
Tibaa...tiba....
Seseorang hendak menjatuhkan sesuatu dari Lantai Dua .
" Ya Tuhan .. Asap Beracun " ( Efeknya akan pingsan sementara Waktu ) Yaura yang melihatnya , langsung mengambil Sapu tangan yang tergeletak di lantai .
Ken terus menembaki Para Sniper .
" Cepat masuk kedalam Ruangan ini, dan jangan keluar sebelum Aku menyuruh kalian keluar " perintah Ken .
Vino & Kevin pun menuntut Para Wanita untuk masuk ke dalam Ruangan .
Lengah sedikit ,
brugghh Seorang tadi melemparkan beberapa benda mirip Bom dan mengeluarkan asap .
Dalam sekejap Para Wanita dan lainnya pingsan karena menghirup asap .
Termasuk Ken, namun Ia masih sedikit sadar
" Sial . Siapa Kau Brengsek ! " Ken berlari ke arah Orang itu lalu menendangnya dengan begitu kuat, karena terkepung asap , Orang itu tidak siaga terhadap peluru dan
Dorrrrrr dorrr dorr Ken menarik pelatuk senjata miliknya, hingga seorang itu mati .
dan
brughhhhhhh Ken ikut pingsan setelahnya, Karena kadar asap beracun sangat tinggi dan jumlah banyak .
Yaura yang masih bertahan dengan sapu tangan yang menutupi hidung dan mulutnya, walaupun Ia sempoyongan . Dengan sigap, Ia langsung mengambil senjata dari tangan Kevin yang tergeletak pingsan .
" Dimana CCTV nya " lirih Yaura pandangan matanya menyoroti sudut Ruangan , dengan mata yang ngeblur dan sempoyongan Ia berhasil menembaki beberapa CCTV yang menyorot dirinya.
Ia segera melangkah ke arah Jendela , dan menemukan beberapa Sniper disana.
Dorrr dorrr dorrr dorr dorrr dorrrdorr dalam sekejap Ia berhasil melumpuhkan 3 Sniper .
tiba-tiba Dari arah Pintu seorang Sniper mengarahkan Laser kepadanya .
Dengan Pandangan yang tertutup asap, namun Yaura mampu membidik dengan sempurna.
Dorrr dorr dorr Ia lebih dahulu menembak senjata ke arah Sniper .
" Siapa mereka ? " lirih Yaura seraya mengendap mendekat ,
Lain tempat
" Tim memanggil " Sniper menekan earpiece .
" Ada Apa ? " jawab seseorang bersuara serak .
" Ada yang menembaki Tim kita, Dia Pro . dan Wanita " ujar Sniper .
" Arahkan semua TIM untuk masuk . Bawa Target Kita, dan Cari Tahu siapa Wanita yang menembaki Kalian ! "
" Siap " Semua Sniper segera menuju masuk Ruangan .
Kembali pada Yaura, mengarahkan senjata ke Jantung Sniper.
" Siapa Kau ? " tanya Sniper itu .
" Aku ? ..... " jawab Yaura .
Dan dorrr dorrr dorr Ia segera menembaki Sniper itu .
Ada sedikit waktu senggang ,
" Ken bangunlah .." lirih Yaura seraya menepuk-nepuk Pipi Ken .
" Ken, Aku mohon bangunlah ... " Yaura mencoba terus membangunkannya hingga harus merebahkan Ken dipangkuannya .
Yaura berusaha untuk membangunkan suaminya tersebut. Tiba-tiba Evelyn dan Pacar Alex bangun terlebih dahulu.
" Syukurlah mereka Bangun " Yaura segera membuang senjata yang sempat Ia pegang .
Sadar bahwa Evelyn akan membangunkan Kakaknya , Yaura pun segera menyingkirkan Ken dari pangkuannya lalu kembali ke Ruangan Tadi .
Masih tertutup asap, Evelyn tidak tahu bahwa Yaura sudah ada terlebih dahulu . Melihat Kakaknya yang tergeletak,
" Kakak !!! Bangunlah " teriak Kencang Evelyn.
Tak merespon , Evelyn dengan sekuat tenaga membangunkan Kakaknya .
" Kakak ! Bangun " teriak Kencang Evelyn di telinga Ken, Hal ini berhasil membuatnya bangun .
Membuka mata, namun penglihatnya masih kabur dan pusing
" Evelyn , Kau baik-baik saja ? " tanya Ken .
" Aku baik-baik saja Kak " Evelyn mengeluarkan air mata .
Ken pun segera bangun lalu mencari senjata,
" Jangan menangis " lirihnya seraya mengusap air mata Evelyn dan merangkulnya. Pandangannya tetap was-was dan menyoroti semua sudut Ruangan .
" Apa Yaura masih tidak sadarkan diri ? " batinnya .
" Evelyn bangunkan Vino dan Kevin " Ia melepaskan adiknya.
Tak disangka , Vino dan Kevin sadar dan segera membangunkan yang lain .
" Yaura .. " teriak Ken dari ambang Pintu Ruangan , pandangannya tertutup asap .
" Yaura Kau dimana ? " teriak Ken kembali . Ia memperhatikan satu persatu wanita yang pingsan di ruangan itu, namun tidak ada Istrinya .
" Jangan-jangan ... " Ken langsung keluar Ruangan dan berlari dengan sekuat tenaga .
" Yaura jawab Aku . Kau dimana ? " teriak Ken seraya menaiki anak tangga .
dan benar saja , Istrinya kini sedang tercekik oleh seutas tali yang dikendalikan seseorang .
" Lepaskan ! " teriak Yaura seraya memegangi tali yang menjerat lehernya .
Ken mendobrak semua pintu kamar yang ada di Rumah Keluarga William untuk menemukan Istrinya .
" Shittt !!!! Apa keamanan mereka selemah ini ? Sial ! " Ken benar-benar tak bisa menahan emosinya , Ia berlari dengan peluh yang berjatuhan membasahi tubuh kekarnya .
" Lepaskan " jerit Yaura seraya mendorong sebuah Guci bunga yang ada di sebuah Ruangan .
brughhhhhh Guci bunga terjatuh di lantai .
Mendengar ini, Ken pun langsung sigap menuju ke sumber suara .
__ADS_1
Dorrr dorrr dorr dengan Jarak Jauh, Ia berhasil menembaki seseorang yang menjerat leher Istrinya. Melihat Ken , Yaura pun langsung berlari ke arah suaminya .
" Yaura ... " lirih Ken dengan lembut yang melihat seutas tali masih menyantol di leher Istrinya .
" Kau baik-baik saja ? " pertanyaan Ini justru terlontar dari mulut Yaura yang terlihat sangat khawatir ,
Tak menjawab, Ken justru segera menarik Yaura untuk berlindung di belakangnya.
Tangan Kiri Ken, terus menggenggam tangan Yaura .
Beberapa Sniper kembali muncul ,
Dorrr dorrr doorrr mereka menembaki keduanya .
Dengan sebisa mungkin , Ken menghindari peluru sang Sniper , dan memastikan Istrinya tidak terluka .
Dorrr dorrr dorr dorrr tembakan balik Ken yang mengarah ke Kepala mereka . Triple Kill ( 3 Orang Tumbang )
Berhasil menumbangkan 3 Orang, tiba-tiba Gerombolan Sniper datang dari berbagai sudut Ruangan . Ken menurunkan senjata, matanya menyorot sekeliling guna memperkirakan bagaimana cara menumbangkan Mereka hanya dengan seorang diri .
Gerombolan sudah mengarahkan Laser merah kepada mereka berdua . Ken menggenggam tangan Yaura dengan begitu erat .
Darurat.. Ken membalikkan badan dan berhadapan dengan Istrinya.
" Yaura .. Kau tidak perlu cemas , Ikuti semua apa yang Aku perintahkan , bersembunyilah dibalik Guci Besar dan jangan keluar sebelum Aku menyuruhmu keluar " lirih Ken seraya menatap Istrinya dengan tatapan dalam .
" Tapi Ken .. Kau sendirian , mereka sangat banyak " jawab Yaura dengan panik, sudut matanya mulai memerah .
" Jangan menghawatirkan Aku . Dan Kau tidak perlu takut , Aku akan melindungimu " tiba-tiba tangan Ken mengusap lembut pipi Istrinya .
Sejenak , perasaan aneh melanda keduanya .
" Cepat sembunyi .. " perintah Ken . Yaura pun segera berlari dan bersembunyi dibalik Guci Besar.
Dorrr dorr dorrr tembakan sniper menghujani Ken . berhasil menghindar , dan kehabisan kesabaran .
" Brengsek ! Sniper Illegal seperti Kalian tidak pantas hidup " Ken mengangkat senjatanya dan menembakkan peluru .
dorrr dorrr dorrr Ken terus menarik pelatuknya hingga beberapa TIM tumbang .
Tak cukup hanya dengan Peluru, Ken kini berlari dan menendangi mereka semua .
Memukul ,menendang dan menjotos lawan Ken lakukan dengan kekuatan penuh .
Tak kalah dari Ken , Para Sniper juga memukulinya dengan kekuatan penuh . Hingga Ken mendapatkan beberapa Luka disana .
" Pecundang seperti Kalian benar-benar tidak layak mendapat julukan Sniper " ucap Ken seraya mengusap luka di bibirnya .
" Menyingkirlah ! Atau Kami akan membunuhmu ! " ancam Sniper .
" Lakukan ... Jika Kau bisa " Ken menatap Sniper itu dengan tatapan misterius .
dorr dorr dorr dorr Ken menembaki mereka dengan sangat cepat dan tepat .
" Kurang Ajar ! " teriak Sniper yang murka karena Tim lain sudah dilumpuhkan Oleh Ken .
Dorrr dorr dorrr Mereka pun menghujani Ken dengan banyak peluru .
Baku hantam peluru antara Ken dan Tim sudah tidak dapat dielakkan .
Menyadari ada yang aneh, Ken segera menoleh ke belakang .
dan
" Aku tidak tega melihatnya terluka .. " batin Yaura yang dilema ingin ikut membantu tapi tidak bisa , sedangkan Ken disana sudah banyak terluka.
" Yaura , bangunlah " lirih Ken yang kini ada di hadapannya.
Dengan sigap, Yaura menerima uluran tangan Ken dan segera berdiri . Ia berlindung dibelakang suaminya .
dorr dorr dorrr Ken menembaki Sniper kembali .
Baku hantam peluru ..
Hendak menembak, tiba-tiba tlkkkkkkkk peluru tidak keluar .
Ken segera melihat stock peluru dalam senjatanya.
" SHITT !! Pelurunya habis " umpat Ken dengan wajah kesal.
Lengah sedikit .
Seseorang hendak menusuk leher Yaura dari belakang . Ia membawa sebilah pisau yang besar dan tajam .
Peka
" YAURA ...... " Lirih Ken, dengan cepat Ia membenamkan Yaura didalam pelukannya .
Sekali lagi, Yaura mendapatkan perasaan aneh ketika ada di pelukan Ken, Suaminya .
Ketenangan, Kehangatan dan Kenyamanan yang Ia rasakan .
Namun ,ternyata .
Ken melindungi Yaura dari tusukan pisau, sehingga kini telapak tangannya lah yang menjadi korban sayatan dan tusukan pisau tersebut .
" Siapa Kau ? " ujar Ken kepada orang yang hendak menusuk Istrinya , nadanya seperti menahan sakit .
Melihat ini, Yaura segera melepaskan pelukan Ken dan berbalik badan .
Betapa terkejut dan syoknya Yaura, saat Sebilah Pisau menyayat dan menancap sempurna tangan Ken .
Darah mengalir deras, dan berceceran di lantai . Lengan Kameja putih yang suaminya gunakan pun bersimbah darah . Mata Yaura terbelalak sempurna .
" Ken ! Apa yang Kau lakukan ! " syok Yaura, air mata tiba-tiba keluar dari manik matanya .
Ken menyingkirkan Yaura dari hadapannya dan segera menendang seseorang itu.
ngiunggg ngiungg ngiungg suara sirine Polisi dan Densus .
" Mundur !!!!! " suara Komandan Sniper, mereka pun mulai melangkah menjauh dan berusaha menghindari Polisi.
Melihat Pisau yang masih menancap di tangan suaminya, membuat Yaura segera meraih tangannya.
" Apa yang Kau lakukan Ken !.. Kau menyakiti dirimu sendiri " teriak Yaura tiba-tiba, air matanya terus menetes.
Melihat Yaura menangis, membuat Ken terdiam .
" Aku baik-baik saja, tenanglah " ucap Ken yang bertingkah seolah baik-baik saja .
Dengan wajah khawatir ,cemas dan menangis . Yaura dengan sigap menarik Pisau yang menancap di tangan di Tangan Suaminya .
__ADS_1
" Aww... Apa Kau gila ? " Ken meringis saat Yaura tiba-tiba menarik pisau tersebut .
Tak memperdulikan Ken, Yaura segera merobek Gaun Putih yang Ia kenakan ( merobek bagian bawah Gaun dengan Pisau yang Ia pegang sekarang ).
Dengan air mata yang terus mengalir hingga Jatuh tepat di tangan Ken ,
" Berhentilah menangis .. Aku yang terluka kenapa Kau yang menangis " Ken mengajaknya becanda .
Yaura hanya diam , dengan segera Ia membalut luka Ken dengan Kain Gaun yang barusaja dirobek.
" Kau terluka .. Kenapa Kau tidak memperdulikan itu " lirih Yaura seraya terus membalut luka suaminya.
" Hanya luka kecil " jawab Ken seraya terus mengamati wajah Istrinya.
Selesai membalut luka,
" Jangan pernah mengorbankan dirimu hanya untuk keselamatan-ku, Aku tidak sepadan dengan apa yang Kau korbankan " Ia menatap Ken dengan penuh arti.
Mendengarnya, membuat Ken menatap serius kearahnya.
" Ini tidak Gratis , Kau harus membayarnya " lirih Ken.
Tersentak, dan begitu serius menanggapi perkataan suaminya,
" Apa maksudmu ? "
Ken tiba-tiba mengganti sorot matanya, Ia menatap Yaura dengan sangat lembut.
" One Night Stand " Ken menggigit bibir bawah dan mengedipkan sebelah matanya .
Mendengar ini , membuat Yaura kesal .
" Kenapa Kau selalu bercanda ! Luka bukanlah sebuah bahan candaan Ken " Ia kembali kembali menangis .
" Kenapa menangis lagi, bodoh " Ken tersenyum tipis dan ...
Tiba-tiba Ia Kembali merangkuh Yaura, dan memeluknya.
" Kau tenang saja, Aku tidak akan menuntutmu ganti rugi untuk hal ini " celetuk Ken seraya tersenyum usil .
Ntah tidak sadar atau bagaimana , Yaura kini membalas pelukan Ken, dan memeluknya dengan begitu erat , Ia membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya tersebut , namun air matanya tetap tak berhenti mengalir .
Dilantai bawah Polisi dan Tim Dokter sudah sigap menangani Para Tamu Undangan, dan mencari para perusuh tadi .
Mereka masih saling memeluk, tangan Ken mengelus lembut kepala Istrinya .
Tiba-tiba Bianca datang dan melihat pemandangan tersebut.
" Apa yang Kalian lakukann? " sentak Bianca dan membuat keduanya kaget.
Tersadar, Yaura pun melepaskan pelukannya .
Melihat tangan Ken terluka, Bianca segera mendekati Mantan Tunangannya tersebut . Ia menyingkirkan Yaura dengan sangat kasar ,
" Ken .. Kau terluka . Kenapa Kau bisa terluka ? " tanya Bianca seraya memegang luka Ken .
Tak ingin disentuh, Ken segera menyingkirkan tangannya .
" Hanya luka ringan " ucap Ken .
Tak lama , Evelyn datang dengan Vino dan Alex .
" Kakak ... Kau terluka ? " panik Evelyn yang langsung sadar melihat luka di Tangan dan Wajah Kakaknya .
Ia langsung meraih Wajah Kakaknya.
" Kak.. Kenapa Kau bisa terluka seperti ini ? " cemas Evelyn seraya memegang luka di Wajah Ken .
" Kau tenang saja , Ini hanya luka kecil "
Tak terima melihat luka Kakaknya, Evelyn segera berbalik badan dan memandang Yaura.
" Ini pasti gara-gara Kau kan? Setiap ada Kau disisi Kakak-ku , disaat itu juga Kak Ken terluka "
Mendengar hal ini , membuat Ken terbelak .
" Berhenti mengatakan hal omong kosong Evelyn . " tegas Ken .
" Tapi Kak, saat Kita pergi dengannya juga terjadi Hal yang sama . Kita selalu berhadapan dengan Pasukan Bersenjata "
" Cukup. Jangan mengatakan hal apapun lagi " Ken menaikan nada suaranya.
Yaura hanya diam tanpa bereaksi .
Vino yang khawatir terhadap keadaan Ken,
" Ken, sebaiknya Kita ke Rumah Sakit untuk mengobati lukamu " timpal Vino yang berdiri di sebelah Yaura.
" Tidak perlu , Panggil saja Dokter untuk ke Rumah . Kita pulang sekarang " ucap Ken dan berlalu begitu saja. Diikuti oleh Vino dan Evelyn .
Sementara Bianca, sibuk memandang Yaura . Ia melipatkan kedua tangannya di perut .
" Jangan terlalu bangga karena Kau diselamatkan oleh Ken . Jangan terlalu berharap Kau akan mendapatkan Cintanya . Dan Jangan terlalu senang terhadap Statusmu sebagai Istri Ken ." ujar Bianca dengan nada arogant .
" Aku tidak menunjukkan reaksi apapun kepadamu. Jangan menerka-nerka diluar kenyataan , itu akan membuatmu sering berhalusinasi " Yaura membalasnya dengan jawaban menohok.
Bianca geram .
" Kau harus tahu Nona Yaura ... bahwa , Ken tidak akan mencintai dirimu . Dia hanya akan mencintaiku " celetuk Bianca .
Yaura terdiam .
" Kau harus tahu . Cepat atau lambat, Pernikahan Kami pasti akan terjadi ,dan Kau akan diceraikan olehnya . Jangan berharap Kau menjadi Nyonya di Keluarga Bachtiar . Kau mengerti ? " ujar Bianca seraya menunjuk wajah Yaura .
Dengan santai,
" Singkirkan tanganmu .. " Yaura menyingkirkan jari yang menunjuk ke Wajahnya .
" Terlepas dari semua kehaluanmu . Tolong sadarlah, Aku Istri Ken dan Menantu dari Keluarga Bachtiar , jaga etikamu kepadaku . Atau Aku tidak akan segan-segan menyingkirkanmu dari dunia ini " ancam balik Yaura , lalu pergi begitu saja dari hadapan Bianca.
Bianca masih tertegun dan mematung , Ia tidak menyangka bahwa Yaura seberani ini padanya .
" Lihat saja Yaura, Wanita sepertimu tidak akan Aku biarkan hidup tenang " Bianca mengepalkan kedua tangannya .
..........................................
BUTUH SARAN DAN KRITIKKKKKK
JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSS
__ADS_1