
PAGI HARI
Setelah kepergian Yaura, David meminta di tugaskan di Tanah Air ,agar bisa mengunjungi persemayaman Wanita yang sangat dicintainya tersebut. Sifatnya yang independent dan setia pada satu Wanita,membuatnya sulit melupakan seseorang yang terlanjur Ia cintai. Setiap minggu, diam-diam David mengunjungi persemayaman Yaura seperti yang Ia lakukan hari ini.
SAN DIEGO HILLS
Setelah berdoa dan sejenak bernostalgia moment bersama Yaura, David menaiki mimbar seraya membawa Buqouet Bunga Mawar Putih ditangannya. tiba-tiba
Tlkkkkk tlkkkk tlkkkk hentakan heels dengan marmer begitu terdengar dengan jelas. nampak seorang Wanita berjalan ke arah mimbar sambil membawa Bunga Lilly di tangannya.
David mengerutkan dahinya lalu bertanya-tanya siapa yang datang, Ia takut jika seseorang mempergokinya dan mengakibatkan kesalahpahaman.
Hendak menoleh ke belakang, namun Wanita itu lebih dulu berada di sampingnya.
Sama-sama menoleh, mereka pun kini beradu pandang.
" David .. " lirih Wanita itu,matanya membulat sempurna.
" Kau disini? " David mencoba menutupi kekhawatirannya.
" Iyah, Aku mengantar Evelyn mengunjungi Keluarga Tuan Devano Malik juga Yaura.. " jawab Wanita itu yang tak lain ANIN, Ia melukiskan senyum tipis di bibirnya.
David diam sejenak, dan membuang pandangannya ke sembarang arah.
" Semoga saja Dia tidak memberitahu Ken bahwa Aku mengunjungi Yaura, Aku takut Ken salah faham.. " lirihnya dalam hati.
Melihat David diam,
" Beberapa minggu yang lalu juga Aku melihat David datang kesini, apa Dia juga mempunyai perasaan terhadap Yaura? " lirih Anin dalam hati,tatapan matanya tak berpaling dari David.
Sunyi
Sunyi
Sunyi
" Bagaimana kabar Ken? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya.. " David mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Aku juga tidak tahu, Ken tidak pulang ke rumah ataupun menemui Adiknya,Evelyn. " tutur Anin yang menundukkan pandangannya.
Tiba-tiba seorang Wanita berlari sambil membawa Bunga Lilly.
" Minggir dulu.. minggir.. Yaura, Aku minta maaf kepadamu, tolong bangunlah Yaura.. biarkan Aku menebus kesalahanku .. Aku menyesali semuanya.. " Evelyn memisahkan David dan Anin, Ia berdiri diantara mereka. kepalanya tertunduk, tangannya meletakkan Bunga Lilly di atas peti. Diikuti oleh Anin yang menundukkan pandangannya..
Baru saja sebentar,
"Anin .. Aku ada rapat mendadak di Perusahaan,dan tidak bisa mengantarmu pulang.. Kau naik taksi saja yah, sungguh ini sangat mendadak ... " rengek Evelyn, wajahnya terlihat sangat cemas dan pucat. Melihat Anin masih berdoa, Ia mengalihkan pandangannya ke Pria yang hendak menuruni mimbar.
" Kak David, bagaimana kabarmu? Aku kira bukan Kakak.. " Evelyn menundukkan badannya sebagai ungkapan hormat.
" Baik Evelyn. Kau ? " David tersenyum tipis dan menundukkan kepalanya.
Iyah,mereka saling mengenal sejak Yaura berada di penjara. waktu itu, Alfin dan David mengantarkan Evelyn,Anin dan Lolly ke Rumah Ken.
" Iyah Evelyn. Aku akan naik taksi.. " saut Anin sambil meletakkan Bunga.
" Baiklah Kak David,Anin, Aku pamit dulu.. dahh.. " Evelyn berlari kecil dan nampak sudah keluar Ruangan.
Setelah berdoa,
" Aku permisi dulu.. " Anin menundukkan kepalanya dan menuruni mimbar.
" Kau mau pulang denganku? kebetulan Aku juga lewat situ.. " David menawarkan tumpangan saat mendengar Evelyn yang menyuruhnya untuk naik taksi.
Mereka beradu pandang, tatapan Anin begitu dalam, dan nampak kagum dengan Pria Gagah yang ada di hadapannya.
" Tidak,terima kasih,David. Aku tidak enak merepotkanmu.. " Anin tersenyum.
" Jarang ada taksi di sekitar sini, Kau sendirian.. " ucap David, wajahnya begitu dingin cuek tapi ucapannya mengisyaratkan kepedulian.
Mendengarnya, Anin pun menganggukkan kepala sebagai jawaban iyah.
Di dalam mobil,
David melajukan mobil dengan kecepatan sedang, pandangannya lurus ke depan dan fokus mengemudi.tidak ada pembicaraan diantara mereka, Anin nampak gugup dan grogi berada satu mobil dengannya.
" Kenapa hatiku deg-degan seperti ini.. " lirihnya dalam hati, Ia menatap luar jendela.
Memecahkan kesunyian, David memutar sebuah lagu mellow bervolume sedang.( ngga kaya KEN yah yang muter lagu ROCK dengan Volume penuh sampe buat Yaura jengkel 🤣😂 )
15 menit perjalanan, David sampai di depan gerbang.
" Terima kasih,David. Kau tidak ingin mampir dulu? " tanya Anin sambil melepas seatbelt.
" Sama-sama. lain waktu Aku akan mampir, ada tugas soalnya. " jawab David dan berusaha tersenyum.
tiba-tiba.
" KAKAK !!! " teriak Lolly dengan begitu cempreng, dan berlari ke arah Anin yang baru saja turun dari mobil. Sadar bukan mobil Evelyn, Lolly langsung mengintip siapa pengemudinya. dan..
" Astaga.. Kapten Yoo Shi Jin .. Kak David senang bertemu lagi denganmu Kak.. " Lolly sangat heboh jika bertemu dengan David.
" Senang juga bertemu denganmu,Lolly. " David tersenyum lebar jika bertemu dengan Lolly yang memanggilnya KAPTEN YOO SHI JIN 😂.
" Tapi Dia tidak senang bertemu denganmu. " celetuk Anin kepada Adiknya.
Lolly melotot tajam, lalu tersenyum lebar saat menatap David kembali.
" Kapten Yoo, mampir dulu sebentar, Pliss. Aku penggemar berat Kapten Yoo Shi Jin di Drama Korea Descandents Of The Sun , Kau sangat mirip dengannya. Ayolah Kak David,Aku mohon... " rengek Lolly sambil mengatupkan kedua tangannya,wajahnya begitu memelas.
" Lolly jangan membuat malu Kakak ! berhenti menonton Drama Korea ! Kau jadi sangat lebay dan fanatik, Dia David bukan Kapten Yoo ! " Anin berbisik ke telinga Adiknya, mukanya memerah menahan malu.
Tidak menghiraukan Sang Kakak,
" Ayolah Kak David,mampir dulu sebentar.. " Lolly terus merengek tanpa henti.
Suasana hati yang tadinya berkabung,menjadi berbunga setelah melihat comelnya Lolly.
" Baiklah, hanya sebentar.. " David tersenyum lebar.
" David, jangan ladenin Lolly. Kau pasti sangat sibuk,Adikku memang sangat kekanak-kanakan dan tidak mengerti.. " Anin merasa tidak enak dengan David.
" Tidak masalah.. " David melajukan mobil dan masuk ke garasi Rumah.
" Dia itu Tentara dan sangat sibuk ! Kau ini sangat menyebalkan Lolly ! Kakak tidak enak hati sudah diantar oleh David,lalu Kau kembali ... " belum selesai bicara,
" KAPTEN YOO !!! KAU SANGAT TAMPAN ! MIRIP OPPA-OPPA KOREA !! SENANG BISA BERTEMU DENGANMU KAK DAVID !! " Lolly histeris dan nyelonong begitu saja, Ia nampak lebih memperhatikan David dari pada Kakaknya😂
Tangan David ditarik oleh Lolly untuk masuk,
" Enak saja Oppa Korea, Aku tidak suka disamakan dengan Oppa Korea." David terkekeh melihat Lolly yang begitu antusias dengannya.
Gedek dan Dongkol,
" Sepertinya Lolly harus di Ruqiyah ! Dia benar-benar mempermalukanku ! " Anin menggertakan gigi dan mengepalkan tangannya.
Didalam, David duduk di Ruang Tamu, ditemani oleh Lolly dan Anin.
" Robin ,tolong buatkan.. " Anin menghentikan ucapannya dan menatap David dengan canggung.
Mengerti,
" Air putih dingin saja.. " saut David. Robin langsung kembali ke dapur dan menjamu tamu.
" Kak David ditugaskan dimana? " tanya Lolly.
" Di Camp.Militer XXX " jawab David.
Mereka pun sejenak mengobrol, David lebih aktif bersama Lolly, sedangkan Anin hanya diam dan canggung.
KANTOR NIS
Setelah kejadian malam itu, Alfin yang kembali mencium Lisya dan bermalam di Hotel bersama membuatnya kembali merasa bersalah. Meskipun tidak menyentuh Lisya lebih dalam, namun itu juga termasuk tindakan Brengsek yang Ia lakukan untuk kedua kalinya. Alfin merasa sangat menyesal dan malu jika mengingat kejadian itu.
" Bagaimana Aku bisa sebrengsek itu terhadap Lisya ? Dulu saat bersama Yaura berdua di lorong kegelapan,Aku bahkan tidak berani menyentuhnya sedikitpun walaupun dalam pengaruh Alkohol. tetapi Lisya, Kenapa Aku selalu kehilangan kendali ? Ah Sial ! " umpatnya dalam hati, Ia berdiri di Ruang Taekwondo.
Tiba-tiba seorang Wanita yang juga berbaju taekwondo nampak menghampirinya.
" Maaf jika Aku selalu gagal menangani misi denganmu, kemampuanku masih sangat rendah, tembakan senjataku juga sering meleset.. Maaf Aku tidak sehebat Mendiang Yaura.. " Wanita itu membungkukkan badannya, wajahnya terlihat sangat sedih dan terbebani.
Alfin mengamati Lisya, lalu mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
" Delapan Bulan Aku memberimu waktu untuk menyesuaikan diri.. tolong lebih ditingkatkan lagi keahlianmu.. Juga jangan sering membandingkan dirimu dengan Yaura, Dia sejak dulu sudah terjun ke Dunia Penembak Jitu dan Medan Perang, sedangkan Kau bergulat dengan Data dan Berkas.. Aku mengerti jika Kau mengalami kesulitan dan tertekan, karena ini bukan Keahlianmu.. berhenti merendahkan diri sendiri.. " tutur Alfin kepada LISYA.
Dan yah, sejak Yaura dan Helena tidak ada, Alfin menarik Lisya untuk menggantikan posisi Yaura karena Tim Athena kekurangan Anggota. ditambah Pak Agus yang juga mengundurkan diri dari NIS sejak meninggalnya Yaura.
Lisya memang seorang NIS, tetapi Dia berada di Devisi berbeda. Ia terbiasa bergulat dengan Data dan Pemberkasan,keahlian senjatanya pun hanya pas-pasan. Semenjak ditarik oleh Alfin, mereka pun sering berlatih berdua di Area Penembak.Lisya yang sedari dulu mencintai Alfin pun merasa bahagia bisa bekerja bersama Pria Pujaannya,tetapi disisi lain,Ia merasa minder karena Kemampuannya tidak bisa menyaingi Yaura ataupun Helena. Tekanan Tim Athena begitu besar, ditambah sikap Alfin yang dingin terhadapnya, mereka berlatih dalam suasana canggung dan bicara seperlunya.Perlu diketahui, sikap Alfin lebih mendingan daripada saat bersama Yaura yang selalu Ia bentak,dan marahi tiada henti.
" Berlatihlah dengan giat.. besok Kau harus mengalahkanku di area tempur.. " ucap Alfin dan berlalu pergi meninggalkan Lisya begitu saja.
Lisya diam dan memandangi tubuh Alfin yang semakin jauh dari pandangan matanya.
" Apa Aku harus menjadi Yaura terlebih dahulu agar Kau bisa menganggap perasaanku Alfin? mencintai dalam diam itu sungguh menyakitkan.. "
" Yaura sudah tidak ada, tetapi Rasa Cintamu kepadanya mungkin akan selalu ada dan tidak akan sirna.. " lirih Lisya seraya memegangi dadanya yang terasa sesak.
Ruang Alfin
Alfin mendudukkan dirinya di kursi putar, dan mengeluarkan sebuah foto dari dompetnya.
" Ini saat Kita melakukan penyamaran sebagai penumpang Bus. Aku berada disebelahmu,tetapi Kau menganggapku seperti HANTU, tidak mau mengobrol denganku sama sekali. yah walaupun sadar, Aku juga gengsi mengajakmu mengobrol duluan.." Alfin tersenyum mengingat kenangannya bersama Yaura.
" Dan ini, adalah saat Kita melakukan pemotretan majalah spesial NIS CHRISTMAS. Aku dan Kau dipaksa senyum dan berdekatan, walaupun Kita sama-sama menolak. terutama Kau yang sangat tidak nyaman jika berdekatan dengan Pria. Jika boleh jujur, kadang Aku ingin sekali mengungkapkan betapa Aku mencintaimu.. namun Aku takut jika mengungkapkannya, Kau akan menjauhiku.. Aku merindukanmu,Yaura.. semoga Kau tenang di alam sana.. " lirih Alfin seraya memasukkan kembali foto tersebut kedalam dompet.
tiba-tiba wajah Lisya terbayang dibenaknya.
" Sampai kapan Aku akan terus seperti ini?rasanya sangat sulit menghapus cinta pandangan pertama.. Sungguh,Aku juga ingin melanjutkan hidupku untuk mencintai Wanita lain,lalu menikah.. dan memiliki Keluarga.. " lirih Alfin dalam hati.
*******************************
RUMAH SAKIT STEPHANIE LEE
Setelah semalam ditemani oleh Suaminya mengobrol dan melepas kerinduan, karena kondisinya masih lemah, Yaura pun belum bangun dan terbaring lemah. Bibi Arum yang siap siaga kini menjalankan tugasnya,yaitu merawat Nona nya setiap pagi.
Dari pintu, Ken baru saja masuk setelah membeli sarapan di Kantin.
__ADS_1
" Bagaiman Bi ? tadi malam, Istriku sempat mengeluarkan dari hidungnya.. Sungguh Aku sangat khawatir.. " wajah Ken begitu cemas karena semalam Yaura sempat mengeluarkan darah, Ia menatap Istrinya dengan lekat.
" Sedang masa pemulihan,Tuan. Nona mengeluarkan darah karena otaknya berusaha mengingat sesuatu,apa Nona langsung menyadari apa yang Ia alami? "tanya Bibi Arum.
" Tidak, Yaura masih belum sadar apa yang terjadi. yang Dia ingat hanya semalam bertemu denganku,dan tidak mengingat kebakaran atau semacamnya. Dia tersenyum.. itu artinya, Istriku masih tidak menyadari semuanya.. " lirih Ken, seraya mengelus kepala Istrinya.
" Nona Yaura akan menyadari semuanya dalam waktu dekat,tetaplah di samping Istrimu Tuan Ken, jangan membiarkannya kembali Down. " Bibi Arum tersenyum. dan ..
Seseorang baru saja masuk.
Dialah Dokter Lee yang baru saja datang dengan Pak Agus.
" Aku sudah mendapatkan rekam medis Istrimu, tenanglah.. tidak akan terjadi apa-apa dengan Yaura.. " Dokter Lee tersenyum sumringah seraya menatap Ken yang tepat berada di hadapannya.
" Jika terjadi sesuatu, Aku akan menuntut Rumah Sakitmu ! " ujar Ken meledek Dokter Lee yang selalu berpakaian Sexy.
" Mohon maaf Tuan yang terhormat, pelayanan Saya tidak abal-abal . " jawab Dokter Lee, Ia kemudian memeriksa Drawing Monitor. terlihat disana, kondisi Yaura mengalami peningkatan yang cukup pesat.
Hendak berbicara,tiba-tiba Yaura membuka kedua matanya. Pandangannya terarah pada Pak Agus,matanya memerah saat melihat Pria Paruh Baya itu.
" Pak... " lirih Yaura.
Degg !!!!! Pak Agus berkaca saat Yaura langsung mengingatnya. Dokter Lee pun langsung mendekati Ranjang.
" Kenapa Bapak tadi malam tidak ada? Yaura merindukanmu.. " sambung Yaura seraya tersenyum tipis, hendak bangun tapi mengalami kesusahan.
Sigap,Ken pun langsung memencet tombol yang ada di Hospital Bed agar Istrinya bisa duduk.
Greppp , Pak Agus langsung memeluk Yaura dan mengeluarkan air mata. wajar saja, dari kecil dialah yang menjadi saksi kisah hidup seorang Putri Mahkota yang begitu mengenaskan.
Yaura memejamkan mata dan membalas pelukan Pak Agus yang Ia anggap seperti Ayahnya.
" Bapak sangat merindukanmu,Nak. Puji Tuhan, Kau masih diberi kesempatan dan bisa kembali berkumpul.. " lirih Pak Agus.
" Yaura juga merindukanmu,Pak. Jangan menangis,Aku jadi sedih.. " tutur Yaura sambil menahan air matanya.
Pak Agus melepas pelukan,
" Ada seseorang yang akan membuatmu meneteskan air mata.. ".
Yaura mengerutkan dahi, dan..
Pak Agus memingirkan tubuhnya,lalu menunjukkan seorang Wanita yang ada di belakangnya.
Degg !!! Yaura membulatkan kedua matanya. Tangannya memegangi kepala dan memejamkan mata, sama seperti halnya Ia tidak ingat dengan Ken di masa lalu , Yaura juga nampaknya kesulitan mengingat Nona Lee.
Ken menyipitkan kedua matanya, apakah Istrinya akan merasa kesakitan seperti dulu saat mengingat ? atau tidak ? diikuti oleh Dokter Lee yang mengetes seberapa stabil kondisi Yaura.
Tak berselang lama, Yaura membuka kedua matanya dan menangis bahagia.
" Kak Lee.. " lirihnya. dan
Greppppp Dokter Lee langsung memeluknya saat dirinya ternyata masih diingat oleh Yaura.
" Kau jahat ! tidak mau menghubungi Kak Lee lagi selama ini ! Kau jahat Yaura ! Hiksssss " Dokter Lee menangis terharu akhirnya bisa berpelukan lagi dengan Yaura yang Ia anggap seperti Adiknya sendiri.
" Maafkan Aku,Kak. hiksssssss " Yaura menangis, air mata mengalir membasahi pundak Dokter Lee.
" Aku jauh-jauh dari Amerika untukmu ! Kau jahat Yaura ! selalu bersembunyi dari Kak Lee ! Apa Kau tidak tahu? Aku sangat merindukanmu.. Hikssss " Protes Dokter Lee yang merasa diacuhkan oleh Yaura.
" Aku juga merindukanmu,Kak. Maafkan Aku.. " Yaura memejamkan mata.
" Bohong ! Kau merindukanku tetapi sama sekali tidak mengundangku di Pernikahanmu ! Hiksssss " Dokter Lee mengisak bahagia.
Yaura melepaskan pelukan dan tersenyum tipis,
" Aku pernah ke California, dan melihatmu di Bar, tetapi Aku tidak berani menyapamu Kak karena Kau sangat berbeda. Kau seperti Orang Barat, ingin meminta nomor ponselmu pun Aku tidak berani.. ".
Mendengar ' California ' membuat Ken membelakkan kedua matanya.
" California? Bar ? Dulu Aku pernah menemui seorang Wanita yang memakai masker dan menyandera Penduduk Lokal dengan Pistol.. Apa jangan-jangan itu Yaura ? " Ken mengingat kejadian di masa lampau, Ia dan Kevin sempat bertemu dengan Yaura di Bar California.
Ken pun langsung mengalihkan pandangannya lalu menatap kedua mata Yaura yang ditumbuhi bulu mata yang Lentik, mata yang berbinar nan jernih, tatapan yang begitu indah.
Bayangan Wanita bermasker yang Ia temui di California sangat mirip dengan Istrinya.
" Sepertinya Wanita itu benar-benar Yaura.. " lirihnya dalam hati.
" Tau ah ! Kak Lee masih sangat marah kepadamu ! " Dokter Lee mencebikkan bibirnya.
" Jangan marah, nanti semakin cantik.. " Yaura tersenyum di tengah kondisinya yang pucat. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke Bibi Arum.
" Bibi Arum.. terima kasih.. " sambungnya.
Mata Bibi Arum berkaca saat seorang Nona mengucapkan terima kasih kepadanya.
Grepppp Bibi Arum pun memeluk Nona nya dan menangis.
" Tidak perlu berterima kasih Nona.. Hiksss " Bibi Arum menangis bahagia.
" Maafkan Aku Bi,banyak merepotkanmu. Juga, Yaura sangat merindukan Bibi.. " lirih Yaura, air mata menetes dari manik matanya.
" Bibi juga,Nona. Cepat pulih Nona.. Hikssss Bibi tidak tega melihat Nona seperti ini.. " tutur Bibi Arum seraya melepaskan pelukannya.
Yaura menganggukkan kepala sebagai jawabannya.
" Jangan terlalu banyak mengingat,Yaura.. berlatihlah yang ringan terlebih dahulu,baru yang berat.. " Ujar Dokter Lee seraya tersenyum lebar.
" Aku yang akan mengurus G&D, Kau tidak perlu ke Kantor mulai sekarang.. " bisik Pak Agus seraya melukiskan senyum di bibirnya.
" Baiklah,Pak. Kau tidak akan membawa Bibi Arum kan? " usil Ken sambil menggigit bibir bawahnya.
" HUSSTT ! JANGAN KERAS-KERAS NANTI DIA DENGAR ! DASAR ANAK MUDA ! TIDAK BISA DI KOMPROMI ! NANTI BAWA ARUMNYA KALO KE HOTEL ! " Sentak Pak Agus sambil menatap Bibi Arum dengan tatapan kagum. ( Cieee Pak Agus naksir Bibi Arum 😂🤣 curhatnya sama Ken pasti )
" G&D juga Hotel . wahh parah nih, gamau kalah saing sama yang Muda.. " Ken terkekeh.
" Bukannya ini ajaranmu ?! " Pak Agus melotot tajam yang membuat Ken semakin terkekeh.
Sadar Dokter Lee dan Bibi Arum memperhatikan mereka, Pak Agus pun langsung melangkah.
" Sebaiknya, Kita meninggalkan Suami Istri ini supaya lebih Khusu dan Khidmat.. Bapak tinggal dulu yah,Nak.. " Pak Agus tersenyum dan melangkah keluar.
" Bilang saja Kau yang ingin Khidmat berduaan dengan Bibi Arum.. " celetuk Ken yang membuat telinga Pak Agus dan Bibi Arum tersentak.
" Ken ! Kau ini sangat Nakal ! " Pak Agus mencubit lengan Ken hingga membuatnya kesakitan.
Melihat interaksi Ken dan Pak Agus membuat Yaura tersenyum.
Dokter Lee dan Bibi Arum yang tidak mengerti pun memutar bola mata seraya menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka berdua.
Setelah mereka pergi,Ken pun langsung menghampiri Istrinya.
" Hai Istriku, selamat pagi.. " Ken tersenyum dan menatap Istrinya.
" Pagi.. Kau tidak ke Kantor ? " tanya Yaura sambil tersenyum tipis.
" Kantor apa yang Kau maksud? " Ken membuat Yaura semakin bingung dengan ucapannya.
" Ken.. jangan bercanda terus, Kau harus ke Kantor.. Aku baik-baik saja,lagi pula ada Bibi Arum.. ".
" Aku tidak punya Kantor,Sayang.. " lirih Ken, senyum manis terlukis di bibirnya.
" Bohong.. lalu apa Kau sudah sarapan? pasti belum ." tanya Yaura sambil menatap Suaminya.
" Ini sudah Jam 10 Pagi, yang benar saja baru menanyakan sarapan.." Ken terkekeh.
Yaura mengerutkan dahinya,
" Sepertinya ada yang salah dengan diriku, Jam 10 baru bangun? " tanya Yaura pada dirinya sendiri.
Ken menatap Istrinya dan tersenyum manis.
" Yaura.. ".
" Humm?" jawab Yaura yang masih bingung.
" Kau sangat cantik, Aku bisa mati karena kecantikanmu. " lirih Ken seraya mengelus pipi Istrinya.
" Semoga Kau tenang di alam sana. " jawab Yaura dengan polosnya.
Senyum manis kini sirna menjadi dongkol,
" YAURA TETAPLAH YAURA. APA KAU TIDAK BISA SEHARI SAJA BERHENTI BERBICARA MENYERAMKAN ? " ucap Ken.
" Kau bilang bisa mati karena kecantikanku,jadi Aku mendoakanmu. Pria Gombal sepertimu ini pantas di doakan seperti itu. " Yaura tersenyum manis saat melihat kedongkolan Suaminya.
" Sungguh menyesal Aku telah memujimu, Kau Wanita yang tidak bisa di gombalin." Ken kembali tersenyum,dan.
Huggggggg Ia memeluk Istrinya dengan erat.
" Kau tidak merasakan sakit lagi? " tanya Ken.
" Semua tubuhku terasa sakit,sebenarnya apa yang terjadi denganku,Ken? ".
" Kau terlalu banyak tidur,Sayang.. " Ken mengelus lembut kepala Istrinya.
" Benarkah?. "
" Ken.. " sambung Yaura.
" Kenapa? Kau sakit? Baiklah,Aku memanggil Bibi Arum dulu.. " Ken melepaskan pelukan dan hendak beranjak. Namun Yaura langsung mencegahnya.
" Aku bosan,ingin keluar.. " lirih Yaura.
Mendengar permintaan Istrinya,membuat Ken diam sejenak.
" Bagaimana Aku menjelaskan kepada Yaura jika Dia tidak boleh keluar atau ditemui oleh siapapun..Yaura masih belum sadar tentang kejadian yang Dialami " lirihnya dalam hati.
" Dokter Lee melarangmu untuk tidak keluar sementara waktu ,karena masalah Virus yang sedang menyebar luas.. Kita bermain disini saja Jika Kau merasa bosan.. " Ken tersenyum dan mencoba membuat Istrinya mengerti.
" Apa ada yang Kau sembunyikan? " tanya Yaura yang merasa Suaminya sangat aneh.
Ingin menjawab,namun Ken takut Yaura akan syok.
" Baiklah, Aku akan memanggil Bibi Arum terlebih dahulu.. tunggu sebentar.. " Ken berbalik badan dan melangkah keluar.
__ADS_1
Yaura mengamati gerak gerik Sang Suami yang aneh, juga Kakinya yang tidak bisa di gerakkan sama sekali.
" Kenapa Kakiku menjadi seperti ini? " rintih Yaura dalam hati.
Terpaksa dan tekad, Yaura memaksakan kakinya untuk bergerak dan turun. Kaki yang sangat kaku, tidak bisa di tekuk sama sekali,membuatnya meringis kesakitan.
" Sakit sekali.. " lirihnya.
Perlahan demi perlahan, telapak kakinya kini berhasil menyentuh lantai. Hendak berdiri, tiba-tiba..
Brughhhhhhhhhhhhhhh Yaura terjatuh ke lantai dan tersungkur, selang infus yang Ia gunakan pun tercabut,hingga tangannya mengeluarkan darah.
" YAURA !!!! " teriak Ken dari ambang dan segera berlari.
Deggg !!!! Yaura menyesakkan dada dan meneteskan air mata.
" Apa yang terjadi denganku? kenapa tidak bisa berjalan.. " lirihnya dalam hati.
" Sudah Aku bilang jangan bergerak, jika Kau bergerak maka akan seperti ini.. tolong menurutlah,Yaura.. " lirih Ken,wajahnya sangat cemas. Ia kembali membaringkan Yaura ke Hospital Bed ,Mengetahui Istrinya menangis,
" Kau akan baik-baik saja, jangan khawatir. ." Ken menyeka air mata Sang Istri.
" Ken.. kenapa Aku tidak bisa berjalan? Hiksss " Yaura mengisak,Ia sangat takut jika dirinya mengalami kelumpuhan.
" Kau bisa berjalan.. sudah jangan menangis lagi.. " Ken memahami ketakutan Istrinya.
Tak berselang lama, Bibi Arum dan Dokter Lee datang. Mereka langsung memperbaiki infus,juga membawakan kursi roda.
" Tunjukkan ponselmu kepada Yaura,Ken. Dia akan memahaminya.. " titah Dokter Lee yang membuat Ken bingung.
Dipaksa, Ken pun menunjukkan ponselnya ke Sang Istri.
Yaura yang juga tidak faham,tampak membuka ponsel Suaminya,dan ..
SELASA, 05 JULI 2020
Melihat tanggal, membuat Yaura membelakkan kedua matanya dan syok bukan main.
" A-a-apa? 2020 ? " Yaura gemetar,tubuhnya kembali melemas.
" Ken.. bukankah ini masih 2019 ? Kau pasti bercanda.. " sambungnya yang merasa tidak percaya bahwa Yaura berada di Tahun 2020.
Mata Ken berkaca,dan menundukkan pandangannya.
" Ini benar,Sayang. Kau mengalami Koma selama 8 Bulan,dan terbangun di Tahun 2020.. Jangan syok ataupun sedih, Aku tidak ingin Kau menangis lalu kembali merasakan Sakit.. " lirih Ken.
DEGGG !!!!! YAURA MELEPASKAN PONSEL DARI GENGGAMANNYA, JANTUNGNYA BERDETAK KENCANG, DAN BERFIKIR KERAS. MATANYA BERKACA ,HATINYA MENGISAK.
" 8 Bulan? Koma? Jadi.. selama ini Aku tidur.. lalu kenapa Aku bisa koma,Ken? " lirih Yaura, dan meraih wajah Sang Suami.
" Jujurlah Aku mohon.. Aku tidak bisa mengingatnya.. " sambung Yaura, air mata menetes.
Ken diam sejenak,dan menyiapkan mentalnya.
" Kau mengalami luka di kepala,dan menjalani prosedur operasi,itu sebabnya Kau mengalami Koma.. Aku bilang jangan menangis, Kau sangat mirip Markonah jika menangis..Lalu Ayo Kita keluar, Kau ingin keluar,Kan? " Ken mencoba tersenyum agar Istrinya tidak panik.
Yaura masih mengajukan banyak pertanyaan,namun Ken terus menutupi kejadian sebenarnya. Hingga pada akhirnya Yaura mengalah dan mempercayai omongan Suaminya.
" Aku mirip mumi.. kenapa harus di perban ? " Protes Yaura yang kesal karena semua wajahnya di tutupi oleh Perban.
" Cerewet. Ini itu untuk menutupi Wajah Cantikmu dari tatapan Pria Lain , Kau hanya untukku dan Milikku tidak boleh dinikmati oleh Siapapun. " Bisik Ken di telinga Istrinya, tangannya mendorong kursi roda.
" Tapi Aku hampir tidak bisa nafas,Ken.. " lirih Yaura yang membuat Ken tersenyum dibuatnya.
" Tenanglah, di tempat sepi nanti Aku akan memberikan nafas buatan untukmu.. sabar yah,Sayang.. " celetuk Ken.
" Dasar Mesum ! tidak boleh. "
Mendengarnya membuat Ken tersenyum manis, Ia terus mendorong kursi roda hingga ke Taman.
Di Taman
Tanpa membuka perban,Yaura masih bisa melihat Lingkungan sekitar melalui celah di matanya. Taman Rumah Sakit yang begitu indah, angin sepoy yang menerpa ,membuatnya semakin betah duduk di Pohon Rindang. Matanya menyapu bersih setiap sudut taman.
" Sangat indah.. ".
" Kau lebih indah dari segalanya.. " Ken menundukan pandangan dan terharu,Ia tidak menyangka Tuhan begitu baik.
Degg !! Yaura menoleh saat Ken mengatakan itu,lalu menunjukkan Eye Smile nya.( senyuman mata )
Tiba-tiba Ken bersimpuh di hadapan Istrinya.
" Aku takut ada orang yang mencelakaimu,Yaura. Bisakah Kita masuk sekarang? Jujur,Aku sangat trauma dengan masa itu.. Aku tidak ingin terjadi sesuatu atau kehilanganmu lagi.. rasanya sangat menakutkan,Aku tidak bisa menghadapinya perasaan itu kembali.. " Ken menggenggam tangan Sang Istri, matanya selalu waspada, Ia sangat takut ada seseorang yang mengetahui keberadaan mereka.
" Ayo Kita ke dalam.. " Yaura menganggukkan kepala dan tersenyum tipis.
Ken lega saat Yaura tidak menolak perintahnya, mereka pun kembali ke kamar VIP STATION.
VIP STATION
Jam makan siang, Bibi Arum menyuruh Ken untuk makan terlebih dahulu,sementara Dia akan mengganti Baju Nona nya.
Ken pamit sebentar kepada Istrinya,walaupun bisa Delivery makanan di Kamar, tetapi lebih Afdhol makan di Kantin,ditambah Yaura yang sudah bangun,Ia takut ada Staff yang membocorkan Rahasianya.
30 menit kemudian, Bibi Arum keluar kamar karena mengerjakan suatu hal. Hingga membuat Yaura ditinggal sendirian.
Yaura merenung dan mengingat ucapan 8 Bulan yang Ken lontarkan.
" 8 bulan.. 8 bulan.. Kenapa Aku bisa Koma seperti itu? dan..Aku tidak bisa mengingat semuanya.. Ada rasa sakit yang begitu membekas,tetapi Aku tidak tahu itu apa.. " Yaura memegangi tengkuknya dan berfikir keras.
Semakin berfikir,semakin itu pula Yaura merasa sakit dan menyesakkan dada.
" Sakit sekali.. tetapi ini rasa sakit apa.. sangat menyiksa.." Tangan Yaura kini mengelus dadanya yang mendadak sesak.
Ia terus merenung dan melamun, tatapannya kini kosong. dan..
" Sakit.. sangat menyakitkan .. hiksss " Yaura memegangi kepalanya dan menangis. tiba-tiba
Bayangan Anak kecil menangis,Api yang berkobar, mayat yang tergeletak dan hangus, bunyi tembakan, perkelahian dengan Ken , tembakan Helena,juga tangisan dirinya di dalam penjara kini mulai terekam di dalam otaknya.
" Tidak... tidak... tidak... itu tidak mungkin hiksss.. " Teriak Yaura, Ia menjambak rambutnya, hatinya begitu sakit saat mengingat kejadian itu.
Ken yang baru masuk langsung berlari ke arah Istrinya,dan gemetar.
Rekaman Tragis di Penjara,pembunuhan Ayahnya kini kembali berputar.
" TIDAKKKK TIDAKK TIDAKKK HIKSSSS " YAURA BERTERIAK HISTERIS DAN MENANGIS.
Grepppp Ken langsung memeluknya dengan erat.
" Tenanglah,Sayang.. tenanglah.. " Ken memejamkan kedua mata, rasa sakit hati kembali timbul saat melihat Istrinya berteriak histeris.
Brughhhh Yaura mendorong tubuh Ken.
" KEN AKU DIBUNUH !!!! MEREKA MEMBUNUHKU DI PENJARA !! MEREKA MEMBAKARKU HIDUP-HIDUP KEN !!! HIKSSS !! MEREKA MEMBUNUHKU !!! AKU DIBUNUH !!! " YAURA MEMEGANG KEPALANYA DAN MENANGIS HISTERIS. KINI IA BISA MENGINGAT SEMUANYA DENGAN JELAS DAN DETAIL.
Melihat Yaura Down dan Traumanya kembali,membuat tubuh Ken tidak bisa bergerak, lututnya melemas.Ini pertama kali Ia melihat Yaura mengalami Depresi di depan matanya sendiri,teriakan,tangisan , dan ketakutan Yaura menjadi bukti bahwa Depresi bukanlah hal yang mudah untuk dilawan.
" MEREKA JAHAT !! JAHAT !!! MEREKA PEMBUNUH KEN !!! PEMBUNUH !!! MEREKA TERUS BERUSAHA MEMBUNUHKU KEN !!!! AKU TAKUT !!! AKU SANGAT TAKUT DENGAN MEREKA !!!! AKU DI BUNUH HIKSSS AKU DIBUNUH !!!! "
Grepppppp Ken kembali memeluk Istrinya dan menenangkannya.
" Iyah mereka pembunuh,dan sudah tertangkap,Sayang.. tenanglah,Aku ada disini .. Jangan takut,Aku akan melindungimu.. " Ken meneteskan air mata,Sumpah Demi Tuhan, Ia baru menyadari bagaimana sakitnya menjadi seorang Yaura yang mengidap Depresi berat. Mentalnya terus terguncang,dengan tarurahan rasa sakit di kepala yang siap menyerangnya kapanpun.
Huggg Yaura membalas pelukan Suaminya dan mengisak.
" Ken.. Aku takut.. Aku takut.. Hikssss jangan pergi lagi.. mereka membunuhku jika Kau pergi.. hiksss " rintih Yaura, Ia sangat ingat saat Ken pergi dari penjara,Reino dan Hilya membakarnya.
" Iyah,Aku tidak akan pernah pergi,Sayang.. tenanglah, Aku akan selalu disampingmu.. " Ken mengelus kepala Istrinya.
Yaura terus mengisak dan menangis di pelukan Suaminya. Hatinya kini merasa lebih tenang saat Ken memeluknya. Tubuh Ken adalah obat penawar untuk Depresinya saat ini.
Ken tidak berkata apa-apa, rahangnya kembali mengeras saat mengingat wajah Ayahnya.
" Yaura sudah sadar dan ingat semuanya, tunggu sebentar lagi.. lalu, nyawa Kalian semua akan melayang di Lapangan Eksekusi.. " Ken menggertakan giginya dan mengepalkan kedua tangannya.
" Kau sudah tenang? jangan menangis lagi..lihatlah hidungmu seperti Badut .. " Ken mencubit hidung Istrinya yang sedang meler dan memerah.
" Ken.. sakit.. Kau ini menyebalkan ! " gerutu Yaura.
" Apa Kau sudah mengingat semuanya Yaura? " tanya Dokter Lee yang baru saja masuk.
" Iyah Kak.. " lirih Yaura dengan pelan.
" Baguslah.. tidak ada darah yang keluar dari hidung saat Kau mengingat,itu artinya.. Kepalamu akan cepat sembuh.. "
" Hanya tinggal pemulihan Kaki dan menguasai rasa panik, itu akan membantumu cepat pulih Yaura.. " sambung Dokter Lee yang tersenyum lebar.
Yaura menganggukkan kepala.
" Apa kepalamu merasa sangat sakit? " tanya Ken yang begitu khawatir.
" Tidak sesakit,dulu.. " jawab Yaura.
" Syukurlah.. Aku sangat bahagia.." Ken tersenyum manis, setelah tau Yaura sudah mengingat semuanya,rasanya Ia ingin sekali memberitahu kejutan besarnya.
" Ken ,maaf Aku banyak merepotkanmu.. " Yaura merasa tidak enak hati kepada Suaminya.
" Berhenti meminta maaf. Aku Suamimu, jadi bertanggung jawab penuh atas semua hal yang terjadi denganmu. Aku tidak akan membiarkan Istriku terluka sedikitpun setelah ini. " Sumpah Ken yang tidak akan mengizinkan Yaura pergi sendirian tanpanya. juga Para Iblis yang tidak akan Dia maafkan.
*********************************************
Butuh Saran dan Kritik
Jangan Lupa Like dan Votenya yah♥️
Spoiler :
__ADS_1
" Terima kasih Nona Yaura, telah memberiku kepercayaan. Aku akan mengabdi kepadamu,Nona. " Pak Andi.