
Melihat Ken sudah tertidur , Yaura pun membuka matanya kembali .
" Apa Dia habis minum ? " gumam Yaura dalam hatinya saat melirik ke arah Ken tadi yang berjalan sempoyongan.
" Dengan Wanita itu ?"
.......
Pagi hari ..
Yaura sudah bangun dari tidurnya , Ia kemudian menuju dapur menemui Bibi Ratih .
Ia bertanya kepada Bibi Ratih dan Robin tentang sarapan yang disukai Ken. Bibi Ratih pun bahwa Tuannya sangat menyukai sandwich , untuk minuman Ken sangat menyukai Teh Jahe yang dibuatkan Robin . Yaura pun membuat sandwich dan Teh Jahe sesuai instruksi Bibi Ratih dan Robin .
Di Kamar Ken
Melihat Ken sudah tidak ada di tempatnya
" Dimana Dia ? " tanya Yaura dalam hatinya seraya menyoroti sekitar .
Tak lama, Ken pun keluar dari Kamar Mandi .
Melihat Yaura membawa sarapan , Ken pun langsung menghampirinya , Hendak menaruhnya di meja , namun Ken lebih dulu mengambil sandwich tersebut dari nampan yang dipegang istrinya tersebut .
" Enak sekali " Pujinya seraya terus mengunyah sandwich buatan istrinya tersebut .
" Terima Kasih " balas Yaura seraya menaruh Sandwich & Teh Jahe ke meja .
Ken menyerit heran.
" Kau yang membuatnya ? "
Yaura hanya mengangguk.
" Ini tidak enak " ucap Ken kembali .
Yaura pun kini mendelik ke arah Ken.
" Kau bilang tadi enak "
" Sungguh tidak enak , percayalah ." Ken membuang muka .
" Tidak enak tapi terus memakannya . Omong Kosong " gerutu Yaura .
" Aku lapar jadi terpaksa memakannya " Ken mendudukkan tubuhnya di meja .
Yaura pun merasa malas berdebat dengan suaminya tersebut.
Setelah memakan sandwich , Ken pun mengambil Teh Jahe yang dibuatkan Yaura dan meminumnya sedikit .
" Kenapa manis sekali ? " umpat Ken.
" Manis ? Aku menaruh gulanya hanya sedikit " Yaura menyerit heran .
" Pasti kau sengaja menaruh banyak gula , Kau ingin membuatku Diabetes & Obesitas , benarkan ? "
" Sungguh Aku menaruh gulanya sedikit . Baiklah, Aku akan membuatnya lagi " Yaura segera mengambil Teh Jahe tersebut dan pergi ke Dapur .
Di dapur, Yaura mengadu kepada Robin tentang Teh Jahe tadi . Tetapi , Robin mengelak bahwa itu memang takaran yang pas, tidak mungkin terlalu manis .
Setelah membuatkan Teh Jahe baru untuk suaminya, Yaura pun kembali ke kamar .
" Aku sudah membuatkannya lagi untukmu , minumlah " ujar Yaura seraya menaruh Teh Jahe ke meja .
Ken meraih gelas dan meminum kembali Teh Jahe tersebut .
" Ini bahkan lebih manis dari yang tadi . Aku tidak suka " Ken memasang wajah yang tidak mengenakkan, seraya menaruh kembali gelasnya .
" Ini sudah pas sesuai seleramu , Ken " ucap Yaura .
" Tapi ini tidak pas !. " ucap Ken kembali
" Robin bilang ini sudah pas , Kau pasti berbohong "
" Apa Robin itu suamimu ? sehingga kau lebih percaya pada Robin daripada Aku ? " Ken terus mengusili Istrinya tersebut .
Yaura pun terpancing emosi .
" Aku mempercayaimu !. " ucap Yaura dengan nada ngegas . Ia pun meraih Teh Jahe dan hendak meminumnya .
" Kenapa kau meminumnya ? Ini Teh untukku bukan untukmu " Ken segera meraih gelas dari tangan Yaura .
__ADS_1
" Kenapa memang jika Aku meminumnya ? Kau bilang ini terlalu manis ? daripada terus dibuang, lebih baik Aku minum " Yaura menekuk wajahnya karena Pagi-pagi sudah dibuat kesal oleh Ken .
" Aku becanda .. Ini sudah sangat Pas " ucap Ken seraya meminum Teh Jahe tersebut .
" Becanda apanya ? Kau bilang kemarin kau tidak suka becanda . Menyebalkan " Yaura terus menggerutu , Ia melangkah pergi ke Kamar Mandi .
Ken melirik ke Istrinya tersebut .
" Cih .. begitu saja marah " lirih Ken seraya tersenyum melihat kekesalan Istrinya .
.....
Yaura keluar dari kamar mandi, Ia melihat Ken sudah rapih dengan Kameja Biru Tua yang membalut tubuh kekarnya .
" Ken , Aku akan .. "
Belum selesai berbicara Ken memotongnya ,
" Aku akan mengantarmu " ucap Ken seraya merapikan rambutnya di depan cermin.
" Bukankah Kau harus ke kantor ? " tanya Yaura seraya mengambil tas slempang miliknya yang ada di soffa .
" Tidak harus juga . Kau mau kemana ? "
" Ke Apartement . Aku harus mengambil Baju-bajuku "
Ken pun segera mengambil Kunci mobil , dan melangkah keluar bersama Yaura.
APARTEMENT VALDEFIS
Ken dan Yaura pun sampai di Apartement . Ia menekan tombol 11 pada lift .
Kamar Yaura
Yaura membuka kunci pintu .
Dan Ia pun segera masuk kedalamnya , disusul Oleh Ken .
Apartement yang terbilang cukup mewah , tertata rapi dan berbau wangi . Ken menyoroti setiap sudut Ruangan .
Sementara Yaura , segera membuka lemari baju miliknya .
" Syukurlah , Aku sudah merapikan semuanya . Ken tidak akan melihat Foto-Foto Keluargaku, senjata dan peluru juga " Yaura bernafas lega.
" Dimana Orangtuamu ? Keluargamu ? , sejak Awal kau tidak pernah mengenalkan mereka " Ken terus mencecar pertanyaan tersebut.
" Aku tinggal sendirian . Tidak bersama orangtuaku atau keluargaku " ucap Yaura seraya mengemas pakaian2 miliknya kedalam koper
" Sendirian ? " tanya Ken .
Yaura hanya menganggukkan kepala .
" Dia tinggal sendirian ? Pantas saja dia menjadi liar " gumam Ken dalam hatinya .
Setelah mengemas semua pakaian , Yaura dan Ken pun segera meninggalkan Apartement .
Di Mobil
Ken memasukkan koper milik istrinya tersebut ke dalam Bagasi .
Setelahnya , ia pun masuk kedalam mobil .
Ken mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang .
trininggg trininggg suara ponsel Ken berdering
Ayah , nama yang tertera pada screen ponsel miliknya.
" Iyah Ayah ? "
" Pergilah ke Gita Hotel, temui Tuan Hilton . mereka yang akan memimpin pembongkaran gedung lusa nanti " Perintah Ayah Reino daribalik ponsel .
" Baiklah , Aku akan segera kesana " jawab Ken .
Ken pun mematikan sambungan telfonnya .
" Aku harus ke gedung Gita Hotel sekarang . Kau mau ke Rumah atau kemana ?" tanya Ken .
Mendengar kata Gita Hotel , Yaura tersentak . Ini menjadi kesempatan untuknya masuk kedalam gedung tersebut .
" Apa Aku boleh ikut denganmu ? "
__ADS_1
" Itu Gedung lama, banyak debu dan agak menyeramkan . Tidak baik untukmu " saut Ken .
" Itu tidak lebih menyeramkan dari dirimu " celetuk Yaura .
" Apa kau bilang ? " Ken menatap tajam .
" Tidakk .. Aku tidak bilang apa-apa . Apa aku boleh ikut ? " tanya Yaura kembali .
Ken menganggukkan kepalanya .
Yaura pun tersenyum tipis .
Gita Hotel
Gedung besar yang lama tak tersentuh, penuh debu dan dipenuhi sarang laba-laba .
Yaura dan Ken melangkah masuk kedalam gedung itu . Di Halaman depan , Tuan Hilton selaku Mandor dalam penghancuran gedung tersebut pun sudah tiba lebih awal .
" Tuan Ken , anak buahku sudah survey ke dalam . Disana terdapat banyak berkas-berkas lama , dan kenangan2 dari Mendiang Tuan Devano, Ibu Yanuar Hiltasari ( Ibu Yaura ) , dan Mendiang Nona Yaura . Apa tidak perlu membereskannya terlebih dahulu ? " Tanya Paman Hilton .
Mendengar ' Mendiang Nona Yaura ' Ken melihat ke Arah istrinya .
Yaura terdiam .
" Aku masih hidup " Yaura mengisak dalam hati .
" Bereskan semuanya terlebih dahulu . Ada brangkas didalam sana, Kau mengetahui letaknya ? " tanya Ken .
" Iyah , brangkasnya tidak bisa terbuka .Letaknya di sisi Kiri samping meja Presdir " ungkap Tuan Hilton .
" Brangkas ? " tanya Yaura dalam hatinya .
Ia tiba-tiba teringat kata2 Pak Agus yang menyuruhnya membuka brangkas yang ada di Gedung Lama . semuanya berisi Memo dan surat2 Penting 10 Tahun lalu .
" Ayah tidak memberitahu PIN-nya ? Bukankah Ayah sudah menyuruhmu untuk membukanya ?" tanya Ken .
" Tidak Tuan Ken , Tuan Besar tidak memberi tahu PIN-nya . Brangkas itu memang tidak bisa terbuka kata Tuan Besar " jelas Tuan Hilton.
" Tidak bisa terbuka ? lalu bagaimana jika gedungnya di hancurkan . Brangkas itu juga akan hancur " Ken menyerit heran.
Yaura hanya diam dan menyimak pembicaraan tersebut .
" Aku mengira Tuan Ken mengetahui PIN nya , ternyata tidak mengetahui juga . Baiklah Tuan, Aku akan menyuruh Anak buahku membereskan yang didalam dulu , soal Brangkas Aku akan menanyakan kembali kepada Tuan Besar "
" Baiklah .. " Ken tersenyum .
Setelah pembicaraan tersebut , Ken pun pamit dan mengajak kembali Yaura kedalam mobil.
.....
Di dalam mobil,
Yaura sedikit terheran akan keputusan Ken yang memilih merawat kenangan2 mendiang Ayahnya .
" Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu ?" tanya Yaura seraya melihat ke arah Ken yang sedang menyetir.
" Katakan .."
" Kenapa kau menyimpan kenangan Mendiang Tuan Devano ? " tanya Yaura.
Mendengar pertanyaan tersebut . Ken pun memandang balik ke arahnya .
" Kau pasti tahu tentang Kematian mereka yang begitu tragis, meninggal dalam kebakaran, Anggap saja itu penghormatan terakhir untuk mereka " jelas Ken .
" Penghormatan ? tetapi tidak ada gunanya juga Kau menyimpan kenangan2 mereka " Yaura mencoba mengulik informasi dari Ken .
" Karena Aku mencintai Mendiang Nona Yaura " celetuk Ken seraya fokus mengemudi
Bak disambar petir , Yaura yang mendengarnya pun begitu terkejut .
" A-apa ? "
" Kau kenapa terkejut , Apa jangan2 Kau adalah Mendiang Nona Yaura ? " Ken bertanya balik dan melihat ke arah istrinya tersebut.
Yaura masih tercengang mendengar pernyataan Ken .
" Tidak .. Aku hanya becanda . Aku tidak bermaksud apa2 . Foto Tuan Devano , Ibu Yanuar , dan Mendiang Nona Yaura nantinya Akan terpajang di depan Gedung Baru Gita Hotel , sebagai Penghormatan Terakhir " jelas Ken .
" Ohh .. Begitu " Yaura mengalihkan pandangannya ke sembarang arah .
" Kenapa kau begitu tertarik membahas mereka ? " tanya Ken kembali .
__ADS_1
" Semua akan tertarik membahas mereka " singkat Yaura .
Butuh saran dan kritik