
Ruang Pribadi
Pak Agus duduk di kursi putar seraya memegangi sebuah pulpen hitam bertuliskan G&D. Ia menatap Donna dan Sinta,
" Sebenarnya tidak perlu ada yang di jelaskan. Kalian sudah diberi tahu oleh Ken dan Nona Lee, tapi.. Aku rasa Kalian harus mengetahui satu hal, bahwa.."
" NONA YAURA ADALAH SEGALANYA. PERINTAHNYA PUN MUTLAK, DAN JANGAN PERNAH MELAKUKAN HAL BURUK KEPADANYA. KALIAN BEKERJA UNTUK G&D DENGAN GAJI YANG HAMPIR MENCUKUPI KEHIDUPAN 100 ORANG DI LUAR SANA, MAKA DARI ITU.. JIKA KALIAN MELAKUKAN KESALAHAN YANG BERKAITAN DENGAN NYAWA NONA YAURA, MAKA.. BALASANNYA PUN AKAN SETARA DENGAN PENDERITAAN 100 ORANG DI LUAR SANA, TERMASUK KELUARGA KALIAN. " senyum Pak Agus yang ramah namun menyeramkan.
Deggg Donna dan Sinta membulatkan mata, tenggorokannya tercekat.
" Mana mungkin Kami melakukan hal buruk Pak, apalagi terhadap Nona Yaura, Kami sama sekali tidak pernah berfikir seperti itu. " saur Donna dengan penuh keberanian.
" HAMPIR SELURUH ORANG DI RUMAH INI ADALAH BERSENJATA. SEDIKIT SAJA SIKAP KALIAN MELESET,MAKA.. PELURU PUN AKAN MELESAT. KALIAN MENGERTI? " Pak Agus kembali tersenyum,nadanya halus namun penuh ancaman.
" Kami sudah membaca surat perjanjian ataupun peraturan G&D, dan..Kami akan melakukan seperti yang tertulis dan Bapak perintahkan. " sambung Sinta dengan senyum kecutnya.
" Baiklah.. Kalian boleh keluar sekarang, besok adalah Hari Resmi Kalian bekerja, jadi semangat.. " senyum lebar Pak Agus.
Donna dan Sinta menundukkan kepalanya,
" Terima Kasih,Pak. " ucap mereka.
*
*
David menghidupkan televisi, dan benar saja dugaannya bahwa Media sama sekali tidak menayangkan Sidang Kasus Devano Malik.
" Jujur saja, Aku masih tidak rela Para Iblis tidak dipermalukan. Mereka terlalu mudah untuk dimaafkan ! " gerutu David yang di dengar oleh Alfin.
" Sudahlah lupakan ! Lagipula Mereka sudah tiada, dan juga semua ini Demi Ken, tentu Yaura tidak menyebarkannya ke publik. "
Tak berselang lama, Ken turun ke bawah karena Evelyn sudah tenang.
" Lolly.. temani Evelyn.. " perintah Ken pada Lolly yang sedang mengobrol dengan Lisya.
" Baik,Kak. " Lolly pun beranjak dan menaiki anak tangga.
Tanpa disuruh, Vino pun beranjak untuk melihat keadaan Kekasihnya.
Sadar bahwa Istrinya tidak ada,membuat Ken kembali ke atas. Nona Lee dan lainnya pun faham bahwa Ken masih berduka atas kepergian Kedua Orangtuanya.
*
*
Kamar Yaura
Ken membuka pintu lalu melihat Istrinya sedang mengoperasikan Laptop G&D di meja. itu membuatnya lebih tenang, dibanding melihat Yaura menyesali perbuatannya.
Melihat ada Suaminya,membuat Yaura berdiri.
" Bagaimana keadaan Evelyn? ".
Ken mendekat, mereka beradu pandang.
" Hanya syok. Tapi Dia sudah tenang.. " senyumnya.
Walaupun bibir tersenyum, namun Yaura melihat banyak kesedihan di mata Ken. Matanya sayu, merah, dan sembab. senyum pun seakan terpaksa.
" Obat dari Kehilangan adalah merelakan. tetapi Kita tidak akan pernah rela kehilangan orang tua Kita. Maaf Ken... sekali lagi Aku minta maaf melakukan ini pada Kau dan Evelyn.. " lirih Yaura, ucapannya begitu tulus.
" JANGAN MENGUNGKITNYA LAGI, YANG TIADA BIARKAN TIADA. HIDUP KITA HARUS BERLANJUT,BIARKAN KISAH ITU KITA AKHIRI HARI INI.. TERSENYUMLAH.. " Ken memeluk Sang Istri lalu memberinya ciuman hangat di kening.
" Kau tidak dendam kepadaku kan? " Yaura menikmati pelukan hangat Suaminya.
" Tidak.. " lirih Ken.
" Kau tidak akan meninggalkanku kan? " tanya Yaura yang membuat Ken tersenyum lalu melepaskan pelukannya.
" KENAPA MEMANGNYA? KAU TIDAK BISA JAUH DARIKU? " goda Ken.
Yaura membuang pandangannya,
" Siapa bilang?.. " pipinya bersemu hingga membuat Ken gemas.
" Baiklah..nanti malam Aku akan pergi meninggalkanmu.. " jail Ken lalu melangkah ke Kamar Mandi seraya melemparkan Jas dan Ponselnya ke Ranjang.
Gengsi, Yaura hanya menatap cemas Suaminya.
" Kau tidak boleh pergi.. " ucapnya dalam hati.
*
*
MALAM HARI
Mengakhiri kisah yang panjang dan menegangkan,membuat semuanya tidak sadar bahwa hari sudah larut. Mark,Sinta dan Donna lebih dulu pulang karena ada urusan lain. sementara yang lain sedang berbincang, lalu menyusun rencana untuk merayakan kemenangan.
" Kita harus menjaga perasaan Ken, jadi jangan bilang bahwa Kita pergi ke Bar. Kau tidak ingin ikut? " tanya David pada Zayn.
" Walaupun Dia sedih tetapi ada Istrinya, Aku rasa.. diriku tidak perlu mengasihani Ken, mari Kita ke Bar 🤣 " celetuk Zayn yang membuat semuanya tertawa.
" Kurang Ajar ! jika Aku mempunyai teman sepertimu tidak akan Aku ampuni ! " sambar Alfin.
Nona Lee mengajak Lisya untuk ikut ke Bar,
" Lolly ada di atas, lagipula ini kesempatan Kita merayakan kemenangan, ayolah.. tidak perlu terlalu berduka. " ajaknya.
Lisya mempunyai empati yang tinggi hingga membuatnya ragu.
" Aku tidak enak hati.. ".
" SUDAHLAH LISYA, KISAHNYA TELAH BERAKHIR,TIDAK PERLU BERLEBIHAN. KITA YANG MERASA KEHILANGAN SAJA BIASA SAJA. " saut Kevin seraya menyenggol Alex.
" Itu benar. Jangan terlalu bersedih, doakan saja nyawa mereka diterima baik oleh Tuhan." sambung Alex.
Mendengar " Bar " membuat kejadian memalukan kembali terekam.
" Tidak.. tidak.. Aku tidak boleh minum, ada Alfin.. Aku takut lepas kendali seperti dulu.. " gumam Lisya dalam hati. Ia teringat saat Alfin mabuk lalu menciumnya di Kamar Hotel.Bagaimanapun, wanita tetaplah wanita yang akan terbuai jika disentuh oleh Pria yang dicintainya. Namun disamping itu, Ia merasa tidak enak hati menolak ajakan Nona Lee yang sangat Ia segani kepribadiannya.
" Pak, Ayo ikutlah !! " ajak Zayn pada Pak Agus.
" Hei ! Kau ini mengejek atau bagaimana? Bapak sudah Tua, memalukan jika ikut ke Bar. " jawab Pak Agus yang membuat semuanya tertawa.
" Bilang saja Bapak takut dengan Bibi Arum. " celetuk Nona Lee sambil melirik Bibi Arum yang sedang menengguk air putih.
Uhuukk uhukkk ucapan Nona Lee membuatnya tersedak.
" Kau ini ! sama saja dengan Ken dan Yaura ! Diamlah ! " Pak Agus melototkan matanya pada Nona Lee seraya mendekati Bibi Arum yang tersedak.
" Berhati-hatilah.. " Pak Agus menepuk punggung Bibi Arum,hingga..
" CIEEE CIEE CIEEE.. WIUUUWITTT " teriak semuanya untuk menggoda Bibi Arum dan Pak Agus. Mereka tersenyum dan tertawa melihat keduanya yang salah tingkah.
" SEPERTINYA ADA YANG JATUH CINTA NIH.. " Nona Lee terus menggoda dan menjadi kompor.
" NONA LEE !!! " Bibi Arum melotot, Pipinya bersemu merah.
" Anak Muda zaman sekarang benar-benar suka menyebar gosip. Astaga.. " Pak Agus menggelengkan kepalanya.
" PAK, KAU TIDAK BERNIAT MENCARIKANKU WANITA CANTIK? LIHATLAH ..AKU JOMBLO DAN KALAH START DENGANMU YANG SEMAKIN DI DEPAN😅. " goda Zayn yang membuat Pak Agus menahan malu tiada tara.
" GAWAT, JIKA ZAYN SUDAH BERBICARA. "
Mereka tak henti menjahili Pak Agus dan Bibi Arum, hingga Zayn memutuskan untuk segera pergi ke Bar. Lisya pun mengalah, Ia menerima ajakan Nona Lee. Sementara Kevin mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Ken bahwa mereka keluar sebentar mencari udara segar.
" Jangan terlalu banyak minum. " ucap David seraya melangkah keluar.
Nona Lee menoleh lalu melukiskan senyum manisnya,
" Aku tinggal di Amerika, Kau lupa? tenanglah, Im Pro. ".
" Aiisshhhhh.. benar juga.. " senyum David sambil menggigit bibir bawahnya.
" Boleh Aku menantangmu? " usil Nona Lee.
" Ekhemmm.. itu berbahaya ! " David berdehem seraya berbisik ke telinga Nona Lee.
" AKU KUAT, JANGAN MEREMEHKANKU. " Nona Lee menaikkan satu alisnya.
" JIKA TERJADI HAL BURUK,JANGAN MENYALAHKANKU. " senyum David lalu berjalan mendahului Nona Lee.
" Tidak akan. " smirk Nona Lee.
Mereka pun menaiki mobil masing-masing. Takut terjadi apa-apa dengan Wanita, Zayn menyuruh beberapa pengawal untuk ikut.
Suara mesin mobil membuat Yaura mendekati Balkon lalu menatap ke bawah.
" Mereka mau kemana? " tanya Yaura.
Mendengar Istrinya bertanya, Ken pun menutup Laptopnya.
" Mungkin jalan-jalan. Syukurlah, lagipula mereka terlalu lelah mengurusi Kasus Kita.. " jawab Ken seraya menatap gerombolan mobil yang mulai keluar gerbang.
" Kau tidak ikut ? ".
" Tidak, Sayang. untuk apa Aku ikut, berdua denganmu lebih membahagiakan.. " senyum Ken yang membuat Yaura tersipu.
" Gombal.. "
Ken tersenyum, tangannya mengelus kepala Yaura lalu memainkan rambutnya. sadar Istrinya tidak banyak mengetahui kehidupan dunia normal,
" Kau ingin keluar? " tawar Ken.
" Keluar? ".
" Hummm..Kita mencari makanan diluar,kebetulan Kita belum makan malam bukan? ".
Yaura diam, Ia ingat saat pergi ke Restaurant lalu di todong senjata.
" Tenanglah, Aku ada bersamamu.." senyum Ken.
" Tapi Evelyn? " Yaura merasa kasihan dengan Evelyn yang tidak diurus.
" Ada Vino, Evelyn lebih tenang bersamanya. lagipula Lolly juga ada disana, itu sudah lebih dari cukup. Biarkan Evelyn dewasa dan mengatasi kesedihannya sendiri. Ayo.. " Ken melangkah ke Ruang Ganti untuk mengambil jaket hitam.
Menyadari Istrinya memakai baju tipis,
" Pakai Jaket.. " ucap Ken.
" Aku suka dingin. "
" Kita jalan kaki, bukan naik mobil. Sudah pakai ! Aku tidak ingin Kau kedinginan.. " Ken mengambil ponsel yang ada di nakas lalu membaca pesan dari Kevin.
Yaura pun menuruti permintaan Suaminya. keduanya kini melangkah keluar. di depan, Ken ternyata membawa Albert dan beberapa Pengawal untuk berjaga-jaga.
" Berjalan kaki? tetapi Restaurantnya jauh Ken.. Kau serius? " tanya Yaura seraya berjalan keluar gerbang.
" Di sebelah sana ada pedagang makanan tradisional, dan Aku rasa kualitasnya tidak terlalu buruk.. Kita bisa makan disana.. " Ken menggenggam tangan Istrinya.
" Kau tahu darimana? Aku rasa tidak ada pedagang tradisional disini.. " tanya Yaura karena sejak kecil dilingkungannya itu tidak ada pedagang.
" Dari Robin. tentu saja Kau tidak tahu, secara Kau adalah Princess. " Ken mengedipkan matanya.
" Eh salah, bukan Princess tetapi MARKONAH. " tawa Ken yang membuat Yaura melirik sinis.
__ADS_1
" JIKA AKU MARKONAH, MAKA KAU ADALAH JAMAL ! "
" Hei hei hei ! enak saja, namaku sangat indah yaitu Ken,bukan Jamal ! " protes Ken.
" Lalu Kau fikir nama Yaura itu tidak indah? sehingga Kau menyebutku Markonah?! " protes Yaura balik.
" Itu karena Kau sangat mirip dengan Markonah, sedangkan Aku? tidak mirip dengan Jamal ! " Sepanjang langkah mereka terus berkengkar bak Anak Kecil berebut permen, namun hal ini justru membuat suasana semakin berwarna dan bahagia.
Albert yang berada di dalam mobil mengawal mereka pun tersenyum.
" Kisahnya telah usai. Saatnya Kehidupan baru dimulai. semoga Kalian bahagia selalu.. " doa Albert.
Pasar Tradisional
Setelah berjalan lumayan jauh diiringi keributan yang tidak berfaedah, membuat keduanya tidak terasa sampai di tempat tujuan.
Hiruk pikuk pembeli dan jajaran pedagang tradisional dengan beraneka macam makanan membuat Yaura tersenyum.
Kecantikan Yaura membuat tatapan Pria Lain mengarah kepadanya.
" Pakai ini,Sayang.. " Ken mengeluarkan Masker agar Wajah Istrinya tidak kelihatan.
" Ken.. apa ini pedagang sungguhan ? " tanya Yaura seraya memakai masker.
Sedang serius mengamati sekitar dan memastikan bahwa tidak ada yang mencurigakan,namun Ia dibuat kesal oleh pertanyaan konyol Istrinya.
" TIDAK, YANG DAGANG ADALAH JIN. KAU INI KONYOL SEKALI. " Ken menggelengkan kepalanya.
Daribalik Masker Yaura melukiskan senyum karena melontarkan pertanyaan konyol.
Tidak pernah melihat Pasar Tradisional, Yaura memfokuskan pandangannya ke seluruh pedagang dan makanan yang tidak pernah Ia lihat.
" Kau mau apa? " tanya Ken, sembari terus memberi keamanan untuk Istrinya, dan siap siaga.
Jika Pria tertarik kepada kecantikan Yaura, maka Para Wanita akan tertarik dengan Ketampanan Ken.
" OHH ASTAGA.. KAU TAMPAN SEKALI PEMUDA.. " Gerombolan Emak-Emak mendekat lalu menatap Wajah Ken dengan sumringah.
" YA TUHAN, KENAPA KAU SANGAT TAMPAN TUAN, AYO JENG.. KITA FOTO DENGAN PEMUDA INI.. " Emak berbaju partai oren menyala mengeluarkan ponsel lalu merangkul Ken hingga membuat Yaura tertawa karena Wajah Suaminya sangat tegang dan syok.
" Kau memiliki banyak penggemar rupanya.. " Yaura malah tersenyum bahagia melihat Suaminya di kerumunin Emak-Emak.
" Ibu.. Ibu mohon maaf.. Aku sedang terburu-buru.." Ken mencoba melepaskan rangkulan Emak-Emak yang meminta foto dengannya.
" BOLEH AKU MENCIUM PIPIMU TUAN? MMMUUAACHH !! " Emak-Emak semakin gila,hingga membuat Ken memanggil Albert yang sedang menertawainya juga bersama Yaura.
" ALBERT !!! AWASS KAU !!! " teriak Ken. Mendengar Ancaman, membuat Albert dan Rekannya bertindak lalu membantu Ken keluar dari kerumunan Emak-emak.
" Pakai Maskernya Big Boss. " Albert mengeluarkan Masker seraya menahan tawanya.
" Astaga Aku hampir saja di cium oleh Mereka. " syok Ken.
" Aku tadi disuruh Nona Yaura agar tidak menolongmu, jadi jangan memotong gajiku." tawa Albert.
Mendengarnya membuat Ken menatap Sang Istri lalu memainkan bibirnya.
" Awas Kau.."
Seakan mengerti, Yaura langsung membuang muka lalu berjalan kembali mencari makanan.
Menghindari kerumunan Emak-Emak yang terlanjur mengetahui wajahnya, Ken pun mengajak Sang Istri ke sudut lain.
Melihat sesuatu yang aneh,
" Ken.. bukankah itu kapas? kenapa bisa dimakan? " tanya Yaura pada Suaminya saat melihat Anak Kecil memakan benda mirip kapas.
" Itu bukan Kapas,Sayangku.. tapi.... tapi apa Albert jelaskan.. 🤣 " tawa Ken yang juga tidak tahu kenapa kapas bisa dimakan.
Albert memutar bola matanya.
" AKU RASA ITU ADALAH SARANG LABA-LABA YANG DIKUMPULKAN LALU DIMAKAN. " celetuk Albert yang membuat Ken semakin berdecak.
" MANA MUNGKIN SARANG LABA-LABA ! KAU INI SEPERTI ISTRIKU,SAMA KONYOLNYA ! HARUSNYA AKU MEMBAWA ROBIN. " ujar Ken.
Albert dan Yaura tertawa.
" Tunggu Big Boss, Aku ingat.. namanya adalah KEMBANG GULA..IYAH ITU NAMANYA.. ".
ujar Albert.
" Nama yang aneh. " Ken kembali menuntun Istrinya.
" Aku ingin itu,Ken.. kembang gula.. " pinta Yaura.
" Ayo Kita cari pedagangnya.. " Ken menuruti keinginan Istrinya.
Tak butuh waktu lama karena mudah ditemukan, Ken pun mengamati pembuatan kembang gula.
Ia merasa ragu dengan standar kebersihan dan gizi yang terkandung.
" Pembuatannya memang seperti ini Big Boss,jangan heran. " bisik Albert.
" Pak, boleh Kita beli 1 ? " tanya Ken.
" Boleh Tuan,silahkan. "
" Beli yang banyak Ken.. 100 atau 200.. " saut Yaura.
" Kau ingin berjualan? ".
" Tidak. Untuk Kau, Albert, Bapak Pengawal dan Lainnya. Beli saja yang banyak.. " tutur Yaura.
" Tidak Nona.. Aku sudah kenyang.. " jawab Albert.
" Tidak boleh ! Kau harus memakannya.. " paksa Yaura.
Susah dibantah, Ken memilih diam dan membeli 10 Kembang Gula.
" Berapa Pak totalnya? " Ken dengan begitu percaya diri mengeluarkan Black Cardnya.
Dengan wajah yang menggemaskan, Ken memelas kepada Istrinya.
" Sayang.. Aku tidak membawa Uang Cash..".
" Astaga.. Kau mengajakku kenapa tidak membawa Uang? Aku juga tidak membawa uang sama sekali.. " omel Yaura.
Di omelin Istrinya, Ken berbalik badan lalu menatap Albert.
" Pinjam uangmu. Tenang.. Aku akan membayarnya.. ".
" Wow, keajaiban dunia seorang Big Boss meminjam uang kepadaku. Baiklah, bersyukur Aku membawa sedikit Uang Cash. " tawa Albert.
" Penyelamat. " puji Ken.
" Totalnya 100 rb,Tuan.. " ucap Bapak Penjual.
" Apa? sebanyak ini hanya 100 rb? ini terlalu murah,Pak.. " Ken syok mengenai harga kembang gula.
" Sepertinya Tuan adalah Orang Kaya yang tidak pernah jajan disini. " tawa Bapak.
Tidak tega memberi 100 rb, Ken memberinya uang berjumlah 1 JT hingga membuat pedagang itu bersujud syukur.
" Tuan bisa membeli gerobaknya juga jika sebanyak ini. " lawak Penjual.
" Terima Kasih.. " ucap Yaura dan Ken bersamaan.
Mereka kembali berjalan, Yaura yang tidak sabar memakan kembang gula pun langsung membuka plastik lalu melahapnya.
" RASANYA SANGAT MANIS.. " senyum Yaura bak Anak Kecil yang baru menikmati kembang gula pertama kalinya.
Menyerah dengan pernyataan konyol Sang Istri membuat Ken menggelengkan kepalanya.
" Namanya saja GULA SAYANGKU.. TENTU MANIS, JIKA PAHIT NAMANYA OBAT.. " tutur Ken yang juga memakan kembang gula.
Albert tertawa ngakak menyadari bahwa Pengawal lain memakan Kembang Gula bak Anak Kecil berumur 5 Tahun.
" Big Boss.. lihatlah, Pengawalmu seperti Bocah TK 🤣🤣 ".
" Kita sekarang bukan Sniper, tetapi Bocah Ingusan yang sedang jajan bersama Orang Tuanya. " sambar Pengawal lain yang begitu tersiksa mengikuti perintah Istri Tuannya.
" Big Boss.. Kira sekarang tidak berwibawa🤣🤣 " sambung Pengawal Lain yang membuat Ken dan Albert tertawa ngakak.
Bak tanpa beban, Mereka tertawa melihat pertanyaan konyol Yaura tentang makanan Tradisional.
" MARTABAK COKELAT.. SEPERTINYA ITU ENAK.. " Yaura membaca gerobak pedagang.
" Ken, beli itu.."
" ES ALPUKAT KOCOK.. APA ITU ? " celoteh Yaura yang membuat Ken gemas.
" Itu Alpukat Dingin, Sayang.. lalu di kocok.. sepertinya begitu.. " jawab Ken dengan ngasal.
" APANYA YANG DI KOCOK? " tanya Yaura dengan polosnya hingga membuat Ken dan Albert yang mendengarnya tertawa.
" MENURUTMU APA YANG BIASA DI KOCOK? " bisik Ken seraya tertawa.
" Telur. Telur biasa di kocok. " Yaura masih murni dan tidak bisa menangkap candaan Suaminya.
" TELURNYA SIAPA NONA YAURA? 🤣🤣🤣 TELURNYA TUAN KEN? " Albert dibuat ngakak hingga memegangi perutnya.
" BANGSAT ! 🤣 " Ken memukul Albert dan menyuruhnya diam.
" TELURNYA KAMBING ! " dengan wajah tanpa dosa, Yaura melipir begitu saja ke pedagang.
" SEJAK KAPAN KAMBING BERTELUR?🤣 KAU INI BAGAIMANA SAYANGKU? ASTAGA, UNTUNG ISTRI, KALAU BUKAN? SUDAH AKU KATAIN BODOH. " Ken ngakak.
" APA BIG BOSS TIDAK MENGAJARINYA?🤣🤣 " Albert duduk dan memegangi perutnya yang sakit.
" SIALAN ! DIA MEMANG SEPERTI ITU, TIDAK AKAN PERNAH PEKA DAN FAHAM 🤣🤣 " Ken tertawa lalu menyusul Istrinya.
" Ken.. kemarilah. Aku tidak bisa memesannya, Katakan Aku ingin MARTABAK COKELAT CAMPUR PISANG.. seperti gambar ini.. " pinta Yaura.
Ken menuruti permintaan Istrinya, sembari menunggu mereka pun memesan Alpukat Kocok yang membuatnya tertawa terbahak-bahak.
" MEREPOTKAN. KENAPA TIDAK DI BLENDER SAJA? KENAPA HARUS DIKOCOK? KAN SAMA SAJA. " protes Yaura karena pembuatan Alpukat Kocok yang dikocok manual pake tangan disaat ada Blender disebelahnya.
" Nanti namanya bukan Alpukat Kocok lagi,Sayang..tapi namanya Alpukat Blender, sangat tidak Estetik🤣. " jawab Ken.
*
*
Setelah dapat banyak makanan di Kantung Kresek, begitupun dengan malam yang mulai larut,membuatnya cepat pulang.
" Sangat murah.. Aku tidak menyangka ada makanan semurah itu selain Bubur Ayam.. " senyum Yaura, Ia sangat bahagia melakukan aktifitas orang normal.
" Itulah Pasar Tradisional, sangat terjangkau. " jawab Ken, Ia menatap Istrinya yang terlihat sangat bahagia.
Tiba-tiba..
Tlkkkk
" Yahh putus.. " Yaura menghentikan langkah kakinya karena sendal yang Ia gunakan putus.
Ken berjongkok dan memang sendalnya tidak bisa dikaitkan.
" ADA APA BIGBOSS? " wajah Albert tiba-tiba serius seraya menoleh kaca belakang mobil dan melihat Tuannya berjongkok.
" Tidak apa-apa. Sendalnya putus. " jawab Ken dari earpiece.
" Perlu Kita mundur? " tanya Albert.
__ADS_1
" Tidak perlu. "
Tiba-tiba Ken menyuruh Yaura melepas sendalnya.
" Naiklah.. " Ken berjongkok lalu menepuk punggungnya.
" Naik? Tidak apa-apa Ken.. suruh Albert untuk menjemput Kita, berjalan kedepan 500 meter tidak masalah.. " Yaura menolak digendong Suaminya.
" Tidak apa-apa.. lagipula Aku ingin olahraga agar tidak diejekmu Chubby lagi.. " senyum Ken.
" Tapi Aku berat.. " lirih Yaura.
" Sudah,Ayo Sayang.. " titah Ken.
" Aku tidak bertanggung jawab jika punggungmu patah.. " ujar Yaura.
" Kau fikir Aku selemah itu? Sudah Ayo cepat naik.. " senyum Ken.
Yaura pun melepaskan sendal lalu naik ke punggung Suaminya.
" Ken.. Aku berat.. " dan
" Berpeganglah. " Ken akhirnya berhasil menggendong Sang Istri.
" Aaarrrggghhh jangan di cekek, Kau membuatku susah nafas,Sayang.." sambung Ken saat Yaura mengalungkan tangan ke lehernya terlalu kuat.
" Maaf.. ini pertama Kalinya Aku digendong😅. " tawa Yaura.
Langkah Demi Langkah Ken pijak seraya menggendong Istrinya. Bak seperti mimpi, keduanya sama-sama tidak percaya berada di posisi membahagiakan seperti ini. Bak Sepasang Anak Muda yang sedang dimabuk cinta. Pagi yang berkabung hilang begitu saja dari ingatan Ken karena memang kebahagiaannya adalah ada pada YAURA, kematian Orang Tuanya begitu cepat Ia lupakan.
" Kau bahagia? " tanya Ken seraya menoleh ke wajah Sang Istri yang terbenam di tengkuknya.
" Sangat. " senyum Yaura.
Mmmmmuuuuuaaachhh Ken mendaratkan ciuman di pipi Istrinya.
" Kau harus selalu bahagia. "
" Kau juga.. " jawab Yaura seraya tersenyum dan semakin membenamkan wajahnya.
" Ken.. "
" Humm? ".
" AKU TERAKHIR KALI DIGENDONG OLEH AYAH.. AKU JADI MERINDUKANNYA.. " lirih Yaura.
" KALAU BEGITU, AKU AKAN MENGGANTIKAN AYAHMU. MENGGENDONGMU KAPANPUN KAU MAU.. " senyum Ken.
" Senangnya.. " senyum Yaura.
" Cium donk.. Berat Sekali tubuhmu.. " lawak Ken.
" Tuhkan.. sudah turun.. " pinta Yaura karena kasihan Suaminya keberatan.
" Tidak ! Aku hanya butuh ciuman sebagai tenaga " pinta Ken.
" Dasar Pencari Kesempitan dalam Kesempatan. " senyum Yaura, dan
Mmmmmuuuuuuaaachhhhh Ia mendaratkan ciuman manis di pipi Suaminya.
Ken tersenyum bahagia,
" Lagi Sayang.. "
Mmmuuuachhh mmuaachhh Yaura sukarela memberikan ciuman di pipi Pria Penyelamat Hidupnya.
" Aaahhh geli Sayang.. sudah.. kebanyakan.. 🤣 " Ken tertawa karena Sang Istri menciuminya tanpa henti.
" Biar tenaganya banyak❤❤. " jawab Yaura lalu menghentikan keusilannya.
" Buat nanti malem? " goda Ken.
Yaura tersipu,
" TIDAK ! WLEEE😝 ".
Albert dan lainnya tersenyum melihat keromantisan mereka.
" TERKADANG AKU BERFIKIR BAHWA KEHIDUPAN MEREKA TERLALU SADIS. BAYANGKAN, KEDUANYA SAMA-SAMA KEHILANGAN ORANG TUA. RASANYA SANGAT MENYEDIHKAN,HANYA UNTUK TERTAWA LEPAS SEPERTI SEKARANG SAJA MEREKA HARUS MENUKARNYA DENGAN NYAWA. " ujar Sopir.
" MAKA DARI ITU, KITA HARUS BERDOA AGAR SEJARAH MENGERIKAN ITU TIDAK TERULANG. " ucap Albert.
*
*
KAMAR EVELYN
Yaura dan Ken mendatangi Kamar Evelyn untuk menengoknya. Disana Ia melihat Evelyn lebih tenang dan segar tidak lesu.
" Kau sudah makan? " tanya Ken pada Adiknya.
" Sudah Kak.. " jawab Evelyn,lalu melangkah mendekati Yaura dan
Huggggg Ia memeluknya.
" SUDAH BERAKHIR KAN KISAHNYA? AKU MOHON YAURA, BERHENTI MARAH KEPADAKU. SAYANGI AKU.. ORANG TUAKU SUDAH TIDAK ADA.. JANGAN LAGI ADA KEBENCIAN.. " lirih Evelyn.
" Diriku sudah memaafkanmu sedari dulu. Aku yang justru minta maaf telah melakukan ini kepadamu, sekali lagi maafkan Aku Evelyn.. " Yaura membalas pelukan Adik Iparnya.
" SAYANGI AKU YAURA.. AKU TIDAK SEKUAT DIRIMU, AKU RAPUH.. " rintih Evelyn.
" Aku tidak tahu bagaimana menunjukkan kasih sayang. tapi intinya, Kau bagian dariku.. Jangan bersedih lagi, berdoalah untuk nyawa Kedua Orang Tuamu agar berada di Surga Tuhan.. " lirih Yaura.
Evelyn menganggukkan kepala lalu melepaskan pelukannya.
" Ayo turun ke bawah. ada makanan Tradisional untuk Kalian.. " Ken melangkah keluar dan tidak ingin kembali bersedih.
" Kenapa tidak mengajak Kita? " tanya Vino.
" Sengaja. Aku tidak ingin Yaura melihat kesedihan Evelyn dan merasa bersalah. " tutur Ken.
" Oh iyah ,benar juga."
Lolly, Evelyn, dan Yaura kini turun kebawah. Mereka bertingkah seperti biasanya sambil menikmati Martabak Cokelat.
" Enak sekali.. " puji Lolly.
" Enak atau lapar? " celetuk Vino karena tahu Lolly belum makan.
" Lapar 🤣 ".
" Habiskan semuanya,Lolly.. " senyum Ken.
" Yang lain kemana,Kak? " tanya Evelyn.
" Mungkin ke Bioskop atau Restaurant.. " jawab Ken.
" Harusnya mereka mengajakku. " Evelyn mrengut.
" Kau sibuk menangis, untuk apa mengajakmu. " omel Ken.
Setelah menyantap makanan Tradisional, mereka sejenak berbincang. Kecuali Yaura yang pamit ke atas lebih dulu.
Kamar Yaura
Gerah, Yaura melepas jaket lalu menuju Kamar Mandi untuk membersihkan diri kembali.Dia adalah tipe Wanita yang sangat tidak nyaman jika gerah bercampur keringat.
Beberapa menit kemudian Ia kembali segar dan wangi hingga membuat Ken yang baru saja masuk memujinya.
" Wanginyaa.." Ken mengendus Perfume Sang Istri lalu mendekat dan huggggggg
Ia memeluk Istrinya dari belakang
" Ken.. Aku sedang memakai cream.. " lirih Yaura saat Sang Suami menggigit lehernya.
" Apa hubungannya? " senyum Ken yang sangat manja dengan Istrinya.
" Tidak ada hubungannya.😅 " tawa Yaura.
" Dasar Markonah ! " senyum Ken lalu melepaskan pelukan dan melemparkan jaketnya seperti biasa.
" Gerah.. " Ken pun sama, Ia melangkah ke kamar mandi lalu membersihkan diri.
Beberapa menit kemudian, Ken keluar dengan kaos putih.
" Donna dan Sinta besok resmi bekerja. Hati-hati dengan Mereka, tetap waspada.. " Ken menaiki ranjang, lalu memeluk Istrinya yang sudah rebahan lebih dulu.
" Tentu.. " Yaura menatap Suaminya.
" Kenapa? ".
" Kau mau Ayah Reino dan Ibu Hilya disemayamkan dimana? Disini? " tanya Yaura yang membuat Ken kembali murung.
" Biarkan disana saja. Disini Tempatnya Orang Baik,bukan jahat. " jawab Ken.
" Besok hubungi Rumah Duka untuk Mencetak Foto Mendiang, Kita akan memajangnya disini sebagai Penghormatan. Kau juga harus sering berdoa untuk mereka.. " lirih Yaura seraya memeluk Suaminya.
Ken diam dan enggan memberi jawaban.
" Letakkan fotonya di Gudang. Jangan di Ruangan Utama. "
" Nanti banyak tikus, jika Kau sedang berdoa lalu di gigit tikus bagaimana? " Yaura mencoba membuat Ken kembali senyum dan benar saja Ken melebarkan senyumnya.
" Aku gigit balik tikusnya. " lawak Ken.
" iihh jorok. " Yaura geli.
" Tikusnya Kamu,Sayang.. " Ken malah dibuat gemas, dan seperti biasa mengh*sap leher Istrinya.
" ARRRGHH KEN ! ihh nakal 😭 " Yaura geli sekaligus kaget saat Ken tiba-tiba menggigit pipinya seperti Bakpao dengan begitu gemas.
" Nakalan siapa ? Kau yang membiarkanku di kerumunin Emak-Emak lalu hampir dicium mereka,atau Aku? " omel Ken sambil tertawa.
" KAU 🤣. " Yaura cekikikan saat mengingat wajah Ken yang panik tadi.
" Kau harus di hukum.. " Ken menggigit bibirnya lalu beranjak dan meredupkan lampu.
" Kau bilang Aku nakal. tapi Kau juga sama nakalnya. " senyum Ken seraya melucuti kancing piyama Istrinya.
" Kapan Kau akan merasa lelah? " tanya Yaura dengan lembut, Ia heran kenapa Sang Suami tidak ada lelahnya melakukan rutinitas.
" Setelah ini.. Aku akan lelah.. " senyum Ken lalu melahap habis bibir Istrinya.
🔞 Ken memasuki tubuh Sang Istri. Sepasang Suami Istri itu seakan tidak lelah melakukannya. Wajar saja, Cinta dan Kasih Sayang yang besar membuatnya ingin lagi dan lagi 🔞
HAYOOOO SIAPA YANG NUNGGU YAURA HAMIL DAN NGIDAMNYA KAYAK APA?🤣🤣
JANGAN LUPA BACA NOVEL BARU AKU GUYS🙏❗
Judulnya NANA ✅
***********************
JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE
__ADS_1
VOTE WOY VOTE JANGAN LUPA❗❤🤣😂
Maafin Author Jahannam yang Upnya bikin deg-degan karena suka ngilang berbulan-bulan.