Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Kau Menangis?


__ADS_3

dan Tak berselang lama ..


" Apa yang Kau lakukan ? " tanya Ken yang tiba-tiba berada di depan Pintu .


Yaura pun terkejut di Buatnya . Namun , karena basicnya seorang Agent NIS , Ia bisa dengan mudah membalikkan suasana dan keadaan tanpa harus menunjukkan sebuah kegugupan.


" Dari luar , Aku mendengar benturan keras yang berasal dari sini . Itu sebabnya Aku kemari, dan menemukannya sudah tidak sadarkan diri dari sana " Yaura mengarahkan telunjuknya ke sebuah lemari .


Ken pun memalingkan pandangan ke Lemari .


" Kenapa Dia bisa hilang kesadaran ? " Ken segera berjongkok di sebelah Pekerja yang pingsan .


" Pak .. Bangunlah .. " ucap Ken seraya menepuk-nepuk kecil wajah Pekerja tersebut. Tidak merespon , Namun Ia terus berusaha untuk menyadarkan Pekerja itu,


" Kau punya Minyak angin ? " Ia bertanya kepada istrinya .


Yaura pun segera mengeluarkan sebuah aromatherapy dari tas slempangnya . Ken pun segera mendekatkan aromatherapy tersebut ke Hidung Pekerja.


Mata Pekerja itupun mulai sedikit terbuka, pandangannya masih membuyar. Sadar ada Tuannya, Pekerja itu segera mendudukkan tubuhnya .Dari bawah Ken telah membawa 2 Botol Air Mineral ,yang niatnya Ingin ia berikan kepada Yaura.


" Jangan panik Pak, tenang dan minumlah dulu " Ken mencoba menenangkannya, Ia pun segera memberikan botol mineral tersebut dengan maksud agar kesadarannya cepat pulih.


Setelah cukup pulih,


" Tuan , maafkan saya sudah merepotkan Tuan serta tidak bekerja maksimal . saya benar-benar minta Maaf Tuan " Pekerja merasa bersalah karena telah hilang kesadaran saat bekerja.


" Jangan mengkhawatirkan soal itu Pak, Aku memakluminya. Kenapa Bapak bisa hilang kesadaran ? Apa Bapak terjatuh? "


Pekerja itu sejenak Berfikir dan mengingat kejadian .


" Obat bius itu membuat korbannya tidak bisa mengingat kejadian sebelumnya , efeknya terjadi seperti sedang kelelahan . Tapi jika Dia mengingatnya ? " batin Yaura , ia sedikit was-was.


" Sepertinya saya sangat kelelahan, Tuan . sekali lagi maafkan saya Tuan "


" Baiklah , Bapak pulang saja ke Rumah sekarang, Aku akan berbicara kepada Tuan Hilton untuk segera mengantar & mengobati mu Pak " Ia segera keluar memanggil Pekerja lain untuk membantu Pekerja itu turun kebawah .


Tak berselang lama, Pekerja itu pun turun ke bawah dengan bantuan Pekerja lainnya.


Skip cerita, Pekerja lain mulai memasuki Ruangan tersebut dan segera membersihkannya. saat dibersihkan , Ken & Yaura tentunya berada di luar Ruangan .


" Minumlah .. " Ken menyodorkan botol minuman kepada Yaura.


" Terima kasih, " balas Yaura seraya mengambil botol itu dari tangan suaminya. dan segera meminumnya,


" Tuan , Tuan sudah bisa masuk " ucap salah satu Pekerja.


Ken pun segera melangkah ke dalam , di ikuti Yaura.


Pandangan keduanya tertuju pada Brangkas.Ken bertanya2 kepada dirinya sendiri kenapa Sang Ayah begitu menginginkan Brangkas itu untuk tetap terjaga padahal Dokument masalalu pun tidak berpengaruh untuk mereka ( Perusahaan Louis ) saat ini .


Melihat suaminya yang begitu mengamati Brangkas, membuatnya khawatir.


" Apa Ken telah mengincarnya sejak lama? " batinnya.


Tersadar,


" Bersihkan Brangkas ini dari semua Debu, kemudian Pindahkan ke Mobil yang sudah disiapkan oleh Tuan Hilton " Perintah Ken .


Pekerja pun mengikuti semua instruksi Tuannya.


Segera melakukan Ceremony Pembongkaran, Ken mengajak Yaura untuk turun . Mereka pun kini mulai menuruni anak tangga.


HALAMAN DEPAN


Pak Hilton telah menunggunya di Halaman depan .


" Kau sudah mengantarkan Pekerja yang pingsan tadi ?" tanya Ken,


" Sudah Tuan, Pekerjaku yang lain sudah mengantarkannya "


" Baiklah , cepat lakukan Ceremony Pembongkaran " Ken melangkahkan kakinya menuju sebuah monument kecil yang tepat berada di sebelah kanan Taman Hotel yang sudah usang .


Tuan Hilton pun segera memanggil Para Fotografer yang sudah disiapkan untuk mendokumentasikan moment ini.


Ken sudah berada di depan monument Pembangunan Gita Hotel . Fotografer sudah siap untuk memotret dan mendokumentasikan Ceremony ini.


Di Monument Pembangunan itu tertulis jelas Tanggal , Tahun dan Penanda tangan Pembangunnya. Namun pandangan Ken terfokus pada noted kecil di Bawah Tanda Tangan Devano Malik ,


" Dedikasikan untuk Putri Kecil Kami, Yaura . Kami menyayangimu " itulah tulisan kecil yang ditulis secara langsung oleh Devano Malik .


Seketika Ken pun mengalihkan pandangannya kepada sang Istri yang berada disana ( Yaura stuck di Halaman depan, tidak ikut dengannya ) .


Yaura tahu bahwa Ken akan memandangnya, Ia pun segera memalingkan wajahnya.


Setelahnya Ken meminta sebuah alat penghancur , serupa seperti Palu . Ia pun kini memegang sebuah Palu di tangannya.


" Tuan Ken, Kau sudah siap? " ucap Salah satu fotografer .


Ken menganggukkan kepalanya.


Melihat monument akan segera di hancurkan, Yaura segera melangkahkan kakinya untuk sedikit mendekat . Ia kini berdiri di belakang Para Fotografer.


" Maafkan Kami Tuan Devano Malik, Kami menghargai & menghormati mu " Ken menundukkan sedikit kepalanya.


Pandangan Yaura terarah pada Monument.


" Ini bukti besarnya Cinta Ayah kepadaku " Yaura pun menundukkan sedikit kepalanya sebagai penghormatan.

__ADS_1


" Maafkan Kami .." Ken mengangkat Palu tersebut dan dengan sekuat tenaga ia menghancurkan tulisan Pembangunnya, Devano Malik.


Fotografer pun sibuk memotret dan mendokumentasikan Ceremony ini .


Seraya berkaca-kaca dan mata menatap tajam Suaminya,


" Bersamaan dengan hancurnya ini, Kalian juga akan hancur . Kalian merayakan awal kehancuran Kalian sendiri . Aku bersumpah, Aku akan menghancurkan kalian semua " ancamnya , tangannya mengepal.


Mengingat tentang keluarganya , membuatnya benar-benar tak bisa menahan air mata,


" Kenapa Aku selalu melemah jika mengingat Ayah dan Ibu, kenapa Aku terlalu cengeng dan selemah ini jika dihadapkan dengan memori Kalian , Kenapa Aku begitu lemah " rintihnya dalam hati, air mata mulai menetes dari manik matanya.


" Tolong , jangan menangis Yaura .. kuatlah " Ia menundukkan kepalanya, namun ..



Ia benar2 tak bisa menahan semua kerinduan, kemarahan , kekesalan dan kekecewaan . 10 Tahun ia ditinggalkan, Ia merasa Tuhan tak adil dengannya . Siapa yang akan menerima semua kekejaman ini, Orangtuanya dipukul, ditembak dan dibakar di depan matanya sendiri, bahkan dirinya pun hampir ikut menjadi korban kekejaman Para Petinggi Waktu itu.


Ia terus menyesakkan dada, menumpahkan air matanya tanpa suara .


Tak berselang lama , Yaura sadar ada banyak Orang yang didepannya .Ia pun segera mengusap air matanya ,


Ken segera mengakhiri Ceremony Pembongkaran Gita Hotel.


" Kirim semua softcopy dokumentasinya malam ini " Ken melihat ke arah semua fotografer.


" Aku harap pembongkarannya berjalan lancar Tuan Hilton " ucap Ken yang mengalihkan pandangannya ke Tuan Hilton.


" Siap Tuan, "


Ken pun segera meninggalkan area itu, melihat Yaura tidak ada di tempat sebelumnya , matanya mulai menyoroti sekitar.


" Kenapa berdiri dibelakang Fotografer " Ia melihat istrinya di belakang kerumunan. Ia pun segera menghampirinya.


" Aku akan Ke Kantor, Kau mau ikut bersamaku atau pulang dengan Evelyn . Evelyn akan menghampirimu kesini " ucapnya dengan datar.


Yaura mencoba menghindari kontak mata dengan Ken.


" Pulang " jawabnya dengan singkat .


Melihat kelopak mata Yaura yang sedikit bengkak,


" Kau menangis ? " tanya Ken seraya terus mengamati wajah istrinya.


Mendengar pertanyaan tersebut, membuat Yaura menoleh ke arahnya.


" Apa Aku terlihat seperti menangis ? " ia mencoba bertingkah seperti orang yang tak terjadi apa2.


" Jujurlah Kau kenapa ? " Ken menegaskan pertanyaannya.


" Kau sangat lama melakukan Ceremony nya, disini banyak sekali Debu , mataku sangat sensitif dan cepat iritasi " Protesnya seraya mengeluarkan sebuah kaca kecil dari saku bajunya, ia sejenak bercermin dan mengamati matanya memerah.


" Suruh siapa ikut denganku "


Yaura masih sibuk bercermin,


" Baiklah, Kita mampir ke Apotek dulu untuk membeli Obat tetes mata. Apa kau mau ke Dokter ? , disini ada Dokter dan Apotek terdekat " sambung Ken.


" Kau bilang mau ke Kantor ? "


" Apa karena Aku ke Kantor jadi tidak bisa mengantarkanmu ke Apotek begitu ? "


" Tidak usah repot2 , Aku bisa kesana sendiri "


" Kenapa harus sendiri? "


" Karena kata Kau dekat, jadi karena dekat Aku tidak perlu di antar olehmu, lagipula Aku tidak ingin disalahkan jika Kau telat ke Kantor "


" Berbicara denganmu seperti sekarang ini saja sudah membuatku telat " Ken membuang wajahnya kesembarang arah seraya mengeluarkan Ponsel dari saku bajunya.


Yaura hanya melirik kesal.


" Kau antarkan Yaura ke Dokter nantinya, " ucap Ken kepada adiknya Evelyn dari sambungan telefon.


" Baiklah Kak, " jawab Sang Adik.


" Jangan terlalu lama, " ucap Ken kembali dan segera menutup telefonnya.


" 10 menitan lagi Evelyn akan datang, Kau tunggu Dia. Aku pergi dulu " Ken pun berlalu meninggalkannya.


Ken pun pergi ke Kantor, sementara Yaura diam di tempat menunggu jemputan dari Evelyn . Fyi : Evelyn habis nge-mall sama temen-temennya, kebetulan pulangnya searah dengan Yaura .


...................


Dari kejauhan , mobil Evelyn sebenarnya sudah di depan Gita Hotel. Ia melihat Yaura yang sedang berdiri disana ,


Di dalam Mobil


" Kak , menurutmu Aku harus mengikuti perintah Kakakku atau menuruti keinginanku ? " Evelyn yang berada di dalam mobil, Ia berbicara dengan sangat Arrgant.


" Jika tidak berkaitan dengan Wanita J*lang itu, Kau turuti Perintah Ken " Bianca melirik sinis kepada Yaura,


Dan yah, ternyata Evelyn pergi berbelanja dengan Bianca.


" Itu mauku .Baiklah, Aku tidak akan menjemputnya. lagipula Aku tidak ingin mobil ku ini terkotori Oleh Wanita tidak tahu diri seperti Dia " umpat Evelyn ,


" Jangan terlalu kasar, Dia adalah Kakak Iparmu " Bianca tersenyum sinis,

__ADS_1


" Sampai kapanpun Aku tidak akan menganggapnya Kakak Ipar " Evelyn memutar kedua Bola matanya.


" Kau bilang saja kepada Ken bahwa Yaura menolak untuk pulang denganmu, dengan Alasan Dia lebih memilih untuk pulang bersama Teman Prianya " Bianca mencoba meracuni Evelyn dengan Otak Liciknya.


" Ide Bagus. dengan Begitu, Kak Ken akan merasa sangat jijik dengannya , dan Yaura akan merasa sangat tersiksa hidup dengan Orang yang membencinya " Evelyn tersenyum, Ia terus mengamati Yaura.


" Sudahlah, Biarkan Dia terus menunggumu sampai larut malam . Ayo cepat lajukan mobilnya, Aku ingin cepat pulang , melihatnya benar2 membuat Darahku semakin mendidih " ujar Bianca.


Evelyn pun melajukan mobil , Ia begitu saja melewati Gedung Gita Hotel . Sepanjang jalan, Evelyn ketawa-ketiwi karena merasa Puas mengerjai Yaura.


...............


30 menitan berlalu, Evelyn tak kunjung datang.


" Ini sudah lewat 20 menit, Aku rasa Dia tidak akan menjemputku " gumamnya, seraya terus memandang ke arah depan .


" Aku rasa ini kesempatanku , " Ia segera mengeluarkan Ponsel dan menelfon seseorang.


" Di depanku ( Gedung Gita Hotel ) ada restaurant, Kita bertemu disana " ucap Yaura dari sambungan telefon.


" Aku akan segera kesana "


Setelah mematikan sambungan telefon, Yaura segera keluar dari area Gedung dan menuju restaurant, Langkah kakinya begitu cepat .


Holly Restaurant


15 menit kemudian,


Tampak sebuah mobil putih memarkir di depan Restaurant, seorang Wanita segera keluar dari mobil dan melangkah kedalam.


Yaura yang sudah duduk dan memesan beberapa makanan disana pun, tersenyum melihat wanita itu


" Wahh.. makanannya banyak sekali " ucap wanita seraya mendudukkan tubuhnya di Kursi .


" Bukankah ini kesukaanmu Helena? " Yaura menunjukkan sebuah piring berisi Spagetti , makanan terfavorit Helena.


dan yah .. Wanita itu adalah Helena..


" Besok, Aku akan mulai Bekerja lagi. menurutmu Apakah Kak Alfin akan memarahiku Habis-habisan?"


" Tentu Dia akan marah besar denganmu " ucap Helena terkekeh.


" Aku harus menyiapkan semua jawaban atas semua pertanyaannya "


Helena terus tertawa Jika melihat sahabatnya itu pusing 7 keliling karena Kak Alfin ,


" Kak Alfin selalu membuatmu kerepotan " Helena terus menertawainya.


Namun tiba-tiba fikiran Yaura terbayang Wajah sang suami ,


" Tidak , Tidak . Kak Alfin hanya 20 % Dari seseorang yang lebih-lebih merepotkanku " bayang-bayang Ken yang terus mengajaknya berdebat dan serba salah muncul,


" Siapa maksudmu ? Kak Alfin itu sudah sangat menyeramkan ." timpal Helena


" Ken lebih menyeramkan dari siapapun . Dia juga lebih & sangat sangat merepotkanku, melebihi Kak Alfin dan Pak Wike ( Guru Taekwondo NIS yang super duber Galak & Cerewet "


Mendengernya, Helena makin tertawa terbahak2,


" Aku rasa, hidupmu selalu sial, Kau selalu di kelilingi oleh orang2 yang menyebalkan macam Kak Alfin, Pak Wike dan sekarang suamimu sendiri, Ken ." ucap Helena seraya menutup mulutnya dengan tangan agar tertawanya tidak terlalu mengganggu pengunjung.


" Kau puas sekali ." Yaura mengerucutkan bibirnya.


" Baiklah, cepat makan. dan setelah ini Aku akan berbicara serius denganmu " sambungnya seraya mata indahnya terus menyoroti sekitar ,guna hati2 dan waspada .


Setelah makan selesai, Yaura mengeluarkan sesuatu dari tas slempang miliknya.


" Ini memori card yang Aku temukan di dalam Brangkas Ayah tadi. Waktu Aku membukanya, memori ini langsung berada tepat di hadapanku " ujarnya seraya memberikan memori tersebut kepada Helena.


" Aku akan memeriksanya nanti Malam " Helena menjawabnya dengan penuh keseriusan.


" Sebenarnya Aku ingin memeriksa sendiri di Laptop milikku, tapi Aku takut mereka akan melihatnya"


" Jangan gegabah Yaura , disana Kau benar2 di awasi . Kau percayalah padaku , setelahnya Aku akan menghubungimu kembali nanti malam "


" Sebar semua data kepada Pak Agus, jangan lewatkan 1 softcopy pun "


Helena menganggukkan kepalanya.


" Baiklah Aku pergi Dulu , " Yaura hendak beranjak dari kursi.


" Kau pulang dengan siapa ? " tanya Helena.


" Ntahlah .."


" Aku akan mengantarmu Yaura "


" Jangan, Nanti ada yang curiga . Sudahlah jangan mengkhawatirkanku, Banyak Taksi disini, tidak perlu pusing2 " Yaura melebarkan senyumannnya,


Ia pun segera pamit dengan Helena.


" Hei .. Kau sudah membayar Bill nya ? " teriak Helena.


" Belum .. Kau saja yang membayarnya " ujar Yaura seraya terus melangkah.


" Astaga.. Dia benar-benar menyebalkan" Helena menggeleng2kan kepalanya.


.........

__ADS_1


MOHON SARAN & KRITIK


LIKE NYA JANGAN LUPA GAESSS WKWKWK


__ADS_2