Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Belahannya Sangat Ekstrim


__ADS_3

" APA MARGA MU ? " tegas Ken sekali lagi, Ken menatapnya dengan sangat dingin .


Yaura hanya terdiam.. tertegun dan mematung ..


Melihat Yaura yang terus mematung di depan cermin dengan tatapan kosong , membuat Ken menyerit heran dan menghampirinya.


" Ada apa dengannya ? " guman Ken dalam hati seraya mengamati Yaura .


Tidak merespon keberadaan Ken, dan tetap mematung .


" Yaura .. Apa kau baik-baik saja ? " tanya Ken lembut .


Tetap tidak merespon .


" YAURA ! " teriak Ken mengagetkan seraya memegang pundak Istrinya .


Hal ini tentu membuatnya begitu tesentak dan tersadar .


" I-iyah ? " suaranya terbatah dan begitu gelagapan .


" Apa kau baik-baik saja ? "


" Apa kau mengatakan sesuatu sebelumnya ? " tanya balik Yaura .


" Aku ? . Aku tidak mengatakan apapun kepadamu " Ken menyeritkan dahinya .


" Aku mengira Kau memarahiku tadi. Sudahlah lupakan, " jawabnya kemudian berlalu dari hadapan suaminya dan segera duduk di soffa.


tiba-tiba


tokk tokk tokkk suara ketukan Pintu.


" Untuk apa Robin malam-malam kemari " gerutu Ken seraya melangkah untuk membuka pintu .


Yaura sedikit bernafas lega, karena Ken tidak mengatakan apapun . Itu hanya Hayalannya semata.


Ceklekkkk Ken membukakan Pintu.


Dan ..


" Hai .. Ken , Apa Aku boleh masuk ? " tanya Bianca yang kini menerobos masuk begitu saja, Ia begitu senang bisa masuk ke Kamar Ken kembali.


Melihat Bianca yang menyelonong masuk, membuat Yaura yang menoleh ke arahnya begitu terkejut .


" Apa Kau tidak punya etika sama sekali ? " bentak Ken kepada Bianca .


" Cepat Keluar ! " sambungnya .


" Ken ... rasanya Aku sangat merindukan Kamar ini " jawab Bianca dengan begitu santainya yang kini mendudukkan tubuhnya di tepi Ranjang seraya mengamati setiap sudut Ruangan .


" Keluar ! sebelum Aku benar-benar menyeretmu keluar dari Rumah Ini ! " ancam Ken dengan nada peringatan .


Mendengarnya, membuat Bianca takut .


" Kau tenang saja Ken .. Aku kemari tidak bermaksud apa-apa " ujar Bianca seraya melirik ke arah Yaura yang hanya duduk tanpa bereaksi .


" Kalian di undang dalam acara Resepsi Pernikahan Keluarga William ( Rekan Bisnis Keluarga Reino Bachtiar ), acaranya besok malam . Jangan lupa datang Ken .. " sambung Bianca yang kini berada tepat di hadapan Ken .


" Itu saja ? . " tanya Ken .


Bianca mengangguk dan tersenyum manis ke arahnya.


" Kalau begitu cepat keluarlah ." singkat Ken .


" Kau tenang saja . Aku akan keluar " jawab Bianca yang kini mulai melangkah keluar .


Ken pun segera menutup Pintu kembali . dan meraih Ponsel yang ada di meja . Ia mencari kontak Kevin, sahabatnya .


" Apa ada Ken ? Kau mengganggu kesenangan-ku saja " ucap Kevin yang sedang bercumbu dengan seorang Wanita di hotel.terdengar desahan dan lenguhan keduanya .


" Keterlaluan . Apa Kau akan datang di Pesta nanti malam ? " tanya Ken .


" Tentu Sayangku .... Kita akan berkumpul dan berpesta ria disana , Vino juga akan menghadirinya, jadi .. Kau jangan lupa menjaga Istrimu itu "


Mendengarnya, Ken pun segera mematikan sambungan telefon .


Dilain tempat


" Maaf sayang , tadi Ken mengganggu Kenikmatan Kita " lirih Kevin yang kini kembali mencumbu wanita yang ada di pelukannya .


" Kendrick maksudmu sayang ? " tanya Wanita Malam itu .


" Hummm " jawab singkat Kevin seraya terus menciumi leher wanitanya .


" Kendrick sangat terkenal di Kalangan Kami ( Wanita Malam ) ,tetapi Dia sulit didapatkan " ujar Wanita Malam itu .


" Seleranya bukan seperti Kalian "


" Benarkah ? Wahhh.. sayang sekali, padahal Dia sangat Tampan dan Menggoda " genit Wanita Malam itu .


" Berhenti berbicara tentang Orang Lain ketika Kau sedang bersamaku .. Atau , Aku akan benar-benar membuatmu tak berdaya malam ini " ujar Kevin yang tangannya kini bergerilya di seluruh tubuh Wanitanya.


" Buat Aku tak berdaya sayang .." goda Wanita itu.


Mereka berdua pun melanjutkan aktifitasnya yang tertunda.


Kembali pada Ken dan Yaura


Ken menyampaikan bahwa nanti malam ada Undangan Pesta Pernikahan, Dress code nya adalah Pink, Black and White. Yaura hanya menganggukkan kepala .


" Apa lukamu sudah lebih baik ? " tanya Ken yang kini tepat berada di depan Istrinya .


" Iyah .. " singkat Yaura seraya membereskan selimut yang ada di soffa .


Faham bahwa Istrinya akan tidur lebih dahulu, Ken pun kembali ke tempat tidur. Ia mengambil laptop dan memainkannya di Ranjang.


Dan benar saja, Yaura langsung merebahkan dirinya di soffa lalu memejamkan kedua matanya.


1 Jam berlalu ..


Melihat Yaura yang terlihat sudah terlelap, Ken pun menutup Laptop dan menaruhnya kembali ke Meja. Ia segera melangkah keluar dan menuju Ruangan Bawah Tanah, disana terdapat banyak sekali Botol Wine yang tertata rapih . Selain itu, Foto-foto lawas Keluarga Reino Bachtiar juga terpampang di Dinding Ruangan Bawah Tanah tersebut .


Ruang Bawah Tanah


Seorang misterius berjubah hitam datang dan kini tepat berada di depan Ken .


" Aku datang Big Boss " ucap lelaki itu seraya menunduk hormat.


" Cari tahu tentang Istriku , Yaura " ujar Ken .

__ADS_1


" Apa Dia ancaman berbahaya ? "


" Tidak, Aku hanya penasaran saja dengannya . Aku menemui seseorang yang suaranya sangat mirip dengan Istriku, dan Dia bersenjata "


" Perlu diketahui oleh Tuan Besar ? " tanya lelaki misterius itu.


" Jangan memberitahu siapapun soal ini, termasuk Ayah " perintah Ken .


" Baik Big Boss . Aku akan menjalankannya " lelaki itu menganggukkan kepalanya dan berlalu pergi .


Ken termenung.


" Tidak sembarang Orang bisa masuk ke dalam Rumah Keluarga Tuan Devano . Dan Wanita itu bisa masuk kesana, artinya Dia bukan Orang sembarangan " gumamnya dalam hati.


" Ini sangat tidak masuk akal jika Aku mencurigai Yaura . tetapi kenapa Hatiku selalu mengarah kepadanya " lirih Ken.


...............


Tak terasa, Pagi kembali datang


Semua orang beraktifitas seperti Biasanya. Ayah Reino dan Ibu Hilya kini sedang menuju Bandara untuk melakukan perjalanan Bisnis keluar Kota . Evelyn sibuk bersiap untuk pergi Kuliah, sementara Bianca yang tidur di kamarnya sedang berhias di depan cermin.


" Evelyn, sepertinya Kau harus pergi dengan Pak Tio pagi ini " ucap Bianca seraya memoles Wajahnya.


" Aku mengerti . Kau tenang saja, tiap pagi juga Aku pergi dengan Pak Tio . Kau bersenang-senanglah dengan Kakak " balas Evelyn seraya mengeluarkan ponsel dari saku bajunya .


" Aku akan berangkat kerja dengan Ken pagi ini . dan Nanti malam , Aku juga akan berpesta ria dengannya .. Ini sangat menyenangkan " Bianca menarik sudut bibirnya .


" Vino akan datang di pesta nanti malam .Kita lihat saja apa reaksi mereka berdua ( Vino dan Yaura bertemu ) " jawab Evelyn seraya mengotak-atik Ponsel.


" Ken , Alex , Kevin , Vino .. mereka kembali berkumpul , setelah Vino siapakah yang akan menjadi target Wanita ****** yang berpura-pura polos itu ? "


" Mungkin Kevin . Dia sangat cocok dengan Kevin yang suka bermain dengan Wanita Malam "


" Aku jadi ingin bermain dengan Ken " celetuk Bianca tiba-tiba .


" Bermainlah dengan Kakak jika Kau memang bisa " singkat Evelyn .


" Iyah ... Aku harus bisa bermain dengan Ken . Ini akan membuat Yaura cepat pergi jauh dalam kehidupannya tanpa harus menunggu rencana Evelyn . Aku benar-benar sudah muak dengan rencana konyol ini " gumam Bianca dalam hatinya.


Di Kamar


Ken & Yaura sudah bersiap. Yaura yang sedang bercermin pun tiba-tiba teringat Bahwa Ia tidak punya Gaun untuk pesta nanti malam .


" Ken .. sepertinya Aku tidak bisa ikut ke pesta " ucap Yaura seraya membalikkan badannya dan berjalan ke arah Ken .


" Kenapa ? " tanya Ken seraya membalutkan Jas berwarna Abu-abu ke tubuh kekarnya .


" Aku tidak punya Gaun ." singkat Yaura dengan wajah tanpa dosa .


Mendengarnya , membuat Ken berdecak kesal.


" Rasanya Kau sangat tidak pantas menjadi seorang Penerjemah dengan IQ-mu yang sangat rendah itu " celetuk Ken .


" Apa maksudmu ? Tidak ada hubungannya Gaun dengan IQ ! " Yaura ngegas.


" Turunkan nada bicaramu ! sudah bodoh, suka ngegas pula. Gaun bisa dibeli di Butik atau Mall begitu saja tidak bisa berfikir . Sungguh konyol "


Mendengarnya membuat Yaura diam.


" Tapi Aku sangat malas membelinya Ken , membuang waktu " tuturnya dengan lembut .


Bagasi


Ken dan Yaura sudah masuk kedalam mobil, tiba-tiba


" Ken .. boleh Aku ikut denganmu ? " ujar Bianca yang berpenampilan sangat modis.


" Apa tidak ada sopir disini ? Pak Tio dan lainnya ?! " jawab Ken dengan nada dingin .


" Bukankah Kantor Kita searah ? "


Malas mendengarkan drama Ken & Bianca.


" Bianca masuklah .. Ken sudah mengizinkanmu " tutur Yaura tiba-tiba .


" Terima Kasih Yaura, Kau memang pengertian " ucap Bianca seraya membuka Pintu mobil.


Mendengar ucapan Yaura, membuat Ken melirik kearahnya tapi tidak mengatakan apapun dan segera melajukan mobil .


Setelah perjalanan beberapa menit , mereka akhirnya sampai di Gedung Departement tempat Istrinya bekerja. Yaura pun segera turun dari mobil.


Namun tak disangka, Bianca juga ikut turun dari mobil , dan ..


" Ayo Ken .." ujar Bianca yang ternyata memindahkan tempat duduknya disamping Ken .


" Apa yang Kau lakukan ? " ketus Ken . Namun Bianca tak menjawabnya , Ia sibuk memandangi ekspresi Yaura.


" Hati-hati " ucap Yaura tanpa ekspresi .


" Kau juga hati-hati Nona Yaura .. Semoga pekerjaanmu berjalan lancar " ucap Bianca dengan nadanya yang arogant, Ia kemudian menutup pintu mobil . Ken pun segera melajukan mobilnya .


" Apa Kau tidak bisa duduk dibelakang ? "


" Aku tidak ingin menganggapmu sebagai Sopir, Ken " ujar Bianca .


DEPARTEMENT PEMERINTAH


Yaura berjalan kaki menuju Kantor NIS .


" Sepertinya Bianca sangat mencintai Ken " lirih Yaura yang mengingat usaha Bianca untuk selalu bersama suaminya .


Setelah sampai di Kantornya , Ia memilih pergi ke Ruang Pemantauan yang terdapat banyak Komputer berskala besar . Tak disangka Pak Agus ada disana juga .


" Tim akan melakukannya hari ini " ucap Pak Agus seraya tetap mengoperasikan Komputer .


" Penawar ada pada Helena . Aku berharap tidak telat memberikan penawarnya "


" Tenanglah , Helena dan Boby pasti melakukannya dengan tepat " senyum misterius Pak Agus.


.........


Skip cerita, Malam pun tiba


Kini mereka sudah kembali di Rumah masing-masing dan bersiap untuk ke Pesta . Ken yang sudah membersihkan diri dan bersiap dengan Kameja Putih berbalut Jas Hitam .


Waktu semakin mepet, sementara Yaura yang berada di Ruangan Baju masih belum keluar sama sekali.


Ken terus melihat Jam tangan miliknya .

__ADS_1


" Yaura cepatlah " teriak Ken .


Yaura sedang memandangi Gaun Pink Bertabur Swarovski di Gantungan Baju,


" Lengannya sedikit panjang , Ini cukup baik untuk menutupi luka yang ada di lengan . Tetapi Ya Tuhan, Belahannya benar-benar sangat ekstrim , Ini membuat Belahan dada bahkan Dadaku terekspos " Ia terlihat bingung melihat keadaan Gaunnya .


Tak ada jawaban dari Yaura , membuat Ken menghampirinya . Hendak membuka Pintu Ruangan namun terkunci dari dalam .


" Kamu butuh berapa Jam lagi untuk bersiap? Cepatlah keluar yang lain sudah menunggu di bawah " Ken mengetuk Pintu .


" Sebentar lagi.." ucapnya dari dalam .


Ken pun menghela nafas .


Terpaksa ,Yaura pun segera memakai Gaun itu .


" Gaunnya sangat cantik . tetapi belahannya membuatnya menjadi aneh " gumam Yaura seraya menutup Zipper Gaun di punggungnya .


Terus berusaha menutup zipper , namun rasanya terlalu susah .


" Yaura cepat . Kau memakai Baju atau Tertidur didalam sana ? " Teriak Ken kembali yang sepertinya sudah sangat tidak sabar .


" Sebentar lagi Ken .. bersabarlah " ujar Yaura seraya terus berusaha menutup Zipper .


" Daritadi Kau bilang sebentar ! Tetapi masih sangat lama . Apa Kau menunggu Pestanya selesai lebih dulu begitu ? "


Tak menjawab omelan Ken ,


" Apa Aku meminta bantuannya saja ? Ini sangat susah ? " fikirnya . Yaura pun segera mengambil sebuah Kaos untuk menutupi belahan dadanya sementara , Ia pun membuka pintu .


Ken menoleh ke arahnya .


" Astaga.. Kau masih belum siap " gerutu Ken .


" Ken .." lirih Yaura.


" Apa ? Kau tidak ingin ikut ?" Ketusnya .


" Bukan . Aku tidak bisa menutup Zippernya.. " lirih Yaura seraya menggigit bibir bawahnya .


Ken pun terdiam .


" Kemarilah " ucap Ken dengan lembut .


Yaura pun berjalan ke cermin, Punggungnya masih tertutup oleh Rambut Panjang miliknya.


Di Depan Cermin, Ken pun menyibakkan Rambut Panjang Yaura ke sebelah sisi , Hingga Punggung Indah Istrinya itu benar-benar terlihat .


Punggung Indah, Putih dan Begitu menggoda bagi dirinya , Ken pun dibuat tertegun oleh pemandangan tersebut .


" Jangan melihatnya . berpalinglah" perintah Yaura .


" Kenapa ? Bukankah ini Hakku ?" lirih Ken didekat telinga Istrinya .


Mendengar perkataan itu yang begitu jelas , membuat Yaura tidak bisa berkata apapun .


" Ken benar juga, Dia punya Hak atas diriku " lirihnya dalam hati .


Tak disangka, Ken memalingkan pandangannya. tangannya perlahan menutup Zipper Gaun , hingga gesekan antara tangan Ken dengan Punggung Yaura sangat terasa .


Pertama mendapat sentuhan lawan jenis, membuat Yaura merinding dibuatnya . Ia kemudian menatap cermin dan melihat Ken yang memalingkan pandangannya .


Zipper pun tertutup sempurna.


" Aku tunggu di bawah " ujar Ken dan berlalu pergi .


...........


Evelyn dan Bianca ternyata pergi lebih dahulu ke Pesta . Mereka pergi bersama sopir .


Ken langsung menuju Bagasi dan masuk ke dalam Mobil.


Tak lama kemudian , Yaura datang dan membuka pintu mobil , tangannya terus menutupi belahan dada miliknya dan segera masuk kedalam mobil.


Ken yang melihatnya begitu terpana setelah melihat penampilan Yaura yang sangat Feminim dan berhias dengan begitu Elegant. Kedua telinganya terpasang Anting berukuran kecil dengan desain yang simple dan Rambut yang dibiarkan terurai.


" Berhias seperti Nenek Sihir saja lama sekali " celetuk Ken seraya melajukan mobil.


" Kau tidak merasakan jadi Wanita " Yaura mengerucutkan bibirnya .


Sepanjang perjalanan Yaura terus menutupi belahan dadanya . Ken berkali-kali melirik ke arahnya .


" Kau tidak nyaman dengan Gaunnya ? " tanya Ken yang menoleh ke arah Istrinya .


" Aku nyaman " jawab singkat Yaura .


Ken melirik Belahan Yaura yang tetap terlihat walaupun tutupi oleh tangan , Ia pun kini faham dan segera melihat Jam yang melingkar di tangannya .


" Sudah sangat mepet . Aku tidak mungkin pergi ke Butik dulu " gumam Ken dalam hatinya .


RUMAH KELUARGA WILLIAM


Tak terasa, mereka pun sampai di Basement Rumah Mewah Keluarga William . Ken dengan segera turun dari mobil , diikuti Yaura .


Tiba-tiba


Ken melepaskan Jas Hitam dari tubuhnya lalu ..


Memakaikannya kepada Yaura .


Yaura pun terkejut dibuatnya .


" Ken .. Apa yang Kau lakukan ? " tanya Yaura yang kini melepaskan tutupan belahan dada lalu tangannya hendak melepas Jas yang dipakaikan oleh Ken .


" Jangan dilepas.." lirih Ken, pandangannya kini terarah pada Belahan Dada milik Istrinya yang sangat terbuka .


" Lain kali jangan memakai sesuatu yang tidak nyaman untukmu " sambung Ken lalu mengalihkan pandangannya ke wajah Istrinya .


Seakan mengerti maksud Ken ,


" Tapi Ken .. Kau tidak memakai Jas nantinya " jawab Yaura yang kini memegang lengan Ken.


" Tidak masalah .. Ayo masuk " ujar Ken.


Tak disangka Ken tiba-tiba meraih dan menggenggam tangan Yaura dan berjalan bersamanya . Melihat ini, Yaura pun hatinya luluh , pandangannya terfokus pada tangan Ken dan Dirinya yang berpegangan bersama .


...................................


BUTUH SARAN DAN KRITIK

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSSSSS


__ADS_2