
" BARU MANTAP MANTAP DUA HARI, SUDAH DATANG BULAN . SUNGGUH TIDAK ADIL ! TIDAK TAHU APA? AKU SUDAH MENUNGGUNYA BERBULAN-BULAN !! " Ken mengomel hingga membuat Yaura tertawa.
" Menunggu apa maksudmu?".
" Menurutmu apa yang Aku tunggu ? " Ken mengeluarkan smirk mematikan yang membuat Yaura langsung menundukkan pandangannya.
" Aku tidak ingin makan di Restaurant, disini saja. " ucap Yaura guna mengalihkan pembicaraan Ken yang selalu mengotori otaknya.
Hendak menyaut,
Triningggg ponsel Ken berdering
Albert
Melihat bahwa itu Albert yang menelfon, wajah Ken berubah menjadi serius.
" Aku mengangkat telefon sebentar. " Ken menjauhkan dirinya dari jangkauan Sang Istri.
sementara Yaura menganggukkan kepala sebagai jawaban.
Pojok Ruangan
Ken mendekatkan ponselnya ke telinga
" Kau sudah mendapatkan semuanya? ".
" Iyah,Big Boss. Aku sudah membawa semua dokumentasi yang Kau minta" jawab Albert yang sedang menyusuri koridor G&D.
" Kau sudah membeli ponsel untuk Istriku? " tanya Ken, ekor matanya mengawasi Yaura yang sedang mengamatinya dari jauh.
" Baiklah, sekarang Kau bisa masuk ke Ruangan Direktur Utama. " tutur Ken lalu mematikan sambungan telefonnya.setelahnya Ia langsung mendekati Sang Istri,
" Albert sebentar lagi akan membawakan ponsel untukmu. itu artinya Aku sudah menepati janjiku.. " Ken tersenyum sembari mendudukkan tubuhnya di meja Direktur, Ia menatap Yaura dengan penuh cinta.
" Kau tidak tepat janji. Kau bilang tadi ingin membawaku ke Mall dan Restaurant.. " jawab Yaura sambil menatap Suaminya.
Ken tersenyum,
" Tidak jadi.Kau terlalu cantik untuk diperlihatkan".
Mendengar jawaban Sang Suami membuat pipi Yaura bersemu.
Triningggg bunyi bell pintu
Sigap, Ken langsung beranjak. Ia menempelkan telapak tangan untuk membuka Pintu Direktur Utama.
Albert menundukkan sedikit kepalanya,
" Selamat.... " belum menyelesaikan sapaan,
" Masuklah." Ken langsung berbalik badan dan menyuruh Albert masuk.
Melihat ada seseorang yang masuk, Yaura pun langsung berdiri.
" Sayang, Dia Albert. Kau pasti sudah mengenalnya saat penyanderaan. " ucap Ken sembari melepaskan jam tangan,lalu menaruhnya di meja.
Albert yang mengenakan pakaian formal dengan balutan Jas dan Kameja, membuat dirinya tidak kalah tanding dengan look seorang CEO.
Mengetahui yang ada dihadapannya adalah Direktur Utama G&D sekaligus Istri Bos nya,
" Selamat Siang,Nona. " sapa Albert sembari membungkukkan badannya.
" Siang. tidak perlu memanggilku Nona, cukup Yaura. dan juga tidak perlu membungkukkan badanmu. " Yaura mengulas senyum tipis, ada sekelebat kecurigaan yang muncul di fikirannya saat si Tangan Kanan Suaminya itu mendadak menginjakkan kaki di G&D.
Albert kembali mendongakkan kepala, lalu menatap Yaura sejenak. tidak bisa dipungkiri,bahwa Istri Bos nya itu sangat cantik,hingga membuat dirinya canggung saat berhadapan dengannya..
Tak ingin membuang waktu,
" Ini adalah ponsel yang Kau minta. Kartu dan semuanya sudah terpasang, jadi.. sudah siap digunakan. Ingat, jangan pernah Menyimpan Nomor Ponsel siapapun kecuali Aku. untuk masalah Perusahaan, akan ada ponsel khusus untuk komunikasi G&D. Kau mengerti? " tutur Ken seraya mengambil alih Paper Bag yang dipegang Albert.
" Iyah,Aku mengerti. " jawab Yaura, tatapan matanya sejenak melirik ke arah Albert.
Mengetahui bahwa Yaura mengamatinya,
" Aku harus berhati-hati, Nona Yaura sangat waspada. Dia tidak mudah dihadapi." lirih Albert dalam hati.
" Ada sesuatu yang harus Aku selesaikan dengan Albert di Ruangan Depan, Kau tidak apa-apa jika Aku tinggal sebentar? " tanya Ken sembari memegang tangan Istrinya.
Mata Yaura menatap Suaminya dan Albert secara bergantian,
" Apanya yang tidak apa-apa? Aku bermasalah karena perutku sangat lapar. " Yaura mencebikkan bibirnya dengan begitu menggemaskan.
Lmaooo Ken terkekeh, sedangkan Albert nampak menarik sudut bibirnya yang manis.
" Astaga.. Aku baru sadar,Kau ternyata orangnya tidak sabaran 😂 " Ken tersenyum.
" Baiklah,Sayang. Aku akan menemui Staff Dapur untuk mengantarkan makanan untukmu."
Sambung Ken, Ia kemudian pamit dan melangkah meninggalkan Ruangan bersama Albert.
Yaura mengamati mereka yang perlahan menghilang,
" Apa ada sesuatu yang Ken sembunyikan? " lirihnya dalam hati, entah kenapa hatinya menjadi tidak tenang. Disela-sela itu juga, Yaura mencoba berfikir positif dan merubah kepribadiannya yang mudah curiga terhadap seseorang.
" Tidak.. tidak.. Aku harus berubah ! Aku adalah seorang Istri, tidak boleh mencurigai Suamiku sendiri. " Yaura menggelengkan kepala dan menetralisirkan fikirannya.
Koridor Hotel
Ken dan Albert melangkah beriringan, benturan sepatu pantofel keduanya terdengar begitu jelas.
" Istrimu sepertinya curiga, kelihatan dari tatapannya. " ucap Albert.
" Jangan melupakan sejarah,Kita berhadapan dengan Pimpinan Goddess Of Death, Wanita yang mengalahkan diriku dan mengecohmu. Mustahil Istriku tidak curiga.. Kau tenang saja, Istriku tidak bisa berbuat apa-apa. Dia sudah berjanji kepadaku untuk menjadi seorang Wanita pada umumnya,dan meninggalkan Dunia Persenjataan. " Ken tersenyum sembari memasukkan tangannya ke saku celana.
" Jadi.. Kau melarang Nona Yaura untuk memegang senjata ? sangat mustahil, Penembak Jitu melepas senjatanya begitu saja. " tanya Albert sambil mengerutkan dahinya.
" Begitupun denganmu, sangat mustahil Kau sampai sekarang tidak memiliki kekasih ! Ayo ceritakan, bagaimana kekasihmu itu? " bukannya menjawab, Ken malah menggoda Albert.
" Kau sangat pandai mengalihkan pembicaraan,Big Boss. " Albert melukiskan senyum tipis saat disinggung soal kekasih, karena sejujurnya Ia sama sekali tidak pernah berfikir tentang itu.
*
Setelah menemui Staff Dapur dan mencicipi sendiri makanannya, Ken kembali menemui Istrinya.
" Letakkan makanannya di meja. " perintah Ken pada Staff Dapur.
" Baik,Tuan. " jawab Staff Dapur seraya membawa begitu banyak makanan dan minuman.
Ken mendekati Yaura yang fokus memainkan ponsel mata tiga berwarna gold terbaru miliknya.
" Jangan berpura-pura sibuk dengan ponsel, Aku tahu Kau sebenarnya bosan. " goda Ken sambil menggigit bibir bawahnya,hingga membuat Yaura tersipu. karena memang benar, Ia merasa jenuh dan bosan saat tidak bersama Ken yang selalu membuatnya tersenyum.
" Tidak sama sekali. " Yaura mencoba untuk menyangkal dan menutupi senyuman indahnya.
" Dasar Wanita Gengsian ! apasalahnya mengaku. " Ken tak henti-hentinya memojokkan Sang Istri.
Hendak menjawab..
" Tuan, Nona.. Kami permisi " ucap Para Pelayan sambil membungkukkan badannya.
Ken dan Yaura pun kompak menganggukkan kepala.
Dirasa mereka sudah pergi,
Greppppppp Ken langsung memeluk Istrinya dari belakang.
" Aku sudah mencicipi makanan dan minuman yang mereka buat, jadi.. makanlah dengan kenyang. " lirih Ken di tengkuk Yaura.
" Kau tidak makan dulu? " tanya Yaura sambil menahan geli di area leher karena hembusan nafas Suaminya.
" Nanti menyusul setelah berbicara dengan Albert. Aku keluar dulu.. " Ken mengakhiri pembicaraan dengan sebuah kecupan lembut di leher Istri tercintanya.
Ruangan Ken
Tak membuang waktu lama, Ken langsung menemui Albert yang sudah masuk lebih dulu ke Ruangan Pribadinya.
Tanpa di suruh, Albert pun langsung mengeluarkan isi tas hitam yang Ia bawa tanpa sepengetahuan Yaura.
" The Real Beauty Psycho " ( Benar-Benar Psikopat Cantik ) puji Albert sembari mengeluarkan foto seorang Wanita Cantik bersenjata,lalu meletakkannya di meja.
Ken yang duduk di kursi putar pun langsung syok dengan foto yang Ia lihat.
" Yaura? " Ken langsung mengambil sebuah foto Wanita berjas hitam sedang berada di dalam mobil.
" Iyah, itu Nona Yaura. Dia telah membunuh teman Pak Andi, yang tidak lain adalah Pak Michael selaku pemegang saham Louis. " tutur Albert.
" Bagaimana bisa? bukankah Michael meninggal karena kecelakaan? " Ken menyeritkan dahi sembari memandangi foto itu yang tak lain Ialah Yaura, Istrinya sendiri.
" Dia tidak meninggal karena kecelakaan, Istrimu lah yang menembak kepalanya saat Penyanderaan. Nona Yaura menjadikan jasad Michael untuk mengancam Pak Andi agar jujur soal Kematian Tuan Devano. Kau pasti bingung bagaimana bisa Nona Yaura membunuh Michael sedangkan Istrimu sendiri waktu itu terlilit BOM? ".
" Maksudmu.... Yaura waktu itu sebenarnya bisa membebaskan diri? " tanya Ken yang seakan faham maksud Albert.
" Benar. apa Kau menyadari sesuatu yang aneh dari Nona Yaura waktu itu?.. satu hal yang aneh adalah Lutut Nona Yaura terluka,seperti jatuh dari ketinggian hingga tergores batu dan tanah. Juga, Nona Yaura waktu itu berjalan pincang, kakinya seperti orang terkilir. Menurut penyelidikan Tim, Nona Yaura sempat melompat dari Lantai 3 Gedung dan menyelinap ke mobil Michael lalu membunuhnya dengan pistol. Cerdas, Istrimu kembali ke dalam Gedung untuk mengetahui Identitas Abraham, yaitu Ayahmu,Reino. " tutur Albert hingga membuat Ken syok bukan main, Ia tidak menyangka bahwa Yaura melakukan rencana diluar akal sehat.
" Iyah, lutut Istriku waktu itu berdarah dan tergores, tapi Aku tidak menyangka bahwa Yaura melakukan hal di luar nalar Kita. " ucap Ken sembari mengingat moment dimana Ia menggendong Yaura menuruni anak tangga saat penyanderaan yang dilakukan Edward.
" Dan ini.. adalah saat Nona Yaura menyandera ARGA selaku Tukang Kebon Ayahnya dulu di Apartement XXX. Arga juga termasuk kepercayaan Ayahmu dan ikut membunuh Tuan Devano. Inilah awal mula Nona Yaura sangat membenci dan ingin membunuhmu karena Ia berfikir bahwa Arga mati karena dibunuh olehmu. Padahal, Reino Bachtiar lah yang membunuhnya untuk mengadu domba Kau dan Nona Yaura. " tutur Albert sambil menunjukkan foto Yaura.
Alber terus menjelaskan satu persatu foto Yaura yang Ia dapatkan dengan susah payah. sepanjang penjelasan, Ken tak henti-hentinya spot jantung mengetahui fakta bahwa Yaura benar-benar Wanita Berdarah dingin.
" Kau sangat beruntung, Nona Yaura tidak jadi membunuhmu waktu itu. DIA PASTI SANGAT MENCINTAIMU,BIG BOSS. " ucap Albert yang membuat Ken mendelik.
" DIA PASTI SANGAT MENCINTAIMU,BIG BOSS. "
" DIA PASTI SANGAT MENCINTAIMU,BIG BOSS. "
" DIA PASTI SANGAT MENCINTAIMU,BIG BOSS. "
Perkataan Albert membuat Ken membeku dan tertegun.
" Mencintaiku? "
" Yaura mencintaiku? " batin Ken,
" Tidak mungkin. Yaura tidak pernah mengatakan bahwa Dia mencintaiku. " sambung Ken dalam hati, sejenak Ia baru menyadari bahwa Yaura tidak pernah membalas ungkapan cinta yang Ia lontarkan.
" Aku tidak peduli Dia mencintaiku atau tidak.. yang terpenting, adalah Kebahagiaan dan Senyumannya. " jawab Ken yang membuat Albert terpukau.
" Aku belajar banyak darimu. " ucap Albert.
Inti..
" Dan.. apa Kau sudah menemukan kanan tangan Orangtua ku selain Edward? " Ken berdiri sambil mengeluarkan senjata dari laci.
Degg !!! suasana tiba-tiba memanas dan tegang.
" Dia seperti belut licin yang susah ditangkap, tapi.. belut licin itu sekarang sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Aku sudah menemukannya.. " Albert tersenyum misterius.
" Dimana? " tanya Ken.
" Di XXX. Kau harus berkencan dengannya nanti malam. " jawab Albert.
Mendengar itu membuat Ken menarik sudut bibirnya.
" Berkencan? Aku rasa tidak perlu berkencan.. tetapi melenyapkannya dari muka bumi ini ! percuma saja Para Iblis sudah tertangkap tetapi tangan kanannya masih bebas berkeliaran ! Aku tidak mau Istriku terancam dan bayang-bayang masa lalu kelamnya terus melintas ! LENYAP ! SEKALIAN SEMUANYA DI LENYAPKAN !! " sumpah Ken.
" Nanti malam Kau harus datang ke Rumah Istriku,dan jaga Rumah selama Aku keluar selama Dua Jam untuk membunuh tangan kanan Ayah. " sambung Ken.
" Baiklah. " jawab Albert.
*************
CAMP TENTARA
David tampil gagah dengan balutan seragam tentara lengkap dengan senjata yang siap Ia tembakkan ke Lapangan.
dorrr dorrr dorrr dorr David melesatkan peluru ke papan target
BOMMM semua tembakannya mengenai angka 0, yaitu SEMPURNA.
" Kau tehebat Kapten ! "
" Keren sekali. "
" Sempurna ! " puji Para Tentara yang tidak kalah gagah dan tampan sepertinya.
David tersenyum,
" Terima kasih. Kalian lebih sempurna. " puji David kembali.
Dari kejauhan, ekor mata David tidak sengaja menangkap sekelebat Wanita berambut panjang yang menurutnya tidak asing. Ia pun langsung memandang dan menyipitkan kedua matanya agar penglihatannya lebih jelas dan tajam.
" Seperti Nona Lee.." lirih David dalam hati.
Tukkk tukkk Ia pun pamit dan melangkah meninggalkan lapangan.
Seorang Wanita bertubuh sexy dengan Highlees tinggi berwarna hitam, rambut yang terurai, lesung pipi yang manis membuat dirinya menjadi pusat perhatian Para Tentara. Ia nampak sedang mengobrol dengan seorang Komandan Tentara.
David mengamati mereka dari jarak yang lumayan dekat namun tak terlihat,
" Nona Lee ? untuk apa Dia kesini? " tanya David dalam hati.
15 menitan mengobrol, mereka pun mengakhiri pembicaraan hingga membuat Nona Lee melangkah meninggalkan area.
" Nona Lee.. " sapa David yang tiba-tiba muncul.
" Kapten David? " jawab Nona Lee sembari menyerit heran.
" David. bukan Kapten. " David melukiskan senyum tipis karena Nona Lee memanggilnya dengan sebutan kehormatan.
" Baiklah, jadi ini tempat dinasmu,David? " tanya Nona Lee sembari membenarkan tali tas yang menyantel di bahu mulusnya.
" Iyah. mmmmm..Aku tidak sengaja melihatmu tadi,jadi Aku kesini.. " ujar David yang seakan memberi kode untuk apa Nona Lee ke Camp.Militer.
" Benarkah? Kau ada dimana tadi? perasaan Aku tidak melihatmu.. " tanya Nona Lee.
Mereka berdua kini berjalan beriringan
" Aku di lapangan.. tentu Kau tidak bisa melihatku karena jaraknya cukup jauh. ".
" Tapi Kau bisa melihatku? " celetuk Nona Lee yang membuat David langsung melirik.
" Mana mungkin Aku tidak melihatmu, Kau lah yang paling Cantik. " David mengulas senyum manis.
" Tentu Aku paling cantik diantara Kalian PARA PRIA ! " ketus Nona Lee diiringi senyum merekah.
" Itu yang Aku maksud. " David menggigit bibir bawahnya.
" Dasar Pria ! " ucap Nona Lee.
David mengangkat tangan kiri lalu melihat Alroji mewah yang melingkar pergelangan tangannya.
" Kau sudah makan? " tanya David.
" Belum.. " Nona Lee menggelengkan kepalanya.
Ragu, berfikir, dan kikuk, namun David mencoba stay cool.
" Mau makan bareng denganku? " David memberanikan diri untuk mengajak Nona Lee.
Mendengarnya membuat Nona Lee mendelik.
" Bukankah ini masih jam dinas? ".
" Kau tenang saja, ini sudah selesai. " David tersenyum tipis.
Nona Lee diam sejenak.
" Bagaimana? " tanya David kembali yang seakan tidak sabar menanti jawaban.
" Boleh juga. " Nona Lee menganggukkan kepala dan tersenyum.
Parkiran
Nona Lee dan David berada di parkiran,
" Naik mobilku tidak apa-apa kan? " tanya David.
" Tentu. lagipula, Aku tidak bawa mobil. " Nona Lee tertawa hingga membuat David ikut tertawa.
" Pantas saja Kau daritadi diam." David mengeluarkan kunci mobil dari saku celananya.
Tittt tittt bunyi pintu mobil terbuka
Tidak kalah dari Ken yang punya Bugatti, Kevin Lamborghini, Alex Marcedes Benz , Vino BMW, Alfin Porche, dann
David pun punya Ferrari seharga 13 M berwarna hitam pekat. Mereka berdua kini masuk ke dalam mobil. David meninggalkan area militer lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Kau menyukai masakan apa? " tanya David guna memecahkan keheningan.
" Tentu masakan Ibu. " jawab Nona Lee.
" Semua orang akan menyukainya. Maksudku masakan barat, jepang , china atau apa? " ucap David seraya melirik ke arah Nona Lee yang duduk disampingnya.
" Lokal. Aku lebih suka masakan lokal daripada luar. " Nona Lee tersenyum manis.
" Wow, Aku mengira Kau penggemar masakan barat. " David sangat faham bahwa gaya Nona Lee sangatlah kebarat-baratan.
" Aku justru tidak terlalu menyukainya."
Mereka berdua mengobrol ringan sepanjang perjalanan, anggap saja sebagai tanda untuk saling mengenal lebih dalam.
Triningggggggg bunyi ponsel Nona Lee tiba-tiba berdering.
" Siapa ini ? " lirih Nona Lee saat melihat nomor seseorang yang tidak Ia kenali.
" Halo.. " jawab Nona Lee.
" Halo Kak.. " ucap seorang Wanita bersuara lembut.
Nona Lee tersenyum dan ragu,
" Yaura? " .
" Iyah Kak,ini Aku. " jawab Wanita itu yang ternyata adalah Yaura.
" Wahhh.. tumben sekali Kau menelfonku. " ucap Nona Lee.
Mendengar bahwa itu Yaura membuat David sedikit menguping.
" Aku kan baru memiliki Ponsel,jadi baru bisa menelfonmu sekarang. " jawab Yaura dengan polosnya.
Lmaooo Nona Lee tertawa mendengarnya, termasuk David yang nampak menahan senyumannya.
" Kau dan Suamimu itu Kaya Raya kenapa baru memiliki ponsel sekarang. Mengenaskan ! " goda Nona Lee.
" Kami tidak mampu membelinya. Baiklah Kak, Aku akhiri dulu panggilannya. " Yaura mengakhiri panggilan tanpa persetujuan Nona Lee.
Nona Lee semakin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Yaura.
" Yaura kenapa? Aneh sekali Dia😂 tiba-tiba menelfon tanpa tujuan yang jelas. "
Tak tahan...
" Dia mungkin sedang gabut dan merasa bosan, jadi begitu 😆 "David pun ikut tertawa.
" Menelfon hanya untuk pamer ponsel baru. Astaga Yaura.. Dia sebenarnya sangat lucu tanpa Kita sadari. " ucap Nona Lee seraya menyeka air mata yang keluar karena terlalu tertawa.
" Itulah kenapa Ken sangat mencintainya. " jawab David.
Menjadikan Yaura sebagai bahan pembicaraan,membuat keduanya semakin akrab hingga tidak terasa sudah sampai di tempat tujuan.
Sadar bahwa masih memakai seragam tentara, David dengan sigap melucuti kancing kameja yang Ia pakai hingga membuat dirinya terlihat sangat Hot dan Sexy.
Nona Lee yang melihatnya pun sedikit canggung,
" A-aku keluar dulu.. ".
" Tenanglah, Aku memakai kaos didalamnya. " David tersenyum dan memahami bahwa Nona Lee tidak ingin melihat Abs nya.
Brughhhhh David melemparkan seragam tentara, gesper, dan..
" David ! buka dulu pintunya ! " Nona Lee menutup mata saat tangan David hendak melepas celana.
" Tunggu sebentar.. lagipula untuk apa Kau tutup mata.. " David sepertinya sudah terkontaminasi Gengnya Ken, karena sudah berani berperilaku Panas dan Menggoda.
David tetap tidak membukakan pintu,hingga membuat Lee keringat dingin.
Brughh David melemparkan celana tentaranya ke belakang.
" Aku pakai celana hitam, buka matamu. "
Jrenggggg ternyata benar, David memakai jeans hitam. Bayangkan, Pria memakai kaos pendek berwarna hitam lengkap dengan jeansnya. Tidak terbayang,bagaimana tampannya David saat ini.
" Kau membuatku spot jantung. " Nona Lee tersenyum sembari memegangi dadanya.
" Ayo turun.. " David membuka pintu dan turun.
Mereka bak pasangan kekasih yang sedang berkencan.
Setelah masuk ke Restaurant Mewah dengan menu masakan lokal, David pun langsung mencarikan tempat yang nyaman untuk Ia duduki bersama Nona Lee. Sebuah meja yang berada di pojok sana menjadi pilihan David.
" Kau suka mojok Yah? " goda Nona Lee sembari mendudukkan dirinya di kursi.
" Tidak. Baru kali ini. " jawab David yang membuat jantung Nona Lee berdegub kencang.
David memilih menu makanan yang sama dengan Nona Lee karena menurutnya, pilihan Nona Lee pasti yang terenak. Disela-sela itu, David juga mencoba untuk menggali informasi mengenai kehidupan Nona Lee dari mulai pekerjaan, hobi, kesukaan dan lainnya.
*********
G&D
Yaura nampak sedang mengobrol dengan seseorang,
" Bawa ke Penjara, Aku akan menemuimu disana. " ucap Yaura dari telefon.
" Baik,Nona. " jawab seorang Pria.
" Jangan sampai terlambat. " ancam Yaura kembali.
Tak lama kemudian, Ken masuk dan melihat Sang Istri sedang berbincang.
Mendengar bunyi pintu terbuka,membuat Yaura langsung mematikan panggilannya lalu membalikkan badannya ke belakang.
" Kau sedang berbincang dengan siapa ? " tanya Ken dengan lembut sambil meraih kembali jam tangan yang sempat Ia lepas.
" Pak Andi.. " jawab Yaura sembari menunjukkan history panggilan ponselnya.
Memang betul Pak Andi,membuat Ken tersenyum.
" Kau menakutinya lagi? " tanya Ken sambil mendudukkan dirinya di kursi.
" Tidak.. " Yaura menggelengkan kepalanya.
Selalu ingin menempel,
Grepppp Ken menarik Sang Istri lalu mendudukkannya disamping.
" Kau sudah kenyang atau belum? Kalau belum.. Aku akan mengajakmu ke Restaurant Barat. " Ken menghimpit tubuh Yaura dan menatapnya dengan penuh arti.
" Aku tentu kenyang karena sudah makan. Kau yang belum makan.. Makan disini saja jangan diluar.. " lirih Yaura dengan lembut.
" Siapa bilang? Aku sudah makan dengan Albert tadi." Jemari Ken mengusap bibir Yaura yang lembab dan kenyal.
" Jangan berbohong.. Kau pasti belum makan.. ".
" Mana mungkin Aku berbohong kepadamu. " jawab Ken dengan tulus.
Menyadari bahwa Istrinya sendirian dan tidak punya Assisten Pribadi,
" Aku akan menyuruh Albert untuk mencarikan Assisten Pribadi untukmu, Aku tidak mau Kau kelelahan karena G&D. " lirih Ken.
Yaura diam dan melakukan kilas balik, dihianati oleh orang sekitar dengan begitu kejinya,membuatnya sangat trauma dan muak.
" Aku tidak membutuhkannya,Ken. Lagipula ada Kau disisiku,Aku yakin Kau akan membantuku nantinya. " Yaura menolak dengan halus.
" Memegang Perusahaan itu sangat berat,Sayang. Apalagi Kau juga akan menangani Jet Tempur. Kita tidak bisa menanganinya sendiri.. Pak Agus, Nona Lee, Bibi Arum, Pak Andi, mereka sudah memegang tugasnya sendiri.. " tutur Ken.
Yaura kembali diam, ingin mengutarakan isi hatinya namun ragu karena takut Ken menganggapnya belum bisa move-on.
" Lolly dan Anin, mereka sudah menangani Louis dan membantu Management Evelyn.. " sambung Ken yang sudah bisa membaca isi hati Istrinya.
" Aku ingin seseorang yang dipercaya olehmu dan Kau mengenalnya dengan baik. " Yaura tersenyum dan mencoba mempasrahkan semua hal kepada Suaminya.
" Tentu. " Ken sesaat mengingat foto-foto Yaura tadi,
" Aku sudah menyuruh Albert untuk menghilangkan jejak digital tentang Kejahatan yang Kau lakukan, Tragedi Devano, Kebarakan Penjara , dan Artikel Tragis yang berkaitan dengan dirimu. Aku tidak ingin masa depan Kita terus dihantui oleh Jejak Digital yang menampilkan kenangan buruk di Internet." lirih Ken dalam hati.
" Ken.. Kau baik-baik saja? " Yaura memegangi tangan Sang Suami yang sedang menatapnya dengan tatapan kosong.
" Hummm.. " Ken mengulas senyum manis.
" Aku ingin ke Penjara. Ayo Kita kesana.. ".
Deggg !!! senyum Ken hilang saat mendengar permintaan Istrinya.
" Untuk apa? jika membunuhnya, maka Aku akan mengantarkanmu. Namun jika tidak, Aku tidak akan mengizinkanmu menemui keparat seperti mereka. " Ken berbicara dengan nada tinggi, amarahnya akan muncul setiap kali mendengar Para Iblis.
" Sekali saja,Ken.. Aku mohon.. " lirih Yaura seraya memegangi lengan Suaminya.
" Lebih baik Kita pulang. " Ken berdiri seraya merapikan jasnya.
" Hanya sebentar.. " Yaura berkata dengan begitu lembut sembari menatap Suaminya dengan tatapan sendu.
Yaura yang memohon, pasti dikabulkan.
" Hanya 5 menit. " ucap Ken dengan nada judes.
" 20 menit. " pinta Yaura.
" 4 menit. " ketus Ken.
" 15 menit. " mohon Yaura.
__ADS_1
" 3 Menit. titik !!! " tegas Ken.
Kesallll !!!!!!!!!!
" Kenapa terus berkurang. cepat sekali. " protes Yaura.
" Semakin Kau memohon, semakin berkurang pula waktunya." jawab Ken.
Yaura diam dan menatap Suaminya dengan kesal.
" Awas saja, tunggu pembalasanku. Semakin memohon,semakin berkurang ! BAIKLAH ! " lirih Yaura dalam hati.
" Sudah Ayo.. sebelum Aku berubah pikiran.. " Ken menarik tangan Sang Istri dan berlalu pergi meninggalkan Ruangan.
PENJARA
Sampai di parkiran penjara, membuat mood Ken benar-benar hancur. Ingin tidak masuk, namun Ia tidak tenang membiarkan Istrinya masuk kedalam sana sendirian. Ikut masuk, maka itu akan membuat dirinya seperti Iblis yang hilang kendali.
Ceklekkkkkkkk Ken mengeluarkan senjata dari saku celananya..
" Tembak mereka semua, Maka Aku dengan senang hati mengunjunginya. " Ken mengulurkan sebuah pistol dengan peluru lengkap.
" Ayo turun.. " Yaura tidak menyentuh senjata itu, dan lebih memilih turun dari mobil.
" Shitt !!! Aku tidak mengerti dengan Yaura sebenarnya. Yang lain Dia lenyapkan tanpa ampun, tetapi kenapa Para Dalang Kematian malah Dia bebaskan dari kematian ! " umpat Ken dalam hati.
Dengan amarah, Ken turun dari mobil lalu mengikuti langkah Istrinya.
Yaura melangkah masuk lebih dulu, disusul oleh Ken dibelakangnya.
Menyadari bahwa Nona Besar nya datang, membuat Petugas Penjara yang merupakan Tim Yaura dan Ken pun membungkukkan badannya.
" Selamat Datang,Nona Yaura.. Tuan Ken " sapa mereka.
Darisana,
" Nona Yaura datang.. Nona Yaura datang.. Ayo kesana.. " bincang Petugas Penjara yang berada di depan sel Para Iblis.
Mendengar Yaura datang, membuat Para Iblis membulatkan kedua matanya dan ketakutan.
" Ya-ya-yaura kesini? " tanya Reino dan Hilya terbatah, badannya kurus kering.
" Yaura datang? " Bianca gemetar, wajahnya semakin jelek dan menghitam.
Tukkk tukkk tuukkkk tukkk benturan suara Higheels dengan marmer yang semakin mendekat membuat Edward, Diyo, Helena ,Bianca , Reino dan Hilya ketakutan.
Dannnn
Jrengggggg Yaura yang berambut panjang terurai, wajah cantik, higheels tinggi , tas mahal, dan kulit putih terlihat sangat menyegarkan.
Degg !!!! Para Iblis melotot, jantungnya berdegub kencang, keringat dingin keluar, seluruh tubuhnya gemetar.
" KA-KA-KAUUU ? KAU KESINI? " tanya Bianca yang memberanikan diri untuk membuka mulutnya.
Yaura tersenyum dan menatap mereka satu persatu.
" Aku baru saja berdiri dan tidak melakukan apa-apa, kenapa Kalian terlihat sangat ketakutan ? ".
Pak Diyo dan Helena menatapnya,
" Senyuman Wanita itu sangat menakutkan. Aku bahkan tidak tahu apa yang akan Dia lakukan. " lirih Pak Diyo.
Reino dan Hilya hanya menundukkan pandangannya,
" Apa yang ingin Dia lakukan? dan.. dimana Anakku?.. " lirih Reino dalam hati, Sumpah Demi Tuhan, Ia sangat merindukan Ken dan Evelyn.
" Apa Yaura ingin melenyapkanku? " lirih Ibu Hilya sembari meremas tangannya yang basah.
Ken berada di sana pun mengamati Istrinya,
" Apa sebenarnya yang ingin Yaura lakukan? ".
" Buka pintunya ! " pinta Yaura pada penjaga.
" Baik,Nona. " jawab penjaga.
Tukkkkk tukkk tukk Ken mendekati Istrinya ,lalu memegang tangannya.
" Kau ingin memeluk Iblis seperti mereka lagi? jangan bodoh ! mereka pembunuh ! " ancam Ken, Ia sangat ingat bagaimana Yaura memeluk Ayahnya saat di G&D.
Degg !!! mendengar sebutan Iblis oleh Anaknya sendiri, membuat Reino dan Hilya teriris.
" Ken... Anakku.. " sapa Ibu Hilya sembari meneteskan air matanya.
" Ken.. " ucap Reino yang tidak kalah lemahnya saat memandang Ken yang sama sekali tidak menengok ke arahnya.
Mendengar namun tak ingin melihat, Ken hanya menatap Istrinya.
" Waktunya sudah habis.. Ayo pulang.. " lirih Ken dengan lembut.
Yaura melirik ke arah Reino dan Hilya yang meneteskan air mata.
" Mereka meneteskan air mata saat melihatmu, tetapi TIDAK saat melihatku. Merekatetap tidak merasa bersalah sama sekali, hanya memikirkan perasaannya sendiri. " lirih Yaura yang membuat telinga Ken tersentak. Perkataan Yaura sangatlah dalam hingga membuat hati Ken ikut tersayat, secara tidak langsung Istrinya juga ingin diperlakukan seperti dirinya.
" Sudah Aku bilang jangan menemui mereka ! Tembak dan Lenyapkan ! itu sangat simple ! tetapi Kau tetap membiarkan mereka hidup ! " ucap Ken pada Istrinya yang membuat Para Iblis berkaca.
Yaura mencoba tetap cool dan tidak terpengaruh dengan hatinya. Ia melangkah masuk ke dalam sel .
" Ken.. Kau tidak merindukan Ibu ? hiksss " Ibu Hilya menangis dan melangkah keluar mendekati anaknya.
Sementara Reino kini sedang beradu pandang dengan Yaura.
" Berdirilah.. ada Ken disini, Ayo peluk Dia.. Aku sangat mengerti bagaimana perasaan Orang Tua yang sedang merindukan Anaknya, dan Ken juga merindukanmu. " mata Yaura berkaca saat mengatakannya, senyum manis menutupi rasa sakitnya saat ini.
Ken mendelik.
" AKU TIDAK MERINDUKAN REINO ATAUPUN HILYA ! DANN KAUU .. MENJAUHLAH ! " Ken menepis tangan Hilya yang diborgol karena mencoba menyentuhnya.
Melihat Anaknya benar-benar jijik terhadapnya membuat Reino dan Hilya hancur lebur.
" Kau ternyata benar-benar membenci Ayah,Ken.. " lirih Reino dalam hati, apalagi mengingat Evelyn yang benar-benar melupakannya.
" Aku adalah Ibumu,Ken ! Ibu yang melahirkanmu ! Kau sangat berdosa jika melakukan ini pada Ibu ! hiksss " teriak Hilya.
Deggg !! Bukannya tersentuh,Ken malah semakin meradang dan geram.
" Apa kabar dengan Ibu Yanuar yang Kau gugurkan bayinya? Bagaimana dengan Yaura yang Kalian lenyapkan saat berusia 15 Hari? Ibu Yanuar adalah seorang Ibu yang sesungguhnya, Dia berusaha menyelamatkan Yaura dari kobaran api, dan Devano Malik menyelamatkan Yaura dari tembakan peluru. Mereka adalah Orang Tua sesungguhnya ! dan Kalian ? hanya SEORANG IBLIS DAN KEPARAT JAHANAM YANG MENYAMAR SEBAGAI ORANG TUA ! sudahlah ! berbicara dengan Kalian membuat mulutku kotor ! " Teriak Ken, matanya memerah.
Mendengarnya,membuat Ibu Hilya terkulai lemas, Reino pun bak tanpa tulang.
" Aktingnya sangat bagus. tapi Sayang,Aku kesini bukan untuk menyaksikan Akting Kalian. " Yaura memecahkan pertikaian antara Ken dan Hilya,sembari melirik Reino yang sedang menatapnya.
Ken pun hendak mengajak Yaura untuk meninggalkan penjara, namun perhatiannya teralihkan saat melihat Pak Agus, Pak Andi, dan Sniper bermunculan.
Tukkkk tukkk tukkk suara benturan pantofel mereka.
" Pak Agus? Pak Andi? dan.. Sniper? " tanya Ken, Ia tidak tahu apa maksud semuanya.
" Salam,Nona dan Tuan " sapa Pak Andi dan Sniper sembari membungkukkan badannya.
Deggg !!! Melihat Sniper,membuat Para Iblis seakan diambang kematian, jantungnya terus dibuat berdetak kencang oleh Yaura.
" Sniper? " tanya Pak Diyo.
" Pak Agus? " tanya Ken sembari menatap Pak Agus yang sedang membawa sebuah tas jinjing hitam.
" Ken.. Bapak kira Yaura datang sendirian.. " Pak Agus melukislan senyum manis.
Tak basa-basi.
" Tidak perlu takut mati. Aku kesini bukan untuk membunuhmu, hanya membutuhkan tanda tangan Kalian saja.. " Yaura tersenyum.
" Tanda tangan? " tanya Ken yang tidak tahu apa yang direncanakan Istrinya.
Tukkk tukk tukkk Yaura melangkah mengitari Edward, Bianca, Helena , Reino dan Hilya.
"Semua orang suka Uang, dan Aku juga suka Uang. Mmmmmm selama 10 Tahun Aku membayar Tim Goddess Of Death, membeli senjata, BOM, racun ,konsumsi, membeli markas dan lainnya. Selain kehilangan Keluargaku, Aku juga kehilangan sebagian hartaku karena Kalian,itu artinya AKU RUGI BESAR." Yaura tersenyum sinis.
" Menyelundupkan senjata Tim Ku dengan kapasitas yang besar itu sangat susah dan membutuhkan Biaya banyak. Apalagi membeli BOM, harganya sangat mahal. Membangun markas? Itu Milyaran. Konsumsi, dan menggaji Tim setiap bulannya itu tidak sedikit. "
" Apa yang inginkan,Yaura? " ucap Edward dengan tenang.
Tukkkk tukkkk tukkk Yaura kembali melangkah mengelilingi mereka.
" Kami juga harus berurusan dengan Tentara Lokal untuk mendapatkan izin pembelian Helicopter Illegal. Menipu NIS untuk menyadap semua jaringan, dan Polisi untuk mendapat surat izin Kepemilikan Senjata perorangan. dan semuanya itu butuh uang ! Bayangkan berapa uang yang Aku habiskan hanya untuk MELAWAN BEDEBAH SEPERTI KALIAN ?! " tutur Yaura dengan santainya.
Para Iblis masih tidak mengerti dengan apa yang Yaura bicarakan, termasuk Ken.
" Tim Kami meninggal karena dibunuh oleh Kalian, itu juga Aku harus membayarnya dengan jumlah 100 Milyar lebih perorang. Saat melawan Kalian di Dubai, Aku juga membayar The Red dengan berlian murni. Dan Kalian pasti tahu, harga berlian sekarang sangat mahal. " Yaura berbalik badan dan melangkah mendekati Petugas Penjara.
" Lepaskan borgol mereka." perintahnya.
Melihat salah satu Sniper adalah orang kepercayaannya, Ken pun mendekati Sniper itu.
" Apa Istriku menyuruhmu menembak mereka? "
" Tidak,Big Boss. Kami hanya diperintahkan untuk datang kesini oleh Nona." jawab Sniper.
Mendengarnya, membuat Ken berlari ke arah Istrinya.
" Jangan sesekali Kau ingin membebaskan mereka. " ancam Ken.
Yaura tidak menjawab, Ia hanya menatap Suaminya sejenak.lalu mendekati Pak Agus dan mengambil alih tas hitamnya.
Tangan Yaura mulai mengeluarkan beberapa dokument penting dengan meterai yang sudah tertempel diatasnya.
" Dokument apa itu Yaura? " tanya Ibu Hilya dengan air mata yang mengalir.
Terlalu muak,marah, kecewa dan sedih membuat Yaura enggan merespon Reino dan Hilya.
Tak banyak berkata, Yaura membagikan satu perasatu dokument itu, termasuk Helena yang sedari tadi hanya diam.
Yaura dan Helena sejenak beradu pandang, kenangan NIS dan persahabatan mereka sepertinya akan tetap selalu terkenang sampai kapanpun.
" Cepat tanda tangani dokument itu, jangan banyak bertanya ataupun menolak. " Yaura membuang pandangannya.
Deggg !!!!! Mata Para Iblis semuanya berkaca, tubuhnya gemetar saat mengetahui bahwa itu adalah berkas paling penting di hidup mereka yaitu ASET.
Penasaran, Ken mengambil salah satu dokument milik Edward.
" ASET? " Ia terkejut bukan main saat mengetahui bahwa tujuan Yaura adalah untuk mengambil alih semua Aset Para Iblis.
Puas membaca, Ken melemparkan kembali berkas itu kepada Edward.
" Ken.. Aku mohon maafkan Aku, bujuk Yaura untuk tidak melakukan ini Ken ! " teriak Bianca yang sudah frustasi karena Yaura mengambil alih semua Asetnya.
" Sampai Kau mau bersujud di kaki Istriku pun, Aku tidak akan memaafkanmu. " ketus Ken.
Terlalu bertele-tele,
" Nyawa pendosa seperti Kalian tidaklah diharapkan oleh Tuhan. Harta Kalian lebih berharga. " sinis Yaura .
" Dan sekarang.. AKU AKAN MERAMPAS SEMUA ASET,UANG, REAL ESTATE, PERUSAHAAN DAN SEMUA YANG KALIAN PUNYA SEBAGAI KOMPENSASI KERUGIAN YANG DIALAMI OLEH KU. AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN SEPESAR UANG PUN TETAP TINGGAL DI TUBUH KALIAN,SEMUANYA AKAN AKU MUSNAHKAN ! TERMASUK NAMA KALIAN YANG AKAN MASUKKAN DALAM DAFTAR HITAM ! "
" SEKALIPUN AKU MEMBEBASKAN KALIAN, KALIAN TIDAK AKAN BISA MENCARI KERJA DI MANAPUN, KARENA AKU SUDAH MENYURUH SEMUA PERUSAHAAN MEMBLACKLIST NAMA KALIAN ! CEPAT TANDA TANGANI SURAT KUASA INI ! JANGAN MEMBANTAH ! SEBELUM AKU MENYURUH PENGAWAL UNTUK MERACUN TUBUH KALIAN SATU PERSATU ! " ancam Yaura yang membuat Pak Diyo,Bianca dan Edward meneteskan air mata.
Tadinya kesal, namun saat melihat rencana briliant Sang Istri,membuat Ken tersenyum. Apalagi gaya Yaura yang sangat arrogant, elegant namun mengancam membuat Ken semakin terpana.
" Yes,Baby. Kau cerdas. " puji Ken dalam hati.
Mendengar ancaman Yaura membuat Para Iblis menangis, apalagi setelah membaca surat itu.
" Yaura apa yang Kau lakukan !!!!! Tega sekali Kau merampas semuanya,termasuk Rumah Ibuku,Yaura ! " teriak Bianca.
" Yaura Kau sangat keji !!! mau tinggal dimana anak-anakku nanti jika Kau mengambil semuanya Yaura !!!! " teriak Pak Diyo yang tidak kalah kencang.
" Yaura... Maafkan Aku.. tetapi Aku mohon,jangan mengambil Rumah Peninggalan Ayahku, Yaura. " Helena mendekati Yaura, lalu menatapnya dengan sendu.
" Yaura.. Kau bisa membalaskan semua kemarahanmu tetapi jangan merampas Mansion Mendiang Ayahku,Yaura... Aku mohon.. " Edward berkaca, saat mengingat Mansion peninggalan Ayahnya .
Sementara Reino dan Hilya membatu, Ia tidak bisa berkata apa-apa saat Yaura mengambil tabungan Berlian yang mereka simpan di Prancis.
" Bagaimana Kau bisa tahu soal Berlian Yaura !! Kami sendiri bahkan tidak memberitahu Ken ataupun Evelyn !!! " Ibu Hilya berteriak histeris, harta satu-satunya pun menjadi target kemarahan Yaura.
Ayah Reino hanya terkulai lemas.
" Pak Andi, jelaskan..." Yaura menatap Pak Andi lalu berdiri disamping Suaminya.
Mendapat perintah, Pak Andi pun maju ke depan.
" Apa Kalian lupa? 5 Tahun yang lalu Aku pernah tidak sengaja mendengar pembicaraan Kalian berdua soal Berlian Prancis. untuk menebus kesalahanku pada Nona Yaura, jadi Aku memberitahunya.. Mmmmm Maafkan Aku Reino, Hilya." Pak Andi tersenyum kecut, nadanya pun sangat mengejek.
" Bangs*t Kau Andi !!!!! Aku akan membunuhmu !!! hikssss " Hilya menangis histeris.
Yaura sejenak melirik ke arah Ken, Ia juga sadar, Anak mana yang tidak kasihan dan merindukan orang tuanya.
" Peluk lah.. Mereka sangat merindukanmu.. " lirih Yaura dengan pelan namun bisa terdengar oleh Ken.
" Tidak akan ! " tegas Ken.
Pak Agus maju ke depan,
" Cepat tanda tangani berkasnya. Kami tidak punya waktu untuk meladeni Kalian. ".
Merasa tidak terima dengan kehadiran Pak Agus yang merupakan mantan bawahannya di NIS ,Pak Diyo pun berdiri dan bernafsu untuk memukuli wajah Pak Agus.
Melihatnya, membuat Yaura pun mendelik.
" Jika Kau berani mengangkat tanganmu, maka bersiaplah mati ! " ancam Yaura dengan wajah datar namun menusuk.
Meradang, frustasi, dan hampir gila, Pak Diyo pun mengurungkan niatnya. Namun Ia kini mendekati Yaura, lalu berdiri di hadapannya.
" KAU TIDAK PANTAS MEWARISI SEMUA KEKAYAAN AYAHMU ! KAU WANITA GILA ! KAU PSIKOPAT ! KAU SEHARUSNYA MENEKAM DI RUMAH SAKIT JIWA YAURA ! " teriak Pak Diyo.
" Bangs*t !!!! diambang kematian tapi Kau masih berani-beraninya mengumpat !!! Matilahhh ! " Wajah Ken memerah saat Pak Diyo menyinggung mental Istrinya.
Hendak melesatkan peluru ke jantung Pak Diyo, namun tangan Yaura menurunkan senjatanya.
" Dia pantas mati !!! tunggu apa lagi Yaura !!! Dia sangat kurang ajar !!! " Ken sangat bernafsu untuk menghabisi Pak Diyo,karena Ia juga sudah lama tidak melenyapkan seseorang.
Bukannya marah, Yaura malah tenang.
" Kau tahu apa akibatnya berhadapan dengan Psikopat? " tanya Yaura dengan entengnya.
Melihat tatapan Yaura yang seperti menerkam sesuatu,membuat Bianca ketakutan bukan kepalang.
Tukkk tukk tukkk Ia berusaha berlari dan membebaskan diri dari Penjara.
Sigap, Grepppppp Para Sniper menangkap Bianca.
" Jangan berusaha melarikan diri ! " ancam Pak Andi.
" Tidakk !!! tidak !!!! Aku tidak kuat !!! Aku ingin bebas !!! bebaskan Aku Yaura !!!! bebaskan Aku !!! hikssss " Bianca meronta dan menangis sekencang mungkin.
" Aku tidak mau hidup di Penjara !!! Aku tidak mau mati Yaura !!!!!! bebaskan Aku !!! " sambungnya.
Yaura melirik ke arah Bianca yang merengek untuk dibebaskan.
" PSIKOPAT !! WANITA BERDARAH DINGIN !!! KAU SEORANG KRIMINAL YAURA !!!! MENTALMU TIDAK SEHAT !!! " teriak Pak Diyo sembari melototkan matanya ke Yaura.
Bugggggggggggg Ken mendapatkan pukulan di wajahnya.
" Tutup mulutmu bajing*n !! " ucap Ken.
" SEORANG KRIMINAL TIDAK PANTAS MEMIMPIN PERUSAHAAN !!! PSIKOPAT !!! KAU TELAH MENGHABISI BANYAK NYAWA DI USIA MU YANG MASIH BELIA !! PSIKOPAT ! "
" KEN SADARLAH ! ISTRIMU ADALAH PSIKOPAT ! DIA BISA SAJA MEMBUNUHMU KAPANPUN DIA MAU !!! LIHATLAH WAJAHNYA, MATANYA DAN EKPRESINYA KEN !!! DIA WANITA BERBAHAYA !!! " racau Pak Diyo.
" DIAM !!! AKU BILANG DIAM !! " Ken mencekik leher Pak Diyo hingga membuatnya tidak bisa bernafas.
Bukannya menangis,
" Salah besar Kau berurusan dengan Psikopat. Aku telah terlatih untuk menghabisi banyak nyawa, dan setelah koma.. Aku rasanya sangat merindukan darah manusia. " ucapan lembut Yaura membuat semuanya menoleh dan gemetar.
Tukkkk tukkk tuuk Yaura mendekati Pak Diyo dan menyingkirkan tangan Suaminya yang masih mencekik.
" Apa yang ingin Kau lakukan Wanita Gila !! " teriak Pak Diyo sambil melangkah mundur karena ketakutan menghadapi tatapan Yaura.
" Sudah Aku bilang sebelumnya, Aku sangat merindukan darah manusia. " lirih Yaura.
Melihat Istrinya kembali murka,membuat Ken senang.
" Tembak Dia. " Ken menaruh senjata di telapak tangan Istrinya.
Sejenak Yaura melirik ke arah senjata yang dipegangnya, namun..
Brughhhhhh Yaura malah menjatuhkannya.
" Aku sudah berjanji untuk mengakhiri pertumpahan darah ini dan tidak ingin setetes darah pun jatuh ke tanah." ucap Yaura.
Mendengarnya,membuat Bianca,Helena,Diyo dan Edward sedikit lega. itu artinya, Yaura tidak akan membunuh mereka.
" TAPI BUKANKAH MEMBUNUH TANPA MENGELUARKAN DARAH JUGA BISA DILAKUKAN? " Yaura menarik sudut bibirnya, dan menatap Para Iblis satu persatu.
Beberapa detik senang,mereka kembali di buat memucat.
" Kemarikan.. " Yaura menadahkan tangannya ke Sniper Kepercayaan Ken.
Sebuah suntikan nampak dikeluarkan oleh Sniper.
Dan sekarang,Yaura sudah memegangnya.
Degg !!! mata Para Iblis melotot.
" Tidakk !!!! tidakk !!! Apa yang Kau lakukan Yaura !!! " teriak Pak Diyo karena Yaura melangkah mendekatinya.
" Bukankah katamu Aku adalah Psikopat? sekarang, lihatlah.. Aku akan membuktikannya kepadamu. " lirih Yaura.
" Menjauhlah Yaura !!! menjauhlah !!! " teriak Pak Diyo.
" Ini adalah suntikan beracun, dan Kau akan lumpuh ! " Yaura menatap Pak Diyo. dan...
JLEBBBBBBBBBBB tanpa basa basi Yaura langsung menyuntikkan suntikan itu pada lengan Pak Diyo.
" BIADAB YAURA !!! " teriak Pak Diyo kesakitan.
Deg !!! Para Iblis , Ken, Sniper, Pak Agus ,dan Pak Andi membulatkan kedua matanya saat melihat Yaura benar-benar menyuntikkan racun itu.
Brughhhhhhh Pak Diyo terkulai lemas, tubuhnya tidak bisa di gerakkan,mulutnya mengunci.
" Pak Andi, cepat ambil sidik jari Pak Diyo lalu tempelkan di materai. Dan Sekarang, Aku tinggal menunggu kematianmu beberapa hari kedepan, lalu ASURANSI KESEHATAN MU juga akan Aku ambil. " Yaura tersenyum.
Sigap, Pak Andi pun mengambil sidik jari Pak Diyo.
" Ke-ke-ke-jam sekali Kau Yaura !! " ucap Pak Diyo terbatah, tubuhnya kaku, mulutnya kini tidak bisa di gerakkan.
Melihat Yaura tersenyum setelah melumpuhkan seseorang,membuat Para Iblis memucat.
" Yaura bahkan tersenyum setelah menghabisi nyawa seseorang. Benar-benar Psikopat " ucap Bianca, tangannya gemetar.
" Ada ingin menyusul Diyo? " tanya Yaura dengan santainya.
Semuanya diam dan menundukkan pandangannya.
" Sekarang cepat tanda tangani berkasnya. " perintah Yaura.
Ketakutan, Edward dan Helena lebih dulu menandatangi berkas. Dann tatapan Yaura kini mengarah kepada Bianca.
" Cepat tanda tangani berkasnya, atau.. Aku juga akan membunuh Ibu dan Ayahmu ! " ancam Yaura.
Degg !!! Bianca menangis saat mendengarnya.
" Jangan Yaura !!! Aku mohon !!!! tetapi Aku tidak bisa menandatanginya !!! Ibu dan Ayahku mau makan apa jika Kau merampas semuanya Yaura !! hiksss " Bianca menangis.
" 3 " Yaura menghitung mundur..
Greppp Bianca menarik tangan Ken.
" Ken, Aku mohon kali ini saja,Ken.. Bujuk Yaura !!! selamatkan Aku Ken !! Aku mohon !!! " rengek Bianca diiringi tangis.
Ken menghempaskan tangan Bianca dan mengibaskan Jasnya yang terkena tangan kotorBianca.
" Minta kepada Edward ! Bukankah Kalian adalah sepasang kekasih? " Ken melirik ke arah Edward yang telah memfitnahnya meniduri Bianca dulu.
" 2 " lirih Yaura.
Grepppppp Bianca kini meraih tangan Pak Agus.
" Yaura pasti akan menuruti perintahmu. Aku mohon suruh Yaura untuk tidak memaksaku menandatanganinya.. Aku mohon !!! Hiksss " rintih Bianca.
Pak Agus tersenyum,
" Yaura.. Bianca memintamu untuk menyebarkan Video Syur nya dengan Edward. Ayo Nak, sebarkan sekarang ! " Pak Agus malah memberi perintah lain.
Degg !!! Bukannya membela, Pak Agus malah menjatuhkan harga dirinya.
" Dulu, Kau selalu mengataiku Wanita Murahan. Tetapi sebenarnya, KAU LAH YANG LEBIH MURAH DARI HARGA CABAI DI PASAR.Dengar Bianca, Aku masih berbaik hati kepadamu dengan tidak menyebarkan Video Dewasa dirimu dengan Edward." ucap Yaura.
Hiksssssss Bianca menangis dan sangat takut Yaura akan menyebarkannya.
" Aku masih menghargai kehormatanmu sebagai Wanita. tetapi ternyata Aku salah.. ". Kini Yaura mengalihkan pandangannya ke Edward,
" Edward, Kau sangat beruntung mendapatkan seorang SUPER MODEL seperti Bianca yang juga sangat ahli sebagai tangan kanan Louis dulu. Kau juga pasti sangat bangga, bahwa BIANCA juga menjual kehormatannya kepada Pengusaha, Petinggi Media, Majalah, dan Desainer hanya demi mendapatkan gelar SUPER MODEL. " ucap Yaura yang membuat semuanya mendelik.
Deggg !! Mata Edward hampir meloncat keluar,Ia tidak menyangka bahwa Bianca menjual tubuhnya ke siapapun.
Grepppppppp Bianca menjatuhkan dirinya dan memegang Kaki Yaura.
" Hentikan Yaura !!! Hentikan !!! berhenti mengatakan itu !!!! Hiksssssss !! Aku minta maaf !! " Bianca menundukkan kepalanya dan menangis.
Mendengar bahwa Bianca benar-benar Wanita Malam kelas kakap,membuat Ken menarik sudut bibirnya.
" Bisa-bisanya Aku bertunangan dengan Wanita seperti ini dulu ".
Dalam hati kecil Yaura ,Ia juga tidak ingin menjatuhkan harga diri Bianca ,namun bagaimana lagi,jika tidak seperti ini maka Bianca akan terus melawannya.
" Waktumu sudah habis,cepat tanda tangani berkasnya. " ucap Yaura sembari berusaha melepaskan tangan Bianca yang masih bersujud di kakinya.
" Maafkan Aku Yaura !!! Maafkan Aku !!! Hiksss " Bianca semakin bersujud ,mengisak dan merintih di kaki Wanita yang pernah Ia caci maki.
" Aku akan memaafkanmu jika Kau mau bekerja sebagai OFFICE GIRL di Perusahaanku. " ucap Yaura yang begitu menghina martabat Bianca.
Reino dan Hilya nampak memegang sebuah bulpoint guna menandatangi setiap berkas yang ada.Di dalam hati mereka sangat berat, tapi bagaimana mau bagaimana lagi? Ia juga tidak ingin nasibnya seperti Pak Diyo yang lumpuh.
Grekkkk Yaura menyingkirkan kakinya dengan paksa dan berlindung di belakang Suaminya, mata Yaura sebenarnya berkaca ,namun Ia tutupi.
" Jika Aku membutuhkan uang lagi, maka Aku akan kesini untuk membunuh Kalian,dengan seperti itu. Asuransi Kesehatan Kalian pun akan cair. " ucap Yaura.
Terpaksa, Bianca juga nampak menandatangi berkasnya.
Tukkkk tukkk tukk Ayah Reino berdiri lalu mendekati Anaknya,Ken.
" Ken.. " lirih Ayah Reino.
Sejenak Ayah dan Anak ini pun beradu pandang. Ken menatapnya dengan sengit, dan Reino menatapnya dengan sendu.
" Pak Andi.. ambil semua berkasnya. Dan Biarkan Diyo hidup lumpuh bersama mereka. " Ken tidak membalas sapaan Reino, Ia malah berbalik badan dan menarik tangan Istrinya lalu melangkah keluar.
" KEN... AYAH MERINDUKANMU KEN.. " teriak Ayah Reino yang semakin lesu.
" Rasakan ! sangat menyakitkan di abaikan oleh Anakmu sendiri, terlebih lagi Evelyn, Dia sama sekali tidak mengingatmu. " Pak Agus tersenyum miring dan berlalu pergi menyusul Ken.
Hilya, Bianca, dan Helena nampak menangis tiada henti. sementara Edward, Ia lebih melakukan kilas balik tentang Mansion Ayahnya.
" Semoga Yaura tidak menghancurkan mansion Ayahku. " lirihnya dalam hati.
Aarrrghhhhhhhh Ayah Reino berteriak frustasi sembari menjambak rambutnya.
Pak Andi yang sudah memegang berkas mereka pun tersenyum lebar dari luar sel.
" Nona Yaura dan Tuan Ken memberiku hadiah mobil sport dan apartement mewah.enak sekali bekerja dengan mereka. dan Kalian? Hidup bersama orang lumpuh. Mengenaskan, bagaimana jika Diyo buang air kecil atau pup ? pasti sangat bau." tutur Pak Andi.
" Baiklah. sekarang,borgol kembali mereka, dan kunci selnya. " sambungnya dan berlalu pergi.
" Baik, Tuan. " jawab Penjaga.
Reino hanya menatap kesal Andi yang telah menghinanya secara tidak langsung.
Di Dalam Mobil
Setelah melalukan Drama dengan Para Iblis, Yaura kembali mengembalikan suasana hatinya.
Greppp tangan kiri Ken memegang tangan Istrinya,lalu meremasnya lembut.
" Jangan mendengarkan omongan Diyo. " ucap Ken sembari fokus menyetir.
" Aku tidak mendengarkannya." jawab Yaura.
" Syukurlah. Dann.. untuk aset yang berhasil Kau ambil alih, Aku sarankan,agar Kau tidak menggunakannya. Diamkan saja." Ken melirik ke arah Istrinya, dan memberi saran kepada Yaura agar tidak menggunakan sepeser uangpun dari harta Para Pembunuh, karena tidak berkah.
" Iyah,Ken. tentu Aku tidak menggunakannya, lagipula Aku mengambilnya hanya untuk membuat mereka merasakan penderitaan seseorang." lirih Yaura.
Mendengarnya membuat Ken terkagum, bahwa Yaura benar-benar bukan Wanita yang haus harta.
Ingin memperbaiki mood,
" Karena ingin bulan madu,jadi Aku rasa.. Kita harus berbelanja. " celetuk Ken yang membuat Yaura mendelik.
" Katanya tidak mau ke Mall. " Yaura menahan senyumannya,karena jujur, Ken sangat plin plan.
" Kan tadi, bukan sekarang." Ken tersenyum sembari terus menggenggam tangan Istrinya.
Tiba-tiba trininggggggggggggg bunyi ponsel Ken berdering.
Ken melepaskan genggaman tangannya dan meraih ponsel yang berada di saku Jasnya.
EVELYN
" Angkatlah. " Ken menyodorkan ponselnya kepada Yaura.
" Halo,Evelyn. " jawab Yaura dengan begitu lembut.
" Yaura, dimana Kakak ? " Tanya Evelyn saat mendengar bahwa Kakak Iparnya lah yang mengangkat panggilannya.
" Kakakmu sedang menyetir. " jawab Yaura seraya melirik ke arah Suaminya.
" Wahh kebetulan. Tolong bilang kepada Kakak, untuk menemuiku di Mall XXX, katanya ingin membeli mobil,Aku sekarang sudah bertemu dengan Tuan Mark. " tutur Evelyn dari balik telefon.
" Baiklah,Evelyn. Aku akan menyampaikannya."
" Terima Kasih,Yaura. Kebetulan Kau bersama Kakak, jadi nanti Kita ke Salon bareng yah. " ujar Evelyn diiringi senyum merekah dari bibir merah meronanya.
" Ide yang bagus. " jawab Yaura.
Setelahnya Evelyn pun mematikan sambungan telefonnya.
" Apa kata Evelyn? " tanya Ken.
" Evelyn menyuruhmu untuk menemuinya di Mall XXX karena Dia sudah bersama Tuan Mark." jawab Yaura sembari menyodorkan kembali ponsel Suaminya.
__ADS_1
" Oh iyah Aku lupa, sudah ada janji dengan Tuan Mark. " Ken kini melajukan mobilnya dengan kecepatan lebih tinggi.
MALL
Sampai di basement, Ken ternyata sudah menyiapkan Pengawal berjumlah 12 Orang untuk menjaga Istrinya.
" Bukankah ini pengawalmu? " tanya Yaura seraya mendekati Suaminya.
" Iyah. Mereka akan ikut masuk dan menjaga Kita, Aku tidak ingin Kau kenapa-kenapa saat masuk ke Mall." tutur Ken.
" Jangan pake pengawal, Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian. Kita akan baik-baik saja. " Pinta Yaura.
Keselamatan adalah nomor satu, membuat Ken bersikeras untuk membawa pengawal masuk, terlebih lagi di dalam mungkin saja ada Paparazzi yang akan memotret mereka, karena Pengaruh Kemunculan Yaura sebagai Direktur G&D masih hangat-hangatnya.
Mengalah,
" Baiklah, jika Kau kenapa-kenapa Aku tidak akan menuruti permintaanmu lagi." lirih Ken.
Mendengarnya membuat Yaura tersenyum, lalu Yaura mengeluarkan sebuah masker dari Tas untuk menutupi wajahnya.
" Baru saja Aku ingin menyuruhmu untuk memakai masker, Kau lebih pengertian ternyata." Ken meraih tangan Yaura lalu berjalan melangkah beriringan.
" Kau juga harus memakainya. "
" Tidak perlu, nanti Para Wanita Cantik tidak melirikku. " celetuk Ken yang membuat Yaura mendelik.
" Dasar Pria ! " umpat Yaura dalam hati.
Ken dan Yaura melangkah memasuki Mall, sepanjang itu pula mereka menjadi pusat perhatian karena popularitas Ken yang terkenal sebagi Pengusaha Muda yang sukses membuat siapapun akan mengenalnya. Ditambah melihat yang di gandeng oleh Ken pasti Istrinya, yaitu Yaura.
" Itu Tuan Ken.. lihatlah.. Dia sangat tampan.. "
" Benar itu Tuan Ken, pantas saja Aku tadi melihat Adiknya, yaitu Evelyn ada disini. "
" Pasti itu Nona Yaura, wahhh Aku tidak sabar melihat seberapa cantik Dia. "
" Dari artikel dan berita Televisi, Aku melihatnya sangat cantik. Pasti aslinya pun lebih lebih cantik. " Iyah,Itulah pujian Para Pengunjung.
Sadar menjadi pusat perhatian,membuat Ken mempercepat langkahnya.
" Kau dimana ? " tanya sambil menelfon Evelyn.
" Restaurant XXX. " jawab Evelyn.
Restaurant XXX
Mengenali Kakaknya dan Yaura berada ambang pintu,
" Tuan Mark, Kakakku sudah datang. " ujar Evelyn sambil berdiri.
Tukkkk tukkkk tukkkkk Ken dan Yaura pun kini berada tepat di hadapan mereka.
" Kami cukup lama menunggumu,Ken. " ucap Vino diiringi senyum manis.
Dan..
Yah, Ken dan Tuan Mark kini beradu pandang. mereka mengagumi satu sama lain, Mark yang bertubuh Altelis dan Ken yang sangat tampan.
" Ken, bagaimana kabarmu? lama tidak bertemu. " Mark lebih dulu memeluk Ken, yang merupakan Teman sekaligus customer setianya.
" Sangat baik, Kau sendiri? Iyah, Kita sudah lama tidak bertemu. Dan maaf, Aku sudah membuatmu menunggu. " Ken mengulas senyum manis kepada Teman jauhnya itu.
Mereka pun saling melepaskan pelukan,
" Tidak masalah,Ken. Aku faham, Kau adalah orang dengan segudang kesibukan. Hahahah " Mark tertawa, diikuti oleh Ken.
" Oh iyah,Ken.Perkenalkan ini Assistenku, Nona Donna. " sambung Mark sembari memperkenalkan Wanita berambut panjang bertubuh Sexy yang sedari tadi memperhatikan Ken tanpa henti.
Wanita yang bernama Nona Donna itupun maju sembari mengulurkan tangannya.
" Perkenalkan,Tuan. Aku Donna. " sapanya sembari mengukir senyum lebar.
" Ken. " Ken membalas uluran tangan itu sejenak lalu melepasnya.
Karena sedari tadi Yaura berlindung di belakangnya, dan..
" Perkenalkan Mark, Ini adalah Istriku, Yaura. Dan Yaura, Dia adalah Mark, Temanku. " ucap Ken.
Mata Yaura dan Mark pun kini beradu pandang.
" Perkenalkan,Nona. Aku Mark.. " Mark hendak mengulurkan tangannya, namun..
Greppp Yaura lebih dulu membungkukkan badan dan menundukkan kepalanya sebagai Rasa Hormat.
" Yaura. "
Melihatnya membuat Mark tersenyum dan mengurungkan niatnya untuk mengulurkan tangan. Ia pun membalas penghormatan Yaura dengan balik membungkukkan badannya. Disela-sela itu, tangan Mark nampak menyentuh tangan Donna untuk memperkenal dirinya.
" Perkenalkan,Nona. Aku Donna. " Donna pun ikut membungkukkan badannya.
" Yaura. " Yaura menundukkan kepalanya.
" Baiklah, mari Kita duduk. " Ken mendudukkan tubuhnya di kursi. Disusul oleh lainnya.
Evelyn melambaikan tangannya sebagai kode kepada Waiters.
" Kakak..Yaura.. Kau mau pesan apa? " tanya Evelyn sembari membuka buku menu.
Ken menyebutkan makanan dan meniman yang Ia inginkan,
" Kau mau makan apa? " tanya Ken sembari menatap Istrinya yang masih pake masker.
" Aku masih kenyang. Jadi pesan Lemon Dingin saja. " lirih Yaura.
" Mark, Kau pasti belum makan. Seingatku, Kau sangat menyukai Nasi Goreng, boleh Aku memesannya untukmu? " tanya Ken sembari menatap Mark yang pandangannya sedari tadi terarah pada Istrinya.
" Aku sudah makan bersama Evelyn dan Vino tadi ,Ken.Terima kasih. "jawab Mark.
" Evelyn sudah makan tetapi memesan makanan lagi, Ayolah kawan.. Kita harus makan bersama. " Paksa Ken.
" Tidak heran jika Adikmu memesan makanan lagi, Evelyn kan emang doyan makan. " celetuk Vino.
" Hei !! " sentak Evelyn yang membuat Mark dan Donna tertawa.
" Tidak apa-apa,Nona. Sah saja kok, tidak dilarang. " timpal Donna yang sedari tadi mengamati Ken dan Yaura bergantian.
" Nah itu benar." saut Evelyn lalu mengalihkan pandangannya ke Yaura.
" Yaura.. setelah makan, Kita ke salon. Jangan mengajak Kakak, Dia pasti bawel kalo ikut menunggu di salon. " bisik Evelyn ke telinga Kakak Iparnya.
" Tentu. " Yaura tersenyum dari balik maskernya.
Sementara Ken,Vino dan Mark nampak sibuk membicarakan soal spesifikasi Mobil Sport yang Ken inginkan. Bukan tanpa alasan Ken memilih Mark untuk menjadi penasehat soal memilih Mobil Sport, karena Mark adalah ahlinya.
" Lamborghini sangat cocok untukmu,lihatlah Desainnya sangat elegant. " saran Vino sambil menunjuk salah satu gambar Lamborghini.
" Prestige, Porche, Ferrari, BMW semuanya sangat cocok dengan Kriteria yang Kau inginkan. Lagipula Kau sudah memiliki Bugatti Chiron yang sangat mahal, Aku rasa saatnya Kau memakai Mereka." timpal Mark.
Ken diam sejenak,
" Kau benar juga. Lamborghini sebenarnya sangat cocok untukku, tetapi.. Istriku? " lirih Ken.
Donna dan Mark mendelik saat mendengarnya.
" Ada Istrimu disamping, untuk apa Kau repot-repot berfikir. " goda Mark.
Ken pun menoleh ke arah Istrinya. Ia sebenarnya sudah menebak,pasti jawaban Yaura adalah tergantung padanya.
" Sayang, Kau mau Lamborghini, Bugatti, BMW, Ferrari atau apa? Pilihlah yang cocok untukmu. " tutur Ken.
Bukannya memilih Yaura malah melirik ke arah Suaminya.
" Terserah Kau saja. "
" Perfect. Aku sudah tau jawabannya. " Ken tersenyum.
" Baiklah, karena Istriku menyukai warna putih. Jadi Aku lebih memilih Lamborghini warna putih. " sambung Ken.
" Deal? " Mark mengulurkan tangannya.
" DEAL. " Ken menjabat tangan Mark.
" Kakak.. Aku mau satu .. " rengek Evelyn.
" Minta sama Vino. " Ken tersenyum meledek.
" Vin.. Porche yah.. satu saja. " Evelyn mengalihkan pandangannya ke Vino.
" Yaiyalah satu. masa selusin,Sayang. " Vino terkekeh.
" Kau mau warna apa Evelyn? " tanya Mark.
" Hitam. " jawab Evelyn dengan antusias.
" Baiklah, Aku akan mentransfer uanganya besok." saut Ken.
Tak berselang lama, Pelayan membawakan pesanan mereka.
" Aku sangat haus. " ucap Vino yang langsung menenggak minumannya sampai habis.
" Ayo Mark,Donna.. makan dulu.. " ucap Ken, lalu menatap Istrinya.
" Buka maskernya.. " lirih Ken dengan lembut.
Meskipun enggan, namun..
Brakkkk Yaura akhirnya membuka masker yang menutupi wajahnya.
Setelah itu, Ia pun meminum Lemon Dingin kesukaannya.
Melihat wajah Yaura secara menyeluruh,membuat Mark tak bisa berkedip, Ia terpukau dan membatu.
" Aku baru melihat Wanita secantik ini.. " puji Mark dalam hati. Ia menatap bola mata Yaura yang indah,kulit putih, bibir pink dan wajah yang menenangkan .
Begitupun dengan Donna yang merasa minder setelah melihat kecantikan Yaura.
" Pantas saja Tuan Ken memilihnya,Dia sangat cantik. "
Melihat bahwa Mark tidak berkedib dan terus menatap Istrinya.
" Ekhemmm." Ken berdehem hingga membuat Mark sadar.
" Ken.. sepertinya Aku tidak asing dengan Wajah Nona Yaura. Tapi Aku lupa dimana melihatnya. " Mark mencoba mencairkan suasana.
" Tuan Mark pasti melihatnya di Televisi dan Media, karena Kakak Iparku, Yaura adalah Direktur Utama G&D. " Evelyn lebih dulu menyaut dengan bangganya.
Degg !!! mata Mark dan Donna hampir meloncat keluar.
" A-a-apa ? G&D ? Yaura Gita Devmalik? " tanya Mark terbatah.
" Iyah, itu Istriku,Mark. " senyum Ken.
" Ya Tuhan, Aku tidak menyangka bisa bertatapan langsung denganmu,Nona. " senyum Mark.
Yaura hanya membalasnya dengan senyum tipis tanpa bicara.
" Astaga, G&D ? Itu berarti Wanita ini sangat Kaya Raya. " gumam Donna dalam hati.
Berencana ke Salon,
" Kakak, Tuan Mark, Donna..Aku dan Yaura pamit dulu untuk berbelanja. " Evelyn berdiri, disusul oleh Yaura yang ikut berdiri.
" Tunggu sebentar lagi, jangan berkeliaran sendirian. " Tolak Ken.
" Kita hanya ke Salon, Kakak. tidak kemana-mana. " rengek Evelyn.
Ken merasa tidak enak jika harus meninggalkan Mark lebih awal,terlebih lagi mereka baru bertemu.
Mengerti,
" Tidak apa-apa,Ken. lagipula, Kita sudah mengobrol cukup lama. Kau pasti sangat mengkhawatirkan Istrimu. " senyum Mark.
" Tidak.. Tuan Mark harus tetap mengobrol dengan Kakak. Aku tidak ingin Kakak ikut,karena Kakak pasti akan mengeluh jika Kami lama. " celetuk Evelyn dengan begitu jujurnya.
Lmaooo Vino, Donna dan Mark tertawa mendengarnya. sementara Ken nampak berdecak mendengar aibnya dibongkar.
" Tenang,Ken. Aku membelamu. Para Pria pasti akan merasa jenuh jika menemani Para Wanita ke salon. " tutur Mark.
" Ken.. lanjutkan saja obrolanmu,Aku akan menjaga Evelyn dan Istrimu. Jadi,Tenanglah calon Kakak Ipar. " Vino berdiri sembari menepuk pundak Ken.
Melihat di depannya ada salon,
" Di salon itu saja. Jangan yang lain! " tegas Ken sambil menunjuk salon yang ada di depan Restaurant yang mereka singgahi.
" Tidak.. Aku maunya di samping Fendi ! " tolak Evelyn.
" JANGAN YANG LAIN ! " Ken mempertegas perintahnya.
" Iyah.. " saut Yaura yang membuat Ken seketika teduh.
" Sudah Ayo, Yaura.. inilah alasan Aku tidak suka mengajak Kak Ken ke Mall, Dia sangat bawel." gerutu Evelyn sambil melangkah.
" Kakakmu memang bawel. " celetuk Yaura sembari menahan senyumnya.
" Heii !! Hei !!! Kalian menggosipi Calon Kakak Iparku ! Aku bilangin nanti ! " goda Vino yang mendengar mereka bergosip.
" Bilangin saja ! Kami tidak takut ! yang ada .. Kak Ken yang takut sama Istrinya😂hihihi benar kan Yaura ? Kakak itu Suami takut Istri " Evelyn menyenggol Yaura.
" Sedikit salah, tapi ada benarnya. " saut Yaura.
*
*
*
Satu Setengah Jam Ken mengobrol dengan Mark dan Donna sambil mengawasi Istri dan Adiknya, mereka pun akhiri mengakhiri pertemuan. Sementara Yaura dan Evelyn nampak memanjakan dirinya dengan berbagai treatment.
Salon
Ken masuk,lalu melihat Istri dan Adiknya sedang melakukan perawatan,sedangkan Vino nampak seperti Pria Bucin yang duduk di Soffa tunggu seraya memperhatikan Pegawai Salon yang Sexy nan Cantik.
" Lama sekali !!! " Ken menjatuhkan dirinya di soffa.
Mendengarnya ,membuat Evelyn yang sedang di mani dan pedi pun melotot.
" Lama sekali ! Lama sekali ! baru saja satu jam !" Evelyn menirukan suara Kakaknya yang membuat Pegawai Salon, Yaura dan Vino tertawa.
" Baru saja satu jam ! itu namanya LAMA ! "
Ken menirukan suara Adiknya, lalu beranjak mendekati Istrinya yang sedang di catok.
" Hai,Sayang. " sapa Ken sambil menyenderkan tubuhnya di depan cermin Salon.
Yaura hanya mengulas senyum manis sebagai jawaban.
" Suatu kehormatan besar, Salon Kami dikunjungi oleh Keluarga Tuan Ken. Kami mengucapkan banyak terima kasih. " Sapa Manager Salon seraya membungkukkan badannya.
" Terima kasih kembali. " jawab Ken sambil mengulas senyum.
" Tuan, Istri Tuan sangatlah cantik." puji Pegawai Salon yang sedang menyatok rambut Istrinya.
" Tentu. " jawab Ken dengan bangganya.
Beberapa menit setelahnya, Para Wanita pun telah selesai melakukan perawatan.
Mereka kini melangkah keluar dan berkeliling Mall.
Sepanjang itu pula, mata Yaura menyapu bersih keramaian Mall. Lalu lalang orang berbelanja, deretan pakaian mewah, jam tangan ,restaurant, dan lainnya benar-benar memanjakan matanya saat ini.
" Berbelanjalah sesukamu. " lirih Ken sembari berbisik ke telinga Istrinya.
" Berkeliling saja itu sudah membuatku senang. Kelihatannya mereka juga sangat bahagia saat berkeliling Mall. " Yaura menatap sepasang kekasih yang sedang tertawa bahagia sembari membawa Paperbag.
" Para Wanita pasti akan bahagia jika pergi ke Mall dan belanja. " jawab Ken, ekor matanya tidak sengaja menangkap toko Pakaian Dalam Wanita.
Kumat jahil dan otak kotornya,
" Kau tidak bernafsu untuk berbelanja,kan? Baiklah. Tapi kali ini Aku bernafsu untuk berbelanja. " bisik Ken dengan suara memberat, tatapan matanya pun terlihat nakal.
" Belanja apa? " tanya Yaura.
Tak menjawab, Ken langsung menarik tangan Istrinya diiringi senyum jahil.
Sementara Evelyn dan Vino dengan polosnya mengikuti langkah Ken.
Toko Pakaian Dalam
Mata Yaura hampir meloncat keluar saat Ken membawanya ke toko pakaian dalam Wanita. Evelyn dan Vino tertawa terbahak-bahak melihat ekpresi Yaura yang tidak sewajarnya.
" Astaga, Yaura. Kak Ken ternyata sangat pengertian. " Evelyn tertawa geli, Ia sadar bahwa Kakaknya itu akan segera berbulan madu jadi membelikan Istrinya pakaian dalam.
" Anji*g ! mentang-mentang mau bulan madu jadi membeli pakaian yang Aaarghhhhhh menggoda. " bisik Vino kepada Ken dengan nada mendesah.
" Namanya juga laki. " Ken menaikkan satu alisnya.
Melihat banyak Bra, celana dalam, lingerie bolong, dan macam-macam pakaian tidur yang aneh membuat bulu kuduk Yaura merinding. Ditambah dengan adanya Ken dan Vino yang notabennya seorang Pria,membuat Yaura merasa malu dan tidak nyaman.
" Tidak.. tidak.. " Yaura berbalik badan dan melangkah keluar, ekpresinya sangat menggemaskan.
Grepp Ken langsung menarik tangan Istrinya.
" Kita akan berbulan madu, dan Aku ingin Kau memakai lingerie Sexy nantinya. " lirih Ken seraya menggigit bibir bawah, dan pandangannya terarah pada Buah Dada Istrinya yang semalam Ia lahap.
" Jangan mengada-mengada. Aku tidak mau memakai pakaian seperti itu ! Lihatlah ! pakaiannya sangat aneh. Menerawang, berlubang, sangat pendek. "Yaura memucat hingga membuat wajahnya semakin membuat Ken gemas.
" Aaahhhhh jadi Kau tidak mau memakai pakaian? Kau maunya polos tanpa busana begitu? " Ken terus menggoda Istrinya tanpa henti.
Plakkkkk Yaura mendaratkan tamparan lembut ke pipi Suaminya.
" Mesum. " Pipi Yaura bersemu merah dan malu-malu , Lalu Ia memilih melangkah memasuki toko DIOR dibanding mengikuti ide gila Suaminya.
Ken tertawa lalu ikut masuk ke DIOR.
" Rasanya sangat membahagiakan jika menggodanya. Dia masih malu-malu denganku. " lirih Ken dalam hati.
" Kakak.. Aku akan belanja sepuasku. " Evelyn menepuk pundak Kakaknya dan memberi kode untuk membayarkan semua barang belanjaannya.
" Iyah Kakak faham. belanjalah sepuasmu. " Ken tersenyum.
Melihat Istri dan Adiknya akur membuat Ken sangat bahagia. Sang Adik yang sangat cerewet soal fashion, sibuk memberi masukan untuk Istrinya dalam hal memilih busana. Yaura yang kaku dan asal memilih,kini direcoki oleh Evelyn yang sibuk memilihkan busana untuknya.
Wanita tetaplah Wanita, yang akan memilih pakaian dalam waktu lama.
Vino yang diam-diam mengamati mereka pun kini berdiri di sebelah Ken.
" Aku sangat ingat bagaimana perseteruan mereka saat di Royal Tulip. Tuhan sangat adil, kebenaran akhirnya dinampakkan. " lirih Vino yang mengingat kembali kemarahan Evelyn yang memaki dan mencaci Yaura dengan teganya.
" Aku juga bersyukur,Vin. Sangatlah berat memilih antara Adik atau Istri, Orang Tua atau Istri, Perusahaan atau Istri, dan Menyerah atau Mati?. semuanya harus dihadapkan dengan Istriku." lirih Ken .
" Iyah Aku tahu bagaimana Kau memperjuangkan Yaura agar tetap disisimu dan selamat." Vino menundukkan pandangannya, Ia sangat ingat bagaimana Reino tega menembak Evelyn yang notabennya adalah anaknya sendiri hanya untuk memfitnah Yaura.
" Kakak, Vino kemarilah !!! ini sangat bagus untuk Kalian. " Evelyn melambaikan tangannya seraya menunjukkan sepasang Jas Mewah.
Ken dan Vino pun tersenyum melihat cerewetnya Evelyn,lalu melangkah mendekatinya.
" Mana yang bagus? " tanya Vino kepada kekasihnya.
" Kakak tidak suka warna cerah, jadi Ini lebih cocok denganmu,Vin. " jawab Evelyn sembari memakaikan Jas tersebut ke tubuh Vino.
Ken mendakati Istrinya yang entah sedang mencari apa,
" Panjang mulu. kapan pendek. " protes Ken seraya mengambil alih pakaian pilihan yang ada di tangan Istrinya.
" Tuan, Saya bantu membawakan pakaian Nona dan Tuan. " ucap pegawai Dior sambil menadahkan tangannya. Ken pun menyerahkan pakaian Istrinya ke pegawai.
Tanpa berkata, Yaura menarik tangan Suaminya, sambil menunjukkan sebuah Jas berwarna Grey yang memiliki desain elegant nan berkelas.
" Ini sangat cocok untukmu. " lirih Yaura seraya mengambil sebuah Jas Grey lalu memakaikannya ke tubuh Altelis Sang Suami.
Ken sejenak terdiam, Ia merasa sangat bahagia mendapat perhatian dari Sang Istri walaupun itu hal kecil. Karena Ia sangat hafal, bahwa Istrinya adalah seorang Wanita yang tidak romantis atau pandai berkata manis.
" Kau menyukainya? " tanya Yaura memecahkan lamunan Ken yang sedari tadi sibuk memandang wajahnya.
" Apapun yang Kau pilih, Aku akan menyukainya. " lirih Ken.
Yaura tersenyum, lalu tangannya mengambil sebuah mini dress berwarna pink.
" Kalau begitu, Kau juga pasti menyukai ini. " Yaura balik menjahili Suaminya.
" Kau akhir-akhir ini berani menjahiliku. " Ken tersenyum dan mencubit lembut perut Istrinya.
" Geli.. " Yaura tersenyum yang membuat Ken semakin tidak tahan untuk memeluknya.
" Lain kali Kita akan berbelanja lagi. Sekarang Ayo pulang, Aku sudah tidak tahan. " Ken melepaskan Jas Grey lalu membawa Istrinya ke Kasir.
" Tidak tahan apa? " tanya Yaura dengan pelan.
Ken mendekatkan wajahnya ke telinga Sang Istri.
" Aaaahhhhhh.. " Ken mendesah, hingga membuat Yaura bersemu dan membulatkan kedua matanya.
" Astaga. " lirih Yaura dalam hati, jantungnya berpacu cepat mendengar desahan Sang Suami, itu mengingatkannya pada pertempuran Ranjang.
*
*
*
RUMAH YAURA
Ken dan Yaura kembali ke Rumah, sementara Evelyn dan Vino masih di Mall. Terlihat, langit mulai menghitam, matahari pun hampir tenggelam.
Sementara Para Pelayan terlihat mengambil barang belanjaan milik Nona dan Tuannya.
" Rumahnya sangat luas, Aku takut tersesat. " suara seorang Pria berbaju pelayan menyita perhatian Yaura dan Ken.
Dan..
" Hei Robin ! Kau ada disini? " sapa Ken sambil tersenyum.
Melihat Tuan dan Nona nya,
" Salam Tuan,Nona. Iyah Tuan, Nona Evelyn memindahkanku kesini. " jawab Robin dengan polosnya.
Setiap melihat Robin, Yaura akan tersenyum karena saat pertama kali Dia datang ke Rumah Ken ,dan Robinlah yang menjadi sasaran kemarahan Ken akan dirinya waktu itu.
" Robin.. Kau perlu menggunakan GPS agar tidak tersesat disini. " ucap Yaura sambil tersenyum.
" Iyah,Nona. Rumah Nona dan Tuan Ken seperti Istana,Aku berjalan kaki disini seperti seorang Atlet yang sedang berkeliling komplek. " celetuk Robin.
" Bilang saja Kau merasa lelah berjalan kaki. Baiklah,Nona Yaura besok akan membelikan sepeda untukmu." tawa Ken lalu menarik Istrinya untuk kembali melangkah.
" Wahh terima kasih,Nona. Nona sangat baik " Robin membungkukkan badannya hingga membuat Yaura tertawa.
" Kau kenapa sangat hobi menjahili Robin ? ".
" Dia itu sangat lucu. makanya Aku suka menjahilinya. " Ken meraih pinggang Istrinya lalu melangkah menaiki anak tangga.
Kamar
Yaura melepaskan tas slempang lalu menaruhnya di Soffa, mencopot Higheels lalu memakai sandal biasa, dan mencopot Jam Tangannya. Sementara Ken, biasa..
Ia melemparkan Jas ke sembarang arah, Dasi ke Ranjang, gesper ke lantai, kunci mobil ke Ranjang, Dompet, senjata dan semuanya Ia lempar sesukanya.
Yaura yang melihatnya pun hanya tersenyum, ingin menanggapi tapi Ken lebih dulu melemparnya sesuka hati. Akhirnya Ia pun memunguti kembali pakaian yang Suaminya lempar,sebagaimana seorang tugas Sang Istri .
Ken yang sedang melucuti kancing kameja pun, menghentikan aktifitasnya dan tersenyum.
Grepppp Ken memeluk Istrinya dari belakang.
" Mandi bareng.." lirih Ken di tengkuk Istrinya.
" Nanti saja.. " tolak Yaura dengan halus.
" Kapan? " suara Ken terdengar memberat.
" Mmmmm.. " Yaura tersenyum.
" Mmmmm Aku maunya sekarang. " Ken membalikkan tubuh Sang Istri lalu menempelkan tubuhnya.
" Sudah sana mandi. " lirih Yaura dengan lembut.
" Kenapa Kau selalu membuatku gemas. " Ken tersenyum dan mendekatkan wajahnya.. Lalu...
Slurppppppppp bibirnya dengan sigap melahap mangsanya. Ia terus mel*mat dan mengh*sapnya tanpa henti. tangannya pun bereaksi lalu mer*mas apapun yang bisa Ia r*mas.
Yaura memejamkan mata dan menikmati ciuman Suaminya. Senyum keduanya terlihat sangat jelas saat berciuman.
5 menit berciuman, Yaura lebih dulu melepaskan bibirnya.
" Jangan lama-lama.." ucap Yaura.
" Tapi Aku suka yang lama. " Ken tersenyum. jemarinya mengusap bibir Yaura yang basah karena ulahnyaa.
*
*
*
*********
Jangan lupa like dan votenya yah♥️
Saran dan Kritiknya juga guysss ♥️
Oh iyah, sebelumnya Aku minta maaf karena menghilang selama 2 Minggu dan ngga up sama sekali. Aku ada masalah kesehatan guys huhuhu Maafin yah♥️♥️ Dimaafin tidak nih?😭♥️
Dan soal cerita,namanya juga NOVEL HALU, CERITA NGARANG, YA MON MAAF KALO BERLEBIHAN ATAU LEBAY,TIDAK MASUK AKAL. MAAFIN JUGA YAK♥️
Spoiler
Tanpa sepengetahuan Istrinya, Ken mendatangi seseorang yang selama ini Ia cari, yaitu tangan kanan Reino dan Hilya.
" Berurusan dengan Istriku, itu artinya Kau berurusan denganku. " Ken mengarahkan pistol ke jantung Pria itu.
__ADS_1
" Beruntung, Istriku tidak mengincarmu, jika Dia tahu Kau masih hidup, pasti Kau tidak bisa lagi bernafas. Tapi sayangnya, Aku sangat mengincarmu. " Ken menarik sudut bibirnya.
" Sebenarnya,Aku ingin titip salam kepada Mertuaku, yaitu Ayah Devano dan Ibu Yanuar di Surga, tapi Aku lupa bahwa.. Kau perginya ke Neraka ! Selamat tinggal ! ".