
RUMAH YAURA
Saat mobil memasuki Garasi Rumah Mewah, saat itu pula Para Pelayan menyambutnya dengan begitu antusias. Para Pengawal dan Pelayan menundukkan kepalanya sebagai Rasa Hormat,
" Selamat Datang Tuan Ken dan Nona Yaura " ucapnya serempak.
Ken dan Yaura pun menundukkan sedikit kepalanya sebagai sapaan lalu melangkah memasuki Rumah yang memegang predikat Rumah Termewah dan Terluas di Negaranya saat ini, bahkan mengalahkan Rumah Ken sendiri, yaitu Rumah Keluarga Bachtiar.
David,Zayn, Alfin,Alex dan Kevin mendaratkan bokongnya di Ruang Tamu, Mereka sejenak beristirahat dan melemaskan otot ditemani minuman dan makanan ringan yang disiapkan oleh Pelayan. Sementara Para Wanita terlihat masuk kedalam Kamar yang biasa mereka gunakan untuk menginap.
" Astaga cape sekali.. " Nona Lee menjatuhkan tubuhnya di ranjang yang super empuk.
Matanya menatap langit-langit kamar dan mengingat sesuatu,
" Apa Pak Agus sudah menghukumnya? " batin Nona Lee saat mengingat Anin. Tangannya kini meraih ponsel yang berada di sebelahnya.
Tuttttttttt panggilan video yang Ia tujukan kepada Pak Agus.
" Kalian sudah sampai? " sapa Pak Agus lebih dulu.
" Iyah Pak, Kami sudah sampai. Bagaimana? " to the point Nona Lee.
" Nanti malam Kita akan melakukannya. Apa ada yang ingin Kau sampaikan? " tanya Pak Agus saat melihat wajah Nona Lee penuh dengan tanda tanya.
" Malam ini tinggalkan Anin sendirian di Ruang Bawah Tanah, biarkan Dia tidur bersama tengkorak dan jasad yang berbau busuk. Buat Dia sadar bahwa DENGAN SIAPA IA BERHADAPAN.. teror juga dengan bunyi tembakan dan bom, dengan begitu Anin tidak akan berani lagi bermain licik dengan Kita. " perintah Nona Lee yang membuat Pak Agus tersenyum.
" Baiklah Lee. Kau tenang saja.. " jawab Pak Agus lalu mematikan sambungan telefonnya.
" Yaura begitu tegas dan menjagaku. Jadi Aku juga tidak boleh lemah atau kasihan pada Anin. " Nona Lee menguatkan hatinya agar tidak mudah kasihan.
*
*
Kamar Yaura
Lelah, Ken juga merebahkan tubuhnya di ranjang super empuk yang biasa Ia tiduri bersama Istrinya.
Berbeda dengan Sang Suami, Yaura terlihat langsung membersihkan diri di Kamar Mandi karena tubuhnya terasa sangat lengket.
Teringat Evelyn, Ken pun mengeluarkan ponselnya dan menelfon Sang Adik.
" Kau baik-baik saja? ".
" Iyah Kak, Aku baik-baik saja. Tenanglah, Pak Agus bahkan selalu menjagaku " jawab Evelyn dengan begitu antusias.
" Kabari Kakak setiap jam. Jaga dirimu Evelyn, Kakak menyayangimu. " Ken lega mendengar tawa Adiknya.
" Aku juga menyayangi Kakak. Apa Kakak sudah sampai? " tanya Evelyn.
" Hummmm. Baiklah Evelyn, besok Kau harus pulang . " perintah Ken lalu mematikan sambungan telefonnya.
40 menit kemudian, Yaura keluar dengan rambutnya yang basah terurai. Bau wangi sampoo dan sabun begitu menusuk hidung Suaminya.
Yaura duduk di tepi Ranjang dan beradu pandang dengan Sang Suami.
" Sana mandi.. " cueknya sembari menyalakan televisi.
" Untuk apa mandi.. " senyum Ken seraya mengalihkan pandangan ke Dada Istrinya yang sedikit terbuka hingga menampakkan bekas bercintanya semalam. Usil, Ken bangun lalu menyingkap Baju Istrinya,
" Jumlahnya berapa Sayang? " goda Ken karena sumpah Demi Tuhan, kecupannya sangat banyak disana.
Yaura melirik sinis,
" Hitung sendiri. " juteknya.
Kurang kerjaan, Ken benar-benar menghitung kissmark yang ada di Belahan Dada, Leher dan D*da Istrinya.
" Ken ! " Yaura menahan tawa saat melihat Sang Suami benar-benar menghitungnya.
" 97 Kissmark. Berarti kurang 3 lagi.. " ucap Ken sembari menggigit bibir bawahnya.
Dengan sigap, Yaura langsung membereskan bajunya karena takut diterkam.
" Sana ih Mandi ! Bau asem ! " ejek Yaura.
" Mana mungkin ! Aku selalu Wangi sepanjang hari. Kau tahu kenapa? Karena Aku selalu memakai WIN PARFUME disetiap aktifitas, jadi selalu harum dan anti Bau Badan๐" tukas Ken sembari mengendus keteknya yang memang wangi.
" Kau sedang promosi atau bagaimana? " Yaura menyipitkan matanya.
" Iyah, Aku sedang mempromosikan Produk Perfume Author Kita, Wiwin Tengker. jika Kau tidak percaya, Kau bisa mengecek instagramnya di @winparfumecirebon, disana terbanyak sekali perfume mewah harga terjangkau. " tutur Ken bak seorang Influencer yang sedang mengikankan sebuah produk hingga membuat Yaura tersenyum manis dibuatnya.
" Dasar Komersil ! " lirih Yaura dengan lembut.
" Tidak masalah. Lagipula apa salahnya mensupport Author Kita? " Ken meraih pinggang Sang Istri lalu mendekatkan tubuhnya.
" Benar juga. Baiklah, semangat Author." ujar Yaura.
Ken tersenyum manis sembari memandangi wajah Istrinya yang sangat cantik.
" Sayang.. jika besok Kita mulai bekerja, Kau tidak masalah kan? Maksudku.. ada banyak urusan di Perusahaan,otomatis Kau harus ikut ke Kantor " tanyanya.
" Tidak masalah.. " jawab Yaura.
" Aku tidak ingin Kau kelelahan, jadi.. Aku dan Pak Agus terpaksa merekrut sekretaris dadakan untuk membantumu besok. Jika menurutmu Dia tidak cocok, langsung saja bilang kepadaku.. " tutur Ken tangannya melingkar sempurna dipinggang Sang Istri.
" Siapa? ".
" SINTA. Kau masih ingat kan? yang datang bersama Mark dan Donna waktu di Mall. " jawab Ken.
" Kau yang memilihnya? " tanya Yaura.
" Bukan, Pak Agus yang memilihnya. Riwayat pekerjaan Sinta itu bagus dan cocok untuk membantumu mengurus G&D yang sangat besar. Kau tahu bukan, Mall G&D akan beroperasi minggu depan, otomatis Pekerjaanmu dan Aku juga sangat banyak..jadi Aku terpaksa menerima rekomendasi Pak Agus.. "
" Tapi Ken.. Sekretaris itu pasti selalu bersamaku bukan ? dan Aku tidak nyaman jika ada Orang Lain.. Tidak perlu memakai sekretaris, Aku bisa menghandlenya sendiri.." tolak Yaura karena merasa takut dan was-was jika lingkungan Pribadinya dimasuki Orang Lain.
" Mengurus Perusahaan tidak semudah yang dibayangkan. Kita harus keluar kota menemui client, mengurus perizinan, data, memeriksa keuangan dan semuanya itu membutuhkan tenaga Sayang.. dan, Aku tidak ingin Kau Kelelahan, sudah itu saja maksudku.. mengertilah.. " Ken membujuk Sang Istri agar mengerti tentang kepeduliannya.
" Kau bukan Agent NIS lagi, tapi Yaura Gita Devmalik, CEO G&D INTERNATIONAL GROUP. Kita tidak bisa memajukan Perusahaan tanpa Sekretaris handal yang akan membackup semua urusan Kita. Bagaimana? " sambung Ken.
Yaura terdiam sejenak,lalu menatap mata Suaminya. seketika itu pula Ia teringat dengan nasehat Bibi Arum bahwa Ken adalah yang terbaik.
" Baiklah..tapi jika tidak suka, maka Aku langsung menolaknya. " lirih Yaura.
" Tentu. Bilang saja jika Kau tidak cocok dengannya. " senyum Ken sembari menatap Istrinya dengan penuh mendamba. Hendak mendekatkan wajah, tiba-tiba
Trininggg suara dering ponsel mengagetkan keduanya. Ken mengurungkan niatnya lalu meraih ponsel,
STAFF LOUIS
" Katakan.. " jawab Ken.
" Selamat Sore Tuan Ken, maaf mengganggu Tuan sebelumnya. Sejak berita televisi menayangkan bahwa Tuan dan Nona kembali ke Tanah Air, ada Kelompok yang terus meminta dan mengancam Kami agar bisa bertemu dengan Tuan Ken,terutama Istri Tuan,Nona Yaura. Mereka tidak berani mendatangi G&D karena Keamanan disana sangat ketat. " tutur Staff Louis.
Yaura memberi kode agar menyalakan loudspeaker karena namanya di sebut. terpaksa, Ken pun menyalakan loudspeakernya,
" Ada Istriku disini Katakan.. "
" Salam Hormat Nona, maaf mengganggu waktu Nona. Nona, Saya ingin menyampaikan bahwa Pihak Keluarga Atas Nama Diyo Adipura, Bianca dan Helena sedang melakukan aksi protes di Kantor Louis. Mereka ingin bertemu secara langsung dengan Tuan Ken dan Nona Yaura, karena menurut penuturan mereka, keputusan Nona soal ASET yang diambil alih membuatnya keberatan. Mereka sebenarnya ingin ke Rumah Nona dan mendatangi G&D namun Keamanan sangat ketat, jadi mereka melakukan aksinya di Louis. Itu saja yang Saya sampaikan Nona.. " tutur Staff Louis yang sedang menghandle kemarahan Pihak Keluarga Iblis.
" Suruh mereka datang ke G&D besok. " singkat Yaura sembari menatap Sang Suami yang nampak cemas.
" Baiklah Nona, Terima Kasih. Tuan Ken, Saya izin mematikan sambungan telefon. "
__ADS_1
" Iyah.. " Ken mematikan sambungan terlebih dahulu.
" Jangan cemas.. " Yaura menarik bantal lalu merebahkan diri bak tanpa beban.
" Keluarga Diyo adalah Para Petinggi NIS, Aku takut terjadi baku tembak. Besok Kau tidak perlu ke Kantor, biar Aku yang menanganinya. Katakan saja apa yang ingin Kau sampaikan.. " ucap Ken saat menyadari bahwa keputusan Yaura menarik semua ASET Keluarga Iblis akan menimbulkan masalah besar.
" Semua akan baik-baik saja, tenanglah.. " celetuk Yaura dengan santainya seraya menonton acara televisi.
Terlalu menyepelekan, mata Ken melirik arah remote.
" Matikan dulu televisinya, Aku serius.." Ken mengambil alih remote dari tangan Sang Istri lalu mematikan televisi.
Bukannya takut, Yaura malah tersenyum melihat Ken mencemaskannya.
" Jangan tersenyum. Senyummu itu jelek ! " ejek Ken, antara kesal dan bahagia bercampur menjadi satu.
" Tidak masalah."
Melihat Yaura seperti sedang mempermainkannya membuat Ken gemas, dann brughhhhh Ia menindih Sang Istri.
" Baiklah jika Kau tidak mengatakannya sekarang, maka Aku tidak mengizinkanmu keluar besok. " ancam Ken.
" Kau mengancamku? " Yaura semakin menahan senyum dan ingin sekali tertawa padahal tidak ada yang lucu sama sekali, hal ini tentu membuat Ken mengumpat dan memaki dirinya sendiri karena tidak mampu memahami Sang Istri.
" Aku serius,Sayang.. Astaga.. Kau benar-benar tidak bisa ditebak..hobi sekali membuat Orang Cemas.. " lirih Ken dengan begitu lembut.
Beradu pandang dengan nafas yang saling berbaur membuat keduanya semakin hari semakin dekat, terutama Yaura yang mulai merepon,mengerti dan memahami Suaminya.
" Mereka sudah tidak memiliki kekuatan, karena semua uang dan jabatan telah lenyap.Tidak akan ada Baku Tembak, yang ada hanyalah Drama Air Mata dimana mereka akan berpura-pura menangis dan membela diri bahwa mereka tidak terlibat dalam Pembunuhan Ayah. Jangan khawatir.. " tutur Yaura sembari mengulas senyum tipis hingga membuat Ken terdiam seketika.
" Jika ada Baku Tembak, Aku tidak mau memaafkanmu. " tegas Ken.
" Hmm.. " senyum Yaura sembari menganggukkan kepalanya.
Kesal Ken hilang seketika saat Yaura tersenyum manis kepadanya,
" Bisa saja meredakan rasa kesalku.." jemari Ken mengelus lembut pipi Istrinya yang semakin bulat squishy.
" Sana mandi Ken.. apa Kau tidak gerah? " lirih Yaura.
" Iyah mandi Sayangku. Tapi.." Ken tersenyum lalu..
Kisssss Ia mendaratkan bibirnya di bibir manis nan pink Sang Istri.
Yaura tersenyum manis sembari menikmati ciuman Suaminya yang begitu lembut.
" Kenapa Aku selalu merasa bahagia setiap Ken melakukan ini padaku.. " tanya Yaura dalam hati.
*
*
*
MALAM HARI
Pukul 19.00 Malam, Para Wanita sudah membersihkan diri dan memakai baju santai.
Melihat Zayn yang nampak kebingungan membuat Nona Lee yang melihatnya pun ingin tertawa,
" Kau kenapa Zayn? ".
" Kau tahu kelakuan Adikmu Nona Lee? Aku disini adalah Tamu. Tapi Yaura dan Ken sama sekali tidak menyambutku, lihatlah.. kepalaku sampai pusing memahami desain Rumah yang sangat rumit dan besar, Aku hampir tersesat sialan ! " maki Zayn, Ia sempat kebingungan dan nyasar saat menjelajahi Rumah Yaura dan Ken. Ruangan yang terlalu banyak, koridor yang berbelat-belit dan interior yang hampir semuanya sama membuat Zayn pusing sendiri.
Nona Lee tertawa sangat kencang,
" Kaulah yang bodoh. Aku saja tidak berani menjelajahi Rumah ini sendirian,apalagi Kau yang baru datang kesini. " ejek Nona Lee.
" Siapa yang bodoh? " tanya Ken.
Kesal, Zayn membalikkan badan lalu menatap Ken dan Yaura bergantian dengan tatapan yang sangat sinis.
" Kau yang bodoh, dengan tenangnya Kau tidur nyenyak dengan Istrimu sementara Aku nyasar disini. Dan Kau Nona Yaura, apa Kau tidak bisa mempermudah sedikit saja desain Rumahnya? Benar-benar rumit ! " omel Zayn yang membuat Ken tertawa karena Ia memang belum mengantar Zayn ke Kamar Penginapan atau menyuruh pelayan untuk menyiapkan keperluan Para Tamu.
" Aku sengaja membuat desainnya rumit agar Kau tersesat. " savage Yaura yang membuat Nona Lee dan Ken tertawa ngakak.
" Mampus ! suruh siapa Kau mengomeli Istriku ๐ " Ken menertawakan Zayn yang seketika terbungkam.
" Ekhheemmmm. Sepertinya Aku mengomeli orang yang salah. " Zayn tersenyum kecut.
" Sudahlah. Ayo Kita makan malam, perutku sangat lapar. " Nona Lee memegangi perutnya.
Merekapun pergi ke Ruang Makan diiringi oleh Zayn yang masih mengomel dan menggerutu tiada henti.
Ruang Makan
Semuanya duduk di kursinya masing-masing. David terlihat menyisakan kursi kosong disebelahnya, buat apalagi jika bukan
" Disini kosong.. " Ia menepuk kursi sembari menatap Nona Lee seakan memberi kode untuk duduk disebelahnya.
Mengerti, Nona Lee pun duduk disana.
" Makanlah dengan kenyang. " David tersenyum manis sembari menatap Nona Lee dengan penuh mendamba.
" Tentu. Kau juga. " jawab Nona Lee dengan gaya elegantnya.
Tanpa basa-basi Ken mempersilahkan semuanya untuk makan. Sembari makan, Ia mengotak-atik ponsel lalu menelfon Adiknya,Evelyn.
" Halo Kakak.. " jawab Evelyn yang terdengar di telinga semua orang.
" Kau sudah tidur? " tanya Ken saat melihat Adiknya tiduran di Ranjang.
" Tentu,disini sudah dini hari Kak.. Kalian pasti sedang makan๐ " tawa Evelyn.
" Bilang kepada Evelyn untuk membawa oleh-oleh. " pinta Nona Lee.
" Yeahh itu ide bagus. Bawa oleh-oleh yang Antik dari Dubai. " sambar Alex, pandangan matanya terarah pada Lolly yang sibuk makan namun terkesan menahan kesedihan.
" EVELYN, BAWA UNTA KESINI YAH, BIAR SOLLY ADA TEMENNYA. " sambung Kevin yang membuat semuanya tertawa ngakak, termasuk Lolly yang langsung mendelik dan mengukir senyum tipis.
" Solly ku itu Kucing, bukan Unta. " bela Lolly sembari menatap Kevin yang juga faham bahwa Adik Anin itu sedang sedih.
" Hei Lolly, Aku sudah membelikan baju yang menggemaskan untuk Solly. Kau pasti menyukainya " suat Evelyn dari telefon.
" Awas saja jika Kau tidak membelikannya. Aku tidak mau berbicara denganmu. " ancam Lolly.
Ken dan Yaura diam-diam memperhatikan mata Lolly yang memerah dan berkedip sangat cepat itu menandakan bahwa Lolly sedang menahan air mata.
" Maafkan Aku,Lolly.. " lirih Yaura dalam hati.
" Tidurlah yang nyenyak Evelyn. Kabari Kakak jika Kau sudah sampai di bandara besok. " ucap Ken lalu mematikan sambungan telefonnya.
30 menit kemudian
Setelah selesai makan,
" Mmmm Yaura, apa Aku boleh mengunjungimu jika ada waktu senggang? " tanya Lisya.
" Tentu boleh Lisya,Aku malah senang jika Kau mengunjungiku. " jawab Yaura.
Seakan mengerti,
" Kau mau pulang? " reflex Alfin.
__ADS_1
" Iyah, 1 Jam lagi Aku pulang. Terima Ken, Yaura dan semuanya, berkat Kalian Aku bisa liburan selama ini. " ucap Lisya sembari melukiskan senyum yang begitu indah nan manis. Ia sangat bahagia bisa bergaul dengan Kalangan Atas seperti mereka, apalagi dirinya merasa semakin dekat dengan Alfin, Pria yang dicintainya.
" Sudahlah, tidak perlu berterima kasih atau apapun. Aku sudah menganggap Kalian lebih dari Sahabat, jika tidak keberatan, Aku menganggap Kalian seperti Keluarga. Jangan sungkan ataupun terlalu formal, santai saja. " tutur Ken yang sangat bijak hingga membuat mereka tersenyum dan takjub atas Kedewasaan Ken yang perlu diacungi jempol.
Alfin dan David tersenyum,
" Kau juga. jangan sungkan meminta tolong kepada Kami (NIS) ya walaupun tidak terlalu berguna. " timpal Alfin.
" Mmm entahlah, Aku tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi. Senang bisa bergabung dengan Kalian,Para Pengusaha. " saut David, jujur Ia masih tidak percaya bisa menjalin hubungan baik dengan Ken setelah terjadi kesalah pahaman dimasa lalu.
Bak Keluarga besar, mereka benar-benar saling terbuka dan menjalin hubungan dengan baik. obrolan kembali berlanjut.
*
*
DUBAI
Tengah malam, seorang Wanita menangis ketakutan saat berada di Ruang Bawah tanah yang kondisinya hampir gelap gulita, karena hanya ada satu penerang yaitu sebatang lilin. Tengkorak Manusia yang Ia lihat, bau busuk dan anyir yang Ia hirup membuat Wanita itu menangis tiada henti, siapa lagi jika bukan Anin. Lalu sekarang..
Dorrr dorr dorr dorr sebuah tembakan peluru terdengar begitu jelas ditelinganya.
" PAK AGUS , PAK AGUS AKU MOHON MAAFKAN AKU ... PAK AKU MOHON LEPASKAN HIKSSS " teriak Anin histeris. Ia melemas dan berfikir bahwa dirinya akan mati ditembak.
Tangan dan Kaki yang diikat, membuat Anin tidak bisa melakukan apapun.
" Ya Tuhan, Aku menyesal telah melakukan hal bodoh. Tolong... tolong Aku kali ini saja Tuhan.." rintih Anin dalam hati.
" Aku tidak menyangka akan mendapat hukuman yang menyeramkan seperti ini. Monster.. ini tempat monster dan terkutuk hikssssss Aku takut.. "
" PAK AKU MOHON LEPASKAN AKU HIKSSS " Anin terus berteriak hingga membuat tembakan peluru semakin gencar dilesatkan.
Mata Anin menyoroti Sniper berkostum hitam yang mulai bermunculan dari berbagai arah, kesulitan bernafas..
" JADI INI KEHIDUPAN YAURA? DAN MEREKA SEMUA ADALAH ANAK BUAHNYA? " tanya Anin dalam hati.
Sniper semakin mendekat,
" MENJAUHLAH ! MENJAUHLAH JANGAN MENDEKATIKU ! "
" AKU TAHU BAHWA KALIAN ADALAH SURUHAN YAURA. TAPI YAURA ADALAH ISTRI DARI SAUDARAKU,KEN. AKU BAGIAN DARI KELUARGA KEN, SANGAT TIDAK PANTAS KALIAN MELAKUKAN INI PADAKU ! " teriak Anin yang berfikir Sniper akan mundur jika menyebut nama Ken.
Dorrr dorrr dorrr dorrr dan
Bommmmmmmmm peluru dan hantaman Bom skala kecil diluncurkan tepat di depan Anin. Asap mengepung, keadaan semakin mencekam.
" TIDAK.. TIDAK.. AKU TIDAK INGIN MATI HIKSSS " Anin menangis dan gemetar bukan main.
" MUNDURLAH ! MENJAUHLAH ! KEN SAJA TIDAK MEMBUNUHKU ! KENAPA KALIAN TEGA MELAKUKAN INI PADAKU ! '
" SIAPA KEN? YANG KAMI TAHU HANYA NONA KAMI, YAITU NONA YAURA. KAMI HANYA MENURUTI PERINTAHNYA, CAMKAN ITU ! " sentak Pimpinan Sniper.
Deg !!!! jantung Anin hampir berhenti berdetak. Ia baru menyadari bahwa KELOMPOK YAURA SAMA SEKALI TIDAK BISA DI NEGOSIASI, sekalipun menggunakan nama Ken.
" Jadi ini maksud Ken? kenapa Aku tidak boleh berurusan dengan Yaura. Ya Tuhan.. Aku benar-benar cari mati berurusan dengan Kalangan Mereka.. " rintih Anin dalam hati. Ia seketika terdiam mengingat omongan Ken dan Pak Agus.
Tuk tuk tukk suara langkah kaki seseorang. Sniper pun menurunkan senjatanya.
Melihat Pak Agus,
" PAK AKU MOHON MAAFKAN AKU PAK.. MAAFKAN AKU.. " Anin kembali menangis sembari bersujud di tanah.
" Bagaimana? Kau masih main-main dengan Kalangan Kami? " ucap Pak Agus.
Anin menggelengkan kepalanya.
" Maafkan kebodohanku Pak.. Maaf.." rintih Anin.
" KAU AKAN LENYAP SEKARANG ANIN. TAPI SEBELUM ITU.. " Pak Agus mengeluarkan ponsel dan menelfon Nona Lee.
" Berbicaralah pada Nona Lee.. " Pak Agus berjongkok lalu mengarahkan ponsel ke mulut Anin.
" AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU HIDUP !" ketus Nona Lee dari telefon hingga membuat Anin membulatkan mata.
" Nona Lee.. Nona Lee maafkan Aku.. Aku hilaf Nona.. tolong maafkan Aku hikss.. " Anin menangis.
" Kau berusaha membunuhku. Jadi, Aku juga harus berusaha membunuhku. IMPAS ! " sentak Nona Lee yang berubah menjadi Wanita Murka.
" AKU BERJANJI TIDAK AKAN MENGULANGINYA LAGI NONA LEE.. SUNGGUH AKU BERJANJI HIKSS MAAFKAN AKU.. " Anin memelas.
" APA JAMINANNYA AGAR AKU MEMPERCAYAIMU? " tanya Nona Lee.
" AKU MENJAMIN DIRIKU SENDIRI NONA LEE. KAU BISA MELAKUKAN APAPUN KEPADAKU JIKA AKU TERBUKTI MENCELAKAIMU LAGI.. AKU MOHON MAAFKAN AKU HIKSSS.. " tangis Anin semakin menjadi-jadi.
" Ada chiptatto di tubuhmu. Jangan main-main denganku ! Kau sangat busuk dan diam-diam menghanyutkan. Katakan apa jaminannya agar Aku memberimu ampun ! " ancam Nona Lee.
Anin menatap Pak Agus dan merasa dilema dengan pertanyaan Nona Lee.
" LOLLY. AKU AKAN MEMBERIKAN LOLLY KEPADA KALIAN,JIKA AKU BERANI MACAM-MACAM LAGI, KAU BISA MEMBUNUHKU BERSAMA LOLLY JIKA AKU KEMBALI BERHIANAT. " celetuk Anin tiba-tiba yang membuat Pak Agus dan Nona Lee tersentak.
" Lolly adalah Adikmu ! Apa Kau gila?! " umpat Nona Lee.
" Justru itu. Aku sangat menyayangi Lolly, tapi berani menjadikannya jaminan..itu berarti Aku benar-benar serius atas Permintaan Maaf yang Aku sampaikan kepadamu. Maafkan Aku Nona Lee.. tolong keluarkan Aku dari tempat ini hiksss.. " isak Anin, Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa.
" KAU SERIUS MELIBATKAN LOLLY? " tanya Pak Agus.
" Iyah Aku serius. Sungguh, Aku benar-benar menyesal dan bertaubat. Aku tidak akan mengulanginya lagi ! jika mengulanginya lagi, maka nyawaku akan melayang bersama Lolly. " Anin berusaha keras meyakinkan Pak Agus dan Nona Lee.
Nona Lee terdiam dan memikirkan sesuatu.
" Baiklah. Aku memberimu kesempatan terakhir. Tapi.. "
" HIDUPLAH DI RUANG BAWAH TANAH ITU SELAMA 1 BULAN, RASAKAN AKIBAT MENJADI SEORANG PENGHIANAT DAN BUSUK. " sambung Nona Lee dan mematikan sambungan telefonnya begitu saja.
Deg !!! Anin membulatkan mata.
" TIDAK NONA LEE,JANGAN MEMBERIKAN PERINTAH ITU HIKSSS " Anin kembali frustasi membayangkan dirinya hidup mengenaskan selama 1 bulan.
Pak Agus berdiri dan tersenyum,
" Melihatmu,mengingatkanku pada Hilya. Kalian sama busuknya. Baiklah, tidurlah dengan nyenyak Nona Anin. " Pak Agus pergi begitu saja, disusul oleh Para Sniper yang mengikuti langkah Pimpinannya.
" BERHENTI ! LEPASKAN AKU ! AKU INGIN PULANG HIKSSS ! KALIAN JAHAT ! KALIAN KEJAM ! " Teriak Anin seorang diri. Kini tidak ada siapapun disana hingga membuat dirinya merasa ketakutan tiada henti,
" IBU .. AYAH .. AKU TAKUT HIKSSS " rintih Anin.
*******************
Jangan lupa like dan komen
Votenya jangan lupa guys๐โค
SPOILER
Setelah memberi hukuman kepada Para Keluarga Iblis di G&D, Ken dan Yaura tampak bahagia bersama Gadis Kecil.
" Bibi Cantik.. Paman Tampan.. Gita sangat merindukan Paman dan Bibi.. Gita kesal dengan Mommy dan Daddy karena membohongi Gita bahwa Paman belum kembali." celoteh Gita si Gadis Mungil yang ada di gendongan Ken. Ia mencebikkan bibirnya hingga membuat Yaura dan Ken gemas.
" Gita Sayang, Kau tidak boleh kesal kepada Daddy dan Mommy, itu tidak baik. " Yaura tersenyum manis sembari menguyel-uyel pipi Gita yang gembulnya kebangetan.
" Tidak Bibi, Gita kesal ๐! " bocah mungil itu tak berhenti menggerutu hingga membuat Ken tertawa.
" SEPERTINYA WANITA YANG BERNAMA GITA SEMUANYA CEREWET DAN SENSITIF. " sindir Ken sembari melirik Istrinya.
" Kau menyindirku?! " sentak Yaura sembari menajamkan tatapan matanya.
__ADS_1
" Tidak. Aku hanya menyindir Gita, iyahkan Sayang? " alibi Ken sembari menciumi pipi Gita hingga membuat Gadis Mungil itu tertawa melengking.