
PAGI HARI
Setelah malam panjang yang Ia lakukan bersama Sang Suami, Yaura akhirnya bisa bangun lebih awal.
Pukul 07.00, Ia membuka mata dan menatap Pria menggemaskan yang berada disampingnya.
" Selamat Pagi,Ken.. " lirih Yaura dalam hati, Ia mengamati dengan seksama wajah Ken yang sangat menggemaskan,ganteng dan unyu.
Yaura tersenyum saat mengingat kalimat lucu dari Ken yang membuatnya tertawa.
" Jahil, menyebalkan, lucu.. " lirih Yaura dalam hatinya.
Puas memandangi Sang Suami,Yaura buru-buru menuruni Ranjang karena takut Ia direcoki olehnya saat mandi.
2 Jam kemudian Yaura sudah mandi, wangi, cantik, secantik-cantiknya orang. Ia ingin membangunkan Ken, namun tidak tega.
Yaura pun memilih keluar untuk memanggil Pelayan.
15 menit, Ia kembali masuk ke Kamar dan melihat Suaminya sudah tidak ada di Ranjang.
" Baru ditinggal sebentar sudah menghilang.. " ucap Yaura. Ia kemudian mendaratkan tubuhnya di soffa sembari membaca majalah.
Tak membutuhkan waktu lama, Ken keluar dari Kamar Mandi dengan kimono putih yang membalut tubuh kekarnya, rambutnya yang basah menambah kadar ketampanan Suami Yaura tersebut.
Ken dan Yaura pun beradu pandang, senyum manis pun menjadi sapaan keduanya. Ken mendekat,dan..
Ia memiringkan kepala, lalu
Kissssssssssssssss lidahnya mengh*sap dan mel*mat bibir Istrinya yang sudah tidak bisa dijelaskan bagaimana manisnya.
Yaura pun tersenyum mendapat ciuman manis dipagi hari.
" Morning Kisss " senyum Ken.
" Tapi ini udah siang.. " Yaura memegang leher Suaminya sembari melukiskan senyum manis.
" Tidak masalah. Kau sudah sarapan? " tanya Ken.
" Belum.. " Yaura menggelengkan kepalanya.
" Tunggu sebentar. " Ken beranjak lalu pergi ke ruang wardrobe.
Beberapa saat setelahnya, Ken kini sudah rapi dengan kaos pendek berwarna hitam dan celana pendek berwarna cream.
" Dimana ponselmu Sayang? " tanya Ken,matanya menyoroti ranjang guna mencari ponsel Sang Istri.
" Di balik bantal sebelah sisi kanan. " saut Yaura sembari menyiapkan sarapan untuk Suaminya.
Ketemu.
Karena Ada hal penting yang harus diurus, Ken langsung memasukkan nomor yang Ia tuju. Maklum ponselnya mati karena terjun kemarin.
Staff G&D
" Selamat Pagi,Nona Yaura.. Kami Menghormatimu.. " sapa Staff G&D.
" Pagi, Ini Aku. Kirimkan data G&D Mall ke email resmiku sekarang. Dan suruh Staff Keamanan untuk memasang penyadap di semua lorong Hotel. " titah Ken.
" Mohon Maaf,Tuan Ken, Kami mengira Nona Yaura. Baiklah Aku akan segera melaksanakannya." jawab Staff G&D.
" Tidak masalah. Baiklah terima kasih. " Ken mematikan telefon lalu duduk disamping Istrinya.
" Cantik sekali.. " puji Ken sembari menatap lekat wajah Istrinya yang semakin bersinar.
" TIDAK PERLU MENGGOMBAL. " Yaura menyodorkan sesendok nasi ke mulut Suaminya.
" WAHH TUMBEN SEKALI KAU ROMANTIS. " Ken bahagia.
" Tidak, ini hanya formalitas saja." celetuk Yaura yang membuat Ken tertawa.
" KURANG AJAR. " ucap Ken sembari mengunyah makanan. entah harus bagaimana Ia membuat Yaura romantis dan lemah lembut.
" Sayang..... Kau mau Sekretaris yang seperti apa? " sambung Ken.
Yaura terdiam saat mendengarnya,
" Kenapa tidak Bibi Arum saja,Ken.. " lirih Yaura sembari menyuapi Suaminya.
" Jangan Bibi Arum,Kasihan. Dia sudah berbakti kepadamu selama puluhan tahun. Dari Goddes Of Death apa tidak ada? " tanya Ken sembari ikut berfikir keras.karena untuk mengurus G&D sebesar itu, tidak mungkin Dirinya dan Sang Istri melakukannya sendiri.
" Kami hanya kelompok yang bergulat di dunia senjata dan lapangan. untuk pengaturan Strategi dan Penyerangan, Aku dan Pak Agus yang melakukannya. Itu Artinya,Kami tidak punya orang kepercayaan dalam hal pendataan,kecuali..." Yaura menghentikan perkataannya,tenggorokannya tercekat saat mengingat seseorang yang begitu menyakiti hatinya.
Ia pun menurunkan sendok dan pandangannya.
Mengerti,
Ken menggenggam tangan Istrinya.
" Siapa? ".
" HELENA. " Yaura mencoba tersenyum saat menyebut penghianat itu.
Ken membuang pandangan dan kesal.
" JANGAN LAGI MENYEBUT PARA IBLIS ".
" Iyah maaf.. Mmmmmmmm terserah Kau saja Ken, Sekretaris seperti apa yang cocok untukku, Aku percaya padamu.. " Yaura tersenyum mencoba menghibur Suaminya.
" YANG CANTIK DAN SEXY, TIDAK MASALAH? " celetuk Ken, Ia mencoba tidak baper dan menggoda Istrinya.
Plakkkkkkkkkk Yaura menggampar Suaminya.
" Serakah. "
" Serakah? katanya terserah ? " tawa Ken.
" 😏😏. " Yaura.
"🤣🤗🤗🤗. " Ken.
Mereka menikmati sarapan pagi dengan canda tawa ala Pasangan Honeymoon.
30 Jam kemudian,
Karena rambut Suaminya yang masih basah,membuat Yaura ingin mengeringkannya.
" Ken lihatlah.. ini hairdryer termahal dan paling langka.. kemarilah.. " Yaura memanggil Suaminya.
Menurut,
" Hairdryer sama saja. Apa bedanya.. " Ken bercermin.
" Sayang.. Apa menurutmu Aku ini kurang tampan? " sambung Ken dengan gaya tengilnya.
" SANGAT KURANG ! " ejek Yaura sembari menyalakan tombol hairdryer.
__ADS_1
" Bertanya padamu sampai Upin & Ipin tumbuh Dewasa pun tidak akan menjawabnya dengan benar. 😏" ujar Ken sembari memerhatikan Sang Istri yang menyisir rambutnya.
" Siapa itu Upin & Ipin? " tanya Yaura dengan polosnya.
Ken melotot,
" KAU TIDAK TAHU UPIN & IPIN? WOW, PRIMITIF ! " ejek Ken balik.
" Tidak masalah. " Yaura menhairdyer kepala Suaminya dengan penuh kasih sayang.
" Ahhhhh Panas Sekali. Ini terlalu panas . " protes Ken.
" Sudah Aku bilang, ini hairdryer termahal dan langka, karena BISA MENGHILANGKAN OTAK MESUMMU INI. " Celetuk Yaura yang membuat Ken tertawa.
" PUNYA ISTRI GALAK BANGET NJIRRR " tawa Ken.
Yah, mereka adalah Sepasang Suami Istri yang terkadang seperti Anak Kecil yang sedang bermain. sangat menggemaskan.
Tiba-tiba..
Tok..tok..tokk suara ketukan pintu.
" Masuk.. " saut Ken.
Wanita cantik, elegant,mungil, dengan kulit yang tak kalah putih dari Yaura pun melangkah masuk.
" Maaf Aku mengganggu Kalian.. " senyum Evelyn.
" Tidak, Kau tidak mengganggu Kami. " saut Yaura.
Melihat Sang Kakak sedang di hairdyer oleh Istrinya,
" Apa Kalian sudah baikan? " sapa Evelyn sembari melebarkan senyumnya yang semakin menawan.
Ken dan Yaura tertawa saat menyadari betapa kekanak-kanaknya mereka saat marahan,juga malu harus dilihat oleh orang lain, apalagi seumuran Evelyn.
" Kau sarapan belum? " tanya Ken sembari tersenyum melihat Adik Kesayangannya yang sudah mulai tumbah dewasa.
" Sudah Kak.. " Evelyn mendekat.
Yaura mematikan hairdryer, sembari merapikan kembali rambut Suaminya.
" Mari duduk Evelyn. " ajak Yaura.
Merekapun duduk di soffa, namun sebelum itu..
Huggggggggggg Ken memeluk Adiknya terlebih dahulu sembari mencium keningnya. Ia sadar bahwa Ada Evelyn yang dihujani kasih sayang selain Istrinya,Yaura.
" Kakak menyayangimu. " ucap Ken kepada Evelyn.
" Aku juga menyayangimu,Kak. " senyum Evelyn.
" Kak.. " sambungnya, wajahnya seketika berubah.
" Ada apa,Sayang.. " jawab Ken yang seketika udah tahu bahwa Adiknya itu ingin mengutarakan sesuatu.
" Kakak memang terbaik. " puji Evelyn dan tersenyum.
" Baiklah ini waktu yang tepat. Berhubung Ada Istri Kakak, jadi Aku ingin mengatakan sejujurnya bahwa.. Aku butuh bantuan Kakak. " tutur Evelyn.
" Katakan,Kau butuh apa? " ucap Ken tanpa rasa keberatan atau berfikir. Karena untuk Yaura dan Evelyn,Dia rela melakukan apapun.
"Sebenarnya Aku tidak enak mengatakan hal ini, tapi Aku butuh.. Maafkan Aku Kak,Yaura.. " Evelyn menatap Kakaknya dan Yaura bergantian.
" Kau ini seperti orang lain saja. Jangan berbicara formal seperti itu. Kau adalah Adik Kakak,bukan orang lain. " ujar Ken yang merasa Adiknya sangat aneh, tumben sekali berbicara sangat formal.
" AKU MINTA 5 TRILIUN DARIMU,KAK. AKU INGIN KAKAK MENTRANSFERNYA SEKARANG." ucap Evelyn yang membuat Yaura dan Ken mendelik.
" 5 TRILIUN? " Ken mengerutkan keningnya.
" UNTUK APA KAU MEMINTA UANG SEBANYAK ITU? " Ekpsresi wajah Ken berubah menjadi serius,karena sejauh ini, Adiknya itu jarang sekali meminta uang cash dalam jumlah besar, lebih ke barang atau mobil.
" AKU INGIN MEMBELI BERLIAN KAK.. " ucap Evelyn.
" Bukankah Kakak sudah memberikan BLACK CARD UNTUKMU 8 BULAN YANG LALU, APA ITU MASIH KURANG? DAN PENGHASILAN LOUIS KAU KEMANAKAN SEMUA DANANYA? " tanya Ken dengan penuh selidik, karena bagaimanapun ini pertama kalinya Evelyn meminta uang dalam jumlah sangat besar dan tidak masuk akal.
" Aku sudah menginvestasikan semua dana Louis ke Property lain,Kak. Juga omset Louis itu sangat rendah dan mengalami penurunan,Aku justru mengalami kerugian besar dan menggunakan uang tabunganku untuk menutupi kerugian. " Jelas Evelyn. Karena memang Louis yang Ia pegang mengalami penurunan. Terlebih lagi karena kasus Yaura, itu sangat berdampak. Dan juga G&D yang mengakuisisi Louis itu membuat peluang cuan nya sangat kecil.
Ken terdiam, dan menatap Adiknya guna menyelidiki sesuatu.
" BERIKAN SAJA,KEN.. " saut Yaura dengan entengnya sembari mengupas Apel.
Ken mendelik ke arah Istrinya.
" Kau mau Liontin Evelyn? " tanya Ken.
" Liontin, Cincin, Anting, Gelang dan Berlian Murni..itu yang ingin Aku beli,Kak.. Desainnya sangat indah dan limited edition,Aku sangat menginginkannya.." rengek Evelyn.
Yaura hanya cuek, karena memang uang bukanlah pembahasan yang penting.
" Di Paris? " tanya Ken, karena sejauh yang Ia tahu, Perhiasan Berlian termewah ada di Paris. Saat memberikan Yaura cincin Berlian pun Ia memesannya disana.
" Tidak, bukan Keluaran Paris. Aku ingin membelinya di Dubai. Mereka juga yang memiliki desain." ujar Evelyn .
Mendengar Dubai, maka teringat kenangan buruk. Yaura mendelik ke arah Evelyn,begitupun dengan Ken.
" Jangan pernah kesana. Kakak tidak mengizinkanmu. " ujar Ken.
" Tidak Kak. Ada Orang Kepercayaanku yang akan membelikannya." tutur Evelyn.
Ken menoleh ke arah Yaura yang sibuk memakan apel,
" BAIKLAH.. KAKAK AKAN MENTRANSFER UANGNYA 10 TRILIUN. BELIKAN YAURA BERLIAN YANG SAMA DENGANMU. " senyum Ken.
Evelyn tersenyum lebar, sementara Yaura mendelik sambil membulatkan matanya.
" Jangan,Ken.. Hutangku kepadamu sangat banyak.. Aku tidak mau menambah hutang lagi.. " ujar Yaura.Karena memang benar, Rumah Dirinya yang semegah itu adalah Uang Milik Suaminya.Juga G&D yang 60% Dana Pembangunan adalah Uang milik Ken pribadi.
Ken dan Evelyn tertawa 🤣
" Yaura jangan takut.. Suamimu ini banyak sekali tabungannya. Kau minta saja yang banyak🤣. " ujar Evelyn yang tersenyum bahagia saat Sang Kakak menuruti permintaannya.
" Hutangnya kan sudah dibayar lunas. " Ken menatap nakal Istrinya dan memberi kode 🔞.
" Dasar ! " senyum Yaura.
Melihat Dua Wanita tersenyum bahagia dihadapannya membuat Ken merasa Pria yang paling beruntung.
" Baiklah,Intinya Kau belikan juga Berlian untuk Yaura. Kau mau minta apalagi? " tanya Ken kepada Adiknya.
Bahagia,girang, dan sumringah
Huggggggggggg Evelyn memeluk Kakaknya dengan erat.
Mmmuuuuaachhh mmmuuaaachhh mmuuuaachh Evelyn menciumi pipi Kakaknya tanpa henti.
__ADS_1
" KAKAK TERIMA KASIH .. KAU TERBAIK .. ASTAGA TERIMA KASIH SEKALI LAGI KAKAK.. AKU SAYANG KAKAK .. " girang Evelyn.
Yaura melebarkan senyum saat Kakak Adik ini bahagia.
" Syukurlah Evelyn tidak terpuruk.." lirih Yaura dalam hati.
" Evelyn.. Kau juga boleh memintanya dariku.. Kau mau berapa? biar Aku yang menghadiahkannya untukmu?.." tanya Yaura pada Evelyn.
" KAU MENAWARI EVELYN, TETAPI TIDAK MEMBAYAR HUTANGKU !. " jail Ken.
" Kau bilang lunas. " Yaura meluncurkan tatapan nakal🔞 hingga membuat Ken menggigit bibir bawahnya.
" Aaaiissshhhh Siapa yang mengajarimu? " senyum Ken🔞.
" Kau menawariku Yaura? Astaga baik sekali..Aku mengira Kau akan marah karena Aku meminta uang jumlah besar kepada Suamimu.. karena di Sinetron Indosiar, ISTRI PASTI AKAN MARAH JIKA UANG SUAMINYA DIMINTA ORANG LAIN🤣 " ucap Evelyn yang sepertinya korban indosiar.
" TIDAK. AKU MERASA BIASA SAJA." jawab Yaura dengan gaya elegantnya hingga membuat Ken menyadari YAURA YANG ARROGANT.
" SOMBONG !!! IYAH AKU TAU, KAU INI KAYA RAYA TAJIR MELINTIR. KITA MAH TIDAK ADA APA-APANYA YAH EVELYN 😭.. " Ken tak henti-hentinya menjahili Sang Istri. Ia memeluk Evelyn dan berdrama sedih.
" KITA MAH APA ATUH KAK. KITA MAH HANYA REMAHAN REMPEYEK HIKSS😭. " celetuk Evelyn dan berpura-pura menangis hingga membuat Yaura tersenyum.
" Sudah jangan membahas uang. "
Bukannya mereda, Ken dan Evelyn malah semakin menggoda Yaura karena kekayaannya yang tak habis 7 turunan, 8 putaran, dan 9 tanjakan💐🤣.
Kamar Nona Lee
Karena obat dan istirahat, Nona Lee sudah bisa berjalan,walaupun harus menahan sakit di kakinya.
" Ayolah Lee.. jangan manja. " Nona Lee berusaha keluar Kamar dan ingin berjalan sendiri.
" Sebentar..Aku akan meminta bantuan David. " Lisya mencegah Nona Lee untuk berjalan sendiri.
Nona Lee melarang Lisya untuk memanggil David,namun Lisya terus memaksa dan bersikeras.
Beberapa saat kemudian
David datang seorang diri, Ia sebenarnya sudah bangun sejak pagi,namun masih tidak berani menatap Nona Lee.
Keduanya canggung dan saling menghindari kontak mata,
" Sebelumnya Aku minta maaf kepadamu soal semalam.. " David memberanikan diri untuk bersikap gentle dan macho, karena sejatinya PENGECUT BAGI TENTARA ADALAH PANTANG.
" Santai saja.. lagipula GAME FAILED. " senyum Nona Lee guna menghilangkan kecanggungan.
Tersenyum, David akhirnya berani menatap mata Nona Lee.
" Sungguh Aku sebenarnya tidak berniat apapun kepadamu, jangan salah faham. "
" Lupakan. Apa Kau lupa bahwa Aku tinggal Amerika? " Nona Lee memberikan kode bahwa itu adalah hal biasa untuknya,jadi tidak masalah.
" Aku yang minta maaf David merepotkanmu seperti ini.. " sambung Nona Lee sembari tersenyum.
" Lupakan. Apa Kau lupa bahwa Aku ini adalah Tentara? " David tersenyum manis sembari meniru perkataan Nona Lee, dan memberi kode bahwa itu bukanlah hal berat yang harus dilakukan.
" Wahh Kau sangat pintar. " puji Nona Lee.
" Kau mau keluar? " tanya David.
Nona Lee menganggukkan kepala.
" Kemarilah.. " David membangunkan Nona Lee. hendak berjalan bersama..
" KAU MAU AKU GENDONG? MMM MAKSUDKU.. APA AKU BOLEH MENGGENDONGMU? AKU TAKUT KAKIMU MASIH BELUM PULIH KARENA KATA LISYA BIBI ARUM BELUM KESINI.. " ajak David.
" Ini sudah pulih. Sudah tidak papa..lagipula Aku sangat berat 😊. " tolak Nona Lee.
" Iyah Kau ini sangat berat. saat menggendongmu di laut,nafasku hampir ikut habis." celetuk David yang membuat Nona Lee mendelik.
" Hei ! jadi Kau bilang Aku ini gendut? " sentak Nona Lee yang membuat David menciut😅.
" Bu-bu-bukan begitu. Kan waktu di laut ada airnya, jadi terasa berat, bukan Kau nya yang gendut. " Alibi David.
" Nah itu baru benar. " senyum Nona Lee hingga membuat David ingin mengumpat.
" WANITA MEMANG ANEH. TADI BILANG AKU BERAT, DIBILANG BERAT NGGA TERIMA. ASTAGA🙄." gerutu David.
Hampir siang,
Hugggggggggggggg David membopong tubuh Nona Lee lalu menggendongnya keluar.
" Hei David ! turunkan Aku ! " berontak Nona Lee.
" Diamlah. Kau ini tidak berat,jadi tidak masalah. " ucap David diiringi senyum.
" ANJIRRRRRRRR BERAT SEKALI🥴🥴 DAVID STAY COOL, STAY COOL,OKEY. " umpat David dalam hati.
Sedang becanda sambil digendong, tiba-tiba seorang Wanita menghentikan langkah David.
" Selamat Pagi.. " sapa Wanita itu.
" Pagi,Anin.. " sapa David sambil senyum.
Mendengar Anin,membuat Nona Lee mendelik. Mereka berdua pun bertatapan.
" Nona Lee apa Kau sudah mendingan? " senyum Anin, matanya memperhatikan David yang sedang menggendong Nona Lee.
" Iyah Anin. Berkat doa Kalian. " jawab Nona Lee, matanya memperhatikan Anin yang tidak bisa lepas dari pandangan David.
" Syukurlah Nona Lee. Mmmmm Aku tadi melihat kursi roda, Jika Kalian membutuhkannya, ada disana. " Anin menunjuk area B .
" Baiklah terima kasih,Anin. Nanti Kita bisa melanjutkan obrolan setelah ini.. " David melanjutkan langkahnya sembari menggendong Nona Lee.
Mata Anin berkaca, dirinya membatu dan termenung. Pagi-pagi sudah melihat Nona Lee dan David bermesraan.
" Bukankah ada Bibi Arum? " batin Anin sembari memperhatikan mereka dari jauh.
********************
Jangan lupa like dan sarannya
Like dan Votenya juga😍😍🥰
SPOILER
Ken mendatangi Kamar Anin dengan tatapan yang datar.
" APA KAU SENGAJA MENJATUHKAN NONA LEE? " tanya Ken yang membuat jantung Anin berdetak kencang.
" Ken.. " lirih Anin, tubuhnya seketika gemetar.
Tiba-tiba
Yaura datang lalu menatap Ken dan Anin bergantian.
__ADS_1
" ADA APA INI? "
" Ya-ya-yaura?..." Anin gemetar,tubuhnya lemas bak tanpa tulang.