Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Kematian Paman Arga


__ADS_3

Pagi Hari


Sinar masuk melalui celah tirai, membuat Ken membuka kedua mata dan perlahan menyesuaikan pandangannya yang masih memburam .


" Astaga .. pusing sekali " lirih Ken seraya memegangi kepalanya yang masih terasa berat akibat semalam .


Mendengar lirihan Suaminya,membuat Yaura yang sedang menyiapkan sarapan menoleh ke arahnya .


" Aku membuat Dia minum terlalu banyak, dan mencari informasi tentang Ayah disaat mabuk . Semoga Ken tidak ingat semuanya " gumamnya dalam hati diliputi rasa was-was.


Ken mulai beranjak dari tempat tidur , namun


Brughhhghhh Ia menjatuhkan barang di meja karena menahan tubuhnya yang hampir tersungkur .


Melihatnya,


"Berhati-hatilah " Yaura membantunya untuk berdiri dan duduk sementara waktu.


Ken menyipitkan mata dan memandang wajah Yaura .


" Apa Aku minum terlalu banyak tadi malam ? "


" Iyah " singkat Yaura yang beranjak dan segera membawakan air putih .


Ken pun segera menenggaknya sampai habis, sejenak Ia menenangkan diri .


" Berapa banyak botol yang Aku habiskan ? " mencoba mengingat kejadian semalam , Dia sangat ingat Yaura lah yang menuangkan Wine ke dalam gelas.


" 5 Botol , Kau peminum yang berat "


" Benarkah ? sebanyak itu ? . Lalu ... " Ken mengingat saat Yaura mengatakan sesuatu padanya di tempat tidur, ingatannya samar-samar dan tidak jelas.


" Apa yang Kau katakan tadi malam disini ? " sambungnya seraya terus memegangi kepalanya yang masih pusing .


" Aku tidak mengatakan apapun . Hanya bilang bahwa Aku bukanlah Bianca . Kau menganggap diriku Bianca tadi malam "


Ken terkejut saat mendengar pernyataan itu, dan menatap Istrinya .


" Benarkah ? Apa saja yang Aku katakan ? "


" Kau berkata bahwa Kau sangat mencintai Bianca dan sangat merindukannya " tutur Yaura .


Merasa tak percaya, Ken terdiam dan kembali mengingat kejadian semalam .


" Aku tidak mengingat apapun .. " gumamnya dalam hati .


" Apa Aku melakukan sesuatu padamu ? " tanya Ken .


" Maksudmu ? " Yaura beranjak.


" Maksudku .. Apakah Aku menyentuhmu tadi malam? " Ken membuang pandangannya ke sembarang arah .


" Tidak. sudah Ayo sarapan.. " Yaura berjalan ke arah meja , diikuti oleh suaminya .


Mereka berdua sarapan, sepanjang itu Yaura tidak mengatakan apapun . sedangkan Ken sibuk memandangi wajah Istrinya .


" Kau juga ikut minum ? " tanya Ken disela-sela makan .


" Iyah , hanya satu gelas "


15 menit kemudian, Yaura beranjak dan mengambil tas slempang miliknya yang berada di soffa .


" Aku berangkat dulu, ini sudah hampir telat "


" Suruh Pak Tio untuk mengantarmu " ujar Ken seraya mengamati Istrinya .


" Iyah. " Yaura segera melangkah keluar dan menuruni anak tangga .


" Benarkah Aku mengatakan hal menjijikkan seperti itu ? " lirih Ken yang merasa tak percaya atas perkataan Yaura tentang Bianca .


MARKAS TERSEMBUNYI


Seseorang duduk di sebuah Kursi , seraya memegang putung rokok di tangannya , berbagai jenis senjata menghiasi lemari yang tepat berada di belakangnya .


" Kita mendapat orderan besar hari ini " ucap Pria bertubuh tegap dan blasteran Luar Negeri .


" Siap Tuan " ucap Tim Sniper yang berbaris rapi .


" Ini adalah Misi yang paling menguntungkan, seseorang telah Membayar Kita dengan jumlah yang besar " ucap Pria itu seraya mengisap putung rokok dan berdiri .


" Siapkan semuanya dengan tepat dan ringkas . Kita tidak tahu siapa lawan sebenarnya, tetapi Target Kita mungkin cerdik . Ingat ! Jangan meninggalkan jejak apapun ! " sambung Pria itu seraya menyodorkan sebuah Foto seorang laki-laki paruh baya.


" Dia warga biasa ? " tanya salah satu tim yang merasa heran atas targetnya .


" Dia memang warga biasa, tetapi Kelompok yang melindunginya mungkin Kelompok yang luar biasa " tukas Pria misterius itu .


" Bunuh Dia dan letakkan jenazahnya di jalanan " lanjutnya .


" Baik Tuan " ujar serempak Tim Sniper itu dan segera melangkah pergi.


Pria itu kemudian menelfon seseorang .


" Aku sudah melakukan apa yang Kau inginkan . Katakan hal selanjutnya . "


" Cari tahu siapa Ketua dan Markas dari mereka , ingatlah .. seseorang yang Kau hadapi itu Dia lebih licik dariku, jadi ingat jangan sampai gagal " ancam seseorang bersuara serak dari balik telfon .


" Dia musuh terbesarmu ? "


" Bisa jadi . Baiklah, laksanakan tugasmu dengan rapi " seseorang itu kemudian mematikan telfon .


RUMAH PAK AGUS


Bukannya bekerja , Ia malah pergi ke Rumah Pak Agus. hal ini membuat heran ,


" Apa Kau menyandang status sebagai Kepala NIS sepertiku hingga tidak pergi bekerja ? " sindir Pak Agus kepada Yaura yang tidak berangkat bekerja.


" Aku diberi hadiah libur , karena berhasil mengalahkan Kak Alfin kemarin " Yaura tersenyum.


" Baiklah , lain kali Aku suruh Kak Alfin untuk memberimu penambahan hari kerja karena sering bolos " ujar Pak Agus seraya membereskan dokument .


Yaura terkekeh dibuatnya .


tiba-tiba seorang tim datang,


" Nona, tahanan Kita membuat kekacauan " ucapnya seraya menundukkan kepala .


" Baiklah Aku akan kesana " ujar Yaura yang segera melangkah ,diikuti oleh Pak Agus .


Ruang Bawah Tanah ( Pemantauan )


Yaura dan Pak Agus memantau Pak Andi dari dalam Ruangan, mereka belum menunjukkan Identitas.


" Aktifkan semua earpiece dan layar monitor di dalam , pasang Kepadanya dan besarkan Volume Microphone " perintah Yaura kepada Tim .


Tim pun segera menyalakan semua layar monitor yang ada di dalam jeruji besi, dan memasang earpiece kepada Pak Andi . Hal ini tentu mendapat perlawanan dari sang tahanan,


" Lepaskan Aku , Brengsek ! " umpat Pak Andi yang mendorong dan menendangi Tim karena tak terima telah di tahan di jeruji besi .


Tim segera keluar setelah berhasil memasang earpiece pada Pak Andi .


" Siapa Kalian semua ? Kenapa menahanku ! Lepaskan ! " Ia terus berusaha keluar dari jeruji besi dan menendanginya .


Yaura dan Pak Agus sibuk mengamatinya .


Pak Andi terus membuat kekacauan dan berteriak-teriak ingin keluar , umpatan dan makian terus terlontar dari mulutnya yang merasa tidak terima atas perlakuan ini .


" Diamlah ! Ocehanmu membuat telingaku rusak " ucap Pak Agus dari microphone yang bervolume besar dan terdengar jelas oleh semua orang yang ada disana .


" Siapa Kau ! Cepat lepaskan Aku atau akan Aku suruh Anak Buahku menghancurkan kalian semua ! " teriak Pak Andi yang menekan earpiece untuk menjawab perkataan lawan bicaranya .


" Lakukan , jika memang Kau bisa " ucap Pak Agus dengan nada acuh .


tak ingin membuang waktu dan tidak sabar,


" Hai Pak Andi " ucap Yaura dengan nada lemah lembut .


Mendengar ini membuat Pak Andi menyerit heran .


" Siapa Kau ? " teriaknya .


" Tidak perlu membuat tenaga seperti itu, mari Kita berbicara pelan "


" Siapa Kau Jal*ng ! " umpatnya .


Mendengar ini, Yaura menyuruh tim untuk menyalakan rekaman memori yang ia dapat dari Brangkas .


Memori pun diputar , Pak Andi menyimak perkataannya di masa lampau .


" Re-re-rekaman itu ... " ucapnya terbatah dan mengingat kejadian 10 Tahun lalu , wajahnya memucat .


" Kau mengingatnya bukan? cepat katakan Siapa yang menyuruhmu ! " ucap Yaura dengan nada tinggi .


" Siapa Kalian dan darimana Kau mendapatkannya " teriak Pak Andi .


" Aku tidak suka membuang waktu untuk berbicara dengan seorang Penghianat sepertimu ! Cepat katakan Siapa yang menyuruhmu ! " teriak Yaura yang geram mengingat penghianatan mereka semua .


" Turunkan nada bicaramu ! Kau tidak tahu dengan Siapa Kau berbicara ! " teriak Pak Andi yang tidak terima atas perlakuan ini .


" Aku berbicara dengan seorang Bedebah dan Penghianat . harusnya Kau yang menurunkan nada bicaramu ! " tukas Yaura .


" Apa Kau bagian dari Pengadilan yang akan membuka lagi kasus Kematian Devano ? " Pak Andi berfikir keras siapa mereka dan kenapa mengungkit kembali kematian tersebut .


" Kau tidak punya Hak untuk bertanya . Cepat jawab pertanyaanku atau ... " ancam Yaura .


" Sampai Kapanpun Aku tidak akan menjawabnya Brengsek ! " umpat Pak Andi dan terus melakukan perlawanan .


Geram ..


" Siapkan Regu Tembak ! arahkan ke Jantung dan Kepalanya "


Mendengar ini , sontak membuat semuanya terkejut .


" Tenanglah nak .. " lirih Pak Agus yang terkejut atas keputusan Yaura .


" AKU BILANG SIAPKAN REGU TEMBAK ! " ucap Yaura sekali lagi dan hal ini membuat Tim takut dan segera menyiapkan senjata dan Kelompok Penembak.


Pak Andi nampak begitu pucat dan was-was melihat senjata yang sedang disiapkan untuknya .


" A-a-aku peringatkan tarik ucapanmu ! Apa Kau tidak tahu bahwa Aku Pemegang Saham dari Dynamic dan memiliki kekuasaan penuh untuk menghancurkan Kalian semua ! "


" Wow, benarkah ? Aku sangat takut denganmu . Apa Kau bilang ? Pemegang Saham Dynamic Group ? " Yaura menarik sudut bibirnya.


" Nyalakan Televisi dan lemparkan Koran kepada Penghianat ini " sambung Yaura .

__ADS_1


Televisi dan koran telah disiapkan. Alangkah terkejutnya Pak Andi saat tahu bahwa Publik menyangkanya Dia sudah meninggal dan Saham Perusahaannya telah merosot .


" Sialan ! Kalian yang melakukan ini semua ! " Pak Andi marah besar dan menendang jeruji besi .


" Keluarga Vino telah mengambil alih semua Saham yang Kau miliki, jadi Kau tidak punya Hak atas Dynamic Group " Yaura tersenyum .


Pak Andi mematung dan tertegun.


" Siapa Kalian semua ! Kenapa melakukan ini padaku " lirihnya .


" Seseorang yang mendapatkan Saham dan Perusahaan dengan cara licik, maka akan dibalas dengan cara licik di kemudian hari . Dulu, Kau hanyalah seorang sekretasis dari Dynamic Group, lalu tiba-tiba menjadi Pemegang Saham terbesar . Sekarang, Aku berhasil membuatmu kembali terjatuh pada titik yang paling bawah " tutur Yaura .


Pak Andi terdiam mendengarnya,


" Dia tahu bahwa Aku ikut berkonspirasi membunuh Devano untuk mendapatkan imbalan Saham Dynamic . berarti, Dia bukanlah orang luar " gumamnya .


" Kasus ini sudah ditutup ! Kenapa Kau membukanya kembali " teriak Pak Andi .


Regu tembak telah siap ,


" Arahkan ! " perintah Yaura .


Laser merah serempak mengarah ke Jantung dan Kepala Pak Andi .


" Ti-tidakkkk ! turunkan senjata kalian ! " teriak Pak Andi ketakutan .


" Aku tahu 3 Presdir Utaman Ritz , Dynamic dan Louis juga ikut berkonspirasi denganmu . Setelah berhasil membunuh Devano, kemudian Kau membunuh 3 Presdir tersebut . Artinya, Kalian sangat busuk dan Bedebah ! " Yaura menajamkan matanya .


" Dari mana Kau mengetahui semuanya ? " Pak Andi terkejut .


" 2 Orang berhasil terbunuh , 3 Orang kalian yang membunuhnya. tersisa 2 Orang yang masih hidup, Yaitu Kau dan Dalang dari semuanya "


" Ka-ka-kau tahu bahwa jumlahnya 7 Orang ? " seakan tak percaya ada seseorang yang mengetahui kelicikannya dimasa lalu .


" Tentu Aku tahu . jadi cepat katakan ! Siap yang menjadi dalang dari semuanya ! "


" Aku tidak tahu . Cepat lepaskan Aku ! " teriak Pak Andi kembali .


" Katakan yang sebenarnya, Aku akan membantu nanti " lirih Yaura .


" Aku tidak perlu bantuanmu ! " Pak Andi merasa orang-orang terdekatnya akan membantunya .


" Nyalakan semua rekaman " perintah Yaura pada tim .


Berbagai rekaman dari Rumah, Bar, dan Kantor telah direkam . Pak Andi menyimaknya dan terkejut setengah mati .


" Lihatlah , Istrimu yang Kau banggakan telah menerima semua Dana Jual Beli Saham dari Vino lalu berselingkuh dengan lelaki lain . Teman-temanmu , mereka tidak berduka atas kematianmu , justru senang dan berpesta tadi malam . dan ... Pegawaimu di Kantor , mereka merasa sangat senang tidak memiliki Bos tidak berguna seperti dirimu ! " Yaura tersenyum puas saat melihatnya .


Pak Andi melemah dan mengacak-acak kepalanya karena frustasi .


" tidak mungkin .. tidak mungkin mereka berhianat .." lirihnya, yang merasa tidak percaya atas apa yang Dia lihat .


Pak Andi meneteskan air mata karena sudah dihianati oleh orang sekitar dan menganggapnya sudah mati .


Melihat ini, Yaura dan Pak Agus tersenyum puas.


" Apa Kau masih ingin meninggikan dirimu ? " tutur Yaura.


Pak Andi terdiam dan menangis karena masih tak percaya atas apa yang baru saja Ia alami .


" Aku bertanya sekali lagi, Siapa yang mengendalikanmu ? " Yaura mengambil sebuah senjata dari meja pemantauan .


" Aku tidak tahu " lirih Pak Andi yang sudah merasa tidak ada yang diharapkan .


" Sudah tidak berguna masih saja bertinggi hati. cepat katakan ! " timpal Pak Agus yang merasa geram dengan tingkah Pak Andi .


" Aku benar-benar tidak tahu ! " jawab Pak Andi .


Yaura memakai masker dan keluar .


dan


dorrrr dorrrr dorrrr Ia menembaki peluru ke arah Pak Andi dan menggores lehernya.


" Jangan membunuhku ! Aku sungguh tidak tahu ! " Pak Andi meringis kesakitan .


Dorrr dorrr dorr peluru melesat dari tangan Yaura.


dan


jlebbbbb peluru menancap sempurna di lengan Pak Andi , darah mengalir dari lengannya .


" Katakan cepat ! Aku tidak pernah main-main dengan perkataanku" teriak Yaura ,sudut matanya memerah saat melihat Pak Andi yang tidak mau jujur .


" Sungguh Aku tidak mengetahuinya " lirih Pak Andi seraya memegangi lengannya yang tertembak peluru .


Hilang kesabaran, Yaura menurunkan senjatanya.


" Semuanya gunakan Peredam ! Tembak Dia sesuai apa yang Aku katakan ! " matanya berkaca-kaca .


Regu Tembak menggunakan Peredam untuk melindungi telinga mereka dari Bunyi Peluru,karena akan dilakukan Baku Tembak ke Tubuh Pak Andi .


Yaura hendak melangkah , namun..


" Abraham " lirih Pak Andi dan membuat telinga Yaura tersentak .


Ia menghentikan langkahnya dan berbalik badan .


" Apa maksudmu ? "


Yaura terdiam dan mematung, begitupun dengan Pak Agus tekejut .


" Siapa Abraham ? " lirih Yaura .


" Kami tidak tahu fisik dan wujudnya, dan hanya berbicara lewat telefon. Abraham adalah sebuah julukan , Identitas aslinya tidak diketahui. tetapi Dia adalah Orang berbahaya, Dia juga yang menghabisi 3 Presdir Utama Ritz,Dynamic dan Louis " tutur Pak Andi seraya menahan sakit karena darah semakin mengalir deras .


" Turunkan senjata , segera obati Dia " Perintah Yaura dan segera melangkah pergi .


Tim pun kini menurunkan senjata , dan memanggil Dokter untuk mengobati Pak Andi .


Ruang Pribadi


Merasa terkejut dan tidak menyangka, Yaura mencoba menenangkan diri sejenak dari kenyataan bahwa ' Abraham ' seseorang yang asing dan tak dia kenal menjadi dalang pembunuhan Ayahnya . Pak Agus mencoba menyusun rencana baru untuk mengungkap siapa ' Abraham '.


RUMAH KEVIN


Setelah bersinggah ke Kantor sejenak, Ken pergi ke Rumah sahabatnya, Kevin . Ia segera memakirkan mobil di Garasi ,


Ruang Tamu


Kevin segera menyambutnya, dan menyiapkan jamuan.


" Kau tidak datang dengan Istrimu ? " usil Kevin.


" Lain waktu Aku akan mengajaknya " Ken tersenyum seraya mendudukkan tubuhnya di soffa.


" Brengsek ! sudah dikasih Istri Cantik , tetap tidak mau bersyukur "


Ken tertawa mendengar umpatan dari sahabatnya.


" Cantik, tetapi seperti Nenek Sihir . Dia bukan tipe ku " Ia tersenyum saat mengingat Wajah Istrinya yang begitu cantik dan moment kebersamaan dengannya .


Kevin mengamati wajah sahabatnya ,


" Jangan terlalu munafik , lihatlah bibirmu yang tersenyum saat mengingatnya " .


Ken menyadari dan segera menarik kembali senyumannya .


" Omong kosong. Baiklah lupakan Istriku , Aku kesini untuk memastikan Apa Kau benar-benar melihat Pak Andi di Rumah Lama Devano ? " tanya Ken .


Suasana menjadi begitu serius,


" Iyah Ken, Aku tidak sengaja melihat mobil Pak Andi di Rumah Lama Devano tepat dihari Dia masuk ke Rumah Sakit " tutur Kevin dan mengingat kembali saat Dia tidak sengaja berpapasan dengan mobil Pak Andi .


Ken diam sejenak .


" Apa mereka yang merencanakan ini semua ? " gumam Ken dalam hati seraya mengingat baku tembak di Rumah Lama Yaura .


Ken dan Kevin pun melanjutkan obrolannya .


RUMAH PAK AGUS


Yaura dan Pak Agus sedang mengobrolkan sesuatu tiba-tiba..


" Nona , ada kabar buruk " ungkap Tim tergesa-gesa dan menundukkan kepala.


" Tenanglah, ada apa ? " lirih Yaura dengan lembut .


dan


Tim membawa Paman Arga yang berlumuran darah karena tembakkan . Mereka berdua terkejut bukan main, matanya membulat sempurna .


" Pa-paman " Ia segera berlari ke Paman Arga dan merangkuhnya, mata Yaura berkaca-kaca .


" Nona .. " lirih Paman Arga yang terasa sudah tidak kuat .


" Cepat panggil Dokter " timpal Pak Agus .


Tim segera memanggilkan dokter .


" Kenapa kalian tidak segera mengobatinya ! " ucap Yaura kepada tim,air matanya mulai menetes.


" Kami sudah mengobatinya di mobil Nona , mereka menggunakan peluru beracun " jelas tim itu .


" Peluru beracun ? " Yaura melemas .


Paman Arga pun kini terkulai lemas, cucuran darahnya tak mau berhenti , tangan Yaura dipenuhi oleh darah segar yang mengalir dari perut dan lengan nya .


" Nona .. Maafkan Paman.. Paman hanya mampu sampai titik ini untuk membantu Nona " lirih Paman Arga seraya memegang tangan Yaura .


" Tidak .. Jangan mengatakan itu ! Kuatlah Paman.. " tangan Yaura gemetar.


" Bertahanlah Arga .. Kami akan mengobatimu " Pak Agus nampak cemas .


" Nona , Maafkan kesalahan Paman di masa lampau. Jaga diri Nona, Paman ingin mengatakan .." lirih Paman Arga yang hampir kehabisan nafas.


Dokter datang dan segera menyiapkan alat medis.


" Hentikan misi Nona, mereka sangat menyeramkan dan berbahaya " tangan Paman Arga terkulai .


dan


-----------------------------------------

__ADS_1


Paman Arga Passed Away


-----------------------------------------


" Tidak .. tidak mungkin . Paman bangunlah , jangan pergi " Yaura terisak dan menangis .


Ia mencoba membangunkan Paman Arga .


" Buka matamu Paman " teriak Yaura yang masih belum mengikhlaskan kepergiannya .


" Yaura bangunlah, Dia sudah pergi " Pak Agus membangunkan Yaura yang terus menangis .


Dokter segera mengambil alih jenazah Paman Arga dan membawanya ke Rumah Sakit pribadi Tim.


" Pak.. Paman sudah tidak ada " Yaura menangis dan memeluk Pak Agus .


" Mereka mulai mengetahui keberadaan Kita,Nak " lirih Pak Agus seraya menganalisa siapa yang membunuh Paman Arga .


Yaura menghapus air mata, dan segera melangkah ke Ruangan Senjata .


" Apa yang ingin Kau lakukan? " tanya Pak Agus seraya mengikuti langkah kaki Pewaris G&D International Group.


Ruang Senjata


Yaura menguatkan batinnya dan mengambil sebuah marker untuk mengatur strategi .


" Kita telah kehilangan Paman Arga . Seseorang telah membunuhnya, artinya musuh telah mengetahui keberadaan Kita . tetaplah berhati-hati dan siapkan mental kalian " Tutur Yaura seraya berdiri di depan White Board .


" Siap Nona " jawab serentak Tim Sniper bersenjata.


Yaura menjelaskan di White Board bagaimana strategi dan mengatur cara pengintaian dan penangkapan targetnya . Tim pun menyimak penjelasan sang Nona , sementara Pak Agus masih heran siapa yang dimaksud Yaura .


dan ..


" Target Kita selanjutnya adalah Kendrick Rafandra Bachtiar " Yaura menatap ke arah Tim nya .


Tim dan Pak Agus terkejut di buatnya .


" Apa yang Kau lakukan Yaura ! " ujar Pak Agus seraya mendekatinya .


" Ken yang selama ini telah mencurigai dan berusaha terus membongkar siapa Kita . Dia menjadi hambatan dan batu sandung untuk-ku kedepannya " tutur Yaura ,matanya berkaca-kaca .


" Jangan gegabah Nak, Ken bukan Orang sembarangan yang bisa Kita tumbangkan dengan mudah " Pak Agus mencoba menenangkan amarah Yaura .


" Dia telah membunuh Paman Arga. Nyawa harus dibalas dengan Nyawa " mata Yaura menajam dan mengepalkan tangannya.


" Kau yakin bahwa Suamimu yang membunuhnya ? "


" Aku yakin. Dia telah menyandera Tim kita, dan sekarang membunuh Paman Arga . Ken benar-benar Brengsek ! " Yaura meneteskan air mata.


" Baiklah .. Lakukan apa yang menurutmu benar " ujar Pak Agus .


Yaura menghapus air matanya .


" Bersiapkan diri Kalian besok . Kita akan membunuhnya " .


Tim masih tidak percaya dengan apa yang Nona nya katakan .


" Tapi Nona.. " ujar salah satu Tim .


" Kalian tenang saja, Aku akan ikut dengan kalian . dan Membunuhnya dengan tanganku sendiri " tukas Yaura dan segera keluar dari Ruangan .


.......................................


Hari mulai larut, malam pun datang


RUMAH KEN


Ken pulang lebih dulu, Ia sedang mengotak-atik Laptopnya yang sudah dikembalikan oleh Vino di Tempat Tidur ditemani oleh Serial Televisi dan Cemilan ringan .


tak lama kemudian, Yaura datang dan membuka pintu kamar , Ia segera meletakkan tas slempang miliknya di soffa dan membersihkan diri .


45 menit kemudian Yaura keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidurnya .


Ken melirik ke arah Istrinya yang tak menyapa dirinya sama sekali .


" Wajahnya sangat tidak enak dipandang " gumamnya dalam hati seraya mengamati Wajah Yaura yang terkesan sedang marah .


Dan benar saja, tanpa melirik ke arah Ken atau menyapanya, Yaura berlalu keluar begitu saja . Ia lebih memilih menghabiskan waktu di Dapur bersama Bibi Ratih dan Robin.


1 Jam berlalu,


" Kemana Dia ? Kenapa belum kembali " Ken beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu .


" Yaura ! " teriak Ken .


Mereka semua mendengar teriakan tersebut .Namun Yaura tetap tidak beranjak dari kursi yang ada di Dapur .


" Nona .. Tuan Ken memanggil Nona tadi " lirih Bibi Ratih .


" Biarkan saja .. " jawan Yaura dengan enteng .


" Yaura kemarilah ! " teriaknya kembali.


Tak merespon,


" Aku merasa Dia sengaja mengabaikanku " Ken berdecak kesal dan melangkah ke Dapur .


Di Dapur


Mereka sedang asik bikin Kue ,


" Apa Kau tidak mendengarku ? " ucap Ken dengan kesal, tatapannya menajam kepada Yaura.


Bibi Ratih dan Robin takut dibuatnya .


" Aku tidak mendengarmu " Yaura beranjak dan mencuci tangan .


Ken mengalihkan pandangannya pada Robin ,


" Apa Kau tidak mendengarku juga Robin ? "


" Ti-tidak Tuan " ucap Robin terbatah .


" Telinga kalian sepertinya harus dibawa ke Dokter " ucap Ken dan hendak berbalik melangkah .


Melihat Yaura yang masih ada di Dapur ,


" Apa Kau akan tetap berdiri disana ? " Ia menautkan alisnya .


" Cepat ke Kamar ! " sambung Ken.


Di Kamar


Yaura mendudukkan dirinya di soffa.


" Kenapa Kau tidak membawakanku makanan? " tanya Ken dengan datar.


" Bibi Ratih bilang Kau sudah makan.." lirih Yaura dengan lembut .


" Kalau sudah makan artinya tidak lapar lagi begitu ? " Ken mendudukkan tubuhnya di sebelah Yaura .


" Baiklah, Aku akan membawakanmu makanan " Yaura hendak beranjak , namun ..


" Sudah disini saja " Ken menarik tangan Istrinya .


( Bilang aja Ken , lu mau duaan sama Istri lu wkwkwkw )


Tanpa banyak berkata , Yaura mengikuti perintah suaminya , namun tetap Ia tak banyak berkata.


" Dia kenapa sebenarnya? biasanya sedikit bersikap lembut " gumam Ken dalam hati seraya mengamati wajah Istrinya .


Memecahkan kesunyian ,


" Kau bisa membantuku ? " tanya Ken .


" Katakan .. " tutur Yaura tanpa memandang wajah Ken .


" Bantu Aku mengetik file "


Ken beranjak dari soffa dan hendak membawa laptop beserta cemilannya, namun ..


" Yaura kemarilah "


" Disini saja Ken, " tolak Yaura dengan halus .


" Disini saja ! Disitu terlalu sempit ! " tutur Ken seraya membereskan tempat tidurnya .


" Apa Kau mengetik sambil guling-guling hingga harus dikerjakan disitu ? " decak Yaura seraya melangkah ke Tempat Tidur .


" Banyak omong. sudah cepat bantu Aku ! " Ken segera menarik Yaura untuk naik ke Ranjang .


Masih diliputi rasa kesal dan amarah , namun Yaura berusaha menutupinya .


" Manja sekali , mengetik segini saja minta bantuan " lirih Yaura seraya membereskan beberapa dokument .


" Hei ! Segini apanya ! ini sangatlah banyak ! " teriak Ken.


" Jangan berteriak . "


Seketika Ken terdiam olehnya.


Yaura segera mengetik file yang diinginkan oleh suaminya . Ia mengetik dengan sangat cepat , teliti dan tanpa Typo .


" Woww Kau sangat cepat " puji Ken ditelinga Istrinya seraya menyemil Kacang Almond kesukaannya.


" Diamlah ." tukas Yaura .


" Bagaimana bisa Kau mengetik secepat ini " Ken semakin mendekatkan tubuhnya.


Yaura hanya menoleh tanpa menjawab pertanyaan suaminya.


Tak menjawab, membuat Ken semakin usil . Ia menyodorkan kacang Almond ke mulut Istrinya. tak sadar, Yaura pun melahap Kacang Almond dari tangan suaminya .


" Hei ! Kenapa Kau memakan Kacangku " sentak Ken membuat Yaura menjengit .


" Baiklah .. ini " Ia kesal dan hendak memuntahkan kembali kacang tersebut .


" Hentikan ! Kau sangat jorok ! "


" Jorok bagaimananya ? Kau sendiri yang menyuapiku tadi " Yaura berkata dengan sangat ngegas .


Mendengar ini,membuat Ken tersenyum .

__ADS_1


" Sudah cepat selesaikan tugasmu " lirih Ken seraya terus menyemil.


__ADS_2