Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Nasib Anin


__ADS_3

MALAM HARI


Masih belum akur, Lolly dan Anin sama sekali tidak bertegur sapa, Hingga membuat Kevin dan Alex saling menatap.


" Kenapa mereka? " tanya Kevin seraya memperhatikan Anin, Lolly dan Evelyn yang sedang menyantap hidangan makan malam.


" Mungkin mood mereka sedang buruk,namanya juga Wanita. " lirih Alex yang sedari tadi mengamati Lolly. ingin mengajak becanda, namun Ia sendiri canggung setelah kejadian semalam.


Karena Ken sibuk mengurusi G&D disela Honeymoonnya,membuat Yaura keluar lebih dulu.


Saat Keluar, Ia tidak sengaja berpapasan dengan Alfin dan David yang sedang memikirkan sesuatu. Seakan memberikan sinyal, David dan Alfin menatap Yaura.


Ditatap tidak biasa, membuat Yaura mengerutkan dahinya.


" Kenapa? ".


" AKU INGIN MENGATAKAN SESUATU PADAMU. " ucap David, matanya memerah. gairah untuk membuka kedok Anin pun semakin membumbung tinggi.


Grepppppp Alfin menahan tangan David sebagai sinyal.


Sangat jeli, cerdas dan terlatih membuat Yaura menatap Alfin dan David dengan penuh selidik.


" Katakan. " singkatnya.


Sabar,


" AKU MEMINTA INFORMASI TENTANG KELUARGA NONA LEE.. APA KAU BISA MEMBERIKANNYA? JUJUR, AKU TERTARIK DENGAN NONA LEE. "alibi David.


Masih tidak percaya, Yaura terus mengamati gerak-gerik Alfin dan David.


" Aku rasa mereka menutupi sesuatu. " batinnya.


" Yaura,Kau jangan marah. sebenarnya David memang ingin sekali dekat dengan Keluarga Nona Lee, tapi Dia tidak berani menanyakannya. karena Kau tahu sendiri, Nona Lee sangat susah didekati. Aku ingin memberikan data tentang Nona Lee, tapi Aku takut Kau marah, jadi David terpaksa memintanya secara langsung kepadamu,karena Kau adalah Adiknya. " Alfin berusaha keras mengelabui Yaura, meskipun itu susah.


Melihat David sangat perhatian dengan Nona Lee membuat Yaura mempercayainya.


" Baiklah,Aku mempercayai Kalian. Tapi Aku tidak akan memberikan datanya. Minta sendiri. " ucap Yaura lalu berlalu pergi begitu saja. Ia ingin David memiliki keberanian untuk mendekati Nona Lee lebih jauh.


Berhasil,membuat Alfin bernafas lega.


" JANGAN BODOH SEPERTI TADI DAVID ! JANTUNGKU BERDETAK KENCANG KARENA KET*LOLANMU ! " umpat Alfin sembari mengelus dadanya.


" Aku tidak tenang jika masalah ini belum terungkap." David memejamkan mata. Ia mencoba mengikuti saran Alfin.


Setelahnya,mereka pun melangkah ke lokasi dinner.


Dinner


Satu persatu orang mulai datang, kecuali Lisya dan Ken yang belum terlihat.


" Lama sekali. Aku sangat lapar menunggu Kalian datang. " protes Evelyn yang sudah makan terlebih dahulu.


" Tidak masalah Evelyn. Aku tahu bagaimana rasanya lapar. " Nona Lee tertawa melihat makanan di meja Lolly,Evelyn dan Anin yang sudah habis tak tersisa.


" Dimana Lisya? " tanya Anin pada Yaura.


" Aku belum bertemu dengannya." jawab Yaura, Ia memikirkan Ken yang sampe sekarang belum datang.


" Lisya ada di Kamarku sedang mandi,Anin." saut Nona Lee.


" Ohh. " Anin membulatkan bibirnya.


*


*


Kamar Kosong


Ken melewati kamar yang tidak ditempati,tiba-tiba


Grepppppppppp seseorang menariknya dari dalam hingga Ken terhimpit di dinding. Keadaan gelap dan sunyi,membuat Ken..


Tlkkkkkkkkk Ia mengeluarkan senjata dan menodong kepala Wanita yang dihadapannya.


" SIAPA KAU? " Ken menghujamkan pistol, tangannya hendak menarik pelatuk.


Wanita itu mengangkat kedua tangannya ke atas.


" Ini Aku,Ken.. LISYA.. " ucap Wanita itu yang ternyata adalah Lisya. tangan Lisya pun meraih sakeral yang berada tidak jauh darinya,membuat Lampu menyala.


Benar Lisya, membuat Ken menurunkan senjatanya.


" Kau mengagetkanku. " ucap Ken sembari mengamati Lisya.


" Ada sesuatu? " Ken menyoroti sekitar saat melihat ekspresi Lisya yang seperti waspada dan was-was.


Memberanikan diri,


" Sebelumnya Aku minta maaf karena lancang mencampuri urusan Kalian. Tapi ini adalah bagian dari tugasku sebagai Agent NIS untuk menjamin keselamatan sekitar. " Lisya menundukkan kepalanya sedikit kepada Ken.


" Jangan menunduk seperti itu. Katakan ada apa.. " Ken menatap Lisya.


Tak menjawab, Lisya mengarahkan Ken untuk mendekati sebuah meja yang berisi Laptop dan Headphone.


Awalnya tak mengerti apa maksud Lisya membuat Ken menyerit heran.


" Dengarkan ini baik-baik. " tegas Lisya, tangannya menekan tombol Play pada Laptop.


Ken pun mendengarkan rekaman melalui Headphone yang Ia pasang dikepala. Awalnya biasa saja,tapi lama-lama matanya memerah.


Beberapa saat kemudian,


" Darimana Kau mendapat rekamannya? " Ken melepas Headphone dan menyelidiki Lisya.


" Kemarin aku tidak sengaja merekam percakapan mereka dengan penyadap. Tunggu,ada video lagi. " sambung Lisya dan mencari video yang baru saja Ia dapatkan.


Ken pun menonton video Lisya di tebing.


" Sepatu Nona Lee tidak licin, tekstur tebing aman, cuaca tidak hujan. Lihatlah, Aku bahkan berdiri di paling ujung,tetapi tidak teperosok. " Lisya menjelasakan panjang lebar kepada Ken.


" Kau pasti mengerti Apa maksudku,Ken. Tragedi Istrimu Yaura, akan menjadi sejarah sepanjang masa. Aku tidak ingin lagi kejadian itu terulang.. Banyak nyawa yang tergeletak karena ORANG BERMUKA DUA. Maaf jika Aku lancang,Ken.. sungguh Aku tidak bermaksud menjelekkan Keluargamu.. " Lisya membungkukkan badannya sebagai permintaan maaf,karena bagaimanapun, posisi Ken adalah lebih tinggi darinya jika masalah Kasta.


" JANGAN MEMINTA MAAF. AKU MALAH BERTERIMA KASIH KEPADAMU,LISYA.. Aku pergi dulu. " Ken mengepalkan kedua tangannya,matanya memerah dan berkaca.

__ADS_1


" APA YANG ANIN LAKUKAN? APA DIA KEHILANGAN AKAL? " Ken meradang. tatapannya sangat tajam, rekaman kejadian masa lalu pun kembali membayangi langkahnya.


Dinner


Disaat Zayn, Nona Lee dan semuanya sedang menyantap makan malam, berbeda dengan Yaura yang masih menunggu Suaminya.


" Makanlah Yaura.. Ken itu memang sangat perfeksionis. Jika pekerjaan belum kelar,Dia tidak akan keluar. " saran Kevin.


Sedang dibicarakan, Ken tiba-tiba muncul. melihat Istrinya belum makan,


" Kau belum makan? " Ken mencoba mengontrol dirinya.


" Kau lama sekali. Aku sangat lapar. " protes Yaura.


" Lain kali makanlah tidak perlu menungguku.Aku sudah makan di dalam. " Ken mengelus kepala Istrinya.


" Aku ingin berbicara denganmu,Anin. " sambung Ken seraya menatap Anin dengan penuh ketidakpercayaan. Ia tidak menyangka, Wanita selembut Anin tega melakukan hal keji seperti itu.


Khawatir,


" Ada apa Kak Ken? " tanya Lolly sembari melebarkan senyumnya.


" Ada data input Louis yang tertukar hingga menyebabkan kerugian besar, Aku ingin Anin menjelaskannya. " saut Ken lalu melangkah pergi begitu saja.


Tidak curiga,


" Iyah, sepertinya Aku membuat kesalahan pada pekerjaanku 2 minggu yang lalu. Aku permisi.. " Anin pamit dan melangkah mengikuti Ken. Ia berfikir keras bagaimana data input bisa tertukar hingga membuat Louis rugi besar. karena bagaimanapun, Dirinya lah yang membantu Evelyn menangani Louis.


Sedang makan, fikirannya tiba-tiba berpacu pada ekspresi Sang Suami yang tidak seperti biasanya.


" Kenapa Ken? apa ada yang disembunyikan?. "


" Bukankah tadi Evelyn sudah bilang bahwa Louis mengalami kerugian besar. tapi ekpresinya biasa saja waktu itu. tapi sekarang? " gumam Yaura dalam hati.


Ikut bergabung, Lisya mendudukkan dirinya di kursi sebelah Yaura.


" Kau kenapa? " tanya Lisya.


" Tidak papa. " Yaura menarik sudut bibirnya.


*


*


Kamar Ken


Setelah menyuruh Anin masuk, Ken pun langsung menutup pintu.


" Ken, Aku mohon maaf telah menyebabkan kerugian besar. " Anin membungkukkan badannya sedikit.


" Aku tidak pernah menegurmu mengenai kerugian. tapi.. Aku tidak bisa menerima kenyataan ini. " Ken menatap Anin hingga membuat Anin gemetar, karena sungguh Ia sangat takut dengan Ken.


" A-a-apa maksudmu Ken? " Anin mencoba tersenyum.


" APA KAU SENGAJA MENJATUHKAN NONA LEE? " tanya Ken, dan..


Deg !!! Anin membulatkan matanya,jantungnya berpacu dengan cepat.


" CUKUP JAWAB IYAH ATAU TIDAK ! AKU SUDAH TAHU SEMUANYA ANIN ! " Ken mengeraskan rahangnya, Ia sebenarnya tidak tega menyentak Anin.


" Apa maksudmu Ken? Sungguh Aku tidak pernah ada niatan seperti itu. " Anin terus mengelak dan tidak pernah menjawab dengan benar.


" Kau kira Aku bodoh, Anin? Kau kira orang-orang disekitarmu itu juga orang bodoh? TIDAK. sekarang jawab untuk terakhir kalinya, APA KAU MEMANG SENGAJA MENJATUHKAN NONA LEE DARI TEBING? " ancam Ken yang membuat Anin semakin gemetar.


" Aku bukan orang jahat,Ken. Nona Lee jatuh sendiri, bukan Aku yang sengaja menjatuhkannya ! " mata Anin berkaca.


Hilang kesabaran,


Tlkkkkkkkkkkkkkkk Ken mengeluarkan senjata dan menodongkannya ke Jantung Anin.


Melihat Ken menodongnya membuat Anin semakin berkaca, tenggorokannya tercekat. Antara takut ,cemas dan tidak ingin mati.


" Apa yang Kau lakukan,Ken.. sungguh bukan Aku yang melakukannya.. Nona Lee terjatuh sendiri,bukan disengaja .. " lirih Anin, wajahnya begitu ketakutan.


" SIAPA YANG MEMBAYARMU UNTUK MEMBUNUH NONA LEE?! " Ken semakin mendesak Anin.


" Tidak ada. Jangan berbicara melantur Ken, Aku sama sekali tidak sejahat itu.. Aku ini Saudaramu,kenapa Kau tidak percaya padaku? " lirih Anin, cairan bening tidak bisa terbendung lagi, rasanya ingin sekali menetes.


" Aku tahu Kau adalah Saudaraku ! tetapi Bagaimana bisa Kau mendorong Nona Lee hingga jatuh?! Nyawanya hampir melayang karenamu Anin !!!!!! Menghilangkan nyawa seseorang adalah Suatu kejahatan !!! APA KAU KEHILANGAN AKAL ! " teriak Ken hingga membuat Anin semakin ketakutan.


" JAWAB AKU SEKARANG ! KENAPA KAU MELAKUKANNYA ?! JIKA ADA SESEORANG YANG MENYURUHMU UNTUK MEMBUNUH NONA LEE, KATAKAN SIAPA ! SIAPA YANG MENYURUHMU MELAKUKAN HAL KEJI SEPERTI INI ANIN ! AKU TIDAK MENYANGKA KAU SETEGA INI !!! " Ken murka.


Anin diam, pandangannya menunduk ke bawah.


" JAWAB ! ATAU AKU AKAN BENAR-BENAR MENEMBAKMU ANIN !!!!! " ancam Ken.


Tiba-tiba seseorang membuka pintu dan


Stttttttttttttt seseorang itu langsung merebut senjata dari Ken.


" APA YANG KAU LAKUKAN, KEN ! " teriak Kevin. Jantungnya berdetak kencang saat melihat Anin tertodong senjata, Ia pun langsung pasang badan untuk melindungi Anin.


" SELESAIKAN BAIK-BAIK JIKA ADA MASALAH ! JANGAN SEPERTI INI ! DIA BUKAN LAWANMU KEN ! DIA ANIN SAUDARIMU ! APA KAU GILA ?! " teriak Kevin, Ia memegang tangan Anin dan melindunginya dari amukan Ken.


" MINGGIRLAH KEVIN ! AKU TIDAK PUNYA URUSAN DENGANMU ! ATAU AKU AKAN.. " belum menyelesaikan perkataannya,


" AKAN APA?... " tanya seorang Wanita yang tidak asing baginya..


Deggg !!!! Pandangan semua orang tertuju padanya.


" Yaura.. " lirih Ken.


Kevin dan Anin memucat dan gemetar.


" ADA APA INI? " tanya Yaura kembali. Matanya tertuju pada senjata yang Kevin pegang.


" Ya-ya-yaura ? " ucap Anin terbatah, tubuhnya lemas tak berdaya. Bayang-bayang perkataan Lolly tentang Yaura yang tak kenal ampun membuatnya meneteskan air mata.


" Ya Tuhan.. bagaimana ini..😥 " rintih Anin dalam hati.


Yaura menyoroti keadaan sekitar, yang Ia kira ada penyerangan senjata. Berpindah ke Ekpresi Ken antara marah dan tidak tega, Lalu Kevin yang semakin melindungi Anin dengan tubuhnya.


Tidak terlihat, membuat Yaura melangkah ke arahnya.

__ADS_1


" Anin.. kenapa Kau menangis? " tanya Yaura saat tahu bahwa Anin menangis.


Ken bimbang, Ia tidak tega memberitahu Yaura bahwa Anin yang mencelakai Kakak Angkatnya.


Tidak mendapat jawaban, membuat Yaura melangkah ke arah Ken.


" Ada senjata. Katakan ada masalah apa? " Yaura mendesak Suaminya. karena tidak mungkin hanya karena masalah kerugian, Sang Suami tega membuat Anin menangis.


Kevin yang juga tidak tahu masalahnya pun hanya bisa berdoa, Ia faham bahwa Ken semarah itu, artinya ada sesuatu yang disembunyikan.


" Tidak mungkin karena Louis,Ken tega menodong Anin dengan senjata. Dia sangat pemaaf jika masalah dana atau uang, tapi ini masalah apa sebenarnya?.. " gumam Kevin dalam hati, Ia melirik Anin yang sedang menangis. Sungguh Ia tidak tega melihat Anin menangis seperti itu.


Anin menatap Ken dengan tatapan sayu.


" Ken,Aku mohon jangan memberitahu Yaura.. " Ia menggelengkan kepalanya dengan pelan sebagai kode, air mata pun semakin menetes deras.


" APA ADA PENGHIANAT? " pertanyaan Yaura membuat telinga semuanya tersentak.


" TIDAK.. TIDAK.. TIDAK.. AKU TIDAK INGIN MATI.. " Anin gemetar diringi derai air mata. Ia tidak bisa membayangkan jika Yaura tahu, lalu menembak kepalanya.


Yaura semakin menatap Kevin,Anin dan Ken dengan penuh selidik. Tatapan mata yang tajam juga ekpresi dingin membuat Aura Kematian Dewi Yaura semakin terpancar. Ia sudah siap melenyapkan siapapun yang menghianantinya di belakang.


" Ken.. Aku mohon.." Anin menangis dan menatap sayu Ken agar tidak mengatakan kebenaran pada Yaura.


Tidak tega,


" ANIN MENAMPAR LOLLY. DAN AKU TIDAK TERIMA DIA MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAP ADIKNYA SENDIRI. BAGAIMANAPUN LOLLY SUDAH SEPERTI ADIKKU .. AKU TIDAK INGIN DIA TERLUKA. " ucap Ken lalu melangkah pergi begitu saja. Ingin mengungkap kebenaran, tapi Ia juga tidak tega jika Istrinya kembali trauma dan Anin mati ditangannya sendiri,apalagi di tangan Yaura. karena sungguh,Ia tidak ingin ada setetes darah yang jatuh ke tanah.


Deggg !!!! Anin bernafas lega saat Ken tidak mengungkap kebenarannya.Kevin pun ikut lega mendengar penuturan Ken, karena artinya tidak ada masalah serius.


Yaura masih berfikir keras. Memang masuk akal jika Suaminya marah kepada Anin, karena memang Lolly ditampar oleh Anin.


" Apa Ken tidak berbohong? " lirih Yaura dalam hati. sungguh, kecurigaan selalu menghantuinya.


Tukk tukk tukk Yaura melangkah mendekati Anin dan Kevin.


" Anin.. Jangan menangis lagi.. Maafkan Ken, Dia memang sedikit aneh malam ini.. berhentilah menangis.. " tutur Yaura guna menenangkan Anin.


" I-i-iyah Yaura, Terima kasih. " Anin tersenyum sembari mengusap air matanya.


" Sekali lagi maafkan Ken.. Aku pamit dulu. "Yaura membalikkan badan lalu melangkah mengikuti Suaminya.


Lega karena Yaura sudah pergi, membuat Anin langsung menjatuhkan dirinya di soffa.


" Ya Tuhan, terima kasih telah menyelamatkanku.. Astaga, Aku hampir mati.. " gumamnya dalam hati.


Merasa ikut lega, Kevin memasukkan senjata Ken ke saku celananya. Tangannya menuangkan segelas air putih lalu memberikannya pada Anin.


" Minumlah.. dan tenangkan dirimu.. " lirih Kevin.


" Terima kasih.. " Anin langsung menengguk air putih itu hingga habis.


" LAIN KALI JANGAN SAMPE MENAMPAR ADIKMU SENDIRI,ANIN.. KEN MEMANG SANGAT MENYAYANGI ANGGOTA KELUARGANYA, APALAGI YANG MASIH KECIL MACAM LOLLY DAN EVELYN.. DIA TIDAK AKAN TERIMA KALO ADA YANG MENYAKITI ANGGOTA KELUARGANYA.. " tutur Kevin sembari menatap Anin dengan lekat.


" Iyah Aku tahu Ken sangat menyayangi Lolly. Tetapi wajar saja Aku menamparnya, karena Lolly sangat kurang ajar kepadaku.. " Anin menggenggam erat gelas itu, tatapannya menajam, hatinya kembali bergejolak.


" Kurang ajar, Lolly ! tega-teganya Kau memberitahu Ken dan membahayakan nyawa Kakaknya sendiri ! Awas saja Kau ,Lolly !! " ancam Anin yang mengira Lolly yang membongkar semuanya.


Sadar bahwa ini adalah Kamar Ken, Anin beranjak begitu saja dan meninggalkan Kevin tanpa mengucapkan terima kasih atau apapun karena telah menyelamatkannya dari amukan Ken.


" Melihat sorot mata Anin tadi.. Aku rasa ada hal disembunyikan.." lirih Kevin, Ia ikut berfikir keras tentang masalah Anin dan Ken.


" Ken sampai menodongkan senjata kepada Anin. Benar... iyah benar.. Aku rasa ada masalah serius.. " Kevin beranjak dan meninggalkan Kamar Ken.


Taman


Menjauhi keramaian,Ken mendudukkan tubuhnya di bangku taman bunga yang ada di Maldevis. Ia berusaha keras melawan emosinya yang sedang meledak-ledak,


" SIAL ! " umpat Ken sembari memukul bangku. Ia tidak habis fikir bagaimana bisa Anin setega itu.


" Apa Dia tidak takut kepalanya ditembak oleh Yaura? Jika Yaura tahu tentang hal ini.. HABISLAH DIA !! " umpat Ken dalam hati, Disisi lain Ia juga tidak tega melihat Anin mati, tapi disamping itu ada nyawa yang hampir melayang karenanya.


Yaura datang dan duduk disebelahnya, Ia melihat Suaminya itu sangat frustasi.


" Ken sepertinya sangat kecewa dengan Anin karena menampar Lolly. Tapi Aku tidak tahu bagaimana menenangkannya.. " lirih Yaura dalam hati, Ia bingung bagaimana menenangkan Suaminya, disaat Dia sendiri tidak tahu arti romantis.


Greppppp tangan Yaura menggenggam tangan Sang Suami.


" Ken.. tenanglah.. " lirih Yaura yang membuat Ken mendelik.


Huggggggggg Ken lebih dulu memeluknya dengan erat.


" Aku sangat kecewa dengan Anin. " lirih Ken, Ia memejamkan mata dan membayangkan jika Istrinya itu kembali trauma saat mengetahui ada ULAR BERBISA yang mencoba mencelakai Keluarganya kembali.


" Maafkan Aku,Sayang.. " sambung Ken, Ia menciumi kening Istrinya dengan penuh kasih sayang dan kekhawatiran.


" Kau yang marah, kenapa Aku yang ditenangkan?.. " heran Yaura.


" Tidak, Aku sudah tidak marah jika ada Kau disisiku.. " lirih Ken.


" Ken.. jangan terlalu kasar pada Anin,Aku tidak tega melihatnya menangis tadi.. " Yaura mengeratkan pelukannya.


" Iyah,Sayang.. " Ken hanya mengiyakan tanpa berani memberikan kebenaran.


*************************


Jangan lupa like dan votenya


Saran dan Kritiknya juga yah♥️


SPOILER


Anin marah besar kepada Lolly.


" Tega sekali Kau,Lolly ! karenamu, Ken hampir menembakku tadi ! " teriak Anin.


" Apa maksudmu? " ucap Lolly.


" Brengs*k Kau,Lolly !!!!! " teriak Anin sembari mengangkat tangannya, hendak kembali menampar Adiknya..


Tiba-tiba seorang Pria mencegah tangannya.


" KETERLALUAN KAU,ANIN .. " ucap Pria itu sembari menatap Anin.

__ADS_1


__ADS_2