Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Kissmark ?


__ADS_3

" Darimana Kau tahu Aku tertembak ? " Ken menyeritkan dahinya .


Yaura terdiam dan memandang mata Suaminya.


" Jelas Aku tahu karena .... "


" Kamejamu berlumuran darah dan juga ada lubang kecil, selain peluru.. apa ada alasan lain yang lebih masuk akal? " tuturnya seraya menunjuk ke arah lubang kecil pada Kameja yang membalut tubuh kekar Suaminya .


Tak menjawab, Ken malah menarik tangan Yaura dan meletakkan di Dada Bidangnya .


" Kau cerdas.. sekarang cepat Buka Bajuku , lalu Istirahat, Aku sangat lelah .." lirihnya dengan lembut seraya memandang Wajah Sang Istri yang kecantikkannya tak diragukan lagi.


Dengan jarak yang begitu dekat, tangan Yaura mulai melucuti satu persatu kancing kameja Sang Suami.


Sentuhan tangan Istrinya sangat terasa di tubuh Ken, hingga membuatnya merasakan sesuatu yang aneh, ketenangan, nyaman bahkan Rasanya ingin sekali menyatukan tubuhnya dengan Wanita yang ada dihadapannya sekarang .


Setelah semua kancing terlepas, Dada Bidang dan Abs Sexy milik Suaminya pun terlihat dengan jelas tepat di hadapannya sekarang. Dengan suasana canggung dan penuh ketenangan, Yaura memilih mengalihkan pandangan matanya ke arah lain . Berbeda dengan Ken yang tak bisa mengalihkan pandangan matanya .


sweet moment


Sadar lengan kanan terbalut perban , Yaura pun melepaskan Kameja tersebut dengan sangat hati-hati dan perlahan . Setelah berhasil terlepas, Ia segera mengambil Baju Tidur yang telah disiapkan, lalu membalutkannya ke tubuh lelaki yang ada dihadapannya sekarang.


" Ken .. Kenapa Kau bisa tertembak ? juga banyak sekali luka dan memar di tubuhmu .." lirih Yaura seraya mengaitkan kancing dan memandang bibir Ken yang terluka .


Tak merespon, dan pandangan kosong membuatnya menyerit heran .


" Apa Dia tidak mendengarku ? " gumam Yaura dalam hati .


" Ken ! Kau tidak mendengarku ? " bentaknya hingga membuat Sang Suami menjengit .


" Hah? Apa ? Apa Kau mengatakan sesuatu ?" ucap Ken dengan gelagapan dan nampak syok saat Baju Tidur sudah membalut tubuhnya dengan sempurna.


" cepat sekali Dia memakaikannya .. " gumamnya dalam hati, yang masih merasa ingin berdekatan dengan Istrinya .


" Sudahlah lupakan . Ganti celanamu , Aku akan menyiapkan batu es " ujar Yaura dan melangkah pergi ke dapur .


" Kenapa Kau tidak sekalian mengganti Celanaku ? " celetuk Ken .


" Jangan berharap ! " tukas Yaura seraya melanjutkan langkahnya .


Ken tersenyum lebar saat mendengar jawaban Istrinya,


" Apa Dia lupa statusnya sebagai Istri? Jangan Berharap ? Tentulah Aku sangat berharap ." lirihnya seraya memandangi Sang Istri yang mulai menghilang dari pandangannya .


Skipp .


Yaura telah menyiapkan Kompres Es untuk mengobati luka Suaminya, Ken yang sudah berganti celana pun terlihat sedang berbaring di Ranjang .


" Jika Kau tahu bahwa Aku yang melakukan ini semua, mungkin Kau tidak akan pernah memaafkanku " lirihnya dalam hati seraya menaruh Kompres Es di meja .


" Ken bangunlah, lukamu terlihat memar harus di Kompres lebih dahulu " ucap Yaura .


" Kau ada makanan ? Aku sangat lapar .. " jawabnya seraya Bangun dan mendudukkan tubuhnya di Ranjang .


Yaura terdiam dan mengingat bahwa tidak ada makanan sama sekali di Kulkas .


" Tunggu disini sebentar , Aku akan keluar " Hendak berbalik , namun ..


" Tidak usah jika memang tidak ada , duduklah .. Aku takut seseorang mencelakaimu nanti " pinta Ken seraya menarik kembali tangan Istrinya .


" Di Kamar sebelah ,Ken . tidak jauh , tunggulah .. "


" Tidak perlu . lagian ini sudah pukul 02.10 dini hari , sangat tidak sopan jika membangunkan seseorang " ucapnya seraya memandang Jam Dinding .


Yaura melepaskan tangan Ken, dan mengambil Kompres Es yang sudah Ia siapkan tadi , lalu duduk di sebelah Suaminya .


" Kenapa Kau bisa tertembak ?dan sering sekali berkelahi .. " ujarnya seraya mengompres wajah Ken yang memar .


" Aku juga tidak tahu, mereka tiba-tiba menyerangku .. " jawab Ken seraya mengingat kejadian yang hampir merenggut nyawanya tadi .


" Maaf Aku tidak menjemputmu, ponselku hilang tadi .." sambungnya seraya menutupi semua kejadian yang terjadi .


Yaura terdiam, dan memandang wajah lelaki yang selama ini Ia curigai .


" Tidak masalah.. " singkatnya.


" Lain kali kembalilah ke Rumah, jangan sendirian disini . Aku khawatir mereka melukaimu .. " lirih Ken seraya memandang kedua manik indah Istrinya .


" Iyah .. "


Mereka berdua kini beradu pandang .


Tenggelam dalam pandangan, dan terhipnotis oleh keadaan . Ken menggerakkan tangannya , perlahan Ia menyelusuri lengan Istrinya dan berakhir di Tengkuk indah sang Istri .


Pandangan keduanya semakin dalam, ditambah suasana malam hari yang sendu dan tenang , saat yang tepat untuk melakukan bahasa tubuh dan melampiaskan perasaan.

__ADS_1


Ken semakin mencondongkan wajahnya, pandangannya terarah pada bibir menggoda milik Istrinya, rasanya Ia ingin sekali mengecup bibir yang dirasa sangat manis walaupun hanya sebentar . Yaura terdiam dan membatu saat Ken semakin mendekatkan wajahnya, tubuhnya tidak menolak namun hatinya meronta .


Ken memejamkan kedua mata indahnya, dan meraih Tengkuk Yaura untuk semakin mendekat dan menempelkan bibirnya .


Namun ...


Yaura segera memalingkan wajahnya dan ..


" Ken .. bibirmu terluka , ini pasti terasa sangat perih " Ia memegang sudut bibir Suaminya untuk memberi isyarat .


Ken tersadar dan segera melepaskan tangan dari tengkuk Yaura lalu kembali ke posisi semula .


" Taroh Kompresnya lalu Kita tidur , Aku sudah sangat lelah . juga, ganti bajumu itu ! Kau membuatku tidak fokus " kritik Ken seraya memandang ke arah belahan dada Yaura yang terlihat .


Mendengar ini, refleks Ia menutupi belahan dadanya .


" Kenapa Kau tidak memberitahunya daritadi?! " ketus Yaura .


" Aku ingin menikmatinya terlebih dahulu.. " Ken tersenyum dan menggigit bibir bawahnya .


Yaura beranjak dan memasang wajah kesal .


" Dasar menyebalkan ! " umpatnya seraya melangkah ke lemari, namun setelah dicari tidak ada Baju tidur lainnya karena hampir semuanya dibawa ke Rumah Ken.


Melihat ini, membuat Ken semakin melebarkan senyumnya .


" Jika tidak ada , Kau tidak perlu menggantinya . lagipula Aku menyukainya " Ia terus menggoda Istrinya .


Menyerah, Yaura kembali ke Tempat tidur.


" Mesum.. " lirihnya dengan lembut sembari terus menutupi belahan dadanya . Hal ini membuat Ken semakin gemas dan menarik tangan Istrinya ke Ranjang .


" Tidak perlu ditutupi , Aku sudah melihatnya. sudah Ayo tidur .. "


Ken segera mematikan lampu kamar dan berbaring, sementara Yaura masih mendudukkan tubuhnya, Ini pertama kalinya Satu Ranjang dengan Sang Suami .


" Tidak ada soffa, jangan coba-coba untuk tidur di Lantai. sudah tidurlah .. " pinta Ken .


Yaura terdiam .


seakan mengerti yang dipikirkan Istrinya ,


" Aku tidak akan menyentuhmu .. tenanglah .. " lirih Ken seraya membaringkan Sang Istri di sebelahnya .


" Tangan kananmu baik-baik saja Kan ?" lirih Yaura seraya menarik selimut.


" Apanya yang baik-baik saja ? tanganku terluka ! " Ken terus mengusili Istrinya seraya tersenyum .


" Bukan itu maksudku, Ken ! Kau ini .. Sudah lupakan , tidurlah dan selamat malam " Yaura membalikkan badan dan membelakangi Suaminya.


tiba-tiba ..


Ken menggeser posisi dan meraih pinggang Istrinya lalu memeluknya dengan erat .


" Jangan menolak, Aku mohon.. untuk kali ini saja .. " lirih Ken dengan lembut tepat di telinga Sang Istri.


Hal ini tentu terdengar jelas oleh Yaura, karena Wajah Ken kini terbenam bebas di Leher Indahnya .


" Kau tidak akan bertindak lebih Kan? " lirihnya dengan lembut .


" Hummm .. Kau tenang saja, Aku tidak akan melakukan yang lain " jawab Ken yang terasa sangat nyaman sekarang, hingga matanya kini terpejam .


Karena suara Sang Suami, membuat sekujur tubuhnya merasakan desiran aneh, merinding dan merasa geli .


" Rasanya menggelikan.. " lirihnya dengan pelan seraya menengok suaminya yang sudah tertidur .


" Kau menyukainya? Aku bisa melakukan lebih untukmu .." Ken menyauti perkataan Istrinya seraya mengeratkan pelukan dan membuka kedua matanya , pandangannya terarah pada leher Sang Istri .


" Tidurlah Ken.. Kau bilang lelah .. " jawab Yaura .


" Sial ! Rasanya Aku ingin sekali menggigitnya sekarang " gumam Ken dalam hati, hasrat lelakinya mulai keluar .


" Yaura .. " lirih Ken .


" Ada apa? Kau merasa sakit ? .. " ujar Sang Istri yang kini menoleh ke arahnya .


" Kau tahu kissmark ? " Ken terus mencoba memancing Istrinya .


Yaura membulatkan matanya.


" Tidak . sudah tidurlah ! " ketusnya .


Ken terus tersenyum memandangi wajah Yaura dari balik remang-remang cahaya .


" Bohong ! Kau pasti tahu " Ken berkata dengan sangat imut.

__ADS_1


" Kalau iyah kenapa , kalau tidak kenapa ? " ujar Yaura.


Mereka berdua kini nampak serasi sebagai Pasangan. Saling memandang satu sama lain ,


" Kalau Kau tahu, Aku akan memberikannya untukmu . Jika Kau tidak tahu , maka akan Aku buatkan untukmu " celoteh Ken yang terus menggoda Istrinya tanpa henti .


" Itu sama-sama membawa keberuntungan untukmu . Aku tidak akan menjawabnya " jawab Yaura seraya menggampar pelan wajah Ken.


" Kau juga akan menikmatinya jika Aku melakukannya .. " lirih Ken seraya mengalihkan pandangan matanya ke belahan dada Yaura .


" Kau sangat mesum,Ken .Rasanya Aku ingin sekali mencuci otakmu "


" Mesum apanya ? Aku adalah Suami. Kau lupa ? Ayo Kita lakukan sekali saja .. " ucap Ken seraya terus menggigit bibir bawahnya.


" Kau bilang tadi tidak akan melakukan apapun , sudah tidurlah ! jangan meminta lebih "


" Siapa yang akan Tahan jika posisi seperti ini, dan juga Baju itu ! pasti Kau sengaja menggodaku " ujar Ken seraya mencubit kecil perut Istrinya .


" Ken geli ... jangan mencubitnya. Menyalahkan Baju bilang saja otakmu yang Mesum , sudah Aku mengantuk "


" Memang Bajunya yang salah .. "


Yaura terdiam memandangi Wajah Suaminya .


" Kau sepertinya sangat ahli dalam hal itu, Kau pernah melakukannya? ".


Mendengar hal ini membuat Ken mendelik ke arahnya .


" Kenapa tiba-tiba Kau bertanya seperti itu ?"


" Tidak papa , Aku hanya penasaran, untuk lelaki Kaya Raya seperti dirimu pasti bisa melakukan apapun yang Kau mau, termasuk soal Wanita " ujar Yaura seraya mengingat perkataan Bianca bahwa Ken sudah menyentuhnya ( Bianca ) .


" Dengar Nona Yaura , seleraku sangat tinggi dan tidak serendah itu. Aku masih murni " ucap Ken seraya berbisik ke Istrinya .


" Omong kosong . Sudah tidurlah dan berhenti berfikiran mesum " Yaura membuang pandangannya .


Ken pun kembali ke posisi semula, membenamkan Wajahnya di leher Istrinya .


" Selamat Malam, Istriku .... " lirihnya.


Mendengar ini , membuat hati Yaura terenyuh dan terkejut. Ini pertama kalinya Ken memanggilnya seperti itu.


" Apa Semua Pria akan berperilaku manis seperti ini jika Dia menginginkan sesuatu dari Wanita ? "


" Tidak.. jika Pria itu benar-benar menyayangi dan mencintaimu, Dia tidak akan merenggut apapun darimu sebelum Ikatan yang SAH . tetapi entahlah, Mungkin saat ini , lelaki kebalikan dari itu " tutur Ken .


Yaura terdiam mendengar jawaban tersebut. sementara Ken terus mengeratkan pelukannya, Ia seperti seorang Pria yang sudah lama atau bahkan tidak pernah mendapatkan kehangatan seorang Wanita ,


" Ya Tuhan .. Kenapa Aku senyaman ini dengannya? " lirih Ken dalam hati, Ia begitu merasa tenang dan nyaman.


Lama-lama, Yaura merasa bahwa ada sesuatu yang salah dalam dirinya.


" Kenapa Aku merasa sangat nyaman dengan Ken ? dan Pelukannya ... begitu menghangatkan " lirihnya dalam hati .


Mereka berdua kini sama-sama memejamkan mata , Tangan Ken terus melingkar sempurna di pinggang Istrinya. dan sekarang Yaura nampak merasa nyaman dengannya .


1 Jam kemudian , Ken mendadak terbangun , Ia membuka perlahan kedua matanya , dan memandang wajah Yaura yang sudah tertidur pulas.


" Terlepas dari semua yang Aku lihat waktu itu , Aku berharap jika Kau bukanlah Wanita Murahan yang bermain di Bar dan merebut Vino dari Adikku " tutur Ken dalam hatinya .


" Juga bukan seorang Penembak yang selama ini Aku curigai dan ingin meledakanku tadi . entah Kenapa , Hatiku merasa bahwa itu adalah Kau , Yaura ... " sambungnya seraya mengusap lembut pipi Istrinya .


Nampak helaian rambut menutupi wajah cantik Yaura, Ia pun menyingkirkan rambut itu dengan jari tangannya yang nampak terluka karena kejadian tadi .


" Aku akui Kau sangat cantik, bahkan lebih dari cantik. Tetapi sayang sekali, Kau sangat galak ,judes dan keras kepala " gumam Ken seraya melukiskan senyum dibibirnya, memorinya tiba-tiba teringat saat pertama kali mereka bertemu, saat Dia mengucap janji pernikahan dengan Yaura .


Puas menikmati wajah Sang Istri, Ken kembali ke posisi semula dan tertidur .



Mereka berdua kini Bak Pengantin Baru yang sedang berbulan madu, Ken memeluknya begitu erat .


Walaupun tak sepanjang malam biasanya, namun ini adalah moment langka untuk keduanya .


Pernikahan mereka seperti Drama yang penuh kebohongan dan kepalsuan, tetapi perasaan yang mereka alami bukanlah kepalsuan sekarang .


.....................


BUTUH SARAN DAN KRITIKKKK


JANGAN LUPA LIKENYA GAESSSS WKWKW


VOTE NYA JUGA HEHEHE


Maaf yah kalau ceritanya membosankan, kasih Author masukan donk biar ceritanya lebih greget gitu wkwk

__ADS_1


__ADS_2