Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
KEMBALI DARI BULAN MADU


__ADS_3

PAGI HARI


Meskipun masih ngantuk dan lelah yang amat sangat akibat pertempuran semalam dengan Sang Suami ,namun Yaura berusah keras membuka matanya saat bunyi Alarm yang menjadi penanda bahwa mereka bersiap untuk terbang dan kembali ke Negara.


Menyadari dirinya polos tanpa sehelai benang, Yaura pun menatap Suaminya yang masih tertidur pulas.


Mata Yaura melihat beberapa bekas kecupannya sendiri di leher, bahu dan dada Sang Suami hingga membuatnya tertunduk dan tersenyum malu.


" Ya Tuhan.. " lirih Yaura sembari tersenyum manis memandangi wajah Suaminya.


1 Jam kemudian, Yaura sudah rapih dan berhias sewajarnya. Melihat Sang Suami belum bangun, membuatnya mendekat..


" Ken, bangun.. " lirih Yaura sembari menggoyang-goyangkan tangan Suaminya.


" Ken.. Kita harus pulang pagi ini,yang lain sudah bersiap " Yaura berusaha keras membangunkan Suaminya.


" Masih pagi Sayang.. " saut Ken setengah sadar, matanya masih terpejam hingga membuat Yaura merasa gemas.


" Hari ini Kita pulang.. Kau lupa? " bisik Yaura di telinga Sang Suami.


Bukannya bangun, Ken malah menarik tubuhnya lalu memeluknya dengan erat.


" Ssstt Jangan brisik. masih pagi.. " senyum Ken sembari menenggelamkan wajahnya di belahan Dada Sang Istri, NDUSEL MODE ON.



Bak Bayi Gede yang merindukan kehangatan, Ken terus ndusel dan menguyel-nguyel Istrinya tanpa henti. Menjadi korban, Yaura melukiskan senyum manis melihat Suaminya yang sangat manja dan kekanak-kanakan.


" Ayo Ken bangun.. Kau ini susah sekali dibangunkan😏😂" Yaura menahan geli karena tangan Ken terus meraba kemana-mana.


" Posisi enak.. " saut Ken, sungguh menguyel-uyel Istrinya di Pagi Hari itu sangatlah membahagiakan.


Tak lama kemudian, benar saja..


Trininggggg


Tangan Yaura meraih ponsel Suaminya yang ada di nakas, dan


ZAYN


" Siapa Sayang ? " Ken menghentikan aktifitas tangannya.


" Zayn " Yaura menyerahkan ponsel.


Ken menekan tombol hijau dan langsung saja disambar oleh omelan Zayn,


" Kau bilang jam 07.00 sudah berangkat bodoh ! ini sudah hampir jam 09.00 ".


" Berisik ! " Ken merangkul Sang Istri lalu mencium pipinya.


" Nanti saja mantap-mantapnya ! Kalian bisa melanjutkannya di pesawat ! " omel Zayn yang membuat Ken tersenyum.


" Nanggung ! " tawa Ken lalu mematikan sambungan telefon, hal ini tentu saja membuat Zayn dongkol.


Menyadari Suaminya masih polos,


" Sana Mandi, Aku ingin menemui Kak Lee sebentar. " alibi Yaura, karena jujur jika dalam keadaan sadar Ia masih malu memandang tubuh Suaminya.


" MANDIIN.." goda Ken.


Plakkkk Yaura menampar pelan pipi Suaminya.


" Manja. " Yaura tersenyum tipis lalu melepaskan diri dari pelukan Suaminya.


" Sekalian suruh Robin untuk membuatkanku Jus Kiwi, Sayang.. " perintah Ken.


" Aku akan membuatkannya untukmu. " saut Yaura sembari membuka pintu.


Ken mendelik dan tersenyum,


" Sudah mulai peka. " pujinya dalam hati.


****


Karena berasal dari Kalangan Atas, jadi semuanya tidak perlu repot-repot menyiapkan koper atau barang yang akan dibawa pulang. Mereka memiliki pelayan masing-masing termasuk Evelyn, Adik dari Ken yang sudah tidak diragukan lagi sifat manjanya.


" Ya Tuhan, lupa memberitahu Kakak bahwa Aku dan Vino pergi ke Dubai dulu, tidak langsung pulang.. " Evelyn tersadar, lalu melangkah keluar dari Kamarnya.


" Kakak bangun belum yah?.. " batin Evelyn.


Kamar Ken


Evelyn mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari Ken ataupun Yaura, ingin membuka pintu namun Ia urungkan karena takut akan mengganggu privacy Kakaknya.


Datang diwaktu yang tepat,


" Evelyn.. " sapa Yaura sembari membawa Jus Kiwi.


Evelyn tersenyum,


" Astaga.. Aku kira Kau belum bangun.Mmmmmm Yaura, Aku ingin bertemu Kakak, dimana Dia? Aku sedari tadi memanggilmu dan Kakak,tapi tidak ada yang membukakan pintu. "


" Benarkah ? padahal Kakakmu ada di dalam. Baiklah ayo masuk.. " Yaura membuka pintu dan masuk, diikuti Evelyn di belakangnya.


Mendengar bunyi shower,


" Sepertinya Kakakmu sedang mandi,jadi tidak mendengarnya. " ucap Yaura.


Evelyn menatap Yaura lalu menganggukkan kepalanya,


" Yaura.. apa Aku boleh meminta bantuanmu? tapi berjanjilah jangan mengatakan ini kepada Kakak.. " wajah Evelyn berubah menjadi memelas.


Mengingat Anin yang busuk, membuat Yaura mendelik, sorot matanya mulai mengamati Evelyn serta gerak-geriknya. karena bagaimanapun, Adik Ken dulu pernah benci kepadanya.


" Katakan.. "


" Tapi berjanjilah dulu jangan memberitahu Kakak.. " Evelyn mengalihkan pandangannya ke arah Kamar Mandi.


" Aku tidak bisa membuat perjanjian dengan siapapun. Katakan saja. " ucap Yaura seakan mengisyaratkan bahwa Dirinya tidak akan mau diperintah dan menyindir bahwa SEMUA ORANG BISA MENGINGKARI PERJANJIAN DAN BERAKHIR DENGAN KEBUSUKAN.


Degg !!! menyadari bahwa Yaura bukan wanita biasa membuat Evelyn tersenyum kecut.


" Iyah Aku lupa.. " lirihnya dalam hati.


" Baiklah Yaura. Aku akan jujur kepadamu. "


" KAK KEN SUDAH MEMBERIKU 10 TRILLIUN, DIA BILANG 5 TRILLIUNNYA UNTUKMU. KAU TAHU KAN AKU INGIN MEMBELI BERLIAN DI DUBAI? NAH, JIKA TIDAK KEBERATAN, APA AKU BOLEH MEMINJAM LAGI UANG 5 TRILLIUN MILIKMU YAURA? JUJUR.. AKU MASIH MERASA KURANG, TAPI TIDAK BERANI MEMINTA KE KAKAK.. " tutur Evelyn.


" Hanya Uang? " Yaura mengubah ekspresi wajahnya ke semula.


" Iyah,tapi jangan bilang Kak Ken, Dia pasti akan memarahiku karena meminjam uangmu. Kau tahu bukan? Berlian di Dubai Desainnya sangat indah, Aku sangat terobsesi memilikinya. Yaura.. Louis sedang mengalami kerugian, tidak ada pemasukan dana, Aku tidak tahu lagi harus meminjam kepada siapa jika bukan kepadamu.. " rengek Evelyn sembari menunjukkan foto berlian terbaru dari Catalog Dubai melalui ponselnya.


Mendengarnya,membuat Yaura tersenyum.


" Aku kira Kau meminta hal lain. Mmmm baiklah, pakai saja Evelyn, dan Aku tidak akan memberitahu Kakakmu. "


" Benarkah? Ya Tuhan, Kau baik sekali. Yaura.. Aku janji akan membayarnya nanti, tapi ingat jangan bilang ke Kakak, Dia suka mengomel,Aku tidak suka. " Evelyn kegirangan, senyum manis merekah terulas dari bibirnya yang mungil.


" Tentu. " singkat Yaura.


Hendak berbicara, namun Evelyn urungkan saat melihat Kakaknya keluar dari Kamar Mandi.


15 menit kemudian Ken keluar dengan pakaian casual.

__ADS_1


Melihat Adiknya ada disana, membuat Ken menatapnya penuh selidik.


" Katakan? " sapa Ken sembari mengacak-acak rambut Adiknya seakan faham bahwa Evelyn akan datang menemuinya jika membutuhkan sesuatu.


" Astaga.. Kakak sangat pengertian. " senyum Evelyn.


Ken meraih Jus Kiwi dari meja lalu mengalihkan pandangannya ke Sang Istri, tubuhnya Reflex mendekat dan memiringkan kepalanya,


" Ken.. " Yaura membulatkan matanya dan mendorong tubuh Sang Suami, seakan faham bahwa Ken ingin menciumnya.


Tersadar, Ken tersenyum lalu mendaratkan tubuhnya di samping Sang Istri.


" EKKKHEMMMMM TIDAK APA-APA,AKU TIDAK AKAN MELIHATNYA." Evelyn cekikikan sembari menutupi wajahnya dengan tangan.


" TIDAK MELIHAT TAPI MENGINTIP "


Ken menenggak sampai habis Jus Kiwi yang dibuatkan oleh Istrinya.


Yaura bersemu,sementara Evelyn tertawa ngakak.


" Apa yang lain sudah bersiap di depan? " tanya Ken seraya mengambil sepotong sandwich di piring lalu melahapnya.


" Mungkin sudah. Mmmm Kakak.. Aku ingin mengatakan sesuatu, tapi jangan marah, Aku lupa memberitahu Kakak semalam.. " ucap Evelyn.


" Hummm " Ken menyodorkan sandwich ke mulut Sang Istri, tanpa sadar, Yaura pun langsung melahapnya.


" Aku izin pergi ke Dubai terlebih dahulu Kak, jadi tidak langsung pulang.. " tutur Evelyn yang membuat Ken dan Yaura mendelik.


" Kau ingin menyusul Anin?! " sentak Ken.


" Aku tidak perduli dengan Anin, lagipula itu urusannya Dia. Kak.. apa Kakak lupa? tempo hari Aku pernah meminta uang kepada Kakak 5 Trilliun untuk membeli berlian di Dubai. Nah sekarang Aku ingin membelinya kesana.. " jelas Evelyn.


" Keadaan belum kondusif, Kakak takut terjadi apa-apa denganmu. Suruh Orang Lain saja untuk membelinya. " tolak Ken mentah-mentah.


"Jangan khawatir Kak, lagipula seperti biasa saja, Kakak kirim pengawal untukku, sudah pasti aman. Ayolah Kak.. Evelyn mohon, hanya untuk ke toko Berlian sebentar, tidak sampai sehari disana. " rengek Evelyn, wajahnya memelas.


" Jangan membantah ! Kakak tidak akan mengizinkanmu sendirian kesana. " ekspresi Ken berubah menjadi serius hingga membuat nyali Evelyn menciut.


" Dengan Vino, Kak.. " lirih Evelyn.


Ken membuang pandangannya dan diam.


Sadar Sang Kakak tidak mengizinkannya, Evelyn menatap Yaura dan memberinya isyarat dengan mimik wajah yang sangat menyedihkan.


" Yaura.. " Evelyn mencebikkan bibirnya dan tahu bahwa Yaura adalah kelemahan Kakaknya.


" Izinkan saja,Ken.. " ucap Yaura yang membuat Ken mendelik.


" Tidak. itu sangat berbahaya,Aku tidak ingin Evelyn kenapa-napa.. " tolak Ken.


" KAKAK.. AKU HANYA INGIN MEMBELI BERLIAN BUKAN BERPERANG. LAGIPULA ADA PENGAWAL, AKU PASTI BAIK-BAIK SAJA.. " Evelyn beranjak lalu duduk disamping Kakaknya sambil merengek.


Yaura menatap Evelyn yang sangat kekanak-kanakan dan manja kepada Ken.


" Bohong jika Evelyn tidak merindukan Kedua Orang Tuanya ,mungkin dengan uang dan jalan-jalan itu bisa melupakan kesedihan didalam hatinya. " lirih Yaura sembari mengamati Evelyn yang sedang memeluk Ken dengan erat.


" Jahat.. Kakak sekarang tidak mau menuruti keinginanku ! " Evelyn mrengut kesal.


" Evelyn dengar, Kakak bisa mengabulkan apapun yang Kau mau, kecuali pergi sendirian. Sudahlah ! Zayn dan yang lain sedang menunggu di luar. " Ken kekeh pada keputusannya hingga membuat Evelyn semakin kesal.


" Biarkan Evelyn ke Dubai,Ken.. lagipula ada Pak Agus dan Tim Kita yang akan terbang ke Dubai untuk mengantar Anin. Dengan begitu, Kau bisa menitipkan Evelyn kepada mereka. Keamanan akan terjamin. " saut Yaura yang membuat Evelyn tersenyum kembali.


" Itu maksudku. " sambar Evelyn.


" Tetap saja itu beresiko. Jika ada seseorang yang menyerang Evelyn bagaimana? Aku tidak ingin ada yang terluka lagi. " ujar Ken.


" Jika Kau tidak percaya pada Pak Agus, maka kirim Albert untuk ikut dengannya.. Kau pernah bilang bukan bahwa kemampuannya hampir sama denganmu? Albert, Tim Kita, Pak Agus, dan Vino.. itu sudah lebih daricukup untuk menjaga Evelyn.. lagipula tidak akan ada yang berani menyakiti Evelyn, Dia Adikmu.. Orang Luar sangat segan terhadap Keluarga Bachtiar.. " tutur Yaura secara tidak langsung bilang bahwa Evelyn tidak akan diserang karena berasal dari Keluarga Bachtiar, kecuali dirinya yang keluar sendirian,maka akan diserang sana sini karena memiliki banyak musuh.


Yaura tersenyum tipis,


" Izinkan Evelyn.. " lirihnya.


Ken menggelengkan kepalanya.


" Ken.. percayalah, Evelyn akan aman.. " lirih Yaura, suaranya begitu lembut teduh hingga membuat Ken menatapnya dengan penuh cinta.


" Sayang, tapi.. " Ken melemah. melihat Sang Istri tersenyum dan menatapnya dengan intens membuat Ken menghela nafas panjang.


" Baiklah, Aku mengizinkannya. Kalian berdua benar-benar pemaksa. " Ken menatap Istrinya dan Evelyn bergantian.


Happy, Evelyn langsung kegirangan dan sumringah.


" Ya Tuhan, Ya Tuhan, terima kasih Kakak.. Astaga, Aku sangat menyayangimu Kak.. " Evelyn memeluk Ken dengan erat lalu mengedipkan mata kepada Yaura seakan berterima kasih kepadanya.


" Baiklah Kakak, Aku akan memberitahu ini kepada Vino. Ya Tuhan, Aku sangat bahagia. " Evelyn melepaskan pelukan lalu menatap Ken dan Yaura bergantian.


Karena pelukannya, Baju Sang Kakak pun sedikit tersibak hingga menampakkan bekas kecupan merah keunguan disana.


" Aku sangat bahagia melihat Kak Ken Bahagia. " senyum Evelyn.


" Kakak, Yaura.. Aku pamit dulu.. " Evelyn menundukkan kepalanya dan melangkah keluar.



Ken menoleh dan memastikan bahwa Adiknya sudah keluar. Evelyn menutup pintu, dan..


" Morning Kiss 😘 " Ken langsung saja mendaratkan bibirnya dan melakukan kissing yang lembut dan passionate hingga membuat Yaura tersenyum.


Yah, morning kiss adalah kewajiban bagi Ken😂.


" Morning apanya, ini sudah siang. " lirih Yaura saat Sang Suami melepaskan ciumannya.


" Bawel ! " senyum Ken sembari melanjutkan kembali aktifitas yang sempat terhenti,yaitu sarapan.


*


*


PARKIRAN


Sembari menunggu pasangan yang berbulan madu datang, mereka berpose bersama seraya mendokumentasikannya lewat kamera digital. Nona Lee dan David nampak paling antusias mengabadikan foto berdua,


" Saat orang lain pertama kali melihatmu, Aku yakin mereka pasti menyangka bahwa Kau adalah Supermodel,bukan Dokter . " puji David seraya memandangi hasil jepretan ponselnya bersama Nona Lee.


" Itu tidak benar. Aku sama sekali tidak mirip dengan Model." Nona Lee merendah hingga membuat David tersenyum.


" Kau sangat rendah hati. " yah, David sepertinya tidak bisa berhenti memuji Nona Lee.


Yang ditunggu datang, Ken dan Yaura nampak serasi saat berjalan bersama. Aura Pengantin keduanya benar-benar masih terpancar hingga membuat Lisya takjub,


" Aku tidak pernah melihat pasangan sesempurna mereka. " pujinya dalam hati.


Keinginan Sang Adik, Ken dan Yaura berpose sejenak untuk mengabadikan kenangan terakhir di Maldevis. Setelahnya, Ken tampak menghampiri Pak Agus dan Albert untuk menjaga Evelyn.


" Jangan sampai Adikku terluka,Pak. Aku percaya padamu. " ucap Ken.


" Tenang saja,Evelyn akan Bapak jaga. tenanglah Nak.. " senyum Pak Agus.


Salah faham, Lolly datang dengan wajah yang semakin cemas dan pucat.


" Kak Ken, Pak Agus.. Aku mohon jangan membunuh Kak Anin.. " mata Lolly sayu sembari mengatupkan kedua tangannya.


" Jangan seperti itu,Lolly.. Tenanglah, Anin akan baik-baik saja. Dia hanya ke Dubai sebentar dalam keadaan bernyawa, dan pulang dalam keadaan bernyawa juga. Berhentilah bersedih.. " tutur Ken guna menenangkannya.

__ADS_1


Percaya kepada Ken, Lolly mencoba untuk tenang dan tidak berfikir macam-macam.


*


*


JET PRIBADI


Penerbangan tidak terlalu melelahkan karena mereka menggunakan Jet Pribadi. Di dalam pesawat mereka bersenda gurau, terutama Zayn dan Alex yang terus membuat lelucon konyol hingga membuat semuanya tertawa terbahak-bahak, termasuk Lolly yang nampak tersenyum. Hal ini tentu saja membuat Alex senang karena berhasil mengusir sedikit kesedihan Lolly, musuh bebuyutannya.


Namun ada satu orang yang diam merenung,siapa lagi jika bukan Kevin.


" Aku sangat khawatir dengan Anin. Ya Tuhan, jangan sampai Pak Agus dan Nona Lee diam-diam melenyapkannya disana. " Doa Kevin dalam hati. karena jujur, Ia juga bahkan tidak mengerti kenapa hati dan fikirannya terus memikirkan Anin.


Mengantuk, Yaura menyenderkan kepalanya ke kursi.


Namun..


" Tidurlah.. " lirih Ken sembari membenarkan posisi kepala Sang Istri untuk menyender di pundaknya.


Selalu mendapatkan perlakuan manis, membuat Yaura merasa sangat bahagia. tidak mampu mengungkapkan dengan kata,namun hati yang berbicara. Apalagi Aroma tubuh Sang Suami yang sangat maskulin dan wangi bagaikan candu untuknya.


Takut Istrinya capek tidur seperti itu,membuat Ken inisiatif untuk mengajaknya ke Kamar Private.


" Tidak masalah. disini saja.. " lirih Yaura, matanya terpejam.


Istri menolak, Ken pun memilih mengalah.


Perjalanan pulang kali benar-benar berkesan. Ada yang bahagia,menjadi biang kerok, galau, sedih, bahkan modus untuk mendekati Wanita.


***************


PENJARA


Keadaan Para Iblis semakin hari semakin mengenaskan. Kulit kusam, wajah keriput, mata penuh kesedihan dan tekanan juga kondisi badan yang tidak sehat nan kurus kering. Reino dan Hilya nampak termenung meratapi Masa Lalu yang begitu indah saat Perusahaan masih berjaya dan Sang Anak yang begitu mencintainya.


" Ken.. Evelyn.. biasanya mereka memelukku jika menangis. Hikssss " Hilya menangis frustasi.


" Kenapa Tuhan begitu jahat kepadaku dan menjauhkan seorang Anak dari Orang Tuanya sendiri ! Aaarrrgggghhh ini tidak Adil ! Aku merindukan Anakku ! " teriak Hilya, jujur Ia sangat merindukan kedua anaknya.


Mendengar teriakan Sang Istri membuat Reino mengingat perkataan Yaura dimasa lampau.


" KAU MEMISAHKAN SEORANG ANAK DARI ORANG TUANYA DAN MEMISAHKAN ORANG TUA DARI ANAKNYA ! KAU PEMBUNUH AYAHKU ! KAU MEMBUNUH KELUARGAKU ! ".


" Benar apa yang Dia katakan.. jadi beginikah rasanya dipisahkan dan dibenci oleh Anakku sendiri? " batin Reino, matanya berkaca saat menyoroti sekitar.


" 8 Bulan lebih Aku dikurung disini, tapi.. Ken dan Evelyn sama sekali tidak menemuiku.. lalu.. apakah akan selamanya Aku dijauhi dan dibenci Anakku sendiri? " sambungnya.


tiba-tiba seorang Sniper datang dan menghadap mereka semua.


" Hari ini Tuan Ken beserta rombongannya tiba di Bandara.Jadi, Aku peringatkan.. SIAPKAN MENTAL KALIAN, KARENA TUAN KEN DAN NONA YAURA AKAN KESINI. "


Mendengar nama YAURA disebut membuat Para Iblis tersentak, terutama Bianca yang langsung menggelengkan kepalanya dan ketakutan.


" TIDAK.. TIDAK...AKU TIDAK MAU MATI SEKARANG ! AKU TIDAK MAU MATI SEKARANG HIKSSSSS " Ia berteriak kencang, air mata langsung mengalir deras mengingat setiap Yaura datang, pasti ada nyawa melayang atau tubuh yang dilumpuhkan. Hal itu membuat Bianca ketakutan, tubuhnya gemetar.


" TIDAK ! JANGAN ! JANGAN MEMBIARKAN YAURA KESINI HIKSSSSS DIA BENAR-BENAR KEJAM ! YAURA SANGAT JAHAT HIKSSS " bak seorang yang mengidap Depresi dan gila karena keadaan, Bianca terus berteriak.


Disusul oleh Pak Diyo yang lumpuh tak bisa berbicara, tubuhnya seketika melemas saat Mantan Bawahannya kini memegang kendali atas takdir hidupnya.


" Tidak... jangan.. Yaura memang sangat berbahaya, Dia benar-benar Psikopat dan Pembunuh berdarah dingin. Aku tidak mau mati sekarang.. aku belum siap.. Tuhan selamatkan Aku,kirim orang untuk mengobatiku sekarang. " rintihnya dalam hati.


Edward dan Helena hanya bersikap datar, namun mata menjelaskan bahwa mereka ketakutan dan cemas.


" Tidak masalah jika Yaura membunuhku sekarang. Lagipula Aku sudah tidak memiliki semuanya. Orang Tua, Harta, Teman.. semuanya lenyap. "


" Tapi sebelum itu.. Aku terlebih dahulu ingin menyelapkan keparat Reino dan Hilya, mereka Pembunuh Ayah dan juga penyebab pertemananku dengan Ken hancur. " Edward meradang, tatapan begitu tajam ke Reino dan Hilya.


" Aku memang Wanita Munafik. Untuk apa bersedih sekarang? untuk apa Aku menyesalinya disaat keadaan benar-benar hancur dan terpuruk? "


" Aku memang Wanita Munafik dan Penghianat.. " Helena meneteskan air mata. Ia mengingat kembali dimana dirinya menembak punggung Yaura dengan sebegitu teganya. Bukan hanya menembak, Ia bahkan menghianati Yaura lalu menikamnya dari belakang.


" Aku ingin minta maaf.. tapi.. aku juga membenci diriku sendiri.. " rintih Helena dalam hati.


Bukannya ketakutan, Hilya malah tersenyum saat mendengar bahwa Yaura datang.


" JIKA YAURA DATANG, AKU INGIN MENGATAKAN BAHWA.. DIA DAN IBUNYA ITU SAMA PERSIS ! SAMA-SAMA WANITA PENGGODA DAN SUKA MENGHASUT ORANG LAIN UNTUK MEMBENCIKU ! YAURA J*LANG ! KEPARAT KAU YAURA ! " teriak Ibu Hilya yang membuat Ayah Reino meradang.


" TUTUP MULUTMU HILYA ! BERDOALAH ! KAU SEBENTAR LAGI AKAN MATI ! JANGAN BERHARAP KEN ATAUPUN EVELYN AKAN MENANGISI KEMATIANMU, KARENA MEREKA TIDAK AKAN MELAKUKANNYA ! KAU TAHU KENAPA? KARENA SIKAPMU YANG TIDAK TAHU DIRI BAHKAN MELEBIHI WANITA J*LANG ! " teriak Ayah Reino yang merasa Istrinya benar-benar tidak memiliki rasa takut.


" YAURA MEMBUAT ANAKKU SENDIRI MEMBENCIKU ! DIA MENGHASUT KEN UNTUK MENGURUNG KITA DISINI REINO ! DAN EVELYN ? PUTRI KITA SATU-SATUNYA BAHKAN TIDAK MEMILIKI EMPATI SAMA SEKALI HIKSSSSS " senyum Hilya pudar dan berubah menjadi deraian air mata saat mengingat Kedua Anaknya. Ia frustasi dan merasa sangat sakit di jauhi oleh anak.


" AKU YANG MEMBESARKAN MEREKA ! AKU YANG MENGAJARI MEREKA BERJALAN DAN BERBICARA, TETAPI KENAPA SEKARANG MEREKA MEMUSUHI IBUNYA SENDIRI ! HIKSSS " tangis Ibu Hilya pecah saat mengingat masa kecil Ken dan Evelyn.


" WOW ! PERFECT ! YAURA BENAR-BENAR CERDIK MEMBERIMU HUKUMAN SEPERTI INI. HEY HILYA ! BAGAIMANA RASANYA DIBENCI DAN DIJAUHI OLEH ANAK? KAU PASTI TERSIKSA. DAN KAU REINO? KEN BAHKAN MENGHAPUS MARGANYA DAN TIDAK MENGAKUIMU SEBAGAI AYAH SECARA TERANG-TERANGAN ! HAHAHAHA KALIAN PASTI SANGAT MENDERITA DISIKSA BATIN OLEH ANAK KALIAN SENDIRI " suat Edward sembari melebarkan tawanya yang begitu renyah.


" Yaura dan Aku merasakan bagaimana sakitnya ditinggal selamanya oleh Orang Tua. Dan yah, Menantu Kalian itu sangat cerdik.. DIA SENGAJA MENGHUKUM KALIAN DENGAN CARA YANG SAMA PERSIS SEPERTI YANG KALIAN LAKUKAN, YAITU... MEMISAHKAN ANAK DARI ORANG TUA, DAN ORANG TUA DARI ANAKNYA .. HAHAHHA RASAKAN BAGAIMANA SAKITNYA ! " Edward terus memaki dan tertawa diatas penderitaan Reino dan Hilya.


Mendengar ejekan Edward, membuat Reino dan Hilya terdiam. Kepalanya tertunduk, karena memang benar apa yang dikatakan Edward bahwa Yaura sengaja merusak hubungan keluarganya.


" Lebih baik Aku mati daripada dibenci oleh Putra dan Putri ku sendiri.. " mata Reino berkaca saat mengingat Ken dan Evelyn yang memakinya saat di pemakaman.


" LAKUKAN SESUATU REINO HIKSSSS ! LAKUKAN SESUATU AGAR KEN DAN EVELYN TIDAK MEMBENCIKU HIKSS, AKU TIDAK BISA MENAHAN RASA SAKIT DIBENCI OLEH ANAKKU SENDIRI HIKSS " Hilya melemas bak tanpa tulang saat mencerna makian Edward.


Kesedihan, sakit, sengsara, frustasi, depresi, cemas dan ketakutan kembali melanda mereka. Iyah itu PENYESALAN, ADANYA DIBELAKANG.


*


*


BANDARA


Setelah melakukan perjalanan panjang selama lebih dari 9 Jam, rombongan pun tiba di bandara. Keamanan dijaga sangat ketat oleh Goddes Of Death dan NIS Kepercayaan Alfin. Reporter berita dari berbagai media televisi pun sibuk menyorot Pasangan Ken dan Yaura yang menjadi Pemegang Predikat Pengusaha Terkaya saat ini.


" Astaga.. banyak sekali kamera, Aku jadi teringat Drama Korea jika seperti ini." gumam Lisya dalam hati, matanya menyoroti Para Wartawan yang sedang melakukan pengambilan gambar.


" Kau tidak malu? " bisik Nona Lee pada David yang berada di sebelahnya .


" Aku ini seorang Tentara bukan Aktor Drama Korea, tentu sangat malu. Kau lihat? Wibawaku jadi hilang saat muncul di berita Televisi. " saut David yang membuat Nona Lee cekikikan.


" Kalau begitu, pindah haluan saja menjadi Pengusaha. Aku yakin Kau akan mendapat perhatian lebih seperti Ken. " tawa Nona Lee yang membuat David tersenyum kecut.


" Jujur saja, Aku tidak bisa berdagang,apalagi menghitung. Sangat menyusahkan.." lawak David hingga membuat tawa Nona Lee semakin kencang.


Ken menggunakan topi hitam hingga menutupi separuh wajahnya terlihat sedang menggandeng Sang Istri, Yaura. Sementara Yaura tampak menunduk dan menghindari kontak kamera walaupun wajahnya sudah tertutup masker. Menolak diwawancara, membuat semuanya langsung naik ke Mobil.


Mereka menggunakan mobil Pengawal berwarna hitam dan melaju ke satu arah, yaitu Penjara Para Iblis. Ditengah perjalanan,


" Kita pulang ke Rumah saja.. " lirih Yaura yang membuat Ken menyipitkan matanya.


" Kenapa? " Ken menggenggam tangan Yaura dan menatapnya, Ia heran kenapa Sang Istri berubah fikiran.


" Mentalku belum sepenuhnya stabil, masih sering dan ingin sekali melenyapkan seseorang, apalagi setelah Kejadian Anin yang membuatku semakin yakin untuk melenyapkan semuanya. Tapi disamping itu, AKU TIDAK INGIN MELAKUKANNYA.. Aku ingin hidup dengan tenang.. " tutur Yaura sembari menundukkan pandangannya.


Ken terdiam dan mencoba mengerti keinginan Istrinya.


" Baiklah Kita pulang sekarang.. Kau bisa memeriksa kondisi mereka ( Para Iblis ) melalui CCTV ". Ken menyuruh sopir untuk putar balik dan kembali ke Rumah.


*********


Jangan lupa like dan coment


Jangan lupa vote guys💕❤

__ADS_1


__ADS_2