
Dorrrrrrrrrrrrrr Ken melesatkan peluru ke arahnya. Dan......
Brughhhhhhhh senjata yang dipegang oleh Yaura pun terpental.
Dengan sigap Ken langsung menarik tangan Istrinya kembali,
" Jelaskan padaku Yaura ! Kenapa Kau sampai bertindak seperti ini? " ujar Ken.
Srttttttttttttttt Yaura mengeluarkan pisau dari Saku Jasnya dan ..
" Lindungi dirimu sendiri,tidak perlu mengkhawatirkanku. Ini hidup dan takdirku, jangan ikut campur dan membuat nyawamu melayang. " ucap Yaura seraya menodongkan sebilah pisau ke Leher Suaminya.
Ken menurunkan senjatanya dan pasrah,
" Apa Kau sudah membunuh banyak nyawa? " ucap Ken dan membiarkan Yaura menodongnya dengan pisau, matanya keduanya pun saling bertatapan.
" Aku tidak membunuh banyak nyawa, tetapi mereka yang dekat denganku pasti akan terbunuh. " ucap Yaura ,matanya berkaca-kaca.
Dannnn tlkkkkkkkkkk gerombolan Tim The Red datang lengkap dengan Snipernya. Mereka menodong Jantung dan Kepala Ken.
Lengah sedikit, Yaura pun langsung ambil kesempatan . Ia merampas senjata yang dipegang oleh Suaminya dan menjauh.
Ken pun mengangkat kedua tangannya karena pasrah dan tidak memiliki senjata.
" Apa Kita perlu menembaknya Nona? " tanya Tim.
" Jangan melukainya sedikitpun , lepaskan setelah Aku pergi. " lirih Yaura dengan suara pelan.
Ken mematung dan membatu. Ia mengamati tubuh Yaura yang mulai menjauh daripandangannya, dan begitu terkejut saat mengetahui bahwa Istrinya adalah seorang Nona yang memimpin The Red.
" Dia menggunakan kelompok Elite The Red untuk melawanku. " lirih Ken dalam hati.
**************************
Saat Yaura sudah pergi , Alfin datang bersama beberapa Anggota NIS lain. Dan melihat Ken yang mematung dan merenung di Rooftop.
" Dimana Yaura? " tanya Alfin dan menatap Ken. Ia begitu heran kenapa hanya ada pistol yang berjatuhan tetapi tidak ada Yaura.
" Siapa Yaura sebenarnya? " Ken balik bertanya dan menatap Alfin dengan tatapan dingin.
Sudah terlanjur dan darurat,
" Yaura adalah Agent NIS dengan Tittle Penembak Jitu. Dia satu Tim denganku. 10 Tahun Yaura dididik dan akhirnya Dia menjadi Wanita pertama yang mampu membunuh Agent CIA dan FBI dengan tangan kosong. Tenanglah.. " tutur Alfin.
Deggggg !!!!! Ken begitu terkesiap saat mendengar kebenaran tentang Istrinya.
" Apa yang Dia sembunyikan dariku sebenarnya?, Aku yakin semua ini ada alasannya.. " lirih Ken dalam hati.
Alfin ingin mengatakan sesuatu tapi ragu, Ia takut jika membongkar jati diri Yaura kepada Ken tetapi malah menjadi boomerang untuk Wanita yang dicintainya tersebut.
" Lebih baik Aku menemui Yaura dan membujuknya untuk tidak melawan Louis." lirih Alfin dalam hati.
Ken berlalu pergi lebih dulu ,disusul oleh Alfin dibelakangnya.
*******************
Hendak memasuki area Markas, Namun Yaura dihadang oleh Alfin dan Timnya.
Mereka pun keluar dari mobil, terkecuali Yaura yang masih di dalam mobil. Ia melihat Alfin sedang menuju ke arahnya.
" Buka Pintunya . " ucap Alfin seraya mengetuk kaca mobil.
Tak menyauti,Yaura justru menyiapkan senjata.
" Buka Pintunya Yaura ! " Ancam Alfin.
Pintu pun terbuka. Alfin segera masuk ke mobil dan berbicara empat mata dengan Wanita yang dicintainya tersebut.
" Ayo Kita kembali ke Tanah Air .. Aku akan membantu kasusmu.. " ucap Alfin dengan pelan,Ia sadar Yaura akan melawannya jika menentang.
" Pergi dan jangan ikut campur Kak. " singkat Yaura.
Alfin terus membujuk Yaura untuk membatalkan semua misi karena sangat berbahaya.
" Mengertilah Yaura , Kau sekarang sudah menjadi Daftar Pencarian Orang yang diburu oleh NIS dan Tentara. Bahkan Mereka menyuruh Dubai untuk mencekalmu ! " Ucap Alfin,sudut matanya memerah.
" Aku tahu.. maka dari itu pergi dan jangan pedulikan Aku. " singkat Yaura , Ia sadar tidak ingin membahayakan orang lain cukup dirinya sendiri saja.
" Kapten Immanuel sedang bernegosiasi dengan Tentara yang ingin memburumu, Kau tahu sulitnya bernegosiasi? Tolong pedulikan orang-orang yang peduli denganmu Yaura. Jangan keras kepala . " tutur Alfin.
" Lindungi Pak Agus, Helena dan Pak Bobby .dengan cara itu Kau bisa membantuku.. " ucap Yaura.
Alfin terdiam.
" Aku tahu bagaimana perasaanmu saat mengetahui bahwa Kedua Orangtuamu menjadi korban pembunuhan berencana. Tetapi tolong.. pedulikan dirimu juga.. " lirih Alfin.
DEGG !!! YAURA TERKEJUT DENGAN PENUTURAN ALFIN.
" Kau tahu siapa Aku? " tanya Yaura.
Alfin menganggukkan kepalanya.
Yaura syok dan cemas,
" Jangan memberitahu siapapun. Berjanjilah padaku.. " lirih Yaura.
" Aku tidak akan memberitahu siapapun asal Kau mau menarik semua rencana dan melakukannya sesuai prosedur." ucap Alfin.
Yaura diam dan tidak menjawab.
Alfin mengancam akan memberitahu Ken yang sebenarnya jika Yaura tidak mau mundur.Namun Yaura segera menolak dan mengancam balik.
Mereka berdua saling menodongkan senjata satu sama lain, hingga pada akhirnya Alfin mundur dan keluar dari mobil karena The Red sudah bersiap menembakkan pelurunya.
MARKAS
Dua orang sudah tertangkap dan di borgol oleh The Red.
" Nona memberimu satu kesempatan.. Jika tidak mengatakan yang sebenarnya ,maka Kami akan menghabisimu kalian berdua" ucap Pimpinan The Red.
Seorang Wanita teriak-teriak ketakutan dan Pria yang nampak terluka.
Tlkkkkkkkkk suara benturan higheels dengan marmer. Nampak seorang Wanita muda datang.
Wanita dan Pria itu nampak membelakkan kedua matanya, seakan bola mata itu hampir keluar.
" Yaura?.. " ucapnya serempak.
Yaura menatapnya dingin.
" Hai. Sudah lama tidak bertemu . " ucapnya dan berdiri diantara mereka yang sedang bersimpuh. tangannya dilipat di perut.
" Dasar Wanita Jala*g ! Jadi Kau .. " umpat seorang Wanita dan berteriak ,belum menyelesaikan perkatannya.
Plakkkkkkkkkkkkkkkkk tamparan keras mendarat di pipi Wanita itu.
" Tutup mulutmu ! Atau Aku akan menembak kepalamu yang tidak berotak ini ! " sentak Yaura.
" Jangan sakiti Bianca ,Yaura ! " teriak Edward.
Yaura mengalihkan pandangannya ke Edward.
" Jika Kau tidak melakukan yang Aku mau .. maka.. " ucap Yaura dan..
Tlkkkkkkkkkkkk Ia menodongkan senjata ke kepala Bianca.
" Argghhhhhhhhhhh singkirkan senjatamu Yaura ! Sebelum Ken menghabisimu ! " umpat Bianca yang ketakutan, Ia menyebut Ken sebagai tameng.
Yaura menarik sudut bibirnya,
" Lihatlah Edward , disaat Kau ingin melindunginya.. tetapi Bianca malah menyebut Pria lain . "
" Tutup mulutmu Yaura ! Ken bukanlah Pria lain tetapi Calon Suamiku ! " celoteh Bianca, Ia tetap nyolot.
" Calon Suamimu? Benarkah? Wahhh Aku tersanjung dengan claim mu . tetapi.. Ken itu kan Suamiku . Miris.." ucap Yaura dengan santai.
" Kau fikir Kau Wanita hebat Hah?! Kau fikir Aku takut ?! " teriak Bianca yang membuat Yaura menatap tajam ke arahnya.
Dorrrrrrrrrrr Yaura melesatkan peluru ke lengan Bianca.
" YAURA !!! " Teriak Edward dan hendak berdiri namun tidak bisa.
" AWWWWWWWWWWWW ! " Pekik Bianca dan berteriak menangis. darah mengalir dari lengannya, walaupun begitu, peluru Yaura hanya menggores sedikit lengannya. Ia masih punya hati.
" Sekali lagi Kau bicara! Aku akan melenyapkanmu ! " ancam Yaura yang membuat Bianca kini ketakutan bukan kepalang.
" Ternyata Wanita ini monster .. " lirih Bianca dalam hati.
Setelah itu,Yaura berjalan ke arah Edward.
" Dimana Abraham? ".
" Aku tidak bekerja dengannya. " jawab Edward, wajahnya dipenuhi luka.
Yaura terdiam dan berfikir. Ia kini menatap Bianca,
" Apa Kau datang bersama Edward? Jujur atau .." ancam Yaura.
" Ken. Aku datang bersama Ken. Bibi Hilya tertembak oleh Goddess Of Death, Kami menginap bersama di Kamar. " jawab Bianca seraya memanas-manasi Yaura.
Yaura tidak meladeni omongan Bianca dengan fakta menginap di Kamar Ken bersama. Ia lebih fokus kepada Bibi Hilya tertembak olehnya.
" Pantas Ken marah dan ingin menembakku tadi.. Tetapi , Aku sama sekali tidak menembak Ibu Mertuaku sendiri.. " lirih Yaura dalam hati,Ia mengingat perkataan Ken kembali.
" Sepertinya ada yang mengadu domba antara Aku dan Ken.. " sambungnya.
Yaura menatap Edward dan Bianca secara bergantian. setelah itu, Ia merampas Ponsel keduanya.
*********************
Pak Agus baru saja tiba di Dubai dan menghubungi Yaura.
" Bagaimana? " tanya Pak Agus.
" Ken tahu bahwa Aku yang melukainya selama ini. Juga seseorang telah memfitnahku menembak Ibu Hilya, Dia marah besar. Juga.. Edward , Bianca dan Ken kenapa mereka saling berkaitan? " tutur Yaura dari balik telefon.
" Itu hanya siasat Abraham untuk mengelabuimu. Baiklah, Katakan kepada Helena untuk menemuiku di Markas . " ucap Pak Agus.
" Helena? Helena ada di Tanah Air,Aku tidak mengizinkannya ikut. " ucap Yaura.
" Sejak keberangkatanmu.. Helena juga ikut terbang ke Dubai.. Aku tidak percaya jika Helena tidak bersamamu.. " tutur Pak Agus yang merasa ragu.
Yaura terdiam dan mematikan sambungan telefonnya. Ia menelfon Helena,namun ternyata tidak aktif.
" Helena ada disini? bukankah semalam Dia bilang ada di Rumah.. " lirih Yaura.
MARKAS AYAH REINO
Ibu Hilya kini sudah terbang ke Dubai dengan lengan yang masih diperban. Ia nampak duduk di kursi putar dengan secawan Anggur Merah yang baru saja Ia tenggak.
" Aku berterima kasih banyak kepadamu karena selama ini memberitahu tentang Goddess Of Death ,baik Markas atau Kelemahannya. Suamiku berhasil menghabisi Tim Delta dan itu berkatmu, Iyah.. Walaupun Kau tidak memberitahu Siapa Goddess Of Death tetapi Aku cukup puas dengan cara kerjamu.. " Puji Ibu Hilya.
" Sama-sama.. satu Hal lagi yang akan membuatmu tercengang.. tetapi ini tidak Gratis.. " ucap Wanita berambut pendek berjaket Hitam tersebut.
" Katakan.. Aku akan membayarmu berapapun yang Kau mau.. " ucap Ibu Hilya.
" Aku tidak meminta Uang ataupun Berlian.. yang Aku minta adalah Rusak Kehormatannya sebelum Dia lenyap, lakukan itu di depan Ken, anakmu.. " tutur Wanita itu.
" Maksudmu menyuruh Orang untuk memperkosanya di depan mata Anakku sendiri begitu? " Tanya Hilya dan tersenyum tipis.
Wanita itu menganggukkan kepalanya.
" Goddess Of Death itu Anak Devano Malik yang masih hidup dan..Dia Akan menghancurkan kalian.. " ucap Wanita itu dan tersenyum.
DEGGGGGG !!! Mata Ibu Hilya hampir melotot keluar.
" Yaura? Apa Yaura masih hidup? " tuturnya terbatah.
" Iyah , Dia masih hidup dan sangat licik. Berhati-hatilah.. " tutur Wanita berambut pendek itu dan berlalu pergi.
Tak ingin membuang waktu , Ibu Hilya langsung menelfon Ayah Reino.
" Yaura masih hidup. Cepat lenyapkan Dia ! ".
DEGGGGG !! Ayah Reino membulatkan kedua matanya.
" Apa maksudmu Yaura menantu Kita? " tanyanya.
" Aku tidak tahu Yaura mana yang Dia maksud. Tanya Ken, Siapa Pimpinan Goddess Of Death,bukankah Kau bilang Dia itu Wanita berkerudung? " tutur Ibu Hilya yang semakin panik dan cemas.
" Baiklah besok Aku akan turun dan membunuh Anak Devano itu. Aku juga kehilangan kontak dengan Edward dan Bianca " jawab Ayah Reino.
" Libatkan Anak Kita,Ken. jadikan Dia Garda terdepan, Aku sudah menghubungi Pak Diyo untuk menangkap Goddess Of Death , mereka akan mengirim SWAT untuk kita nanti malam." ujar Ibu Hilya.
" Baiklah.. Aku akan berbicara dengan Ken. " Ayah Reino mematikan sambungan telefonnya.
BURJ AL-ARAB
Kamar
Ken mendudukkan tubuhnya di tepi Ranjang, syok masih melanda dirinya. Ia mengingat kembali kebaikan Yaura yang telah menolong Ibunya di masa lalu ,juga menolong anak kecil yang hampir tertabrak dirinya saat itu.
" Aku yakin Dia Wanita Baik.. tetapi kenapa Yaura melakukan semua ini.. " lirih Ken dalam hati.
Tak berselang lama ,
Ayah Reino masuk dan mendekati anaknya.
" Kita akan melakukan pertempuran, gunakan Seragam Lengkap dan Senjata yang mumpuni. Kau dan Ayah akan melawannya.. " ucap Ayah Reino.
Sadar Ia belum bercerita bahwa Yaura adalah musuh mereka,
" Aku tidak akan turun ke medan. Lebih baik Kita pulang ke Tanah Air dan mengajukan Kasus ini kepada Polisi.. " tutur Ken dan beranjak menatap Ayahnya.
" Siapa Wanita itu? Kau melihat wajahnya bukan? " tanya Ayah Reino dengan penuh selidik.
" Wajahnya sangat asing, Aku tidak bisa mengingatnya. " singkat Ken.
" Louis sudah berhenti beroperasi karena Negara memerintahkan Kita untuk diselidiki. Ken.. Citra Kita sudah sangat buruk.. " ucap Ayah Reino.
" Ayah tenang saja, Aku akan mengembalikan Perusahaan seperti semula. " Saut Ken dan mendudukkan dirinya di soffa.
Faham Sang Anak tidak ingin membantunya ke medan perang,
" Bianca disandera oleh Mereka. Ayah kehilangan kontak dengannya.. ".
Degggg !! Ken terkejut saat mendengar itu.
" Yaura menyandera Bianca? " lirihnya dalam hati.
" Aku akan menyelamatkannya nanti malam. " Singkat Ken.
" Kenapa tidak sekarang? Apa Kau tidak takut terjadi sesuatu dengan Calon Istrimu Ken? " Ayah Reino menatap tajam Anaknya.
" Istriku itu Yaura. Dan Dia entah kemana.. sudahlah Ayah , Aku istirahat dulu. " Ucap Ken dan merebahkan dirinya di soffa.
Ayah Reino berdecak kesal dan memikirkan sesuatu agar Ken mau turun membantunya. Ia melangkah keluar begitu saja.
*********************
Ponsel Edward berdering, seseorang menelfon dengan kontak Panggilan Tidak Diketahui , Yaura pun langsung mengangkatnya.
" Mari Kita bertemu di Medan Perang, Kau ingin melihat diriku bukan? bersiap-siaplah mati ! " ujar Abraham.
Yaura diam dan tidak menjawab, Ia langsung mematikan ponselnya dan mendekati Edward.
Tlkkkkkk dorrrrrr Yaura langsung menembak lengan dan kaki Edward.
Bianca menjerit ketakutan, dan Edward nampak begitu kesakitan.
" Biadab Kau Yaura ! Arrrghhhhhhh " umpat Edward.
" Jika besok Abraham tidak muncul dan Kau tidak ingin memberitahu tentang Abaraham kepadaku.. maka Aku terpaksa melenyapkan Kalian. " Ancam Yaura dan menatap tajam.
" Aku tidak takut dengan Ancamanmu ! Kau lihat saja , Ken datang untuk menyelamatkanku ! " Teriak Bianca.
Tlkkklkkkkkkk senjata tertodong di Jantungnya.
" Sekali lagi Kau bicara ... Aku tidak akan memberimu ampun ! " sentak Yaura dan menjauh.
Seketika, Bianca memucat.
" Obati Edward dan beri makan mereka. " sambung Yaura dan menyuruh Tim mengobati luka Edward, Ia menembak Edward agar nanti besok , Dia tidak bisa berkutik karena terluka.
*************************
Hari semakin larut, Alfin dan Kapten Immanuel sedang merencanakan sesuatu di Camp.Militer.
" Aku sedang mengumpulkan bukti kuat agar bisa melawan Louis. Jadi Tugas Kita sekarang adalah Melindungi Yaura. Salahsatu mata-mata memberitahu kepadaku bahwa Besok, Yaura akan menemui Abraham . sepertinya akan ada Baku Tembak.. " tutur Alfin di Ruang Senjata.
" Bukankah kecurigaan Kita adalah Reino Bachtiar.. itu berarti Yaura akan melawan Mertuanya sendiri.. dan Suaminya?.. "ujar Kapten Immanuel yang merasa tidak percaya tentang Kisah yang menyedihkan ini.
" Aku juga mengkhawatirkan itu.. jika Ken membela Ayahnya maka.. Yaura akan kalah . Ken bukan Pria sembarangan dan tidak bisa di tumbangkan dengan mudah.. " Ucap Alfin, Ia berfikir keras dan mencari jalan keluar.
" Baiklah.. Kita akan melawan Ken dan melindungi Yaura. " Sumpah Kapten Immanuel.
************
Ken sedang termenung dan memikirkan Yaura, tiba-tiba..
triningggggg ponsel Ken berdering.
" Ken ! Evelyn tertembak setelah mengantarkan Bibi Hilya ke Bandara menuju Dubai. Kelompok bersenjata menyerang Kami tanpa henti.. " ucap Vino yang berada di Rumah Sakit, guratan amarah terlihat di Wajahnya.
DEGGG !! Ken mengepalkan tangannya.
" Aku percaya padamu, jaga Evelyn di Rumah Sakit." ucap Ken dan mematikan sambungan telefonnya.
Rahangnya kembali mengeras dan amarah kembali menyelimuti dirinya.
" Keterlaluan. Setelah Ibu, Dia menyerang Evelyn. " Ken mendengus kasar seraya melangkah keluar dan menutup Pintu dengan kasar.
Ken menelfon Ibunya,
" Kenapa Ibu kemari? Disini sangat berbahaya. Pulanglah Ibu.. " .
" Ibu sudah terlanjur di Dubai Sayang, tenanglah.. Ibu hanya ingin berjalan-jalan bersama Ayahmu. " jawab Ibu Hilya yang tidak memberitahu Ken lebih dulu bahwa Ia sudah di Dubai.
" Beritahu Ayah Aku ingin bertemu dengannya. " singkat Ken dan mematikan ponselnya.
MARKAS AYAH REINO
__ADS_1
Ayah Reino menyembunyikan lambang segitiga merah darah,yang artinya Kelompok Abraham. Markas tersebut diisi oleh Anggota Dubai agar mempermudah melenyapkan musuhnya. melihat Ken datang, membuat Ayah Reino tersenyum puas, rencananya berhasil.
" Aku tidak ingin ada yang tewas, cukup lumpuhkan Dia dan bawa ke Pihak Berwajib. " ucap Ken seraya memasukkan peluru kedalam Pistol.
" Maksudmu .. Kau tidak ingin membunuhnya walaupun Dia sudah melukai Ibu dan Adikmu? " tanya Ayah Reino.
" Aku tidak akan membunuhnya. " ucap Ken.
" Baiklah.. Ayah menyetujui keinginanmu.. " ucap Ayah Reino yang berpura-pura menerima permintaan Anaknya.
******************************
Singkat cerita,
Yaura bersembunyi di sebuah mobil,sedangkan The Red sudah di medan perang. Ia membawa Bianca dan Edward, sementara Pak Andi masih disembunyikan entah dimana. Karena jika tahu Pak Andi masih hidup,maka masalah menjadi rumit. Ia takut satu-satunya saksi pembunuhan Ayahnya tersebut dilenyapkan Abraham ,dan kalah di pengadilan nanti.
" Nak berhati-hatilah.. jangan sampai terluka. " ucap Pak Agus yang memakai masker.
Edward dan Bianca mengamati Pak Agus dan bertanya-tanya siapa Pria Tua itu, mereka tidak bisa bertanya atau nyeloteh karena mulutnya di Plester.
Tiba-tibaaaaaa
Sebuah BOM diledakkan dari atas pesawat.
BOMMMMMMMMMMMMMM api ledakan terlihat begitu jelas.
Yaura dan Pak Agus terkesiap melihat api ledakan dan pesawat yang hendak mendarat.
" Pak, cepat pakai Rompi anti peluru. " ujar Yaura seraya mengulurkan sebuah Rompi anti peluru kepada Pria Paruhbaya yang sangat dihormatinya itu.
Bommmmmm seorang Pria tampan tampak terjun dari atas disusul oleh Tim Ayahnya. Mereka memakai seragam hitam lengkap dengan senjata dan anti BOM.
Dorrrrr dorrrr dorr Pria Tampan itu yang ternyata adalah Ken nampak adu tembak dengan The Red.
Dorrrr dorrrr dorrr Pria Tampan itu sangat brutal dan lihai berkelahi.
" Nona. Abraham tidak muncul , yang muncul adalah Pria muda. " ucap The Red dari earpiece.
Yaura menekan tombol ON earpiece.
" Ladeni saja Dia ,tetapi jangan sampai Kalian menembakkan peluru kepadanya. " tutur Yaura.
" Kenapa Ken ikut turun? Apa Dia terlibat dengan Abraham? " tanya Yaura ,wajahnya terlihat panik dan cemas.
" Evelyn tertembak dan sepertinya Dia marah kepada Kita. Abraham mengadu domba Kita dengan Ken. " jawab Pak Agus yang juga ikut panik melihat kebrutal Ken.
Sedang Adu tembak,tiba-tiba Mobil Tentara Ikut memarkir dan beberapa Orang turun dari sana.
" David .. Alfin.. " lirihnya dan terkejut, wajah Yaura mendadak pucat dan gemetar. Ia sadar jika Alfin dan David digabungkan maka Ken bisa terluka,sedangkan Ia tidak terhubung dengan earpiece keduanya.
Mereka melawan Ken ,tetapi sadar tidak akan melukainya, hanya untuk mengulur waktu menemukan Ayah Reino yang begitu licik.
Dorrr dorrr dorrr Ken dan Alfin saling baku tembak. sementara David menumpas Anggota lawannya.
" Brengsek ! Kenapa Kau menghalangiku ! Biarkan Yaura keluar dan melawanku ! " Ketus Ken seraya menendangi Alfin.
" Dimana Ayahmu? " tanya Alfin seraya menangkis pukulan Ken.
Brughhgggggghhh mereka saling menendang dan menyakiti .
Dorrrrrr Ken terus menembakkan peluru kearah Alfin.
" Kau berpihak pada Yaura? untuk melenyapkan Ayahku begitu? " tanya Ken , Rahangnya mengeras.
" Lawan Ken , jika Aku yang melawannya , Dia akan mencecar pertanyaan kepadaku . " ucap Alfin yang terhubung dengan earpiece David.
Dorrrrrrrrr David bertukar posisi dan berhadapan dengan Ken.Mereka berdua saling menodongkan senjata.
" Siapa Kau? jangan Ikut campur . " Tegas Ken ,tatapannya begitu tajam.
" Tentu Aku akan ikut campur. Kau tidak perlu tahu siapa Aku.." saut David.
" Menyingkirlah ! " Ancam Ken kepada David.
Dorrrr dorrr Ia menembaki peluru ke arah David,begitu pun sebaliknya.
Selama baku hantam,mata Alfin tak henti-hentinya menyoroti sekitar guna mencari Reino Bachtiar.
Tiba-tiba..
Dorrrr dorrr dorrr Yaura keluar dan menembaki Ken.
Mata Ken, Alfin dan David menatap ke arahnya dan menurunkan senjatanya masing-masing.
Sedangkan mata Yaura hanya menatap Sang Suami yang sedang memandanginya tanpa henti. mereka terus beradu pandang, amarah Ken yang meledak tiba-tiba mereda.
" Kak.. tolong amankan Edward di mobil. Dia dan Pak Andi akan menjadi saksi kasusku nanti.. Jangan pedulikan soal ini, pergilah.. " ucap Yaura dan memandang Alfin.
" Menyerahlah .. beberapa Jam Lagi NIS akan menangkapmu Yaura.. " lirih Alfin.
" Aku tahu. Tolong suruh David untuk mundur dan membantumu,Ka.. " Yaura mengatupkan kedua tangannya.
Ken memperhatikan mereka berdua yang sangat Akrab dan dekat. sudut matanya tiba-tiba memerah ,
Sementara David sibuk menyoroti keadaan sekitar, dan benar saja.
Dorrrrrrrr sebuah peluru melesat dan hendak menembus Yaura.
" Yaura awas.. " David mendekap tubuh Yaura dan melindungi Wanita tersebut dengan tubuhnya. terlihat sebuah Peluru menancap di Rompi Tentara yang Ia pakai.
Hanya beberapa detik,Yaura langsung melepaskan pelukan dan memandang ke arah Sang Suami yang terus memperhatikannya tanpa henti.
Ken kesusahan menelan saliva dan api cemburu kini menyelimuti dirinya. Sudut matanya semakin memerah.
Yaura menyuruh David untuk pergi namun langsung ditolak mentah-mentah oleh David. sementara Alfin terlihat meninggalkan medan dan merencanakan sesuatu.
tlkkkkkkk Yaura mengangkat senjata dan mengarahkannya kepada Ken.
" Kenapa Kau ikut campur? Musuhku bukan dirimu.. menyingkirlah.. " ucap Yaura dan menatap Suaminya.
Ken hanya diam dan menghela nafas panjang.
Sementara David kini menjauh dan melawan Tim musuh yang mulai berdatangan dalam jumlah besar.
Dorrr dorrr dorrr Yaura menembaki peluru ke arah Ken yang langsung terpental karena Rompi anti peluru yang digunakannya begitu kuat.
" Mari Kita bermain sebentar.. " ucap Ken, dan
Dorrrr dorrrr drorr Ia pun melesatkan peluru ke arah Suaminya.
Yaura menghindari peluru dan mendekati Suaminya. Mereka kini beradu fisik , saling menendang dan melumpuhkan. Namun, Ken sepertinya lebih banyak menangkis serangan Sang Istri dari pada melawannya balik. Mungkin Dia sadar ,bagaimanapun Yaura adalah Istrinya.
Brughhhhghhh Yaura membanting tubuh Ken ke tanah dan mencekik leher Sang Suami dengan tangannya.
" Kau ikut berkonspirasi dengan Abraham ? " tanya Yaura tatapan matanya menajam.
" Siapa Abraham? bukankah Kau penjahatnya? Evelyn tertembak olehmu .. lalu siapa lagi yang ingin Kau lenyapkan ?! " sentak Ken dan.
Brughhhhhhh Ia membalik tubuh Yaura menindihnya.
Wajah Ken kini tepat berada didepannya.
" Kenapa Kau melakukan ini kepada Keluargaku? Jawab Yaura.. " tutur Ken dengan lembut, matanya berkaca-kaca . Ia sadar ,Istri tetaplah Istri yang harus dijaga dan dilindungi.
Melihat mata Ken berkaca-kaca membuat Yaura terenyuh,
" Aku hanya menyerang dirimu ,bukan Ibu atau Evelyn." jawab Yaura.
" Jujurlah Kenapa Yaura ! Aku tidak ingin terus melawanmu seperti ini ! " ucap Ken yang begitu frustasi, suaranya mulai memberat.
Tlkkkkkkkkkk Yaura menodongkan senjata ke perutnya.
" Pergilah .. jangan muncul didepanku lagi " ucap Yaura dan
Brughhhhhh Ia menendang tubuh Ken hingga tersungkur.
Dorrr dorrr dorrr Yaura bangun dan menembaki Ken dengan pelurunya. Targetnya adalah Kaki Sang Suami.
Dorrrr dorrr Ken mengangkat senjatanya dan terpaksa ingin melumpuhkan Yaura terlebih dahulu, sebelum Sang Ayah muncul dan mencelakai Yaura karena menembak Evelyn dan Ibu Hilya.
Yaura berlari cepat dan mengulur waktu agar Abraham keluar. Suami Istri tersebut saling baku tembak dan menyerang.
" Ternyata Aku salah, Dia bukan Wanita yang mudah dilumpuhkan." lirih Ken dalam hati seraya terus menembakkan senjata ke arah Istriya.
Yaura berlindung diantara puing-puing mobil yang terbakar, nafasnya begitu ngos-ngosan.
Lain posisi
Dari Kejauhan nampak Dua mobil yang sedang meneropong.
" Aku sama sekali tidak menyangka bahwa Yaura menantu Kita adalah Yaura Gita Devmalik. Sial ! Aku akan menghabisinya Hilya ! " umpat Ayah Reino dan memukul stir mobil.
" Tunggu. Biar Aku dan Wanita cerdik ini yang akan muncul .. Yaura akan marah besar dan menembak Aku didepan Ken, dengan begitu ... Dorrrrrrrrr Ken sendiri yang akan menghabisi Istrinya ,dan tangan Kita akan tetap bersih tanpa repot-repot membunuhnya ." Tutur Ibu Hilya sambil melukiskan senyum dibibirnya.
Wanita berambut pendek itu tersenyum mendengar penuturan Ibu Hilya.
" Cerdas... " puji Ayah Reino.
Mobil
Pak Agus nampak memantau sendirian di mobil , teropongnya terus mengarah kepada Yaura.
" Kenapa hanya ada Ken? Dimana Tim Abraham.. atau jangan-jangan... " lirih Pak Agus, matanya berkaca-kaca, dan gemetar. Ia terus memanjatkan Doa agar Yaura selamat dan tidak mendapat berita mengejutkan.
Medang perang
The Red terus baku hantam dengan Tim Abraham. Sementara Yaura tampak terus menghindari Ken sebisa mungkin.Baku tembak keduanya terus terjadi..
Dorrr dorrr dorrr Ken melesatkan ke Pistol Yaura agar terjatuh dan terpental. Namun itu tidak berhasil.
Lelah , dan target tidak muncul.
Tlkkkkkkkkkkkkk Yaura menodongkan senjata ke kepala Suaminya.
" Sebelum kesabaranku habis.. berhenti menyerangku dan pergi dari sini ! " titah Yaura yang terus pura-pura Kuat.
Grkkkkkkk Ken memegang tangan Istrinya.
" Tembak ! Jika itu akan membuatmu puas dan menghentikan semua kegilaanmu ini ! " ucap Ken, tatapan matanya begitu dalam.
Yaura terdiam dan membatu.
" Hentikan kepedulianmu itu Ken ! Berhenti memperdulikan Aku ! " ucap Yaura , matanya berkaca-kaca jika berhadapan dengan Sang Suami. Ia takut jika Abraham muncul,dan Ken melindunginya maka siap-siap nyawa Ken melayang.
Mata Ken ikut berkaca-kaca saat melihat banyak kesedihan dimata Istrinya.
" Ceritakan masalahmu Yaura ! Jangan menghadapinya sendirian seperti ini ! " teriak Ken , Ia ingin Yaura sadar.
" Berhenti ! Cukup ! Cukup Aku bilang ! berhenti memperdulikanku ! " Teriak Yaura dan terus menghujamkan senjata ke kepala Suaminya.
" Baiklah.. tarik pelatuknya sekarang ! Tembak kepalaku ! Aku tidak bisa melihatmu seperti ini .. " Lirih Ken dan hendak menarik pelatuk senjata yang dipegang Suaminya.
" Apa yang Kau lakukan ! " teriak Yaura dan menurunkan senjatanya, pandangannya tertunduk ke bawah.
" Mengertilah Yaura.. Aku sangat.. "
Tiba-tiba..
Titttttttttttt
" Nona.. Abraham mulai terlihat, tembak kaca mobilnya ! " ucap The Red dari earpiece.
Deggg !!! Yaura pun langsung berlari dan mencari mobil yang dimaksud.
Ken belum menyelesaikan perkatannya, namun Yaura kembali berlari.
Sebuah mobil putih yang dikemudikan oleh seorang Wanita Paruhbaya dan Wanita Rambut pendek nampak mendekati medan.
Yaura menghadang mobil tersebut dan dorrr dorrr dorrr Ia menembakkan peluru ke Kaca depan tersebut.
Mobil semakin melaju kencang dan hendak menabrak Yaura.
Dorrr dorrr dorrr peluru terus menghantam kaca mobil tersebut.
" Yaura !!! " teriak Ken dannnn
Huggggg Ia pun memeluk Sang Istri dan tersungkur ke Tanah.
Mobil berhenti tepat didepan di depan mereka.
" Apa Kau kehilangan akal ! " sentak Ken.
Yaura tidak mendengarkan dan bangun Ia menembaki kaca mobil kembali dorrr dorr dorr
" Keluarlah Brengsek ! " teriak Yaura.
Tersadar, itu adalah mobil yang digunakan Ibunya. Ken membulatkan kedua mata dan terbangun, Ia sigap pasang badan untuk melindungi Sang Ibunda.
" Tembak Aku Yaura ! Lampiaskan kemarahanmu kepadaku ! " ucap Ken dan mengangkat kedua tangannya yang artinya pasrah.
" Minggirlah ! " teriak Yaura dan menarik tubuh Ken agar menjauh.
" Aku melakukan apa hingga Kau semarah ini ?! seberapa besar kesalahanku kepadamu ? Aku masih tidak mengerti dengan semuanya Yaura.. " lirih Ken.
Yaura terus menembaki kaca mobil dan hendak menerobos membuka pintunya.
Sadar nyawa Sang Ibunda yang akan lenyap,
Tlkkkkkkkkk Ken menarik tubuh Sang Istri dan hendak menembakkan peluru ke Jantungnya.
" Cukup Yaura. Cukup. Kau kelawat batas, tenangkan dirimu dan mari Kita bicara baik-baik.. " ucap Ken yang mulai meradang.
Tlkkkkkkklkk Yaura menodongkan senjata balik.
" 10 Tahun Aku menanti hari ini, jangan menghalangiku ! " ancam Yaura tatapan matanya penuh amarah.
tiba-tiba..
Seorang Wanita berambut pendek keluar dari mobil,
" Hai.. " sapa Wanita itu yang membelakangi Yaura.
Yaura menoleh dan menatapnya.
" Helena.. ke-ke-kenapa Kau bersama dengannya? " ucap Yaura dengan terbatah, Ia menurunkan senjatanya. Begitupun dengan Ken yang heran kenapa Helena bisa berada bersama Ibunya.
" Kau terkejut? " tanya Helena seraya menyunggingkan sudut bibirnya.
Mata Yaura berkaca-kaca dan menoleh ke arah Wanita yang masih didalam mobil, namun wajahnya tidak terlihat.
Yaura melangkah mendekati Sahabat Karibnya tersebut.
" Helena.. Aku sangat merindukanmu , Kau seharusnya tidak datang kesini,Aku takut Kau terluka.. " lirih Yaura, Ia mencoba berfikir positif dan menguatkan hatinya.
Ken terdiam dan tidak mengerti apa yang terjadi. Helena merupakan Sahabat Yaura, dan Sang Ibunda datang bersama Helena.
" Apa-apan ini..." lirih Ken dan menatap Istrinya, hatinya tiba-tiba sesak.
" Merindukanku? Tapi Aku tidak merindukanmu sama sekali. Juga berhenti bersikap sok baik.. Aku sangat muak.. " ucap Helena dan menatap tajam sahabatnya tersebut.
Degg !!! Hati Yaura tersayat mendengarnya,namun Ia berusaha tersenyum.
" Aku tahu Kau becanda..cukup becandanya Helena.. waktunya tidak tepat.." lirih Yaura dan hendak menarik tangan Helena untuk pergi.
" Lepaskan ! Aku jijik denganmu Yaura. " Helena menghempaskan tangan Yaura dengan kasar.
Melihat ini,membuat Yaura berkaca-kaca.
" Kau fikir Aku selama ini menyukaimu? Tidak sama sekali Yaura.. Aku sangat membencimu, Aku lelah menahan semuanya !.. " tutur Helena, senjata terus Ia pegang di tangan kanannya.
Yaura tidak bisa berkata apapun,Ia hanya bisa menatap sahabatnya.
" Aku sangat membencimu! Kau fikir Aku tulus berteman denganmu Yaura ? Tidak ! tidak sama sekali ! Aku berpura-pura baik kepadamu agar Aku mengetahui kelemahan dan menjatuhkanmu ! " sambungnya, rahang Helena mengeras , matanya memerah.
Ken menatap Yaura dan Helena bergantian.
" Aku bersyukur bisa mengetahui Rahasia terbesarmu dan membalaskan semua kebencianku selama ini. Bayangkan.. 10 Tahun Aku memendam kebencian terhadapmu.. Sikapmu yang sok polos, dan yah.. setiap Pria yang Aku cintai pasti akan lebih tertarik denganmu.. Memuakkan ! cuihhhhh ! " Ucap Helena dan meludah didepan sahabatnya.
Yaura hanya mematung, air mata menetes dari manik matanya ,namun segera menyekanya.
David datang dan menyaksikan semuanya bersama Ken.
" Helena... Aku tahu kau becanda.. " Yaura mencoba tersenyum disaat hatinya sakit.
" Becanda ? Demi Tuhan Aku tidak becanda. Kau tahu Siapa yang menjadi informan musuhmu selama ini? Tim Delta terbunuh, Paman Arga terbunuh, mereka mengetahui markasmu.. itu AKU , Yaura. AKU ! " ucap Helena dan melangkah mengitari sahabatnya.
Brughhhhhhh Yaura menjatuhkan senjatanya ke bawah.
" Kau tahu betapa bahagianya Aku hari ini saat melihat Kehancuranmu? " lirih Helena di telinga Yaura.
" Aku sangat bahagia Yaura. tetapi ini tidak sebanding atas Rasa Sakit yang Kau torehkan selama 10 Tahun ini. Hampir semua Pria menyukai dan memujimu, memujamu.. Sungguh itu membuat telingaku panas. " sambungnya.
" Kenapa Kau melakukan ini Helena? Kau adalah segalanya untukku.. Aku menyayangimu.. hanya Kau yang Aku punya.. " lirih Yaura , air mata menetes dari manik matanya.
Degggg !!!! Hati Ken merasa ikut tersayat, Ia pun mendekati Istrinya.
" Ikutlah denganku.. " Ken menarik tangan Sang Istri dan hendak membawanya..
" Diam.. " Yaura menghempaskan tangan Sang Suami dan mendekati sahabatnya.
" Hapus air mata buayamu itu Yaura.. Dan asal Kau tahu.. Wanita Munafik seperti dirimu itu memang pantas mendapatkan rasa sakit.. " tutur Helena yang tak henti-hentinya membuat hati Sang Sahabat tersayat.
" Helena.. maaf jika Aku membuatmu sakit seperti ini, Maaf.. tetapi jangan menghianatiku seperti ini.. " Yaura mendekati sahabatnya.
Mata mereka berdua bertatapan.
__ADS_1
" Maaf? Maaf saja tidak cukup Yaura.. Demi Tuhan Aku sangat membencimu ! lebih dari sekedar benci , Aku jijik..Muak !! "umpat Helena.
Dannnnn Hugggggggggg
Yaura memeluk Helena dengan erat, air mata mengalir deras dari manik matanya.
" Aku percaya Kau Orang baik Helena.. " lirih Yaura yang terdengar jelas ditelinga Helena.
" Kau bisa melihatnya setelah ini.. " ucap Helena .
Tiba-tibaa
Dorrrrrrrrrrrrrrr peluru melesat dari senjata yang Helena pegang.
Deggggggggg peluru itu menancap di Punggung Yaura.
Yaura memejamkan matanya menahan rasa sakit peluru tersebut. Darah mengalir deras dari punggungnya.
" YAURA !!! " teriak Ken dan David.
Tlkkkkkkkkm David menodongkan senjata ke kepala Helena.
" Penghianat Kau Helena ! " teriak David.
Huggggg Ken memeluk Yaura dan memegang punggung Istrinya yang tertembak.
Yaura hanya diam dan meneteskan air mata dipelukan Suaminya. Mulut tidak berbicara, tapi air mata yang berkata.
" Yaura.. Kau.. " lirih Ken dan memeluk Istrinya dengan erat, Ia melihat darah mengalir semakin deras dan membasahi tangannya.
" Semua orang menghianatiku.. " lirih Yaura yang terdengar jelas di telinga Ken, air mata menetes deras .
Tiba-tiba Yaura melepaskan diri dari pelukan Sang Suami.
Dannn Ia mengejar Helena yang mulai masuk ke mobil kembali. Darah mengucur deras tapi Yaura terus berusaha berjalan mendekati sahabatnya.
" Aku menyayangimu Helena.. Jangan meninggalkanku seperti ini.. " lirih Yaura ,tangannya mengalir banyak darah hingga tangan Helena pun ikut terkena darahnya.
" Selamat tinggal. " singkat Helena dan menghempaskan tangan Yaura, Ia masuk ke dalam mobil.
Dannnnnn Wajah Wanita paruhbaya itupun terlihat.
" Ibu Hilya.... " lirih Yaura , Ia menatap Ibu Hilya yang sedang tersenyum kepadanya.
Entah seperti apa luka yang Yaura rasakan,rasanya tidak bisa dijelaskan. Dihianati Helena dan melihat kenyataan bahwa Abraham adalah Anggota Keluarga Suaminya.
Yaura mematung dan lemas.
Mobil mulai dilajukan,
Yaura berlari mengejar sahabatnya,Ia tidak ingin Helena kenapa-kenapa.
" Helena.. Mereka berbahaya.. Jangan terlibat dengan mereka .. Hiksssss " teriak Yaura seraya berlari di tengah tubuhnya bercucuran darah.
Pak Agus yang baru datang melihatnya pun mematung,dan matanya berkaca-kaca. David merasa tak percaya dan syok.
" Helena... Kenapa Kau melakukan ini padaku.. " lirih Yaura dan brughhhhhhhhh tubuhnya terkulai di tanah, wajahnya memucat.
Ken datang dan menggendong Istrinya ke mobil. Hatinya tidak kalah tersayat dan begitu sesak. Tapi notabennya Pria , Ia akan kuat meskipun matanya terus berkaca-kaca.
" Penghianat ! Kau penghianat Ken ! Aku membencimu ! " teriak Yaura seraya memukul dada Sang Suami, karena Ia fikir Ken mengetahui rencana Sang Ibunda.
Ken memasukkan Yaura ke mobil dan hendak membawanya ke Rumah Sakit.
Namun..
" Pergilah ! Kami tidak mempercayaimu ! " tutur David dan menyingkirkan tubuh Ken. David segera mengambil kemudi.
" Kau tidak punya Hak ! Aku Suaminya ! Minggir ! " Ketus Ken.
David berseteru dengan Ken , melihat Istrinya bercucuran darah, membuatnya menyerah. David pun segera melajukan mobil dan membawa Yaura menjalani pengobatan.
Pak Agus mendekati Ken yang mematung tak mengerti,
" Pergilah Nak.. Aku percaya Kau Orang baik.. tanya kepada Kedua Orangtuamu jika memang Kau tidak mengerti semua ini.. " ucap Pak Agus seraya memegang pundak Ken.
Ken menoleh ke arahnya dan memandangnya,
" Bapak Siapa? " .
" Cepat pergilah.. sebelum terlambat.. " ucap Pak Agus.
Ken pun segera pergi.
****************
Berjam-jam Ken mencari Kedua Orangtuanya tetapi tidak ketemu sama sekali. Pikirannya bercabang, antara penasaran dan mengkhawatirkan keadaan Sang Istri.
Singkat Cerita.
MALAM HARI
Yaura berhasil diobati, Ia kini berada di dalam Hotel. David bersamanya sekarang, dan duduk di soffa.
" Malang sekali nasibmu Yaura.. " lirihnya dalam hati, Ia juga ikut merasakan sakit, ingin menenangkan dan memeluknya tetapi sadar Yaura adalah Istri Orang, Ia terus memandangi Yaura yang duduk di tepi Ranjang, pandangannya terus menunduk.
tiba-tiba
" Aku ingin sendirian. Bisakah Kau diluar dan berjaga untukku ? Beri keamanan berlapis,Aku tidak ingin siapapun masuk. " lirih Yaura dan memandang David.
" Baiklah.. Aku akan menjagamu.. beristiratlah Yaura.. " lirih David dan berlalu pergi.
1 Jam kemudian, Ken mendatangi Hotel dan hendak masuk ke Kamar Sang Istri. Namun dihadang oleh David, Tentara, dan The Red.
" Minggir . Aku ingin menemuinya.. " lirih Ken yang langsung ditodong senjata oleh mereka.
" Biarkan Yaura Istirahat.. kenapa Kau tidak memahami keadaan Istrimu.. " ucap David.
" Aku Suaminya ,dan lebih faham tentangnya. Berhenti menceramahiku dan suruh mereka untuk menurunkan senjata " Ken menarik kera seragam David.
Tidak ingin membuat keributan ,Ken pun mengalah.
Ia pergi dan menaiki Rooftop.
Entah apa yang Ken rencanakan,yang pasti Dia menggunakan Safety Harness ( Pengaman Ketinggian ) . Ia berdiri di ketinggian,dan..
Buggggggggg Ia melompat dari ketinggian tanpa rasa takut, dan berusaha menerobos dinding Kaca Kamar dimana Yaura menginap.
Bergelantungan di ketinggian terlalu lama, dan tlkkkkkk Ia melemparkan sebuah benda tajam ke kaca tersebut. Kaca pun retak , Ken pun segera menendangnya dan
Krkkkkkk kaca tersebut pecah dan berhasil memasuki kamar Istrinya.
Yaura terkejut saat melihat Ken masuk. David dan yang lain pun memeriksa kedalam,
" Keluarlah dan tutup Pintunya.. " ucap Yaura. David pun kembali keluar.
Yaura hanya diam ditepi Ranjang, pandangannya hanya tertunduk. Mentalnya benar-benar sakit, psikologisnya terguncang begitu hebat.
Ken melangkah mendekat, dan duduk disamping Istrinya.
" Yaura.. " lirih Ken, pandangannya terarah pada perban yang membalut punggung Istrinya.
" Apa yang ingin Kau katakan? cepat katakan.. " lirih Yaura dengan suara begitu pelan.
" Istirahatlah.. Kau pasti lelah.. " tutur Ken, Ia tidak mencecar banyak pertanyaan karena faham kondisi Sang Istri.
" Iyah .. Aku akan beristirahat dengan tenang. " singkat Yaura, air mata menetes dari matanya dan jatuh membasahi tangannya.
Hendak memeluk Yaura, tiba-tiba..
Tlkkkkkk Ia mengeluarkan sebuah pisau dari balik bantal.
" Aku muak dengan semuanya.. " ucap Yaura dan berlari ke Balkon.
Ken membulatkan kedua mata dan mengejar Sang Istri.
" Yaura jangan lakukan itu Aku mohon.. " lirih Ken dan berusaha mendekati Istrinya.
Yaura terus menjauh dan menodongkan pisau ke lehernya sendiri.
" Menjauhlah Ken ! Menjauhlah ! " teriak Yaura diikuti tangis yang mulai berderai.
" Ini kan yang Keluargamu inginkan? Kematianku adalah sebuah Kebahagiaan ! " sambungnya.
Ken diam dan menatap Istrinya,
" Apa Maksudmu Yaura? Kami sama sekali tidak menginginkan kematianmu.. " lirih Ken dengan lembut.
" Kau pembohong Ken ! Kau penghianat sama seperti mereka ! Hikssss " ucap Yaura, air mata terus menangis, rasa sakit yang tak berujung kebahagiaan membuat dirinya ingin menyerah.
Ken Hendak mendekat ,
Seetttttt Yaura melukai lengannya ,hingga darah pun menetes.
" Kau fikir Aku main-main ? " ucapnya.
" Yaura tenanglah.. Jangan melukai dirimu sendiri.. " Sudut mata Ken memerah dan berkaca-kaca.
" Berhentilah bersikap baik ! Kau sangat munafik Ken ! Keluarga mu itu sangat munafik ! Kalian penjahat ! Hiksssss " teriakan Yaura semakin kencang dan menangis tanpa henti, kekecewaan yang selama ini Ia pendam akhirnya meluap.
" Yaura... Kami tidak seperti itu.. " jawab Ken , Ia ingin sekali menenangkan Sang Istri.
" Kau sama saja munafiknya dengan mereka ! Aku membenci Kalian ! Aku sangat membenci Kalian ! Penghianat ! Pembunuh ! Pembunuh ... Kalian Pembunuh !!!! hiksssss " teriak Yaura, mentalnya kembali terganggu dan rasa trauma itu kembali muncul setelah sekian lama Ia berusaha untuk tetap Kuat.
Deggg !!!! Ken terkesiap saat mendengar Pembunuh.
" Siapa yang terbunuh ? " tanya Ken.
" Keluargaku Ken ! Keluargaku yang Kalian Bunuh ! Juga Diriku yang ingin Kalian bunuh !!!! Hikssss " Yaura menundukkan pandangannya, Ia ingin sekali mengakhiri hidup.
Ken masih tidak mengerti, Ia terus berusaha mendekati Sang Istri.
" Siapa Kau sebenarnya? " lirihnya.
" AKU YAURA ! YAURA GITA DEVMALIK . Kalian pembunuh Ayah.. Hikkssssss " Yaura menangis tanpa henti.
Deg !!!!! Ken membulatkan kedua matanya . Ia hanya bisa diam dan mematung .
" AKU YAURA GITA DEVMALIK . AKU YAURA GITA DEVMALIK . AKU YAURA GITA DEVMALIK . " perkataan Sang Istri terngiang-ngiang di kepalanya.
Flashback On
17 Tahun lalu,
" Hai ..Siapa namamu ? " tanya Ken kecil yang sedang bermain di Taman Bunga.
" Yaura. "
" Yaura Gita Devmalik. " ucap Yaura kecil dan berlalu pergi.
Flashback Off.
" Yaura.. Kau masih hidup.. " lirih Ken, disatu sisi Ia merasa bahagia,disisi lain Ia merasa terpukul dengan masalah yang menimpa Istrinya.
" Apa salah Keluarga ku kepada Kalian Ken? Hikksss .. Apa Salahnya , Mereka membunuh Ayah dan Ibu didepan mataku sendiri.. Menembaki peluru kepada Orang Tuaku lalu membakar tubuhnya disaat mereka masih bernafas.. Menjatuhkanku dari Lantai atas , melesatkan peluru ke perutku dan... membakar tubuhku hidup-hidup.. Kalian membuat tipuan Publik dengan membakar Rumah Kami agar terkesan sebuah kebakaran ..Hikssss " lirih Yaura , kenangan buruk kembali terngiang-ngiang di otaknya.
Ken hanya bisa diam dan membatu.
" Sudahlah Aku muak dengan semua ini.. " Ucap Yaura dan hendak menusukkan pisau ke perutnya.
" Jangan lakukan itu Yaura.. Aku mohon.. " lirih Ken dengan ucapan yang begitu lembut dan tatapan yang begitu tulus.
Mereka bertatapan dan..
" Lalu apa yang harus Aku lakukan Ken? Katakan ! " teriak Yaura seraya diiringi tangis lalu menurunkan pisau yang hendak menancap diperutnya.
" Tenanglah Yaura.. Buang pisaunya.. " lirih Ken.
" Tenang? Bagaimana Aku bisa tenang ?! Kau tidak merasakan apa yang Aku rasakan Ken.. " ujar Yaura.
Ken terdiam dan menatap mata Istrinya.
" Katakan kepadaku bagaimana rasanya Keluargamu terbunuh dengan Keji ? dan Kau harus menyembunyikan Identitasmu kepada Semua Orang agar tetap hidup ! Katakan Kepadaku bagaimana rasanya dianggap Mati oleh Semua Orang ! Katakan kepadaku Ken..Hikssssss " Lirih Yaura.
Mata Ken hanya bisa berkaca-kaca mengetahui betapa malangnya nasib Sang Istri.
" Katakan kepadaku bagaimana Rasanya disaat semua orang tidak ada yang mempercayai dirimu sama sekali?! Kau hidup sendirian didalam kebohongan.. Tidak ada yang bisa untuk berbagi selain Kau berbicara pada dirimu sendiri.. Katakan kepadaku bagaimana Rasanya dihianati oleh Sahabatmu sendiri?! Katakan ! Kau harus menjauhi banyak orang agar mereka tidak melindungimu dan mengorbankan nyawanya.. setiap orang yang dekat denganku, mereka akan mati.. Aku sangat tersiksa dengan keadaan ini.. Disaat Kau berusaha mati-matian masuk NIS tetapi justru mereka tidak berpihak kepadaku , Mereka menjadikanku Daftar Hitam dan menganggap Aku pemberontak... Hikssss " Yaura terkulai ke lantai dan melemah, matanya mulai bengkak..
" Keadilan tidak berpihak kepadaku sama sekali..Hikssss "
" Aku menyerah... Aku lelah... " lirih Yaura, pandangannya tertunduk ke bawah..
Dan
Ken membangunkan Yaura dan memeluknya dengan erat.
" Menangislah.. " lirih Ken dan berusaha menahan air matanya.
" Aku lelah Ken... Aku sangat lelah.. " lirih Yaura dan menangis dipelukan Suaminya.
Ken diam dan ikut merasakan sakit atas apa yang diderita Istrinya.
" Tidak ada yang mempercayaiku... Aku ingin mati.. Aku ingin mati !!!! Hikssssss ".
" Aku mempercayaimu Yaura... " jawab Ken yang terdengar jelas ditelinga Yaura.
Yaura melepaskan pelukannya.
" Kau sama saja seperti mereka ! Pembohong ! Hiksssss " ucap Yaura , Ia benar-benar tidak kuat. Pisau yang terjatuh ke Lantai kembali diambilnya.
" Kenang ini sepanjang hidupmu ! " ucap Yaura dan hendak menusukkan pisau keperutnya kembali.
Dan...
" AKU MENCINTAIMU ... " ucap Ken seraya menatap Yaura dengan tatapan dalam.
DEGGGGG !!! Mata Yaura membulat sempurna, brughhhhhh pisau yang pegang pun terjatuh.
" AKU SANGAT MENCINTAIMU, YAURA.. " ucap Ken kembali dan mendekati Sang Istri.
Mereka bertatapan dengan begitu dalam, Ken akhirnya mengutarakan apa yang selama ini Ia pendam.
" Jangan berusaha menghibur atau bersimpati kepadaku. " jawab Yaura dan menurunkan pandangannya.
" Menghibur? perasaan ini tidak pantas untuk hiburan. " ucap Ken dan memegang dagu Istrinya.
" Apa Aku terlihat bermain-main dengan ucapanku tadi? Tatap mataku.. " sambung Ken , dan terus menatap Mata Sang Istri.
Yaura menatap Ken, terlihat kejujuran dari matanya.
" AKU SANGAT MENCINTAIMU, YAURA.. APA KAU TIDAK BISA MERASAKANNYA?.. AKU TIDAK INGIN KEHILANGANMU.. AKU MENCINTAIMU.. " lirih Ken dengan begitu tulus dan menyentuh.
Hati Yaura begitu tersentuh mendengarnya.
" Tidak bersamamu sehari saja,Aku tersiksa.. Kau adalah segalanya untukku.. Aku memintamu untuk tetap tinggal dan hidup denganku, itu menjadi bukti betapa Aku mencintaimu.. " sambung Ken, Ia mengalihkan tangannya ke pinggang Sang Istri.
" Hal-hal kecil yang Aku lakukan denganmu.. itu menjadi sangat membahagiakan ketika ada dirimu disisiku.. entah mulai kapan rasa itu timbul,tetapi yang jelas , Aku sangat mencintai dan merindukanmu... " lirih Ken .
Tesssss Air mata menetes dari manik mata Yaura.
" Kau tidak percaya?, tidak apa-apa jika Kau tidak mempercayainya.. tetapi yang terpenting, tetaplah Hidup dan tinggal denganku... " sambung Ken.
Mereka terus bertatapan..
Dann...
Hugggggggggggg Yaura memeluk Suaminya, airmata kembali menetes. Ia hanya diam tidak berkata apapun.
Mereka berpelukan dengan begitu erat.
Ken melepaskan pelukan , dan..
Mereka pun beradu pandang, Ken meraih tengkuk Sang Istri dan..
Cupppppppppp Ia melu*mat bibir Sang Istri dengan begitu lembut,
Air mata keluar dari manik keduanya. Rasa takut kehilangan Sang Istri bercampur rasa Bahagia karena kembali menemukan Yaura yang selama ini Ia anggap tiada, hingga membuat Ken meneteskan airmatanya.
Takdir memang tidak ada yang tahu, seberapa jauh Tuhan memisahkanmu , seberapa berat cobaan yang dilewati ,jika Tuhan berkehendak.. maka siapapun tidak akan bisa memisahkannya.
Mereka terus berciuman, dan flashback saat pertemuan awal. Ken tidak menyangka bahwa Wanita yang Ia sangka merebut Vino dari adiknya itu adalah Yaura Gita Devmalik, Gadis Kecil yang selama ini Ia cintai.
Tuhan memang begitu adil, disaat Ken yang begitu sabar menunggu keajaiban ,akhirnya datang. Ia tidak pernah Bermain Wanita atau mengotori dirinya sendiri dengan menjadi Fu*k Boy, Ia menjaga diri untuk Istrinya kelak, Cintanya begitu mahal untuk didapatkan.
Yaura, Tuhan juga begitu adil kepadanya. Disaat Dia menjaga kesucian diri dan tidak meladeni Pria, Ia mendapatkan sesuatu yang sebanding dengannya, Yaitu Ken. Meskipun Yaura tidak ingat tentang Suaminya dimasa lalu, tetapi buktinya Ikatan Batin keduanya begitu erat. Mereka disatukan melalui sebuah kesalahpahaman.
Mereka terus berciuman dengan air mata yang tak henti-hentinya menetes.
Walaupun Ken awalnya tidak menginginkan pernikahan ini,tetapi Buktinya Dia selalu memenuhi tanggung jawab sebagai Suami, menyelamatkan Yaura disaat bahaya, memberikan Kartu Debitnya sebagai Nafkah padahal Sang Istri sudah tajir melintir , tidak pernah menuntut Hak yang harusnya Ia dapatkan dari Yaura padahal sangat menginginkannya. Menahan nafsu itu sangat susah, tetapi tetap akan kalah dengan Cinta yang tulus.
Yaura, Dia wanita keras kepala, yang Ia tahu hanya dendam. Tetapi, Dia sangat menghargai pernikahannya dengan Ken. Membuat sarapan Suaminya dipagi hari,walaupun kadang ngga, mengobati Luka Ken walaupun Dia sendiri yang menyakiti. Tidak pernah menghianati Ken soal kesucian walaupun bisa saja Dia berhubungan dengan Pria lain karena Pernikahannya adalah Sandiwara. Tidak pernah menggunakan Kartu Debit Sang Suami karena lupa PIN nya, pernah sekali menggunakannya untuk membayar Restaurant Jepang 🤣 . Tapi negatifnya adalah Suka nolak Keinginan Suami untuk Bikin Baby, padahal ngga tau apa yah Bikin Baby itu Luar biasa enak tiada tara. Lebih nyebelinnya lagi, ngga papa Dia nolak Laki macem JUNEDI, SARPIN, JONO , ATAU SURONO , tetapi yang Ia tolak buat Bikin Baby ini seorang KEN , YANG BEGITU TAMPAN DAN SEXY , DAMN BOY AND GOOD KISSER, pantesan Ken suka gerutu dan ngedumel kalau Yaura menolak dirinya 🤣.
Yaura melepaskan ciuman Suaminya, mereka pun kembali bertatapan.
" Aku sangat mencintaimu,Yaura.. Berhentilah menangis.. " lirih Ken dan..
Cupppppp Ia mengecup mata Yaura.
*****************************
Jangan lupa Vote dan Likenya yah beb♥️♥️
Butuh Kritik dan Sarannya juga.
Spoiler
__ADS_1
Ken nampak menodongkan pistol ke arah Ibundanya.