Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Brangkas


__ADS_3

" Karena Aku membenci mu. Itu sebabnya Aku menikahimu " lirih Ken ..


Mendengar jawaban tersebut, Yaura terdiam


" Benci ? .. Apa Dia membenciku karena kerugian waktu itu ? atau Hal lain ? " batinnya.


Yaura mencoba berfikir keras kenapa Ken begitu membencinya .


" Sepertinya ada yang tidak beres dengan Ken. tanpa mengetahui Asal Usul ku , Dia menginginkan sebuah pernikahan . Rasanya aneh, Dia sendiri yang memintaku untuk menikah dengannya, dan Dia sendiri juga yang membenciku " gumam Yaura dalam hatinya, Ia menatap ke arah luar jendela.


GITA HOTEL


Kesunyian pun kembali , Ken & Yaura kini saling diam .


Setelah perjalanan beberapa menit, sampailah di Gedung Gita Hotel. mereka pun turun dari mobil,


Di Halaman depan, mereka sudah disambut oleh Para Pembongkar Gedung .


" Selamat Datang Tuan Ken dan Nona Yaura " ucap Hormat Tuan Hilton selaku Mandor ,


Ken hanya menganggukan kepala sebagai jawaban atas ucapan Tuan Hilton, sementara Yaura membalasnya dengan senyum kaku .


" Baiklah. Sesuai keputusan Para Pemegang Saham, Aku yang akan mewakili Ceremony Pembongkaran Gedung . dan seperti yang telah direncanakan, Simpan semua bentuk dari Peninggalan mereka. Kalian masuklah terlebih dahulu kedalam, Aku akan menyusul " Perintah Ken kepada Tuan Hilton dan Tim.


" Siap Tuan . Kita akan segera melakukan sesuai perintah . Dan ini .. Alat safety untuk Tuan Ken dan Istri Tuan " ujar Tuan Hilton seraya memberikan alat safety kepada Ken .


" Aku Permisi kedalam Tuan, temui Aku di dekat Lift " sambungnya kembali, Kini Para Tim Pembongkar pun mulai masuk kedalam gedung.


" Di Depan ada Restaurant , Kau bisa menunggunya disana jika Kau tidak ingin masuk kedalam " ucap Ken dengan datar .


Ntah kebiasaan atau bagaimana, Yaura sangat hobi tidak menjawab Pembicaraan orang .


Yaura menadahkan tangannya .


Ken menyerit heran ,


" Apa ? "


" Kemarikan Alat safety nya, Aku akan Ikut kedalam" ujar Yaura.


" Bicara saja sangat susah . Didalam banyak debu dan sangat kotor , Ini tidak baik untukmu "


" Tidak masalah . " jawab Yaura dengan singkat. Ia terus menadahkan tangan sampai Ken mau memberikan alat safety untuknya.


" Pakailah dengan benar " Ken memberikan alat safety kepada istrinya .


Di dalam Hotel


Yaura dan Ken pun sekarang sudah memakai alat safety , Dan mulai melangkah masuk kedalam Gedung.


Ken yang tak terlalu mengamati setiap sudut Ruangan & Koridor Hotel .sementara Yaura, sepanjang langkahnya , bayangan-bayangan Masa Kecilnya di Hotel tersebut dengan sang Ayah & Ibu terus muncul, Ia berusaha keras untuk melawan memori tersebut .


Mereka pun terus melangkah menemui Tuan Hilton.


Saat mereka sudah bertemu di dekat Lift,


" Kau sudah menyuruh anak buahmu untuk merapikan semuanya ? " Tanya Ken pada Tuan Hilton.


" Sudah Tuan, Galeri kenangan ada di Lantai 10, Tempat Presdir juga ada disana, Ruangannya berdekatan "


"Aku akan menemui mereka ke atas "


" Apa Tuan tidak merasa lelah ? Naik tangga ke Lantai 10 itu sangat mengurus tenaga Tuan " ucap Paman Hilton.


Ken kemudian menoleh ke arah Istrinya.


" Kau tunggu disini dengannya ( Tuan Hilton ) , Aku ke atas dulu "


" Aku ikut denganmu ."


" Ini akan melelahkan , Naik turun tangga ke Lantai 10 akan membuat kakimu bengkak "


" Tidak masalah. anggap saja Olahraga "


" Bilang saja Kau ingin terus bersamaku " ucap Ken seraya memakai masker.


" Jangan membalikkan fakta , tadi pagi bukannya Kau marah karena Aku tidak bersamamu di Kamar ? . anggap saja Aku sedang berlatih menjadi Istri yang baik ." Yaura mencoba memaksa Ken agar mengizinkannya naik ke Lantai 10.


Mendengar perkataan Yaura yang masuk akal, membuat Ken mengalah . Ia pun mengizinkannya untuk naik ke Lantai atas. Yaura pun segera memakai masker untuk melindungi pernafasannya .


Melihat Tuannya yang sedang cekcok dengan sang Istri, membuat Tuan Hilton senyum2 sendiri .


" Meskipun Pernikahan mereka belum di Publikasi, tapi Aku yakin cepat atau lambat , Publik akan tahu bahwa Kendrick dan Yaura sangat serasi & cocok sebagai pasangan Suami Istri " pujinya.


Ken dan Yaura pun mulai menaiki anak tangga ..


LANTAI 10


Dengan nafas yang sedikit tersenggal-senggal, mereka akhirnya sampai di Lantai 10 . Disana Tim Pembongkar sedang wara-wiri merapikan Foto-foto yang ada di Galeri Kenangan.Ken & Yaura pun mendekat ke Ruangan tersebut , dannn...


Pandangan Yaura terfokus pada salah satu Tim yang sibuk melepaskan semua Foto yang terpajang di Dinding Ruangan Kenangan Mendiang Sang Ayah.


" Paman Arga. Syukurlah Dia benar-benar melakukan tugasnya " Ia menyipitkan kedua matanya,

__ADS_1


Begitupun sebaliknya, Paman Arga terkejut saat melihat Yaura ada di depan Pintu.


" Ya Tuhan .. Nona ada disini, Ini sangat keberuntungan " gumamnya dalam hati .


Takut ada yang curiga atas Interaksi mereka, Yaura segera memalingkan pandangannya ke sudut lain, Dari Pintu Ia melihat keadaan Ruangan yang benar2 masih sama seperti Dulu.


Berbeda dengan Ken, Ia langsung melangkahkan Kakinya untuk masuk ke dalam .


" Bingkainya jangan sampai ada yang pecah " Perintah Ken seraya melihat semua Bingkai Foto milik Keluarga Tuan Devano yang masih terpajang .


Melihat sebuah Bingkai Foto yang sangat besar, Yaura melangkah kedalam dan mendekat,


" Ayah .... " Lirih Yaura dalam hatinya, Ia sedikit menunduk Hormat .


" Ayah .. Kau tidak perlu cemas mulai sekarang, Aku akan membalaskan semua dendam-mu " lirihnya kembali .


Ken sibuk memandangi setiap foto ,


" Kevin pernah mengatakan Bahwa ada kejanggalan dalam Kematian Keluarga mereka. G&D adalah sebuah Perusahaan Ternama , sangat tidak masuk akal Jika mati konyol dalam insiden kebakaran " Ia mengingat Kata-kata Kevin waktu itu,


" Semua foto saat Aku masih Bayi " Yaura mencoba melirik satu persatu foto yang terpajang dan tertumpuk di meja .


Tiba-tiba seorang Tim masuk ,


" Permisi Tuan Ken, Tuan Hilton ingin berbicara 4 mata sebentar dengan Tuan ,Hanya 10 menitan . Hal ini sangat penting . Beliau tidak bisa naik ke sini karena Kakinya sudah benar-benar keram . Tuan Hilton ada di Lantai 8 ,Tuan "


" Apa Tidak bisa melalui telefon ? Aku belum memeriksa Ruangan Presdir "


" Sepertinya tidak Bisa Tuan karena ini hal sangat Privacy "


" Baiklah, Aku akan turun " ucap Ken kemudian Ia mengalihkan pandangannya ke Yaura.


" Tunggu disini sebentar, Aku ingin menemui Tuan Hilton dibawah "


Yaura menganggukkan Kepalanya . Ken pun segera melangkah keluar , dan menuruni Anak tangga.


Setelah Ken mulai menjauh dari pandangannya ,


" 10 Menit mereka berbicara, dan 5 menit untuk kembali naik ke atas . berarti Aku punya waktu 15 menit untuk membuka Brangkas " Yaura segera mengalihkan pandangannya ke arah Paman Arga.


Ia mengedipkan kedua matanya sebagai Kode .


Paman Arga pun mendekatinya,


" Bagaimana Nona ? "


" Dengarkan Aku baik-baik, Kau masuklah kedalam Ruangan Presdir . Kau melihat seorang Pekerja di sana ? " Yaura berbicara sangat pelan dan hati2 , Ia menunjuk seseorang yang mulai melangkah dan mendekati Ruangan Presdir .


" Dia membawa sebuah Kunci di tangannya, kemungkinan Besar dialah yang akan membukakan Pintu untuk Kita . Kau hanya perlu masuk kedalam sana , Kau mengerti ? , Bius pekerja tersebut dengan dosis yang Ringan, Kita hanya punya waktu 15 menit " jelas Yaura. Paman Arga pun menganggukkan kepalanya. Ia segera menghampiri Pekerja Proyek tersebut,


" Permisi Pak, apakah Tuan Hilton memerintah Kalian untuk merapikan Ruangan Presdir juga? "


" Iyah Nona, setelah Ini , Kita akan merapikan Ruangan Presdir " ucap salah satu Pekerja seraya membersihkan Debu yang ada di Bingkai Foto .


" Aku sangat bosan disini, Apa Aku boleh meminjam Kemoceng itu Pak ? Aku sepertinya ingin membersihkan Ruangan Presdir daripada berdiam diri"


" Tidak perlu Nona.. Biar kami saja yang membersihkannya , tangan Nona nanti Kotor "


" Tidak masalah, Lagipula hanya membersihkan Debu . Bolehkah Aku meminjamnya ?"


Karena melihat Yaura memaksa, Pekerja itupun memberikan kemoceng itu padanya. Setelah mengucapkan terima kasih, Yaura segera melangkah ke arah Ruangan Presdir.


Ruangan Presdir


Disana,Ruangan Presdir sudah terbuka,namun Tak terlihat sang Pekerja yang tadi membukanya .


" Kau menyembunyikannya dimana ? " tanya Yaura seraya menyoroti setiap sudut Ruangan .


" Di Belakang lemari dokument ini Nona" ucap Paman Arga,


Mendenger itu, Yaura pun segera menutup Pintu .


" Kita tidak punya banyak waktu Paman " Yaura segera menjongkokkan tubuhnya , Ia kini berada tepat di depan Brangkas.


" Brangkasnya sangat kotor.Debunya sangat tebal" Paniknya, Ia segera membersihkannya dengan kemoceng .


" Paman, Dimana Cairannya ( cairan ini berguna untuk melacak tombol mana saja yang sering di tekan ) ? "


" Ini Nona, " Paman Arga memberikan cairan itu,


Yaura segera menyemprotkannya di semua tombol Brangkas . Ia terus menggosok2 tombolnya dengan tissu .


" Paman, Awasi di depan "


" Nona tenang saja, " Paman Arga siap siaga mengawasi dari celah pintu.


Usaha tidak akan pernah menghianati hasil , setelah dibersihkan , tampaklah sedikit cekungan pada tombol Brangkas. Yaura benar2 sangat teliti


" 01289" ucapnya.


" Ini kombinasi kelahiran " batin Yaura.


Ia pun segera menekan tombol

__ADS_1


" 12089 " salah .


" 09182 " salah


" 28190 " salah


Yaura terus mengotak atik tombol Brangkas,


" Ya Tuhan .. Aku sudah mencoba semuanya, kenapa tidak cocok " frustasi.


" Nona , waktu Kita sebentar lagi " Paman Arga pun ikut was-was karena waktunya sudah hampir habis.


Yaura pun melihat jam yang melingkar di tangannya , 7 menit lagi .


" Ayah .. Aku mohon , terbukalah " lirih Yaura seraya mengingat Ayahnya tersebut. tiba-tiba fikirannya mengacu pada kenangan ,


flashback : " Nak, Kau adalah Orang pertama yang sangat Ayah cintai setelah Ibumu . Melebihi diri Ayah sendiri " ucap Mendiang Ayahnya


" Kombinasinya adalah Ibu, Aku dan Ayah "


" Baiklah .. 12809. Ibu lahir di Bulan Ke-12, Aku di Bulan ke-8 , dan Ayah ke-9 . penempatan 0 antara di Bulan kelahiran Aku & Ayah " batinnya.


" 12089 " Yaura menekan tombol Brangkas.


SALAH .


" 12809 " Yaura menekannya kembali .. dan


trgggggggtrggggg Brangkas terbuka, mata Yaura terbelak begitupun dengan Paman Arga.


" Syukurlah " Yaura tersenyum . Ia melihat banyak foto, memo, dan dokumet2 lain di dalam Brangkas . menghemat waktu, Ia langsung menyuruh Paman Arga untuk memasukknya kedalam sebuah Tas hitam yang berukuran sedang .


Paman Arga pun segera memasukkan semuanya , dan ...


tokkk tokkk tokkkk suara ketukan Pintu , mata Yaura dan Paman Arga pun membulat sempurna . Yaura segera melihat ke arah jarum jam ,


" Ken datang lebih cepat ? Astaga .." lirihnya.


Melihat Nonanya panik, Paman Arga yang telah selesai memasukkan semuanya pun beranjak dan mendekati Pintu , Ia mengintip dari celah kunci.


" Sepertinya Bukan Tuan Ken, Dia memakai Mantel " ucapnya .


" Mantel ? " tanya Yaura. Ia sejenak terdiam,


" Kemarikan Senjatamu , mundur dan sembunyilah di belakang lemari " Yaura menadahkan tangannya .


Paman Arga pun mengeluarkan senjata dari balik Baju Kerjanya . Kemudian Ia bersembunyi ,


Yaura kini memegang senjata dan menyembunyikannya, Ia sejenak menarik nafas dan membuka Pintu .


Ia pun mempersilahkan Pria bermantel dan bermasker masuk kedalam dengan sigap Yaura segera menutup Pintu. dan..


Ceklekkkkkkkkkk


Ia menodongkan senjata ke Kepala Pria itu


" Siapa Kau ? "


Pria Itu mengangkat kedua tangannya ,namun Ia tak menjawab .


" Sekali lagi Kau tidak menjawabnya , Aku benar-benar akan menarik Pelatuknya ! " Yaura semakin menekankan senjatanya ke Orang tersebut, tangannya hendak menarik Pelatuk Pistol.


Cekkkk... Bunyi pelatuk yang hendak tertarik.


" Ini Aku Nona, Pak Bobby " ucap Pak Bobby , dan segera membuka masker yang ada menutupi wajahnya.


Yaura pun terkejut, Ia segera menurunkan senjatanya.


" Pak .. Bagaimana Kau bisa masuk kesini ? " tanyanya .


" Kita tidak punya banyak waktu . dimana Arga , kemarikan Tas nya "


Paman Arga pun segera keluar dari persembunyian,Ia segera memberikan tas itu pada Pak Bobby.


" Apa Kau sudah menukar semua dokumentnya Nona? "


" Sudah Pak, Aku juga sudah menaburi Brangkas itu dengan pasir halus . Ini akan terlihat seperti tetep terlapisi oleh Debu " ucap Yaura seraya memberikan senjata kepada Paman Arga.


" Baiklah, Aku dan Arga akan segera keluar dari sini"


" Bagaimana kalian bisa keluar ?" tanya Yaura .


" Susah menjelaskannya . Baiklah Nona, Kita pergi dulu , jangan meninggalkan bekas apapun disini " Perintah Pak Bobby . Mereka pun membuka Pintu dan segera pergi dari Lantai 10 .


" Bagaimana mereka bisa lolos ? " Yaura terheran.


Mengingat ada 1 Pekerja yang sempat Ia Bius, Yaura pun segera mengeluarkannya dari belakang lemari.


dan Tak berselang lama ..


" Apa yang Kau lakukan ? " tanya Ken yang tiba-tiba berada di depan Pintu .


Yaura pun terkejut di Buatnya .

__ADS_1


..................


BUTUH SARAN DAN KRITIK


__ADS_2