
Tanpa basa-basi , Tim Penembak segera melangkah mundur dan pergi .
" Siapa Mereka ? Mereka semua sama sekali tidak melukai ku " Ken termenung.
Di Dalam Mobil
Yaura yang terluka segera mendapat penanganan oleh Dokter Tim,
" Nona, Kenapa Nona tidak melawannya ? Nona hampir tertembak " ujar Sang Dokter seraya mengobati luka Yaura .
" Aku tidak ingin Dia lenyap dengan mudah . " singkatnya .
Setelahnya, Yaura menyuruh Sopir untuk melajukan mobil lebih cepat, Karena takut Ken sampai lebih dulu di tempat kerja .
RUMAH LAMA
Ken menyuruh Pengawal untuk mengantarkan Arsitek tadi, sementara dirinya mengendari mobil seorang diri . Ia melajukan mobil dengan begitu cepat,
Di dalam mobil
Ken sangat fokus mengemudi
" Masuk akal atau tidak, suara itu adalah suara Yaura " gumamnya, bayang-bayang Lengkingan Yaura pun terus muncul.
DEPARTEMENT PEMERINTAH
19.15 Malam
Ken memarkirkan mobilnya di bahu jalan . Ia tak segera turun dari mobil ,
" Dia belum muncul ? sudah lewat 15 menit . Berarti .. Wanita itu benar-benar Yaura .." lirih Ken seraya melihat Jam Tangan yang melingkah di tangannya .
Tanpa basa-basi , Ia pun segera mengeluarkan ponsel dari balik Jas nya .
Nenek Sihir , dan menekan tombol hijau .
tuttt tutt tutt bunyi nada sambung
" Halo .. " ucap seseorang dengan nada lembut .
" Kau dimana ? katakan ." Ken berkata dengan penuh penekanan dan tegas.
" Ken ? " dan yah .. Itu adalah suara Yaura .
" Iyah ini Aku, cepat katakan Kau dimana ! " ketus Ken kembali .
" Pearl Chinese Restaurant . Kenapa Kau lama sekali men... " Belum menyelesaikan pembicaraannya, Ken lebih dahulu mematikan sambungan telefon .
Tanpa basa-basi Ken segera memutar balik mobil yang Ia kendarai dan segera menuju tempat yang disebutkan Istrinya . Dengan wajah dingin, serius dan tatapan tajam Ken melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, menunjukkan betapa tidak sabarnya Dia mengintrogasi Yaura .
PEARL CHINESERESTAURANT
Jaraknya tidak jauh dari Gedung Departement, Bisa jalan kaki.
Segera turun dari Mobil, Tubuh tegap Ken seakan menggiringnya untuk cepat masuk kedalam Restaurant , Ia melangkah dengan begitu cepat .
Melihat Yaura yang sedang duduk sendirian , Ken pun ..
" Siapa Kau sebenarnya ? " bentak Ken tiba-tiba Ia mencengkram lengan Yaura tepat dibagian Dia terluka .
Tanpa menunjukkan kesakitan,
" Ken ..Kau kenapa ? .." lirih Yaura
" Jangan berpura-pura bodoh didepanku ! Kau Wanita itu kan ? Cepat Katakan Siapa dirimu sebenarnya ?! " Ken semakin erat mencengkram lengan Istrinya .
Yaura menyipitkan kedua matanya, Ia memandang Ken dengan begitu polos .
" Aku Yaura , Istrimu .. Apa Kau habis minum ? "
Ken diam menatap Yaura.
" Aku benar-benar tidak mengerti Apa maksudmu Ken," sambung Yaura kembali.
Melihat wajah & ekspresi Yaura dengan begitu polos ,
" Bahkan Dia tidak bereaksi saat cengkramanku pada lengannya begitu kuat ? " batin Ken ( Mungkin maksudnya kenapa Yaura tidak kesakitan saat lengannya yang terluka Ia pegang )
tiba-tiba ..
" Maaf Tuan ? Apa Kau Rentenir ? Tangkap saja Dia Tuan, Nona ini makan di Restaurant Kami tetapi tidak mau bayar, sudah 1 Jam lebih Dia ada disini dan tidak memberi jaminan sama sekali " ucap salah satu Pelayan.
Mendengarnya, Ken pun segera melepaskan cengkraman tangannya .
" Apa maksudmu ? " tanya Ken .
Pelayanpun menjelaskan kembali kronologinya.
Melihat banyak sisa makanan yang ada di Meja, Ken pun luluh & membuang nafas .
" Kenapa Kau belum membayarnya ? Apa Debit Card yang Aku berikan tidak cukup membayar semua makananmu ? " tanya Ken dengan nada datar .
Mendengarnya membuat Yaura berdecak kesal.
" Kenapa Kau belum membayarnya ? Apa Debit Card yang Aku berikan tidak cukup membayar semua makananmu ? " Yaura menirukan nada bicara suaminya .
" Kau tidak memberi tahu PINNYA, bagaimana bisa Aku menggunakan Debit Card milikmu ? " sambung Yaura yang kini menatapnya dengan tajam .
Menyadari kesalahan, Ken pun segera mengalihkan pandangannya ke sembarang arah .
" Apa Kau tidak punya uang sama sekali hingga harus ditahan di Restaurant seperti ini ? memalukan. " lirih Ken yang tak berani memandang Yaura .
" Aku sangat lapar , dan pulang lebih cepat dari yang diperkirakan . Saat ingin membayar Aku baru sadar bahwa Dompetku ketinggalan, tersisa hanya Debit Card milikmu , tapi sama saja tidak bisa digunakan ."
" Jangan banyak bicara dan cepat bayar semua tagihanmu " ucap Ken seraya mengeluarkan ponsel miliknya.
" Berapa PINnya ? "
" 170892 " singkat Ken yang pandangannya terfokus pada ponsel.
Tanpa basa-basi Yaura segera membayar tagihan miliknya.
" Terima kasih " ucapnya terhadap salah satu Pelayan.
__ADS_1
" Kau harus membayarnya lebih dari ini " Pelayan itu tersenyum misterius.
" Kau tenang saja " senyum Yaura dan segera melangkah kembali ke arah Ken .
Di Dalam Mobil
Mereka pun kini masuk kedalam mobil. Ken fokus mengemudi ,
" Maafkan Aku tadi, " ucap Ken tiba-tiba.
Yaura pun mendelik ke arahnya .
" Tidak apa-apa , sudah biasa "
Mendengar jawaban Sang Istri yang begitu menyindir, membuat Ken menatap tajam ke arahnya .
" Sepertinya ucapan Pelayan tadi sangat benar . Kau sangat cocok menjadi Rentenir . Tatapanmu itu sangat tajam , Aku jamin saat Kau menagih Hutang kepada Mereka, Mereka pasti akan langsung membayarnya " celetuk Yaura yang diiringi senyum tipis .
" Diam ! Atau Turun dari mobil ?! "
" Begitu saja marah .. " ujar Yaura .
" Ken ... " sambungnya ..
" Hmmmm "
" Kenapa Kamejamu kotor ? " lirih Yaura yang kini tatapannya terfokus pada kameja suaminya yang kotor ( Padahal bekas tendangannya sendiri tadi, Bulus banget nih cewek wkwkwk )
Menyadari, Ken pun melihat ke arah Kamejanya .
" Habis terjatuh tadi " singkatnya .
" Berjalan saja terjatuh, seperti Anak Kecil " ujar Yaura yang menahan senyumnya.
Melihatnya,
" Atas Dasar apa Aku mencurigai Yaura , Dia bahkan tidak mengerti sama sekali . Kalau bukan Dia, berarti Siapa Wanita Itu sebenarnya ? " lirih Ken dalam hatinya.
RUMAH KEN
Saat tiba, Mereka disambut oleh Keluarga yang sedang makan malam .
Namun dari kejauhan ada yang berbeda dari formasi makan malam ini .Membuat Yaura & Ken menyipitkan kedua mata mereka,
Dan...
" Bianca " lirih Ken .
Ternyata yang ikut makan malam dan duduk di samping Evelyn adalah Bianca.
" Kakak .. kemarilah disini ada Kak Bianca " sumringah Evelyn seraya melambaikan tangannya.
" Ken , Yaura .. duduklah Kalian pasti belum makan"
" Aku sudah makan tadi Ayah, Ibu " senyum tipis Yaura.
" Kakak , duduklah. Malam ini dan seterusnya Kak Bianca akan selalu menemani Kita disini . Dia tinggal disini sementara Kak .."
Mendengarnya, membuat kedua suami istri itu terkejut.
" Apa Kau tidak punya Rumah atau Apartement hingga Kau harus tinggal disini ? " tanya Ken dengan nada ngegas.
" Ken .. Jangan berbicara seperti itu, Orangtua Bianca sedang pergi ke Luar Negeri, dan Dia ketakutan kalau harus tinggal seorang diri . Ini hanya waktu singkat " timpal Ayah Reino .
" Nak Yaura .. Kenalkan Dia adalah Bianca, Kami sudah menganggap Bianca seperti Keluarga sendiri, Kau tidak masalah kan Sayang kalau Bianca sementara waktu tinggal disini ? Sejak penyanderaan kemarin malam, Dia menjadi sangat was-was " lirih Ibu Hilya yang memandang Yaura dengan tatapan tulus.
" Iyah Ibu .. Tidak masalah, Aku justru senang Ada teman baru " ujar Yaura .
Sementara Ken hanya memasang wajah tidak suka & kesal,
" Ken, Kau belum makan kan ? Makanlah .." ucap Bianca dengan nada yang lemah lembut .
Menyela pembicaraan Bianca.
" Aku permisi dulu ke Kamar .." Yaura menunduk hormat kepada mereka, dan segera berlalu dari hadapan Ken .
Tanpa menjawab pertanyaan Bianca, Ken pun dengan begitu saja berlalu dari hadapan mereka semua, dan menyuruh Robin untuk membuatkan makan malam untuknya.
Di Kamar .
Yaura segera menaruh tas slempang miliknya, Sejenak Ia memegangi lengannya .
" Ken menekannya terlalu kuat, ini benar-benar menyakitkan . Leher Aku juga tersayat " Yaura sedikit meringis kesakitan .
Mendengar langkah kaki, Ia segera melepaskan pegangan lengannya .
Ken masuk kedalam kamar,
" Dia ( Bianca ) selalu berusaha keras untuk mendapatkan Hati Keluargaku " Ia berdecak kesal seraya melepas Jas dan melemparnya ke sembarang arah, perlahan Ken mulai membukan kancing Kameja nya .
Jas yang Ia lempar ternyata menyantol di kepala dan menutupi wajah Yaura.
Pertama kalinya menghirup aroma wangi tubuh Sang Suami ,membuat Yaura sejenak terdiam .
Menyadari Jas nya menutupi wajah Sang Istri, Ken pun sedikit mlongo .
" 3,2,1 Dia pasti akan marah " lirih Ken dalam hatinya.
dan benar saja, Yaura langsung menyingkirkan Jas tersebut dari wajahnya.
" Kau pasti sengaja " ujar Yaura dengan tatapan dingin dan mulai melangkah ke arahnya.
" Aku tidak sengaja ." balas Ken seraya melepaskan kancing .
Abs & Dada Bidang Ken mulai terlihat, membuat Yaura tidak ingin menatapnya, Ia pun membuang pandangannya ke sembarang arah .
" Kemarikan Kameja mu , biar Aku yang menaruhnya " lirih Yaura seraya menadahkan tangannya.
Ken pun memberikan Kameja kotor miliknya .
" Jangan terlalu lama mandinya . Atau akan Aku dobrak " ucap Ken yang kini bertelanjang dada .
" Kau duluan saja, Aku akan mempersiapkan makan malam untukmu , Kau belum makan kan ?" lirih Yaura tanpa memandang Ken .
__ADS_1
" Kau saja ! . Aku sudah menyuruh Robin untuk membawakan makanan "
" Kau saja ! Jujur, Aku tidak tenang jika terus mendapat gangguan darimu " timpal Yaura .
Ken pun menghela nafas panjang dan segera melangkah ke kamar mandi , sementara Yaura menaruh Pakaian Kotor di tempatnya lalu segera pergi ke Dapur .
Di Dapur
Disana ada Bibi Ratih yang sedang menyiapkan makanan malam untuk Tuan nya .
" Bibi .. Apa Bibi melihat Robin ? " tanya Yaura yang kini ikut membantu menyisir sayuran di Dapur .
" Nona.. Biar Bibi saja yang bekerja , Nona baru saja pulang . Robin sedang mengantar minuman di Lantai Bawah Nona " jawab Bibi Ratih
" Tidak papa Bi,. Boleh Aku bertanya sesuatu pada Bibi ?"
" Boleh Nona silahkan .."
" Apa Bibi Tahu siapa Wanita dibawah sana ?"
Pertanyaan Yaura membuat Bibi Ratih terkejut dibuatnya . Bibi Ratih pun menghentikan aktifitasnya sementara.
" Jika Bibi menjawab, Apa Bibi tidak melangkahi masalah Pribadi Tuan & Nona ? " tanya Bibi Ratih meyakinkan.
" Aku tidak terlalu terbuka dengan mereka semua Bi, hanya kepada Bibi ,Aku berani bertanya terbuka seperti ini . Aku anggap Bibi seperti Ibu Kandung ku " lirih Yaura seraya menggenggam tangan Bibi Ratih .
" Kenapa Nona Baik seperti Ini, Kami bukanlah Kalangan Kelas Atas seperti Nona dan Tuan Ken . Bibi merasa tidak pantas diperlakukan seperti ini "
" Aku bukanlah Kalangan Kelas Atas seperti mereka . Derajat Manusia bukan dipandang dari hartanya, melainkan dari Kebaikan Hati Orang itu sendiri " Yaura tersenyum tulus .
" Terima Kasih Nona ... "
" Yang dibawah itu namanya Nona Bianca , Keluarga Nona Bianca dengan Tuan Besar ( Ayah Reino ) sudah sangat berkerabat dari dulu . Meskipun Nona Bianca bukan dari Kalangan Kelas Atas seperti Tuan Ken, tetapi 7 Tahun lalu Ayah Reino memperkenalkan Nona Bianca kepada Keluarga ini dan memperlakukannya dengan sangat Baik " sambung Bibi Ratih .
" Ohh .. Jadi Bianca itu Teman masa kecil Ken begitukah Bibi ?
" Iyah Nona, sekaligus Mantan Tunangan Tuan Ken "
Mendengar pernyataan Bibi Ratih, membuat Yaura terkejut dan melepaskan genggaman tangannya .
" A-Apa ? Tunangan Ken? " suaranya terbatah dan tidak stabil .
" Iyah Nona , Bianca adalah Mantan Tunangan Tuan Ken. Mereka sudah bertunangan sejak 2 Tahun lalu dan berencana menikah, namun mungkin takdir berbicara lain, jodoh Tuan Ken adalah Nona Yaura "
Yaura sejenak terdiam,
" Bibi Tahu alasan mereka gagal menikah ?"
" Yang Bibi dengar, ada masalah Besar antara Tuan Ken dengan Nona Bianca "
" Aku baru tahu Bi .." ujar Yaura,namun ekspresinya kini berbeda.
" Jangan memberitahu siapapun Nona . Baiklah Bibi Lanjut memasak dulu " ucap Bibi Ratih seraya lanjut memasak .
Yaura benar-benar Bak disambar petir, Ia tertegun dan kini mencoba mendudukkan tubuhnya disebuah kursi .
" Terlalu fokus Misi , Aku bahkan melupakan masalah Pribadi Ken . Sampai sekarang Aku belum mengerti kenapa Dia menikahiku, dan fakta bahwa Bianca adalah Tunangannya " gumam Yaura dalam hatinya . memorinya kembali mengingat saat Bianca memeluk Ken
" Dia mencintai Bianca, lalu Kenapa menikahiku ? Apa Dia tahu fakta tentang ku ? .. Tapi sepertinya tidak mungkin. "
Yaura terus berfikir dan mencoba meneliti .
" Masalah besar dalam hubungan mereka . Dua Orang saling mencintai bahkan ingin melanjutkan ke Ikatan Suci kandas di tengah jalan . Masalah ? , lalu tiba-tiba ... Dia menikahiku , apa Ken menjadikan Aku sebagai Pelampiasan ?" temuan analisanya kini membuatnya Mematung .
" Iyah .. Benar , Ken menjadikan Aku pelampiasan . Itulah sebabnya Dia tiba-tiba menikahiku " lirih Yaura, matanya sedikit berkaca .
Tak berselang lama , masakan semuanya telah siap . Yaura membawa sebagian nampan makanan, sisanya Robin yang membawakan.
Kamar Ken
Ken sedang duduk termenung di tepi Ranjang. Pikiran diliputi teka-teki tentang Siapa Wanita yang adu senjata dengannya, ditambah perasaan tidak suka akan keberadaan Bianca .
Yaura dan Robin masuk dengan segera menaruh semua makanan di Meja. setelahnya Robin langsung Keluar.
" Ken .. makanlah , Kau belum makan daritadi " lirih Yuara seraya menaruh piring dari nampan.
Tersadar karena suara Istrinya, Ken pun segera beranjak dan melangkah ke meja makan .
Tanpa banyak menegur Yaura , Ia hanya diam dan segera mengambil makan .
Yaura pun berlalu begitu saja, dengan cepat Ia menuju ke Kamar Mandi untuk membersihkan diri .
Di Kamar mandi, Ia mencoba melepaskan semua perban yang membalut lengan tangannya,
" Cepatlah sembuh luka, jangan berlama-lama Aku mohon " lirihnya seraya membersihkan lukanya dengan cairan.
Ia mandi dengan pikiran yang kacau balau, Ken mengetahui dirinya saat di Rumah Lama Miliknya, dan sekarang fakta Bianca adalah Tunangannya membuat Yaura terkejut bukan main .
Kalimat ' Nona Bianca adalah Tunangan Tuan Ken ' terus terngiang-ngiang dikepalanya.
Mencoba melupakan semuanya, Yaura dengan begitu nafsu mengguyur sekujur tubuhnya dengan Air .
Setelah mandi, Ia pun kembali membalut luka lengannya seorang diri. Sayatan di leher hanya diolesi salep .
Baju tidur yang hampir selalu Panjang, membuatnya sedikit tenang tidak ada siapapun yang mencurigainya.
Malam mulai larut ..
Melihat Yaura yang selesai mandi , dengan sigap Ken menghadangnya .
" Apa Margamu ? " tanya Ken tiba-tiba.
Mendengar ' Marga ' membuatnya spot jantung.
" Margaku ? " Yaura terdiam .. wajahnya Panik .
" APA MARGA MU ? " tegas Ken sekali lagi, Ken menatapnya dengan sangat dingin .
Yaura hanya terdiam.. tertegun dan mematung ..
..........................
BUTUH SARAN DAN KRITIK KAKAKAKKKK
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA GAESSS
Sama-sama dingin dan saling melawan hati mereka sendiri, Apa jadinya hubungan mereka kedepan ? Saling meluluhkan? Atau saling melukai satu sama lain nih wkkwkwkwwk