Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Kemana Yaura ?


__ADS_3

Ken menurunkan senjatanya ,


" Cepat bawa Dia ke mobil " perintah Ken .


Tim pun segera bergegas dan menuruni anak tangga untuk meringkus target .


Mobil Ken


Target berhasil diringkus , lengan dan kaki yang tertembak sedang diobati oleh seorang Dokter di dalam mobil .


MARKAS


Memarkirkan mobil di sebuah Rumah yang berukuran sedang berwarna White Cream .


" Bawa Dia ke Ruangan bawah tanah " Ken menutup pintu mobil dan melangkah ke dalam .


Ruang Bawah Tanah


Seseorang mengendalikan layar monitor. Ken pun segera mendekatinya,


" Kau sudah menemukan simbol dari kelompok mereka ? ( Goddess Of Death ) "


" Mereka kelompok yang sulit terlacak " jawab seseorang misterius berpenampilan Hacker tersebut .


Ken menggigit bibir bawahnya saat mengetahui simbol dari kelompok lawan belum di temukan .


Tak berselang lama, Target yang dilumpuhkan datang dan segera dimasukkan dalam Jeruji Besi. Ken yang melihatnya pun langsung melangkah mendekat,


" Buka Jerujinya " perintah Ken pada Tim .


Setelah pintu jeruji terbuka, Ia segera melangkah masuk .


" Siapa yang mengirim mu ? " tanya Ken .


Seakan tahu bahwa Ken adalah orang ditemui di Rumah Lama Yaura, orang itu pun hanya diam dan tak banyak bergerak .


" Kau begitu setia dengan Ketuamu , Woww.. sangat hebat " puji Ken yang mengamati reaksi orang tersebut , sebut saja si A .


" Tidak ada gunanya Tuan menjarahku seperti ini, lebih baik Tuan pulang dan tidur nyenyak " sahut si A seraya memandang ke arah Ken .


" Aku tidak akan tidur nyenyak sebelum mengetahui Siapa Kalian dan Kenapa Kalian datang ke Rumah itu " tegas Ken .


" Katakan ... Siapa yang mengirimmu ? " sambungnya .


" Kau tidak akan pernah bisa mengetahuinya, Tuan."


" Aku akan memberimu berapapun yang Kau mau " Ken menaikkan sebelah alisnya .


si A sejenak terdiam .


" Kesetiaan tidak bisa diukur dengan Uang . Bunuh Aku jika Tuan mau " tuturnya .


Hal ini membuat Ken terkejut dibuatnya,


" Siapa yang melatih mereka hingga bisa sesetia ini ? " gumam Ken dalam hati .


" Buka semua bajunya " perintah Ken kepada tim untuk membuka Baju si A.


si A pun kini bertelanjang dada . mata Ken menyoroti tubuh lelaki itu, dari mulai tangan, dada, leher bahkan telinga .


" Tidak ada simbol di Tubuhnya, artinya mereka tidak memasang Alat Pelacak kepada anggotanya " gumam Ken dalam hati .


" Kau sudah memeriksa Rumah dan Ponsel miliknya ? " tanya Ken pada Tim .


" Sudah Big Boss . tetapi tidak ada sesuatu yang mencurigakan, Riwayat panggilan juga sudah tidak, ada begitupun dengan Kontak telefon " tutur seorang Tim .


Ken terdiam .


" Apa Kita habisi saja Dia ? " tanya seorang Sniper.


" Dia tidak akan takut dengan senjata . Jangan menghabisinya, Kita gunakan Dia sebagai sandera " jawab Ken , otaknya berfikir keras tentang bagaimana cara si A agar mau membuka mulut.


Ken melangkah keluar Jeruji,


" Mereka sangat cerdik dan terlatih . tidak memasang alat pelacak pada Anggota itu hal yang membahayakan, Mereka tidak takut dengan penyanderaan . Artinya , Goddess Of Death bukan kelompok biasa, dan Pengendalinya adalah dari kalangan atas yang mampu membayar mahal atas kesetiaan Tim nya " lirih Ken .


" Jaga Dia " ujar Ken kepada Tim, kemudian melangkah keluar dan masuk ke mobil .


DISTRICK MILITER


Saat Agent lain berhasil dilumpuhkan Kak Alfin . Berbeda dengan Yaura yang mendadak Brutal. Kini Ia dan Kak Alfin pun saling menodongkan senjata,


" Aku akan mengalahkanmu .." lirih Yaura yang masih terbayang masa lalu kelam.


" Lakukan .. " jawab Kak Alfin .


Mereka menggunakan teknik beladiri di sela-sela Baku Tembak untuk melindungi diri masing-masing .


dan


Dorrrrrrrrrrrrrrrr peluru melesat dan menggores leher Kak Alfin .


Melihat ini ,


" YAURA APA YANG KAU LAKUKAN ! " teriak Helena dari earpiece , suaranya begitu melengking , membuat Yaura menjengit dan tersadar dibuatnya.


Tersadar Kak Alfin ada di depannya, dan melihat Leher sang Ketua tergores , Yaura mengalihkan pandangan ke senjata yang Ia pegang , menyadari..


" Apa yang Aku lakukan "


Yaura membuang senjata api miliknya dan berlari ke Kak Alfin.


" Kak maafkan Aku, Aku tidak sengaja " suaranya memberat dan terlihat cemas .


" Kenapa Kau minta maaf, justru Aku merasa senang Kau berhasil membuatku malu karena kalah darimu " Kak Alfin tersenyum seraya memegangi luka dilehernya .


" Semuanya di luar kendaliku, Aku minta maaf Kak " lirih Yaura.


" Tidak masalah, ini yang Aku inginkan "


" Baiklah, sekarang Kita berlatih dari Helikopter " sambung Kak Alfin . Ia kemudian memanggil Tim Medis untuk mengobati luka di lehernya .


Helena menghampiri sahabatnya .


" Apa Kau gila ? Leher Kak Alfin hampir tertembak Olehmu " panik Helena.


" Helena .. Aku tidak sengaja " lirih Yaura .


" Kau sangat Brutal . untung saja Kak Alfin tidak menembakmu tadi " Helena memegangi jantungnya yang hampir copot .


" Lupakan masalah tadi. Aku berterima kasih kepadamu Helena, Pak Andi akhirnya berada di bawah kendaliku " senyum Yaura.


" Tidak perlu berterima kasih, nanti malam Kau harus menemuinya sebelum seseorang mengetahui Fakta ini " tutur Helena .


" Tentu . Baiklah , Ayo kita berlatih " Yaura menarik tangan sahabatnya untuk melangkah ke Area Pelatihan Udara .


Helikopter


Mereka sudah berada di Helikopter dan di atas awan , lengkap dengan Perlengkapan Terjun Payung .


" Lihatlah , pemandangannya sangat indah ,Helena. " takjumnya .


" Lebih dari sekedar indah " jawab Helena .


Pandangan mereka terarah di luar jendela , menikmati pemandangan alam dibawahnya .


Yaura mendapat giliran pertama untuk terjun ke bawah, disusul oleh Helena . Sudah biasa berlatih, Mereka menikmati ini semua dengan sangat enjoy .


Bahkan tertawa ria di atas udara.


" Aku tidak pernah melihat Yaura tertawa lepas seperti ini , mungkin hanya Helena yang bisa melakukan ini . Itulah sebabnya Aku tidak pernah memisahkan mereka berdua " lirih Kak Alfin seraya mengamati rekaman video Yaura dan Helena dari dalam Helikopter , Ia menarik sudut bibirnya .


Pilot yang melihatnya pun sedikit tersenyum.


" Kau mengamati Yaura ? Aku tahu Kau pasti heran melihatnya tertawa begitu lepas "


" Aku bersyukur melihatnya berekspresi . Selama Aku mengenalnya, Dia hanya terlihat sebagai Pendiam , Dingin, Kaku dan Keras Kepala " tutur Kak Alfin .


" Dan Dia juga suka menentangmu " celetuk Pilot .


" Bukan hanya menentang, Yaura bahkan mengalahkanku tadi "


Pernyataan ini membuat mereka berdua tertawa.


" Aku yakin, Tahun depan Yaura akan menggantikan posisimu " usil Pilot .


Kak Alfin terkekeh mendengarnya .


.........................


Malam sunyi pun tiba .


Setelah berlatih , Yaura bergegas menuju Rumah Pak Agus. sebelumnya , Ia mematikan Ponselnya terlebih dahulu.


" Pasti Ken akan mencariku dan melacaknya " gumam Yaura dalam hati .


RUMAH PAK AGUS


Hentakan kaki Yaura dengan marmer begitu keras, membuat Pak Agus mengetahui bahwa Yaura telah datang .


" Pak .. " lirih Yaura seraya menundukkan kepala.


" Kau kemari Nak ? Aku mengira Kau tidak jadi kesini, Ken pasti mencarimu " ujar Pak Agus seraya tersenyum.


" Tidak masalah .. Ayo Kita ke Ruangan Bawah " ajak Yaura yang terlihat tidak sabar menemui Pak Andi .


Paman Arga datang,

__ADS_1


" Nona Yaura selamat malam " sapa Paman Arga .


" Malam Paman " Yaura menundukkan kepalanya .


Paman Arga menyerit heran ,


" Dia datang malam begini apa Ken tidak mencarinya ? " gumam Paman Arga .


Pak Agus dan Yaura melangkah menuruni anak tangga untuk menuju Ruangan Bawah Tanah .


Ruangan Bawah Tanah .


Dari Ruang Pemantauan yang dipenuhi beberapa Komputer dan CCTV yang menyorot ke arah Jeruji Besi , Yaura melihat Pak Andi yang sedang terkulai lemas di dalamnya .


" Apa Dia belum makan? " tanya Yaura yang sedang mengamati Pak Andi dari layar monitor.


" Sudah , Kau tenang saja " senyum Pak Agus .


" Apa Kita langsung mengintrogasinya ? " tanya Yaura .


" Jangan , keadaannya sedang melemah . Pasti akan melantur Jika berbicara , biarkan Dia sejenak beristirahat " tutur Pak Agus .


Ada waktu senggang , Yaura bercerita semuanya . tentang sikap Keluarga Ken kepada Mendiang Keluarganya, dan semua Informasi yang Ia dapat dari Rumah Ken .


" Benarkah ? " Pak Agus terkejut .


" Iyah Pak .. dan Ken juga bersenjata lengkap, sepertinya Dia mantan militer . Aku sudah memeriksa Data Militer tadi saat pelatihan, tetapi Ken tidak terdaftar disana " Yaura bingung .


" Bagaimana Bisa seorang militer tetapi tidak terdaftar " Pak Agus menyerit heran .


" Ketiga sahabatnya yaitu Kevin, Alex dan Vino mereka terdaftar dalam Militer dan memiliki riwayat disana "


" Apa Dia berlatih di luar negeri ? "


" Ntahlah . Bisa saja berlatih di Luar Negeri , Aku akan mencari tahunya nanti "


Disela-sela pembicaraan , seseorang datang .


" Nona Yaura " ucap hormat orang itu .


" Kenapa ? "


" Nona, setelah salah satu Tim kita tertembak, kini mereka menyandera Tim kita " lapornya .


Pak Agus dan Yaura terkejut .


" Siapa yang melakukannya ? "


" Tuan Kendrick , Nona "


Mata Yaura dan Pak Agus Terbelak sempurna.


" Dimana mereka menyanderanya ? "


" Kami tidak bisa melacaknya, Mereka semua mengunci semua akses sinyal pelacakan " tutur orang itu .


" Baiklah, sekarang pergilah " ujar pak Agus , Ia pun mengalihkan pandangannya ke Yaura .


" Ken berhasil menyandera salah satu Tim Kita "


Yaura terdiam dan berfikir .


" Ken sangat cerdik , sadar kita tidak merespon saat Tim kita terbunuh . Dia akhirnya melakukan penyanderaan, Artinya Dia tahu keberadaan dan taktik kita " lirih Yaura .


" Sudah Aku duga . Dia mempunyai sifat ambisius dan keingintahuan yang tinggi .Saat Dia menangkap basah dirimu waktu itu , sejak saat itu juga Dia menjadikanmu target. Ken penasaran , Kenapa Kau mendatangi Rumah Lamamu "


" Iyah .. Aku melakukan kesalahan "


" Kau tahu Hal yang menakutkan apa ? "


" Apa ? " tanya Yaura.


" Saat publik tahu bahwa Andi melakukan kunjungan ke Rumah mu , saat itu juga .. "


" Saat itu juga Ken semakin mengincarku, Dia berspekulasi bahwa Kita yang membunuhnya , dan Ini pembunuhan berencana " Yaura memotong pembicaraan Pak Agus.


" Cerdas . Berhati-hatilah Nak, jangan sampai Kau salah langkah lagi "


Yaura sejenak terdiam dan memikirkan bagaimana cara menghindari semua rencana Ken .


" Jika Pak Andi sudah membaik nanti pagi , Bapak harus segera mengintrogasinya . Aku takut Ken curiga bahwa Pak Andi masih hidup . Aku tidak ingin Dia menggagalkan semua rencanaku" Yaura cemas.


" Kau tenang saja Nak, Aku akan melakukannya. Kumpulkan terus bukti dari Rumah Suamimu, Agar kita cepat mengetahui dalang dari semuanya "


" Aku juga ingin ini cepat berakhir . Aku tidak bisa berlama-lama dengan mereka "


" Apa maksudmu tidak bisa berlama-lama ? Kau lupa bahwa Ken suamimu ? " tanya Pak Agus.


" Aku tidak lupa bahwa Ken suamiku . seperti yang dikatakan dari awal, Aku tidak bisa mempermainkan sebuah Pernikahan hanya untuk balas dendam. Aku melandasi Pernikahanku sekarang dengan Kebohongan dan Kepalsuan, dan Aku tidak ingin melakukannya lebih dalam lagi " tutur Yaura seraya mengingat moment dimana Ia mengikat Janji Suci dengan Ken .


" Apa Kau tidak memiliki rasa dengan suamimu ? "


" Tidak , Aku tidak memiliki rasa apapun dengannya . Bapak tahu Aku tidak akan mencintai siapapun untuk apapun . Aku lelah berada di Lingkungan Mereka yang membuatku tidak nyaman "


" Jadi , bilamana Ken dan Keluarganya tidak terlibat dalam Konspirasi Kematian Ayahmu .. Kau akan tetap bercerai dengannya ? "


Yaura terdiam ,


" Jika fakta bahwa semua Pembunuh Ayahmu telah tiada, Kau tetap berpisah dengannya ? " Pak Agus mengulang pertanyaannya .


*Yaura terus terdiam, namun fikirannya berpacu pada moment kebersamaannya dengan Ken . Ia mengingat hari-hari dengan Suaminya tersebut, dan juga Kebaikan yang dilakukan oleh Ken .


Momentt


Momentt


Momentt*


Namun Yaura juga teringat akan Perkataan Bianca dan Fakta Ken mencintai mantan tunangannya .


" Ken lebih dulu menyentuhku di kamar ini " perkataan ini terus terngiang di kepala Yaura* .


" Aku tidak ingin terlibat Drama mereka berdua ( Bianca dan Ken ) " lirih Yaura dalam hati .


" Aku akan tetap berpisah dengannya " tutur Yaura kepada Pak Agus .


Namun Pak Agus mengamati mata Yaura yang berkata lain .


" Aku mengenalmu sejak kecil . Jangan membohongi dirimu sendiri, pertahankan apa yang sudah Kau dapat " lirih Pak Agus .


Yaura mendelik ke arahnya ,


" Aku tidak berbohong .. Aku berbicara Fakta, untuk apa melanjutkan Pernikahan seperti ini ? Membuang waktu, Aku lebih suka menikmati waktu dengan diriku sendiri " Yaura tersenyum .


Pak Agus tiba-tiba memeluk Yaura .


" Lakukan apa yang Kau inginkan "


..........................


Pukul 21.30 Malam


RUMAH KEN


Ken menyuruh Pak Tio untuk menunggu di Departement Pemerintah , namun Yaura tidak ada disana, Semua pegawai sudah Pulang dan nampak sepi .


Dari sore Ken sudah berputar-putar mencari Yaura, dari mulai Apartement Valdefis , Restaurant , bahkan Rumah Ibadah yang sempat Yaura singgahi .


" Aku menunggu disini ,tetap Dia tidak ada " Ken mondar-mandir di Kamar.


" Ponselnya juga tidak Aktif . Sial ! " umpat Ken dalam hati .


Kesal dan cemas , Ken segera meraih jaket yang ada di Tempat Tidur dan mengambil kunci mobil . Ia melangkah keluar ,


" Ken .. Kau mau kemana malam begini ? " tanya Bianca yang berpapasan di tangga .


Namun Ia tak menggubris pertanyaan Bianca dan segera mengemudikan mobil.


Di Jalan


Mata Ken tak henti-hentinya menyoroti jalanan yang sudah mulai sepi dan gelap .


" Apa Yaura marah karena perkataanku kemarin ? " tanya Ken dalam hati, wajahnya sangat cemas.


" Pertanyaan bodoh, jelas Dia marah " umpatnya .


Ken menekan earpiece yang terhubung dengan Ponselnya.


" Cari Istriku sekarang . Dimanapun, Kau harus menemukannya " ujar Ken kepada Para Pengawalnya .


Fokus menyetir dan mengamati sepanjang jalan .


" Kenapa Kau harus menghilang ketika marah, Wanita memang aneh " guman Ken seraya memandangi arah jarum jam yang terus berjalan di tangannya .


Khawatir dan Cemas , Ken kembali mendatangi Restaurant yang pernah disinggahi Yaura bersamanya . Begitupun dengan tempat Ibadah .


Tak kunjung bertemu, Ia kembali melajukan mobilnya .


" Kau dimana ? " lirih Ken , wajahnya benar-benar pucat .


tiba-tiba teringat kejadian penembakan .


" Atau jangan-jangan ? ... " Ia melemah, sudut matanya memerah .


" Tidak.. tidak mungkin " Ken melajukan mobil dengan kecepatan tinggi .


APARTEMENT VALDEFIS

__ADS_1


Telah mengetahui Nomor Kamar Yaura, Ken segera meminta izin security untuk masuk . Security pun mengizinkannya.


Tak ingin membuang waktu lama , Ken segera menekan tombol 11 pada lift .


Kamar Nomor 11


Ia segera membuka handle pintu, namun ternyata terkunci .


" Yaura buka pintunya . Ini Aku ! " teriak Ken seraya terus menggedor-gedor pintu .


tak merespon,


" Yaura Buka ! Jangan seperti anak kecil " Ken semakin panik .


Ingin mendobrak pintu, tetangga sebelah Keluar .


" Tuan, Nona Yaura tidak ada di Kamar , sudah lama Dia tidak kemari " tutur salah satu tetangga .


" Baiklah Bu, terima kasih " ucap Ken .


Melihat ada sarang laba-laba di depan pintu,


" Dia tidak ada disini, lalu kemana ? " lirih Ken yang sangat cemas .


Ia menekan tombol earpiece .


" Kau menemukannya ? "


" Tidak Tuan " ucap Pengawal .


Dijalan


Ken frustasi,


" Kemana lagi Aku harus mencarinya ? tidak ada tanda Penyanderaan disini " Ia mencoba berfikir positif bahwa Yaura tidak dalam bahaya penembakan atau penyanderaan .


tiba-tiba


Rintik hujan mulai turun, dan hujan pun semakin deras .


" Astaga.. Kenapa harus hujan? Sial ! " umpat Ken yang semakin dibuat khawatir oleh hujan yang semakin deras .


Ia menyoroti jalan dengan sangat teliti dengan harapan bertemu dengan Yaura .


derrrrrr derrr derrr petir mulai menyambar dan begitu menggelegar .


" Ya Tuhan .. Lindungi Dia " lirih Ken dalam hati, guratan cemas dan khawatir terlihat jelas di wajahnya .


dan...


Wanita berambut panjang dan berbaju putih berjalan di trotoar jalan .


Ken menyipitkan kedua matanya , dan melajukan mobil dengan sangat pelan .


" Apa itu Yaura .. " lirih Ken .


Wanita yang nampak pasrah dengan tatapan kosong , berjalan perlahan tanpa rasa khawatir .


Ken memberhentikan mobilnya, dan segera keluar di tengah derasnya hujan .


" Yaura .. " lirih Ken, perasaan dan hatinya begitu tenang melihat Wanita yang dicarinya sudah berada aman di depannya .


Wanita itu pun menghentikan langkahnya , dan mendongakkan kepala .


" Ken .. " lirih Yaura terkejut .


" Masuklah .. " ujar Ken seraya membukakan pintu mobil .


" Ken , Kenapa Kau hujan-hujanan? " tanya Yaura seraya masuk ke mobil ,disusul oleh Ken .


Ken pun segera melajukan mobilnya, Pakaian kedua terlihat basah ( Ken hanya make kaos ) .


" Pakai ini " Ken berdecak kesal seraya memberi Yaura jaket .


Yaura terdiam dan memakai Jaket tersebut .


" Apa Kewarasanmu sudah hilang ? Kau bisa marah denganku tanpa melakukan ini , Aku mencarimu ! " sorot mata Ken terlihat jelas kekhawatiran .


" Aku tidak marah denganmu, Maafkan Aku " lirih Yaura .


Ken pun menatap ke arahnya ,


" Kalau tidak marah untuk apa Kau menghilang ? terlebih lagi Kau terlihat seperti hantu tadi . " tutur Ken dengan lembut .


" Tidak apa-apa , Aku hanya ingin sendiri "


Mendengar jawaban ini, membuat Ken kembali kesal .


" Apa Kau tidak bisa berfikir , Berjalan sendirian dimalam hari ini sangat membahayakan ,Yaura " Ken menaikkan nada suaranya .


Yaura hanya terdiam .


" Kenapa Kau tidak memikirkan keselamatanmu sendiri " guman Ken .


" Aku tidak peduli hal itu " ujar Yaura tiba-tiba .


Ken menghentikan mobilnya di tengah jalan .


" Kau tidak peduli ? " tanya Ken, wajahnya memerah .


Yaura diam .


" Lalu untuk apa Aku peduli denganmu .." lirih Ken yang merasa kecewa atas jawaban Yaura .


Mendengar Hal ini, Yaura menoleh ke arah Ken .


" Lajukan kembali mobilnya, Kau bisa flu jika terus memakai baju itu " tutur Yaura .


Ken pun melajukan kembali mobilnya ,


Kali ini mereka saling diam .


RUMAH KEN


Mereka turun dengan kondisi basah-basahan.


Kamar Ken


Yaura melepaskan jaket yang Ia pakai .


" Aku minta maaf karena Perkataanku kemarin .. " lirih Ken dan menarik tangan Yaura .


" Aku tidak bermasalah dengan Hal itu " Yaura membuang pandangannya .


" Lalu Kenapa Kau melakukan ini ? " tanya Ken kembali .


" Aku hanya tidak enak hati " Yaura melepaskan tangan Ken dari tangannya .


" Apa maksudmu ? " Ken menyerit heran .


" Tidak apa-apa , Ganti bajumu .. " Yaura hendak pergi, Namun ..


" Katakan Apa maksudmu ? " Ken menghimpit tubuh Yaura ke dinding .


Mereka beradu pandang, Dalam kondisi basah, keduanya terlihat sangat menggairahkan .


Rambut Yaura yang panjang terurai basah, Leher yang dialiri oleh Air yang jatuh dari helaian rambutnya, dan Kameja putih yang begitu transparan ketika basah menampakkan dalamannya .


Ken yang terlihat begitu maskulin dengan rambut basah.


" Lepaskan Ken.. " lirih Yaura, terlihat dari matanya ada sesuatu yang disembunyikan .


" Katakan , Kau punya Hak untuk berbicara " ucap Ken seraya menatap mata Yaura .


" Menjauhlah.. " lirih Yaura dengan lembut .


" Katakan Kau kenapa ? " Ken memegangi kedua tangan Yaura .


Tak kuat ..


" Kau bilang Aku punya Hak untuk berbicara, tetapi kenyataannya Kau sama sekali tidak pernah membiarkan Aku untuk mengatakannya" lirih Yaura dengan sangat pelan .


" Aku minta maaf .. Maafkan Aku "


" Kenapa Kau menikahiku ? Jawab Aku sekarang .. "


" Bukankah Aku sudah menjawabnya " tutur Ken , Ia membuang pandangannya ke sembarang arah.


" Kau tidak jujur menjawab pertanyaan itu, Katakan dengan Jujur sekarang . Kenapa Kau menikahiku ? " ucap Yaura .


Ken terdiam .


" Katakan Ken kenapa ?.. Kau bilang Karena Kau membenciku begitu? Benci itu ada alasan ,kenapa Kau begitu membenciku ? " tutur Yaura dengan begitu lembut .


" Kau sudah tahu jawabannya " ucap Ken dengan singkat .


" Iyah.. Aku sudah tahu jawabannya " lirih Yaura dengan lembut dan menatap mata suaminya .


" Apa ? .." tanya Ken .


......................


BUTUH SARAN DAN KRITIK


JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSSSS


Btw, selamat berpuasa .. Semoga puasanya berjalan lancar aamin .

__ADS_1



RAMADHAN KAREEM dari Ken & Yaura :-)


__ADS_2