
" PAMAN TAMPAN MARAH.. AYO SAYANG KITA BERSEMBUNYI.. " ucap Yaura. Mereka kembali berkejar-kejar dan bermain dengan sangat bahagia.
1 Jam kemudian
Puas bermain dan kebetulan Orang Tua Gita sudah kembali, Yaura dan Ken pun mengucapkan salam perpisahan dengan Gadis Mungil yang malang itu. Mereka berdua benar-benar sangat menyayangi Gita, begitupun sebaliknya. Walaupun masih kecil, Ia bisa merasakan ketulusan Paman Tampan dan Bibi Cantiknya. Ia menangis dan merengek tidak ingin pulang sembari memeluk Yaura dengan erat.
" Gita ingin sama Bibi Yolla hikssss " karena masih kecil dan susah menyebutkan 'R' membuat bibir mungilnya memanggil Yaura dengan sebutan YOLLA. Hal ini membuat Ken dan Yaura tertawa.
" Sayang, nanti besok Kita bisa bermain lagi. Sudah, Gita jangan menangis lagi yah.. Gita harus menuruti perintah Mommy dan Daddy.. " lirih Yaura dengan lembut lalu Ia menciumi kening Gita dengan kasih sayang.
Melihat Istrinya masih menenangkan Gita, hal ini tentu saja membuat Ken memanfaatkan waktu. Ia berbicara dengan Mommy dan Daddy Gita tentang jangan membawa Gita ke Hotel saat menemui mereka karena sangat berbahaya. Ken pun menyampaikan bahwa lebih baik Gita mengunjunginya di Rumah, karena lebih aman.
Pengusaha Senior dan menyaksikan langsung Kisah Kelam Ken dan Yaura,membuat Mommy dan Daddy Gita mudah memahami. Mereka pun menuruti saran Ken, lalu mengucapkan maaf karena mengganggu dan merepotkan.
Setelah di bujuk oleh Yaura juga Mommynya membuat Gita luluh. Ia berhenti menangis dan mau diajak pulang. Bibir mungilnya mengecap kedua pipi Ken dan Yaura sembari mengucapkan salam perpisahan kepada Paman Tampan dan Bibi Cantiknya. Tangannya melambai
" Dadahhhhhhh Paman Tampan, Bibi Yolla Cantik.. mmuuuaachhh " Gita melakukan kiss bye hingga membuat Ken dan Yaura tersenyum bahagia sembari melambaikan tangannya.
Tiba-tiba tuk tuk tuk tukk suara langkah Kaki.
Iyah, mereka adalah Nona Lee, Donna,Sinta dan Mark.
" Kalian tersenyum kepada Siapa? " heran Nona Lee sembari menyoroti sekitar, Ia sempat melihat sekelebat Gita yang di gendong Daddynya.
" Gita.. " jawab Yaura sembari menatap Nona Lee.
" Anak Kecil? " Nona Lee menautkan alisnya. Yaura menganggukkan kepala dan bilang bahwa Dia akan menceritakan semuanya kepada Nona Lee saat sampai di Rumah.
Menuruti perintah Ken, Nona Lee pun berbicara empat mata dengan Suami Adiknya tersebut perihal seluk beluk Sinta. Ia menjelaskan bahwa resume kerja Sinta memang sangat baik dan terbukti dari dokument yang tercantum. Nona Lee juga sempat banyak bertanya kepada Mark apakah Sinta dan Donna memiliki izin kepemilikan senjata? Namun Mark menjelaskan bahwa Mereka semua adalah Warga Sipil biasa.
" Pilihan Pak Agus sudah tepat mengenai Sinta. Wanita itu Warga Sipil biasa bukan bersenjata. Jadi menurutku aman jika berdampingan dengan Istrimu.. " tutur Nona Lee sembari melirik Sinta yang sedang duduk di soffa.
" Baiklah, Aku akan memperkerjakannya mulai besok. Dan menilainya langsung. " jawab Ken.
Setelah berbincang, Ken pun memberitahu Sinta bahwa besok Ia sudah mulai bekerja karena sangat urgent. Ken juga mengucapkan terima kasih kepada Mark karena telah mengenalkan Sinta ke Perusahaan. Setelahnya, Ia menyampaikan bahwa dirinya dan Sang Istri sedang sibuk karena harus menemui seluruh Pegawai di Ruang Rapat. Mengerti, Mark pun langsung mengakhiri pertemuannya dengan Ken,
" Nona Lee sudah menjelaskan semuanya kepadaku. Dan terkait Donna,Aku akan mengabarimu besok." Mark tersenyum sembari memeluk Ken.
" Terima Kasih,Mark." Ken menepuk punggung Mark.
Mark, Donna dan Sinta pun menundukkan kepalanya dan pamit kepada Yaura yang sedari tadi hanya diam dan duduk di Kursi Presdir.
" Terima Kasih sudah menyempatkan waktu kesini.." Yaura balik menundukkan kepalanya sebagai balasan.
" Kita yang seharusnya berterima kasih Nona. " Mark tersenyum sembari menatap Yaura dengan tatapan dalam.
*
RUANG RAPAT
Hampir 90% seluruh pegawai Hotel G&D berkumpul di Aula Besar yang biasa mereka gunakan untuk brieffing. Para Pegawai Hotel sibuk membicarakan Nona Mereka yaitu Yaura,
" Jujur saja, Presdir Kita sangat menakutkan. Maksudku, Aku jadi mudah salah tingkah karena ketakutanku sendiri kepadanya. " tutur Pegawai Hotel karena bagaimanapun Yaura sudah terkenal karena kasus besarnya hingga di Cap Pembunuh Kelas Kakap.
" Aku rasa Presdir tidak semenakutkan itu. Lihatlah, Nona sangat tenang dan menunduk, itu artinya Nona pemalu. " bantah Pegawai Hotel disebelahnya sembari menunjuk wajah Yaura yang terpampang di layar.
Karena Yaura masih kikuk, Sang Suami pun yang mengambil alih pidato pertama. Ken berbicara diatas Podium, Ia menyapa seluruh pegawai, menjelaskan rencana kedepan, dan memperingatkan bahwa ' KESELAMATAN ADALAH NOMOR SATU'. Ia juga memperkenalkan Nona Lee karena bagaimanapun Nona Lee adalah bagian dari KELUARGA DEVANO MALIK. Semua Pegawai nampak kaget karena Stephanie Lee ternyata masih diakui bagian dari G&D. Iyah, nama Stephanie Lee sangatlah populer berkat Rumah Sakitnya yang selalu menangani Pasien Kelas Atas dan Keamanan yang sangat ketat.
Karena Presiden Direktur, Ken pun mempersilahkan Istrinya untuk menaiki Podium. Yaura melangkahkan Kakinya diiringi bayang-bayang Sang Ayah yang selalu mensejahterakan Para Pegawainya.
Yaura menunjukkan wibawanya sebagai seorang Presdir, tatapan mata lurus ke depan, gaya yang sangat elegant,dan ..
" Senang bertemu lagi dengan Kalian.." sapa Yaura yang begitu menggema diseluruh Ruangan.
Ketakutan Para Pegawai sedikit luntur saat melihat senyum tipis Yaura yang terlihat sangat jelas di depan layar.
" Jantungku berdetak kencang saat Nona berbicara.." Pak Andi malah yang semakin deg-degan karena bagaimanapun kesalahan masa lalu membuat Yaura murka dan tidak memaafkannya.
Dengan nada dinginnya,
" 58% dari Pegawai G&D adalah Pegawai Lama. sama seperti Kepemimpinan Ayahku, AKU AKAN MENERAPKAN KEMBALI PRINSIP KERJA YANG AYAH CIPTAKAN. Kalian bisa membaca kembali Panduan Pegawai G&D di file yang Aku sebarkan semalam. Kemajuan G&D adalah yang PALING UTAMA, Aku ingin Tahun ini G&D kembali menduduki Popularitas tertinggi dan merajai semua Property. Tunjukkan bakti Kalian kepada G&D, dan layani Customer dengan baik. Kalian mengerti? " singkat Yaura sembari menyoroti seluruh pegawainya.
Serempak, Para Pegawai menundukkan kepalanya.
" MENGERTI,PRESDIR. " ucap Pegawai serempak.
Deggg !!! Mata Yaura seketika berkaca saat orang memanggilnya dengan PRESDIR.
" AKU BENAR-BENAR MENERUSKAN KEPEMIMPINAN AYAH " Yaura menundukkan pandangan lalu melihat ID Presdir G&D yang menyantel di Blezer Hitamnya.
Ken memandang Istrinya,
" Aku akan melakukan semuanya untukmu,Yaura.. Jika saja nyawa Ayah Devano dan Ibu Yanuar bisa ditukar dengan nyawaku, Aku akan langsung menukarnya tanpa penolakan agar Kau bahagia.. " lirih Ken, hatinya sangat bahagia melihat Sang Istri kembali ke kehidupannya 10 Tahun yang lalu.
Nona Lee pun berkaca dan menangis saat melihat Yaura,
" Kau pantas mendapatkan semuanya,Yaura. bahagialah selalu.. Ayah Devano pasti tersenyum melihatmu sekarang. " lirihnya.
*
*
KANTIN
Nona Lee pamit ke suatu tempat hingga Ia sekarang tidak bersama Ken dan Yaura yang sedang makan siang. Walaupun bisa saja makan di Ruang Pribadi, namun Ken memaksa Istrinya untuk makan di Kantin biasa agar Yaura bisa bercengkrama dengan Pegawai dan memahami situasi Perusahaannya sendiri.
Para Pegawai fokus kepada mereka berdua,
" AKU BISA MATI MELIHAT KETAMPANAN TUAN KEN JIKA SEDEKAT INI " puji Pegawai Wanita yang sangat terpesona akan ketampanan bosnya.
" NONA YAURA JUGA SANGAT CANTIK. LIHATLAH, TUAN KEN SELALU MENATAP ISTRINYA TANPA BERPALING SEDIKITPUN.SEMPURNA SEKALI. " saut Pegawai lain.
" Makanlah yang banyak.. " senyum Ken sembari menatap wajah Sang Istri yang begitu menenangkan.
" Ini sudah banyak."
" Ken.. Kau masih banyak kerjaan? " lirih Yaura, Ia menatap Suaminya dengan ekpsresi yang tidak nyaman.
Peka,
" Kenapa? " saut Ken dengan lembut.
" Aku ingin pulang.. nanti saja kerjanya :( " Yaura menatap Iba Suaminya hingga membuat Ken gemas.
" Kau tertular Nona Lee?😂 " tawa Ken.
Ruang CEO
Setelah makan, mereka kembali masuk ke Ruang Pribadi. Ken melepas Jas dan melemparnya ke soffa,
" Tunggu Staff Kepercayaanku setengah jam lagi,Dia yang akan membackup tugasku sementara, lalu Kita pulang. " senyum Ken sembari duduk di sebelah Istrinya yang sedang dilema tak karuan.
" Kenapa,Sayang? Kau masih tidak nyaman? atau masih lelah? " sambung Ken sembari membenamkan wajah Sang Istri kedalam pelukannya.
" Ntahlah.. " lirih Yaura.
Ken memahami Sang Istri yang belum siap menghadapi Dunia Bisnis, apalagi menghadapi keramaian setelah masa trauma memanglah sangat berat. Tapi disisi lain Ia sangat salut dengan Sang Istri yang mampu menunjukkan wibawa dan ketegasannya didepan semua orang walaupun sebenarnya sangat lemah.
Triningggg Evelyn menelfon
" Kau sudah sampai? " ucap Ken to the point.
" Iyah Ka, Aku ada di Rumah Kalian. disini juga ada Nona Lee dan David, Aku kira Kakak belum ke Kantor. " tutur Evelyn dari telefon.
" Baiklah, tunggu disana. "
" Kita pulang sekarang.. " ucap Ken seraya mengelus kepala Istrinya.
" Evelyn sudah pulang? " tanya Yaura.
Ken menganggukkan kepalanya.
*
*
RUMAH YAURA
Banyak sekali oleh-oleh dari Dubai yang Evelyn bawa hingga membuat Vino, David, dan Nona Lee menggelengkan kepala melihat tingkah Adiknya Ken.
" Kepalaku sangat pusing gegara menemani Evelyn belanja. " Vino memijit pelipisnya hingga membuat David yang masih memakai Baju Tentara tertawa.
" Sabar adalah bagian dari Iman. " ucap David.
Iyah David datang ke Rumah Yaura karena ada barang yang tertinggal.Tapi,mungkin saja ada udang di balik batu.
" Kau yang benar saja Evelyn belanja sebanyak ini. " tanya Nona Lee sembari menyoroti jejeran paperbag yang hampir memenuhi setengah ruangan.
" Tentu Nona Lee " saut Evelyn dengan riangnya.
Mata David sepertinya tidak bisa lepas dari wajah cantik Nona Lee,
" Sial ! jika tahu Nona Lee tidak ke Rumah Sakit, sedari tadi Aku mengajaknya jalan-jalan. " sesal David yang ingin terus dekat dengan Nona Lee.
Tidak ada yang membahas atau menanyakan kabar Anin termasuk Lolly yang baru turun dari atas. Mereka bungkam karena menghormati keputusan Nona Lee dan Yaura. Dan nasib Anin? tentu masih di asingkan di Ruang Bawah Tanah Markas Goddess Of Death. Anin tak berhenti menangis hingga matanya bengkak,Ia sangat tersiksa di asingkan seperti itu.
Tak berselang lama, Tuan Rumah datang.
" Kakak.. " Evelyn beranjak dan memeluk Kakaknya dengan erat.
" Syukurlah Kau kembali dengan selamat. " senyum Ken sembari mengalihkan pandangannya ke David.
" CIE KANGEN.." ledek Ken yang membuat David dan Nona Lee saling menatap, mereka berdua salting.
" Ekhemmmm " David tersenyum kecut sambil menunjukkan jari tengahnya kepada Ken seakan mengkodenya untuk diam.
Mengalihkan pembicaraan,
" Sudah kuduga tidak akan betah di Kantor. Sedari awal Aku sudah menyarankan sebaiknya Kalian tetap di Kamar." ledek Nona Lee balik.
Ken terus meledek Nona dan David yang malu-malu kucing padahal sama-sama mau.
Lolly mendekati Yaura sembari melukiskan senyum manisnya yang seperti yuppy.
" Astaga Kau cantik sekali Yaura dengan Jas Presdir ini. " Lolly terpukau, matanya menatap ID Kebesaran G&D yang menyantel sempurna di leher Yaura.
Bukannya menjawab,Yaura balik menatap Lolly lalu mengamatinya.
" Kau baik-baik saja? " tanya Yaura seakan memberi Isyarat apakah Lolly sudah merelakan Kakaknya untuk dihukum.
" Sesuai yang Kau lihat,Aku baik-baik saja. Lupakan, Aku menerima semua keputusanmu. Jangan memikirkanku lagi,Kau harus bahagia. " tutur Lolly.
" Terima Kasih,Lolly. tenanglah, ini hanya sementara. Jangan bersedih." ujar Yaura sembari menatap Lolly dengan tatapan dalam dan tulus.
Tiba-tiba Evelyn berteriak heboh karena saking bahagianya.
" Evelyn Kau ?! bisakah Kau sehari saja tidak heboh?! " gerutu Vino sembari mengelus dadanya melihat tingkah Sang Kekasih.
" Teriakannya bahkan mengalahkan TOA Masjid. " timpal David sembari menutup telinganya.
Tuktukkkk tukk Evelyn berjalan sembari menenteng paperbag ke arah Yaura
" Hei Kakak Ipar, Aku membawa Hadiah Khusus untukmu. " heboh Evelyn sembari mendaratkan bokongnya di sebelah Yaura.
" Turunkan nada bicaramu,Evelyn. Astaga.. gendang telingaku bisa rusak " Lolly kembali ke sifat awalnya yang humoris,caplak, dan periang.
" Diamlah. Aku sedang bahagia. " Evelyn begitu semangat mengeluarkan sebuah kado dari Paper Bag yang Ia bawa.
Tradaaaa sebuah kado berukuran sedang berwarna putih dihiasi pita gold terlihat sangat indah.
" Untukku? ".
" Hummmm untuk Istrinya Kakak yang sangat cantik. Ayo cepat buka,Yaura. " desak Evelyn.
Tangan Yaura pun membuka kado yang diberikan Adik Iparnya. dan..
JRENGGGGG sebuah set perhiasan mewah keluaran Brand Termahal Dunia terpampang di depannya.
Yaura meraih kalung berhias berlian,lalu menatapnya lekat.
" K&Y " lirih Yaura.
" KEN DAN YAURA. Kalian tidak boleh BERPISAH ! JADI AKU MEMBELIKAN KALUNG INI UNTUKMU. AKU TIDAK MAU TAHU KAU HARUS MEMAKAINYA. " Evelyn sangat antusias.
Mendengarnya,membuat mata Yaura berbinar. Ia memegang liontin inisial K&Y,
" Ken dan Yaura.. ini sangat indah.. " iyah, Indah yang dimaksud Yaura adalah nama KEN YANG BERSANDING DENGAN NAMANYA. seketika itu pula, senyum Sang Suami terlintas di benaknya.
Sama seperti Yaura, Ken juga tersenyum sembari menatap lekat Kedua Wanita yang sangat Ia sayangi.
" Teruslah memperbaiki sikap Evelyn, jangan biarkan darah Iblis ikut bersemayam di tubuhmu. Aku tidak akan kuat jika melawanmu. " lirih Ken dalam hati.
Evelyn memakaikan liontin itu ke leher Yaura dan terlihat sangat cocok. Ia pun begitu girang nan heboh karena Yaura menerima dan menyukai hadiah darinya.
David, Nona Lee, Lolly, dan Vino serempak menutup telinganya karena kecomelan Evelyn yang tak kunjung berhenti.
" Terima Kasih,Evelyn." Yaura tersenyum,Ia begitu tersentuh dengan perhatian Evelyn kepadanya. walaupun Ia sadar, bagaimanapun Evelyn adalah orang jahat dimasa lalu.
Huggggg Evelyn memeluk Yaura dengan erat.
" Jangan berterima kasih. Aku kan Keluargamu. " saut Evelyn. Setelahnya Ia melepaskan pelukan lalu menatap semua orang bergantian.
" Mmmmmm Kak David, apa Lisya dan Kak Alfin tidak kesini? padahal Aku sudah membawa oleh-oleh untuk mereka. " tanya Evelyn sembari menatap David.
" Alfin dan Lisya sedang ada tugas NIS. Kau hubungi saja mereka untuk kesini. " saut David.
" Benar juga. "
Evelyn kemudian memberikan oleh-oleh kepada Nona Lee, Lolly, dan David yang sangat banyak.
__ADS_1
" Ya Tuhan Evelyn,Kau baik sekali. " Nona Lee begitu tersentuh karena Evelyn menghargainya.
" Kecil-kecil Kau sangat dewasa rupanya. " celetuk David saat Evelyn memberinya kado pakaian dalam Calvin Klein😂.
Hal ini tentu saja membuat semuanya tertawa.
" Astaga.. lihatlah Kapten David, motif celanamu mirip dengan baju Solly ku😂 " Lolly cekikikan saat menyadari bahwa motif daleman David kembar dengan pakaian Solly.
" Menggemaskan." sambar Nona Lee sambil tertawa ngakak.
" SUNGGUH SENTIMEN. " decak David.
Merekapun kembali berkumpul dan mengobrol kesana-kemari. Yah memang suasana liburannya masih melekat. David yang niat awalnya ingin berduaan dengan Nona Lee pun tertunda karena mengobrol bersama jauh lebih asyik.
SORE HARI
Sebelum matahari terbenam, David mengajak Nona Lee keluar dan jalan-jalan sore. Kini mereka di dalam mobil,
" Mau kemana? " Nona Lee memecahkan keheningan.
" Ke Mall? Salon? " senyum David, tangannya melucuti kancing seragam Tentara yang Ia pakai hingga membuat Nona Lee terbelak.
" Katanya Kau bertugas." Nona Lee memalingkan pandangan ke luar jendela.
" Tidak,Aku berbohong. Alfin mengkhawatirkan Lisya kemarin, jadi Dia terpaksa mengajakku untuk menemaninya menjaga Lisya. "tutur David, Ia melepas seragam tentaranya dan hanya memakai kaos oblong biasa. Setelahnya, Ia melajukan mobil dengan kecepatan sedang,
" KABARI AKU JIKA ADA APA-APA.. walaupun Kau bersenjata, tapi Kau tetap Wanita. " ucap David yang membuat Nona Lee mendelik.
Mereka bertatapan dengan sangat dalam,
" Sekuat atau sehebat apapun Wanita pada akhirnya akan terluka, dan Aku tidak mau itu terjadi denganmu. Jangan sungkan meminta bantuanku. " David kembali menatap kedepan, seakan memberi Isyarat Nona Lee agar tidak memiliki mengalami nasib buruk seperti Yaura yang enggan meminta bantuan.
" I-iyah. tapi bukankah Kau adalah Tentara Dubai? maksudku cepat atau lambat Kau akan kembali kesana kan? " ucap Nona Lee.
David tersenyum.
" Tidak. Aku akan disini selamanya. "
Mendengarnya membuat Nona Lee tersenyum.
" David sangat gentle dan manly. Dia bahkan peduli denganku,padahal Kita baru kenal. Sungguh romantis.." puji Nona Lee dalam hati.
Diikuti oleh Pengawal Ken, Nona Lee meminta David agar tidak pergi ke Mall karena akan menjadi pusat perhatian pengunjung. Ia memilih ke Taman Kota yang lumayan ramai namun menenangkan. Disana mereka berdua duduk di kursi panjang sembari memperhatikan lalu lalang anak kecil, orang tua dan remaja yang menghabiskan waktu bersama.
" Kau punya Adik ? " tanya David.
" Tidak,Aku tunggal. Kau? " tanya Nona Lee balik.
" Dulu Aku mempunyai Adik Perempuan, tapi.. Dia telah tiada karena kecelakan saat berumur 6 Tahun. Jadi sama, tunggal. " David mengingat adiknya yang meninggal karena kecelakaan mobil di tol.
" Maaf, Aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu." Nona Lee menundukkan kepalanya karena tidak enak hati menyinggung orang yang telah tiada.
" Jangan menundukkan kepala.Santai saja... " lirih David sembari menatap mata Nona Lee yang sangat indah.
Bak masa PDKT, David sangat gencar mengulik informasi seluk beluk Nona Lee, begitupun sebaliknya. Mereka berdua terlihat sangat akrab saat berbagi dan membicarakan masalah Keluarga. Selama mengobrol,selama itu pula David memperhatikan sikap Nona Lee yang membuatnya takjub. Apalagi jika bukan tentang kemanusiaan dan kepedulian. Dari dulu, David memang sangat menyukai Wanita yang memiliki dedikasi tinggi dan berkualitas.
" Aku mengira hatiku tidak akan menerima Wanita lain masuk setelah Yaura dimiliki Ken. tapi ternyata tidak, Nona Lee bahkan lebih memasuki hatiku dan membuatku sangat tertarik dengan kepribadiannya. " lirih David di dalam hati.
RUMAH YAURA
Yaura duduk diam dan berfikir keras karena tidak memiliki kesibukan apapun,Ia pun memilih ke Dapur dan belajar memasak. Di dapur, Para Pelayan nampak cemas saat Yaura turun ke dapur, karena bagaimanapun mereka sangat takut dengan perintah Tuannya,yaitu Ken yang melarang Istrinya memasak, menggoreng atau apapun yang bisa melukainya.
" Nona.. Tuan Ken tidak mengizinkan Nona ke Dapur, bagaimana jika minyak gorengnya meletup atau tangan Nona tersayat pisau? " Pelayan mencegah Nonanya memotong wortel.
" Aku tidak akan mati karena minyak goreng meletup. Tenanglah,Bibi.. " Yaura tetap memotong wortel dimeja.
Susah dilawan, membuat Para Pelayan pasrah dan hanya bisa berjaga-jaga agar Nonanya memasak sayur sop dengan berhati-hati.
Maghrib, Ken kembali ke Kamarnya. Ia mencari keberadaan Sang Istri yang tak terlihat di Kamar,
" Yaura.. " panggil Ken namun tak kunjung menyaut. Di rumah, Ia pun tidak berfikir macam-macam dan menyangka sedang bersama Nona Lee.
Ken pun memilih membersihkan diri.
45 menit kemudian, Yaura belum kembali. tidak bisa jauh dari Sang Istri, Ken keluar lalu menuruni tangga.
Di Kamar Nona Lee tidak ada siapapun,
" Kemana Yaura? " bingung Ken. Melihat Robin,
" Robin, dimana Nona? " tanya Ken.
Mulai pintar,
" Nona Yaura ada di Dapur,Tuan. " jawab Robin.
Tak banyak omong,Ken melangkah ke Dapur. Disana Ia sedang melihat Sang Istri menghias salmon,
" Aku mencarimu.. " ucap Ken yang membuat Para Pelayan khawatir.
" Pasti Tuan Ken marah. " batin Pelayan.
" Aku disini sejak tadi. " saut Yaura yang fokus dengan salmonnya.
" Sudah Aku bilang jangan membiarkan Istriku ke Dapur. kenapa Kalian tidak mencegahnya? " omel Ken yang membuat pelayan menundukkan kepalanya.
Tidak ingin memarahi Istrinya,
" Sudah Aku bilang,tidak perlu mengerjakan sesuatu yang dikerjakan oleh Pelayan. Kau lelah nantinya.. " lirih Ken.
" Jangan menyalahkan atau memarahi Pelayan, ini murni keinginanku. sekarang.. " Yaura mengambil ikan salmon dengan sendok,
" Buka mulutmu.. " lirih Yaura dengan lembut. yah, inilah cara Yaura menyampaikan perhatiannya.
Ken melirik salmon yang rasanya memang sangat menggiurkan nan menggoda iman. Ken pun membuka mulutnya,
" Ini,makan sendiri. Aku membuatkannya khusus untukmu. " Yaura dengan wajah tanpa dosa meletakkan sendok di tangan Sang Suami.
Ckkk !!!
" YA TUHAN, AKU KIRA KAU INGIN MENYUAPIKU." decak Ken.
" Manja.. " Yaura tersenyum tipis.
Walaupun kecewa karena tidak disuapi, Ken kembali dengan moodnya yang baik berkat salmon yang sangat enak nan empuk.
" TERNYATA MARKONAH BISA MEMBUAT SALMON SEENAK INI. " pujinya.
" Kau menyukainya? sungguh? " Yaura tampak sangat bahagia hasil masaknya dipuji.
" Sungguh. Aku kira Kau tidak bisa memasak." Ken menyantap sampai habis Salmon yang rencananya untuk makan malam. Ia memakannya dengan begitu lahap tanpa nasi sedikitpun.
Yaura tersenyum sembari mengingat,
Flashback On
" DAGING ITU SANGAT ENAK DAN LEZAT YAURA, KAU HARUS MEMAKANNYA SEKALI DALAM SEUMUR HIDUP. TAPI TIDAK MASALAH, SETIDAKNYA KAU HARUS MENYUKAI SALMON. SALMON INI KESUKAANKU, AYO MAKANLAH.. " Ujar Ken kecil yang membawa sekotak nasi berisi salmon,daging,sayuran, dan tahu susu.
Flashback Off
" Dari kecil, Dia sangat menyukai salmon. sampai sekarang.. " lirih Yaura seraya memandangi Suaminya.
Tangan Yaura mengambil sumpit lalu memindahkan tahu putih ke piring Sang Suami.
" Kenapa melupakan tahunya, Kau biasa makan Salmon dengan tahu putih. "
Deggg !!! Ken menghentikan aktifitasnya lalu menatap Sang Istri dengan sendu.
" Kau masih ingat? " tanya Ken.
Yaura tersenyum malu lalu menundukkan pandangannya.
Ken tersenyum dan terenyuh dibuatnya,
" Yaura masih ingat apa yang Aku sukai waktu kecil. Dan sekarang, sepertinya Dia sengaja mengingatkanku. " batinnya.
" Kenapa Kau lebih mengingat salmon ketimbang teman kecilmu yang tampan ini? " lawak Ken.
" Ken teman kecilku tidak tengil dan usil sepertimu. " saut Yaura sembari mengingat masa kecilnya dengan Ken yang begitu indah.
" Tapi Aku tetaplah Ken, temanmu. dan sekarang jawab dengan jujur, maukah Kau kembali berteman denganku? Kita saling berbagi, tersenyum dan bermain. Aku sangat merindukan masa kecil Kita.. sungguh.. " Ken menatap mata Istrinya dengan tatapan dalam. Ia ingat bahwa sejak awal pernikahan Yaura tidak mau berteman dengannya,dan tidak pula mencintainya.
" Kita bukan teman lagi. tapi Suami Istri, jadi.. Aku tidak mau berteman dengan Suamiku sendiri. " lirih Yaura.
Ken diam tak bergeming, Kata ' SUAMIKU SENDIRI ' membuat hatinya berdebar,berbunga-bunga,tersentuh dan bahagia.
" Akhirnya Kau mengakuiku sebagai Suamimu. " lirih Ken dalam hati. bibirnya tersenyum, mata berbinar.
Mereka terus beradu pandang, senyum manis dan kebahagiaan yang terpancar membuat hati mereka semakin terpaut.
Jam makan malam,
Karena baru tester salmon dan belum makan, Ken pun mengajak Istrinya untuk makan malam bersama dengan yang lain. Para Pelayan pun sudah mulai mondar-mandir mempersiapkan jamuan makan malam.
RUANG MAKAN
Tidak melihat Zayn sejak tadi, Ken pun menelfonnya.
" Kau dimana bodoh? ".
" Di Mall. Aku ingin memanjakan mata." saut Zayn seraya menyeruput minuman Boba seorang diri.
" Di Mall atau Di Mall?! Kau pasti sedang bermain di Hotel." ucap Ken yang meragukan tobatnya Zayn.
Zayn menghela nafas,lalu mengganti panggilannya menjadi panggilan video.
" Aku sedang meminum Boba ! Kau lihat ? ini Bobanya.. lagipula Aku ingin bertaubat.. " ujar Zayn sembari menunjukkan Boba kepada Ken.
Yaura yang berada disamping Suaminya pun tidak sengaja melihat minuman yang sangat asing tapi menggiurkan.
" Apa itu Anggur? " tanya Yaura saat melihat bola-bola kecil berwarna hitam di cup.
" Sebentar.." jawab Ken,
" Zayn ! apa itu terbuat dari Anggur? " tanya Ken yang juga tidak tahu tentang Boba.
" Bukan. Aku juga tidak tahu ini terbuat dari apa.tapi Rasanya sangat kenyal,manis dan menyegarkan. " saut Zayn yang membuat Yaura semakin memperhatikan minuman itu.
" Kau mau,Sayang? " tanya Ken saat memperhatikan Sang Istri yang tampak begitu khusu memperhatikan Boba.
Yaura menganggukkan kepalanya hingga membuat Ken tersenyum.
" Bilang saja jika Kau menginginkan sesuatu. "
Ken pun menyuruh Zayn untuk membelikannya 20 Cup minuman Boba.
" Kakak Aku minta.. " saut Evelyn seraya melahap salad favoritnya.
" Sepertinya itu minuman Boba langganan Kita,Evelyn.. " ujar Lolly yang menjadi pelanggan setia Boba di Mall.
" Jika iyah,maka Aku sangat bersyukur. sudah sebulan Kita tidak membelinya. " ujar Evelyn.
Sedang menikmati makan malam, datanglah Nona Lee yang habis berkencan dengan David.
" Kalian tidak menungguku? " sapa Nona Lee yang baru saja pulang jalan-jalan bersama David.
" Kau pasti sudah kenyang setelah berkencan dengan David. Dimana Dia? " ledek Ken.
" Aisshh ! jangan terus menggodaku. David mendapat perintah agar membantu Lisya dan Alfin untuk menyelesaikan misi NIS. sebenarnya Mereka juga ingin kesini,tapi entahlah.. Tugas Abdi Negara sangatlah merepotkan.. " tutur Nona Lee seraya mendaratkan bokongnya di kursi sebelah Lolly.
Ingin ikatan kekeluargaan semakin erat, mereka pun saling mengobrol dan berbagi disela-sela makan. Lolly yang diam kini kembali membuat tingkah konyol hingga membuat Nona Lee terpingkal karena selalu berdebat dengan Evelyn yang orangnya tidak mau kalah.
" Awas keselek,Evelyn.. Kau ini sama seperti Alex, bertengkar terus dengan Lolly. " Vino menggelengkan kepalanya melihat Sang Kekasih makan sambil berdebat tanpa henti.
Sedang bercanda, tiba-tiba Pak Agus datang bersama Albert. Mereka dikawal oleh Tim Goddes Of Death berjumlah 10 Orang. Ken dan yang lain pun menyambutnya dengan senyuman,
" Aku kira Bapak datang besok. " Ken memeluk Pak Agus seperti memeluk Ayahnya.
" Bapak datang bersama Adikmu tadi pagi. hanya saja Bapak mampir ke Markas dulu. " jawab Pak Agus lalu menatap Yaura.
" Ekhemmmm setelah memiliki Suami,sepertinya Kau tidak mau memeluk Bapak lagi. " goda Pak Agus sembari tersenyum bahagia melihat wajah Yaura yang semakin berseri tanpa beban.
" Pelukan Bapak sekarang untuk Bibi Arum. " Yaura balik tersenyum meledek. dan..
Hugggg Yaura sejenak memeluk Pak Agus lalu melepaskannya.
" Sehat selalu. " doa Yaura, meskipun singkat namun artinya sangat dalam.
" Terima Kasih,Nak. sekarang Bapak ingin meminjam Suamimu dulu. Kita akan membahas Proyek Jet Tempur dan Keamanannya. " ucap Pak Agus.
Yaura menganggukkan kepala sebagai persetujuan.
Ken pun mengelus kepala Istrinya lalu melangkah mengikuti Pak Agus.
KANTOR PRIBADI
Pak Agus,Ken dan Albert kini berdiri di monitor besar seraya menunjukkan desain Gedung Jet Tempur yang akan dibangun.
" Setelah Mall G&D Opening dan beroperasi minggu depan,Kita langsung tancap gas menjalankan Mega Proyek Jet Tempur. "
" Beritahu kepada Investor bahwa Bulan Depan sudah mulai pembangunan. Kau dan Istrimu akan memiliki jadwal padat selama satu bulan penuh. Jangan menunda, karena ini juga sebagai PERLINDUNGAN KALIAN DARI MUSUH, tidak akan ada lagi penyerangan jika Kau dan Istrimu memiliki Kekuasaan diatas Pemerintah. "
" Jangan takut Istrimu kelelahan karena urusan Bisnis,Aku sudah merekomendasikan Sinta, terima Dia jangan menolak. urusan Kejahatan Sinta,biar Aku yang memantaunya. " tutur Pak Agus.
Ken dan Albert menyimak pembicaraan Pak Agus dengan serius seraya berfikir kejahatan dan ancaman apa kedepan.
" SERIGALA BERBULU DOMBA, ITU MUSUH KITA SEKARANG. " ujar Pak Agus yang membuat Ken dan Albert menyipitkan matanya.
" Maksud Bapak? " heran Ken.
__ADS_1
" Orang Tuanya Gita. Istrimu sangat menyayangi Anak Kecil itu kan? berhati-hatilah kepada Orang Tuanya. bisa jadi Dia memanfaatkan Gita untuk memasuki lingkungan Kita lebih jauh, dan membuat Istrimu sebagai umpan agar mereka bisa mengulik informasi lebih. Bapak tahu dari CCTV tadi pagi. " Pak Agus memberi nasehat kepada Ken agar tidak kecolongan lagi.
" Gita? Anak Kecil yang diselamatkan oleh Nona Yaura? " timpal Albert.
" Iyah, Istriku sangat emosional jika bertemu dengan Gita. bahkan tadi pagi, Dia menyuruh Gita untuk bermain ke Rumah daripada ke Hotel. " Ken baru sadar, dan lengah.
" Rumah ini sangat steril dari Kejahatan dan Penyadapan. Jangan biarkan sembarang orang masuk. Ini hanya peringatan Ken, jika Orang Tua Gita baik, Aku sangat bersyukur. " imbuh Pak Agus.
Mereka bertigapun mengobrol dengan serius. Tak ketinggalan, Ken juga membahas tentang Anin dan Para Keluarga Iblis yang menemui Istrinya tadi.
RUANG KELUARGA
Vino menjadi korban kejahilan Para Wanita,
" Ya Tuhan.. Kau sangat menggemaskan,Vin." puji Evelyn,Nona Lee dan Lolly serempak saat melihat wajah Vino diberi makeup full.
" Mirip Kau,Evelyn. " timpal Yaura seraya tersenyum tipis. Wajah Vino dan Evelyn memang sama imutnya.
" Tidak Yaura. sangat jauh😂 " tawa Evelyn.
Vino hanya memasang muka pasrah, dan menertawakan dirinya sendiri kenapa mau jadi bahan kejailan Para Wanita.
Yang ditunggu datang,
" Siapa yang memesan Boba? " Zayn menenteng dua kantung plastik berisi Boba.
" Aku.." Evelyn dan Lolly mengacungkan tangan dengan begitu antusias.diikuti oleh Nona Lee yang tersenyum manis,
" Sepertinya enak. Terima Kasih,Zayn. " ucapnya sembari mengambil satu cup Boba lalu menusuknya dengan sedotan.
" Kau seperti Abang Gojek,Zayn🤣 " Vino tertawa ngakak melihat seorang Zayn menjadi korban repotnya Para Wanita.
" Tidak masalah,Aku akan melakukan apapun Demi Para Princess. " Zayn mengalihkan pandangannya ke Yaura yang memperhatikan Boba.
" Kenapa Kau diam saja Nona Yaura? ini untukmu.. " Zayn menyodorkan satu cup Boba kepada Istri Sahabatnya tersebut.
" Terima Kasih,Zayn. " ucap Yaura. disaat bersamaan, Ken, Albert dan Pak Agus datang.
" Ini untukmu ! merepotkanku saja. " gerutu Zayn sembari memberi Boba ke Sahabatnya,Ken.
" Jika Kau tidak direpotkan, maka Kau tidak akan pulang. " smirk Ken, seakan bermaksud Zayn pasti pergi ke Hotel bersama Wanita.
" Sembarangan😎. " bantah Zayn seraya memberikan Boba ke Pak Agus dan Albert.
" Pak, Kau sudah berumur. jangan lagi minum Wine, Boba lebih menyehatkan. " ujar Zayn bak seorang Putra yang menasehati Ayahnya.
" Apa Kau berubah profesi menjadi Sales Boba hingga gencar promosi seperti ini? " tawa Pak Agus.
" Bukan Sales. tapi menjadi Brand Ambassador. " celetuk Zayn yang membuat semuanya tertawa.
Mereka pun kembali bercanda, apalagi adanya Zayn yang sangat humoris.
Ken menyedot Boba dengan sangat khusu sembari menatap Sang Istri yang tidak meminum Bobanya sama sekali.
" Kau bilang ingin Boba,minumlah.. "
" Apa rasanya enak? Aku geli dengan bola-bola kecilnya." jawab Yaura.
" Coba punyaku.. " Ken menyodorkan miliknya yang masih setengah.
Sejenak berfikir,Yaura pun membuka mulut lalu menyedotnya. Ia menikmati cita rasa Boba yang di luar ekspetasinya, yaitu sangat enak.
" Tidak terlalu buruk. " ucapnya seraya terus menyedot punya Ken.
Bukan mencoba, Yaura malah menghabiskan minuman milik Suaminya dengan wajah tanpa dosa.
" Untung Sayang.. " Ken tersenyum.
*
*
MALAM HARI
Malam semakin larut, Para Wanita sudah masuk ke Kamar. Ken sengaja menyuruh Adiknya untuk tinggal sementara di Rumah Yaura karena di Rumah Pribadinya tidak ada siapapun dan Ia khawatir jika terjadi apa-apa.
Kamar Ken
Yaura sudah memakai pakaian tidur yaitu lingerie berwarna cream yang tidak terlalu terbuka namun Ia terlihat sangat cantik saat memakainya. Ia bercermin sembari menatap Liontin yang diberikan oleh Evelyn,
" K&Y. Aku sangat menyukainya.. " Yaura tersenyum manis sembari menatap pantulan Liontin inisial Sang Suami dan Dirinya.
Entah kangen atau bagaimana, Yaura berjalan ke arah lemari lalu mengambil semua foto masa kecilnya dengan Ken. setelahnya Ia menyalakan televisi lalu mendudukkan diri di Ranjang.
Yaura meraba foto Ken kecil yang tersenyum manis disamping dirinya.
" Aku tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan bahwa Aku sangat bahagia bertemu denganmu lagi Ken. "
" Semoga Kau mengerti bahwa Aku lebih lebih lebih lebih bahagia dipertemukan denganmu lagi. Jangan menganggapku tidak bahagia, itu salah besar.." Yaura tersenyum seraya mengelus pipi Ken kecil.
Tiba-tiba ceklekkkkkk Ken masuk.
" Kenapa belum tidur? " Ken berjalan ke Ruang Ganti lalu mengganti pakaiannya.
" Belum mengantuk. " jawab Yaura.
Setelah berganti pakaian, Ken naik ke atas Ranjang dan baru menyadari bahwa Sang Istri sedang mengacak-acak kembali foto masa kecilnya.
" Foto kecilmu sangat jelek. " ejek Ken.
Yaura mendelik, lalu menyandingkan foto Ken kecil di pipi Suaminya.
" TIDAK MIRIP. AKU RASA KAU BUKAN KEN KECILKU. " ejek Yaura balik.
" Konyol. jelas-jelas Aku adalah Ken. " Ken memutar bola matanya.
Di ajak tidur tidak mau, Ken pun menyerah dan menuruti keinginan Istrinya yang masih betah memperhatikan foto masa kecil. tiba-tiba..
Ken menaruh kepalanya di pangkuan Sang Istri hingga membuat Yaura terkejut.
" Kau punya waktu satu jam. setelahnya,harus tidur. " perintah Ken sembari ndusel ke perut Istrinya.
" Geli,Ken.. " Yaura tersenyum bahagia.
" Geli atau Geli? " Ken semakin membenamkan wajahnya ke perut Sang Istri.
Grepp Yaura memegang pipi Suaminya.
" Ken Kecilku tidak nakal. Kau sangat nakal. " ucap Yaura, suaranya begitu lembut dan teduh.
" Yaura kecilku sangat cantik, sedangkan Kau seperti Markonah. Aku juga jadi ragu Kau Yaura atau bukan ? " balas Ken sembari mencubit Pipi Istrinya.
Mengingat sesuatu,
" Ken.. Kau ingat tempat Kita bermain dulu? permainan Koin? Kau ingat ? " tanya Yaura, tanpa sadar tangannya mengelus kepala Ken dengan sangat lembut.
Degg !!! Ken menatap Yaura dengan mendamba. Ia sangat bahagia diperlakukan manis oleh Istrinya secara tidak langsung.
" Tentu ingat,Sayang. mana mungkin lupa.. "
" Kenapa? Kau ingin kesana ? Ayo.. " sambung Ken.
Yaura menganggukkan kepala, tangannya terus mengelus kepala Ken.
" Katakan,Kau ingin kemana lagi.." Ken mencium punggung tangan kanan Istrinya hingga membuat Yaura semakin bahagia.
" Aku ingin mengunjungi semua tempat dimana Kita bermain bersama. Aku sangat merindukannya,Ken.. " lirih Yaura, mata mereka berdua pun beradu pandang.
" Hanya tempat? bukan orangnya? " goda Ken. tak disangka..
" AKU JUGA MERINDUKANMU.. " senyum Yaura yang membuat Ken bangun lalu menatapnya.
" Katakan sekali lagi.. "
" Aku merindukanmu.. " Yaura tersipu malu sembari menundukkan pandangannya.
Huggggggg Ken langsung memeluk Istrinya.
Tanpa jeda, Yaura pun membalas pelukan Suaminya.
" Katakan sekali lagi.. " pinta Ken, sumpah demi Tuhan Ia sangat bahagia.
" AKU SANGAT MERINDUKANMU,KEN. " bisik Yaura sembari melukiskan senyumnya yang indah.
" Aku tidak menyangka Kau bisa merindukanku.. " pelukan Ken semakin erat.
" Tidak mau tahu,besok harus kesana. " pinta Yaura.
" Iyah,Sayang.. besok Kita kesana.. Ya Tuhan,Aku sangat bahagia. " Ken memejamkan mata sembari mengelus kepala Istrinya.
Mereka berdua melepas pelukan,lalu saling menatap satu sama lain.
" Hai Yaura Kecilku,Kita bertemu lagi. " sapa Ken seraya memegang tengkuk leher Istrinya.
" Hai Ken Kecilku. " senyum Yaura.
" Seperti apa yang Kau bilang tadi. Kita bukan teman lagi,tapi Suami Istri. Jadi, Aku ulangi..." lirih Ken,
" HAI YAURA ISTRIKU. AKU MENCINTAIMU.. " Ken semakin mendekatkan wajahnya.
Yaura tersenyum dan diam sejenak.
" HAI KEN SUAMIKU. AKU MERINDUKANMU.." lirih Yaura dengan suara pelan, dan malu-malu kucing.
Terlalu cinta dan sayang,
Kisssssssss Ken langsung saja mendaratkan bibir lalu mengh*sap bibir Istrinya.
Percaya atau tidak, CINTA MASA KECIL ADALAH YANG TERINDAH DAN PALING BERMAKNA.
Keduanya sama-sama tersenyum dan menikmati rutinitas sebelum tidur. Yaura mengalungkan tangan ke leher Suaminya, dan Ken merebahkan tubuh Istrinya.
Bukan nafsu, ciuman Ken melambangkan Kasih Sayang. Permainan lidah yang sangat lembut, ciuman pelan namun mematikan.
" Sayang.. " lirih Ken.
" Hmm? ".
" HAPPY VALENTINE ❤😘 " Ken baru ingat bahwa hari ini adalah Hari Valentine.
" Will you be My Valentine? " sambungnya.
" Maunya? " jawab Yaura sambil menatap bibir Suaminya yang sexy dan basah.
" MAUNYA YA MAU. tapi.. Kita kan sudah melakukan Valentine." tawa Ken diiringi tatapannya yang semakin mematikan.
Polos,
" Maksudnya? ".
" BIKIN BABY. " bisik Ken yang langsung membuat Yaura bersemu.
" Dasar💕. jadi Kita tidak bisa mengikuti Valentine begitu? " tanya Yaura yang membuat Ken gemas.
" Bisalah,Sayang.. Ayo Kita lakukan.." smirk Ken. lalu Ia kembali melahap bibir Istrinya,tangannya mulai menjamah kemana-mana. Awalnya tidak berniat mengerjai Sang Istri, namun Ken tetaplah Ken yang tidak bisa tahan jika berhadapan dengan Istrinya.
Tubuh Yaura sangatlah memabukkan, dan membuatnya kecanduan.
" Kau lebih memabukkan daripada Wine. " bisik Ken sembari menggigit telinga Istrinya.
" Happy Valentine,Ken.." suara Yaura terdengar sangat erotis hingga membuat Ken semakin menindihnya.
" Katakan sekali lagi.. " Ken mengusap bibir basah Istrinya yang baru saja Ia lahap.
" Happy Valentine.. " ucap Yaura.
" I LOVE YOU,SAYANG❤ " Ken semakin gencar mengucapkan kata romantis sebagai bentuk kasih sayangnya yang tak berujung.
" I MISS YOU💕 " senyum Yaura, yang membuat Ken semakin bahagia tiada tara.
" Kau adalah Milikku sampai Kapanpun. Jangan pernah berpaling, jauh ,atau menghindariku. Kau adalah Istriku, dan segalanya untukku. Aku tidak tahu lagi bagaimana mengungkapkan bahwa .... ahhh sudahlah.. " Ken tidak bisa berkata untuk mengungkapkan bahwa Dia sangat mencintai Yaura.
" INTINYA AKU SANGAT MENCINTAIMU,SAYANG.." sambung Ken,lalu kisssssssssss ciuman panas kini dimunculkan.
Yaura membalas ciuman Suaminya dan sangat bahagia dengan apa yang baru Ia dengar. Ungkapan cinta, ucapan Valentine, pelukan,ciuman, rasa sayang, kerinduan, dan rasa tidak ingin jauh semuanya Ia temukan pada KEN.
" Terima Kasih Tuhan, Kau memisahkan Kami setelah sekian lama. Lalu menyatukan Kami kembali seperti sekarang.. " puji Yaura dalam hati sembari membalas dan menikmati sentuhan Suaminya.
Adegan 🔞 pun dimulai.
****************************
Jangan lupa vote dan likenya
Jangan lupa komen dan VOTE WOY VOTE. AUTHOR JAHANNAM SANGAT MEMOHON VOTE🤣🤣🤣
HAPPY VALENTINE DAYS JUGA UNTUK READERS, KALIAN DAPET APA DI HARI VALENTINE? COKELAT ATAU ANU?💕🥰🥳 YANG NUNGGU YAURA HAMIL,SABAR YAH, YAURA PASTI HAMIL KAN UDAH DI KERJAIN SUAMINYA💕
SPOILER
Sinta kini bersama Yaura dan Ken ke Penjara Iblis. Karena kemarin tidak sempat menepati janjinya kepada Keluarga Iblis, Yaura pun mengizinkan mereka untuk menemui Para Iblis.
" 20 menit. Kalian punya waktu 20 menit, setelahnya Aku tidak akan memberikan Kalian izin lagi. " titah Yaura kepada Keluarga Iblis.
" Saat Para Iblis bertemu dengan Keluarga Iblis. sangat spesial.. " smirk Yaura.
Degg !!!! melihat mata Yaura tersorot kebencian hingga begitu menakutkan,membuat nyali Sinta menciut seketika.
" Apa-apaan ini? Nona.. ini Nona Yaura sebenarnya? dan Ken.. Ken menikahi Wanita sekejam ini? " batin Sinta, tangannya mendadak gemetar menyaksikan Yaura mampu membuat orang tunduk dan mengandalikannya.
__ADS_1