
Kembali ter***sang, Ken merebahkan tubuh Sang Istri dan mencumbunya tanpa henti.
.
.
.
.
Pergumulan kembali mereka lakukan, entah berapa kali mereka lakukannya .Namun yang pasti, itu lebih dari Tiga Kali. Damn !!!!! KEN BENAR-BENAR NAKAL DAN LIAR.
Bak balas dendam karena Hasrat tak kunjung terlampiaskan selama ini, malam ini Ken benar-benar menerkam habis tubuh Ideal,sexy,menggoda,berisi,bersih,putih,wangi, dan terawat Sang Istri.
Melayani Sang Suami, membuat Yaura kalang kabut karena permainannya yang sangat mematikan. Ia hanya pasrah menyerahkan diri sepenuhnya kepada yang berhak,Suaminya.
Desahan, lenguhan, dan erangan masih terdengar,menjadi bukti bahwa Pergulatan mereka belum berakhir. Ranjang nampak bergerak, keringat bercucuran hingga membuat tubuh keduanya semakin Eksotis.
Tak bisa dipungkiri,bahwa kenikmatan tubuh Sang Istri tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata, terbukti dari hasrat dirinya yang tak kunjung terpuaskan, meskipun sudah melakukannya berkali-kali.
" Sayang.. Kau membuatku benar-benar Gila !!!! Aaahhh.." bisik Ken ke telinga Yaura diiringi dengan gerakan pinggulnya dibawah sana.
" Kau memang sedari dulu sudah Gila.. Mmppphh " bisik Yaura ke telinga Sang Suami, suara dan desahannya begitu lembut ,namun menggoda. Tubuhnya bergerak,akibat permainan Ken dibawah sana.
Ken tersenyum sembari menciumi leher Sang Istri, Ia semakin mempercepat tempo permainan.
Cinta, kasih sayang, bahagia, terharu serta NAFSU bercampur menjadi satu, membuat Ken dan Yaura sama-sama menikmati Pergulatan mereka tanpa penyesalan sedikitpun. dan pada akhirnya..
Malam ini, keduanya RESMI MELEPAS KESUCIAN YANG SELAMA INI DIJAGA. Disela-sela permainan, Ken menarik sudut bibirnya dan merasa tidak menyangka bahwa YAURA BENAR-BENAR PERAWAN, dan menyerahkan KEHORMATAN HANYA UNTUKNYA. Ia sangat ingat,detik-detik selaput d*r* disobek oleh Miliknya,hingga membuat Sang Istri menangis kesakitan.
" Aku sungguh beruntung menikahimu,Yaura.. Kau sama sekali tidak tersentuh.. " puji Ken dalam hati.
40 menit kemudian, tubuh Ken kembali mengejang, Ia mencium bibir Sang Istri dengan sisa tenaga,dan..
CRRRR*****TTTTTTTTTT, sesuatu kembali menyembur rahim Sang Istri sekian kalinya.
" Aaahh.. Ya Tuhan, ini sangat nikmat.. " racau Ken, dan jatuh ke pelukan Yaura, nafasnya hampir habis karena nafsu dan permainannya sendiri. Tubuhnya kini benar-benar tidak bertenaga.
Yaura memejamkan mata, menikmati setiap pelepasan yang masuk ke dalam Rahimnya.Ia kembali menggigit bibir bawahnya yang sedikit terluka karena ke BRINGASAN Sang Suami.
Ken menatap Sang Istri, matanya nampak sayu. Keringat keduanya bercampur , dan saling berebut oksigen untuk mereka hirup. dan Yah.... suasananya sangat panas nan intim. bagaimana tidak? tertelanjang bulat, di atas ranjang, peluh berjatuhan, nafas tersenggal, dan tubuh yang lengket menjadi SAKSI KENIKMATAN SURGA.
" I Love You, Sayang.. Mmmmuuuacchhh " lirih Ken sambil mengecup lembut kening Yaura.
Tersentuh, dan bahagia.
Yaura hanya melukiskan senyum manis di bibirnya.
Brughhhhhhh Ken beranjak,lalu menjatuhkan diri ke samping Sang Istri.
" Aku tidak menyangka akan selelah ini melakukannya.. " ucap Ken, Ia menatap langit-langit kamar sambil melipatkan tangannya ke belakang kepala. Sungguh, pergulatan ini membuat tenaganya terkuras habis.
" Tapi sangat nikmat... " sambungnya. ( Yaiyalah NIKMAT BAMBANG 🤣 Gue yakin pasti lu makin manja,tiap malem minta jatah 🤣 )
Dan
Grepppppp Ia menarik tubuh Yaura lalu memeluknya dengan erat.
Deg !!!! Yaura terbenam dalam pelukan Sang Suami, Ia menghirup aroma maskulin tubuh Atletis Ken, yang baru saja merenggut kesuciannya.
" Tidurlah,Sayang.. Kau juga pasti lelah.. " Ken menatap lekat wajah Yaura, lalu mengusap lembut pipi ranumnya.
Yaura tidak banyak merespon, Ia hanya mengangguk kepala.
" Kau juga.. " lirihnya.
" Selamat malam,Istriku. mmuuuaachhhhh " Ken mengecup sekilas bibir candu Sang Istri.
Greppppp Yaura melingkarkan tangan ke pinggang Ken,lalu memejamkan kedua matanya.
Lelah bertempur, keduanya kini terlelap. Mereka tidur saling berpelukan tanpa sehelai benangpun, yang hanya dibalut oleh satu selimut yang menjadi SAKSI BISU MALAM PERTAMA MEREKA.
***********************
PAGI HARI
Berbeda dengan semalam yang hampir tanpa pelayan, kini sebaliknya. terlihat pelayan berseragam ala-ala Pelayan Drakor berseliweran kesana kemari mempersiapkan sarapan pagi untuk Tuan dan Nyonya nya.
David , Dokter Lee dan Anin yang bangun lebih dulu nampak membelakkan kedua mata, mereka begitu terkejut.
" Banyak sekali pelayannya.." lirih David, matanya menyapu bersih seisi Ruangan.
Lirihan David, langsung terdengar oleh Dua Wanita yang berada di sampingnya.
" Jika dikumpulkan,mungkin akan menjadi Warga Kampung. " lawak Dokter Lee yang membuat David tersenyum.
" Kau lebih cocok menjadi seorang Pelawak daripada Dokter. " puji David, lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju Halaman Depan untuk mencari udara segar.
Melihat interaksi David dan Nona Lee membuat Anin menundukkan pandangannya. Entah kenapa,hatinya tiba-tiba sesak.
" Sepertinya Nona Lee dan David sangat dekat.. " lirihnya dalam hati.
Greppppp Nona Lee meraih tangan Anin.
" Nona Anin, mari Kita kedepan, udaranya sangat segar. " ajak Nona Lee sembari melebarkan senyum manisnya.
" Tentu,Nona. " Anin mencoba membalas senyuman Nona Lee.
Tak berselang lama, Kevin, Alex, Alfin, Lisya , Lolly , Vino dan Evelyn nampak berjalan dari sudut sana. Walaupun muka bantal, namun ketampanan dan kecantikan mereka tidak bisa diragukan.
DEG !!!!! Mata mereka terbelak saat menyadari Pelayan yang berlalu lalang menyiapkan sarapan dan membersihkan Rumah.
" Ken seperti membuat Istana,bukan Rumah ! banyak sekali pelayan. " ucap Vino.
" Seperti di Dunia Dongeng.. " timpal Lolly, mulutnya menganga.
Alex mendelik.
" Pantas saja kekanakan, tontonannya pasti Masha and The Bear. " celetuk Alex.
Deg !! Lolly langsung melotot.
" Diam !!!! ini masih pagi, jangan membuat moodku hancur ! " ketus Lolly.
SEREMPAK .
Alfin, Lisya, Kevin, Vino, dan Evelyn kompak menutup telinga mereka lalu berjalan menjauhi Dua Manusia yang tidak pernah akur.
" Mendengar pertengkaran mereka membuat telingaku pecah. " Alfin menggelengkan kepala.
Lisya yang mendengarnya pun langsung melukiskan senyum manis.
" Bangun tidur saja Kau terlihat sangat tampan. " puji Lisya yang sibuk memandangi wajah Alfin.
Mereka kini bergabung dengan David untuk berolahraga pagi di Halaman Depan.
Kamar Ken
Disaat yang lain sudah bangun dan olahraga, Pasutri ini masih betah ileran di Ranjang, sambil memeluk satu sama lain tanpa busana. Maklum,habis tempur semalam.
Masih di alam mimpi, tiba-tiba
Triningggggggggggg bunyi Alarm ponsel mata Tiga milik Ken yang entah ada dimana.
Degg !!! Ken menjengit dan mengerjap. Pandangannya terasa kabur, tubuhnya terasa remuk dan lelah.
" Astaga.. Kenapa sakit sekali.." lirih Ken yang merasa tangan sebelah kanannya terasa sakit dan keram. Ia pun menoleh ke samping dan..
Deg !!!! Ken membulatkan kedua mata saat melihat Sang Istri bagian atasnya tanpa busana,hingga menampakkan punggung dan area dada yang terlihat . Ia pun langsung membuka selimut dan menyadari bahwa mereka tidur bersama tanpa sehelai benangpun.
" Aku..... " Ken sejenak berfikir dan terheran.
DEG !!! emang dasar otaknya cepet kalo soal mesum, Ken langsung melebarkan senyum saat mengingat KENIKMATAN SURGA semalam.
" Ya Tuhan, lupa.. semalam Aku sudah menyentuhnya.. " lirih Ken dalam hati. Ia menatap wajah Wanita yang masih berada di dekapannya itu dengan tatapan berbinar dan penuh kebahagiaan. Ken kembali mengingat pergulatannya di Ranjang.
Dann.. Mmmuuuuuaachhhhh Ken mencium punggung Sang Istri dengan penuh kasih sayang.
" Kau milikku seutuhnya,Sayang.. Muuuuuuaaachhhh " Ken kembali menciumi pipi dan tengkuk Sang Istri, rasa cinta yang begitu besar kepada Yaura membuat Ken ingin selalu menghujaninya dengan kebahagiaan tanpa henti.
Ken memandangi dan meremas lembut tangan Sang Istri, Sumpah Demi Tuhan, rasanya Ia ingin selalu menguyel-uyel tubuh Yaura.
" Dasar Kebo !!!! Sudah Aku cium juga masih belum bangun.. " Ken tersenyum seraya memandangi Yaura yang masih tertidur pulas.
Bukannya bangun, Ken malah kembali membaringkan tubuhnya dan mendekap Sang Istri.
" Posisi Enak, malas bangun.. " racau Ken dalam hati. Ia membali memejamkan mata, senyum manis terus menghiasi pagi ini.
Iyah, itulah Ken. DABLEG 🤣 bukannya bangun, malah BOBO lagi 😂 Suaminya Aku gini amat.
2 Jam kemudian
Terlalu lama menunggu Tuan Rumah sarapan,membuat yang lain jengkel, mereka pun akhirnya sarapan lebih dulu.
" Tidak biasanya Kakak bangun siang seperti ini.. " ucap Evelyn seraya menikmati sarapan pagi ala barat tersebut.
" Kau seperti tidak faham saja, namanya juga SUAMI ISTRI. " tawa Kevin yang membuat semuanya mendelik.
" Kau dan Ken paling cepet kalau soal mesum. " celetuk Vino.
Mereka kembali mengobrol dan tertawa bersama disela-sela sarapan, ini membuat hubungan Kekeluargaan semakin dekat.
*
Merasakan kehangatan di sekitar tengkuk akibat nafas Sang Suami, membuat Yaura membuka matanya perlahan. Pandangannya masih kabur, dan samar.
Yaura menurunkan pandangannya ke perut,nampak tangan kekar Sang Suami sedang melingkar sempurna di perutnya. Tidak bisa dipungkiri, pelukan hangat Ken begitu nyaman dan menenangkan.
" Jam berapa ini.. " lirih Yaura lalu membalikkan badan menghadap Pria yang sedari tadi memeluknya. Dan..
Deg !!!! Melihat Ken bertelanjang dada dan bekas Kissmark berwarna merah keunguan di leher Sang Suami membuat Yaura membulatkan kedua mata.
" YA TUHAN, APA YANG TERJADI ? " Yaura begitu syok, dan
Brakkkkkkkk Ia menyingkap selimut yang membalut tubuhnya.
DEGG !!! Mata Yaura hampir meloncat keluar saat menyadari dirinya telanjang bulat.
" SEMALAM .. SEMALAM KITA... " Yaura menggigit bibir bawah, dan mengingat kembali pergulatan semalam.
" Ahhhhhh Ken,pelan-pelan. "
" Sayang, ini sangat nikmat. "
Pipi Yaura bersemu mengingat pergulatan semalam, Ia kemudian mengalihkan pandangan ke Sang Suami.
" Ken menyentuhku semalam.. Astaga, lalu bagaimana Aku menghadapinya setelah ini? Ahhh rasanya ingin menghilang.. " lirih Yaura dalam hati, Ia masih merasa malu dan tidak mampu berhadapan dengan Pria yang telah menyentuhnya.
Tiba-tiba
Greppp Ken kembali memeluk Sang Istri, mata terpejam namun senyum manis terulas.
" Selamat Pagi,Istriku.. Kau sudah bangun,Sayang? " sapa Ken, sambil membuka matanya perlahan.
Deg !! Melihat Ken bangun,membuat Yaura uring-uringan. Ia langsung menghempaskan tangan Suaminya, dan ingin beranjak,namun..
Grepppp Ken kembali menarik tubuh dan menindihnya.
" Ken.. Aku mau mandi,lepaskan.. " lirih Yaura dengan lembut dan menghindari kontak mata dengan Suaminya.
Melihat pipi Sang Istri bersemu dan nampak malu-malu membuat Ken geli dan gemas.
" Kau malu ? untuk apa malu? Kita sudah terbuka semalam.. " bisik Ken yang membuat pipi Yaura semakin memerah.
" Ken bangun.. Aku ingin mandi.. " Yaura mencoba mendorong dada Ken.
" Kita mandi bersama.. " lirih Ken dengan Suara menggoda, sembari menggigit bibir bawahnya yang semakin sexy.
DEGG !!! Yaura menatap Ken.
Plakkkkkkk Ia menampar lembut pipi Suaminya.
" Masih pagi sudah mesum ! " omel Yaura.
" Mesum apanya? sah sah saja,Sayang.. memang harus seperti itu, MANDI BERSAMA adalah kewajiban.. " Ken tersenyum, matanya terarah pada Kissmark yang sangat banyak mengecep leher putih nan jenjang Istrinya.
" Tidak mau.. " tolak Yaura, Ia tidak bisa membayangkan mandi bersama Ken. bukannya mandi,nanti malah ada Pergulatan disana.
Gemassssss
Kissssssssssssss Ken langsung mencium bibir Yaura dengan penuh kelembutan dan mendamba.
Sudah faham bahwa Ken memang sangat hobi mencium bibirnya,membuat Yaura pasrah, Ia hanya menikmati permainan bibir Sang Suami.
Pagi mereka diawali dengan ciuman manis, namun ciuman Ken perlahan menjadi panas, tangannya kembali meraba Gunung Kembar lalu meremasnya perlahan. Tak hanya Gunung Kembar ,tangannya kini menjamah kemana-mana, terutama **** ***** yang membuat Yaura semakin kalang kabut. Ciuman Gunung Kembar kembali di luncurkan, dan...
.
.
.
. Iyah, Ken kembali memasuki tubuh Istrinya. Awalnya saja manis,namun pada akhirnya ada maunya ☻ tak bisa dipungkiri, Ken memang tidak bisa menahan diri jika disandingkan dengan Istrinya di Ranjang, nafsu dan hasratnya akan terus bangkit.
Desahan,erangan, dan lenguhan keduanya kembali terdengar di Pagi Hari. Ken melakukannya dengan lembut, dan passionate.
.
.
.
40 menit mereka melakukan pergumulan, akhirnya Ken mengeluarkan pelepasan ke dalam Rahim Istrinya.
Rasa nikmat,candu, ketagihan,membuat Ken tidak habis fikir,kenapa seenak ini BERCINTA.
Hanya melakukannya satu kali dan takut Sang Istri kecapean,membuat Ken memeluk dan menghujani Istrinya dengan ciuman,sebagai akhir dari permainan.
" Morning Kiss and Morning ML, mmuuuaachh " senyum Ken.
" Baru saja melakukannya semalam, dan sekarang? Dasar .. " Yaura tersenyum tipis, Ia tidak menyangka bahwa melayani Suami adalah seperti ini. Tidak peduli berapa kali, waktu, tempat dan keadaan.
" Aku inginnya setiap jam, tetapi takut Kau tidak akan kuat. " jawab Ken dengan meledek.
Yaura hanya melukiskan senyum manis. Ken terus membujuknya untuk mandi bersama, namun Sang Istri terus menolak.
" Baiklah, karena Kau mandi LAMA SEKALI,HAMPIR 2 JAM, maka Aku yang mandi lebih dulu. " ucap Ken, Ia mulai beranjak melangkah ke kamar mandi tanpa sehelai benangpun.
Yaura yang melihatnya langsung mengalihkan pandangan dan tersenyum geli.
" Jadi ini kehidupan Suami Istri? Menggelikan.. " lirih Yaura, Ia masih berlindung dibalik selimut.
20 menit kemudian Ken keluar dengan handuk kimono yang membalut tubuh kekarnya.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu, Yaura yang masih telanjang bulat pun merasa kelabakan, Ia beranjak dan berdiri,tiba-tiba..
" AWWWWWWWW !!! " pekik Yaura, Ia baru menyadari bahwa bagian intimnya terasa perih,nyilu,sakit. tangannya hendak memegang bagian itu,namun ada Ken di depannya.
" Apa masih terasa sakit? " Ken mendekat dan memegang pundak Istrinya.
Ckkk !!!
" Bukan sakit lagi Bodoh ! tetapi nyilu,perih, remuk. Ahhhhhh Astaga..bagaimana Aku bisa berjalan jika seperti ini? " umpat Yaura dalam hati, Ia menatap tajam Sang Suami karena melontarkan pertanyaan bodoh.
Faham dengan tatapan tajam Yaura,
" Iyah Iyah Aku minta maaf.. " Ken melebarkan senyum karena merasa berdosa.
Tangan Ken menyingkirkan selimut, dan Greppppppppp Ia menggendong tubuh Sang Istri ke Kamar mandi lalu meletakkannya ke bathup yang terisi bunga mawar.
Yaura memberontak minta diturunkan,karena merasa malu digendong tanpa busana. Demi Apapun, selama bertahun-tahun Ia tidak pernah membayangkan kejadian ini ada didalam hidupnya.
Yaura merasa sangat malu di hadapan Ken.
JAHIL !
" Jangan lama-lama mandinya, dan cepat sarapan ! " perintah Ken sambil berdiri mematung memandangi Istrinya yang terbaring di bathup.
" Pergi ! atau Aku.. " ancam Yaura.
" Atau Aku tembak? tembak saja,Sayang..Kau lupa bahwa Kau tidak boleh menyentuh senjata lagi? " Ken tersenyum nakal sembari merenggangkan kedua tangannya.
__ADS_1
" KEN !!! " teriak Yaura, byurrrrrrrrr Ia mencipratkan busa ke arah Suaminya.
" HANYA SENJATAKU YANG BOLEH KAU SENTUH ! " Ken tersenyum nakal, bibir bawah Ia gigit .
Yaura menyerit heran dan masih belum memahami senjata SUAMINYA.
Menuruti permintaan Yaura, Ken melangkah keluar dan membukakan pintu karena tadi ada seseorang yang mengetuknya.
JRENGGGGGGGG
Nampak Kevin berada di depan pintu dengan wajah kesal.
" Jam segini Kau baru bangun? Astaga !! Rezeki di patok Ayam ! " petuah Kevin.
" Siap Pak Tua. ada apa? " tanya Ken, pandangannya terarah pada berkas yang berada di tangan sahabatnya itu.
" Ini milik Ritz Carlton dan Dynamic, sebagai bukti bahwa Kami menjalin kerja sama dengan G&D. Dan membutuhkan tanda tangan Istrimu disini.. " tutur Kevin seraya menyerahkan berkas itu kepada Ken.
" Baiklah. Apa semuanya sudah sarapan? " tanya Ken sembari menanggapi berkas tersebut.
" Tidak berfaedah sekali pertanyaannya. David,Alfin, Nona Lee, Evelyn dan lainnya pamit kembali ke Kantor masing-masing, hanya ada Anin. " ucap Kevin.
Ken tertawa menyadari dirinya bangun sangat telat,hingga membuat yang lain bubar lebih dulu .
" Aku juga ada urusan di Hotel, Bye. " pamit Kevin.
" BILANG SAJA KAU MAU CHECK-IN DAN BERMAIN ! " Ken terkekeh, Ia memang sudah faham bahwa Kevin adalah **** Boy.
" Bangs*t ! Udah tobat Anji*g ! " tawa Kevin sembari menuruni anak tangga.
Setelahnya Ken kembali ke Kamar dan memakai pakaian, Ia berdiri didepan cermin berukuran besar yang menampakkan tubuh Sexy nya secara menyeluruh.
" Yaura menggigitku sampai lebam seperti ini, benar-benar seperti Vampir. " Ken menyoroti pundaknya yang tergigit Sang Istri hingga menyebabkan bekas merah keungunan di pundaknya.
" Cakaran ini juga astaga.. Kukunya seperti macan ! " Ken tersenyum lalu mengalihkan pandangan ke lengan dan punggungnya yang terkena cakaran Istrinya sendiri.
" Dan... Kissmark ini, Ah Sial ! Dia melakukannya dengan lembut tapi bisa seindah ini hasilnya. " Ken tersenyum lebar,seraya memegangi lehernya yang terstempel oleh Yaura.
Di Kamar Mandi
Bukannya cepat membersihkan diri, Yaura malah sibuk mematung di depan cermin yang memantulkan Full Body miliknya.
Yaura meraba bibir, leher, perut dan bagian Intimnya. Matanya berkaca, dan
Tesssss air mata jatuh membasahi pipi ranumnya.
" AKU SEUTUHNYA MENJADI SEORANG ISTRI.. " Yaura terharu, Ia masih tidak percaya bahwa dirinya benar-benar tidak suci lagi, dan sepenuhnya tersentuh oleh Sang Suami.
" KEN... KEN SUDAH MEMILIKI KU SEUTUHNYA.. " sambung Yaura,senyum bahagia terukir dari bibir manisnya. Bukan menyesal atau tidak menerima, Ia hanya mengungkapkan kebahagiaan atas Hal baru yang baru saja dialami.
Bagaimana Yaura tidak bahagia, sedari kecil Ia dijauhkan dari keramaian dan sosial. lalu pas remaja, sebuah Tragedi Kelam mengharuskannya pergi ke NIS. Saat dewasa harusnya mencari Kekasih atau Bergaul dengan Dunia Luar, Ia malah sibuk dengan Dunia Hitam. Tidak ada waktu untuk berpacaran , jalankan itu, untuk mengagumi seorang PRIA pun hampir tidak terlintas di fikirannya.Contoh saja, David dan Alfin yang begitu tampan, tidak pernah diliriknya sama sekali. Itulah yang menyebabkan Yaura tidak memiliki Perasaan Cinta, mungkin, saat ini juga YAURA MASIH BELUM MENGERTI APA ITU CINTA DAN HATINYA SENDIRI. Terbukti saat KEN berkali-kali berkata ' AKU MENCINTAIMU ' namun, Yaura tak kunjung membalas ungkapan Sang Suami, Ia hanya diam dan merespon dengan pelukan.
Mengingat kejadian semalam dan tadi, membuat Yaura kembali mengingat moment Pernikahannya dengan Sang Suami.
" Ken, Dia Pria pertama yang memelukku saat menangis dan menyaksikan semua kelamahanku.. " air mata kembali menetes, Ia tidak menyangka bahwa Tuhan mengirim seorang KEN di kehidupannya yang kelam.
Yaura meraba leher dan area Gunung Kembar, melihat banyak sekali Kissmark MAHA KARYA DARI KEN membuat Yaura tersenyum manis.
" APA DIA TIDAK SADAR MEMBUAT KISSMARK SEBANYAK INI? " Yaura tertawa kecil, diiringi air mata kebahagiaan.
1 Jam kemudian, Ken bermain ponsel di soffa, Ia sama sekali belum sarapan karena menunggu Yaura, dan hanya meminum segelas susu jahe kesukaannya. ( Udah dikasih susu juga, minumnya susu jahe 😂 )
BOSEN !
" Ini mah bukan sarapan, tetapi MAKAN SIANG. " decak Ken, Ia mulai melangkah ke kamar mandi.
" KAU INI NGAPAIN SAJA DI DALAM SANA? CEPAT KELUAR ! " teriak Ken dari pintu.
Mendengar teriakan Sang Suami, membuatnya mendengus kecil.
" Jika ada Ken,maka mandiku tidak akan tenang. entah kenapa, Dia selalu mengganggu ketenangan mandiku." decaknya dalam hati.
" TENTU AKU MANDI ! MANA MUNGKIN DISINI AKU MEMASAK ! " Ketus Yaura dari dalam.
" Kau ini bisa saja menjawabnya ! menunggumu mandi seperti menunggu Hilal, SUNGGUH LAMA SEKALI ! " Ken mulai gusar.
" Suruh siapa Kau menungguku? " jawab Yaura dengan entengnya.
Ckkk !!! Ken menelan salivanya menahan kekesalan.
" Emang dasar Wanita VAMPIR, yang tidak mengerti arti ROMANTIS sama sekali ! percuma saja Aku berdebat denganmu. " Ken merasa kesal, Ia kemudian kembali merebahkan diri di ranjang.
Yaura yang mendengar omelan pun terkekeh.
20 menit kemudian, Yaura keluar dengan handuk kimono, Ia melirik ke arah Sang Suami yang nampak terlelap.
" Baru bangun, tidur lagi.. " lirih Yaura.
Pukul 10.45 Yaura sudah bersiap dan berhias.
Pandangannya terarah pada meja makan, yang sama sekali belum ada piring kotor.
" Apa Ken belum makan? " tanyanya dalam hati.
Yaura pun melangkah mendekati ranjang dan menepuk lembut lengan Suaminya.
" Ken bangunlah.. " ucap Yaura.
Sekali tepukan,membuat Ken langsung bangun, ditambah dengan parfume wangi dan bau shampoo yang menusuknya membuat Ken sadar.
" Kenapa tidak maghrib saja selesainya? " ucap Ken, ingin kesal, tetapi..
Degg !! Ia malah salah fokus dengan kecantikan Sang Istri.
Hugggg Ken kembali memeluk Yaura dengan erat , Ia menghirup tengkuk dan rambut basah Sang Istri yang begitu wangi menenangkan.
" Wangi sekali.." puji Ken, Ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh Sang Istri.
Yaura membalas pelukan Ken, dan tersenyum manis.
" Kau belum makan? " tanya Yaura.
" Hummmmm " Ken masih betah menempel kaya prangko.
Yaura melepaskan pelukannya lebih dulu dan mengajaknya makan.
" Tidak perlu menungguku lain kali.. " ucap Yaura seraya mengambilkan makanan di piring Suaminya.
" Kau harus belajar menjadi Wanita sewajarnya agar mengerti arti ROMANTIS. " jawab Ken seraya mengunyah anggur hijau.
" Jadi maksudmu Aku tidak wajar begitu? " Yaura meletakkan piring yang sudah terisi makanan penuh didepan Sang Suami.
" Tentu.. " Ken tersenyum seraya menatap lekat wajah cantik Istri tercintanya.
Mereka berdua menikmati sarapan dengan santai,di selingi dengan gurauan Ken yang tak berhenti mengejek sifat Yaura.
30 menit berlalu, Ken menerima telefon dari Albert.
" Big Boss. Kapan Kau dan Nona kesini? staff HRD kewalahan menghadapi lonjakan pelamar G&D " tanya Albert dari balik telefon.
" Istriku hanya akan menghadiri Rapat Pemegang Saham Utama lusa, jadi mungkin 2 Jam kedepan Aku akan menyuruh orang untuk membantumu."
" Baiklah Big Boss. " Albert menutup telefonnya.
Meskipun G&D berhasil dibangun, namun Legalitas dan Formalitas Operational tetaplah di tangan Sang Istri,karena Dialah Pemilik G&D . tanda tangan dan stempel resmi haruslah YAURA GITA DEVMALIK yang melakukannya.
Setelah Yaura selesai makan, Ken langsung mengajaknya keluar kamar.
" Aku tidak bisa mengoperasikan G&D tanpa tanda tangan dan sidik jari darimu. jadi, sekarang Kita akan ke Ruang Kerja Pribadi milikmu.disana banyak sekali berkas yang harus di tanda tangani. " ucap Ken seraya membuka pintu.
Sadar, banyak kecupan.
" Ken.. bawa kesini berkasnya.. " Yaura menggigit bibir bawahnya.
Mengerti, Ken langsung tersenyum dan memandang Kissmark yang mengecap leher Yaura hingga tak terhingga.
" Ya Tuhan, Aku baru sadar .. Kissmark yang Aku tinggalkan terlalu banyak.. " lirih Ken dalam hati.
" Kau malu? tidak perlu malu,Sayang. Orang juga akan mengerti bahwa itu adalah Karyaku,Suamimu sendiri. Lagipula tidak terlalu terlihat karena tertutup blazer dan rambut panjangmu.. " pandangan Ken terarah pada Bibir Yaura yang sedikit terluka.
" Kenapa ini? " tanya Ken tanpa dosa, jemarinya mengusap lembur bibir manis itu.
" Kenapa lagi jika bukan karenamu. " jawab Yaura yang langsung disambut oleh senyum puas Ken.
" Maaf yah,Sayang.. " lirih Ken, Ia baru menyadari kebringasannya semalam.
Meskipun benar-benar malu,namun Yaura mencoba menerima keadaan, Ia pun kini melangkah keluar bersama Ken.
Sadar Tuan dan Nyonya keluar, Para Pelayan menundukkan kepalanya.
" Selamat Siang,Tuan dan Nyonya " sapa Mereka.
Tukkkk tukkk tukkk mereka menuruni anak tangga dengan bergandengan tangan, persis seperti Raja dan Ratu dalam dongeng.
Yaura menyapu bersih Ruangan Utama, matanya seketika terasa pusing.
" Kenapa banyak sekali Pelayan? " tanya Yaura seraya menatap manik indah Suaminya.
" Aku memang sengaja, agar Kau tidak terlalu kecapean mengurus ini itu. Kau cukup bersantai, makan, tidur , bangun, dan MELAYANIKU.. " Ken meraih pinggang Yaura dan menghimpitnya.
" Ini terlalu banyak,Ken.. " Lirih Yaura, Sumpah Demi Tuhan, sebenarnya ini pemandangan yang Ia rindukan. Yaitu lalu lalang Pelayan di Rumahnya dulu.
" Tidak masalah,Sayangku. Jika Kau butuh apa-apa panggil mereka saja.Kau tidak perlu khawatir, Para Pelayan disini adalah Orang Kepercayaanku dan Pak Agus.Mereka bersenjata.. " Ken berbisik ke telinga Yaura.
Degg !!! Yaura melototkan matanya.
" Bibi ini bersenjata ? bagaimana bisa Kau akrab dengannya? Kau pasti sering genit dan gombal dengan mereka.." Yaura tersenyum geli, dan membayangkan yang tidak-tidak, Ia sangat ingat kejadian dimana KEN menggeniti bibi penjara.
" Hei ! Enak saja. Masa seleraku Bibi-bibi ! " sentak Ken.
Tiba-tiba Pak Agus dan Bibi Arum datang bersamaan.
" Selamat Siang, Tuan dan Nona " sapa Bibi Arum, senyumnya begitu manis.
" Wahhhh Kalian baru bangun ternyata, pantas saja yang lain sudah pergi lebih dulu. " Pak Agus menahan senyum, Ia menyadari ada Kissmark di leher Yaura.
" Tentu,Pak " Ken mengedipkan sebelah matanya.
" Siang Pak, Bibi. Jadi yang lain sudah pergi? Aku menyesal bangun terlambat.. " senyum Yaura.
" Tidak perlu menyesalinya,Nak.. Kami sudah faham kok.. " goda Pak Agus dan merasa bahagia melihat tanda itu,yang berarti Ia berhasil membuat Yaura masuk kedalam Dunia Percintaan.
Yaura menyerit heran dan tidak mengerti,sementara Ken yang konek.
" Tantu Bapak faham, kan semalam Bapak dan Bibi Arum tidak ikut bersama Kita, hayoo Kalian kemana dan ngapain aja ? " usil Ken yang membuat Bibi Arum dan Pak Agus bersemu.
" Kami malu sama umur, jadi memisahkan diri dari Kalian yang masih muda." Alibi Pak Agus, Ia sadar bahwa mulutnya Ken gabisa di rem😂☻.
" Lihatlah,Sayang.. ada yang mereka tutupi dari Kita.. " Ken berbisik ke telinga Yaura,hingga membuat Pak Agus semakin ketar-ketir.
Yaura BLOON dan susah konek, seperti orang bodoh yang hanya planga-plongo.
" Katakan? " ucap Yaura.
" Ken ! Kau ini benar-benar !!!! Jangan memberitahu Yaura ! awas saja ! " ancam Pak Agus,mulutnya komat-kamit.
" Nona, Tuan Ken memang agak bermasalah.. sebaiknya Nona bawa Tuan Ken ke dokter.. " celetuk Bibi Arum yang mulai berani melawan Ken, demi apapun, wajahnya juga ikut memucat karena takut aibnya dibongkar oleh Ken.
Lmaaooooo Yaura malah menertawakan Suaminya sendiri.
" Sungguh berbahaya ! Ayo Arum, Kita pergi dari Ken. Dia bisa membongkar semuanya.. " Pak Agus langsung berjalan cepat dan berlalu pergi dari mereka , diikuti oleh Bibi Arum yang ketar-ketir.
" Diajak berkompromi malah menertawakanku ! " Ken berdecak.
" Mmmmmm Sayang, Aku ingin memberitahu sesuatu yang membahagiakan. " sambung Ken, kekesalan kini berubah menjadi senyuman.
" Apa? " tanya Yaura, matanya berair karena terus tertawa.
" Cium dulu, baru Aku beritahu. " pinta Ken, bulus banget otaknya, selalu saja mencari kesempatan dalam kesempitan😂.
" Gamau ! " tolak Yaura.
" Ayo Sayang, satu kali saja. Ini hal besar, Kau pasti ikut bahagia.. " rayu Ken.
Yaura tersenyum, matanya menyorot sekitar.
" Aku akan menciummu nanti,katakan sekarang. "
" Aku maunya sekarang !!!! mumpung tidak ada yang melihat, Ayo cium.. " rengek Ken.
" Kau ini seperti anak kecil ! " Yaura tersenyum.dan
Mmmmuuuuaachhhh Sebuah ciuman manis mendarat di pipi Ken.
" Ah ini bukan ciuman ! Aku maunya disini !! " pinta Ken kembali, sembari memegangi bibirnya yang kenyal.
" Dikasih hati minta jantung.. " Yaura menggelengkan kepala, Ia baru sadar bahwa Ken banyak maunya😂.
" Aku mintanya d*da aja " celetuk Ken sembari menatap Gunung Kembar yang berada di depannya.
Yaura tersenyum, dan mmmuuuuuuaaachhh Ia mendaratkan ciuman singkat di belahan bibir Ken.
" Akhirnya, Kau mau menciumku lebih dulu. " Ken tersenyum penuh kemenangan.
Sttttttt Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Yaura.
" Pak Agus sangat mencintai Bibi Arum, sebaiknya Kita nikahkan saja mereka. " bisik Ken.
Degg !!! Mata Yaura hampir meloncat keluar.
Bugggg Ia menepuk pelan dada Suaminya.
" Jangan menyebar berita Hoax ! Kau ini suka bergosip ternyata ! " ketus Yaura.
" Aku tidak menyebar berita Hoax,Sayang. Saat Kau koma di VIP Station, Aku tidak sengaja mempergoki mereka di Hotel Depan Rumah Sakit, jika sudah berduaan di Hotel,Kau tahu kan apa yang terjadi? " tutur Ken yang membuat Yaura tersenyum geli.
" JIKA KITA BERDUAAN DI DALAM KAMAR BERSAMA LAWAN JENIS, MAKA YANG KETIGANYA ADALAH SETAN, JADI.. KAU SETANNYA KARENA MENGINTIP MEREKA.. " Yaura terkekeh mengingat perkataan Ken dulu.
" Sial ! setampan ini dibilang setan. Mmmmm tapi beneran Sayang, mereka itu saling mencintai. Kau saja yang tidak pernah peka dengan mereka.. " tutur Ken.
" Benarkah? " Yaura tersenyum hingga membuat Ken gemas di buatnya.
Kantor Pribadi
Setelah bergosip dengan Sang Istri,Ken membawa Yaura ke Kantor Pribadi yang terletak di sudut sana.
Brakkkkkkkkk seperti biasa, Pintu itu terbuka otomatis.
Mereka melangkah masuk, Yaura yang baru pertama memasuki Kantor Pribadinya pun tak henti-hentinya berdecak kagum.Ruangan yang cukup luas dilengkapi dengan Meja Pribadi Direktur yang berhadapan langsung dengan Meja Rapat ala-ala Drakor , Rak Dokument, Proyektor, Laptop, Komputer, Alat tulis, Televisi, dan Soffa yang berada di sudut ruangan membuatnya semakin komplit.
Tak ketinggalan, foto mendiang Sang Ayah dan Ibunda terpasang di dinding. tiba-tiba Yaura terkejut melihat foto dirinya saat berdiri dipodium dengan ID CARD G&D terpajang disana juga.
" Siapa yang memotretnya ? " tanya Yaura.
" Fotografer pribadi G&D yang mengambil foto itu, tetapi di Internet juga sudah bertebaran foto dirimu karena efek G&D. Kau harus berusaha terbiasa dengan Paparazzi dan Wartawan.. " tutur Ken, Ia memahami bahwa Yaura pasti akan canggung dengan Paparazzi.
" Aku tidak mau dipotret.. " lirih Yaura.
" Tentu, Aku tidak akan membiarkan mereka memotret dirimu tanpa izin, maka dari itu Aku membuatkan Kantor Pribadi ini untukmu,agar Kau tidak perlu banyak beraktifitas di Hotel . Semua pekerjaan G&D Kau bisa mengerjakannya disini tanpa ke Hotel.. " ujar Ken.
" Terima kasih, Kau sangat pengertian.. " puji Yaura.
Ken mengambil berkas dari Kevin dan beberapa tumpukan berkas G&D yang ada di Rak.
" Semuanya harus Kau tanda tangani. "
Deg !!! Yaura masih lelah karena pergulatan semalam, kini tumpukan berkas berada didepan matanya.
" Berlatih menembak , berkeliling lapangan dan terjun dari Helicopter lebih baik daripada menghadapi Ken. Astaga.. tubuhku masih terasa sangat lelah dan remuk, lalu sekarang? berkas sebanyak ini? " lirih Yaura dalam hati seraya tersenyum kecut.
" Semangat,Sayang.. " Ken menguyel-uyel pipi Yaura yang sangat squishy.
Meskipun malas dan lelah, Yaura tetap melakukan tugas G&D pertamanya. Ia menandatangani berkas dengan begitu cepat dan tertata hingga membuat Ken terkejut dibuatnya
" Jangan cepat-cepat ! Kau bisa salah tanda tangan nanti akan fatal. " usil Ken.
" Jangan mempersulit hidup, jika salah maka GANTI. " celetuk Yaura dengan enteng.
Ken tersenyum melihat Yaura begitu enteng menghadapi Dunia Bisnis.
Setengah jam berlalu, Yaura berhasil menyelesaikan semua berkas.
" Ken.. " Yaura mendekati Sang Suami yang duduk di soffa.
" Ada apa? katakan.. " Ken menepuk soffa sebagai isyarat agar Yaura duduk disampingnya.
" Aku ingin mengunjungi Ayah, bisa... " Yaura belum menyelesaikan ucapannya namun langsung di potong oleh Ken.
" Aku akan mengantarkanmu kemanapun itu. Kita pergi sekarang.. " Ken mengelus kepala Yaura dan menatapnya sendu .
PERSEMAYAMAN DEVANO DAN YANUAR
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, Ken dan Yaura akhirnya sampai di tujuan, yaitu Rumah yang berada di belakang Apartement Valdefis.
Merekapun turun dari mobil.
Mata Yaura menyoroti sekitar, wajahnya yang tertutup masker membuat siapapun tidak akan mengenalinya,begitupun dengan Ken. Cara ini menghindari sorotan orang sekitar, Ken khawatir seseorang masih mencoba menargetkan pembunuhan Sang Istri.
__ADS_1
Merasa ada yang aneh karena berbulan-bulan tidak berkunjung, membuat Yaura menyeritkan dahinya.
" Tidak perlu heran, Valdefis akan dijadikan sebagai HOTEL oleh XXX Grup. " Ken menarik tangan Yaura agar tidak terlalu lama diluar.
" Ohhh.. " Yaura hanya membulatkan bibirnya.
Persemayaman
Setelah menekan lift, pintu persemayaman pun terbuka. Mata Yaura langsung berkaca,langkahnya kembali terbatah.
Tukkk tukkk tukkk benturan Higheels dengan marmer memecahkan kesunyian di Ruangan Sakral tersebut.
Karena Bibi Arum tidak menjaga persemayaman itu lagi, maka diganti oleh seorang Pria berseragam duka yang merupakan Anggota Tim Goddess Of Death.
" Salam Nona, Tuan.. " Pria itu menundukkan kepalanya, dan menyerahkan Dua Buket Bunga Lilly kepada Ken dan Yaura.
Keduanya kini melangkah mendekati peti mati, seraya membawa Buket Bunga Lilly segar.
Yaura berdiri di mimbar, air mata kini menetes saat melihat peti mati berada tepat di hadapannya.
" Yaura dan Ken datang menemuimu Ayah, Ibu.. " Yaura menundukkan kepala sebagai penghormatan, Diikuti oleh Ken yang berada disampingnya.
" Salam Hormat Ayah,Ibu. " sapa Ken, Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke Sang Istri yang kembali bersedih. seketika itu pula, Ken kembali mengingat Para Jahanam, yaitu Reino dan antek-anteknya. Tangannya terkepal.
Deggg !!! Yaura memejamkan mata dan menahan air mata agar tidak terjatuh.
" Yaura sangat merindukanmu,Ayah, Ibu.. Sudah lama Kalian tidak datang dalam mimpi Yaura.. " lirih Yaura, Ia mencoba kuat, terlihat dari matanya yang tidak mengeluarkan air mata.
" Aku kesini untuk memberitahu Ayah dan Ibu bahwa G&D kembali berdiri setelah 10 Tahun menghilang, dan Rumah Kita juga kembali berdiri Kokoh, Ayah.. Kalian pasti bahagia kan? sama sepertiku, Ayah.. Aku sangat bahagia.. " senyum Yaura.
Melihat Yaura berbicara seperti itu,membuat Ken tersentuh, Ia sadar bahwa Sang Istri adalah sosok berbakti,pantas saja dendam dan amarahnya berkobar jika berkaitan tentang Kedua Orang Tuanya.
" Dan yang melakukan itu semua adalah menantu Ayah dan Ibu,yaitu KEN. Jika Kalian masih hidup, mungkin Ayah dan Ibu akan mencium Ken lalu mengucapkan banyak terima kasih kepadanya. " tutur Yaura.
Degg !!! Ken mendelik, matanya berkaca. Ia sadar bahwa Yaura sebenarnya belum menerima kenyataan bahwa Kedua Orang Tua nya telah tiada, terlihat dari cara bicaranya yang seperti tercekat.
Yaura kembali memejamkan mata dan memanjatkan Doa untuk Kedua Orang Tuanya.
Ken juga memejamkan mata dan mengatupkan kedua tangannya.
Setelahnya, mereka mulai meletakkan Buket Lilly di atas peti. Yaura ingin menuruni mimbar, namun.
Grepppp Ken mencegah Sang Istri.
" Sebaiknya Kita pindahkan persemayaman Ayah dan Ibu ke Rumah, Kau menyetujuinya? Aku ingin Kau tidak perlu jauh-jauh kesini ketika merindukan Ayah dan Ibu.. " tanya Ken.
Deggg !!! Yaura tidak menyangka bahwa Ken sangat mengerti dirinya.
" Itu yang Aku inginkan.. " jawab Yaura dengan lembut.
Hugggggg Ken memeluk Yaura dengan erat, tanpa mengatakan apapun.
Setelah berpelukan, Ken mengajak Yaura untuk mengunjungi Rumahnya, setelah sekian lama tidak menapakkan kaki disana. Ia sebenarnya sedikit ragu mengajak Sang Istri berkunjung ,karena itu adalah tempat Iblis tinggal,yaitu Reino dan Hilya. Namun apa daya, ada sesuatu yang harus Ken ambil.
" Kau tidak keberatan Kan? " tanya Ken memastikan.
" Tidak sama sekali.. menginap juga tidak masalah.. " jawab Yaura.
Setelah mendapat persetujuan, Ken melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia menoleh ke arah Sang Istri yang memandang luar jendela memandangi deretan Mall dan Rumah Sakit G&D.
" Oh iyah,Sayang.. CHANEL DAN GUCCI ingin membuka Store di Mall G&D, dan menunggu persetujuan darimu, juga ingin Kau menghadiri Event Terbaru mereka. " Ken baru ingat tentang email Chanel dan Gucci yang masuk beberapa bulan lalu setelah mendengar kabar G&D dibangun.
" Aku bukan supermodel, fashionista atau sosialita berkelas, kenapa mereka memintaku untuk menghadiri Event ? " Yaura menoleh ke arah Ken yang fokus mengemudi.
" Kau memang bukan supermodel,fashionista atau sosialita, tetapi KONGLOMERAT. " puji Ken yang merasa Yaura selalu merendah.
Ken terus mengajak Yaura mengobrol agar terbiasa komunikatif dan tidak menutup diri seperti dulu. Meskipun itu pembicaraan ngalor ngidul, kadang diselingi pembicaraan mesum.
RUMAH KEN
Ken memarkirkan mobilnya di garasi dan langsung disambut oleh Para Pengawal yang merasa terkejut melihat Tuannya kembali.
" Selamat Siang,Tuan Ken dan Nona Yaura. " sapa mereka sembari membungkukkan badannya.
Degg !!! Kembali memasuki Rumah Iblis, membuat Yaura menyesakkan dada, Ia sangat ingat bagaimana sikap manis Iblis yang membuat dirinya terkecoh. Namun Yaura mencoba melawan api , dan menenangkan diri.
" Yang lalu biarlah berlalu, Ken telah melakukan semuanya untukku, jadi untuk apa Aku masih trauma seperti ini.. " Yaura mencoba tersenyum dan damai.
Ken menyoroti sudut Ruangan Utama yang tidak berubah sama sekali.
Disangka ke Louis,ternyata..
" Kakak? Yaura?.. " teriak Evelyn histeris dan berlari kecil dari arah sana,diiringi senyum manis dibibirnya.
Ken menyapa senyuman Sang Adik,dan merenggangkan tangan karena biasanya Evelyn akan memeluk. Sudah bersiap menyambut pelukan,namun..
Hugggggggggg EVELYN MALAH MEMELUK YAURA LEBIH DULU, DAN MENGABAIKAN KAKAKNYA.
" Yaura Aku senang Kau kembali kesini, Kau mau minum apa? Jus jeruk? melon ? Astaga Aku sangat bahagia.. " berbeda dari dulu, senyuman Evelyn sekarang sangat ikhlas dan tulus.
" Jus Apel sepertinya sangat menyegarkan.. " Yaura membalas pelukan Evelyn meskipun Ia masih hati-hati.
Diabaikan, membuat Ken mengerucutkan bibirnya.
" EKKHEEMMM, KACANG , KACANG.. " Ken merasa kesal dikacangi oleh Evelyn.
" Kacang ? " Yaura yang polos tidak mengerti hal seperti itu.
Evelyn tertawa melihat kekesalan Sang Kakak dan kepolosan Kakak Iparnya.
" Yaura, Kacang itu artinya Kau merasa diabaikan. Kau tidak mengerti? " jawab Evelyn seraya memeluk Ken yang ngambek.
" Jalankan kacang, PEDANG saja Dia tidak mengerti. " Ken menatap Yaura dengan tatapan penuh ledekan.
" Apa hubungannya dengan Kacang jika Kita diabaikan? dan Pedang? Aku sama sekali tidak mengerti.. " ucap Yaura yang merasa aneh dengan perumpamaan mereka.
Setelah itu, Yaura dan Evelyn mendudukkan diri di soffa Ruang Tamu,sementara Ken memilih pergi ke atas,yaitu kamarnya. Ken sengaja mengetes ketulusan Evelyn kepada Istrinya,
" Jika Kau berpura-pura baik lagi kepada Yaura, dan permintaan maafmu hanya Bullshit belaka, Kakak tidak akan memaafkanmu,Evelyn.. " sumpah Ken, Ia mengamati mereka dari atas.
" Evelyn, Aku minta maaf meninggalkan Kalian semua semalam, karena badanku terasa tidak enak.. " tutur Yaura.
" Tidak papa,Yaura. Lagipula Aku mengerti keadaanmu.. dan Apa Kau benar-benar sudah memaafkanku Yaura? Sungguh, dari dalam lubuk hatiku paling dalam, Aku masih sangat bersalah dan merutuki diriku sendiri.. " mata Evelyn terlihat berkaca.
Hugggggg Yaura memeluk Evelyn.
" Jangan mengatakan itu lagi, Aku ingin melupakan semuanya dan memulai lembaran baru.. Aku sudah memafkanmu, tenanglah.. " lirih Yaura.
" Terima kasih,Yaura. " Evelyn tersenyum bahagia.
Setelah itu, Yaura melepaskan pelukan yang membuat rambutnya sedikit tersibak. dan membuat Evelyn melihat sesuatu,
" Wahhh Aku tahu,kenapa Kau dan Kak Ken meninggalkan Kami semua. " Evelyn tetaplah Evelyn yang kekanak-kanakan, Ia melebarkan senyum setelah melihat Kissmark.
Yaura menaikkan satu alisnya dan tersenyum tipis.
" Apa ? ".
" Semalam Kalian pasti sedang membuat Keponakan Lucu untukku. " Evelyn tertawa lepas.
Degg !! Yaura membulatkan mata dan tersipu malu.
" Bagaimana Evelyn bisa tahu? "
" Kissmark? Astaga.. Aku baru ingat." sambung Yaura,pipinya bersemu.
" Kau ini seperti Kakakmu, sangat mesum ! " Yaura tersenyum manis dan beranjak.
" Kita Kakak beradik tentu sama ! Kau mau kemana Yaura? Disini saja.. " usil Evelyn.
" Aku mau ke Kamar sebentar. " ujar Yaura seraya menaiki anak tangga.
" Ya Tuhan, apa Kalian akan membuat Keponakan Lucu di siang bolong seperti ini? " teriak Evelyn yang membuat Yaura tersenyum geli.
" Dikelilingi Ken dan Evelyn membuat otakku terkontaminasi. " Yaura memegangi kepalanya yang tercemari oleh kemesuman Ken dan Evelyn.
Kamar Ken
Yaura berdiri sejenak menatap kamar penuh kenangan itu,tempat dimana Ia pertama kali tidur bersama Ken dengan segala moment yang pernah Ia lewati.
" Pertama Kali, Aku masuk ke kamar ini saat Ken marah denganku dan memarahi Robin karena membuatnya semakin kesal, Aku merindukan kamar ini sebenarnya.. " Yaura tersenyum mengingat kejadian lalu.
Tokk tokk tokkk suara ketukan pintu.
" Masuklah Robin.. " saut Ken dari dalam.
Ceklekkk Yaura masuk.
Menyadari itu Istrinya,
" Aku kira Robin. Lain kali Kau tidak perlu mengetuk pintu, langsung masuk saja.. " Ken mendekati Yaura dan membantunya meletakkan Tas Slempang berwarna Hitam keluaran Louis Vuittion.
Mata Yaura menyapu bersih isi kamar yang tidak berubah sama sekali. pandangannya terarah pada pecahan Vas Bunga yang dulu pernah Ia isi dengan Bunga Taman. Yaura melangkah mendekat, dan melihat Vas itu telah pecah dengan Bunga yang mengering tersimpan rapi di aquarium kecil.
" Kau yang memecahkannya? " tanya Yaura.
" Bukan. Saat Kau akan di eksekusi, Vas Bunga itu tiba-tiba jatuh dan pecah padahal tidak ada angin atau sesuatu yang membuatnya terjatuh.. " tutur Ken yang sampai sekarang masih heran.
" Sungguh Mistis. " ucap Yaura.
" Sebenarnya itu seperti pertanda bahwa Kau dalam bahaya dan musibah,Yaura." lirih Ken dalam hati.
Ken kini memakai Kaos biasa karena gerah, Ia menanggalkan Jas dan Kameja yang membalut tubuhnya tadi. Melihat keringat di dahi Sang Istri meskipun AC suhu rendah,
" Lepas saja Blazernya, lagipula ini didalam Kamar.. " saran Ken.
Yaura mengikuti saran Suaminya, Ia pun melepas Blazer dan menaruhnya di soffa tempat dimana Ia tidur dulu saat kesalapahaman dengan Ken belum terpecahkan.
Ken menatap Yaura yang begitu sexy dengan kaos polos berwarna putih, dan sedikit menerawang,begitupun dengan Kissmark yang terlihat semakin jelas.
Hugggg Ken memeluk Yaura dari belakang,
" Aku masih ada kerjaan, Kau bisa bersantai, menonton Televisi atau bermain ponsel.. " lirih Ken di tengkuk Istrinya hingga membuat Yaura geli.
" Geli.. " Yaura tersenyum, Ia sangat bahagia diperlakukan begitu manis oleh Ken. Panggilan 'Sayang',pelukan, ciuman, dan lainnya membuat Yaura tidak berhenti mengucap Syukur.
" Masih geli saja, padahal udah dihis*p.. " lirih Ken.
" Iyah karena karyamu membuat Evelyn menertawaiku tadi.. " Yaura memegang tangan Ken yang melingkar diperutnya.
" Apa katanya? " Ucap Ken seraya menciumi leher Yaura dengan lembut.
Hendak berkata, namun Ia merasa ciuman Ken dilehernya melewati batas.
" Ken.. Kau bilang masih ada kerjaan.. " lirihnya dengan lembut.
Tersadar, Ken terpaksa melepaskan diri.
" Aku hampir lupa.. baiklah Aku ke Ruang Pribadi dulu sebentar.." Ken mengelus pipi ranum Sang Istri dengan jemarinya.
Yaura menganggukkan kepala, Ia baru menyadari sesuatu.
" Televisi? Ponsel? " tanya Yaura dalam hati,dan
Degg !!! Yaura mengerucutkan bibir dan menekuk wajahnya.
" Aku baru sadar, selama ini tidak punya Ponsel. " lirih Yaura.
" Apa Kau tidak berminat membelikanku Ponsel? " ucap Yaura dan
Degg !!! Ken berbalik badan diiringi tawa lepas yang membuatnya semakin tampan.
" Astaga,Sayang.. lupa, Kau tidak punya ponsel. Maafkan Aku, nanti malam Aku akan membelikannya untukmu.. " Ken terkekeh memperhatikan wajah Yaura yang polos dan menggemaskan.
" Bilang saja Kau sengaja tidak membelikanku Ponsel.. " ujar Yaura.
Ken mengeluarkan ponsel dari saku celana.
" Pakai ponselku dulu. " Ken meletakkan ponselnya di tangan Sang Istri.
" Ini privasimu. " Yaura mencoba menolak tawaran Ken,karena sadar di ponsel pasti banyak Hal Pribadi.
" Kau Istriku,mana mungkin Aku memarahimu karena mengacak-acak ponselku. Lakukan apa yang Kau mau.. " ucap Ken dengan Gentlenya,tidak ada rasa was-was atau takut karena menyembunyikan sesuatu.
" Pin nya 10081995 " sambung Ken dan berlalu pergi. dan
Degg !!! Yaura tersentak saat mendengarnya.
" Pin nya mirip dengan Ulang Tahunku.. " lirih Yaura dalam hati, namun Ia segera menampik kepercayaan diri.
Ia pun mulai menyalakan televisi dan merebahkan dirinya di Ranjang, tangannya kini membuka ponsel Sang Suami. dan..
Jrenggggg Yaura terkejut saat Wallpaper ponsel yang menunjukkan foto dirinya bersama Sang Suami saat di Rooftop Royal Tulip. Ken memeluk Yaura dengan backgroud I LOVE U dengan senyum manis yang menghiasi keduanya. Yaura pun sangat ingat bahwa Ken pernah memintanya foto bersama.
Ia mulai memencet menu Galeri, dan melihat isi didalamnya. Banyak foto Ken dalam balutan seragam Tentara, Sniper Hitam dan menjadi pilot Pesawat Tempur saat muda.
" Pantas saja Ken ahli menumbangkan banyak orang.. " puji Yaura. Tidak ada foto Ibu dan Ayahnya, hanya ada Evelyn. tiba-tiba
JRENGGGG Yaura menemukan Album foto dengan nama ' Markonah ♥️ ', dan terpampanglah foto dirinya candid yang terlihat sangat cantik.
" Jadi,diam-diam Ken sering memotretku? " Yaura kesal namun bercampur senang.
Puas melihat Galeri, Yaura beralih ke Ruang Chat.
" Dia bilang tidak masalah jika Aku melihatnya.. ".
Deggg !!! Ia membulatkan kedua mata saat melihat Ruang Chat Ken yang banyak sekali nama Wanita dan beberapa nomor tidak dikenal.
" Dasar Pria ! Chatnya penuh dengan Wanita, Aku saja jarang sekali menyimpan nomor Pria. " entah kenapa, hatinya mendadak kesal.
Tepat,Ken kembali membuka pintu dan melangkah masuk.
Yaura melirik sinis ke arah Suaminya,
" Dia bilang mencintaiku,tetapi banyak sekali Wanita Cantik di Ruang Chatnya." gerutu Yaura.
Telinga Ken menangkap suara tidak jelas yang berasal dari Istrinya. Ken pun menoleh dan melihat wajah Yaura yang kesal.
" Kenapa Dia? " senyum Ken dan mendekat.
Brughhhhhh Ken menjatuhkan diri di Ranjang dan memeluk Yaura dengan erat.
" Kau kenapa ? " Ken ndusel ke tubuh Istrinya.
" Tidak apa-apa, ini ponselmu. " jawab Yaura dengan nada malas, lalu meletakkan ponsel itu ke tangan Ken yang melingkar di perutnya.
" Aku tahu Kau sedang kesal,kenapa? " Ken tersenyum dan memandangi wajah Yaura yang seperti Nenek Lampir.
" Menjauhlah.. Aku mengantuk.. " Yaura mencoba melepaskan diri dari Suaminya.
Lmaaooooo Ken malah semakin dibuat gemas oleh Sang Istri.
" Kenapa,Sayang?.. berbicaralah.. Aku tahu Kau ngambek.. " lirih Ken.
Yaura mengalihkan pandangan,
" Itu Ruang Chat apa Asrama Putri? banyak sekali Wanita Cantik di Ruang Chat dan Kontakmu..Dasar Pria ! " Yaura menggerutu dan kesal tidak jelas.
Lmaaaooooo Ken tersenyum puas.
" Jadi Kau kesal karena itu? Astaga.. Dasar Wanita ! belum apa-apa sudah berfikir negatif.. " jawab Ken, tangannya membuka Ruang Chat dan menunjukkannya kepada Sang Istri.
" Iyah ini memang Para Wanita, mereka mayoritas dari Staff Louis, Pemegang Saham , Vendor, dan lainnya. Aku sama sekali tidak membalas chat atau mengawali chat dengan mereka jika TIDAK PENTING. Lihatlah.. mereka yang pertama mengirim pesan,bukan Aku.. " jelas Ken , Yaura diam-diam melirik ke Ruang Chat Para Wanita yang sedang dibukai oleh Suaminya.
Dan memang benar, Ken jarang sekali membalas,bukan jarang lagi, hampir tidak.
" Kau sudah puas? tersenyumlah.. " Ken kembali meletakkan ponsel itu ke kasur. Dan ndusel ke Istrinya.
Terlanjur kesal dan masih sedikit tidak percaya,
Yaura hanya melukiskan senyum kecut.
" Kau cemburu? astaga.. Kau bisa cemburu juga ternyata.. " tawa Ken.
Degg !!! Yaura tersentak.
" Cemburu? Siapa juga yang cemburu? tidak sama sekali.. " Yaura mencoba mengelak hingga membuat Ken semakin menertawakannya.
" Jika tidak, kenapa Kau kesal tadi? coba jelaskan.. Sudahlah Sayang, jangan mengelak seperti itu.. " ledek Ken.
" Berhenti tertawa ! Aku tidak cemburu. Sudah lanjutkan pekerjaanmu,Aku mengantuk.." pipi Yaura bersemu karena terus ditertawakan Ken.
" Yaura sadarlah, Kau Wanita Paling Cantik yang pernah Aku temui, Sungguh. Mmmuuuuaachh " puji Ken sembari mengecup sekilas bibir Istrinya.
" GOMBALLL !!!! " cetus Yaura seraya menggelitiki perut Suaminya.
Kekesalannya kini berubah menjadi tawa, Ia terus menggelitiki Ken tanpa henti, dan sebaliknya. Mereka berdua kini seperti anak kecil yang tertawa ria di Ranjang.
" Ahhhhhh Sayang hentikan !!!! Geli !!!! " tawa Ken sambil mencoba menghentikan aksi Istrinya.
" Kau sangat pandai menggombal, rasakan.. pasti banyak Wanita di luar sana yang Kau gombali.. " ucap Yaura, tangannya terus menggelitiki perut Six Pack Ken.
Ken tertawa geli, dan bahagia melihat Yaura terus tersenyum dan tertawa lepas.
****************************************
Butuh saran dan kritik.
Jangan lupa like dan votenya yah ♥️.
__ADS_1
Btw, Aku lagi fokus ke kebahagiaan Ken dan Yaura dulu, karena pada awal-awal cerita, scene Romantis mereka sangat sedikit dan secuil ♥️ setelah ini, baru merambat ke Tokoh Pendukung 😘😘 Love u All ☻ Maafin upnya lama, Pihak Noveltoon susah Acc jadinya.