
Mereka sejenak bertatapan.
" Baiklah,tetapi hanya sebentar.. ".
" Tentu, lagipula Aku tidak ingin Kau terlalu lama berada di luar.. " Lirih Ken.
Yaura menganggukkan kepala seraya melukiskan senyum di bibir manisnya.
Karena hanya berdua di dalam Ruangan seluas itu, Ken sejenak menatap dalam kedua manik indah Sang Istri, seketika itu pula semua kejadian kelam yang mereka alami kembali terekam di otaknya, mengetahui fakta bahwa Yaura lah yang paling terluka baik fisik atau batin,membuat Ken melemah,
" Aku sangat menyesal,kenapa harus menikahimu dengan cara yang menjijikkan, menganggapmu selingkuhan Vino, menilai buruk dan liar, bahkan Wanita Rend*han.. Aku malu terhadap diriku sendiri, kenapa harus seceroboh itu menilai dirimu.. " Ken menundukkan pandangannya, hatinya diliputi perasaan bersalah.
Yaura meraih tangan Ken dan menggenggamnya.
" Jadikan itu sebagai pelajaran, terlepas dari baik atau buruknya Wanita itu.. Wanita tetaplah Wanita yang harus Kau jaga dan hormati, hanya karena Dia Murahan atau Jal*ng , jangan menjadikan itu sebuah alasan agar Kau tidak menghargainya.. Iyah Aku tahu, Pria pasti akan mencari Wanita yang baik untuk menjadi Istrinya kelak, maka dari itu, jika Kau tidak menyukai atau menganggapnya ada, lebih baik Kau jangan nikahi Dia sama sekali, daripada Kau menikahinya hanya untuk menyiksa dan menghinanya,rasanya sangat menyakitkan.. Aku juga mengerti, Kehormatan Wanita adalah segalanya, yang harus dijaga dan diserahkan hanya untuk Suaminya.. tetapi rasanya Aku sangat benci dengan Pria yang melecehkan seorang Wanita hanya karena Dia tidak suci lalu menghinanya habis-habisan . apa Pria itu berfikir Dia lah yang paling suci? padahal, Para Pria juga pengguna Jasa Prostitusi, tapi mereka bertingkah paling suci dan merasa ogah bersanding dengan Barang Bekas juga. rasanya tidak adil bukan? bekas bersanding dengan bekas kenapa tidak terima? " tutur Yaura.
Deg !!! Ken mengangkat wajahnya dan menatap Sang Istri. ucapan itu begitu menusuk hati yang paling dalam dan menyadarkannya.
" Iyah Aku minta maaf yah.. jujur, Aku paling benci dengan Wanita Mura*an.. karena itulah, saat Vino memasangkan cincin di jarimu, darahku langsung mendidih, dan memutuskan untuk menikahimu agar Vino tidak bisa Kau dapatkan... padahal itu semua adalah SALAH PAHAM. " lirih Ken.
" Tidak ! Aku tidak akan memaafkankanmu !. Apa Kau tahu? saat tanganmu menarik lengan dan melemparkanku ke Ranjang Hotel, jujur itu sangat menyakitkan. " Protes Yaura seraya tersenyum manis,Ia sangat ingat bagaimana Ken marah kepadanya saat di Hotel Louis.
Huggggg Ken menarik dan membenamkan Yaura kedalam pelukannya.
" Aku lepas kendali waktu itu.. Maaf.. " Ken melingkarkan tangan ke pinggang Sang Istri hingga membuat jantung Yaura berdegub kencang. Tubuh mereka kini saling menempel dan merasakan kehangatan satu sama lain.
Sunyi
Sunyi
Sunyi
" Tidurlah, ini sudah malam.. " lirih Ken dengan lembut.
" Aku belum mengantuk.. Ken, Kau pasti sangat lelah selama ini.. " Yaura memperhatikan banyak tumpukan berkas di sudut Ruangan yang biasa dipake oleh Ken untuk mengerjakan G&D yang proses pembangunannya begitu rumit nan berbelit.
" Tidak masalah.. lagipula , hanya dengan melihatmu saja,lelahku semuanya hilang.." ucap Ken sambil memejamkan kedua mata, dalam hati, Ia selalu mengucap Syukur kepada Tuhan karena dipercaya menjadi Suami seorang Yaura.
" Gombal.. " Yaura terlihat sangat nyaman di pelukan Suaminya.
Ken membuka mata lalu tersenyum saat merasakan Yaura kini mulai nyaman dan terbiasa dengan tubuhnya.
" Susah sekali membuatmu percaya, namun sekarang sepertinya Kau sudah mulai jinak..".
" Rasanya sungguh aneh menjadi jinak.. " lirih Yaura yang merasa aneh menjadi Wanita Lemah, sibuk bermanja.
" Cukup jinak denganku saja, jika dengan orang lain, Kau takuti mereka seperti yang Kau lakukan pada Pak Andi.. " Ken terkekeh saat mengingat Pak Andi yang begitu ketakutan jika berhadapan dengan Istrinya.
Hendak berbicara, namun suara pintu terbuka membuat perhatian mereka teralihkan. Yaura pun segera melepaskan diri dari pelukan Suaminya
" Aku kesana sebentar.. " Ken mengelus kepala Sang Istri dan beranjak mendekati seseorang yang baru saja masuk.
Terlihat Pak Agus membawa dokument penting G&D yang baru saja terselesaikan malam ini. tak membuang waktu lama, Ken langsung memeriksanya dengan detail.
" Baiklah Pak,Kita kesana sekarang.. "Ken menyerahkan kembali dokument itu kepada Pak Agus lalu melangkah mendekati Istrinya.
Ken menatap Yaura, rasanya Ia begitu enggan meninggalkan Wanita yang sangat dicintai tersebut.
" Aku keluar dulu sebentar.. jaga dirimu, jangan pernah keluar dari Ruangan ini seperti tadi pagi.. " lirihnya.
Yaura melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan Pukul 23.00 Malam,
" Ini sudah malam.. Kau mau kemana? " jawab Yaura nada bicaranya begitu lembut, karena memang sifat aslinya adalah lemah lembut.
" Aku ada urusan mendadak.. " Ken memegang tangan Sang Istri dan mengelusnya.
" Tapi ini sudah malam,Ken.. Kau mau pulang jam berapa? sedari pagi Kau sama sekali belum istirahat.. " Yaura merasa cemas dan mengkhawatirkan kesehatan Sang Suami saat lingkaran hitam menyelimuti matanya.
" Secepatnya pulang.. jangan mengkhawatirkanku " Ken tersenyum tipis.
Yaura menurunkan pandangannya,
" Aku ikut.. ".
" Jangan. tenanglah, Aku janji akan segera kembali.. " Ken meraih kunci mobil yang ada di soffa, tak lupa masker yang Ia gunakan untuk menutupi wajahnya.
Yaura menekuk wajah cantiknya dan memperhatikan Sang Suami yang selalu sibuk tak tahu waktu.
" Aku pergi dulu .. " Ken menatap Yaura dengan tatapan dalam, Ia mulai memundurkan langkahnya dan berbalik badan.
" Hati-hati.. " Yaura menganggukkan kepala, Ia terus memperhatikan tubuh tegap Sang Suami yang mulai menjauh dari pandangan matanya.
Ken berpapasan dengan Bibi Arum,
" Jaga Istriku, jangan biarkan Dia keluar. " titahnya.
" Baik,Tuan. " Bibi Arum menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat.
Dirasa Ken sudah pergi,Yaura kembali mendudukkan tubuhnya di soffa.
" Dia mau kemana tengah malam seperti ini... " lirihnya dalam hati.
" Apa Ken mau ke Bar? " sambungnya, Ia sangat faham bahwa Sang Suami penggemar berat Wine, ditambah kehidupan Pria Kaya Raya yang bisa melakukan apapun yang Dia mau, fikirannya menerka-nerka sebagaimana seorang Istri yang mengkhawatirkan Suaminya.
Tak berselang lama, Bibi Arum duduk disebelah Nona nya.
" Berpakaian serba putih seperti ini, Nona mirip dengan seorang Dewi,sangat cantik dan murni. Nona juga sangat serasi dengan Tuan Ken yang begitu tampan nan kharismatik. " puji Bibi Arum yang melihat Nona nya semakin hari semakin Cantik.
" Bibi lebih cantik.. " Yaura tersenyum sambil menyenderkan kepalanya di pundak Pelayan yang Ia anggap seperti Ibunya tersebut.
Bibi Arum menemani Yaura mengobrol sembari menunggu kedatangan Ken yang entah pergi kemana.
G&D
Di pinggir jalan utama, nampak sebuah Gedung Mewah yang menjulang tinggi. Gedung itu baru saja di renovasi, desainnya begitu elegant, lahannya sangat luas. Ken memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk utama, Ia pun segera turun dari mobil lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
" Selamat Malam Big Boss. " Pria Kepercayaan Ken menundukkan kepalanya sebagai ucapan hormat, Ia memakai seragam hitam lengkap dengan earpiece di telinganya.
" Kau sudah memastikan semua keamanannya? " Ken mengulurkan tangan.
" Berkat kerjasama antara Tim Kita dengan Tim Setia Nona Yaura, semuanya sudah dipastikan aman. " Pria itu memberikan earpiece kepada Ken.
" Baiklah, Aku akan mencobanya. " ucap Ken sambil memasang earpiece ditelinganya, earpiece itu otomatis terhubung dengan seluruh Tim Keamanan Tingkat Atas yang sudah Ia persiapkan untuk acara besok.
Ken melangkah dengan cepat, Ia sangat ingat bagaimana Sang Istri melarangnya untuk pergi.bayang-bayang wajah Yaura selalu muncul disetiap langkahnya, hal ini semakin membuatnya tidak tenang dan ingin cepat kembali ke Rumah Sakit .
" Apa Yaura sudah tidur? " tanya Ken dalam hati, Langkahnya kini berhenti di sebuah Ruangan CCTV.
" Aku tidak mau ada kesalahan sedikitpun nanti besok, awasi semua Tamu dan tangkap mereka yang mencurigakan. " titah Ken sambil mengamati semua monitor yang terpampang jelas di depannya.
" Siap Big Boss. " jawab Tim.
Ken memastikan bahwa CCTV terpasang dengan benar dan tepat, Ia ingin semua Ruangan terpasang kamera pengawas.
" Albert, siapkan semua penembak jitu, arahkan ke titik Podium. aktifkan semua sensor. " ucap Ken seraya menekan tombol earpiecenya.
" Kami sudah bersiap, peluru akan ditembakkan. " jawab Albert sambil meneropong senjatanya.
Setelah CCTV dipastikan aman, Ken segera keluar dan melangkah menuju Ruang Konferensi Pers.
Matanya menyapu bersih isi Ruangan Konferensi Pers yang begitu megah nan luas, kursi-kursi yang tertata rapi, juga layar proyektor berukuran besar yang siap menampilkan Susunan G&D telah disiapkan oleh Ken.
" Beberapa jam lagi, Kau satu-satunya orang yang bisa menaiki Podium G&D itu,Yaura.. nanti besok mereka akan menyadari siapa pemegang kekuasaan yang sebenarnya.. " lirih Ken dalam hati, Ia mengalihkan pandangannya ke Podium yang berada di tengah Layar Proyektor.
" Bagaimana Big Boss? Apa Kami perlu menguji coba keamanan Ruangan Konferensi Pers sekarang? " tanya Albert sambil membidik podium dari jarak jauh,Ia ingin mencoba seberapa ketat Keamanan G&D.
Ken menoleh ke arah Albert yang ada di ujung sana, lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Bersiap, Albert dan Tim lainnya mengarahkan laser merah ke arah podium, tiba-tiba..
Sretttttttttt sebuah kaca penghalang otomatis muncul dari bawah,tepat di wilayah podium.
" Tembakkan pelurunya ! " ucap Ken dari earpiece.
Dorrr dorrr dorrr dorrr dorrrr dorrr peluru melesat dari berbagai arah dan langsung terpental saat mencoba menembus kaca.
Mengetahui bahwa kaca tersebut tidak mampu ditembus oleh peluru, Ken bernafas lega. Ia pun menyuruh Albert menghentikan tembakannya. dan..
Tlkkkkkkkkkkkk kini giliran Ken mengeluarkan senjata dari Jas nya. senjata itu tidak dilengkapi dengan laser merah.
Dorrr dorrr dorrr dorrrr dorrr peluru terus di tembakkan oleh Ken ke arah podium.
Tidak retak atau pecah, kaca itu tetap utuh seperti sebelumnya walaupun terus dihantam peluru.
" Baguslah, sensor dan kacanya berfungsi dengan baik. " Ia pun menurunkan senjatanya.
Tak ingin berlama-lama meninggalkan Sang Istri, Ken langsung melangkah keluar.
Di Depan, Ia berpapasan dengan Pak Agus.
" Bagaimana Nak ?" tanya Pak Agus yang masih terlihat sangat sibuk.
" Aku sudah memastikan area Podium aman, Yaura akan terlindungi dari peluru saat melakukan Orasi. SWATT juga akan ikut mengamankannya." jawab Ken.
" Syukurlah Nak. Oh iyah, semua dokument telah Bapak selesaikan.. " Pak Agus menyerahkan dokument penting kepada Pria yang ada dihadapannya tersebut.
Ken memeriksa dan membaca detail dokument,
" Baiklah, Pak.. terima kasih.. Istirahatlah sekarang, Aku juga ingin kembali ke Rumah Sakit. " Ken mengalihkan pandangan ke Arloji yang menunjukkan Pukul 00.15 dini hari.
" Tentu Nak. Bapak akan menginap disini, dan menjadi orang pertama yang menikmati Hotel Mewah G&D " celetuk Pak Agus yang membuat Ken tertawa.
" Ajaklah Bibi Arum, jangan sendiri ! " goda Ken seraya masuk ke dalam mobil.
" Aissshhhhh !!! Kau ini benar-benar NAKAL ! " decak Pak Agus sambil menahan senyum.
Ken melajukan mobil dengan kecepatan tinggi,rasanya ingin sekali sampai tanpa melakukan perjalanan terlebih dahulu. karena dini hari, jalanan utama pun nampak lenggang hingga membuatnya semakin menggila.
RUMAH SAKIT STEPHANIE LEE
Suasana sepi, juga bebas paparazzi, Ken menampakkan dirinya tanpa masker, matanya begitu waspada dan mengamati keadaan sekitar.
VIP Station
Ken menempelkan telapak tangannya ke pintu kaca berkali-kali, namun selalu gagal.
" Kenapa pintunya tidak bisa terbuka.. " lirihnya dalam hati. Karena pintu tersebut sangat canggih dan dipenuhi banyak sensor , Ken nampak kesulitan mengotak-atiknya. hendak menelfon Pihak Rumah Sakit,namun..
Tringggggg pintu terbuka,nampak seorang Wanita berdiri tepat di depannya sembari melukiskan senyum manis yang membuat rasa lelah seketika hilang.
" Bagaimana bisa Kau memanipulasi pintunya? " senyum Ken sambil melangkah masuk, pandangannya terarah pada wajah cantik Sang Istri,Yaura.
" Tentu bisa. sebenarnya Aku ingin Kau tidak bisa masuk.. " jawab Yaura,senyum di bibirnya kini hilang lalu berganti menjadi ekpresi kesal yang tertahan.
" Kenapa memangnya? " Ken tersenyum dan menuntun Yaura untuk duduk di soffa.
" Apa Kau setiap hari seperti ini? keluyuran.. " gerutu Yaura, entah kenapa Ia tidak suka melihat Sang Suami keluar tengah malam.
Melihat Tuan nya sudah datang, Bibi Arum pun pamit keluar, Ia tidak ingin mengganggu kemesraan Pasutri tersebut.
" Bukankah Kau sudah mengetahuinya sejak awal? Aku pergi ke Bar sebentar.. " Ken berbisik ke telinga Yaura seraya melepas Jas yang membalut tubuh kekarnya, lalu menghempaskannya ke sembarang arah.
" Kenapa tidak sekalian subuh saja pulangnya? itu lebih baik. " cetus Yaura seraya mendaratkan tubuh di soffa, wajahnya sungguh tidak enak dipandang.
" Aku hanya pergi 1 Jam,bukan 1 Abad kenapa Kau kesal seperti itu? Kau khawatir Aku bersama Wanita lain? atau.. tidak bisa jauh dariku? " Ken mengedipkan sebelah mata, Demi Tuhan, Ia begitu bahagia mengetahui Yaura yang mulai peduli dengan dirinya.
" 1 Jam apanya.. Kau pergi 1 Jam,15 menit ! " ketus Yaura yang semakin membuat Suaminya gemas.
" 15 menit saja dihitung. " Ken terkekeh menyadari bahwa Sang Istri juga seperti Wanita yang pada umumnya, sangat teliti dan jeli jika mencari kesalahan Pria.
" Kau belum tidur karena menungguku? " sambungnya seraya merengkuh tubuh Sang Istri,lalu membenamkannya kedalam pelukan.
Setiap berada di pelukan Ken, Yaura akan merasa sangat nyaman dan tenang, Ia menganggukkan kepala sebagai jawaban bahwa dirinya tidak bisa tidur sebelum Suaminya pulang.
" Tidurlah.. ini sudah malam.. " lirih Ken sambil mengelus kepada Istrinya.
" Kenapa tidak ada wangi parfume wanita, juga.. tidak ada aroma Wine. Kau berbohong? " Yaura mengendus aroma tubuh Sang Suami kemudian melepaskan diri darinya
Ckk !! Ken menelan saliva saat menyadari bahwa Sang Istri adalah seorang NIS yang tidak bisa dikelabui.
" Aku bilang pergi ke Bar, bukan minum atau bersama Wanita Cantik di Bar. " ujarnya.
__ADS_1
" Kalau Kau pergi ke Bar, sudah pasti melakukannya. tidak mungkin ke Bar untuk mengadakan meeting ! " ketus Yaura, lalu beranjak dan melangkah ke arah Hospital Bed yang biasa gunakan untuk tidur.
" Kenapa Kau jadi marah?! tidurlah disini,Yaura ! " Ken tertawa, Ia sengaja membuat Sang Istri kesal.
Yaura mengabaikan Sang Suami, Ia membaringkan tubuhnya di Ranjang.
" Apa yang Ken sembunyikan? " lirihnya dalam hati, matanya kini terpejam sambil menganalisa semua kejanggalan.
" Aku koma Delapan Bulan.. itu bukan waktu yang singkat, Apa yang terjadi sebenarnya.. ".
Ken kini hanya memakai kaos dan celana pendek, dilengkapi dengan sandal jepit andalannya. Ia menoleh ke belakang, terlihat Sang Istri sudah memejamkan kedua matanya.
" Selamat malam Istriku.. " lirihnya dalam hati. Tak lama setelah itu, Ia merebahkan dirinya di soffa lalu memejamkan kedua mata. Kelelahan, Ken terlelap dan berada di alam mimpi. Begitupun Yaura yang masih belum sepenuhnya pulih, Ia pun terlelap dalam mimpi Indahnya
*********************
PAGI HARI
Tidak ada kicauan burung, atau sinar matahari yang masuk kedalam jendela, yang ada hanya sebuah Alarm Ruangan yang menunjukkan pukul 06.30 Pagi.
Yaura mengerjap dan segera bangun dari tempat tidurnya. Ia melangkah mendekati Sang Suami yang masih tertidur pulas,
" Selamat Pagi,Ken.. " sapanya dalam hati sembari melukiskan senyum manis dari bibirnya, Ia mengamati lekat wajah Sang Suami yang begitu tampan.
" Apa ini yang dimaksud tampan? " tangannya hendak menyentuh pipi Ken namun Ia mengurungkan niatnya lalu melangkah ke Kamar Mandi untuk membersihkan diri.
45 Menit kemudian, Ken bangun dan mencari Istrinya.
" Dimana Yaura? apa keluar? " belum sadar, namun Ken langsung cemas.
" Yaura ! " teriaknya seraya memakai sendal dan melangkah.
" Kau sudah bangun? " Yaura nampak keluar dari Ruangan kecil yang biasa digunakan untuk dapur.
" Kau darimana? keluar? Aku bilang berapa kali?jangan pernah keluar dari Ruangan ini ! " tegas Ken, wajahnya begitu cemas dan menatap lekat wajah Sang Istri.
Yaura menggelengkan kepalanya,dan mendekati Ken.
" Aku tidak keluar sama sekali. Hanya saja perutku sangat lapar,apa Kau tidak lapar? Aku yakin Kau juga sangat lapar.. " lirih Yaura dengan lembut.
Hendak menyuruh Bibi Arum membawakan makanan,namun Ken tersadar bahwa Bibi Arum kini berada di Salon kepercayaan Dokter Lee. Akhirnya Ia pun memilih menghubungi Staff Kepercayaan Dokter Lee untuk membawakan sarapan.
" Sebentar lagi Staff akan membawakan sarapan untukmu, bersabarlah.. Maaf jika ucapanku tadi terlalu kasar, Aku tidak ingin seseorang mengetahui keberadaan dan siapa dirimu, karena akan sangat membahayakan.. " lirih Ken sambil memegang tangan Istrinya.
" APA MEREKA KEMBALI MENGANGGAPKU TIDAK ADA KEN? BUKANKAH AKU KOMA DELAPAN BULAN? ITULAH SEBABNYA KAU MENYEMBUNYIKANKU?" tanya Yaura matanya berkaca, Ia mulai menyadari bahwa dirinya sengaja disembunyikan.
Huggggggggggg Ken memeluk Sang Istri dengan erat
" Meskipun Publik menganggapmu sudah tiada, percayalah, ada seseorang yang selalu menganggap dirimu ada dan bernyawa.. " lirih Ken dengan lembut.
" Aku melihat seragam duka disini, apa itu....." Yaura menghentikan ucapannya, air mata menetes dari manik matanya.
Merasakan pundaknya basah, Ken melepaskan pelukan dan menatapnya.
" Jangan menangis,sebentar lagi penderitaanmu akan berakhir.. Aku akan membawamu keluar dari sini,Yaura.. " Ken menyeka air mata Istrinya.
" Apa Kau juga yang menyemayamanku? kenapa Kau melakukan itu? bukankah Aku masih hidup? hiksss " Yaura begitu terpukul mengetahui bahwa dirinya kembali menjalani prosesi pemakaman, padahal jelas-jelas Ia masih bernyawa.
" Aku akan menceritakannya nanti malam, jangan menangis Aku mohon.. " Ken mengelus pipi Yaura yang dibasahi air mata, matanya pun ikut berkaca dan merasakan bagaimana sakitnya menjadi Yaura, nyawa bagaikan permainan dan tipuan.
Tak lama kemudian, Staff Kepercayaan datang membawakan makanan.
Yaura menahan tangis dan menguatkan diri
" Untuk apa Aku menangis? bukankah Aku sudah mengalami hal seperti ini sebelumnya?" lirihnya.
Bukannya sarapan, Ken lebih memilih membersihkan diri ke kamar mandi.
" Nikmati sarapannya, Aku mandi dulu.. ingat jangan menangis.. ".
" Aku akan menunggumu.." jawab Yaura yang lebih memilih menikmati sarapan bersama Suaminya.
Setuju, Ken langsung melangkah ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi,Ia nampak menghubungi seseorang.
" Sebentar lagi Aku akan membawa Istriku keluar, berjagalah di koridor VIP Station. " ucapnya
" Siap Big Boss. Kami akan berjaga dan memastikan tidak ada wartawan. " jawab seorang Tim Khusus.
Ken mematikan sambungan telefon lalu membersihkan diri.
30 menit kemudian,Ken keluar dengan baju biasa. Ia langsung menikmati sarapan bersama Istrinya.
Setelah sarapan, Ken mengambil sebuah perban yang ada diatas nakas. tatapan matanya begitu serius,
" Kita akan segera keluar dari sini.. " lirihnya dengan lembut.
Yaura terkejut saat Sang Suami kembali membalut wajahnya dengan perban,
" Apa Aku harus setiap hari seperti ini? " tanya Yaura, kekecewaan terlihat begitu jelas dari manik matanya.
" Iyah.. Kau harus terbiasa.. " jawab Ken sembari membalutkan perban ke Wajah Cantik Wanita yang berstatus sebagai Istrinya tersebut.
Menurut, Yaura diam dan memejamkan kedua matanya.
" Tepat hari ini, Kau akan mendapatkan kembali kepemimpinan Ayahmu,Devano Malik. juga lenyapkan semua orang yang selama ini mencelakaimu,Yaura.. " lirih Ken dalam hati, sudut matanya memerah,rahangnya mengeras, rasanya Ia begitu tidak sabar menyaksikan Para Iblis terbunuh.
Kini, wajah Yaura tertutup perban, hanya menyisakan mata,hidung,serta mulut. Ia masih mengenakan baju Rumah Sakit, dan gelang Identitas yang masih melingkar sempurna di tangannya
Mereka berdua sejenak bertatapan.
" Saat Kau keluar dari Ruangan ini,tutup matamu, dan ikuti Aku.. " lirih Ken seraya melepaskan Gelang Identitas Rumah Sakit yang berada di tangan Istrinya.
Yaura menganggukkan kepala dan menurunkan pandangannya.
Triningggg sebuah panggilan masuk dari Albert mengalihkan perhatian Ken.
" Keluarlah Big Boss. " ucapnya.
" 5 Menit lagi.. " jawab Ken.
Setelahnya,Ia pun langsung mengambil kaca mata, masker, jaket hitam dan topi berwarna grey, lalu mengenakannya, kecuali jaket hitam.
" Kita keluar sekarang.. " Ken mendekap Sang Istri. dan
Kini Yaura persis seperti tahanan yang sedang disembunyikan oleh Kepolisian, wajah, mata ,telinga hidung tidak bisa di lihat oleh siapapun.
Ken menempelkan telapak tangan dan sretttttt pintupun terbuka, terlihat banyak Pengawal Berseragam Hitam berjejer di sepanjang koridor VIP Station, mereka menundukkan kepalanya sebagai ucapan hormat.
Albert menghampiri Pimpinannya
" Ikuti Aku . " ucap Pria itu.
" Jangan mengatakan sepatah katapun, cukup diam dan ikuti langkahku.. " lirih Ken dengan lembut kepada Istrinya.
Kini Ken,Yaura dan Albert berjalan menyusuri koridor VIP Station. Perhatian Perawat,Dokter serta beberapa pengunjung lain terarah pada mereka.
Ken berjalan dengan begitu cepat, Ia tidak ingin ada orang yang mengenali dirinya ataupun Yaura.Walaupun semuanya menggunakan masker,termasuk pengawal tetapi itu tidak menutup kemungkinan bahwa Identitas mereka terbongkar.
Yaura yang berada di pelukan Ken,merasa sangat nyaman dan tenang, tetapi disamping itu, Ia juga memikirkan sesuatu yang terjadi, kenapa Ia harus disembunyikan seperti ini.
Tukk tukk tukkk tulk bunyi benturan sepatu dengan anak tangga.
Daripada menaiki Lift, Ken lebih memilih menuruni tangga darurat agar terhindar dari perhatian publik.Ia sebenarnya tidak ingin menggunakan Pengawal, namun Ken lebih mementingkan keselamatan Istrinya.
Parkiran
Ken segera memasukkan Yaura kedalam mobil, sementara Albert memegang posisi kemudi.
" Lajukan mobilnya dengan cepat. " titah Ken seraya melepaskan jaket hitam yang menutupi wajah Istrinya.
Yaura membuka kedua matanya dan mengamati keadaan sekitar.
Belum satu menit, Ken langsung menutup kembali mata Istrinya dengan kain hitam.
Yaura terus melontarkan banyak pertanyaan kepada Ken kenapa Ia tidak boleh melihat. Namun Ken tidak memberikan jawaban apapun, Ia hanya memberi pelukan kepada Istrinya sepanjang jalan.
Albert melirik ke arah kaca belakang dan begitu tersentuh dengan perlakuan Tuan nya kepada Yaura.
" Aku mengabdi kepada Tuan Ken selama 15 Tahun lebih, dan tidak pernah melihatnya setulus ini.. " lirihnya dalam hati.
Sepanjang perjalan, Ken melihat Mall dan Rumah Sakit G&D yang baru saja Ia bangun bersama Pak Agus dan Dokter Lee. itulah alasan mengapa Ia menutup mata Yaura dengan kain hitam.
SALON
Albert memarkirkan mobilnya di Salon langganan Dokter Lee. Salon itu kini sudah di booking oleh Ken sehingga tidak ada pengunjung sama sekali, namun sebelum itu, Ia membawa Istrinya kedalam Ruangan Luas yang berbentuk seperti Aula. Ruangan itu biasanya digunakan untuk olahraga seperti Zumba ataupun Yoga.
Di lantai,nampak Dua Buah pistol beserta peluru yang siap digunakan.
Ken melepas kain hitam serta perban yang membalut wajah Yaura. dan..
Jrengggg kini wajah cantik Yaura terlihat sempurna, rambut hitam panjang yang dibiarkan terurai juga baju rumah sakit yang masih menempel,membuat kesan Wanita sederhana.
Mata Yaura menyapu bersih Aula itu, nampak tidak ada siapapun kecuali Ken dan dirinya.
" Ini dimana? " tanya Yaura sambil menatap sendu mata Suaminya.
Ken hanya diam, Ia malah melangkah mundur lalu berjongkok mengambil pistol yang tergeletak di lantai.tiba-tiba
Tlkkkkkkkkkkkkkkkk Ken mengangkat senjata dan menodongkannya ke arah Yaura. tatapannya begitu berkharisma.
DEGGG !!! YAURA MEMBULATKAN KEDUA MATA DAN BERKACA.
" Apa-apain ini? " tanya Yaura, bibirnya bergetar, hatinya mendadak sesak.
Tlkkkkkkkkkkkkkkkk Ken membidik leher sembari menyipitkan matanya.
Dorrrrrrrrrrrrrr sebuah peluru melesat hampir menggores leher Sang Istri 2 cm lagi.
DEG !!! Lutut Yaura melemas saat melihat Ken menembakkan senjata ke arahnya.
" Apa ini Ken ?! Kau ingin melenyapkanku? " Yaura meneteskan air mata, hatinya teriris, lalu melangkah mendekati Ken yang masih menodongkan senjata ke arahnya.
Tukkk
Tukk
Tukk
Langkah Yaura yang semakin mendekat,Ia menatap Ken dengan tatapan sendu dan kekecawaan, air mata membasahi pipi ranumnya.
" Jadi Kau juga menghianatiku dan hanya berpura-pura selama ini? Lalu untuk apa Kau menungguku koma jika pada akhirnya ingin melenyapkanku ! Kenapa tidak sekalian saja Kau bunuh Aku saat Koma !! " teriak Yaura dan menangis,sumpah Demi Tuhan, Ia tidak percaya dengan apa yang Dia lihat.
Mata Ken berkaca.
" Serang Aku ! ini akan menjadi sejarah terakhir bagimu,Yaura.. " lirihnya.
Dorrrrr Ken menembakkan senjata ke atas.
Dannn bugggggg Ia melayangkan sebuah pukulan yang langsung di tangkis oleh Yaura.
Ken terus menyerang Yaura dengan teknik beladiri taekwondo,dengan sekuat tenaga Ia ingin menumbangkan Istrinya. Menangkis, namun tatapan Yaura tersirat kekecewaan dan kesedihan kepada Ken.
Tidak kuat menahan rasa sakit..
Brughhhhhh Yaura terkulai lemas ke lantai.
" Hiksssssss " Ia mengisak, air mata jatuh membasahi lantai ,pandangannya menunduk. Rasanya Ia tidak kuat jika Ken benar-benar menghianati dan ingin meleyapkannya.
" Semuanya pendusta.. " lirihnya.
Degg !!!! Ken menahan air mata agar tidak menetes.
" Bangunlah .. serang Aku .. " Ken memberikan pistol kepada Istrinya.
Dorrr dorrr dorr Ken terus menembakkan peluru ke arah kepala Istrinya, Ia membidik dengan begitu teliti dan hati-hati.
Kembali mendengar suara peluru,membuat Yaura flashback.Penghianatan dan Penghianatan,selalu Ia terima. dan..
Yaura memegang pistol dengan tangan gemetar, Ia mulai berdiri dan menghapus air matanya. Lalu menatap Ken dengan tatapan dingin,
Tlkkkkkkkkkk Yaura menodongkan senjata ke arahnya.tanpa banyak berkata,
__ADS_1
Dorrrr dorrr dorrr Yaura menembakkan senjata ke arah kepala Suaminya.Cerdik, Ken langsung menghindari peluru Istrinya.
*Dorr dorrr dorrr dorrr Ken dan Yaura saling menembaki satu sama lain, keahlian bersenjata mereka sangat imbang dan sepadan.
Lengan Ken hampir tertancap peluru Istrinya, dan buggggggggg Ken melayangkan tendangan ringan yang langsung dihindari oleh Yaura*.
Baku tembak dan adu beladiri mereka lakukan dengan sangat serius.
Dorrr dorrr dorr Yaura menembaki kaki dan lengan Suaminya namun tak kunjung tertembak karena Ken pandai menghindar.
Sepanjang itu, Yaura mengeluarkan air mata dan menangis, rasanya Ia tidak mampu berkata apapun lagi.
" KAU TEGA KEN !! KAU TEGA HIKSSS " isaknya.
Tak tega, brughhhhhhhhhh Ken melemparkan senjatanya ke sembarang arah dan huggggg Ia memeluk Yaura dengan erat.
" JANGAN MENGANGGAP AKU MENGHIANATIMU,SAYANG..TENANGLAH, ADA SESUATU YANG INGIN AKU KATAKAN.. " lirih Ken dengan lembut.
Bugggg bugg Yaura memukul dada Ken dan mengisak.
" Kau menyerangku dengan senjata . lalu apa jika bukan penghianatan? Aku sudah cukup terluka, seharusnya Kau membiarkanku mati saat koma tidak perlu membuatku sadar lalu kembali di bunuh.. Hikss " lirihnya.
Ken melepaskan pelukan, dan menatap Istrinya dengan tatapan dalam.
" KAU ADALAH ISTRIKU, KESELAMATANMU ADALAH TANGGUNG JAWABKU, AKU TIDAK INGIN KAU TERLUKA.. JADI.... " ucap Ken.
" TADI ADALAH SAAT DIMANA KAU MEMEGANG SENJATA DAN BERURUSAN DENGAN BELADIRI UNTUK TERAKHIR KALINYA.. LUPAKAN BAHWA KAU ADALAH YAURA SEORANG AGENT NIS, SEKARANG YAURA GITA DEVMALIK ADALAH ISTRIKU.. "
" AKU TIDAK INGIN KEHILANGAN ISTRIKU KEMBALI, KEHILANGANMU ADALAH MIMPI BURUK, DAN KAU HARUS MENURUTI PERINTAH KU SEBAGAI SUAMIMU.. "
" AKU TIDAK AKAN MENGIZINKANMU MEMEGANG PISTOL , PELURU,PEDANG, BELATI ATAU APAPUN ITU YANG BERHUBUNGAN DENGAN SENJATA DAN BOM. BELADIRI JUGA AKU TIDAK MENGIZINKAMU WALAUPUN ITU HANYA LATIHAN ! LUPAKAN YAURA AGENT NIS ! LUPAKAN YAURA ITU ! YANG ADA DI HADAPAN AKU ADALAH YAURA GITA DEVMALIK YANG MENYANDANG STATUS SEBAGAI ISTRI KEN ! BERJANJILAH KEPADAKU KAU AKAN MENURUTI PERMINTAAN SUAMIMU.. " Tutur Ken, tatapannya begitu dalam dan sendu.
Deg !! Yaura meneteskan air mata, melihat tatapan Suaminya yang begitu tulus dan dalam. brughhhh Ia pun menjatuhkan senjata yang Ia pegang.
" Kau hampir tiada karena kejadian di Sel Penjara dan Delapan Bulan koma.. Rasanya Aku tidak kuat jika mengingat kembali kejadian itu, lupakan Identitas Dirimu sebelumnya Yaura ! Lupakan ! Kau selalu meregang nyawa karena senjata ! karena Iblis ! Lupakan Yaura Agent NIS ! Jauhi senjata dan berhentilah berlatih ! "
" AKU MOHON,YAURA.. " sambung Ken, cairan bening menggenangi matanya.
Degg !!! Yaura terenyuh dan tersentuh.
" Kau tidak menghianatiku kan? " tanyanya terbatah.
" Aku tidak akan pernah menghianatimu.. Aku bersumpah.. " jawab Ken dengan begitu mantap. dan
Huggggggg Yaura memeluk Suaminya dengan erat dan menangis.
" Aku menuruti permintaanmu,Ken.." jawab Yaura.
Mendengarnya, membuat Ken tersenyum dan lega.
" AKU SANGAT MENCINTAIMU. " ujar Ken sembari memeluk erat Istrinya.
" Kau jahat ! kenapa menakutiku seperti tadi hikssss.. Aku mengira Kau ingin membunuhku" protes Yaura yang merasa spot jantung.
" Mana mungkin Aku membunuhmu,Sayang.. "
" Jangan menangis, Kita akan ke Salon setelah ini, apa Kau tidak malu menangis terus? "sambung Ken menghibur Yaura yang masih mengisak syok.
" Percuma ke Salon, Kau menutupi wajah dan mata Ku hikss.. " ucap Yaura sembari melepaskan pelukannya.
Ken terkekeh mendengar keluhan Istrinya.
" Berhenti menangis, Kita akan menghadiri acara penting 2 Jam lagi, sekarang harus ke Salon. " ucap Ken lalu menggenggam tangan Sang Istri dan membawanya ke Ruangan.
Salon
Yaura membulatkan kedua matanya saat melihat perawatan salon kelas atas,Ia begitu terkejut kenapa tidak ada pelanggan sama sekali. dan
" Hai Adikku.. " sapa seorang Wanita berpakaian formal dengan sentuhan Sexy nan Elegant, siapa lagi kalo bukan,
" Kak Lee.. " Yaura terkejut kenapa Dokter Lee ada disini.
" Ini adalah salon langgananku, sepertinya ini sangat cocok dengan seleramu,Yaura.. " Dokter Lee melangkah mendekat dan memeluk Yaura yang Ia anggap seperti Adiknya.
Yaura merasa kebingungan kenapa harus melakukan perawatan semewah ini.
" Kau bersama Lee dulu 1 Jam kedepan,Aku ada di lantai atas.. nikmati perawatannya dan jangan menangis seperti Markonah ! " Ken tersenyum manis sembali menggenggam tangan Istrinya,entah kenapa sejak Yaura sadar dan bangun, Ia selalu ingin dekat dengan Sang Istri dan melakukan kontak tubuh dengannya.
Mendengar ' Markonah 'membuat Dokter Lee tertawa geli.
" Yang benar saja,Ken. Yaura secantik Dewi Aprhodite dibilang Markonah ! " celetuknya.
" Yaura bahkan lebih cantik dari seorang Dewi.. " lirih Ken dan berlalu pergi.
Degg !!! Dokter Lee merasa tersentuh dengan perlakuan manis Ken kepada Istrinya.
" Semoga Aku mempunyai Suami seperti Ken di masa depan.. " doanya dalam hati.
Yaura memandangi tubuh tegap Suaminya yang sedang menaiki anak tangga.
Tak lama kemudian Dokter Lee menyuruh Pegawai Salon untuk melakukan perawatan total terhadap Yaura. Kaki,tangan, wajah, rambut, dan semua tubuhnya, Ia ingin hari ini Yaura terlihat segar dan cantik.
Yaura kini berada di bath-up berisi bunga mawar merah , Ia berendam dengan air yang aromanya sangat wangi dan menenangkan.
" Nona Yaura hanya butuh make-up dan lipstick saja Nona Lee, Dia sangat cantik tanpa perawatan. Lihatlah, kulitnya sangat putih seperti mutiara, wajahnya sangat mulus.. " puji Pegawai Salon sembari menunjukkan kulit tangan Yaura.
" Tidak masalah, lakukan saja semua perawatan. " saut Dokter Lee sembari tersenyum.
Tak hanya Yaura, Ken juga melakukan perawatan. jujur, selama ini, Ia juga jarang sekali pergi ke salon.
1 Jam kemudian.
Ken menuruni anak tangga, penampilannya berubah 100 %. Jas, Kameja, Jam tangan, dan Gaya Rambutnya berubah total, kadar ketampanannya hampir sempurna tanpa celah.
" Apa Dia belum selesai? " tanya Ken pada Dokter Lee yang sedang memandanginya tanpa berkedip.
" Sebentar lagi.. " jawab Dokter Lee sembari mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
Tak lama kemudian,
Tukkk tukkk tukk tukk benturan higheels tinggi dengan marmer membuat Ken menoleh ke arahnya. dan..
Seorang Wanita berambut panjang terurai, memakai Higheels Putih, Jas Putih, Dress Formal berwarna Navy selutut, lipstick pink natural, jam tangan yang dibelikan Ken seharga 4,3 M dengan merk ternama Rolex, makeup natural nan tipis menambah kesan elegant dan kecantikan alami yang terpancar dari diri seorang Yaura.
Ken memandangi Istrinya tanpa berkedip,Demi Tuhan, Yaura sangat cantik dan feminim, Aura CEO dan Mahal terpancar dari dalam dirinya, tatapan dingin dan tegas menambah kharismanya sebagai Wanita Penerus G&D . Ken melangkah mendekati Sang Istri,
Mereka beradu pandang dan saling mengagumi satu sama lain.
" Kau sangat cantik sekarang.. " Puji Ken sembari menatap bola mata Istrinya.
Yaura canggung memakai pakaian glamour membuatnya kikuk.
" Jadi selama ini Aku jelek maksudmu? " ucapnya untuk menghilangkan perasaan canggung.
Ken menggigit bibir bawahnya dan tersenyum.
" Iyah. " tangannya mengeluarkan sebuah kotak perhiasan mewah dari balik Jasnya.
Tradaaaaaaaa sebuah cincin, kalung , dan anting yang terbuat dari berlian yang begitu simple nan elegant.
Ken meletakkan kotak perhiasaan itu ke meja, lalu mengambil sebuah kalung darisana.
" Kemarilah.. " Ken mendekatkan tubuhnya dengan Sang Istri, jaraknya mereka kini sangat dekat.
Ken menyibakkan rambut Yaura ke samping hingga leher jenjang nan putihnya terlihat sangat jelas. perlahan Ia mengaitkan kalung ke leher Istrinya, kemudian cincin. Ia meraih jemari Sang Istri,
" Maaf Aku tidak memberimu cincin nikah, lamaran ,atau hadiah pernikahan.. Aku minta maaf sekali lagi, namun asal Kau tahu, perhiasaan ini sebenarnya ingin Aku berikan saat Kita menikah,namun karena kebodohan dan keegoisanku semuanya masih tersimpan rapi.. Aku tidak tahu, cincinnya pas atau tidak.. " lirih Ken, Ia mencoba memasukkan cincin tersebut.
Dannn
PAS
" Bagaimana bisa pas? " tanya Yaura sembari mengamati cincin yang begitu indah itu, bahkan lebih indah dari milik Evelyn. pandangannya kini teralih pada cincin Pria yang berada di sebelah anting, Yaura memandang Sang Suami dan mengambil cincin itu.
" Apa ini untukmu? " tanya Yaura sembari menunjukkan cincinnya.
Malu karena memberikannya telat, Ken hanya diam. namun..
Yaura meraih tangan Ken dan memasukkan cincin ke jemari Suaminya.
Deg !!!! Ken begitu tersentuh saat Yaura yang langsung memakaikannya.
Kini mereka sama-sama memakai cincin pernikahan.
" Kenapa Aku harus telat memakaikannya.. " umpat Ken dalam hati.
Karena tidak mengerti cara memakaikan anting, maka Yaura sendiri yang memakainya. dan
Jrenggggg Yaura kini menjadi Wanita yang paling cantik nan elegant. Hingga membuat Dokter Lee iri kepadanya.
" Gila ! nominalnya perhiasannya hampir milyaran, dulu Yaura pernah memakai Kalung Boucheron 11 M, dan sekarang Ken membeli Kalung Merk Boucheron dengan harga melebihi kalung Yaura sebelumnya, sekitar 23 M, belum cincin dan antingnya ! WOW ! " Decak kagum Dokter Lee, Ia sangat ingat Yaura kecil memakai kalung seharga 11 M.
Tak membuang waktu lama, Ken langsung membawa Yaura ke tempat yang di maksud,matanya kembali di tutup. Ia duduk bersama Istrinya di belakang, sementara Dokter Lee berada di mobil depan yang sepertinya lebih dulu sampai.
G&D
Mobil kini memarkir tepat di depan pintu utama G&D,
Para Pegawai G&D nampak berjejer didepan,siap menyambut Direktur Utama G&D International Group.
Perlahan, Ken melepaskan kain hitam yang menutupi mata Istrinya. dan
Pandangannya Yaura terarah pada tulisan G&D serta Foto Mendiang Sang Ayah yang terpajang tepat di monument kecil sebelah pintu.
DEGGG !!! YAURA MEMBULATKAN MATANYA.
Berkali Ia mengedipkan matanya dan menyadarkan pandangan,namun tetap tulisannya adalah G&D , Ia semakin mendekat ke kaca jendela dan mengamati Gedung yang tinggi menjulang nan luas, banyak Pegawai Resmi G&D yang berjejer di depan.
Yaura meneteskan air mata, dan tangannya hendak membuka pintu mobil, namun Ken menahannya.
" Ken.. " lirih Yaura,tangannya meremas Jas Sang Suami.
" Ini milikmu,G&D. " jawab Ken dengan lembut.
Yaura memandang bola mata Sang Suami, air mata semakin mengalir deras.tidak percaya, Yaura kembali melirik ke arah jendela, dan memang benar, itu adalah Gedung G&D.
" Kau yang melakukannya Ken? Hiksss " tanya Yaura.
Ken mendekatkan tubuhnya dan memandang Sang Istri.
" Aku sudah mengabulkan permintaanmu,Sayang.. G&D kembali berdiri.. " lirih Ken.
Yaura tidak bisa berkata-kata, Delapan Bulan Koma,tetapi Ken berhasil membangun G&D secepat itu. Ia hanya menangis bahagia dan terharu.
" Mereka belum tahu kalau Kau masih hidup, dan menganggapku sebagai Direktur Utama G&D, dan sekarang waktunya Kau menunjukkan kepada Para Pengusaha juga Pemegang Saham Siapa dirimu sebenarnya.. Kau adalah Putri Devano Malik, penerus G&D yang sesungguhnya.. Didalam sana, semua tamu undangan adalah VVIP, Aku mengundang semua kalangan.. Kau sekarang adalah DIREKTUR UTAMA G&D. Perusahaanmu adalah yang terkaya dan memiliki nilai baik di mata Dunia. Kau sangat cerdas dan pintar walaupun tidak berkecimbung di dunia bisnis secara langsung, Aku sudah melihat semua data yang Kau buat selama 10 Tahun ini, Rencana ,Instruktur, Management, Biaya dan lainnya adalah Buatanmu kan? Aku membangun G&D itu atas Dasar Rancangan yang Kau buat.. Aku tidak menyangka Kau secerdas ini.. " puji Ken yang mengetahui bahwa konsep Yaura lah yang Ia pakai untuk memakai G&D, Data itu berada di flashdisk yang Ia berikan kepada Ken.
Yaura terus meremas Jas Suaminya,rasanya Ia masih tidak percaya dengan apa yang di lihat.
" Selamat Datang , Nona Yaura Gita Devmalik. Kami menghormatimu " Sapa Ken, Ia menirukan suara khas pegawai G&D di masa lampau,ketika menyapa Putri Direktur Utama.
" Jadikan scraf sebagai Kerudung yang menutupi kepala, kaca mata ,dan masker wajah agar Kau tidak terlihat oleh mereka." Ken mengulurkan sebuah kerudung kepada Istrinya.
****************
Mohon saran dan kritik
Jangan lupa like dan Vote nya
__ADS_1
Yang nunggu tamu undangan, mohon bersabar yah ðŸ˜btw,maaf ngga update2, soalnya sibuk banget.