Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Baku Hantam


__ADS_3

Tibaa...tiba....


Seseorang hendak menjatuhkan sesuatu dari Lantai Dua .


" Ya Tuhan .. Asap Beracun " ( Efeknya akan pingsan sementara Waktu ) Yaura yang melihatnya , langsung mengambil Sapu tangan yang tergeletak di lantai .


Ken terus menembaki Para Sniper .


" Cepat masuk kedalam Ruangan ini, dan jangan keluar sebelum Aku menyuruh kalian keluar " perintah Ken .


Vino & Kevin pun menuntut Para Wanita untuk masuk ke dalam Ruangan .


Lengah sedikit ,


brugghh Seorang tadi melemparkan beberapa benda mirip Bom dan mengeluarkan asap .


Dalam sekejap Para Wanita dan lainnya pingsan karena menghirup asap .


Termasuk Ken, namun Ia masih sedikit sadar


" Sial . Siapa Kau Brengsek ! " Ken berlari ke arah Orang itu lalu menendangnya dengan begitu kuat, karena terkepung asap , Orang itu tidak siaga terhadap peluru dan


Dorrrrrr dorrr dorr Ken menarik pelatuk senjata miliknya, hingga seorang itu mati .


dan


brughhhhhhh Ken ikut pingsan setelahnya, Karena kadar asap beracun sangat tinggi dan jumlah banyak .


Yaura yang masih bertahan dengan sapu tangan yang menutupi hidung dan mulutnya, walaupun Ia sempoyongan . Dengan sigap, Ia langsung mengambil senjata dari tangan Kevin yang tergeletak pingsan .


" Dimana CCTV nya " lirih Yaura pandangan matanya menyoroti sudut Ruangan , dengan mata yang ngeblur dan sempoyongan Ia berhasil menembaki beberapa CCTV yang menyorot dirinya.


Ia segera melangkah ke arah Jendela , dan menemukan beberapa Sniper disana.


Dorrr dorrr dorrr dorr dorrr dorrrdorr dalam sekejap Ia berhasil melumpuhkan 3 Sniper .


tiba-tiba Dari arah Pintu seorang Sniper mengarahkan Laser kepadanya .


Dengan Pandangan yang tertutup asap, namun Yaura mampu membidik dengan sempurna.


Dorrr dorr dorr Ia lebih dahulu menembak senjata ke arah Sniper .


" Siapa mereka ? " lirih Yaura seraya mengendap mendekat ,


Lain tempat


" Tim memanggil " Sniper menekan earpiece .


" Ada Apa ? " jawab seseorang bersuara serak .


" Ada yang menembaki Tim kita, Dia Pro . dan Wanita " ujar Sniper .


" Arahkan semua TIM untuk masuk . Bawa Target Kita, dan Cari Tahu siapa Wanita yang menembaki Kalian ! "


" Siap " Semua Sniper segera menuju masuk Ruangan .


Kembali pada Yaura, mengarahkan senjata ke Jantung Sniper.


" Siapa Kau ? " tanya Sniper itu .


" Aku ? ..... " jawab Yaura .


Dan dorrr dorrr dorr Ia segera menembaki Sniper itu .


Ada sedikit waktu senggang ,


" Ken bangunlah .." lirih Yaura seraya menepuk-nepuk Pipi Ken .


" Ken, Aku mohon bangunlah ... " Yaura mencoba terus membangunkannya hingga harus merebahkan Ken dipangkuannya .


Yaura berusaha untuk membangunkan suaminya tersebut. Tiba-tiba Evelyn dan Pacar Alex bangun terlebih dahulu.


" Syukurlah mereka Bangun " Yaura segera membuang senjata yang sempat Ia pegang .


Sadar bahwa Evelyn akan membangunkan Kakaknya , Yaura pun segera menyingkirkan Ken dari pangkuannya lalu kembali ke Ruangan Tadi .


Masih tertutup asap, Evelyn tidak tahu bahwa Yaura sudah ada terlebih dahulu . Melihat Kakaknya yang tergeletak,


" Kakak !!! Bangunlah " teriak Kencang Evelyn.


Tak merespon , Evelyn dengan sekuat tenaga membangunkan Kakaknya .


" Kakak ! Bangun " teriak Kencang Evelyn di telinga Ken, Hal ini berhasil membuatnya bangun .


Membuka mata, namun penglihatnya masih kabur dan pusing


" Evelyn , Kau baik-baik saja ? " tanya Ken .


" Aku baik-baik saja Kak " Evelyn mengeluarkan air mata .


Ken pun segera bangun lalu mencari senjata,


" Jangan menangis " lirihnya seraya mengusap air mata Evelyn dan merangkulnya. Pandangannya tetap was-was dan menyoroti semua sudut Ruangan .


" Apa Yaura masih tidak sadarkan diri ? " batinnya .


" Evelyn bangunkan Vino dan Kevin " Ia melepaskan adiknya.


Tak disangka , Vino dan Kevin sadar dan segera membangunkan yang lain .


" Yaura .. " teriak Ken dari ambang Pintu Ruangan , pandangannya tertutup asap .


" Yaura Kau dimana ? " teriak Ken kembali . Ia memperhatikan satu persatu wanita yang pingsan di ruangan itu, namun tidak ada Istrinya .


" Jangan-jangan ... " Ken langsung keluar Ruangan dan berlari dengan sekuat tenaga .


" Yaura jawab Aku . Kau dimana ? " teriak Ken seraya menaiki anak tangga .


dan benar saja , Istrinya kini sedang tercekik oleh seutas tali yang dikendalikan seseorang .


" Lepaskan ! " teriak Yaura seraya memegangi tali yang menjerat lehernya .


Ken mendobrak semua pintu kamar yang ada di Rumah Keluarga William untuk menemukan Istrinya .


" Shittt !!!! Apa keamanan mereka selemah ini ? Sial ! " Ken benar-benar tak bisa menahan emosinya , Ia berlari dengan peluh yang berjatuhan membasahi tubuh kekarnya .


" Lepaskan " jerit Yaura seraya mendorong sebuah Guci bunga yang ada di sebuah Ruangan .


brughhhhhh Guci bunga terjatuh di lantai .


Mendengar ini, Ken pun langsung sigap menuju ke sumber suara .

__ADS_1


Dorrr dorrr dorr dengan Jarak Jauh, Ia berhasil menembaki seseorang yang menjerat leher Istrinya. Melihat Ken , Yaura pun langsung berlari ke arah suaminya .


" Yaura ... " lirih Ken dengan lembut yang melihat seutas tali masih menyantol di leher Istrinya .


" Kau baik-baik saja ? " pertanyaan Ini justru terlontar dari mulut Yaura yang terlihat sangat khawatir ,


Tak menjawab, Ken justru segera menarik Yaura untuk berlindung di belakangnya.


Tangan Kiri Ken, terus menggenggam tangan Yaura .


Beberapa Sniper kembali muncul ,


Dorrr dorrr doorrr mereka menembaki keduanya .


Dengan sebisa mungkin , Ken menghindari peluru sang Sniper , dan memastikan Istrinya tidak terluka .


Dorrr dorrr dorr dorrr tembakan balik Ken yang mengarah ke Kepala mereka . Triple Kill ( 3 Orang Tumbang )


Berhasil menumbangkan 3 Orang, tiba-tiba Gerombolan Sniper datang dari berbagai sudut Ruangan . Ken menurunkan senjata, matanya menyorot sekeliling guna memperkirakan bagaimana cara menumbangkan Mereka hanya dengan seorang diri .


Gerombolan sudah mengarahkan Laser merah kepada mereka berdua . Ken menggenggam tangan Yaura dengan begitu erat .


Darurat.. Ken membalikkan badan dan berhadapan dengan Istrinya.


" Yaura .. Kau tidak perlu cemas , Ikuti semua apa yang Aku perintahkan , bersembunyilah dibalik Guci Besar dan jangan keluar sebelum Aku menyuruhmu keluar " lirih Ken seraya menatap Istrinya dengan tatapan dalam .


" Tapi Ken .. Kau sendirian , mereka sangat banyak " jawab Yaura dengan panik, sudut matanya mulai memerah .


" Jangan menghawatirkan Aku . Dan Kau tidak perlu takut , Aku akan melindungimu " tiba-tiba tangan Ken mengusap lembut pipi Istrinya .


Sejenak , perasaan aneh melanda keduanya .


" Cepat sembunyi .. " perintah Ken . Yaura pun segera berlari dan bersembunyi dibalik Guci Besar.


Dorrr dorr dorrr tembakan sniper menghujani Ken . berhasil menghindar , dan kehabisan kesabaran .


" Brengsek ! Sniper Illegal seperti Kalian tidak pantas hidup " Ken mengangkat senjatanya dan menembakkan peluru .


dorrr dorrr dorrr Ken terus menarik pelatuknya hingga beberapa TIM tumbang .


Tak cukup hanya dengan Peluru, Ken kini berlari dan menendangi mereka semua .


Memukul ,menendang dan menjotos lawan Ken lakukan dengan kekuatan penuh .


Tak kalah dari Ken , Para Sniper juga memukulinya dengan kekuatan penuh . Hingga Ken mendapatkan beberapa Luka disana .


" Pecundang seperti Kalian benar-benar tidak layak mendapat julukan Sniper " ucap Ken seraya mengusap luka di bibirnya .


" Menyingkirlah ! Atau Kami akan membunuhmu ! " ancam Sniper .


" Lakukan ... Jika Kau bisa " Ken menatap Sniper itu dengan tatapan misterius .


dorr dorr dorr dorr Ken menembaki mereka dengan sangat cepat dan tepat .


" Kurang Ajar ! " teriak Sniper yang murka karena Tim lain sudah dilumpuhkan Oleh Ken .


Dorrr dorr dorrr Mereka pun menghujani Ken dengan banyak peluru .


Baku hantam peluru antara Ken dan Tim sudah tidak dapat dielakkan .


Menyadari ada yang aneh, Ken segera menoleh ke belakang .


dan


" Aku tidak tega melihatnya terluka .. " batin Yaura yang dilema ingin ikut membantu tapi tidak bisa , sedangkan Ken disana sudah banyak terluka.


" Yaura , bangunlah " lirih Ken yang kini ada di hadapannya.


Dengan sigap, Yaura menerima uluran tangan Ken dan segera berdiri . Ia berlindung dibelakang suaminya .


dorr dorr dorrr Ken menembaki Sniper kembali .


Baku hantam peluru ..


Hendak menembak, tiba-tiba tlkkkkkkkk peluru tidak keluar .


Ken segera melihat stock peluru dalam senjatanya.


" SHITT !! Pelurunya habis " umpat Ken dengan wajah kesal.


Lengah sedikit .


Seseorang hendak menusuk leher Yaura dari belakang . Ia membawa sebilah pisau yang besar dan tajam .


Peka


" YAURA ...... " Lirih Ken, dengan cepat Ia membenamkan Yaura didalam pelukannya .


Sekali lagi, Yaura mendapatkan perasaan aneh ketika ada di pelukan Ken, Suaminya .


Ketenangan, Kehangatan dan Kenyamanan yang Ia rasakan .


Namun ,ternyata .


Ken melindungi Yaura dari tusukan pisau, sehingga kini telapak tangannya lah yang menjadi korban sayatan dan tusukan pisau tersebut .


" Siapa Kau ? " ujar Ken kepada orang yang hendak menusuk Istrinya , nadanya seperti menahan sakit .


Melihat ini, Yaura segera melepaskan pelukan Ken dan berbalik badan .


Betapa terkejut dan syoknya Yaura, saat Sebilah Pisau menyayat dan menancap sempurna tangan Ken .


Darah mengalir deras, dan berceceran di lantai . Lengan Kameja putih yang suaminya gunakan pun bersimbah darah . Mata Yaura terbelalak sempurna .


" Ken ! Apa yang Kau lakukan ! " syok Yaura, air mata tiba-tiba keluar dari manik matanya .


Ken menyingkirkan Yaura dari hadapannya dan segera menendang seseorang itu.


ngiunggg ngiungg ngiungg suara sirine Polisi dan Densus .


" Mundur !!!!! " suara Komandan Sniper, mereka pun mulai melangkah menjauh dan berusaha menghindari Polisi.


Melihat Pisau yang masih menancap di tangan suaminya, membuat Yaura segera meraih tangannya.


" Apa yang Kau lakukan Ken !.. Kau menyakiti dirimu sendiri " teriak Yaura tiba-tiba, air matanya terus menetes.


Melihat Yaura menangis, membuat Ken terdiam .


" Aku baik-baik saja, tenanglah " ucap Ken yang bertingkah seolah baik-baik saja .


Dengan wajah khawatir ,cemas dan menangis . Yaura dengan sigap menarik Pisau yang menancap di tangan di Tangan Suaminya .

__ADS_1


" Aww... Apa Kau gila ? " Ken meringis saat Yaura tiba-tiba menarik pisau tersebut .


Tak memperdulikan Ken, Yaura segera merobek Gaun Putih yang Ia kenakan ( merobek bagian bawah Gaun dengan Pisau yang Ia pegang sekarang ).


Dengan air mata yang terus mengalir hingga Jatuh tepat di tangan Ken ,


" Berhentilah menangis .. Aku yang terluka kenapa Kau yang menangis " Ken mengajaknya becanda .


Yaura hanya diam , dengan segera Ia membalut luka Ken dengan Kain Gaun yang barusaja dirobek.



" Kau terluka .. Kenapa Kau tidak memperdulikan itu " lirih Yaura seraya terus membalut luka suaminya.


" Hanya luka kecil " jawab Ken seraya terus mengamati wajah Istrinya.


Selesai membalut luka,


" Jangan pernah mengorbankan dirimu hanya untuk keselamatan-ku, Aku tidak sepadan dengan apa yang Kau korbankan " Ia menatap Ken dengan penuh arti.


Mendengarnya, membuat Ken menatap serius kearahnya.


" Ini tidak Gratis , Kau harus membayarnya " lirih Ken.


Tersentak, dan begitu serius menanggapi perkataan suaminya,


" Apa maksudmu ? "


Ken tiba-tiba mengganti sorot matanya, Ia menatap Yaura dengan sangat lembut.


" One Night Stand " Ken menggigit bibir bawah dan mengedipkan sebelah matanya .


Mendengar ini , membuat Yaura kesal .


" Kenapa Kau selalu bercanda ! Luka bukanlah sebuah bahan candaan Ken " Ia kembali kembali menangis .


" Kenapa menangis lagi, bodoh " Ken tersenyum tipis dan ...


Tiba-tiba Ia Kembali merangkuh Yaura, dan memeluknya.


" Kau tenang saja, Aku tidak akan menuntutmu ganti rugi untuk hal ini " celetuk Ken seraya tersenyum usil .


Ntah tidak sadar atau bagaimana , Yaura kini membalas pelukan Ken, dan memeluknya dengan begitu erat , Ia membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya tersebut , namun air matanya tetap tak berhenti mengalir .


Dilantai bawah Polisi dan Tim Dokter sudah sigap menangani Para Tamu Undangan, dan mencari para perusuh tadi .


Mereka masih saling memeluk, tangan Ken mengelus lembut kepala Istrinya .


Tiba-tiba Bianca datang dan melihat pemandangan tersebut.


" Apa yang Kalian lakukann? " sentak Bianca dan membuat keduanya kaget.


Tersadar, Yaura pun melepaskan pelukannya .


Melihat tangan Ken terluka, Bianca segera mendekati Mantan Tunangannya tersebut . Ia menyingkirkan Yaura dengan sangat kasar ,


" Ken .. Kau terluka . Kenapa Kau bisa terluka ? " tanya Bianca seraya memegang luka Ken .


Tak ingin disentuh, Ken segera menyingkirkan tangannya .


" Hanya luka ringan " ucap Ken .


Tak lama , Evelyn datang dengan Vino dan Alex .


" Kakak ... Kau terluka ? " panik Evelyn yang langsung sadar melihat luka di Tangan dan Wajah Kakaknya .


Ia langsung meraih Wajah Kakaknya.


" Kak.. Kenapa Kau bisa terluka seperti ini ? " cemas Evelyn seraya memegang luka di Wajah Ken .


" Kau tenang saja , Ini hanya luka kecil "


Tak terima melihat luka Kakaknya, Evelyn segera berbalik badan dan memandang Yaura.


" Ini pasti gara-gara Kau kan? Setiap ada Kau disisi Kakak-ku , disaat itu juga Kak Ken terluka "


Mendengar hal ini , membuat Ken terbelak .


" Berhenti mengatakan hal omong kosong Evelyn . " tegas Ken .


" Tapi Kak, saat Kita pergi dengannya juga terjadi Hal yang sama . Kita selalu berhadapan dengan Pasukan Bersenjata "


" Cukup. Jangan mengatakan hal apapun lagi " Ken menaikan nada suaranya.


Yaura hanya diam tanpa bereaksi .


Vino yang khawatir terhadap keadaan Ken,


" Ken, sebaiknya Kita ke Rumah Sakit untuk mengobati lukamu " timpal Vino yang berdiri di sebelah Yaura.


" Tidak perlu , Panggil saja Dokter untuk ke Rumah . Kita pulang sekarang " ucap Ken dan berlalu begitu saja. Diikuti oleh Vino dan Evelyn .


Sementara Bianca, sibuk memandang Yaura . Ia melipatkan kedua tangannya di perut .


" Jangan terlalu bangga karena Kau diselamatkan oleh Ken . Jangan terlalu berharap Kau akan mendapatkan Cintanya . Dan Jangan terlalu senang terhadap Statusmu sebagai Istri Ken ." ujar Bianca dengan nada arogant .


" Aku tidak menunjukkan reaksi apapun kepadamu. Jangan menerka-nerka diluar kenyataan , itu akan membuatmu sering berhalusinasi " Yaura membalasnya dengan jawaban menohok.


Bianca geram .


" Kau harus tahu Nona Yaura ... bahwa , Ken tidak akan mencintai dirimu . Dia hanya akan mencintaiku " celetuk Bianca .


Yaura terdiam .


" Kau harus tahu . Cepat atau lambat, Pernikahan Kami pasti akan terjadi ,dan Kau akan diceraikan olehnya . Jangan berharap Kau menjadi Nyonya di Keluarga Bachtiar . Kau mengerti ? " ujar Bianca seraya menunjuk wajah Yaura .


Dengan santai,


" Singkirkan tanganmu .. " Yaura menyingkirkan jari yang menunjuk ke Wajahnya .


" Terlepas dari semua kehaluanmu . Tolong sadarlah, Aku Istri Ken dan Menantu dari Keluarga Bachtiar , jaga etikamu kepadaku . Atau Aku tidak akan segan-segan menyingkirkanmu dari dunia ini " ancam balik Yaura , lalu pergi begitu saja dari hadapan Bianca.


Bianca masih tertegun dan mematung , Ia tidak menyangka bahwa Yaura seberani ini padanya .


" Lihat saja Yaura, Wanita sepertimu tidak akan Aku biarkan hidup tenang " Bianca mengepalkan kedua tangannya .


..........................................


BUTUH SARAN DAN KRITIKKKKKK


JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSS

__ADS_1


__ADS_2