
" Apa ini juga sudah direncanakan?.. "
" Kenapa mereka setega itu? membunuh nyawa yang tidak berdosa Hikssss... " Yaura terus mengisak, dan menahan sakit.
Kobaran Api semakin membesar , jeritan , teriakan, tangisan dan rintihan Para Tahanan terus terdengar di telinganya. Yaura kembali memegangi kepalanya yang terasa amat sakit, kejadian Kelam kembali terulang didepan matanya.
" Tidak !!! tidak !!! " teriak Yaura dan menangis sekencang mungkin. Depresi dan Trauma berat kembali mengguncang jiwanya, seluruh badannya gemetar, darah yang keluar dari hidung menandakan betapa sakitnya Dia saat ini.
DYNAMIC
Tidak bisa tidur, dan merasa tidak tenang. Ken melangkah keluar dengan terburu-buru, wajah Sang Istri terus terngiang di kepalanya. Ia memacu mobil dengan kecepatan tinggi.
PENJARA
Berusaha keras melawan rasa sakit dan trauma, Yaura menyeka darah hidung dengan jemarinya. wajah Ken terngiang dan mengingatkannya pada Bobby Pin milik Gita.
" Bobby pin.. dimana.. " lirih Yaura,tangannya mencoba merogoh saku seragam guna menemukan Bobby Pin yang akan Ia jadikan sebagai pembuka borgol. Menyadari bahwa Bobby Pin ada di saku seragam kemarin, membuatnya terkulai lemas bak tidak ada harapan hidup.
" Ibu... sakit Ibu.. panas Ibu.. hikssss Ibu bangun.. " teriak Gita yang berusaha membangunkan Ibunya yang sudah pingsan, Ia berada di dalam sel.
Mendengar isak tangis anak kecil, membuatnya hancur, tangisannya persis seperti dirinya dimasa lalu yang berusaha membangunkan Ayah dan Sang Ibunda.
" Gita keluarlah !!!! Kau masih bisa keluar dari celah jeruji Gita !!!! Maafkan Bibi yang membuatmu seperti ini !!! Hikssss " teriak Yaura, tangannya memegang jeruji besi dan melihat keadaan yang semakin tragis.
Tiba-tiba seorang Pria yang memakai seragam anti api datang, Ia lah Edward. Tangannya merekam sebuah Video yang menampilkan keadaan Yaura.
Melihat ada seseorang dan menyadari bahwa itu Edward, Yaura membelakkan kedua matanya.
" KALIAN SEMUA BIADAB ! MEMBUNUH MEREKA SEMUA YANG TIDAK BERDOSA ! KALIAN SANGAT KEJAM ! HIKSSSSSS KALIAN BIADAB ! " teriak Yaura yang terus mengisak.
" Selamat jalan, Yaura. semoga Kau tenang di alam sana.. " Edward tersenyum sambil merekam Video dan mendekati jeruji besi.
Ingin memaki marah,tiada guna, mata dan telinga Yaura berfokus pada tangisan Gita dan lainnya.
" SELAMATKAN MEREKA SEMUA EDWARD AKU MOHON ! HIKSSSS MEREKA TIDAK BERSALAH ! KALIAN BISA MEMBUNUHKU TETAPI JANGAN MENGHABISI NYAWA YANG TIDAK BERDOSA EDWARD !!! " teriak Yaura, air mata terus mengalir tanpa henti.
" Apa Kau mengira Aku bodoh hah? jika Aku menyelamatkan mereka, maka Kita semua akan tertangkap. susah payah Aku dan Reino Bachtiar meledakkan tempat ini dengan Gas agar Para Polisi tidak curiga dan mengira ini kebakaran ! bodoh ! " Umpat Edward, Ia terus tersenyum.
" Ibu.. Ibu.. Hikssssss Gita takut Ibu.. " teriak Gita yang semakin kencang.
Mendengarnya, dan
Grepppppp Yaura meraih tangan kiri Edward dari celah jeruji.
" Selamat anak kecil itu, Aku mohon Edward... Aku mohon.. " Yaura menatap Edward dengan tatapan sendu dan sayu.
" Lepaskan ! " Edward menghempaskan tangan Yaura dengan kasar.
" Kenapa Kau sekejam ini Edward ! Kau tahu bagaimana rasanya Orang Tuamu mati didepan mata dan kepalamu sendiri ! Kau merasakannya ! tetapi Kau setega ini ! " teriak Yaura histeris.
Brughhhhh Yaura menarik baju Edward dan menatapnya dalam.
" Ayahmu juga terlibat dengan Pembunuhan Kedua Orangtua Ku , dan melenyapkannya didepan mataku sendiri ! Tetapi Aku masih memberimu kesempatan hidup hanya dengan menembak Lengan dan Kaki mu ! Bukan kepala atau Jantungmu ! itu karena AKU TAHU BAGAIMANA DEPRESI DAN SAKITNYA KEDUA ORANG TUAMU MATI DIDEPAN MATAMU SENDIRI EDWARD ! AKU MASIH INGIN MEMAAFKAN DAN MEMBERIMU KESEMPATAN ! TETAPI KENAPA KAU SEKEJAM INI ! "
" AKU TAHU KAU SEPERTI INI KARENA KEMATIAN ORANG TUA MU ! TETAPI BISAKAH KAU BERBELAS KASIH KEPADAKU SEDIKIT SAJA ?! BISAKAH ! KAU TAHU KITA SAMA-SAMA SAKIT KARENA KEDUA ORANG TUA KITA TIADA DAN DILENYAPKAN DENGA N BEGITU KEJAMNYA ! HIKSSSSSSSS " Yaura terisak dan bersimpuh di Kaki Edward.
Deg !!! Perkataan Yaura membuat hatinya terenyuh, matanya berkaca-kaca saat mengetahui bahwa Ayahnya juga terlibat dalam pembunuhan Devano Malik.
" Iyah Ayahku mati karena Ken, Suamimu ! Aku sangat membencinya ! Aku senang melihat Kau menderita lalu lenyap ! itu akan membuat Suamimu lebih sakit ! Aku ingin Dia merasakan bagaimana sakitnya melihat Istrinya mati ! " teriak Edward, cairan bening membasahi matanya karena teringat Sang Ayah.
" BUKAN KEN ! BUKAN KEN YANG MENYEBABKAN AYAHMU KECELAKAAN MOBIL ! TETAPI ORANG YANG SELAMA INI KAU SEMBAH DAN SUJUD ! REINO ! REINO BACHTIAR YANG MEMBUAT AYAHMU TIADA ! KAU DIPERMAINKAN OLEHNYA ! " teriak Yaura yang terpaksa memberitahu semuanya.
DEGG !!!! Edward tersentak dan mematung saat Yaura mengetahui bahwa Ayahnya mati karena kecelakaan mobil. Tidak percaya, dan menyangka bahwa itu hanya akal-akalan Yaura, Edward langsung menampik ucapan Yaura.
Api berkobar,asap mengepung.
" Berbaiklah sekali seumur hidup.. selamatkan Anak Kecil itu Edward, jika memang Kau dan Reino sangat ingin melenyapkanku.. setidaknya, selamatkan Dia.. Aku mohon.. Hikssssss " lirih Yaura, suaranya semakin melemah.
Yaura bersujud dikaki Edward,tangannya yang terborgol terus memegang telapak kaki Pria jahat yang ada dihadapannya.
" Aku mohon Edward !!! Aku mohon hikssss " Yaura terus mengisak dan menangis tiada henti.
Melihat Yaura yang bersujud dan menangis tiada henti,membuat hatinya sesak. Ia menatap Yaura yang bersimpuh di Kakinya, melihat ketulusan air mata yang keluar dari manik mata Yaura membuatnya luluh.
Edward menjauhkan kakinya, dan berjalan mendekati Sel dimana Gita terjebak.
Yaura yang melihatnya pun merasa begitu lega, tetapi disisi lain ,Ia memikirkan nyawanya.
Edward membuka pintu sel dan menggendong Gita, Ia memasukkan Gadis Kecil itu kedalam baju anti Api nya.
Yaura menatap Gadis itu sendu dan sayu, Gita menatap Yaura dengan tangisan.
" Bibi Cantik.. " Isak Gita saat melihat Yaura yang masih terjebak.
Yaura tersenyum diiringi tangis saat melihatnya.
" Syukurlah Kau selamat Gita.. ".
Edward menggendong Gita, dan melangkah keluar.
tiba-tiba tangan mungil Gadis itu nampak menjatuhkan sesuatu di hadapan Bibi Cantiknya.
Tringgggggg Bobby Pin miliknya dijatuhkan tepat di hadapan sel Yaura.
Kini, Edward sudah keluar membawa Gadis Kecil itu dengan selamat.
Susah payah Yaura meraih Pin itu, akhirnya Ia berhasil mendapatkannya.
" Aku mohon terbukalah.. " Yaura mengisak sambil berusaha keras membuka borgol tangannya. persis seperti apa yang Ken lakukan dimasa lampau.
Diluar
Edward meletakkan Anak kecil itu di sebuah halaman luas, Ia yang sempat merekam keadaan Yaura kini mengirimkannya kepada Ken.
" Ini dokumentasi terakhir dari Istrimu, Aku mengabadikannya." ~Edward kepada Ken.
Pemadam kebakaran masih belum tiba, mungkin ini bagian rencana Ayah Reino.
Ken yang hampir di lokasi mengecek bunyi notif pada Ponselnya. dan
Video Sang Istri berteriak dan menangis dalam kepungan api, membuat matanya berkaca dan melemah.
" BIADAB !!!!! AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNI KALIAN SEMUA !!!! " TERIAK KEN, IA MENGINJAK GAS DENGAN KECEPATAN PENUH, MOBILNYA MELAJU CEPAT.
Menghubungi pemadam kebakaran namun tak kunjung tersambung,membuat Ken berdecak. Ia kemudian menghubungi Alfin.
Alfin dan David sedang berada di parkiran Bar dan bersiap pulang.mendapat informasi dari Ken,
Brughhhhhhh Alfin menjatuhkan ponselnya, matanya berkaca-kaca.
" Ada apa? " tanya David yang faham pasti terjadi sesuatu buruk.
" BAJIN*AN REINO ! TEGA-TEGANYA MEREKA MEMBAKAR MANUSIA YANG MASIH HIDUP ! " Teriak Alfin ,Ia mengepalkan tangannya dan segera masuk ke dalam mobil.
Deggg !!!! David begitu tersentak mendengarnya.
" Apa maksudmu?! ".
" REINO MEMBAKAR PENJARA DAN MELENYAPKAN ORANG DIDALAMNYA ! " teriak Alfin, Ia memacu mobil dengan kecepatan penuh.
Mendengar ini,membuat David membulatkan kedua matanya.
" YAURA ? MEREKA MEMBAKAR YAURA?! BIADAP ! " UMPAT DAVID, RAHANGNYA MENGERAS DAN MATANYA BERKACA-KACA.
Alfin berkata bahwa Pemadam Kebakaran tidak bisa di hubungi dan ini pasti ada kaitannya dengan Reino. dengan sigap, David mengeluarkan Ponsel lalu menyuruh Anak buahnya melakukan penyelamatan darurat.
PENJARA
Yaura berhasil membuka borgol ditangannya. Air mata terus membasahi pipi ranumnya saat melihat banyak nyawa yang melayang dan sedikit yang berteriak, bak pembantaian di Zaman Modern membuatnya begitu tersiksa.Sakit di kepala, darah yang keluar dari hidung, Ia berusaha melawannya agar tidak jatuh pingsan.
" Uhukkk.. uhukk. uhukk.." dadanya semakin sesak karena asap, namun tangannya tak pernah berhenti mengotak-atik gembok jeruji dengan Bobby Pin.
Brughhhhhh Yaura segera menendang pintu jeruji dan berhasil terbuka.
"Uhukkk uhukk uhukk " Ia terus batuk, dengan sisa tenaga, matanya menyoroti setiap sudut ruangan guna mencari senjata.
Melihat seorang Penjaga tergeletak dengan pistol, Yaura segera mengambilnya. Bukannya berlari menyelamatkan diri, Ia justru melawan api lalu melangkah kakinya ke sebuah kamar mandi.
Byurrrrrrr Yaura menyiram dirinya hingga basah kuyub. Puing-puing kebakaran terus Ia terjang, atap yang mulai runtuh ,api yang terus menjalar, kepungan asap semakin tebal.
Dorrr dorrr dorrr Yaura menembaki gembok jeruji besi dan menyelamatkan orang yang masih hidup.
" Cepat Keluar !!! " teriak Yaura, wajahnya kini kotor karena arang bangunan dan asap, terdapat luka bakar ditangan dan kakinya.
Beberapa tahanan wanita mulai menyelamatkan diri dan berlari.
Yaura terus melangkah mendatangi setiap sel guna mencari orang yang masih hidup, melihat mayat yang terbakar dan tergelatak didepannya.membuatnya terus menangis, tubuh yang begitu gemetar namun berusaha tetap kuat demi menyelamatkan nyawa lainnya.
Dorrr dorrr dorrrr Ia terus menembaki gembok jeruji.
" Nona Cepat Keluar ! ledakannya semakin kuat uhukk uhukk ! " Teriak seorang Wanita yang berhasil diselamatkannya.
Yaura terus berlari mencari nyawa lain.tiba-tiba
brughhhhh puing jatuh dan mengenai kakinya.Yaura memejamkan kedua matanya menahan sakit.
KEN
Ken memarkirkan mobilnya, dan melihat kobaran api yang begitu besar. tanpa pikir panjang, dengan hati yang begitu hancur, Ia berlari cepat masuk ke dalam. Dihalaman depan, Ken mengguyur tubuhnya terlebih dahulu. Ponsel Ia keluarkan dan melemparkannya ke sembarang arah,
" YAURA !!! " Teriak Ken dalam hati, Sumpah Demi Tuhan melihat ini,membuatnya tidak bisa berkata, matanya terus berkaca.
Ken menerobos puing kebakaran dan melawan api yang berkobar didalam sana.
" Uhukk uhukk uhukk.. " kepungan asap membuat dadanya sesak dan penglihatannya terhalang.
Matanya menyoroti semua sudut Ruangan yang Ia lalui.
" YAURA KAU DIMANA ! YAURA ! " teriak Ken, kekhawatiran yang amat sangat melanda dirinya saat mengetahui Sang Istri tidak ada disana.
Brughhh brughhhh Ken menendang semua puing bangunan yang menghalangi jalannya.
" YAURA KAU DIMANA ?! YAURA ! " Ken tak henti-hentinya berteriak dan memanggil nama Istrinya.
Melihat jasad yang mulai terbakar membuat lututnya melemas, namun Ia menguatkan diri dan yakin bahwa Sang Istri masih hidup.
Sel Yaura nampak terbuka, dengan mayat Wanita berambut panjang persis seperti Istrinya tergeletak di depan Sel. Ikatan batin yang begitu kuat, Ken tidak menyakini bahwa Itu Yaura .
Ia terus melangkah ke dalam dengan wajah yang begitu frustasi, Ia mengusap kepalanya dengan kasar.
" Kau dimana Yaura... Aku mohon selamatkan Dia, Tuhan.. " lirih Ken, setetes air mata nampak jatuh dari manik matanya.
Brughhhhhhh puing bangunan terus menghalangi jalannya. lengan Ken nampak terluka karena panasnya puing tersebut. Tak peduli, Ia terus masuk kedalam tanpa sadar bahwa Nyawanya juga terancam.
" Yaura !!!!! Kau dimana !!!! Yaura !!! " teriak Ken dengan begitu kencang.
" Uhukkk uhukk uhuk.." tangannya menutupi hidung, asap membuatnya tidak bisa bernafas.
Beberapa orang telah diselamatkan olehnya, hingga kini tinggal dirinya lah seorang yang terjebak disebuah Ruangan.
BOMMMMMMM GAS NAMPAK MELEDAK DI UJUNGA SANA, YAURA KINI TERKEPUNG.
Hendak menyelamatkan diri,
Brughhhhhhhhh lemari nampak jatuh dan menimpa kakinya, Ia tersungkur, sesak, hidungnya terus mengeluarkan darah, benturan hebat dikepalanya 10 Tahun lalu membuatnya merasakan sakit yang amat sangat ,lalu..
Brughhhhhhhhh Yaura mendaratkan tubuhnya , terkulai pingsan disana. matanya terpejam, dan..
Tllkkkkkkk senjata yang Ia pegang pun terlepas dari genggamannya.
Mendengar bunyi yang begitu keras, Ken segera berlari ke sumber suara. puing puing kebakaran terus Ia terjang.
Berusaha mencari begitu keras, dan tak menyerah, dengan penglihatan minim dan samar, Ken melihat seorang Wanita tergeletak pingsan terkepung api. Ia segera berlari menerjang..
Ken bersimpuh dan membalikkan wajah Wanita itu.dan..
" YAURA... YAURA BANGUNLAH YAURA !!! " Ken meneteskan air mata saat melihat kondisi Istrinya yang begitu mengenaskan, darah keluar dari hidung , wajah yang terluka,lengan , tangan , kaki dan mata yang terpejam ,membuatnya syok.
" YAURA !!!! BANGUNLAH !!! " KEN HISTERIS SAMBIL MENDEKAP ISTRINYA, IA BERUSAHA MEMBANGUNKAN SANG ISTRI TAPI TAK KUNJUNG SADAR.
" JANGAN PERGI YAURA ! AKU MOHON ! " TERIAK KEN, SAMBIL MEMERIKSA DENYUT NADI ISTRINYA YANG SEMAKIN MELEMAH.
Keadaan diujung tanduk, Ken membopong tubuh Istrinya dengan sekuat tenaga. Ia melindungi tubuh Sang Istri dari runtuhan bangunan, hingga membuat dirinya pun ikut berdarah.
Dengan sekuat tenaga Ia membawa Yaura keluar dari kepungan api.
Brughhhhh Ken tertimpa puing bangunan hingga membuat punggungnya bersimbah darah. Ia terus mendekap Yaura dan melindunginya.
" Uhukkk uhuk uhuk.. " Ken begitu sesak karena asap. Ia melihat wajah Sang Istri.
" Maafkan Aku Yaura, telat menyelamatkanmu.. " lirih Ken yang mengutuk dan mengumpat dirinya karena terlambat dan melindungi Istrinya dari Sang Ayah.
Ia terus melangkah mencari jalan keluar. Menendang, terluka, dan ketiban puing semuanya Ia tahan demi menyelamatkan Sang Istri.
Dari Luar, David dan Alfin kini memakai Seragam Anti Api Militer. Mereka menyuruh anak buah untuk mengevakuasi korban, Pemadam Kebakaran pun mulai tiba.Mereka faham pasti Ken juga terjebak di dalamnya,setelah melihat ponsel dan mobil milik Ken tergeletak begitu saja.
Mereka berdua langsung masuk membawa sebuah
Seragam anti Api karena kondisi darurat.
Brughh brughhhh Alfin dan David menendangi semua puing yang menghalangi mereka. melihat banyak korban yang berjatuhan,membuatnya miris dan teriris.
" Selamatkan Mereka.. Aku mohon.. " David dan Alfin tak henti-hentinya berdoa.
Mata mereka menyoroti setiap guna mencari Ken dan Yaura.
tiba-tiba Ken menembakkan senjatanya ke atas sebagai sinyal keberadaan dorr dorr dorr.
Mendengar ini,membuat Alfin dan David langsung berlari ke sumber suara.
Tak berselang,mereka melihat Ken yang sedang berusaha keras menyingkirkan puing kebakaran.
David langsung berlari ke arah mereka, melihat Yaura pingsan membuatnya melemah dan berkaca.
" Letakkan dulu Istrimu, pakai ini.. " lirih David sambil menyodorkan seragam anti api.
" Api semakin membesar ! kenapa pemadam kebakaran begitu lamban ! " teriak Alfin yang merasa kesal, Ia menoleh ke arah Yaura yang sedang dipakaikan seragam oleh Suaminya.
Dorrr dorrr dorrr dorrr Alfin menembakkan senjata tanpa henti sebagai sinyal.
Ken dan Yaura kini telah memakai seragam, Ia pun kembali menggendong Sang Istri dan menerobos kobaran api .
" Hati-hati Ken ! " teriak David dan Alfin, mereka begitu tersentuh dengan pengorbanan Ken untuk Yaura.
Api bagian depan mulai di padamkan, Ken langsung melangkah keluar dan menyelamatkan nyawa Istrinya.
Terlihat, Pak Agus nampak baru turun dari mobil. Ia membelakkan kedua matanya melihat Pasangan Suami Istri tersebut bersimbah darah dan luka bakar. Melihat Yaura tidak sadarkan diri, membuatnya kembali masuk ke mobil dan mengambil posisi kemudi.
" Cepat masuk Nak ! " ucap Pak Agus sambil memasang seatbelt.
Henry yang merupakan Sahabat Ken di NIS juga nampak, Ia langsung membukakan pintu untuk Ken dan Yaura di kursi belakang.
" Brengsek yang melakukan ini semua ! " umpat Henry sambil duduk di kursi depan.
Bukan waktunya mengumpat, Ken hanya diam dan terus mendekap Yaura.
" Lebih cepat lagi,Pak. Denyut nadinya semakin melemah.. " pinta Ken,wajahnya begitu khawatir dan cemas.
Pak Agus dan Henry juga terlihat sangat cemas.Pak Agus memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, semua mobil hampir Ia salip dan mencari Rumah Sakit terdekat.
Wajah Ayah Reino, Ibu Hilya dan Edward terngiang dikepalanya. Ken mengeraskan rahang, dan mengepalkan kedua tangannya.
" Kau berbaik hati kepada Orang yang salah, Yaura.. Harusnya Kau habisi mereka ! " teriak Ken dalam hati.
RUMAH SAKIT TERDEKAT
Ken membaringkan tubuh Sang Istri ke Hospital Bed, yang langsung dibawa ke Ruang Darurat oleh Suster.
" Selamatkan Nyawa Istriku,Dok.. " lirih Ken,yang ikut mendorong Hospital Bed bersama Pak Agus,sementara Henry nampak mengurus Administrasi.
" Darah yang keluar dari Hidung sangat banyak,bertahanlah,Nak.." lirih Pak Agus,matanya berkaca-kaca.
Mendengar ini,membuat Ken semakin panik.Ia ingin masuk kedalam bersama Dokter dan Suster, namun mereka melarangnya karena akan menganggu konsentrasi. Ken hanya mengkhawatirkan Yaura,tanpa Ia sadari dirinya sendiri juga terluka.
" Jangan sampai terjadi hal buruk dengannya,Dok.. " lirih Ken,sambil memegang lengan Dokter Wanita yang menangani Istrinya.
" Kami akan berusaha menyelamatkan Istri Anda,Tuan." Dokter menutup pintu dan langsung melakukan tugasnya.
Alat bantu pernafasan,dan lainnya sudah disiapkan. Tindakan medis siap dilakukan, wajah cemas dan keringat yang membasahi wajah mereka menjadi tanda betapa Daruratnya kondisi pasien.Detak jantung Yaura nampak melemah, darah yang keluar dari hidung pun semakin banyak.
Ken yang melihat keadaan Sang Istri melalui celah kaca pintu pun tak henti-hentinya berdoa. Matanya berkaca,begitupun dengan Pak Agus.
Dokter nampak panik,
" Siapkan Defibrillator ! " Dokter membuka sebagian baju Yaura.
Suster pun langsung memberikan alat pacu jantung tersebut.
" 3, 2 , 1 "
Deggggggg ! Yaura berdetak saat Dokter menempelkan alat pacu jantung ke Dadanya.
Dokter berusaha keras untuk menyelamatkan pasiennya.
Melihat Sang Istri dipasang Defibrillator hingga tubuhnya kejut, membuat Ken semakin melemas.
" Yaura bangunlah.. jangan seperti ini , Aku tidak ingin kehilanganmu.. " Ken memejamkan kedua matanya dan mengisak.
Dokter berusaha keras menyelamatkan Yaura, berbagai cara mereka lakukan.
Melihat Ken bersimbah darah,
" Bangunlah Nak.. Obati dulu lukamu .. " Pak Agus membangunkan tubuh Ken yang begitu lemas.
" Aku tidak akan pergi dari sini sebelum Istriku bangun,Pak.. " jawab Ken, segentle apapun dirinya,sekuat apapun mentalnya,jika dihadapkan dengan maut yang menyerang Wanita yang dicintainya seketika itu pula Dia lemah.
Tak berselang lama, Dokter bernafas lega saat detak jantung Yaura kembali normal. Ia pun menyuruh Suster untuk merawatnya.
Dokter membuka pintu, dan begitu terkejut saat melihat Ken belum mendapat pertolongan.
" Kenapa Anda belum diobati,Tuan? ini sangat berbahaya. " tegasnya.
Bukannya menjawab, pandangan Ken hanya terfokus pada Istrinya.
" Bagaimana keadaan Istriku Dok? " Ken berusaha menerobos masuk Ruangan,namun Dokter dan Pak Agus langsung mencegah dan membawanya ke Ruangan lain.
" Detak jantungnya berhasil Kami selamatkan, Tuan. namun luka di Kepalanya sangat parah. Jadi Kami akan mengambil tindakan lanjut yaitu Operasi untuk mengatasinya, kapan dan tepatnya Istri Anda Siuman itu masih belum bisa Kami pastikan." tutur Dokter seraya membaringkan tubuh Ken ke Ranjang.
" Tenanglah Ken, jika Kau terluka seperti ini,lalu Siapa yang akan menjaga Istrimu ! " Ketus Pak Agus yang mencoba mengendalikan emosi Ken.
Mendengar petuah Pak Agus,membuat Ken luluh. Dokter pun segera mengobati luka dipunggungnya yang sangat parah , dan menyuntikkannya obat bius.
2 Jam mendapat pertolongan. Ken akhirnya membuka mata, terlihat Pak Agus, Henry , Alfin dan David berada di Ruangan tersebut.
" Syukurlah Kau sudah siuman,Ken.. " ucap Alfin dan David. Namun muka mereka terlihat murung, saat mengetahui keadaan Yaura yang tak kunjung siuman.
Ken kembali teringat Istrinya,
" Istrimu ada disebelahmu,Ken.. " lirih Henry, rekan satu Tim Yaura yang juga Sahabat Ken.
" Yaura akan menjalani operasi Dua Jam lagi, Kondisinya terus melemah.. " Pak Agus meneteskan air mata saat melihat Yaura terbaring, Ia bak seorang Ayah yang begitu mengkhawatirkan Putrinya.
David,Alfin, dan Henry terus menundukkan kepalanya,matanya mereka berkaca.
__ADS_1
Degg !!! Ken langsung menoleh.dan..
" Yaura.. " lirih Ken, Ia langsung bangun dan beranjak dari Ranjang. Selang infus pun dicabut tanpa rasa takut. Ia melangkah lalu duduk di samping Istrinya.
" Ken ! Kau masih lemah ! diamlah di tempat jangan banyak bergerak ! " Pak Agus menarik Ken agar kembali ke posisi semula.
Ken menolak dan bersikeras duduk disamping Istrinya.
" Yaura..buka matamu.. Aku tidak kuat jika melihatmu seperti ini terus.. Bangunlah.. " Ken menggenggam tangan Sang Istri, lalu menciumnya. Matanya nampak memerah, dan berkaca.
David dan Alfin yang melihatnya pun memilih membuang pandangannya karena tak sanggup melihat keadaan Yaura yang diujung tanduk.Tak berselang lama, Pak Bobby memberinya kabar bahwa Reino, Hilya dan Edward berhasil mereka tangkap. Tak ingin membuang waktu dan kembali kecolongan, David dan Alfin langsung melangkah keluar. Mereka bercerita kepada Pak Agus bahwa mereka berniat melumpuhkan dan menembak Para Iblis karena sudah terlewat batas, persetan dengan Hukum. Pak Agus pun mengizinkannya. Di luar Ruangan, Para Tentara dan Tim Kepercayaan Yaura nampak berjaga dan berbaris rapi.
" Baru beberapa jam lalu Kau memelukku dan berkata ' jangan pulang dulu,tetaplah tinggal ', sekarang Aku tinggal denganmu malam ini, Buka matamu,Yaura.." Ken memejamkan matanya, hatinya begitu hancur.
Tak berselang lama, Ia beranjak dan menghampiri Pak Agus,
" Aku akan melenyapkan Ayah dengan tanganku sendiri ! Kapan Yaura akan menjalani operasi? " tanya Ken, amarah menyelimuti dirinya, tangannya hendak membuka baju Rumah Sakit yang Ia pakai.
" Jangan pernah meninggalkan Yaura lagi,Nak. Ayahmu masih hidup dan terus mengincarnya, Aku sudah menghubungi Pihak Rumah Sakit dimana dulu Istrimu dirawat. Kita sembunyikan Yaura disana untuk sementara waktu, berdoalah semoga Pihak Rumah Sakit itu tidak terlibat dengan Ayahmu dan membantu Kita.. " tutur Pak Agus sambil memegang pundak Ken.
" Apa Kita tidak bisa membawanya sekarang? " tanya Ken, sambil menoleh ke arah Istrinya.
" Ruangan Rumah Sakit itu tidak sembarang orang bisa menempatinya, dan tergantung atas izin Stephani Lee , Pimpinan Rumah Sakit. Bukan masalah uang atau tarifnya,tetapi ada kriteria khusus agar bisa masuk kedalamnya.. " Pak Agus merencanakan sesuatu untuk melindungi Yaura.
" Telefon Dia, Aku yang akan berbicara.." Ken merasa tidak sabar dan ingin segera menyelamatkan Istrinya.
Walaupun dini hari, Pak Agus pun mencoba kembali menghubungi Stephani Lee.
" Halo? Sudah Aku bilang akan memutuskannya besok, kenapa terus menelfonku,Pak.. " jawab Stephani Lee.
" Aku Kendrick dari Louis. Istriku sedang darurat, dan membutuhkan Ruangan itu sekarang.. " ucap Ken.
Degg !!! Stephanie kaget saat mendengar nama Kendrick.
" Maksudmu Kendrick Rafandra Bachtiar? dan Yaura Gita Devmalik adalah Istrimu?".
" Iyah. bagaimana? Aku akan membayar berapapun yang Kau mau. " Ken begitu tidak sabar menanti jawaban.
" Nona Yaura pernah dirawat disini, 10 Tahun yang lalu, dan tanggung jawabku begitu berat saat menghadapi Putri Devano Malik. Lalu sekarang, Yaura kembali dirawat, setelah publik mengetahuinya masih hidup. Aku takut hal buruk kembali menimpa Yaura ,dan Aku... Aku masih mempertimbangkan soal keamanan dan privasinya..ini sangat berat dan beresiko terhadap keamanan Pasien lain.. Aku mendengar dari berita,bahwa Yaura terus diincar kemanapun dan dimanapun.. beri Aku waktu mempertimbangkannya.. "tutur Stephani Lee.
" Aku akan menjamin keamanan Rumah Sakitmu ! Percayalah ! " ucap Ken.
Mendengar ini, membuat Stephani Lee diam sejenak.
" Baiklah sepertinya Aku yang harus kesana,tunggu Aku. " jawab Stephanie Lee dan mematikan sambungan telefonnya.
Tiba-tiba seorang Wanita Paruh Baya masuk, pakaiannya sangat mirip dengan Suster.Ken menyipitkan kedua matanya, dan mengingat Bibi itu.
" Bukankah.. "
" Iyah itu Bibi Arum, yang menjaga Pemakaman Devano Malik, Kau pasti pernah melihatnya. Dia adalah seorang Dokter kepercayaan Yaura, Bibi Arum juga yang merawatnya saat Tragedi Pembunuhan " Pak Agus langsung memotong pertanyaan Ken.
" Iyah Aku pernah melihatnya di Pemakaman, Bibi itu membawakan Bunga Lily.. " lirih Ken, ingatannya saat berkunjung ke Pemakaman Devano yang asli bersama Yaura kembali terngiang.
Bibi Arum langsung mendekati Yaura , dan memeriksa kondisinya.
" Kondisinya semakin menurun, Kita harus segera melakukan operasi ! " ucap Bibi Arum seraya menoleh ke arah Pak Agus.
Ken langsung mendekat,
" Kita lakukan operasi disini saja Pak ! Aku takut Yaura semakin memburuk ! " ujar Ken yang begitu panik.
" Kita harus mencari Tim Medis yang bisa dipercaya untuk menangani operasinya, Aku juga tidak percaya dengan keamanan Rumah Sakit ini ! nama Yaura Gita Devmalik sudah merebak ke Publik yang membuatnya semakin terancam ! Kebakaran tadi adalah kondisi darurat maka dari itu Aku memutuskan Yaura dibawa kesini.. "
Lirih Pak Agus.
Ken semakin panik dan cemas, ini adalah tentang nyawa dan medis bukan Petak umpet atau Adu senjata yang bisa dilakukan dimanapun.
Bibi Arum terus melakukan tindakan medis untuk menyelamatkan Nona nya.
Tiba-tiba Alfin menelfon ke ponsel Pak Agus.
" JANGAN MELAKUKAN OPERASI DI RUMAH SAKIT ITU ATAU MEMBIARKAN SIAPAPUN MENANGANI YAURA ! MEREKA ADALAH ORANG BAYARAN REINO UNTUK MELENYAPKANNYA ! MEREKA TAHU BAHWA YAURA MASIH HIDUP ! HILYA DAN BIANCA SUDAH TERTANGKAP ! NAMUN REINO DAN EDWARD BERHASIL MELOLOSKAN DIRI ! CEPAT PERGI DARI SANA DAN BAWA YAURA ! " teriak Alfin didalam mobil, David menyetir dengan kecepatan penuh. Diikuti oleh mobil Polisi dan SWAT dibelakangnya .
Edward memacu mobil dengan kecepatan full,
" Lebih cepat lagi! " teriak Ayah Reino,
dorrr dorrr dorrr Ia menembaki mobil Alfin yang tepat berada di belakangnya melalui jendela mobil.
Dorre dorrr dorrr Alfin berusaha keras menembak Ban Mobil yang dikendarai oleh Reino.
SWAT DAN POLISI KINI BERPENCAR UNTUK MENGEPUNG MEREKA.
David memerintahkan Anak Buahnya yang ada di Rumah Sakit untuk mengawal Yaura.
" Jaga Yaura ! jangan membiarkan orang asing menyentuhnya ! " teriak David dari earpiece yang terhubung langsung oleh Anak Buahnya, padangannya fokus kedepan dan menyetir.
" SIAL KITA TERJEBAK DAN DIBURU ! " UMPAT AYAH REINO.
" TENANGLAH ! SETELAH SAMPAI DI RUMAH SAKIT KITA AKAN LEBIH MUDAH MENGECOH MEREKA ! " TERIAK EDWARD.
Ken meminjam ponsel Pak Agus untuk menelfon seseorang. Ntah siapa yang Dia hubungi, yang jelas itu adalah Pembicaraan Penting.
Pak Agus dan Bibi Arum memikirkan cara agar melakukan operasi secepatnya.
tiba-tiba, Yaura membuka matanya perlahan. Pandangan yang begitu kabur dan buram membuatnya hampir tidak bisa melihat.
Bibi Arum yang melihatnya pun membulatkan kedua matanya,
" Nona Yaura.. Nona.. " lirihnya.
Deg !! Ken dan Pak Agus pun langsung mendekatinya .
" Yaura.." Ken mengelus lembut kepala Istrinya, matanya berkaca dan tak mampu lagi berbicara saat melihat Wajah Sang Istri yang begitu pucat nan lesu.
" Nak... bertahanlah.. " lirih Pak Agus sambil memegang tangan Yaura.
Pandangan yang kabur, Yaura hanya menganggukkan kepala. dan..
Greppppppp Yaura membuka alat bantu pernafasan.
" Nona jangan dibuka, ini sangat membahayakan.. " Bibi Arum mencoba memasang kembali alat itu,dibantu oleh Ken.
Tiba-tiba tangan Yaura mencegah mereka,dan mengalihkan pandangannya ke Sang Suami. wajah Ken yang sangat dekat,bisa Ia lihat dengan jelas.
" Dokter akan kesini sebentar lagi, kuatlah Sayang.. " lirih Ken dengan lembut.
Mata mereka pun beradu pandang.
Meskipun tidak kuat untuk berbicara,namun Yaura berusaha untuk membuka mulutnya.
" Ken..berjanjilah kepadaku .. jangan membunuh Ayah dan Ibu.. berjanjilah.. " lirih Yaura,suaranya sangat pelan dan lemah, tangannya yang lemas mencoba meraih wajah Suaminya.
" Berjanjilah kepadaku untuk tetap kuat dan melawan keadaan yang sekarang.. Aku tidak kuat melihatmu seperti ini terus Sayang.. rasanya Aku ingin sekali menanggung rasa sakitmu .. kenapa tidak Aku saja yang menanggungnya !!!! Kenapa harus dirimu !!! " lirih Ken, air mata nampak jatuh menetes membasahi pipinya.
Mata Yaura berkaca-kaca saat melihat Sang Suami menangis untuknya. hendak berucap, tiba-tiba
Huokkkkkkkkkkk Yaura memiringkan tubuhnya dan mengeluarkan sesuatu hingga membasahi lantai.
Ken,Pak Agus dan Bibi Arum membelakkan kedua mata saat melihat Darah yang keluar dari mulut Yaura.
" Hikssssssss " Yaura menangis, air mata membasahi pipi ranumnya. tubuhnya kini bak tanpa tulang begitu lemas dan lesu tanpa tenaga.
dann Grepppppppp Ken langsung mendekap Istrinya.
" Kau akan baik-baik saja Sayang,bertahanlah.. " Ken menatap Sang Istri dengan tatapan sayu, melihat darah yang masih tersisa di sekitar mulut dan membasahi baju yang Istrinya kenakan, membuatnya begitu mengisak.
Pak Agus langsung gemetar, Ia menghubungi Henry yang ada di luar untuk memantau keadaan dan keamanan.
Yaura menarik baju yang Suaminya kenakan,
" Aku yang akan mengalah Ken.. terima kasih sudah ada hidupku.. " lirihnya dengan pelan, dan...
Yaura memejamkan kedua mata, tangannya kini terkulai lemas. Ia hilang kesadaran tepat di pelukan Suaminya.
" Yaura... Yaura bangun Yaura !! " Ken begitu panik seraya menepuk pipi Istrinya.
Grepppp Bibi Arum langsung menjauhkan Ken dan memasang alat bantu pernafasan.
" Suruh Dokter dan Suster untuk kemari ! " tegas Bibi Arum, Ia nampak memegang difibrillator.
Pak Agus langsung menekan tombol bantuan yang ada di dekat ranjang.
Bibi Arum sangat panik dan segera membuka baju Nona nya.
" 3,2,1 "
Degggggg Tubuh Yaura kejut saat Bibi Arum menaruh alat pacu jantung di dadanya.
" 3,2,1 " Bibi Arum terus berusaha mengambalikan denyut jantung Nona nya.
Ken melemas,saat melihat Garis Lurus yang ada didepannya.
" Tidak... tidak.. " Ken menggelengkan kepalanya.
Dokter dan Suster yang sudah dipercaya Pak Agus dan Henry nampak datang dengan tergesa-gesa.
Melihat Garis Lurus, Ia langsung melepas semua alat.
" Nyonya Arum akan ikut operasi denganku. " tegas Dokter Paruh Baya itu.
" Dok.. selamatkan Istriku.. " lirih Ken, Ia sudah tidak bertenaga.
Dokter tidak menjawab, mereka langsung membawa Hospital Bed keluar Ruangan dan mendorongnya ke Ruang Operasi dibantu oleh Pak Agus dan Henry.
Ken terkulai lemas di kursi,dan tidak bisa membayangkan apa yang terjadi. Menguatkan diri, Ia pun langsung berlari mengejar mereka.
RUANGAN OPERASI
Meskipun rencana awalnya akan di operasi di Rumah Sakit Stephani Lee karena alasan keamanan,namun pada akhirnya Pak Agus terpaksa melakukannya disini karena keadaan darurat.
Banyak Tentara yang berjaga di depan pintu,dan..
Yaura kini terbaring di meja operasi, Pak Agus mendekati Tim Medis yang menanganinya.
" Jika Kalian berani melakukan hal buruk, Para Sniper akan menembak Kalian semua. dan Arum akan mengawasi setiap tindakan yang Kalian lakukan ! " Ancam Pak Agus, rahangnya mengeras mendengar penuturan Alfin bahwa Reino telah membayar seseorang Tenaga Medis untuk melenyapkan Yaura.
" Kami tahu bahwa Nona ini adalah Putri Devano Malik. Kami akan berpihak pada Kalian ! tenanglah ! " Tegas Dokter sambil menyiapkan alat bedah.
Selain di depan, ternyata di dalam juga terdapat Sniper Kepercayaan Yaura yang siap mengarahkan laser merah kepada Mereka jika berani macam-macam.
Tak berselang lama, Ken masuk bersama seorang Wanita yang tak terduga, Ialah Stephanie Lee, Dirut Rumah Sakit yang juga seorang dokter.
Pak Agus dan Bibi Arum begitu syok saat melihat Stephanie Lee datang,
" Kau disini? " tanya Pak Agus.
" Aku yang akan mengoperasi Yaura, setelah itu Kita langsung membawanya keluar dari sini. " tutur Stephani Lee, Ia langsung menaruh tas slempang dan mempersiapkan diri.
Semua orang pun mundur, dan menjauh dari meja operasi. Tim medis dibantu Stephani Lee dan Bibi Arum nampak sudah bersiap dengan alat bedah mereka. Sniper yang berada dilantai atas pun nampak mengarahkan laser merah kepada Tim Medis. Ken yang nampak begitu lesu dan lemas,tatapannya tersirat banyak kesedihan.
Operasi pun berlangsung.
Ken , Pak Agus, Henry tak henti-hentinya memanjatkan Doa.
*************
Di Basement Rumah Sakit, nampak David dan Alfin mengejar seseorang,beberapa Polisi dan SWATT pun ikut terlibat.
Alfin mengirim pesan kepada Henry untuk mengurus keamanan Warga Sipil yang ada di Rumah Sakit karena sepertinya akan ada baku tembak. Bukan tanpa alasan Alfin menghubunginya, Henry adalah NIS dan meminta izin Rumah Sakit untuk melakukan penangkapan buronan.
Henry langsung membaca pesan dari Alfin dan menceritakannya kepada Ken dan Pak Agus. mendengarnya, membuat Ken mendidih
" Kemarikan senjatanya, biar Aku sendiri yang membunuh Reino. " pinta Ken, rahangnya mengeras.
" Tetaplah bersama Istrimu. biar Henry,Alfin dan David yang memburunya. tenanglah.. " Pak Agus menenangkan Ken yang sepertinya sudah meluap.
Cerdas, Henry langsung keluar dan menyuruh Tentara yang ada di luar untuk bersembunyi agar Reino bisa dikelabuhi. Ia langsung menelfon Alfin dan memberitahu bahwa Yaura sedang kritis.
David dan Alfin menyusuri setiap Ruangan untuk mencari Reino dan Edward yang entah bersembunyi dimana. SWATT juga memantau CCTV untuk mengetahui keberadaan Reino.Namun ternyata mereka tidak bisa menemukannya.
Persembunyian Rumah Sakit
Reino sedang bersembunyi disuatu Ruangan gelap, dan duduk disebelah Edward. nafasnya begitu ngos-ngosan,
" Jika Kita keluar dan mencari Yaura, maka akan tertangkap. tunggu sampai SWATT dan Polisi menyerah... Kita hanya perlu menghadapi Alfin dan David.. " ucap Reino, senjata berat sudah Ia bawa.
" Sepertinya David mengerahkan anak buahnya.. " jawab Edward. mereka pun kembali menyusun rencana.
Di Ruang Operasi
Dua Jam berlalu dan menunjukkan Pukul 05.00 Pagi operasi selesai dilakukan, tiba-tiba..
" Nona Lee.. " lirih Bibi Arum.
Deggg !!!!! Jantung Stephanie Lee berdetak kencang.
" Tidak Yaura ! Tidak !!!!! " Teriak Stephanie, wajahnya sangat panik.
Tim medis langsung melakukan tindakan lanjut, dan menolong Yaura.
" Nona Lee, operasinya gagal ... " lirih Dokter Rumah Sakit tersebut,yang mulai melemas.
Stephanie Lee langsung mengambil alat pacu jantung.
" BANGUN YAURA ! BANGUN " Teriaknya. dan..
" 3,2,1 " Tubuh Yaura kejut saat Defibrillator menempel di dadanya.
DEGG !!
DEGG !!
DEGG !!
" BANGUN YAURA ! " teriak Stephanie Lee, Ia tak henti-hentinya menempelkan Defibrillator.
Mendengar teriakan, Ken langsung berlari mendekati mereka. Wajahnya memucat saat Garis Lurus berada tepat di hadapannya.
Brakkkkkkkkk Stephani Lee melemparkan Defibrillator ke Meja, tangannya kini menempel di Dada Yaura.
" Bangun, Yaura ! Bangun ! berdetaklah ! " Rintih Stephani Lee, matanya berkaca. Tangannya terus menekan dada Yaura untuk menghidupkan detaknya.
" JANGAN PERGI YAURA !! AKU MOHON !!! " Lirih Ken, Ia mengatupkan kedua tangannya dan berdoa.
" Nona Lee.. Kita tidak bisa menyelamatkannya .. " saut seorang Tim Medis lain.
Tidak ingin menyerah, Stephanie Lee terus memacu detak jantung Wanita yang kini terbaring lemah tak bernafas. berusaha keras...
Brughhhhhhhhhh Ia terkulai ke Lantai.
TIIIIITTTTTTTTTTT SUARA MONITOR
" YAURA SUDAH TIADA !!!! " LIRIH STEPHANIE LEE.
Deg !!!! Ken membelakkan kedua matanya, diikuti oleh Pak Agus yang kini berdiri di samping Ranjang Wanita yang Ia anggap Anaknya sendiri.
" TIDAK ! YAURA BELUM TIADA !! " teriak Ken histeris, Ia mendorong Para Tenaga medis untuk minggir.
" YAURA BANGUNLAH YAURA ! KENAPA KAU MENINGGALKANKU LAGI ! BANGUNLAH YAURA ! " Teriak Ken yang diirangi derai air mata,Ia terus menggoyang-goyangkan bahu Sang Istri.
Pak Agus meneteskan air mata,
" Bangunlah Nak, Kau sudah berjuang keras.. selangkah lagi kenapa Kau malah pergi seperti ini.. " lirih Pak Agus seraya menepuk pipi Yaura yang sudah memucat.
" YAURA BUKA MATAMU !! AKU MOHON ! " teriak Ken yang semakin histeris. tiba-tiba, Ia berbalik badan, dan
Brakkkkkkk Ken menarik Jas Dokter Stephanie Lee.
" SELAMATKAN ISTRIKU ! JIKA TIDAK.. MAKA AKU AKAN MEMBUNUHMU ! SELAMATKAN ISTRIKU !!! " Teriak Ken, air mata terus mengalir,tatapannya menajam.
Stephanie Lee memaklumi respon Ken.
" Luka dikepalanya sangat parah, Dia sudah berjuang keras selama ini. Dan Aku juga sudah berjuang untuk mengoperasinya ! selamat atau tidak, itu tergantung Garis Takdirnya ! " sentak Stephanie Lee, air mata pun nampak jatuh.
" Lepaskan Dia,Nak.. Yaura sudah pergi.. " Isak Pak Agus seraya melepaskan tangan Ken yang menarik Jas Stephanie Lee.
Tak percaya, Ken kembali mendekati Istrinya.
" KAU TEGA YAURA ! KAU TEGA ! KENAPA MENINGGALKANKU SEPERTI INI ! BANGUNLAH BUKA MATAMU AKU MOHON !!!!! " Ken terus menggoyangkan bahu Istrinya tanpa henti.
Dari luar,
Reino ternyata membawa Tim untuk mengelabui SWATT dan Polisi. mereka kini terlibat baku tembak.
Dorrrr dorrr dorrr dorrrr dorrr
Tembakan mereka membuat keadaan ricuh dan mencekam. SWATT mengejar Reino, sementara Polisi mengamankan Warga Sipil dan Pasien. Tentara David pun ikut turun ke lapangan.
Dorrrrrr dorrrr dorrrr dorr Tembakan peluru terus melesat.
Memilih menyelamatkan Yaura, David dan Alfin berlari ke Ruang Operasi dan menerobos masuk.
" Apa operasinya sudah selesai? cepat bawa Yaura keluar dari Rumah Sakit ini.. Reino dan Timnya terus membuat Kekacauan.. " Ujar Alfin.
Mereka semuanya hanya diam tak menjawab,kecuali Ken yang terus menyuruh Stephanie Lee memacu detak jantung Istrinya.
" Kenapa Semuanya diam? " timpal David yang juga merasa syok.
Kini pandangan mereka terarah pada Monitor Garis Lurus.
" YAURA !!!! " teriak Alfin dan David ,matanya berkaca.
Stephani Lee menuruti perintah Ken yang memaksanya untuk terus berusaha.
" BANGUN YAURA BANGUN !!!!! HIKSSSSSS " teriak Ken yang begitu frustasi.
__ADS_1
Brughhhhhhhhhh David dan Alfin menjatuhkan senjatanya ke lantai.
" A-apa maksudmu? " tanya David kepada Ken, pandangannya terarah pada wajah pucat Wanita yang kini terbaring tak bernyawa.
" KENAPA KAU MENYERAH SEPERTI INI YAURA ! BUKA MATAMU !!! " teriak Ken yang mengisak dan terkulai di Ranjang Istrinya.
David melemas,
" KAU WANITA KUAT YAURA ! BANGUNLAH !!!! BUKA MATAMU !!! " Tangan David menggoyangkan bahu Wanita yang sangat dicintainya tersebut.
" BANGUNLAH YAURA !!!!! " teriak David yang begitu kencang, air mata nampak jatuh membasahi pipinya.
Melihat ini, Alfin menundukkan pandangannya.
Tak ingin kehilangan Wanita yang diam-diam Ia cintainya, Alfin mendekat dan menyingkirkan tubuh David. karena seorang NIS dan mempelajari cara menyelamatkan dirinya sendiri saat terkena peluru, Alfin sedikit mengerti tentang medis.
" Pasang kembali Alatnya ! " teriak Alfin sambil meneteskan air mata.
" DIA SUDAH TIADA TUAN ! " teriak Stephani Lee yang tak kalah frustasi.
Alfin terus memaksa,dan kembali menempelkan Defibrillator.
DEGGG !!! DEGG !! DEGG !!! tubuh Yaura kejut saat mereka kembali memacu jantungnya.
" BANGUN YAURA ! BANGUN !!! KAU TINGGAL SELANGKAH LAGI !!! BUKA MATAMU YAURA !!! " teriak Alfin, berusaha menahan air mata, namun pada akhirnya jatuh. Defibrillator tidak berfungsi,Yaura tetap menutup matanya.
Brughhhhhh Alfin terkulai lemas.
"Bangunlah Yaura... " lirihnya.
Dorrr dorrr dorrr dorrr baku tembak semakin mendekat. Para Sniper kini melangkah keluar dan mengamankan Ruangan.
Menyerah,
Tim medis pun mulai memberikan kain putih pada tubuh Yaura, walaupun alat medisnya belum dicabut.
Semua orang yang ada didalamnya terkulai lemas, menangis, dan menyesakkan dada.
Ken berdiri, dengan air mata yang terus mengalir. Melihat Istrinya yang kini tertutup kain putih,membuatnya tak mampu berkata. bibirnya terus bergetar.
" YAURAAAAA !!!!! TIDAKK !!! AKU TIDAK AKAN MEMBUATMU PERGI !!!!! BANGUNLAH YAURA !!!! " teriak Ken sekencang mungkin.
Brakkkkkk Ia menyingkirkan kain putih yang menutupi Istrinya. dan
Hugggggggggggggggggg Ia memeluk Yaura dengan erat.
" Aku baru saja menemukanmu dan menikahimu, kenapa Kau pergi seperti ini !!! Kenapa Yaura !!!! Aku sangat mencintaimu !!! Aku sangat mencintaimu !!!! Apa Kau tidak mendengarnya !!!! Bangunlah !!!!!! bangunlah !!!!! Banyak orang yang menyayangimu disini !!! bangunlah !!! Kau tidak sendirian lagi Yaura !!! Kau tidak sendirian lagi !!!!! Tetapi kenapa sekarang Kau pergi !!! Bangunlah... " teriak Ken, Ia memeluk Istrinya dengan begitu erat.
Air mata pun jatuh tepat di mata Yaura yang terpejam.
" BANGUNLAHHH YAURA !!!!! BANGUNLAH AKU MOHON !!!! HIKSSSSSSSS " Ken terus menangis,
Air mata Ken terus membasahi wajah dan mata Yaura yang berada di dekapannya.
Tak berselang lama, Ia kembali meletakkan tubuh Yaura. dan
" BERDETAKLAH YAURA !!! BERDETAKLAH !!! AKU SANGAT MENCINTAIMU !! AKU TIDAK MAMPU HIDUP TANPAMU LAGI !!! BERDETAKLAH !!! " Lirih Ken, tangannya terus memacu jantung Sang Istri dan berharap sebuah keajaiban.
Deggg
Deggg
Deggg
Tangannya terus memompa dada Sang Istri.
" AKU SANGAT MENCINTAIMU YAURA !!! BANGUNLAH !!! BUKA MATAMU !!! DENGARKAN AKU YAURA !!! " teriak Ken sambil mengisak.
Dan..
" YAURA SUDAH TIADA KEN !! SADARLAH !!! " teriak Pak Agus yang merasa semakin tersiksa melihat Ken histeris.
tiba-tiba Dorrr seseorang datang, dan menembakkan peluru ke arah Tenaga Medis.Melihat Reino, Pak Agus langsung mendekati dan..
" BAJIN*AN !!! TEGA SEKALI KAU MELENYAPKAN YAURA !! TEGA SEKALI !!! " TERIAK PAK AGUS, YANG BERUSAHA MEREBUT SENJATA DARI TANGAN REINO.
" BANGUNLAHHHHH YAURAAAAAAA !!!! AKU TIDAK INGIN KEHILANGANMU , AKU SANGAT MENCINTAIMUU YAURAAA !!" Ken memompa jantung Sang Istri, dan ..
Brughhhhhh Ia terkulai lemas,dan menyerah. Air mata tak berhenti menetes.
Saat semua orang berduka dan menundukkan pandangannya, perhatiannya teralihkan pada Reino, tiba-tiba
BAK KEKUATAN CINTA KEN, DAN BAIKNYA TUHAN KEPADA YAURA, GARIS YANG LURUS KINI MULAI MELENGKUNG. STEPHANIE LEE MEMBELAKKAN KEDUA MATANYA , DIIKUTI OLEH BIBI ARUM YANG BEGITU TERKEJUT. KEADAAN MENCEKAM, STEPHANIE LANGSUNG MENCABUT SEMUA ALAT AGAR REINO DAN SEMUA ORANG YANG DISITU TIDAK MENGETAHUI BAHWA JANTUNG YAURA MULAI BERDETAK,WALUPUN LEMAH.
" MINGGIRLAH ! KAMI AKAN MEMPERSIAPKAN PERSEMAYAMAN YAURA ! " TERIAK STEPHANIE LEE, IA MENGEDIPKAN MATANYA KEPADA BIBI ARUM SEBAGAI KODE.
Yaura kembali ditutupi Kain putih .
Ayah Reino yang melihatnya pun tersenyum puas. tiba-tiba Ken beranjak, sorot matanya menajam ,rahangnya mengeras.
Brughhhh Ia menendang Ayah Reino keluar, dan memukulinya tanpa ampun.
" KAU LEBIH KEJAM DARI SEEKOR BINATANG REINO ! AKU SANGAT MEMBENCIMU !! KAU MEMBUNUH YAURA TANPA BELAS KASIH, KAU MELENYAPKAN SEMUA ORANG HANYA DEMI KESERAKAHANMU ! BIADAP ! " teriak Ken, Ia tak henti-hentinya memukuli Sang Ayah.
Ayah Reino kewalahan menghadapi Sang Anak,tetapi disisi lain Ia sangat bahagia melihat Yaura tiada.
David dan lainnya masih berduka dan tidak bertenaga untuk melawannya.
Ken nampak membabi buta dan melenyapkan Tim Suruhan Ayahnya.
dorrrr dorrr dorrr dorrrr Ia menembaki semua orang tanpa ampun, tangan dan punggungnya yang terluka tidak membuatnya lemah.
" YAURA MEMBIARKANMU HIDUP DENGAN HARAPAN KAU BISA BERUBAH ! TETAPI AKU SADAR BAHWA YAURA SALAH TELAH MEMBIARKAN ORANG SEPERTI IBLIS INI HIDUP ! AKU TIDAK SUDI MENGAKUIMU SEBAGAI AYAHKU, REINO ! KAU MELENYAPKAN WANITA YANG SANGAT AKU CINTAI ! KAU MELENYAPKANNYA DENGAN KEJI ! BIADAP REINO ! " TERIAK KEN DENGAN BEGITU KENCANG, IA MENANGIS DI HADAPAN AYAHNYA.
Melihat Ken yang menangis seperti itu, membuat Ayah Reino terkejut, Ia tidak menyangka bahwa Ken begitu kehilangan Yaura. Reino pun diam membatu.
" DARI KECIL AKU SELALU MENURUTI PERMINTAANMU, TAAT KEPADA MU DAN TIDAK PEENAH MENUNTUT APA-APA ! AKU PERGI KE MILITER DEMI PATUH KEPADAMU AYAH ! PADAHAL AKU SANGAT TERSIKSA DIDALAM SANA ! TAPI APA AKU MENGELUH KEPADAMU AYAH? APA AKU MELAWANMU? JAWAB AKU AYAH ! " TERIAK KEN DIIRINGI ISAK TANGIS.
Mata Ayah Reino berkaca saat Ken mengatakan hal itu kepadanya.
" KENAPA KAU TIDAK MENJAWABNYA ? KENAPA ? AKU TERSIKSA SELAMA INI ! AKU SANGAT TERSIKSA ! BISNIS DAN LATIHAN MILITER TERUS MENGHANTUI PIKIRAN DAN BEBAN UNTUKKU ! TETAPI APA AKU PERNAH MENGELUH KEPADAMU ATAU KEPADA IBU? TIDAK AYAH ! TIDAK ! AKU SANGAT MENCINTAI KALIAN DAN MENGHARGAI KALIAN !!! " TERIAK KEN, SAMBIL MENARIK KAMEJA AYAHNYA.
" AKU HANYA MEMINTA YAURA KEPADAMU AYAH ! TETAPI KAU MALAH MEMBUNUHNYA DENGAN KEJI ! KAU YANG MENIKAHKANKU DENGANNYA ! KAU YANG BERSAKSI DI HADAPAN TUHAN UNTUK MENYANDINGKAN YAURA SEBAGAI ISTRIKU !! DIA ISTRIKU AYAH ! YAURA ISTRIKU ! KENAPA KAU MELENYAPKANNYA?! TIDAK BISAKAH KAU MENURUTI SATU PERMINTAAKU SAJA ? TIDAK BISAKAH?! AKU HANYA MEMINTA YAURA ! AKU HANYA INGIN YAURA DARIMU ! TIDAK LEBIH AYAH.. DAN SEKARANG.. KAU MUNGKIN SUDAH PUAS MELIHAT YAURA TIADA !! KAU MUNGKIN SUDAH PUAS MENGHANCURKAN HIDUPKU !!! KAU SUDAH PUAS AYAH? HAH? DIA SEKARANG SUDAH MATI TEPAT DIHADAPANMU ! DAN... " TERIAK KEN, Ia mulai menjauh dan menelan salivanya.
" LUPAKAN BAHWA AKU ADALAH ANAKMU ! KAU ATAUPUN IBU ! AKU TIDAK AKAN LAGI MENGANGGAP KALIAN SEBAGAI ORANG TUA KU ! "
DEGG !!! AYAH REINO MENETESKAN AIR MATA SAAT KEN MENGATAKANNYA.
Ken kini menodongkan senjata ke arahnya, Ia tiba-tiba teringat permintaan Sang Istri untuk tidak membunuh Sang Ayah.
" Maafkan Aku, Sayang. Aku tidak bisa menuruti permintaanmu... " lirih Ken dalam hati.
Ia menatap tajam Sang Ayah.
" Banyak nyawa yang Kau bunuh. dan sekarang.. " ucap Ken. lalu
Dorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr dorrrrrrrrrrrr Ken melesatkan peluru.
Jlebbbbbb !!! Peluru pun menancap di perut dan Kaki Ayahnya. Darah segar mulai mengalir darinya,
Brughhhhhhh Ayah Reino terkulai lemas.
" Kau tega menembak Ayahmu sendiri Ken? " lirih Ayah Reino sambil menahan sakit.
Brughhhh Ken menjatuhkan senjatanya, dan meneteskan air mata.
" Aku bisa melakukan hal yang lebih bengis dari ini ! " Ken berlalu pergi dan meninggalkan Ayahnya begitu saja.
Edward yang sudah dilumpuhkan SWATT pun nampak terbaring di Hospital Bed dan didorong oleh Suster.
Tak berselang lama, Dokter dan Suster datang untuk membawa Ayah Reino.
" MEREKA MENDAPAT HUKUMAN MATI DAN AKAN DIEKSEKUSI OLEH REGU TEMBAK KARENA MELENYAPKAN YAURA ! SELAMATKAN MEREKA DAN BIARKAN DUA IBLIS INI MERASAKAN KEMATIAN YANG KEJI,SEPERTI YANG MEREKA LAKUKAN KEPADA ANAKKU,YAURA ! JANGAN MEMBIARKAN MEREKA MATI DENGAN MUDAH ! " TERIAK PAK AGUS KEPADA DOKTER DAN SWATT.
" Baik,Pak. " Kepala SWATT langsung menggiring Ayah Reino dan Edward untuk dijaga.
Ken nampak melangkah mendekati Ruang Operasi, Anak tetaplah Anak, hatinya juga merasa menyesal telah melenyapkan Sang Ayah, namun disisi lain ada seorang Istri yang meregang nyawa karena ulah Ayahnya. Ken menguatkan diri.
Stephani Lee kini memaki Baju Biasa,
" Aku akan mempersiapkan pemakamannya.. Dia seperti Adikku sendiri. " ucap Stephani Lee.
Tim medis kini mulai mendorong Hospital Bed dimana jenazah Yaura dibaringkan.Dan membawanya keluar, Ken nampak ikut dengannya.
Tak diduga, diluar sana masih terdapat baku tembak yang merupakan Anak Buah Pak Diyo, dan membuat kegaduhan. Alfin dan David melawan mereka dan melindungi jenazah Yaura.
" Tuan Ken, bawa Istrimu ke Lift " perintah Stephanie Lee. dan..
Dorrrrrr Ia menembakkan senjata ke atas, Dia juga merupakan Wanita bersenjata dan tergabung dalam Organisasi Amerika.
" MUNDURLAHHHH !!!! AKU TIDAK SEGAN-SEGAN MELENYAPKAN KALIAN !!! " teriak Stephanie Lee.
Beberapa Orang berhasil Ia lenyapkan.
Karena banyak warga sipil yang terluka, polisi pun semakin kewalahan.
" Brengsek ! mereka benar-benar keji ! Jenazah Yaura pun masih mereka rebutkan ! " umpat Stephanie, lalu kembali mendorong Hospital Bed bersama Ken.
Di dalam lift,
Ken menatap wajah Istrinya yang tertutup kain tanpa henti,tenaganya hilang seketika.
" Bangunlah Yaura...bangunlah... " Ken kembali meneteskan air mata, dan mengelus wajah Istrinya yang pucat.
Melihat ini,membuat Stephanie Lee tersentuh.
Beberapa saat kemudian, mereka keluar dari lift. dan langsung mendorong Yaura keluar Rumah Sakit.
" Cepatlah.. " ucap Stephanie kepada Bibi Arum yang mulai memasang kembali Alat bantu pernafasan.
Ken yang begitu berduka dan syok, hanya tertunduk dan pasrah melihat Istrinya tiada, dan tidak menyadari bahwa Yaura kembali dipasang alat bantu.
Berhasil keluar dari Rumah Sakit, dan berada di dalam mobil,Ken menyanderkan kepalanya di Ranjang sebelah Sang Istri, matanya terpejam dan berusaha menerima kenyataan.
Bibi Arum yang berada didepan Stephanie Lee nampak memberi kode bahwa tidak tega melihat Ken hilang harapan.
" Jangan.. " lirih Stephanie Lee sambil menggelengkan kepalanya.
*********************
RUMAH SAKIT STEPHANIE LEE
1 Jam perjalanan, mereka tiba di Rumah Sakit Stephanie Lee.
Staff yang sudah diberi perintah oleh Stephanie lewat telefon pun langsung menyambut mereka dan membawanya ke sebuah Ruangan.
Untuk menutupi Identitas, Stephanie Lee kembali menutup Wajah Yaura dengan kain putih dan mendorongnya ke Ruangan Private.
VIP STATION
Sebuah Ruangan Medis dengan teknologi tercanggih nan megah menjadi tempat dimana Yaura dibaringkan.
Ken hanya diam dan pasrah, matanya bengkak, hatinya lebur.
" Ken, baringkan Istrimu kesini, cepat ! " tegas Stephanie.
Tak banyak berbicara, Ken membopong Sang Istri dan membaringkannya di Ranjang, tatapannya kosong dan melamun.
" Aku tidak ingin Kau merasakan sakit lagi, tetapi bukan seperti ini caranya Yaura... Kenapa Kau malah tidak membuka matamu....Hikssss " lirih Ken, Ia kemudian melangkah menjauhi Ranjang Sang Istri, lalu mendudukkan tubuhnya di kursi yang teletak di Pojok Ruangan.
Bibi Arum nampak tidak tega melihat Ken yang begitu terpuruk, Ia pun mulai memasang kembali Alat Medis pada tubuh Nona nya. Infus , pernafasan dan lainnya mulai terpasang di tubuh Wanita Cantik yang malang ini.
Tidak tinggal diam, Stephanie Lee mengatur Drawing Monitor yang berbentuk kaca, tubuh Yaura terscan oleh sebuah sinar yang menampilkan kondisi tubuhnya. Jantung, paru, lambung, kepala dan lainnya mulai nampak pada Monitor Canggih tersebut. setelahnya, Ia langsung mendekati Bibi Arum.
" Aku akan berbicara kepada Pak Agus mengenai kondisi Yaura saat ini. "
" Baiklah Nona Lee.. " lirih Bibi Arum.
Tidak ingin membuang waktu, Wanita yang menjabat sebagai Direktur Utama Rumah Sakit itu pun mendekati Ken yang sedang melamun.
" Kau Suaminya,bantu Aku mempersiapkan peti mati untuk Istrimu. " ajaknya.
Ken tidak ingin berbicara dengan Siapapun, dan melangkah mengikuti Wanita yang ada di hadapannya.
Sampai di Pintu,
" Kemarikan tanganmu, Aku akan mendaftarkan sidik jarimu agar bisa mengakses pintu masuk.. " ucap Stephanie.
Ken langsung menempelkan tangannya ke sebuah monitor, berikut dengan wajahnya yang terscan otomatis.
********************
Pak Agus memerintahkan Alfin untuk pergi Ke NIS dan mengadakan Penghormatan Terakhir kepada Yaura, karena bagaimanapun Yaura adalah Agent NIS yang pantas mendapatkan Penghormatan.
Dilain tempat,
David juga disuruh mengadakan upacara Duka Militer untuk menghormati Yaura yang merupakan Anggota Resmi Angkatan Darat. David terus meneteskan air mata dan tidak terima atas kepergian Wanita yang dicintainya.
" Baru beberapa hari ini Aku bisa melihat Wajahmu dengan jarak dekat setelah 5 Tahun terpisah, tetapi kenapa sekarang Kau pergi untuk selamanya, Yaura.. " isak David dalam hati.
**********************
Berita Televisi menyiarkan tentang Kematian Yaura Gita Devmalik yang membuat Semua Orang terguncang. Wajar saja, selama ini Dia dianggap mati, lalu tiba-tiba muncul, dan sekarang.. Kabar Kematiannya kembali menyeruak. Sebegitu pedihkah kehidupan Para Pengusaha yang saling berebut Uang atau Keadilan? mungkin hanya mereka yang merasakannya. Maut dan Nyawa pun mereka permainkan.
Seluruh Sahabat serta Keluarga Ken yaitu Anin dan lainnya nampak syok dan berduka. Ia tidak menyangka Yaura tiada, Evelyn yang membenci Yaura pun ikut menangis. Para Pria mencoba mencari keberadaan Ken untuk membantunya menyiapkan persemayaman.
Kematian Yaura pun terdengar di telinga Helena yang bersembunyi di suatu tempat, Dia juga menjadi incaran Reino Bachtiar karena tidak memberitahu bahwa Pak Andi dan Agus masih hidup.
" Rest In Peace, Yaura. tenang, Aku akan mendatangi persemayamanmu karena bagaimanapun Kau pernah baik kepadaku.. " lirih Helena.
Hilya dan Bianca yang menekam di Penjara pun mendengar kabar ini, senyum puas menyelimuti wajah mereka.
" Akhirnya.. Wanita tengik itu tiada.. " Ibu Hilya menyunggingkan sudut bibirnya.
" Aku akan berdoa untukmu,Yaura. Selamat Jalan Rivalku.. " Bianca tersenyum puas dan begitu bahagia.
Tak berselang lama, Pihak Polisi mengatakan bahwa Reino Bachtiar dan Edward tertembak.
" Rumah Sakit berusaha menyelamatkan mereka, Namun setelah mereka selamat.. Pihak Pengadilan menjatuhi Hukuman Mati untuk Reino dan Edward, dan KAU HILYA ! " ucap Polisi.
Degg !!! Hilya membelakkan kedua matanya.
" Reino tertembak? Aku dihukum ? Hah ! Tidak mungkin ! " Ibu Hilya tersenyum sinis dan tidak percaya.
" Tuan Kendrick melumpuhkan Ayahnya sendiri. dan Reino membunuh Yaura melalui kebakaran penjara, itu sangat tidak manusiawi ! Jadi, Kita juga akan menghukum Kalian dengan cara tidak manusiawi ! " ancam Polisi tersebut.
" Kami memiliki banyak Uang dan masih mampu menyuap Kalian bahkan Pengadilan sekalipun ! jangan berani mengancam Ku ! " Ketus Ibu Hilya.
" Kita lihat saja seberapa mampu Kau menyuap Kami ! dan jangan lupa.. Perusahaan Louis terancam Bangkrut jika Kau terus mengeluarkan banyak Uang ! " Polisi itu tersenyum.
Mendengar ini,membuat Ibu Hilya membatu dan stress karena benar juga, semakin banyak menyuap, semakin rawan pula Perusahaannya Bangkrut.
" Dan Kau Bianca, Kasus Prostitusi Skala International berhasil Kami selidiki, Kau terancam 25 Tahun penjara . Tetapi... karena Kau terlibat dengan Reino membakar Penjara.. jadi, Dirimu yang Sexy ini juga akan di Eksekusi Mati oleh Regu Tembak ! " Polisi mengalihkan pandangannya ke Bianca.
DEGG !!! mata Bianca hampir meloncat keluar saat mendengarnya.
" Tidak ! tidak ! Aku tidak akan dan mau di Eksekusi ! tidak ! " teriak Bianca Histeris dan begitu syok.
Polisi tidak meladeni dan berlalu pergi begitu saja.
Baik Hilya ataupun Bianca kini terkulai lemas dan mencari jalan Keluar.
**************************
Setelah mempersiapkan Peti Mati, kini Ken sedang duduk dan memandangi sebuah Bingkai Foto berukuran besar yang menampilkan Wanita Cantik berambut panjang berbaju putih dengan senyum manis yang menghiasi bibirnya.
REST IN PEACE, YAURA GITA DEVMALIK
REST IN PEACE, YAURA GITA DEVMALIK
Iyah, itulah tulisan pada Bingkai Foto tersebut.
Ken meneteskan air mata saat menatap wajah Istrinya,
" Dua kali Aku mempersiapkan persemayaman dan menangisi kepergianmu,Yaura.. kenapa Kau setega ini kepadaku? Aku sangat mencintaimu. baru beberapa jam lalu, Aku memeluk dan menciummu.. tetapi kenapa sekarang Kau tiada .. Baru beberapa hari yang lalu, Aku begitu bahagia saat kembali dipertemukan dengan dirimu yang selama ini Aku nanti.. tetapi hari ini Kau pergi lagi dan selamanya.. Hikssss " Ken memeluk Bingkai Foto tersebut dan menjatuhinya dengan tangisan.
Iyah, itulah Ken. tubuhnya kekar, gagah, gentle dan macho, jarang mengeluarkan air mata, tetapi jika dihadapkan dengan luka yang menyakiti Istrinya, Dia akan meneteskan air mata. dan sekarang, bukan sebuah luka yang Ia tangisan, tetapi sebuah KEMATIAN YANG MERENGGUT NYAWA ISTRINYA, YAURA.
*****************************
Butuh saran dan kritiknya
Jangan lupa like dan komen♥️
Btw, Di scene kali mungkin sangat lebay dan berlebihan, tidak masuk akal, IYAH MEMANG TIDAK MASUK AKAL ! KARENA INI DUNIA HALU AUTHOR BELAKA♥️ Aku ngga ngerti medis,hukum , atau lainnya jadi yaa buatnya asal-asalan. Lagi pula ini Novel buat bucin-bucinan doank, bukan untuk di publikasikan secara resmi yang harus MASUK AKAL. Aku nulis karena iseng dan bukan seorang PENULIS, jadi yaa mohon maaf kalo menya-menye karena memang Novel Fiksi belaka. ♥️♥️ SEMOGA KALIAN SENANG, DAN JANGAN LUPA MEMBERIKU KRITIK DAN SARAN ♥️♥️
__ADS_1