Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
LAST NIGHT


__ADS_3

MALAM HARI


Menjadi malam terakhir di Maldevis, semuanya pun membuat acara yang paling berkesan. Vino menyiapkan meja romantis khusus bersama Kekasihnya,Evelyn.


" Persetan dengan keadaan. Aku ingin membahagiakan Evelyn. " ucapnya sembari menghirup bouquet bunga yang Ia siapkan untuk Kekasihnya.


*


Alfin juga terlihat merencanakan sesuatu untuk Lisya,


" Sebenarnya Aku sangat gengsi melakukan ini dihadapan Wanita. Tapi ini kesempatan yang bagus, kapan lagi ke Maldevis jika bukan sekarang. Aku yakin,setelah kembali ke Negara, Kita pasti akan disibukkan dengan Misi. "


" Baiklah Alfin. Stay Cool, dan jangan melewatkan kesempatan. " ucap Alfin sembari mengeluarkan ponselnya.


LISYA


" Halo. " jawab Lisya yang sedang berdandan.


" Kau ada dimana? kemarilah ke sudut C. Ada Misi dari Kepala,Kita selesaikan disini saja. Bawa Laptopmu. " alibi Alfin.


" Apa-apaan ini? Aku tidak mau bertugas ! Aku ingin menghabiskan malam terakhir dengan diriku sendiri. " omel Lisya yang menusuk telinga Alfin.


" Astaga, tumben sekali Dia mengomel. " lirihnya dalam hati. Alfin diam mencari cara untuk membujuk Lisya dinner bersamanya.


" Tenang saja, ini bisa dikerjakan dengan santai. Hanya sebentar. Sudah jangan membatah ! " Alfin buru-buru mematikan sambungan telfon guna menghindari penolakan.


" Huffttt. semoga Dia tidak menolaknya. " doa Alfin.


Brughhh


Lisya melemparkan ponsel ke Ranjang.


" Keterlaluan Alfin ! ini malam terakhir di Maldevis. Masa Aku harus bertugas?! Sialan ! " umpat Lisya, seketika moodnya hancur.


*


Tidak ingin Lolly murung dan menyendiri, Alex memikirkan cara untuk menghiburnya. Memberanikan diri, Alex mengeluarkan ponsel lalu menelfon Ken.


" Kirimkan nomor Lolly. "


" Datang saja, sepertinya Lolly sedang di Kamar." jawab Ken dari telefon.


" Kamarnya sangat jauh, Aku sudah di area taman. Cepat kirimkan nomornya. " Alex mematikan sambungan telefon.


" Aku harap bisa menghibur Lolly. Ya Tuhan, Dia masih belum dewasa dan siap mental menghadapi Dunia Gelap seperti ini ( masalah Anin ) " lirih Alex, Ia duduk di meja dengan gemerlap Lilin dan Bunga indah di atasnya.


Bunyi notif pesan dari Ken yang berisi nomor Lolly. Tak membuang waktu, Alex langsung menghubunginya.


" Halo.. " jawab Lolly, suaranya terdengar lemah.


" Kemarilah ke Taman. Aku ingin berbicara kepadamu. " ucap Alex.


Lolly sedang duduk di jendela sembari menatap laut lepas pun menyadari bahwa itu adalah suara Alex.


" Aku ingin Istirahat. "


" AKU MENGENAL KEN SUDAH LAMA, DAN TAHU BAGAIMANA CARA MENGHADAPINYA.KEMARILAH, AKU PUNYA IDE UNTUK MERINGANKAN HUKUMAN KAKAKMU,ANIN. " tutur Alex yang membuat Lolly beranjak.


" Tidak ada orang yang bisa Aku andalkan untuk mengatasi masalah Kak Anin. Kecuali Alex, Dia sahabat Kak Ken. dan tahu bagaimana menghadapi Kak Ken dan Yaura.. baiklah, Aku akan mencoba mendengarkannya. " lirih Lolly dalam hati.


" Baiklah, Aku kesana. " Lolly mematikan sambungan telefon.


Alex menarik sudut bibirnya,


" Syukurlah Dia tidak menolak. " lirihnya dalam hati.


*


Dibandingkan yang lain, David lah yang paling bersemangat. terlihat dari senyumnya yang merekah,


" YES,DEKORASINYA KELAR. TINGGAL MENUNGGU NONA LEE DATANG. " David bangga karena membuat dekorasi dinner dengan tangannya sendiri ( walaupun dibantu pelayan ).


*


Pemandangan langka, Pak Agus juga nampak sedang memantau pelayan agar mendekorasi mejanya dengan indah nan bagus.


" Arum sudah berkontribusi banyak untuk Yaura. Dan mengabdi dengan Tulus kepadanya. Aku harus memberinya hadiah. " lirih Pak Agus, senyum manis menghiasi wajahnya yang semakin berseri.


DIMANA ADA KEBAHAGIAAN, DISITU PASTI ADA ORANG IRI ❗ SIAPA LAGI KALO BUKAN..


" DASAR PARA ALAY. " nyinyir Pria Tampan bertubuh tegap yaitu ZAYN saat melihat Para Pria menyibukkan diri.


" Benar. Mereka itu sangat Alay. Hanya karena malam terakhir ,jadi membuat Candlelight Dinner. " Albert memutar bola matanya saat melihat Para Boss menjadi bucin.


" TUAN, SAYA SEKARANG TIDAK PUNYA TUGAS. APAKAH ADA TUGAS UNTUK SAYA TUAN? " tanya Robin dengan polosnya hingga membuat Zayn dan Albert menatapnya dengan sinis.


" Hei Robin, Aku punya tugas untukmu. Kemarilah.. " Zayn berbisik dan..


" GANGGU MEREKA YANG SEDANG BERKENCAN. " Zayn cekikikan.


" A-A-AMPUN TUAN, SAYA TIDAK BERANI. NANTI SAYA DIMARAHIN TUAN KEN. " Robin ketakutan dengan wajahnya yang semakin menggemaskan.


Plakkkk Albert mendaratkan pukulan ringan di Kepala Zayn. Iyah, Zayn dan Albert sangatlah akrab.


" DISANA ADA PAK AGUS, BISA MATI KAU ! " ucap Albert yang membuat Zayn tertawa.


" Kau sadar Albert? KITA KALAH TELAK, PAK AGUS SEMAKIN DIDEPAN🤣😅 " Zayn cekikan menyindir Pak Agus yang lebih beraksi dari Anak Muda.


Lmaaoooooo Albert tertawa ngakak.


" Kau tahu Zayn? Pak Agus bahkan lebih romantis dari ini🤣 Aku pernah melihatnya membawa Tas Jinjing Bibi Arum yang berwarna pink. menurutku itu sangat lucu. Pengendali Goddes Of Death ternyata bucin. "Albert malah bergosip.


Zayn tak berhenti ketawa.


" Tuan, jangan bergosip tentang Pak Agus. nanti ada PENYARING disini lalu diketahui Nona Yaura, bisa-bisa Nona marah. " timpal Robin sembari mengamati sekitar.


Deg !!! Zayn dan Albert melotot dan menghentikan tawanya.


" PENYARING? " ucap Zayn dan Albert barengan.


" Iyah Tuan, Penyaring. Aku mempelajarinya dari Tuan Ken, jika ada PENYARING MAKA SUARA KITA BISA DIREKAM. " jelas Robin dengan polosnya, bak wajah tanpa dosa.


Ckk !!!!


" PENYADAP ROBIN ! PENYADAP ! BUKAN PENYARING ! KAU INI ASTAGA😑😑 PENYARING ITU PEMERAS SANTAN ! " Zayn menahan emosi sekaligus ngakak.


" YA MOHON MAAF TUAN, SAYA TIDAK TAHU😶. " jawab Robin hingga membuat Zayn dan Albert memegangi perutnya karena sakit.


" KAU INI BODOH SEKALI ROBIN ! TAPI ENTAH KENAPA NONA YAURA SANGAT MENYAYANGIMU 🤣 AKU RASA NONA YAURA HARUS DIPERIKSA. " tawa Albert.


" APA?😂 " tanya Zayn.


" Iyah, Robin itu Pelayan Kesayangan Nona Yaura, makanya cuman Dia yang Diajak ke Maldevis🤣." tutur Albert.


" WOW ! BERUNTUNG SEKALI KAU ROBIN 🤣 " takjub Zayn.


" Puji Tuhan, sepertinya Saya tidak akan lama lagi menjabat sebagai Kepala Pelayan, Doakan Saya yah Tuan." semakin dipuji, semakin Robin meninggi😂.


Mereka terus cekikikan,


" Ayo Kita minum. " ajak Zayn kepada Albert.


" Hei Robin,Kau juga harus minum bersama Kami. " sambung Zayn.


" Tentu Saya minum, Tuan. Kalo Saya tidak minum, maka Saya kehausan. " ucap Robin yang membuat Zayn jengkel.


" Maksudku minum Wine bodoh! Sudah Ayo ! " paksa Zayn.


" Ohh iyah Saya baru faham . Tuan, Saya tidak biasa minum Wine, satu sendok Saya sudah mabuk Tuan. " ujar Robin.


" TIDAK PERLU MINUM JIKA SEPERTI ITU ! ASTAGA.. SATU SENDOK SAJA MABUK. " Albert mengelus dadanya.


Kini mereka berjalan berbarengan Bak Kembar Tiga Siam❤ Iyah Kembar, Kembar Karena Jomblo semua😅.


*


*


Yaura sibuk bercermin sembari mengamati wajahnya yang menurutnya sangat aneh.


" Benar kata orang.Wajahku menyeramkan." batin Yaura, Ia baru sadar bahwa raut mukanya sangat cuek,judes dan sinis.


Biasanya petakilan,namun Ken saat ini sedang rebahan di Ranjang.Ia tersenyum saat mengamati Istrinya yang sedari tadi bercermin.


" Apa Kau akan bercermin sampai subuh? sudah Ayo keluar.. " usil Ken.


Tersindir, Yaura mendelik dan berjalan ke arahnya.


" Kau saja masih rebahan. " cuek Yaura.


Tersenyum mencurigakan, grepppppp Ken menarik Sang Istri hingga berada diatasnya.


" Apa tanganmu masih sakit? " tanya Ken.


" Tidak,sudah agak mengering. lagipula ini luka ringan, tidak sakit." lirih Yaura.


Rambut Yaura sangat panjang hingga menutupi wajah Ken.


" Harumm sekali.." puji Ken sembari mengendus rambut Istrinya.


" Sudah Ayo, katanya keluar.. " hendak memisahkan diri, namun Sang Suami terburu memeluknya.


" Cium dulu 😘 " Ken memanyunkan bibirnya.


Menutupi senyum manisnya, Yaura berusaha tetap jutek.


" Tidak. "


" Ayo Sayang.. " pinta Ken.


" Nanti saja.. " Yaura memberanikan diri memegang bibir Suaminya.


" Kapan? nanti malam? kenapa tidak sekarang? " tatapan Ken mulai nakal.


" TAHUN DEPAN. " Yaura melepaskan diri dari pelukan Sang Suami.


" AKU TIDAK KUAT JIKA SELAMA ITU. " Ken tertawa lalu beranjak dari Ranjang.

__ADS_1


PANTAI


Ken dan Yaura bertanya-tanya saat lampu padam hingga menimbulkan suasana yang sangat romantis.


" Siapa yang Bulan Madu, Siapa yang Candlelight Dinner ! " Ken berkacak pinggang saat menyadari yang lain sedang menikmati Dinner Romantis.


Yaura menyipitkan matanya dan memfokuskan pandangan.


" Ken, lihatlah.. itu Pak Agus dengan Bibi Arum.. " Yaura tersenyum merekah.


Huggggg Ken meraih pinggang Sang Istri


" Astaga, Kita kalah dengan Pak Agus 🤣 " Ken tertawa ngakak saat Pak Agus lebih dulu start.


" Ken jangan kencang-kencang tertawanya, Kau mengganggu mereka. " Yaura membekap mulut Suaminya.


Ken menyingkirkan tangan Istrinya,


" Maafkan Aku, tidak memberimu kejutan romantis.. " ucapnya sembari tersenyum manis.


" Tidak masalah. " Yaura memalingkan pandangan saat Sang Suami menatapnya dengan tatapan sexy.


" Ayo Kita ke Jembatan. Pemandangan disana sangat indah. " ajak Ken, Ia melepaskan pelukan lalu menggandeng Istrinya.


*


*


Taman


Rencana semuanya berhasil, Para Wanita sudah datang dan berada di mejanya masing-masing. termasuk..


" Maaf membuatmu menunggu. " Nona Lee tersenyum manis kepada David yang berada di depannya,kemudian Ia mendaratkan tubuhnya di kursi.


" Tidak terlalu lama, santai saja. " jawab David yang berpakaian formal berbalut Jas. Ia menatap Nona Lee yang sangat cantik menggunakan dress putih selutut.


Kecanggungan sesaat terjadi. Mereka saling menatap dan tersenyum malu.


" Aku jadi salah tingkah. mmmmmm kenapa Kau menyiapkan ini David? jujur, Aku merasa begitu tersanjung.. " tanya Nona Lee.


" Ini hadiah untukmu karena sudah membuat Anin jera. " senyum manis David kepada Nona Lee. Ia sudah tahu jika rencana Pak Agus dan Ken ternyata permintaan Nona Lee.


" Kau sudah tahu? padahal Aku tidak memberitahu siapapun. " Nona Lee heran kenapa David selalu mendapatkan informasi penting dalam waktu cepat.


" Iyah Aku sudah tahu rencanamu dengan Pak Agus. Itu pilihan yang tepat Nona Lee, Kau terbaik. Aku menyukai caramu. " smirk David. Ia begitu puas dengan keputusan Nona Lee.


" Berlebihan sekali😊. "


" David, ini sangat indah... " puji Nona Lee sembari menyoroti dekorasi taman yang sangat menakjubkan.


" Lebih indah senyumanmu. " gombal David sembari menatap bola mata indah Wanita Sexy nan Cantik dihadapannya.


" Dasar Gombal. " Nona Lee memutar bola matanya sembari tersenyum.


Tiba-tiba tangan David menunjukkan sesuatu.


" Ini untukmu. " David memberikan buket bunga indah nan mewah untuk Nona Lee.


Degg !!! Nona Lee membulatkan matanya dan tersentak.


" Untukku? " Nona Lee menunjuk dirinya sendiri.


" Hmmmmm,terimalah. Anggap ini sebagai Hadiah Spesial dariku. " lirih David sembari tersenyum.


" Ya Tuhan indah sekali. David... Kau sangat baik, Aku terharu. " Nona Lee mengambil bunga itu lalu menghirupnya dalam-dalam.


" Kau suka? " tanya David.


" Sangat, sangat, sangat dan sangat. David, Terima Kasih sekali lagi. " Nona Lee rasanya ingin sekali memeluk David, namun Ia urungkan karena bagaimanapun Ia adalah Orang Lain,bukan siapa-siapa.


Setelah saling memuji, mereka pun menikmati makanan diselingi dengan obrolan ringan.


Begitupun dengan yang lain, mereka berbicara sesuai topiknya masing-masing. Malam Terakhir ini terasa begitu indah tanpa seseorang yang menjadi perusak suasana.


*


Jembatan


Ken dan Yaura kini duduk di jembatan ditemani bunga dan lilin, tak lupa Wine Termahal pun ikut bersanding.


Berlapis alas empuk berwarna putih membuat duduk keduanya terasa nyaman, apalagi ada bantal juga.


Entah kenapa, suasana tiba-tiba menjadi canggung, Desiran angin, bunyi ombak, kemerlip bintang, dan cahaya bulanlah yang menjadi pusat utama mereka. Baik terhipnotis oleh keindahan alam, Yaura dan Ken sama-sama mengucap syukur. Terutama Ken saat melirik Istrinya,


" Terima Kasih sekali lagi Tuhan, Yaura adalah Pemberian Terindah Darimu. " pujinya.


" Yaura.. " panggil Ken.


Yaura pun menoleh dan menatapnya.


" APA AKU MEMBUATMU TERSIKSA? JUJURLAH.. " tanya Ken tiba-tiba hingga membuat Yaura tersentak.


" Jangan berbicara seperti itu Ken.. Aku sama sekali tidak tersiksa, yang ada Aku bersyukur bertemu denganmu.. " Yaura menundukkan pandangannya.


" Jujur saja, Aku sangat takut membuatmu tidak nyaman atau terkekang karenaku. Aku tidak ingin Kau tersiksa, jadi bicaralah.. apa yang salah dariku? Aku akan memperbaikinya.. " lirih Ken sembari menggenggam tangan Sang Istri.


Yaura memberanikan diri bertingkah seperti orang normal yang banyak maunya kepada Suami.


" Hanya itu yakin? Baiklah,Aku akan memperbaikinya." Ken merangkuh Sang Istri dan..


Mmnuuuaaachhhh Ia mendaratkan kecupan manis di kening Yaura.


Yaura tersenyum, lalu melingkarkan tangannya diperut Sang Suami.


" Ken.. "


" Kenapa? " lirih Ken.


" Waktu kecil bukankah Kita sering bermain gunting batu kertas bersama? Kau ingat? Aku memakai baju merah, dan Kau cokelat.. " ucap Yaura tiba-tiba. Iyah, Dia mengatakannya tanpa sadar.


Degg !!! Ken berkaca, moment yang paling membahagiakan dalam hidupnya adalah saat Yaura ingat dan menganggapnya ada di masa lalu.


" Iyah Aku ingat,Sayang.. bagaimana mungkin Aku melupakannya.. " lirih Ken.


Nyaman, tenang, dan hangat. itulah yang Yaura rasakan jika dipelukan Suaminya.


" Saat Kita bermain game, lalu Aku kehabisan koin.. Kau pasti memberikan koinmu untukku. Kau ingat? "Yaura flashback, Ia mengingat Ken kecil yang sangat tampan dan menggemaskan.


" Kau memakai mantel cokelat, rambutmu terurai lalu menangis karena kehabisan koin..itu kan maksudmu? " tawa Ken sembari menahan air matanya.


Degg !!! mata Yaura ikut berkaca.


" iiihhhh kenapa Kau masih ingat saja Aku menangis karena kehabisan koin. memalukan. " Yaura tersenyum bahagia,namun mata berkaca.


" Rasanya Aku ingin mengulang masa itu lagi. Dimana Kita bermain secara sembunyi-bunyi, memotret, dan Memakan Es Cream bersama di bawah pohon. " tutur Ken.


" Kau yang menaktirku bukan? Es Cream punyaku Pink rasa Strawberry dan Kau Cokelat." lanjut Yaura yang membuat keduanya semakin terharu.


" Hmmm... lalu Kau tidak sengaja menjatuhkan Es Creamnya , jadi terpaksa.. Aku berbagi Es Cream denganmu. " Ken meneteskan air mata, Ia sangat ingat bagaimana masa kecilnya dengan Yaura, pernah memakan Es Cream berdua.


" Aku lebih banyak memakan Es Creamnya, Kau hanya kebagian sedikit. " Yaura tertawa sambil menahan air mata.


" Bukan lebih banyak lagi ! tetapi hampir seluruh Es Creamnya untukmu ! " protes Ken.


Tesssssss Yaura meneteskan air mata.


" KEN.. KITA SUDAH BESAR YAH SEKARANG.. " ucap Yaura gemetar.


" TENTU BESAR ! MASA KECIL TERUS ! " tangis Ken tiba-tiba pecah. Ia terharu dan ..


Hugggg Ia melepaskan rangkulannya dan memeluk Sang Istri dengan erat.


" AKU MENCINTAIMU.. SANGAT MENCINTAIMU YAURA.. SANGAT.. " Ken meneteskan air mata.


Hiksssssssss Yaura menangis.


" Ken... Kita tetap bersama dan berpelukan hingga sekarang.. " Yaura tersenyum sembari menangis.


" Kita tidak akan bersama karena Kau jahat ! Aku tinggal untuk Pelatihan Militer saja Kau menghilang dan tidak menungguku. " oceh Ken.


" Aku kesal karena Kau tiba-tiba saja pergi ke Pelatihan. Aku belum siap.. Hiksss " Yaura memeluk Suaminya dengan erat.


" Kau kesal terus menangis begitu kan? Memberikan Hadiah Kamera lalu mengambek begitu saja.. " jawab Ken, Ia sangat ingat Yaura menangis dengan wajah yang mrengut sembari memberikan Hadiah Perpisahan kepadanya.


" Aku masih kesal sampai sekarang. " ucap Yaura yang membuat Ken tertawa.


" Dasar Tukang Kesal ! " ejek Ken sembari mengedipkan matanya agar tidak mengeluarkan air mata kembali.


" Kenapa Aku jadi menangis? " Yaura melepas pelukan lalu mencebikkan bibirnya.


" Karena Kau sebenarnya merindukanku selama ini. begitukan kan? " goda Ken, Ia menyeka air mata Sang Istri.


" Tidak. " Yaura menatap Ken dan menyadari mata Suaminya sembab.


" Ken, matamu sembab.. Kau menangis? " Yaura balik menyentuh pipi Ken lalu mengelus matanya.


" Kelilipan. " alibi Ken.


" DASAR CENGENG ! " ejek Yaura, jemarinya mencubit pipi Sang Suami.


" Hei ! Aku tidak menangis. " bantah Ken.


Angin semakin kencang, membuat Ken mengkhawatirkan kesehatan Istrinya.


" Ayo masuk,Sayang. Anginnya mulai kencang, tidak baik untukkmu. " ajak Ken,tangannya hendak meraih botol Wine.namun..


Greppp Yaura mencegahnya.


" Kau peminum yang berat. Aku tidak suka."


" Hanya 1 botol sungguh. " rengek Ken.


" Aku tidak mau tidur denganmu ! " celetuk Yaura lalu berjalan mendahului Suaminya.


" SIALAN ! DIA SUDAH BERANI MENGANCAM " Ken menggigit bibir bawahnya dan tersenyum.


KAMAR KEN

__ADS_1


Yaura membulatkan matanya saat melihat dekorasi Kamar berubah menjadi sangat indah yang dipenuhi lilin dan bunga.


" MASUKLAH.. " ajak Ken, Ia tersenyum manis.


Yah, Ken lah yang memberikan kejutan ini kepada Sang Istri.


Mata Yaura berbinar melihat banyak Buket Bunga dan Kado berukuran besar berceceran di lantai.


" Ken,banyak sekali kadonya. " senyum Yaura.


" Tentu,Sayang. " Ken mengedipkan sebelah matanya.


" Apa Aku boleh membukanya? " tanya Yaura.


" Tunggu dulu. " Ken mengeluarkan ponsel, lalu merangkul Yaura dan..


" I LOVE YOU SAYANG mmuuuaaachhhh 😘" Ken mengecup bibir manis Istrinya sembari membuat video singkat.


setelah itu, Ia mengunggahnya ke jejaring media sosial hingga membuat Yaura terkejut.


" Kau mengunggahnya? "


" Tentu. " Ken melemparkan ponselnya ke soffa.


" Apa Kau tidak malu? ".


" Untuk apa Aku malu? justru Aku bahagia. " jawab Ken.


" Sudah Ayo, buka kadonya. " sambungnya.


Melihat Ken begitu mencintainya membuat Yaura tersenyum.


" Romantis." pujinya dalam hati.


Setelah itu, Ia membuka kado dari Sang Suami, jika dihitung total kadonya ada 10.


" Indah sekali.." puji Yaura seraya menunjukkan Tas Jinjing berwarna hitam keluaran Brand Terkenal. Desainnya sangat simple dan tidak norak.


" Kau harus memakai semuanya malam ini. maksudku mencobanya satu persatu.. " pinta Ken sembari membantu Istrinya membuka kado.


" Baiklah. " jawab Yaura tanpa berfikir panjang hingga membuat Ken tersenyum nakal.


" Dia tidak tahu apa yang harus dipakai 😂 " tawa Ken dalam hati.


Kado dibuka satu persatu. setelah Tas, Yaura mendapatkan Mini Dress sepaha.


" Ayo coba. Aku ingin tahu pas atau tidak."


" Ken.. ini kependekan.. lihatlah, hanya sampai paha. " ujar Yaura sembari mengepaskan Mini Dress di tubuhnya.


" ITU PAKAIAN YANG KHUSUS DIPAKE JIKA DIDEPANKU DAN DIDALAM KAMAR.Jadi tidak masalah, sudah pakai saja. " senyum Ken.


Berusaha menjadi Istri baik, Yaura mencoba menjadi penurut. Hendak melangkah ke Kamar Ganti,


" GANTI DI DEPANKU. " usil Ken.


" Dasar ! " Yaura maksa ke Ruang Ganti.


" APA KAU LUPA SAYANG? AKU SUDAH MELIHAT SEMUANYA.. " Ken tertawa.


Beberapa saat kemudian Yaura keluar dengan tampilan ala P*lacur di club-club malam.


" Sexy Girl 😉 " puji Ken sembari menggigit bibir bawahnya. Sungguh body Istrinya sangat ideal. Langsing namun montok.


" Ketat sekali." risih Yaura.


" Memang modelnya seperti itu Nona.. ".


Yah, Baju Demi Baju, Dress demi Dress, Tanktop demi Tanktop semuanya sudah dicoba oleh Yaura sampai akhirnya sebuah lingeie Super Duper Sexy berwarna merah menyala membuatnya tertegun.


" Pakai.. jangan memakai apapun lagi selain Lingerie ! termasuk Bra dan lainnya." perintah Ken bak seorang CEO yang sedang memesan Pemandu untuknya.


" Ini sangat tipis seperti tanpa busana. Baju tidur aneh. " gerutu Yaura karena menurutnya percuma saja memakai baju seperti itu.


" Ayo.. " suara Ken begitu Sexy.


Ingin menolak, tapi Ia ingat tidak boleh membantah Suami. Yaura pun pergi ke Kamar Ganti.


Beberapa menit kemudian, Yaura keluar dengan Lingerie super sexy yang membalut tubuhnya yang putih nan bersinar. Ia berjalan dengan sensual, rambut terurai hingga membuat Ken menelan ludahnya.


Mata Ken tak pernah berhenti memperhatikan lekuk tubuh Sang Istri. Terutama Area Dada yang sangat menonjol juga menerawang, Leher yang jenjang, dan Area bawah yang tembus pandangan membuat Ken mengeluarkan smirknya .


" Sit Down ! ( duduklah ) " Fvck Boy Mode On. Ken menyuruh Yaura untuk duduk di pangkuannya.


" Terlalu Sexy Ken... " lirih Yaura dengan memelas.


" KEMARILAH,SAYANG.. " panggil Ken dengan suara memberat. tatapannya sangat nakal hingga membuat Yaura tertantang.


Memberanikan diri, Yaura berjalan mendekat ke arah Suaminya yang sedang duduk di soffa. Lalu..


Ia naik dan duduk dipangkuan Suaminya.


" AHH SHITT ! DIA SANGAT PANAS. " puji Ken. Sungguh, fantasinya sudah liar dan kemana-mana.


" INI SUDAH MALAM.. KAU TIDAK TIDUR? " tanya Yaura, entah kenapa nadanya terdengar begitu sensual di telinga Ken.


" Sepertinya tidak.. " lirih Ken, tangannya meraba paha mulus dan berakhir di bokong m*ontok Istrinya yang sangat menggoda iman.


Diremas, membuat Yaura hampir saja mendesah.


" Ken.. " lirihnya.


" Kenapa Sayang?.. " pancing Ken yang sengaja membuat Istrinya panas. tangannya terus mer*mas bokong, dan wajahnya yang semakin mendekat ke area Dada.


Yaura menatap Suaminya seakan mengatakan apa yang sedang Ia lakukan.


" Semalam Kita tidak bermain. Jadi, malam ini harus bermain. " tangan Ken masuk lalu meraih Gunung Kembar yang sedari tadi menantang didepannya.


" Kau tidak lelah? besok Kita pulang ( menempuh perjalanan lama dan menguras tenaga ) " lirih Yaura sembari mengalungkan tangannya di leher Sang Suami.


Tangan m*remas, mulut menghisap. Yah, Ken menjelajahi leher Istrinya hingga membuat Yaura mendesah.


" Aaahhhhh " desah Yaura tepat di telinga Sang Suami.


Ken menghentikan aktifitasnya dan menatap Sang Istri,


" Ulangi lagi.. " goda Ken. lalu



Kisssssssssssss Ia langsung memaut bibir Yaura dan memainkannya tanpa ampun. Decapan terd*ngar begitu keras karena keduanya sama-sama bermain lidah . Tangan Yaura meraba Leher dan Dadanya hingga membuat Ken semakin bergairah dan ingin langsung menerkamnya.


Tanpa melepas ciuman, Ken membaringkan tubuh Sang Istri ke soffa lalu menindihnya. Ia mulai menjilati b*gian tubuh Istrinya hingga membuat Yaura menggeliat.


" Mmmmpppsshhh " erang Yaura saat lehernya di hisap dan bawahnya dimainkan Sang Suami.


Mengganggu dan Tak Tahan, Ken merobek Lingerie yang baru saja Ia hadiahkan kepada Sang Istri lalu..


" Kennn Aaaahhhhh " erang Yaura saat Sang Suami menerkam buah dadanya tanpa ampun.


Ken menatap Istrinya sejenak,


" Aku menginginkanmu.. " bisik Ken yang membuat mata Yaura sayu karena tanpa disadari, Ia juga bergairah.


Keduanya saling memandang, dan..


Tangan Yaura mulai membuka kancing baju yang Ia kenakan hingga membuat Ken tersenyum.Iyah, itulah yang Ken inginkan. Dia tidak ingin menikmati sepihak dan terkesan terpaksa.


" Kau mau apa Sayang? " usil Ken.


" Aku tahu apa yang Kau inginkan.. " lirih Yaura dengan suara yang semakin Sexy.


Ken menggigit bibir bawahnya lalu menatapnya nakal, dan..


" Mari Berkeringat👄 " Ken membopong tubuh Istrinya ke Ranjang lalu membaringkannya disana.


Brughhhh Ken melemparkan Baju dan semuanya ke sembarang arah, lampu pun diredupkan.


Ken sudah polos, lalu menindih Istrinya.


" Kau tidak terpaksa melakukan ini denganku kan? Kau tidak merasa terbebani? " lirih Ken.


" Tidak sama sekali.. Percayalah.. " Yaura mengelus pipi Suaminya dan meyakinkannya agar tidak ragu. Yaura sadar, diragukan oleh seseorang yang dicintai itu sangat menyakitkan.


" I LOVE YOU.. " Ken kembali melancarkan aksinya, Ia menyuruh Yaura untuk melepas Lingerie dan..



Lidahnya mulai mengakses setiap inchi tubuh Yaura yang membuatnya mabuk kepayang. Mereka saling berciuman, memberi kissmark, menggigit dan mendesah.


D*sahan keduanya terdengar sangat jelas ketika Ken memasukkan miliknya dibawah sana.


" AAARRRHGG SAYANG, GILA ! KAU MASIH SEMPIT SEKALI " erang Ken, matanya merem melek menahan nikmat dibawah sana.


" Aaahhhh Ken,pelan-pelan.." desis Yaura. Ia merasa Sang Suami terlalu cepat memompanya hingga membuat tubuhnya mengejang dan geli hebat.


Ken benar-benar jago ranjang,Ia memainkan Istrinya dengan sangat lihai dan memberikan Yaura banyak kenikmatan.



Keringat menyatu, d*sahan dan erangan tiada henti ,juga kenikmatan yang tidak pernah terputus membuat keduanya ternggelam dalam rutinitas Suami Istri.


Ken kelabakan saat Sang Istri sudah mulai memainkan tubuhnya. Ia m*ndesah saat Yaura mengh*sap leher dan meraba semua lekuk tubuhnya dengan gaya yang sangat sensual dan sexy.


Erangan panjang terdengar saat Ken mengeluarkan laharnya ke rahim Sang Istri.


Nafasnya begitu ngos-ngosan dan ambruk ditubuh Istrinya.


" Aku mencintaimu,Sayang.. " bisik Ken.


Yaura menganggukkan kepala dan tersenyum. Ia menikmati detik-detik benih Ken tertanam di rahimnya.


Tak puas satu ronde, merekapun melakukannya berkali-kali, entah berapa Jam yang mereka habiskan,yang terpenting d*sahan mereka terasa sampai ke telinga Author👄.


************************


Jangan lupa like dan votenya

__ADS_1


Like dan Sarannya juga yah.


__ADS_2