan itu telah disahkan hari ini~Oleh Juru Bicara NIS
Ken mengamati dengan detail Foto Para Agent NIS.
Berkali-kali Ia mengamati dengan fokus dan telaten. namun ternyata tidak ada satupun Wanita yang sesuai dengan ciri-ciri yang dilihat selama ini.
" Tidak ada satupun Wanita yang mirip dengannya, juga Mereka melaporkan bahwa tidak ada yang terlibat padahal jelas-jelas itu adalah NIS. Wanita itu sangat licik " lirih Ken dalam hati yang merasa tidak percaya bahwa tidak ada satupun Agent NIS Wanita yang Ia cari.
RUMAH JURU BICARA
Terlihat Juru Bicara itu sedang tertodong oleh 10 Penimbak jitu NIS dan sebilah pisau tajam yang siap menyayat lehernya.
" Aku sudah melakukan apa yang Kau mau, sekarang lepaskan Aku ! " ucap Juru Bicara bersuara serak itu.
" Sekali lagi Kau mencoba membocorkan Anggota NIS terutama dari Tim Athena, Aku akan benar-benar melaporkan Baj*ingan sepertimu kepada Direktur Besar , agar dihukum oleh Negara dan di eksekusi mati oleh Sniper di Camp.Militer.. Lalu, namamu akan selamanya tercoreng termasuk keluargamu yang lain." ujar seorang lelaki bertutubuh gagah yang sedang menyandera Juru Bicara NIS.
" Aku minta maaf dan tidak mengulanginya lagi, tolong jangan membocorkan ini kepada Direktur atau media.." pinta Juru Bicara yang ketakutan dengan ancaman tersebut.
" Kendrick bisa membebaskan dirinya karena Dia adalah Pengusaha Kaya dan memiliki nama besar, Dia tidak akan mendekam di penjara karena kasus ini. Sementara Kau adalah seorang NIS yang mengabdi kepada Negara, sekali saja Kau berhianat dan membahayakan nyawa Agent NIS yang lain, Aku jamin Kau tidak akan bisa berbuat apa-apa !." tegas lelaki itu seraya terus menakutinya dengan sebilah pisau dan laser penembak yang siap meluncurkan pelurunya.
" Aku mengerti sekarang.. sekali lagi Aku minta maaf karena mencoba berhianat "pinta Juru Bicara sambil mengatupkan kedua tangannya.
dan...
Lelaki itu pun melepaskan Juru Bicara.
" Turunkan senjata kalian.." ujar lelaki yang ternyata adalah ALFIN.
Flashback
Alfin tidak sengaja mendengar dan melihat pembicaraan Juru Bicara dengan Kendrick , merasa mencurigakan Ia langsung merekam dan memotret nya dengan Jam Tangan yang dipakainya, kebetulan Jam Tangan itu dilengkapi dengan Fitur yang canggih.
Kak Alfin yang tampil gagah dengan pakaian serba hitam dilengkapi senjata jenis peredam pun melangkah meninggalkan Rumah Juru Bicara bersama Timnya. Ia menaiki mobil berwarna hitam metalic.
Kamar Villa
Yaura membaca pesan dari Pak Agus.
" Aku memahami kenapa Kau menarik semua Tim untuk mundur dan tidak melanjutkan misimu. Tetapi harus ketahui bahwa Tim Delta bukan dibunuh oleh Kendrick, mereka terbunuh oleh Tim lain yang selama ini mengecoh Kita. Mereka menjadikan Kendrick kambing hitam agar Kita hanya terfokus kepadanya dan lengah,sementara mereka meluncurkan aksinya untuk mengetahui Aku dan Dirimu. Aku telah menangkap salah satu dari mereka yang ternyata adalah Utusan Abraham dan berkebangsaan Inggris. chiptatto mereka menggunakan Simbol Segitiga dengan titik tengah berwarna merah darah. Harapan Kau satu-satunya adalah datangi Kapten Immanuel lalu pergilah ke Dubai. Abraham menggunakan Anggota dengan taraf Internasional, namun 75 % dari mereka adalah berasal dari Dubai. "
__ADS_1
" Tinggal selangkah lagi.tolong jangan menyerah anakku,Yaura. " - Pak Agus
dan brughhhhhh Yaura menjatuhkan ponselnya ke lantai. sudut matanya memerah dan diliputi penyesalan.
" Ternyata Aku salah mengira.. dan yang di katakan Pak Agus itu benar, andai waktu itu Aku melenyapkannya, maka Aku membunuhnya tanpa alasan.." lirih Yaura dalam hati,lututnya melemas.
Sejenak terdiam,
" Satu-satunya sanksi yang Aku punya adalah Pak Andi,lalu Aku harus menjadikannya umpan agar Abraham menunjukkan jati dirinya .. ".
Ruang Utama
Hidangan makan malam yang lezat dan ditata ala-ala makanan barat siap disantap, ditemani dengan soda dingin dan anggur merah yang sudah tertuang di cawan.
" Apa Yaura tidak ikut makan kak? " tanya Anin kepada Ken yang terlihat sibuk dengan ponsel.
Ken pun tersadar dan menoleh ke arah tangga, Yaura terlihat menuruni anak tangga.
" Itu Dia.. " jawabnya seraya tersenyum kepada Anin.
Lolly sibuk memandangi Para Cogan sambil menelan salivanya,
" Lihatlah.. teman Kak Ken sangatlah Tampan, andai Aku bisa memiliki mereka satu saja.. " bisik Lolly kepada Sang Kakak yaitu Anin.
Anin mengalihkan pandangannya ke Kevin dan Alex ,
" Jelas satu, apa Kau ingin mengembat semuanya?! Sudah jangan banyak berhayal." ketus Anin.
Evelyn yang sibuk bercanda dengan Vino, sementara Bianca nampak badmood saat melihat Yaura datang dan duduk disamping Ken. Ia melirik Yaura dengan sinis.
Yaura melemparkan senyum tipis kepada semuanya
" Kak Yaura.. nanti malam Kita mengobrol yah, sungguh Aku ingin berteman denganmu. " ucap Lolly yang begitu senang jika bertemu dengan Yaura.
" TIDAK BOLEH !. " Ken menyauti dan menolak permintaan saudaranya mentah-mentah.
Yaura menoleh ke arah Suaminya.
" Kenapa Kau yang menjawabnya? "
" Karena Aku Suamimu, jadi tidak masalah Aku yang menjawabnya." jawab Ken sambil menunjuk dirinya sendiri.
Lolly kesal dengan jawaban Ken, sementara Anin terlihat tersenyum manis.
" Jelas Kak Ken tidak mengizinkannya, mereka kan Pengantin Baru. "
" Nah.. itu benar. " Kevin menyautinya.
Mendengar ini, membuat Ken bersemu merah dan nampak malu.
" Pengantin Baru apanya, Aku bahkan tidak mendapat jatah sedetikpun. " gerutu Ken dalam hati.
Mereka pun menikmati hidangan makan malam.
Saat sedang menyantap makanan, tiba-tiba Evelyn tidak sengaja menumpahkan Sup Panas yang mengenai tangan Kakak Iparnya.
" Awwww.. " Pekik Yaura sambil mengibaskan tangan kanannya.
Hal ini membuat semuanya menoleh
" Berhati-hatilah,Evelyn." ucap Ken seraya mengambil tissue.
" Astaga.. Aku tidak sengaja, maaf. " ucap Evelyn sambil mengelapi tangan Yaura dengan tissue hingga membuat Jam Tangan yang Yaura gunakan nampak bergesar dan..
Hendak mengelapi tangan Istrinya, namun pandangan Ken tiba-tiba terarah pada sebuah simbol hitam yang melekat dipergelangan Yaura.
Sadar, dengan sigap Yaura menyembunyikan tangannya.
" Tidak apa-apa Evelyn, biarkan Aku saja." lirih Yaura seraya membenarkan kembali posisi Jam Tangan agar tidak menampakkan simbolnya.
Ken terdiam dan mengurungkan niatnya, Ia berfikir keras.
" Simbol titik koma.. " gumamnya dalam hati dan sejenak melirik ke arah Istrinya.
" Akan Aku ambilkan salep untukmu.. " ucap Ken dan beranjak dari sana.
Ken menyuruh Pegawai Villa untuk membawakan salep silver sulfadiazine, sementara Ia terlihat sedang menelfon seseorang.
" Baik Big Boss." jawab seseorang.
10 menit kemudian,
" Simbol ini digunakan oleh orang yang berjuang untuk meneruskan hidupnya.mereka pengidap depresi berat dan sedang menguatkan diri agar tidak melakukan bunuh diri atau mengakhiri hidupnya. " tutur seseorang dari balik telefon.
Dan DEGGGGG !!!!
Ken syok dan menurunkan ponselnya.sudut matanya memerah
" Bunuh diri? jadi, alasan Dia selama ini begitu tertutup karena memang mengalami depresi." lirih Ken dalam hati, tubuhnya melemas dan tak berdaya. Ia tiba-tiba teringat kenangan bersama Istrinya yang selalu menyembunyikan berbagai luka yang dirasakan.
Ruang Utama
Mereka kini nampak bersiap untuk perayaan.dan Ken datang lalu menatap Istrinya dengan dalam.
" Kemarikan tanganmu.. " ucap Ken sambil meraih tangan Istrinya.
" Aku.. "
" Jangan menolak." Ken langsung memotong omongan Istrinya dan mengoleskan salep disana.
Makna simbol tadi membuat Ken benar-benar syok dan terus terngiang dikepalanya.
Layar putih projector besar serta kue pengantin bertuliskan Happy Anniversary Devano dan Yanuar terpampang di depan mereka sekarang, lampu utama di padamkan dan hanya menampakkan lampu hias dan lilin disana.
" Kakak, Ayo kemarilah.. acaranya akan dimulai, Aku ingin cepat selesai lalu menikmati Pemandangan di Rooftop. " ucap Evelyn seraya melambaikan tangannya.
Ken pun memegang tangan Yaura dan menuntunnya kesana. Suasana menjadi begitu romantis akibat alunan musik pengiring.
Ken kini berada tepat di sebelah Kue Pengantin,
" Kita yang akan memotongnya.. " ucap Ken seraya menatap Istrinya.
Mereka sejenak beradu pandang, Ken yang begitu syok dengan keadaan mental Istrinya, sementara Yaura yang menatap Ken karena menyesal dan bersalah telah berusaha membunuhnya selama ini.
Tatapan mereka semakin dalam..
" Ayo Ken cepat potong Kue nya.. Aku sudah tidak sabar untuk minum. " ujar Alex yang mengagetkan keduanya.
Ken pun tersadar dan meraih pisau potong.
Dan...
Tiba-tiba Layar putih projector menyala menampilkan Video Dokumentasi Persahabatan Devano dan Reino.
Mata Yaura terbelak sempurna saat melihat Ayah dan Ibu nya di masa muda, mereka sangat akrab dengan Reino juga Hilya. Dokumentasi kebersamaan keduanya terekam jelas dalam tampilan itu. Berkumpul bersama, perjalanan bisnis, berlatih menembak dan juga masa dimana mereka berada di dalam lingkungan militer.
Tangan Yaura gemetar, matanya berkaca-kaca saat mendengar kembali Suara Sang Ayah dan Ibunya yang terdengar jelas di telinganya.
Dengan segera, Yaura meraih pisau yang Ken pegang.
" Ayo potong kuenya.. " ucap Yaura guna mengalihkan perhatian.
Tangan mereka berdua pun menyatu dan tubuh yang berdekatan.Perlahan namun pasti, Ken dan Yaura memotong Kue Pernikahan sebagai simbolis.
Melihat ini,membuat Bianca kebakaran jenggot.
" Nikmati kemenanganmu sekarang,Yaura. sebelum Aku menghancurkan dirimu selamanya.. "gumamnya.
Ken mengambil sepotong Kue,
" Buka mulutmu.. ".
Sejenak terdiam dan memandang Suaminya, Yaura pun perlahan membuka mulutnya.
Ken pun menyuapi Istrinya.
Dannn...
Prokkk Prokk Prokk suara Tepukan Tangan .
" Ini bukanlah peringatan Tuan Devano, tetapi Pesta Romantis Kalian berdua.. " ucap Kevin sambil melebarkan senyumannya.
__ADS_1
" Mereka sangat romantis.. " Puji Anin dan Lolly.
" Anggap saja ini resepsi Kalian.. " sambung Vino yang merasa sangat bahagia.
Ken dan Yaura tersenyum tipis.
Mendengar suara Ayahnya yang terus bergema, membuat Yaura ingin menutup telinga dan meninggalkan acara itu.
10 menit berlalu, mereka sedang mengenang moment persahabatan Dua Keluarga, banyak nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya.
Tak tahan..
Yaura melangkah mundur dan meninggalkan acara itu.Ken yang sedari bengong memikirkan simbol itu, membuatnya tidak sadar bahwa Sang Istri tidak ada di hadapannya.
Ruang Ibadah
Terdapat sebuah Ruangan berukuran sedang yang digunakan untuk ibadah,letaknya tidak jauh dari Ruang Utama. Yaura memilih menenangkan diri disana.
Ia duduk di kursi panjang, tubuhnya melemah,tangannya gemetar dan hatinya yang terus teriris. Yaura menundukkan pandangannya,
" Bersabarlah Ayah.. selangkah lagi Aku membongkar semuanya.. kematian mu akan terbalaskan.. " lirihnya .
Dadanya mendadak sesak saat mengingat kesalahannya yang hampir membuat nyawa Ken melayang.
" Tuhan ..Kau telah melenyapkan semua orang Aku sayangi.. ketika Kau tidak memberikan kebahagiaan untukku, setidaknya mudahkanlah semuanya.. jangan membuatku tersesat hingga hampir membuat nyawa Suamiku sendiri melayang.. " lirih Yaura dalam hati dan kembali mengingat saat dimana Dia melukai Sang Suami.
Pukulan,tendangan, dan tembakan terus Ia arahkan kepada Ken, hingga pada akhirnya sebuah BOM yang hampir Ia ledakkan.
" Aku hampir membunuhnya.. padahal Ken baik kepadaku.. " Air mata tiba-tiba menetes dan jatuh di pipinya.
Ia kembali mengenang semua kebaikan Ken kepadanya yang Memeluknya disaat sedih, peduli akan masalah yang Ia hadapi, bahkan memarahi Bianca yang menyakitinya.
" Kenapa Aku begitu bodoh dan tidak menganggap semuanya.. " lirih Yaura saat mengingat perkataan Ken bahwa dirinya samasekali tidak mau mendengarkannya.
" Bahkan Dia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi menyelamatkanku.. " Yaura mengisak dalam hati saat mengingat saat Ken berusaha untuk menyelamatkan nyawanya hingga rela tertusuk pisau.
Seketika, Yaura flasback saat-saat dimana Ia bertemu dengan Ken pertama kali.
Acara selesai, Lampu kembali dinyalakan. Semua orang bubar dan pergi untuk menikmati pemandangan dan suasana di malam hari.
Ken menengok sana-sini, menyapu bersih sudut ruangan guna mencari Istrinya.
" Dimana Yaura?.. " seketika wajahnya berubah menjadi khawatir. Ken berlari kecil menaiki anak tangga..
Di Kamar, Yaura tidak ada disana.
" Yaura Kau dimana?.. " teriak Ken seraya berjalan menyusuri Ruangan.
Tak ketemu, Ken menelfon Evelyn dan bertanya apa di Rooftop ada Istrinya, dan jawabannya adalah tidak.
Wajah Ken menjadi cemas,dan mengingat kembali kejadian penembakan.
Ken berlari untuk menemui staff keamanan, tiba-tiba seorang pegawai wanita bertanya kepadanya.
" Apa ada masalah Tuan? "
" Aku mencari Istriku.. apa Kau melihatnya?"jawab Ken.
" Wanita berambut panjang, sepertinya itu Istri Tuan. Dia ada disana.. " jawab Pegawai itu seraya menunjuk Ruangan Ibadah.
Tidak membuang banyak waktu, Ken berlari kecil kesana.
Ruang Ibadah
Yaura terlihat sedang berdiri dan mengatupkan kedua tangannya.
Ken merasa lega bahwa Istrinya baik-baik saja lalu melangkah masuk dengan perlahan.
Tukkkkkk tukkk tukkk tukkk suara benturan sepatu dengan lantai.
Mendengar ini,membuat Yaura mendongakkan kepala dan menyelesaikan doanya, sejenak Ia terdiam.
tukkk tukk tulk Ken melangkah semakin mendekat.
Yaura berbalik badan.
Mereka pun saling memandang, Ken yang kacau karena mengetahui fakta bahwa kesehatan mental Istrinya sangat buruk ,sementara Yaura yang mematung dan merasa menyesal atas perbuatannya.
" Ken... " lirih Yaura dengan mata sayu dan berlari kecil ke arah Suaminya.
Dan..
Huggggggggg
Yaura memeluk Suaminya dengan erat, tanpa pikir panjang Ken membalas pelukan Istrinya.
Mereka diam dengan pikiran masing-masing, namun hati dan perasaan mereka saling terpaut satu sama lain. Hati dan Tubuh mereka menginginkan untuk selalu berdekatan dan menghangatkan satu sama lain.
Ken semakin memeluk erat Istrinya.
Yaura melepaskan pelukannya,tangannya menempel di dada bidang suaminya, sementara Ken terus melingkarkan tangan di pinggang Istrinya.
Mereka beradu pandang,
" Jangan sering menghilang tanpa sepengetahuanku, Aku mencarimu.... " lirih Ken dengan lembut.
Yaura terus menatap dalam Suaminya.
" Ken, Aku minta maaf untuk semuanya.." jawab Yaura.
Wajah mereka sangat dekat,nafas pun saling berbaur.
" Maaf untuk apa?.. Kau tidak punya salah, Oh tidak.. Kau punya salah karena banyak berbohong.. " jawab Ken seraya tersenyum tipis.
" Iyah Aku janji akan berbagi denganmu.. Maafkan Aku Ken tidak mau mendengarkan apa yang Kau katakan.. " .
" Kalau Kau melanggarnya.. apa hukuman yang pantas untukmu? " tanya Ken.
Yaura terdiam dan tidak bisa menjawabnya.
Mereka terus beradu pandang dan menghayati satu sama lain.
Ken mengalihkan pandangannya ke bibir Sang Istri, dan mendekatkan wajahnya.
Dan
Kissssssssss
Ken mencium lembut bibir Yaura dan ********** perlahan. Karena bukan pertama kali lagi, Yaura menjadi terbiasa dengan apa yang dilakukan Suaminya karena memang Tubuhnya adalah milik Ken sepenuhnya.
Bukan dengan nafsu, Ken menciumnya dengan perasaan dan hati. Mata Keduanya terpejam menikmati satu sama lain. Ken semakin mengeratkan pelukannya seakan tidak ingin jauh dari Yaura sedikitpun.
Dan ..
Yaura pun melingkarkan tangannya ke leher Sang Suami dan membuka mulutnya. Ia mencoba membalas apa yang Ken lakukan.
Bibir mereka saling me****** satu sama lain. Keanehan melanda keduanya, perasaan aneh dan nyaman itu terus muncul.Tetapi entah itu perasaan apa..
Mereka terus berciuman dengan waktu yang lama..
Dan Ken melepaskan ciumannya dan menatap Yaura.
" Tidurlah denganku nanti malam..."pinta Ken.
Yaura pun menganggukkan kepalanya.
Ken pun memeluk kembali Istrinya.
Yaura terdiam dan membalas pelukan Suaminya.
*********************
Butuh Saran dan Kritik
Jangan lupa Like dan Votenya yah gaesss
__ADS_1
Btw, satu persatu teka-teki mulai terpecahkan. Tinggal nunggu si Abraham aja.. dan mohon maaf karena konfliknya banyak tetapi ROMANTISNYA SECUIL, Author minta maaf banget.. Tapi Aku mencoba mengikuti permintaan pasar, Romantisnya dibanyakin biar gak diamuk Kalian wkwkwk🤣🤣🤣