
Setiap kali Ken mengucapkan " Aku Mencintaimu " seketika itu pula, dirinya merasa sangat bahagia. Yaura tersenyum sembari membalas ciuman Suaminya yang begitu candu. Ia semakin erat memeluk tubuh Suaminya dan menikmati setiap permainan yang diluncurkan. Sadar bahwa hati dan tubuhnya menginginkan Ken..
" APA AKU JUGA MENCINTAINYA? " lirih Yaura dalam hati.
*
*
Berbeda dengan Ken dan Yaura yang sedang menikmati malam panjang, David justu mematung dan membatu mengingat kejadian tadi.
" Sial ! bagaimana bisa Aku melakukan itu?! " umpat David dalam hati, Ia merasa sangat tidak enak terhadap Nona Lee.
" Aku takut Dia menilaiku buruk. Astaga.. Kau ceroboh sekali David ! " sambungnya. Ia terus mengumpat dan memaki dirinya sendiri tanpa henti.
Lisya yang baru saja menyelesaikan tugas darurat negaranya pun menyerit heran saat melihat David sangat Badmood.
" Kau kenapa,David? " tanya Lisya sembari membawa Laptop di tangannya.
Melihat ada Lisya ,seketika itu pula David ingat bahwa Nona Lee sendirian.
" Tidak apa-apa. Kau sudah menyelesaikan tugasmu? ".
" Sudah.." saut Lisya, matanya menyoroti sekitar guna mencari seorang yang merebut first kissnya.
Seakan mengerti,
" SUDAH JANGAN MENCARI ALFIN ! MALAM INI KAU TEMANI NONA LEE, DIA SEDANG SAKIT. " tutur David sembari menjelaskan kejadian tadi siang yang hampir merenggut nyawa Nona Lee. Hal ini tentu membuat Lisya terkejut dan khawatir.
" Baiklah, Aku akan menemaninya malam ini. " ucap Lisya tanpa keberatan sedikitpun.
" Tentu hanya malam ini. Malam selanjutnya,Aku yang menemaninya. " celetuk David yang membuat Lisya melebarkan senyumannya.
" Dasar Pria ! Kau ternyata sama saja ! " Lisya mendaratkan pukulan ke lengan David lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar Nona Lee.
" Aku hanya becanda. " David tersenyum sendiri saat menyadari ucapannya tadi.
" Kenapa Aku menjadi seperti ini.. Astaga.. " David memilih bergabung kembali bersama Para Pria yang sedang berpesta minuman.
Kamar Anin dan Lolly
Anin merebahkan diri di Ranjang berukuran king size sembari memainkan ponselnya, Ia terlihat sangat santai tanpa beban.
Lolly yang mengingat pertanyaan Yaura pun menjadi panik dan cemas,
" Nona Lee adalah Kakak Angkat Yaura. dan Yaura pasti sangat menyayanginya. " lirih Lolly dalam hati, Ia sangat khawatir Yaura menyelidiki kasus jatuhnya Nona Lee.
" Aku melihat Nona Lee lebih memiliki hati dan lembut. Tapi Yaura.. Dia tak kenal ampun jika ada seseorang yang mengancam nyawa orang disekitarnya. Terlebih lagi, Dia adalah Pimpinan Goddess Of Death dan melawan Kak Ken tanpa rasa takut. Aku takut jika Yaura tau tentang ini,maka Kak Anin mendapatkan masalah besar.. " Lolly melirik Kakaknya yang santai tanpa beban.
Tukk tukk tukk
Lolly melangkah mendekati Kakaknya.
" BERKATA JUJUR DAN MINTA MAAFLAH KEPADA NONA LEE SEKARANG,KAK. " ucap Lolly yang membuat Anin mendelik.
" Maaf untuk apa? untuk mengakui bahwa Aku yang mendorongnya begitu? " Anin bangun lalu menatap Adiknya tajam.
" Aku tidak tahu kenapa Kakak menjadi seperti ini.. Daripada Kakak mengelak,lebih baik minta maaf sekarang sebelum Nona Lee bercerita kepada Yaura ,lalu Yaura menembak kepalamu karena melukai Kakaknya. " mata Lolly memerah, Ia sangat kesal karena Kakaknya terus mengelak dan enggan berkata jujur.
Meradang,
" JAGA BICARAMU LOLLY ! SUDAH AKU KATAKAN BERAPA KALI,JIKA BUKAN AKU YANG SENGAJA MENDORONGNYA ! DIA JATUH SENDIRI DAN ITU MURNI KESALAHANNYA ! " Anin meninggikan nada bicaranya.
" Aku yang berada disampingmu dan punya mata bahwa jelas-jelas Kakak yang sengaja mendorongnya ! sadarlah, Kak.. ini perbuatan kriminal dan Kau hampir membuat nyawa Nona Lee melayang ! " mata Lolly berkaca, entah harus bagaimana lagi mengatakannya.
" Tega sekali Kau memfitnah Kakakmu sendiri. " Anin beranjak lalu hendak melangkah keluar.
" KITA HANYA PENUMPANG DISINI,JUGA BEDA KELAS DENGAN MEREKA.. TERLEBIH LAGI,MEREKA ADALAH KALANGAN BERSENJATA DAN PENGUASA.. SADARLAH KAK, JANGAN MENCARI MASALAH... " Lolly meneteskan air mata.
Deg !! Anin menghentikan langkahnya dan berbalik badan lalu kembali mendekati Adiknya.
" Jangan terlalu berlebihan untuk masalah kecil. Kau selalu membesarkan masalah,Lolly ! lebih baik Kau tidur sekarang,daripada menceramahi Kakak ! " Anin merasa tidak suka atas nasehat Adiknya.
" CERAMAH ? AKU CERAMAH? AKU INI MENGINGATKANMU DIMANA POSISI KITA SEKARANG.. KITA INI ANAK YANG DIBUANG DAN TIDAK MEMILIKI TEMPAT TINGGAL ! IBU DAN AYAH SIBUK DENGAN DUNIANYA MASING-MASING, KITA INI TERLANTAR.. "
" Jika bukan karena Evelyn.. Paman Reino dan Bibi Hilya tidak mungkin mengizinkan Kita tinggal dirumahnya disaat Kita tidak tahu harus tidur dimana.. beruntung Evelyn sangat bergantung dan membutuhkan Kita untuk menemaninya.. "
" Sekarang, kendali ada di tangan Kak Ken.. Kak Ken yang mengendalikan hidup Kita.. Jika Kau bermasalah dengan Nona Lee dan Yaura tahu hal itu.. kemungkinan hanya ada DUA, Kau mati ditembak olehnya atau Kita Diusir selamanya dari lingkungan mereka.. JADI SADAR DAN MINTA MAAFLAH,KAK.. " lirih Lolly, air mata terus menetes.
" Lebay sekali Kau Lolly. Kita juga bagian dari Keluarga Bachtiar, dan Ken tidak akan setega itu dengan Kita. Lagipula Aku tidak melakukannya,untuk apa Aku takut,konyol. " Anin menarik sudut bibirnya dan tersenyum.
" Nona Lee itu tidak bodoh, dan Dia tahu bahwa Kau yang mendorongnya ! hanya saja Dia pemaaf dan berhati lembut,jadi Dia tidak mengungkap perbuatanmu kepada mereka. Kau hanya beruntung,Kak.. " Lolly mengepalkan tangannya.
" Dan apa Kau bilang? Kak Ken tidak mungkin menendang Kita hanya karena Keluarganya? SADARLAH ! KAK KEN DENGAN TEGANYA MENEMBAK DAN MENJEBLOSKAN KEDUA ORANGTUANYA DI PENJARA ,DIA JUGA TIDAK MENEMUI ADIKNYA SENDIRI YAITU EVELYN SELAMA 8 BULAN,Apalagi KITA YANG HANYA SEBATAS KELUARGA JAUHNYA?... "
" Jika Kau tidak takut dengan Nona Lee atau Kak Ken, maka Kau harus takut dengan YAURA. YAURA YANG MENGENDALIKAN KAK KEN, DAN KAU TAHU BUKAN? KAK KEN SANGAT MENCINTAINYA, APAPUN YANG YAURA MINTA, KAK KEN PASTI AKAN MENGABULKANNYA. Jika Yaura meminta Kak Ken untuk mengusir Kita, maka Kak Ken akan melakukannya... BERSYUKURLAH KAK, KITA SELAMA INI HIDUP ENAK TANPA MEMBAYAR SEPESERPUN ! KITA DIBERI FASILITAS MAHAL DAN MEMBELI BARANG SESUKA HATI ITU KARENA KELUARGA BACHTIAR ! " tenggorokan Lolly tercekat jika harus menjelaskan kondisi hidupnya.
" Simpan saja ceramahmu untuk dirimu sendiri. Jangan menceramahiku, Aku tahu betul bagaimana keadaanku sekarang. Yaura? Aku juga punya mata dan punya fikiran,bagaimana mungkin Aku berani bermasalah dengannya? Aku sadar diri ! " sentak Anin yang membuat hati Lolly semakin tersayat, Ia bahkan tidak tahu kenapa sifat Kakaknya menjadi arrogant seperti ini.
Menyesakkan dada..
Lolly membalikkan badan lalu meninggalkan kamar begitu saja.
" Tahu apa Dia tentang kehidupan? berani sekali Lolly menceramahiku.. " Anin mendaratkan bokongnya di ranjang.
Tanpa sadar, seorang Wanita sedang bersembunyi dibalik tiang Resort yang lumayan besar.
" ANIN YANG MENDORONG NONA LEE? " mata Lisya berkaca saat mendengarnya, tangannya pun gemetar.
" Mereka bertengkar hebat, dan Lolly menangis tadi.. Astaga.. Aku tidak percaya ini.. " Iyah, Lisya yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka pun hanya bisa diam membatu. Siapa sangka jika Wanita lembut seperti Anin melakukan hal kotor seperti itu.
" ENTAH INI KEJAIBAN TUHAN ATAU APA, AKU TIDAK SENGAJA MEREKAM PERCAKAPAN MEREKA KEDALAM PENYADAP INI. " Lisya menurunkan pandangannya sembari menatap benda kecil berwarna hitam yang Ia pegang di tangannya. Karena baru menyelesaikan tugas negara, Ia pun membawa penyadap. Iyah bukan rahasia lagi,jika Agent NIS pasti berdampingan dengan Penyadap untuk menghindari sesuatu yang tak terguna salah satunya adalah kejadian ini.
Sedang berfikir..
Tiba-tiba
" Kau kenapa? " tanya seorang Pria bertubuh tegap nan berkulit bersih.
__ADS_1
" Mmmhhhh..Aku baik-baik saja. " Lisya sadar dan tersenyum paksa
" Apa Kau sudah menyelesaikan semua tugasnya? " tanya Pria itu yang ternyata adalah Alfin. Ia bertanya karena bagaimanapun Lisya adalah rekan satu timnya.
" Tentu sudah. Lagipula ini tidak terlalu susah. " Lisya tersenyum manis dan merasa bangga Ia bisa menyelesaikan tugas dengan baik dan benar.
" Syukurlah. sekarang AKU MINTA DATA PENYADAPNYA , AKU INGIN DATA KITA BENAR-BENAR AMAN,TIDAK DIMASUKI ORANG LAIN. " Alfin menadahkan tangannya, Ia ingin memastikan bahwa data yang dikirim itu 100% aman, karena bagaimanapun mereka sedang berada di Negara Orang Lain yang rawan Cyber Crime.
Deg !!!!!! Lisya membulatkan matanya, Ia ingat bahwa ada percakapan Anin dan Lolly yang tidak sengaja terekam olehnya.
Terlatih dan biasa menyamar sebagai Agent,
" Maaf,Aku berbohong. sebenarnya ada beberapa data yang belum diselesaikan, tapi berhubung Aku suntuk didalam dan ingin mencari udara segar. Maafkan Aku,Alfin.. " Lisya menundukkan badannya sebagai permintaan maaf.
Tidak segalak dulu dan mencoba memahami kondisi,
" Baiklah,Aku memaafkanmu. sekarang Kau bisa beristirahat sejenak.. " Alfin melukiskan senyum tipis.
" Terima kasih banyak.. " Lisya membalas senyuman Alfin.
" Aku permisi dulu.. " sambungnya sembari berlalu pergi.
Alfin terus memperhatikan gerak tubuh Lisya yang semakin menjauh daripandangannya.
" Lisya... " Alfin tersenyum manis, ingatannya tiba-tiba terlintas bagaimana Ia mencium bibir Lisya lalu menipunya.
Kamar Nona Lee
Memenuhi permintaan David, Lisya pun masuk kedalam Kamar Nona Lee. Ia menaruh Laptop keatas meja,
" Nona Lee Maafkan Aku, sungguh Aku baru tahu tentang keadaanmu. " tutur Lisya,Ia langsung memeluk Nona Lee dengan erat, matanya memperhatikan tubuh Nona Lee yang terbalut perban.
" Iyah Lisya tidak masalah, Kau kan sedang bertugas. lagi pula Aku baik-baik saja.. Kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu? " senyum Nona Lee dengan bahagia. Karena memang makna 'bahagia' bagi Nona Lee adalah sederhana, diperhatikan oleh orang sekitar saja itu udah lebih dari cukup.
" Iyah Nona Aku sudah menyelesaikannya. Syukurlah Kau baik-baik saja, sungguh Aku sangat khawatir saat mendengar cerita David tentangmu.Aku sangat syok dan tidak menyangka ada insiden fatal seperti itu." tutur Lisya, kekhawatiran jelas terlihat diwajahnya.
" David? Kau mendengar tentangku darinya? dimana Dia sekarang? " tanya Nona Lee yang seketika ingat kejadian memalukan tadi.
" Dia ada Area B, saat Aku melihatnya, wajahnya sangat tidak mengenakkan😅Aku juga kesini disuruh olehnya menemanimu malam ini.. " tawa Lisya yang diikuti tawa Nona Lee.
" Kenapa Dia? mmm terima kasih Lisya,Kau mau menemaniku.. " tanya Nona Lee yang berpura-pura tidak tahu tentang David🤣.
" Mungkin Dia tidak memiliki kekasih jadi seperti itu 🤣. Mmm Nona Lee, bagaimana bisa Kau jatuh seperti itu? " tanya Lisya diselingi tawanya yang sangat kencang.
" Menyedihkan sekali David😅. Aku terperosok Lisya, tebingnya sangat licin." senyum Nona Lee dengan gayanya yang elegant.
" Licin? benarkah? padahal tidak hujan di sekitar sini. Apa Kau memakai Higheelss Nona?😅 " Lisya menggunakan jati diri aslinya untuk mengungkap kasus Nona Lee. Pertanyaan yang memancing dan menjebak selalu Ia lontarkan.
" Sembarangan ! Aku menggunakan sneakers tadi. " tawa Nona Lee.
" Apa Aku boleh melihat sneakersnya? sungguh Aku tidak mau kejadian ini terulang. Jadi buat jaga-jaga agar Aku tidak membeli atau menggunakan sepatu sneaker sepertimu karena berbahaya. " senyum Lisya. NIS tetaplah NIS yang pandai menjebak orang lain.
Tanpa rasa curiga dan berfikir Lisya tidak tahu kejadian sebenarnya, Nona Lee menunjukkan sneakers yang Ia gunakan.
Lisya pun mengamati bahan dan desain sepatu dengan sangat detail.
" INI BUKAN DARI BAHAN YANG LICIN DAN DI DESAIN KHUSUS UNTUK MEDAN PEGUNUNGAN. NONA LEE JUGA ORANG YANG SANGAT KRITIS DAN LOGIKA,DIA TIDAK MUNGKIN SALAH MEMILIH SEPATU. BENAR KATA LOLLY, NONA LEE JUGA SENGAJA MENUTUPI PERBUATAN ANIN. " batin Lisya.
" Tentu tidak, hanya Aku yang terperosok. sudah lupakan, namanya juga musibah tidak ada yang tahu. " saut Nona Lee dengan entengnya.
" Iyah benar juga. Baiklah, Semoga cepat sembuh Nona Lee. Mmmm Aku belum makan sejak tadi,jadi Aku izin keluar sebentar untuk menghubungi Pelayan. " ucap Lisya.
" Kenapa tidak menghubungi lewat telefon saja agar kakimu tidak cape berjalan 😅. "
" Apa Kau lupa Nona Lee? Aku ini bukan warga sipil biasa, jadi berjalan adalah hal kecil untukku. " Lisya tertawa sembari melangkah keluar.
Koridor,
Lisya benar-benar berfikir keras memikirkan Kasus Nona Lee.
" Nona Lee menutupi kebenaran. Ini sangat tidak baik jika dibiarkan. terlebih lagi mengingat kisah Yaura yang dikelilingi orang-orang munafik, hingga nyawanya hampir melayang. " Lisya berjalan dengan tidak fokus.
" Bukan masalah siapa yang melakukan dan seberapa besar kesalahannya, tetapi DAMPAK KEDEPAN YANG DIAKIBATKAN OLEH ORANG-ORANG SEPERTI INI SANGATLAH BERBAHAYA. KITA TIDAK TAHU KAPAN MEREKA MENGGUNAKAN TOPENG ASLINYA DAN MEMBAHAYAKAN ORANG SEKITAR. AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANNYA ! " sumpah Lisya dalam hati.
Tiba-tiba
Jedugggggggggggggg Ia menambrak seseorang yang ada di hadapannya.
" AWWW !!! " teriak keduanya saat kepala mereka berbenturan.
" Maaf.. Maaf.. " Lisya mendongak sembari memegangi kepalanya yang terasa sakit, dan ternyata orang itu adalah ALFIN.
" Alfin.. " sambungnya.
" Astaga.. Kau ini kenapa? sedari tadi Kau tidak fokus. " ucap Alfin yang menyadari Lisya tidak seperti biasanya.
" Tidak papa.. Aku hanya lapar jadi tidak fokus. " Alibi Lisya yang tidak ingin membeberkan kebenaran ini terlebih dahulu.
" BESOK AKU HARUS PERGI KESANA. DAN MEMASTIKAN APAKAH TEKSTUR TEBING ITU MEMANG LICIN ? ATAU MEMANG RAWAN TERPEROSOK JIKA DIINJAK? " batin Lisya sembari melebarkan senyumnya.
" Jadi Kau belum makan? Aku kira sudah. " ucap Alfin.
" Belum. " Lisya menggelengkan kepalanya.
" Mau makan denganku? maksudku..kebetulan Aku juga belum makan.. " ajak Alfin malu-malu, Ia membuang pandangannya ke sembarang arah.
Lisya mendelik saat Alfin mengajaknya secara terang-terangan.
" Karena memiliki tujuan yang sama. Itu ide yang baik. " senyum Lisya.
Mereka pun kini pergi ke area dinner di tepi pantai.
*
*
Pantai
__ADS_1
Setelah bertengkar dengan Kakaknya, Lolly mengasingkan diri ke sebuah gubug tepi pantai. Ia masih menangis dan merasa kesal kenapa Kakaknya itu tidak mendengarkannya sama sekali.
" Kami tidak punya Keluarga yang bisa diandalkan selain Kak Ken dan Evelyn. Merekalah cahaya bagi hidup Kami dan menerima Kami dalam keadaan apapun tanpa perhitungan. " isak Lolly,Ia kembali flashback saat-saat tersulit hidupnya saat Orang Tua Mereka berpisah lalu menelantarkannya. Dulu, Evelyn selalu merengek kepada Orang Tuanya untuk membawa mereka ke Rumah Keluarga Bachtiar yang megah namun hampa didalamnya.
" Beruntung Evelyn meminta Kami untuk tinggal bersamanya sampai sekarang.Jika tidak, Kami akan menjadi gelandangan di jalan. Di Zaman sekarang, Jika Keluarga Kita tidak punya uang banyak, maka diasingkan dan tidak dianggap sebagai Keluarga. TETAPI KENAPA KAK ANIN TIDAK MENGERTI MAKSUDKU HIKSSSSS " Lolly menangis tiada henti, karena di umurnya yang masih sangat belia dan tidak memiliki pengalaman apapun,itu mudah membuatnya ' TAKUT DAN BERHATI-HATI '.
" Aku tidak ingin berurusan dengan Kak Ken dan Yaura hiksssss " rintihnya dalam hati. karena walaupun dirinya tidak bersalah,tapi jika Sang Kakak yang tersandung masalah, Lolly tidak akan membiarkan Kakaknya terjadi hal buruk, apalagi jika berakhir dengan penembakan.
Alex yang baru saja mengambil powerbank ponsel, matanya tidak sengaja menangkap gadis kecil di ujung sana nampak seorang diri.
" Evelyn? " batinnya.
Sadar bukan Evelyn,
" Perasaan Evelyn memakai baju berwarna biru. " Alex memutuskan untuk mendekati gadis itu.
Krukkkk krukkk krukkkk bunyi hentakan sendal dengan pasir
" Lolly... " lirih Alex saat menyadari itu adalah Lolly.
Deg !!! Lolly mendongak saat sadar ada orang lain.
" Alex.. " Lolly membulatkan matanya dan terkejut.Ia pun langsung mengusap air mata dan berdiri.
Deggg !!!! Melihat mata Lolly yang sangat sembab dan sayu membuat Alex tersentuh.
" Kau kenapa? " Alex semakin menatap dalam mata Lolly, matanya pun ikut memerah. bagaimana tidak ikut memerah, seseorang yang biasa ceria dan bersenda gurau tiba-tiba menangis, pasti ada hal yang membuatnya sakit, itu yang Alex pikirkan.
" Aku tidak kenapa-kenapa. " Lolly membuang pandangan dan berusaha menahan air mata yang tidak biasa Ia tahan. Iyah, Lolly adalah tipe wanita yang ketika menangis,maka akan terus menangis sebelum hatinya merasa lega.
" Aku permisi. " sambungnya sembari melangkah, namun...
Greppppppppp Alexx menahan lengan Lolly.
" Ada masalah apa? Apa ini ada hubungannya dengan Pipimu yang memar? Siapa yang menamparmu? " Alex mendesak Lolly,karena Ia sangka ada Pria yang menampar Lolly hingga setega itu.
" Ini bekas terjatuh. Aku baik-baik saja,Alex.. Lepaskan Aku mohon.. " Lolly mencoba melepaskan diri dari Alex.
" Katakan siapa yang menamparmu?! sebrengsek-brengseknya Aku, AKU TIDAK AKAN TEGA MELIHAT WANITA DIPERLAKUKAN KASAR SEPERTI INI. KATAKAN SIAPA?! KEVIN ? VINO? ZAYN? ATAU BAHKAN KEN YANG MENAMPARMU ? KATAKAN.. " ucap Alex dengan nada penekanan.
Namanya Lolly,semakin didesak,Ia akan semakin kehilangan kontrol.
" LEPASKAN ALEX ! HIKSSSSSSS " Lolly kembali menangis hingga air matanya terlihat jatuh di depan mata Alex.
Tak tega melihat Wanita menangis,
HUGGGGGGGGGGGGG ALEX MENARIK TUBUH LOLLY LALU MEMELUKNYA.
Menolak, Lolly pun memberontak.
" Alex , Apa yang Kau lakukan hikssss lepaskan. ".
" Menangislah.. " Lirih Alex dengan begitu lembut, matanya ikut berkaca saat merasakan bajunya basah karena air mata Lolly. Tangan Alex perlahan menyentuh kepala Lolly lalu mengelusnya perlahan.
Degg !!!! Lolly merasakan hal aneh saat pertama kali mendapatkan sebuah pelukan hangat, terlebih disaat Ia terpuruk,itu membuat kesan tersendiri untuknya.
" Lepaskan.. " Lolly memejamkan mata sembari membayangkan hal yang tidak-tidak tentang keselamatan Kakaknya.
" Menangislah.. " Alex semakin mempererat pelukannya.
" Selama Aku mengenalnya..Lolly tidak pernah menangis. Jalankan menangis,melihat Dia dilema itu sangat jarang. tapi sekarang, Dia sampai menangis seperti ini.. ada apa sebenarnya?.. " batin Alex sembari mengelus kepala Lolly dengan begitu tulus.
Nyaman,
Lolly menumpahkan semua air mata kekesalan,kekhawatiran dan kesedihan yang Ia rasakan selama ini.
Berpelukan cukup lama,tiba-tiba..
" APA KALIAN SEDANG INDIA-AN? " celetuk seseorang yang membuat mereka membuka mata dan menjengit kaget.
Lolly langsung melepaskan pelukan dan menatap Alex.Begitupun sebaliknya.
Tidak ingin dilihat orang lain lagi, Lolly pergi begitu saja tanpa sepatah katapun,Ia mencoba menyembunyikan kondisi wajahnya yang sembab.
" KAU INI KENAPA SELALU DATANG DISAAT YANG TIDAK TEPAT?! MENGGANGGU SUASANA SAJA !" sentak Alex kepada seorang Pria yang memegang botol Anggur.
" Kenapa menyalahkanku?! " sentak balik Pria itu dengan wajah tanpa dosa,siapa lagi kalo bukan Zayn.
" Tentu salahmu ! lagipula untuk apa berjalan kesini ! " gerutu Alex,lalu..
Sttttt Ia mengambil botol Anggur dari tangan Zayn, setelah itu Alex menenggaknya hingga setengah.
" Aku punya Kaki jadi berjalan !. Kalian saja yang bodoh ! ada di Maldevis tapi malah berduaan di gubug, Kamar banyak yang kosong. Ayolah kawan,manfaatkan dengan baik dan benar.." celetuk Zayn gaya tengilnya.
" Jangan berbicara sembarangan. Aku memeluknya tadi karena Dia menangis.. Aku rasa ada masalah serius.. " nada bicara Alex berubah hingga membuat Zayn mengerutkan jidatnya.
" Kenapa? Apa ada penyerangan? " mata Zayn reflex menyoroti sekitar, karena Ia takut ada Tim yang tidak terbaca.
" BUKAN BODOH ! KAU INI BODOH SEKALI,ZAYN ! AH SUDAHLAH ! " Alex mengomel lalu pergi sambil membawa botol Anggurnya.
" Apa ini masalah sepasang kekasih? " senyum Zayn sambil memperhatikan tubuh Alex yang semakin menjauh.
" AWAS ADA RACUNNYA ! '" teriak Zayn.
" BODO AMAT ! " saut Alex dari jauh.
Zayn tersenyum manis, Ia menatap laut lepas diiringi terpaan angin malam dan kilauan bintang.
" Indah sekali.. Aku tidak menyangka Maldevis seindah ini.. " puji Zayn, hatinya mendadak tenang dan sejuk. Ia menghirup dalam-dalam udara segar itu ,
" Selama ini Aku hanya bersembunyi di Markas dan Lorong Gelap. Maldevis memang sangat indah.. " lirih Zayn, Ia tiba-tiba teringat sosok Wanita berambut panjang memakai Seragam Jaksa.
" BISAKAH KAU HIDUP KEMBALI? AKU MERINDUKANMU.. " Zayn menatap bintang dilangit, hatinya mendadak sesak saat mengingat Wanita Jaksa yang tewas dipelukannya.
Iyah, walaupun Bad Boy dan seorang Mafia, tapi Zayn memiliki kisahnya sendiri. Hampir sama wataknya dengan Ken, Zayn memilih menutupi perasaan dan keadaan hatinya. Ia hanya sibuk berlatih, berperang, melakukan operasi dan berdagang senjata,semua itu Ia lakukan hanya untuk PELAMPIASAN.
*************
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Votenya
Kritik dan sarannya yah guys♥️