Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Teh Jahe


__ADS_3

Melihat Ken sudah tertidur , Yaura pun membuka matanya kembali .


" Apa Dia habis minum ? " gumam Yaura dalam hatinya saat melirik ke arah Ken tadi yang berjalan sempoyongan.


" Dengan Wanita itu ?"


.......


Pagi hari ..


Yaura sudah bangun dari tidurnya , Ia kemudian menuju dapur menemui Bibi Ratih .


Ia bertanya kepada Bibi Ratih dan Robin tentang sarapan yang disukai Ken. Bibi Ratih pun bahwa Tuannya sangat menyukai sandwich , untuk minuman Ken sangat menyukai Teh Jahe yang dibuatkan Robin . Yaura pun membuat sandwich dan Teh Jahe sesuai instruksi Bibi Ratih dan Robin .


Di Kamar Ken


Melihat Ken sudah tidak ada di tempatnya


" Dimana Dia ? " tanya Yaura dalam hatinya seraya menyoroti sekitar .


Tak lama, Ken pun keluar dari Kamar Mandi .


Melihat Yaura membawa sarapan , Ken pun langsung menghampirinya , Hendak menaruhnya di meja , namun Ken lebih dulu mengambil sandwich tersebut dari nampan yang dipegang istrinya tersebut .


" Enak sekali " Pujinya seraya terus mengunyah sandwich buatan istrinya tersebut .


" Terima Kasih " balas Yaura seraya menaruh Sandwich & Teh Jahe ke meja .


Ken menyerit heran.


" Kau yang membuatnya ? "


Yaura hanya mengangguk.


" Ini tidak enak " ucap Ken kembali .


Yaura pun kini mendelik ke arah Ken.


" Kau bilang tadi enak "


" Sungguh tidak enak , percayalah ." Ken membuang muka .


" Tidak enak tapi terus memakannya . Omong Kosong " gerutu Yaura .


" Aku lapar jadi terpaksa memakannya " Ken mendudukkan tubuhnya di meja .


Yaura pun merasa malas berdebat dengan suaminya tersebut.


Setelah memakan sandwich , Ken pun mengambil Teh Jahe yang dibuatkan Yaura dan meminumnya sedikit .


" Kenapa manis sekali ? " umpat Ken.


" Manis ? Aku menaruh gulanya hanya sedikit " Yaura menyerit heran .


" Pasti kau sengaja menaruh banyak gula , Kau ingin membuatku Diabetes & Obesitas , benarkan ? "


" Sungguh Aku menaruh gulanya sedikit . Baiklah, Aku akan membuatnya lagi " Yaura segera mengambil Teh Jahe tersebut dan pergi ke Dapur .


Di dapur, Yaura mengadu kepada Robin tentang Teh Jahe tadi . Tetapi , Robin mengelak bahwa itu memang takaran yang pas, tidak mungkin terlalu manis .


Setelah membuatkan Teh Jahe baru untuk suaminya, Yaura pun kembali ke kamar .


" Aku sudah membuatkannya lagi untukmu , minumlah " ujar Yaura seraya menaruh Teh Jahe ke meja .


Ken meraih gelas dan meminum kembali Teh Jahe tersebut .


" Ini bahkan lebih manis dari yang tadi . Aku tidak suka " Ken memasang wajah yang tidak mengenakkan, seraya menaruh kembali gelasnya .


" Ini sudah pas sesuai seleramu , Ken " ucap Yaura .


" Tapi ini tidak pas !. " ucap Ken kembali


" Robin bilang ini sudah pas , Kau pasti berbohong "


" Apa Robin itu suamimu ? sehingga kau lebih percaya pada Robin daripada Aku ? " Ken terus mengusili Istrinya tersebut .


Yaura pun terpancing emosi .


" Aku mempercayaimu !. " ucap Yaura dengan nada ngegas . Ia pun meraih Teh Jahe dan hendak meminumnya .


" Kenapa kau meminumnya ? Ini Teh untukku bukan untukmu " Ken segera meraih gelas dari tangan Yaura .

__ADS_1


" Kenapa memang jika Aku meminumnya ? Kau bilang ini terlalu manis ? daripada terus dibuang, lebih baik Aku minum " Yaura menekuk wajahnya karena Pagi-pagi sudah dibuat kesal oleh Ken .


" Aku becanda .. Ini sudah sangat Pas " ucap Ken seraya meminum Teh Jahe tersebut .


" Becanda apanya ? Kau bilang kemarin kau tidak suka becanda . Menyebalkan " Yaura terus menggerutu , Ia melangkah pergi ke Kamar Mandi .


Ken melirik ke Istrinya tersebut .


" Cih .. begitu saja marah " lirih Ken seraya tersenyum melihat kekesalan Istrinya .


.....


Yaura keluar dari kamar mandi, Ia melihat Ken sudah rapih dengan Kameja Biru Tua yang membalut tubuh kekarnya .


" Ken , Aku akan .. "


Belum selesai berbicara Ken memotongnya ,


" Aku akan mengantarmu " ucap Ken seraya merapikan rambutnya di depan cermin.


" Bukankah Kau harus ke kantor ? " tanya Yaura seraya mengambil tas slempang miliknya yang ada di soffa .


" Tidak harus juga . Kau mau kemana ? "


" Ke Apartement . Aku harus mengambil Baju-bajuku "


Ken pun segera mengambil Kunci mobil , dan melangkah keluar bersama Yaura.


APARTEMENT VALDEFIS


Ken dan Yaura pun sampai di Apartement . Ia menekan tombol 11 pada lift .


Kamar Yaura


Yaura membuka kunci pintu .


Dan Ia pun segera masuk kedalamnya , disusul Oleh Ken .


Apartement yang terbilang cukup mewah , tertata rapi dan berbau wangi . Ken menyoroti setiap sudut Ruangan .


Sementara Yaura , segera membuka lemari baju miliknya .


" Syukurlah , Aku sudah merapikan semuanya . Ken tidak akan melihat Foto-Foto Keluargaku, senjata dan peluru juga " Yaura bernafas lega.


" Dimana Orangtuamu ? Keluargamu ? , sejak Awal kau tidak pernah mengenalkan mereka " Ken terus mencecar pertanyaan tersebut.


" Aku tinggal sendirian . Tidak bersama orangtuaku atau keluargaku " ucap Yaura seraya mengemas pakaian2 miliknya kedalam koper


" Sendirian ? " tanya Ken .


Yaura hanya menganggukkan kepala .


" Dia tinggal sendirian ? Pantas saja dia menjadi liar " gumam Ken dalam hatinya .


Setelah mengemas semua pakaian , Yaura dan Ken pun segera meninggalkan Apartement .


Di Mobil


Ken memasukkan koper milik istrinya tersebut ke dalam Bagasi .


Setelahnya , ia pun masuk kedalam mobil .


Ken mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang .


trininggg trininggg suara ponsel Ken berdering


Ayah , nama yang tertera pada screen ponsel miliknya.


" Iyah Ayah ? "


" Pergilah ke Gita Hotel, temui Tuan Hilton . mereka yang akan memimpin pembongkaran gedung lusa nanti " Perintah Ayah Reino daribalik ponsel .


" Baiklah , Aku akan segera kesana " jawab Ken .


Ken pun mematikan sambungan telfonnya .


" Aku harus ke gedung Gita Hotel sekarang . Kau mau ke Rumah atau kemana ?" tanya Ken .


Mendengar kata Gita Hotel , Yaura tersentak . Ini menjadi kesempatan untuknya masuk kedalam gedung tersebut .


" Apa Aku boleh ikut denganmu ? "

__ADS_1


" Itu Gedung lama, banyak debu dan agak menyeramkan . Tidak baik untukmu " saut Ken .


" Itu tidak lebih menyeramkan dari dirimu " celetuk Yaura .


" Apa kau bilang ? " Ken menatap tajam .


" Tidakk .. Aku tidak bilang apa-apa . Apa aku boleh ikut ? " tanya Yaura kembali .


Ken menganggukkan kepalanya .


Yaura pun tersenyum tipis .


Gita Hotel


Gedung besar yang lama tak tersentuh, penuh debu dan dipenuhi sarang laba-laba .


Yaura dan Ken melangkah masuk kedalam gedung itu . Di Halaman depan , Tuan Hilton selaku Mandor dalam penghancuran gedung tersebut pun sudah tiba lebih awal .


" Tuan Ken , anak buahku sudah survey ke dalam . Disana terdapat banyak berkas-berkas lama , dan kenangan2 dari Mendiang Tuan Devano, Ibu Yanuar Hiltasari ( Ibu Yaura ) , dan Mendiang Nona Yaura . Apa tidak perlu membereskannya terlebih dahulu ? " Tanya Paman Hilton .


Mendengar ' Mendiang Nona Yaura ' Ken melihat ke Arah istrinya .


Yaura terdiam .


" Aku masih hidup " Yaura mengisak dalam hati .


" Bereskan semuanya terlebih dahulu . Ada brangkas didalam sana, Kau mengetahui letaknya ? " tanya Ken .


" Iyah , brangkasnya tidak bisa terbuka .Letaknya di sisi Kiri samping meja Presdir " ungkap Tuan Hilton .


" Brangkas ? " tanya Yaura dalam hatinya .


Ia tiba-tiba teringat kata2 Pak Agus yang menyuruhnya membuka brangkas yang ada di Gedung Lama . semuanya berisi Memo dan surat2 Penting 10 Tahun lalu .


" Ayah tidak memberitahu PIN-nya ? Bukankah Ayah sudah menyuruhmu untuk membukanya ?" tanya Ken .


" Tidak Tuan Ken , Tuan Besar tidak memberi tahu PIN-nya . Brangkas itu memang tidak bisa terbuka kata Tuan Besar " jelas Tuan Hilton.


" Tidak bisa terbuka ? lalu bagaimana jika gedungnya di hancurkan . Brangkas itu juga akan hancur " Ken menyerit heran.


Yaura hanya diam dan menyimak pembicaraan tersebut .


" Aku mengira Tuan Ken mengetahui PIN nya , ternyata tidak mengetahui juga . Baiklah Tuan, Aku akan menyuruh Anak buahku membereskan yang didalam dulu , soal Brangkas Aku akan menanyakan kembali kepada Tuan Besar "


" Baiklah .. " Ken tersenyum .


Setelah pembicaraan tersebut , Ken pun pamit dan mengajak kembali Yaura kedalam mobil.


.....


Di dalam mobil,


Yaura sedikit terheran akan keputusan Ken yang memilih merawat kenangan2 mendiang Ayahnya .


" Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu ?" tanya Yaura seraya melihat ke arah Ken yang sedang menyetir.


" Katakan .."


" Kenapa kau menyimpan kenangan Mendiang Tuan Devano ? " tanya Yaura.


Mendengar pertanyaan tersebut . Ken pun memandang balik ke arahnya .


" Kau pasti tahu tentang Kematian mereka yang begitu tragis, meninggal dalam kebakaran, Anggap saja itu penghormatan terakhir untuk mereka " jelas Ken .


" Penghormatan ? tetapi tidak ada gunanya juga Kau menyimpan kenangan2 mereka " Yaura mencoba mengulik informasi dari Ken .


" Karena Aku mencintai Mendiang Nona Yaura " celetuk Ken seraya fokus mengemudi


Bak disambar petir , Yaura yang mendengarnya pun begitu terkejut .


" A-apa ? "


" Kau kenapa terkejut , Apa jangan2 Kau adalah Mendiang Nona Yaura ? " Ken bertanya balik dan melihat ke arah istrinya tersebut.


Yaura masih tercengang mendengar pernyataan Ken .


" Tidak .. Aku hanya becanda . Aku tidak bermaksud apa2 . Foto Tuan Devano , Ibu Yanuar , dan Mendiang Nona Yaura nantinya Akan terpajang di depan Gedung Baru Gita Hotel , sebagai Penghormatan Terakhir " jelas Ken .


" Ohh .. Begitu " Yaura mengalihkan pandangannya ke sembarang arah .


" Kenapa kau begitu tertarik membahas mereka ? " tanya Ken kembali .

__ADS_1


" Semua akan tertarik membahas mereka " singkat Yaura .


Butuh saran dan kritik


__ADS_2