Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
MENUTUP LEMBARAN,LAHIR KEMBALI


__ADS_3

PENJARA


Melihat Sniper menundukkan kepalanya secara serempak membuat Para Iblis membulatkan matanya.


" Apa-apaan ini? apa Yaura datang? kenapa tidak ada pemberitahuan sama sekali? " Para Iblis reflex berdiri dan mendekati pintu jeruji besi. Mereka menatap ke arah pintu masuk untuk melihat siapa yang datang.


" YAURA? GAWAT " mata Bianca langsung memerah, badannya gemetar.


Tukkk tukkk tukkk tukk tukk Para Sniper GOD berlambang Bunga Mawar Hitam di seragamnya melangkah masuk dengan senjata kelas berat, mereka datang berjalan ke arahnya dengan jumlah personil yang banyak. Hal ini membuat Reino, Edward dan Helena membulatkan mata.


" KEPUNG MEREKA ! " perintah Sniper GOD seraya menunjuk Para Iblis.


" Personil Bunga Mawar Hitam? kelompok terhebat yang dimiliki Yaura.. untuk apa mereka kesini? " lirih Reino, Ia faham bahwa Personil berlambang Bunga Mawar Hitam adalah personil yang paling mematikan dari Goddess Of Death.


" Tidakk !!! tidaakk !!! jangan mendekat !! Aku tidak ingin mati !! " teriak Bianca histeris.


Selain Bianca, Hilya pun marah besar dan memaki Personil GOD agar keluar dari penjara.


" Lihat saja, Aku akan menandai wajah Kalian ! jika Aku bebas, Aku akan membakar Kalian hidup-hidup ! " ancam Hilya seraya menatap personil GOD dengan tatapan tajam.


" BERDOALAH. KARENA YAURA SUDAH MENUNGGU DI PENGADILAN SEKARANG. " Pak Agus tiba-tiba muncul dihadapan Para Iblis dengan senyum mengejek.


Deg !!! Para Iblis benar-benar di buat terguncang oleh kenyataan yang baru mereka dengar.


Seluruh tubuh Para Iblis melemas bak tanpa tulang. mulutnya mengunci,otak berfikir keras harus meminta pertolongan kepada Siapa. Bianca berteriak histeris seraya memaki personil GOD hingga membuat Pak Agus membentaknya agar diam. Hilya pun mengumpat Pak Agus dan mengatainya pecundang karena berlindung di balik nama Keluarga Devano Malik,


" Kau hanya seorang Pengawal ! bukan Kalangan Atas ! Jangan menjadi pecundang tengik yang ikut campur dengan masalah Keluarga Devano dan Kami ! sekarang buka cepat borgolnya ! " teriak Hilya yang membuat Pak Agus mengeluarkan smirknya.


Tak terima, Tlkkkkkk senjata di todongkan ke kepala Hilya.


" TUTUP MULUTMU SIALAN ! " teriak Personil GOD.


Reino menatap tajam Hilya,


" Diamlah ! " sentak Reino yang membuat Hilya mengepalkan tangannya.


" Aku tidak punya waktu berbicara dengan Kalangan Atas seperti Kalian. tapi sangat disarankan, siapkan mental dan nyawa ! Reporter akan meliput di pengadilan, dan media akan menyebar luaskan nama Keluarga Bactiar, Bianca, Edward, Helena dan Diyo sebagai PEMBUNUH DEVANO MALIK SECARA RESMI ! Kau tahu akibatnya? akibatnya adalah NAMA KALIAN AKAN HANCUR SELAMA-LAMANYA ! KEMATIAN KALIAN PUN TIDAK AKAN ADA YANG MENGHADIRI, MENYEDIHKAN ! " ucapan Pak Agus begitu menusuk hati Para Iblis. setelahnya Ia melangkah keluar seraya memerintahkan Tim untuk membawa Para Iblis ke mobil.


*


*


PENGADILAN


Terlihat Alfin, David, Albert, Zayn dan yang lain berkumpul di pengadilan sesuai tugasnya masing-masing. Para Wartawan, Hakim, Tentara, NIS,Sniper dan Keluarga Para Iblis juga nampak berwira-wiri menyiapkan persidangan Mega Kasus yang menyeret pejabat di Negara mereka.


" Pengaruh Nona Yaura sudah mulai terlihat pada Negara Kita. lihatlah, baru 2 Jam yang lalu Dia memerintah, dan langsung dikabulkan oleh pihak Pengadilan. ini sangat melangkahi prosedur Pengadilan ! " decak NIS, bagaimanapun nama NIS sudah tercoreng dan merasa malu jika kembali dipermalukan karena menerima suap dari suatu kelompok. tentu saja hal ini membuat kreditabilitas NIS menurun drastis.


" Kau benar. Nona Yaura sepertinya sudah mulai mengendalikan Kita semua karena kekuasaannya. " saut Kepala Bagian Pemantauan NIS seraya menatap Alfin yang memakai baju Jaksa.


Tak berselang lama, Para Iblis di seret masuk. Mata Para Iblis kini menyapu bersih seluruh Ruangan yang di penuhi oleh Kamera, Sniper,Tentara dan NIS. Mereka hanya mampu menundukkan pandangannya menghindari jepretan lampu flash kamera Wartawan yang di nyalakan.


Seorang NIS mendatangi Para Iblis. Ia melihat kondisi Diyo dan Helena sangat mengenaskan.


" Gara-gara Kalian nama NIS tercoreng dimata dunia. Manusia Sampah ! " umpatnya. Helena meneteskan air mata mendapat umpatan seperti itu,terlebih lagi ada Ayahnya yang ikut hadir.


" Maafkan Helena, Ayah.. " rintah Helena.


Para Iblis duduk di kursi paling depan. Mata Reino dan Hilya mencari pada Sang Anak yang belum terlihat.


Tiba-tiba seorang Pria Gagah berdiri di hadapan mereka,


" Aku ingin duduk disini. bergeserlah.. " Pria itu menatap Reino dan Hilya dengan penuh kemarahan.


" ZAYN? " mereka membulatkan mata saat melihat Zayn ada di hadapan mereka. begitupun dengan Edward yang ikut terkejut melihat Mantan Sahabatnya tiba-tiba muncul setelah menghilang sekian lama.


Grepp Hilya memegang tangan Zayn


" Zayn.. bantu Bibi Hilya,Zayn.. bawa Bibi Hilya pergi dari sini.. " Hilya menangis dan memohon kepada Zayn.


Zayn langsung menepis tangan Wanita Paruh Baya yang sempat dihormatinya. Melihat Reino bergeser dan memberikan jarak, Zayn mendudukkan tubuhnya diantara mereka.


" Jadi Kau selama ini ABRAHAM adalah KAU,PAMAN REINO ? " sorot mata Zayn menajam, Ia sangat tidak menyangka bahwa seorang Reino Bachtiar merupakan Manusia Busuk.


" Dimana Ken dan Evelyn? " tanya Reino,matanya berkaca.


" ABRAHAM,ABRAHAM DAN ABRAHAM. Wow sungguh licik permainanmu,Paman. Kau menggunakan nama ABRAHAM untuk menjadi Tameng agar Kau mampu mengendalikan Kelompok Dubai dan mendekati Mendiang Tuan Devano Malik agar bersahabat dengannya, lalu menikamnya dari belakang." smrik Zayn.


" ABRAHAM ASLI sudah GUGUR di medan perang 20 Tahun yang lalu. dan Kau, mengambil Identitas ABRAHAM agar bisa memasuki Kelompok Rudal yang dipimpin Tuan Devano Malik di Wilayah Selatan Dubai. lalu Kau mengaku kepadanya bahwa Ayahmu adalah Warga Dubai agar Kau bisa memasuki Kalangan Atas sekelas Tuan Devano Malik. " Iyah, Zayn ternyata telah menemukan asal usul julukan ABRAHAM yang disematkan kepada Reino Bachtiar saat Ken memerintahkannya untuk memusnahkan seluruh Kelompok Reino Bachtiar.


Deg !!!! Reino dan Hilya tersentak saat mendengar Identitas Palsunya terbongkar.


" Darimana Kau mengetahui tentang Abraham? apa Ken juga sudah tau? " tanya Reino, jantungnya berdetak kencang.


Zayn tersenyum sembari menatap Reino,


" Bukan hanya tau, Ken juga sudah mengumpulkan bukti bahwa KAU TELAH MENGGUNAKAN IDENTITAS PALSU ABRAHAM UNTUK MEMBELI SENJATA DARI DUBAI. "


" Dengar Paman Reino dan Bibi Hilya terhormat, KALIAN TERJERAT BANYAK PASAL ! Menggunakan Identitas palsu Abraham, membeli senjata illegal, terlibat penggelapan pajak, Pembantaian Keluarga Tuan Devano Malik, dan.. lihatlah.. " Zayn menengok ke belakang,diikuti oleh Para Iblis.


" PERCOBAAN PEMBUNUHAN NONA YAURA. lihatlah, Nona Yaura berjalan beriringan dengan Ken sekarang.. jadi, silahkan berdoa kepada Tuhan supaya nyawa Kalian selamat. " sambung Zayn yang membuat Reino dan Hilya ketakutan.


" Zayn.. Zayn ! hentikan Ken melakukan itu,Zayn ! tolong bantu Bibi kali ini saja Zayn !!! hiksss " Hilya menatap sendu mata Zayn.


NIS, Tentara, Polisi, Sniper dan Jaksa menundukkan kepalanya saat Yaura dan Ken datang. mereka berdua berjalan dengan santai namun itu justru membuat keadaan sangat tegang dan mencekam.


Yaura memakai kacamata hitam untuk menutupi matanya yang tertampung cairan bening.


" Maaf,Ken.. " lirih Yaura dalam hati.


Grepppp Ken meraih pinggang Istrinya.


" BERJALANLAH DENGAN TEGAK, JANGAN BIARKAN MEREKA MELIHATMU LEMAH. TUNJUKKAN WIBAWAMU. " lirih Ken saat melihat cara jalan Istrinya yang terbatah dan ragu.


Yaura menegakkan badan lalu mengangkat wajahnya. pandangannya fokus ke depan.


Mark,Sinta, dan Donna yang ikut hadir pun begitu tercengang saat melihat pemandangan yang tidak pernah Ia lihat sebelumnya.


" Bahkan Pejabat Negara ikut menundukkan kepalanya saat mereka datang. Dunia macam apa ini.. " lirih Sinta seraya menundukkan kepalanya.


" ITU KARENA UANG. TIDAK PERLU HERAN. " saut Mark.


Melihat Ken dengan sangat dekat, membuat bibir Reino dan Hilya tersenyum diiringi genangan air mata.


" Ken.. "


" Evelyn.. Anakku.. " lirih mereka seraya menatap Evelyn yang berjalan dibelakang Ken dan Yaura.


Baik Ken,Yaura ataupun Evelyn mereka sama sekali tidak menengok. Ken menunjukkan wajah dinginnya, tatapannya begitu kharismatik bercampur dendam. Yaura, Ia berekspresi datar, sorot matanya tersirat banyak makna. dan Evelyn, tangannya terkepal sempurna, sorot mata kebencian dan kekecewaan mendalam membuat cairan bening memenuhi bola matanya yang indah.


" AKU SANGAT MALU DENGAN KENYATAAN SEKARANG ! APA GUNANYA GELAR BACHTIAR DIDALAM DIRIKU JIKA PADA KENYATAANNYA KAMI DIPERMALUKAN OLEH GELAR BACHTIAR ITU SENDIRI. PEMBUNUH ! AKU PUTRI DARI PEMBUNUH ! " ucap Evelyn dalam hati, tenggorokannya tercekat. Kekayaan yang Ia miliki rasanya sudah tidak berpengaruh lagi karena Image Orang Tuanya yang rusak.


Pandangan semua orang tertuju kepada mereka, termasuk Pihak Pengadilan yang saling menengok satu sama lain,


" DIA ADALAH NONA YAURA, ANAK TUNGGAL DEVANO MALIK, PEWARIS MUTLAK G&D INTERNATIONAL GROUP. Jangan berani macam-macam kepadanya, turuti apa yang Dia mau dan laksanakan tugas Kalian dengan baik. NIS bahkan menundukkan kepala kepadanya, jadi tundukkan kepala Kalian ! " smirk Ketua Pengadilan yang memahami hukum UANG ADALAH DEWA.


Seluruh Jaksa dan jajarannya menarik sudut bibir, dan greppp mereka kompak menundukkan kepalanya.


Tunduknya semua Jaksa dan Aparat Pemerintah membuat Para Iblis berkaca, sungguh ini adalah kehancuran sesungguhnya. Mereka menggelengkan kepala seakan tertampar oleh kenyataan bahwa


" AKU BENAR-BENAR KALAH MELAWAN YAURA.. TIDAK... AKU TIDAK BISA MENERIMA KEKALAHAN INI.. " rintih Hilya dalam hati.


" KEN... KEN AKU MOHON MAAFKAN AKU.. TOLONG AKU SEKALI SAJA, HENTIKAN SEMUANYA ,KEN ! " teriak Bianca histeris, Ia sangat ketakutan karena umurnya tinggal beberapa menit lagi.


Tlkkkkkkkkkk senjata kompak diarahkan ke Bianca hingga membuatnya semakin menangis.


Ken mendaratkan tubuhnya di kursi yang paling depan bersama Sang Istri, telinganya sangat awas.


" Semakin berteriak, semakin Aku tidak menyesali atas kematian Kalian." sumpah Ken.


Reino menatap Ken dengan teduh. matanya semakin memerah,


" Apa sebesar itu Kau mencintai Yaura, Ken? bahkan Kau sama sekali tidak ingin menengok Ayah.. Aku merindukan Kalian.. " lirih Reino.


" Turunkan senjatanya.. " lirih Yaura yang langsung terhubung ke semua tim.


Albert menganggukkan kepala sebagai kode kepada Tim bahwa senjata diturunkan.


" CEPAT MULAI, AKU TIDAK INGIN BERLAMA-LAMA. " Ken menekan earpiece yang terhubung dengan Pak Andi agar pengadilan cepat menyelesaikan kasusnya .


" Baik,Tuan. " Pak Andi langsung berbisik kepada Ketua Pengadilan.


Ketua Pengadilan pun tersenyum, lalu berjalan kearah Yaura dan Ken.


Tukkkk tukk tukk hentakan sepatu Sang Ketua menjadi sinyal bahwa Terompet Kematian Para Iblis siap di gaungkan.


" Salam Tuan Ken, Nona Yaura.. " Ketua Menundukkan kepalanya hingga membuat semua orang takjub terhadap pengaruh Yaura dan Ken saat ini. termasuk Para Wartawan yang tak ingin ketinggalan moment.


" INI ADALAH KEBERUNTUNGAN. INFORMASI PERSIDANGAN INI AKAN MENJADI TRENDING TOPIC DI BERBAGAI NEGARA, KITA AKAN MENDAPATKAN BANYAK UANG DAN STASIUN TELEVISI KINI SAHAMNYA AKAN MENINGKAT. " smirk salah satu Petinggi Pertelevisian yang ikut menghadiri persidangan.


Yaura dan Ken tidak menundukkan kepalanya.


" Lakukan apa yang Aku katakan. " Ken menatap Ketua Pengadilan dengan tatapan misterius.


" Tentu,Tuan. " senyum Ketua seraya menatap Yaura yang hanya diam.


Ketua menundukkan kepalanya lalu berbalik badan. Ia berjalan menuju kursi kehormatan.


" Persidangan dimulai. Jangan ada yang membuat keributan karena itu akan sangat fatal. " ucapnya seakan memberi sinyal bahwa ini bukan persidangan biasa.


Para Iblis kini ditarik lalu dipaksa duduk sejajar dengan Yaura dan Ken.


Sama sekali tidak beradu pandang,namun hati Reino dan Hilya semakin tersayat saat Ken tidak menganggapnya. Diyo,Bianca dan Helena nampak meneteskan air mata diliputi ketakutan yang amat sangat.


" Ayah.. maafkan Helena.. " rintih Helena.


Edward terlihat tegar namun hatinya melemah saat melihat Zayn dan Ken. Ia flashback masa kecil saat mereka bertiga bermain bersama,


" Setelah sekian lama,akhirnya Aku kembali melihat Zayn, Dia tidak berubah. " lirih Edward.


ACARA DIMULAI,

__ADS_1


Pengadilan melakukan kilas balik terhadap semua masalah yang ada di Mega Kasus Devano Malik. Satu persatu kejadian,fakta, dan bukti di ungkapkan di dalamnya. Hal ini membuat suasana semakin mencekam. Petinggi dan Aparat Negara yang menyaksikan pertarungan sengit Dua Keluarga Konglomerat itupun terdiam, karena di kejadian itulah KEBUSUKAN PEMERINTAH TERUNGKAP DAN MENODAI SEMUA JAJARAN APARAT NEGARA.


Ken mengepalkan tangannya, Ia sangat ingat bagaimana kemarahan Yaura saat di lapangan dan berkata,


" SEMUANYA PENGHIANAT,KEN.. ".


Yaura sama sekali tidak melepas kacamatanya karena,


Tesssssssssssss setitik air mata jatuh


" Maaf,Ken.. Maafkan Aku.. " lirih Yaura dalam hati, sungguh Ia sangat bersalah mempermalukan Suaminya di Publik.


Reino pun termenung saat menyadari betapa kejam dirinya di masa lalu, betapa liciknya Dia untuk membunuh Yaura.


Tidak ada bantahan atau pembelaan, karena SEMUANYA sudah terbukti dengan jelas. Evelyn memalingkan wajah, tangannya ingin menutup telinga guna mengamankan diri dari kenyataan bahwa Orang Tuanya akan dijatuhi hukuman mati.


" DENGAN INI, KAMI MENYATAKAN BAHWA NONA YAURA GITA DEVMALIK TIDAK BERSALAH. DIA MELAKUKAN PEMBERONTAKAN SEBAGAI SENJATA PERLINDUNGAN DIRI DARI APARAT NEGARA YANG MENERIMA SUAP UNTUK MENUTUPI KEBENARAN."


" TUAN DEVANO MALIK BESERTA KELUARGA RESMI MENINGGAL KARENA PEMBUNUHAN BERENCANA. NEGARA KITA MENGANUT SISTEM KEADILAN DAN KEBENARAN DIATAS SEGALANYA. MAKA DENGAN INI KAMI MENYATAKAN BAHWA SELURUH PELAKU PEMBUNUHAN AKAN... " Ketua Pengadilan menghentikan ucapannya seraya menatap seluruh ruangan.


Degg degg degg jantung Para Iblis kini berada di level KEMATIAN. Bianca dan Hilya menangis lalu menatap Ken dengan penuh pengharapan,


" KAU TEGA PADA IBU,KEN ! " teriak Hilya, suaranya menggema diseluruh ruangan.


" KAU ANAK IBU, KENAPA KAU MELAKUKAN INI HIKSSS ! KAU LEBIH MEMILIH WANITA YANG BARU BEBERAPA BULAN BERSAMAMU DIBANDING IBU YANG SELAMA INI MEMBESARKANMU ! " sambung Hilya lalu berdiri, dan...


Tlkkkkkkkkk senjata kembali ditodongkan


" Celaka..pengadilan macam apa ini? " Donna gemetar, Ia mencengkram lengan Mark.


" Pengadilan Para Penguasa. Buka matamu, Aku bukan Orang Kaya selama ini, Mereka adalah Penguasa sesungguhnya." ucap Mark yang memahami bahwa Donna masih belum membuka mata tentang kehidupan Orang Kaya sesungguhnya.


Berbeda dengan Donna, Sinta malah sibuk menatap Ken dan Hilya secara bergantian.


" Kurang ajar sekali. Katanya Yaura adalah Orang Baik, baik macam apa? membiarkan seorang Anak membenci Ibunya sendiri. Keterlaluan. " lirihnya yang terdengar langsung oleh Mark.


" TUTUP MULUTMU ! HATI-HATI JIKA BERBICARA, DISINI BANYAK PENYADAP ! KAU MAU MATI? " sentak Mark yang membuat Sinta seketika bungkam.


Ketua Pengadilan menarik sudut bibirnya saat Hilya menangis histeris,


" Maafkan Kami Nyonya Hilya.. " ejeknya, dan..


" DI HUKUM MATI !!! " tok tok tok tok Ketua mengetuk Palu Pengadilan hingga membuat Para Iblis berdiri sembari menangis.


Tkk tkk tkk Bianca berlari ke arah Yaura, dan grepppp


Ia memegang tangan Yaura yang langsung disingkirkan oleh Ken.


" YAURA.. YAURA AKU MOHON MAAFKAN AKU, AKU MENYESAL YAURA.. HIKSSSS AKU TIDAK INGIN MATI.. MAAFKAN AKU ,AKU MOHON " BIANCA MENGATUPKAN TANGANNYA.


Yaura hanya diam begitupun dengan Ken yang tidak tahan di dalam pengadilan.


" APA KAU TIDAK MEMBERIKU KESEMPATAN SEKALI SAJA? SEKALI SAJA AKU MOHON MAAFKAN AKU HIKSSS.. " isak Bianca, dan grepppp Ia bersujud di Kaki Yaura hingga membuat Yaura berdiri dan menjauh.


Senjata semuanya terangkat, hingga membuat Reino menelan salivanya. Tukk tukk tukk Ia berjalan ke arah Ken,


Menghadapi Ayahnya, Ken menyesakkan dada. Dari hatinya yang paling dalam, Reino tetaplah Sang Ayah yang telah membuatnya ada di Dunia.


" Ayo keluar. " Ken berdiri hendak menarik tangan Istrinya, namun..


" TERAKHIR. UNTUK TERAKHIR KALINYA, TATAP AYAH,KEN.. " ucap Reino yang membuat Ken mengepalkan tangannya, sebisa mungkin Ia menyembunyikan air mata.


Hilya frustasi dan terus berteriak mendengar perintah pengadilan.


" MAAFKAN AYAH,KEN.. " lirih Reino.


Degggggg Ken mengepalkan tangannya. Ia sama sekali tidak ingin berbicara dengan Reino.


" MAAFKAN AYAH TELAH MEMPERMALUKANMU DI PUBLIK.. MAAFKAN AYAH GAGAL MENJADI AYAH YANG BAIK UNTUKMU... MAAFKAN AYAH KARENA TELAH MEMBUNUH KELUARGA ISTRIMU,YAURA.. " Reino mengalihkan pandangannya ke Yaura yang seperti enggan berinteraksi dengan Siapapun.


Tukkk tukk tukk tukk


Reino melewati Bianca yang sedang bersimpuh, Ia berjalan ke arah Yaura seraya tertodong laser penembak jitu.


DUA KUBU YANG SALING MENYERANG KINI BERHADAPAN, NAMUN YAURA NAMPAK MEMALINGKAN PANDANGANNYA.


Hendak berbicara tiba-tiba Evelyn melindungi Yaura dan berhadapan dengan Ayahnya.


" PERGI ! MENJAUHLAH PEMBUNUH ! " teriak Evelyn, Ia menangis.


Deggg Reino meneteskan air mata saat Evelyn mengatakan itu.


" KAU PUTRI KAMI EVELYN ! APA KAU TIDAK PUNYA HATI ? ORANG TUAMU AKAN TIADA, TAPI KAU SAMA SEKALI TIDAK MEMBELA KAMI HIKSSSS " sambar Hilya.


" IYAH ! AKU TIDAK PUNYA HATI SEPERTI KALIAN ! CEPAT MATILAH ! MATILAH KALIAN HIKSSSS !!! " Evelyn menatap kedua orang tuanya seakan mengisyaratkan dirinya sangat tersiksa dengan keadaan ini.


" LEBIH BAIK KALIAN CEPAT TIADA DARIPADA MENYIKSAKU SEPERTI INI HIKKSSS ! KALIAN EGOIS ! TIDAK MEMIKIRKAN PERASAAN AKU DAN KAKAK ! KAMI MENANGGUNG MALU ! KAMI MALU PUNYA ORANG TUA SEPERTI KALIAN ! " Evelyn mengungkapkan isi hatinya hingga membuat semua orang tercengang.


Tessssss air mata Reino dan Hilya menetes bersamaan. Hatinya hancur lebur mendengar itu. benar janji Yaura, bahwa Dia akan memisahkan Anak dari Orang Tuanya.


" Rasakan.. Rasakan Reino .. " senyum Pak Agus dan Bibi Arum.


" AKU YANG MEMBESARKAN MEREKA DENGAN TANGANKU SENDIRI, KENAPA SEKARANG.. ANAKKU BERANI MENGATAKAN ITU KEPADAKU.. " rintih Hilya saat mengingat Baby Ken dan Baby Evelyn dalam gendongannya.


Helena menatap Yaura yang berkaca mata. sementara Yaura hanya diam seraya menahan cairan bening dimatanya.


" KAU BOLEH MENGHUKUMKU YAURA.. JANGAN AYAHKU.. " RINTIH HELENA,NAMUN IA TIDAK BERANI MENGUNGKAPKANNYA.


Diyo yang masih lumpuh tidak mengatakan apa-apa selain merintih didalam hatinya. begitupun dengan Edward, Ia hanya pasrah tidak ada Keluarga.


Alfin, David dan Lisya tersenyum bahagia melihat pemandangan menakjubkan ini.


" GAME OVER. " ucapnya bersamaan.


" KITA BISA MELAKUKAN EKSEKUSI SEKARANG,NONA. " suara Sniper Pemerintah sebagai sinyal berakhirnya cerita.


Reino menggeser Evelyn lalu menghadap Yaura.


" AKU TAHU MAAFKU TIDAK BERGUNA. KAU JUGA JIKA AKAN PERCAYA JIKA AKU BERKATA BAHWA.. AKU MENYESAL. "


" KEN SANGAT MENCINTAIMU MELEBIHI ORANG TUANYA SENDIRI, JADI... AKU MEMINTA UNTUK PERTAMA DAN TERAKHIR KALINYA SEBELUM AKU TIADA.. " lirih Reino yang terdengar jelas di telinga Yaura.


Ken menyaksikan pemandangan ini dengan tatapan sendu.


" JANGAN MEMBUNUH KEN DAN EVELYN.. INI SALAHKU, CUKUP AKU YANG DI HUKUM BUKAN MEREKA.. AKU MOHON, BAGAIMANAPUN AKU SANGAT MENYAYANGI MEREKA.. " pinta Reino yang membuat Yaura mendelik seraya menahan tangis.


" TIDAK ADA TOLERANSI. SEMUANYA AKAN AKU MUSNAHKAN LAYAKNYA KAU MEMUSNAHKAN KAMI. " jawab Yaura yang membuat Reino menangis.


Tukk tukk tukk Yaura menyingkir begitu saja.


" BAWA MEREKA KELUAR..MASUKKAN KE RUANG BAWAH TANAH SESUAI YANG AKU RENCANAKAN. " perintah Yaura pada Tim GOD.


" Baik Nona. " jawabnya.


Serempak, Tim GOD menarik keluar Para Iblis yang diiringi pemberontakan.


" AYAH MENYAYANGIMU,EVELYN.. " lirih Reino saat melewati Putrinya yang sedang menangis.


" MAAFKAN AYAH.. " lirih Reino saat melewati Ken.


Hilya berteriak ingin memeluk Ken dan Evelyn sebentar namun keduanya menolak.


" TOLONG IBU,NAK HIKSSS " rintihnya seraya diseret keluar.


" FILM YANG BAGUS. " smirk Pak Andi. Ia sangat bahagia.


Ken melangkah mendekati Istrinya,


" Kau baik-baik saja? " Ia takut Sang Istri kembali Trauma.


Bukannya menjawab, tangan Yaura membuka Jas Suaminya lalu mengambil HT yang ada disana.


" Untuk apa? " heran Ken.


Yaura melepaskan earpiece, dan memperhatikan Para Iblis. Di rasa keluar,


" TUTUP SEMUA PINTU UTAMA ! PUTUSKAN SINYAL.. PASTIKAN TIDAK ADA YANG KELUAR SATU ORANG PUN.. " perintah ini menggema di telinga seluruh pasukan, termasuk Ken yang membulatkan matanya.


" Apa yang Kau lakukan? ".


Sigap, Pintu semua ditutup hingga membuat Wartawan, NIS, Tentara dan Pengunjung kebingungan.


" Ada apa ini? " heran NIS.


" AMBIL SELURUH DATA REKAMAN WARTAWAN DAN PENYADAP YANG DIBAWA SAAT PENGADILAN BERLANGSUNG, TERMASUK PARA JAKSA. JANGAN MELEWATKAN SATU ORANG PUN. " perintah Yaura hingga membuat Ken diam membatu.


" Apa yang Kau lakukan? " tanya Pak Agus.


" URUS SEMUANYA,PAK. AKU TIDAK INGIN ADA REKAMAN DIGITAL TENTANG PENGADILAN INI, SEMUANYA HANYA UNTUK MENAKUTI PEMBUNUH AYAH. HUBUNGIN PIHAK TELEVISI DAN BERITAHU BAHWA AKU TELAH MENARIK SEMUA DATA REKAMANNYA. "


" NIS, JANGAN SAMPAI LOLOS. MEREKA PASTI MEMBAWA PENYADAP, SITA SEMUANYA." tutur Yaura.


Menurut, seluruh Tim pun menarik semua data liputan dan penyadap hingga membuat Wartawan dan NIS panik.


" TUAN, INI ADALAH LADANG PENGHASILAN KAMI. JIKA TIDAK ADA REKAMAN,KAMI MAU MAKAN APA? " Tolak Wartawan.


" Aku akan mengurusnya. " ucap TIM GOD bagian INTEL guna menarik data rekaman kasus Yaura.


Yaura menatap Suaminya seraya mengembalikan JT ke tempat semula.


" KATANYA JALAN-JALAN, AYO.. " lirih Yaura seraya tersenyum tipis bak tidak terjadi apa-apa. Ia melangkah ke arah pintu keluar,


Ken masih mematung dan tidak menyangka Yaura sebaik ini kepadanya.


Hanya dirinya dan Sang Suami yang boleh keluar dari Pengadilan.Ken pun menyusulnya.


Nona Lee tampak mendekati David dan Alfin,


" KEN AKAN SEMAKIN MALU JIKA TELEVISI MENYIARKAN BERITA INI, DAN YAURA.. DIA MELINDUNGI SUAMINYA.. INI SANGAT SO SWEET.. " Nona Lee gembira.


" Tentu. Filmnya Happy Ending dan sangat manis sepertimu.. " gombal David yang langsung dibalas juluran lidah Alfin.

__ADS_1


" WLEEKK BUAYAA ! " ejek Alfin lalu pergi membatu Lisya menyita penyadap.


Nona Lee tertawa melihat respon Alfin,


" sepertinya Alfin sangat sensitive."


" Dia itu sok jual mahal. Aslinya juga Bucin. " balas David. mereka berdua pun tertawa.


*


Parkiran


Ken menarik tangan Istrinya seraya menatapnya dalam,


" Kau... " mata Ken berkaca.


" Ayo bermain ke Tempat Masa Kecil Kita.. ini adalah awal.. " lirih Yaura seraya membuka kacamatanya dan tak disangka..


Tessss keduanya ternyata sama-sama menahan air mata lalu menetes.


Greppppppp mereka langsung berpelukan


" Terima Kasih,Sayang.. " pertahanan Ken pecah, Ia menangis saat Yaura yang terlihat tak peduli ternyata seperduli itu dengan Kehormatan dan Kewibawaannya.


" Aku yang berterima kasih kepadamu,Ken... Semuanya kini telah selesai berkat dirimu.. " puji Yaura balik.


Bukan waktunya berkata, Ken memeluk Istrinya sangat erat. Ia semakin yakin bahwa dirinya pantas membela Sang Istri. Meskipun meneteskan air mata, namun senyum bahagia terlukis di wajah Yaura.


*********************


Berjarak 1 Jam, mereka kini sampai di Tempat yang paling indah dalam kehidupan mereka,dimana lagi jika bukan..


GREEN PLACE FLOWERS


Sebuah hunian ala-ala Kastil Eropa dilengkapi pemandangan yang Indah, Asri, Hijau, dan sejuk membuat Ken dan Yaura langsung flashback.


" Kau sungguh mengingatnya? " tanya Ken sembari meraih tangan Sang Istri lalu menuntunnya berjalan menyusuri tempat indah tersebut.


" Aku sangat ingat. " senyum Yaura.


" KITA.. "


" KITA BERLARI-LARIAN MENGEJAR SEEKOR KELINCI BERWARNA PUTIH. " ucap mereka serempak, dan berlomba mengingat moment hingga menimbulkan kesan romantis.


Keduanya kemudian saling memandang dan tersenyum,


" Tunggu. " Ken menghentikan langkahnya.


" Hai, Yaura. Kau kemana saja selama ini? kenapa baru menemuiku? " tutur Ken seakan melanjutkan kisah masa kecilnya dulu.


Deggg Yaura melemah dan terenyuh saat mengingat pertemuan terakhir masa kecil mereka.


" Bukankah Kau yang pergi meninggalkan Aku? salah sendiri,kenapa tidak menepati janji untuk kembali. " jawab Yaura.


" Aaaiiiisssshhhh ! rupanya Kau masih kesal saat Aku pergi ke Militer. Baiklah, maafkan Aku meninggalkanmu dulu. tapi sekarang, Aku sudah kembali,dan menepati janjiku.. " senyum Ken.


Sungguh keduanya terlihat sangat bahagia, suasana yang sangat tenang dan sendu membuat Kisah Flashback mereka terasa sangat hidup.


" AKU AKAN BERSAMAMU SELAMANYA.. " sambung Ken yang membuat Yaura tersenyum,karena memang itulah janji Ken dulu.


" JIKA AKU BERTEMU DENGANMU DI KEHIDUPAN SELANJUTNYA MAKA, AKU YANG AKAN MENCINTAIMU LEBIH DULU." Ken mengulang sumpahnya,


" JIKA AKU TIDAK MENGENALIMU, MAKA KAU YANG MENGENALIKU LEBIH DULU. " sambung Yaura.


Hugggggggggg keduanya kembali saling memeluk.


" JANJI MANA YANG BELUM AKU TEPATI SEKARANG? " senyum Ken, sumpah demi Tuhan Ia sangat bahagia melihat Yaura benar-benar mengingat semuanya.


" TIDAK, KAU SELALU MENEPATI JANJIMU. KEN.. " lirih Yaura,


" Katakan.. ".


" AYO KITA MAIN DIN-DONG. " tawa Yaura.


Ken melepaskan pelukan,


" Main DIN-DONG bukan disini, tapi di arah selatan. disini adanya permainan game koin dan permainan boneka kesukaanmu. " ujar Ken lalu kembali menuntut Istrinya.


Tidak membawa Camera, mereka menggunakan ponsel untuk berpose. Iyah, Yaura sedang sadar,dan mau diajak berpose. Posenya pun sama persis seperti Kenangan masa kecilnya. Mereka berjalan cukup lama hanya untuk mengunjungi tempat bermain yang ada di wilayah Green Place Flowers tersebut. Sepanjang langkah, mereka bermain tebak-tebakan hal apa aja yang masih diingat, dan Ken lah yang menang banyak, Ia sangat ingat dengan detail dan terperinci. Sementara Yaura hanya tersenyum kadang tertawa karena salah moment. Romantis? banget.


Permainan yang sudah tua dan tidak bisa digunakan membuat mereka berdua sadar bahwa tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, padahal Ia baru saja membuka lembar kehidupan yang baru.


" Ken, Aku selalu meminta koin darimu kan? " tanya Yaura yang duduk disebelah Suaminya. posisinya sama persis seperti foto masa kecil.


" BUKAN MEMINTA LAGI, TAPI MERAMPAS SEMUA KOINKU. " omel Ken.


" Jadi Kau tidak ikhlas? " Yaura mrengut.


Ken menggigit bibir bawahnya dan,


" Ikhlas, Sayang.. asal.. " Ken mendekatkan wajahnya. dan


" Cium.. " sambungnya,namun langsung di dorong oleh Yaura.


" Bukan.bukan minta cium..tapi.. " Yaura tersenyum sembari merogoh saku Jas Putihnya, dan..


Tradaaaaa


"PERMEN. INI KAN IMBALANNYA JIKA KAU MEMBERIKU KOIN? " Yaura sangat girang persis Yaura kecil hingga membuat Ken semakin mengucap rasa syukur.


" DARIMANA KAU MENDAPATKAN PERMEN INI ? PADAHAL KAU TIDAK PERNAH KELUAR. " usil Ken seraya mengambil alih permen itu lalu membukanya.


" Aku menyuruh Robin.. Ayo Ken makan.. itu Imbalannya.. "



Senyum bahagia berubah menjadi senyum nakal,


" Kita habiskan berdua. " ucap Ken.


Tidak peka, dengan polosnya Yaura mengangguk dan tersenyum hingga membuat Ken semakin gemas.


Ken memasukkan permen kedalam mulutnya,dan menahan Sang Istri yang juga ingin memasukannya.


"AKU BILANG HABISKAN BERDUA,JADI.. " KEN MENDEKATKAN WAJAH DAN BIBIRNYA, lalu


" AYO KITA MENGHABISKANNYA.. " Ken mendaratkan ciuman manis di bibir Istrinya.


Yaura tersipu malu dan tidak habis fikir dengan pemikiran Suaminya yang aneh, namun..


" Ayo Sayang,habiskan.. " lirih Ken disela Ciuman.


" Ini akan memakan waktu yang lama, Kau ada-ada saja.." lirih Yaura yang sudah kecanduan tubuh Suaminya.


" ITU YANG AKU INGINKAN. " smirk Ken dan



Kissssss mereka melakukan ciuman romantis dan menggunakan permen sebagai alat untuk mempererat ikatan batin keduanya.


Keduanya sama-sama tersenyum saat melakukan ciuman konyol itu, rasa manis dan super enak membuat Ken betah beradu lidah dengan Istrinya.


Tubuh menempel dengan erat, rasa cinta, bahagia,dan romantis membuat suasana hari ini SANGAT SANGAT INDAH.




" Ken.. tanganmu. " senyum Yaura disela ciuman, saat tangan Sang Suami meraba Gunung Kembarnya.


" Tidak ada orang,Sayang.. " senyum Ken.



Takut ada CCTV ,Yaura sebisa mungkin mengendalikan tangan Suaminya. Mereka terus berciuman sampai permen habis,


" Lama sekali habisnya.. " Yaura tertawa kecil.


" Baiklah, Aku tambah lagi biar lebih lama.. " goda Ken.


" Nakal.. "


" Cengeng. Kau menangis saat Aku pergi dulu,tapi sekarang masih gengsi mengakuinya. " celetuk Ken tiba-tiba, sungguh Ia sangat gemas jika ingat Yaura kecil yang menangisi kepergiannya.


" Karena Kau nakal. " tawa Yaura.


" BAIKLAH, SEPERTINYA HARUS MELAKUKAN YANG LEBIH NAKAL. " hendak mencium, Yaura tiba-tiba melepaskan diri lalu berlari.


" HEI MAU KEMANA.. " Ken tersenyum lalu mengejar Istrinya.


" KEMANAPUN. " Yaura berlari sangat kencang.


Iyah, mereka kini bak Anak Kecil yang sedang berkejar-kejaran.


KEHIDUPAN BARU PUN DI MULAI.....


*************************


**Jangan lupa like dan komen


Jangan lupa vote juga yah❤


Maafin AUTHOR JAHANAM YANG UPDATE 2 BULAN SEKALI🤣SUNGGUH AUTHOR MERASA MALU. DAN EMANG DI RL, AUTHOR SIBUK DAGANG PARFUME PARAH😭🤣 MAAFIN GUYSS😭😭❤


SPOILER


Sesuai Janji Yaura, Kini Ia hidup sebagai Yaura Gita Devmalik, Sang Presdir G&D. Ia rajin mengurus perusahaan, dan memainkan posisinya. Disegani banyak orang dan paling berpengaruh saat ini membuat sejarah bahwa YAURA PEMBERONTAK TELAH LENYAP.


" Nona.. Sahamnya terus naik, sungguh Kau sangat hebat. " puji Staff Analisis Saham.


" KUASAI PASAR SEKARANG, DAN BABAT HABIS SEMUA SEKTOR. KITA HARUS MENANG.. " senyum Yaura**.

__ADS_1


__ADS_2