
Ken yang masih sangat syok dan terpukul,hanya bisa terlunglai lemas seraya memeluk Bingkai Foto Istrinya. Pita Hitam yang menghiasi Bingkai itu pun menjadi Saksi bisu bahwa Yaura benar-benar tidak ada.
Stephanie Lee, Wanita yang akrab disapa Nona Lee atau Dokter Lee ini tak tinggal diam, Ia sengaja membiarkan Ken sendiri dalam duka.
" Bawa Jenazah yang sudah Aku persiapkan sekarang ! " tegas Lee dari earpiece.
" Baik Nona Lee . " jawab Staff Khusus,mereka langsung membawa keluar Jenazah Wanita dari Ruang Pembekuan.
Nona Lee menghampiri Ken,
" Sebelumnya Aku minta maaf tidak memanggilmu Tuan,karena sepertinya umur mu sama denganku. Jenazah Istrimu akan Aku bawa kedalam Ruang Otopsi untuk melakukan penyelidikan dan analisa Badan Nasional Forensik. Dengan itu, penyebab pasti Kematian Istrimu akan jelas dan terdata. Aku permisi.. " tuturnya.
Ken hendak berdiri dan mengikuti langkah Nona Lee, namun,
" Kau tidak boleh masuk karena ini sangat Privasi dan Steril. Lebih baik Kau sarapan dan memulihkan tenaga terlebih dahulu, karena sebentar lagi Peti Yaura akan disemayamkan.. " cegat Nona Lee.
Ken mengurungkan niatnya dan kembali duduk melamun, tatapannya begitu kosong. Apa yang Nona Lee omongkan sama sekali tidak Ia dengar, yang ada difikirannya hanya ' KEMBALILAH YAURA, AKU TIDAK INGIN KEHILANGANMU '.
Tak ingin membuang Waktu, Nona Lee langsung melangkah ke Ruang Otopsi. dari kejauhan, nampak Alfin datang dan berlari mencari Ruangan dimana Jenazah Yaura diletakkan, disaat yang bersamaan, Staff Khusus yang diminta Nona Lee juga nampak berpapasan dengan Alfin.
Greeekkkkkkkkk suara Hospital Bed yang didorong oleh Staff Khusus, dan..
Mata Alfin tertuju pada Nama yang tertera pada Hospital Bed tersebut,
YAURA GITA DEVMALIK
" HENTIKAN ! " teriak Alfin, tangannya memegang pundak seorang Staff Khusus yang berpenampilan seperti Suster.
Deggg !!! Mereka semua panik.
" Yaura, kenapa Kau benar-benar pergi.... " lirih Alfin, matanya berkaca.
Grepppppp Alfin menggenggam tangan Yaura, dan meneteskan airmata.
" Yaura maafkan Aku, karena sering memarahi dan bertengkar denganmu.. Maafkan Aku Yaura, bangunlah... Jika Kau tidak ada, maka siapa lagi yang akan membantah dan memprotes semua Perintah Ku, hanya Kau satu-satunya Anak Buah yang memarahi Ketuanya sendiri.. bangunlah.. Aku janji tidak akan berani memarahimu lagi.. bangunlah Yaura.. " lirih Alfin dalam hati, hatinya mengisak ketika mengingat semua kenangannya dengan Yaura. Adu mulut, pendapat, senjata, Yaura yang hobi memprotes dan membantah perintahnya membuat kesan tersendiri untuk Hidupnya.
Rindu dan masih tidak percaya, tangan Alfin mencoba membuka kain putih yang menutupi Jenazah,
Tiba-tiba
Greppppp tangan seorang Wanita langsung mencegahnya.
" Bawa ke Ruang Otopsi secepatnya ! " titah Wanita itu yang tak lain Ialah Nona Lee.
" Baik Nona Lee. " jawab Suster. Ia pun langsung mendorong Jenazah Yaura dan menjauh dari mereka.
" Ken sendirian di sebelah sana, sebaiknya Kau temani Dia,Maaf Aku menggunakan bahasa Informal . Yaura akan di otopsi dan Aku akan segera menyerahkan datanya kepadamu, karena Aku dengar Kau adalah NIS yang menaungi Yaura. Aku permisi.. " singkat Nona Lee dan berlalu pergi begitu saja, Ia melangkah dengan tergesa-gesa dan waspada.
Mendengarnya, Alfin pun melanjutkan langkahnya dan mencari Ken.
Ruang Otopsi
Nona Lee memakai Jas Dokter berwarna putih dan duduk di depan layar Monitor.
" Aku sudah meminta izin kepada Pihak Keluarga Jenazah Wanita ini untuk di Kremasi, cepat lakukan Pembakaran waktu Kita tidak banyak ! " Nona Lee nampak memanipulasi Data Forensik Kematian Yaura.
Terdapat sebuah pintu Rahasia yang langsung terhubung dengan Ruang Kremasi, Staff Khusus pun langsung mendorong Jenazah itu untuk di bakar.
" Pak, Jenazah Yaura masih diperebutkan dan terancam, jadi Aku memilih membakar dan memasukkan Abunya ke dalam peti mati lebih awal. Kau mengizinkannya? " tutur Nona Lee yang terhubung dengan telefon Pak Agus.
" Aku dan Ken sebenarnya sepakat untuk membekukan Jenazah Yaura, tetapi jika itu yang terbaik..Aku menyerahkan semuanya kepadamu. " lirih Pak Agus , air mata membasahi pipinya,Ia kini sudah berada di Tempat Duka.
" Aku akan membuatnya mengerti,Pak. " ucap Nona Lee lalu mematikan sambungan telefonnya.
Setelah menyampaikan Informasi Kremasi, Nona Lee bergerak cepat dan tepat. Semua data penting Ia buat dengan sedemikian rupa.
Kantin
Belum tidur semalaman dan bergulat dengan api, Ken begitu lemas dan sayu. Alfin membujuknya untuk makan dan mengisi tenaga, bagaimanapun Ken tetaplah manusia yang butuh asupan untuk bisa berdiri tegak. meskipun begitu enggan dan tidak bernafsu, Ken pun memasukkan beberapa sendok makanan kedalam mulutnya lalu menengguk sebotol Vitamin sebagai penguat stamina. Ia hanya diam dan tidak ingin berbicara dengan siapapun.
Disela-sela itu, Alfin nampak aktif berkomunikasi lewat pesan dengan sahabat Ken, yaitu Kevin yang kemarin baru saja Ia temui di Pengadilan. beruntung Kevin mempunyai Kontak Alfin dan bertanya tentang keberadaan juga keadaan Sahabatnya.
Trininggggg Kevin memutuskan untuk menelfon Alfin dan ingin berbicara langsung dengan Ken.
" Kevin ingin berbicara denganmu.. " ujar Alfin sambil menyodorkan ponselnya.
Ken terdiam dan benar-benar enggan berbicara dengan siapapun, namun karena terpaksa..
" Ada apa? " tanya Ken dengan suara lemas.
" Aku turut berduka atas Kepergian Istrimu. Kami sudah mempersiapkan Upacara Duka di Rumahmu,Ken. Jam berapa Kalian tiba? " tanya Kevin, matanya pun nampak berkaca dan memerah.
" Datanglah ke Persemayaman Istriku yang dulu, Aku sudah menghancurkannya saat mengetahui Yaura masih hidup. dan sekarang.. Aku memutuskan untuk menyemayamkannya disana lagi.. " lirih Ken, dan langsung mematikan sambungan telefonnya.
Ken dan Alfin kini kembali termenung dan berkabung.
********************
Vino dan Alex nampak tiba di Rumah Sakit Stephanie Lee untuk mencari Ken dan mengantarkan Jenazah Yaura. mereka diberitahu oleh Kevin untuk menyusul Ken dan membantu persiapan duka di Rumah Sakit.
Vino yang meminta nomor ponsel Alfin dari Kevin pun nampak sedang menelfonnya.
" Kalian dimana? Aku sudah di lantai bawah."
" Lantai 45, nomor 710. " jawab Alfin dari telefon.
Tak membuang waktu, Vino dan Alex langsung masuk ke Lift dan menekan tombol 45.
Sampai,
Alex langsung memeluk Ken yang sedang berdiri di depan Ruang Otopsi.
" Aku turut berduka cita,Ken. Sabarlah, dan semoga Yaura tenang di alam sana. " lirih Alex yang meneteskan air mata.
Ken hanya menganggukkan kepala dan membalas pelukan sahabatnya.
" Turut berbela sungkawa atas kepergian Istrimu,Ken. Aku tahu Kau lelaki kuat, dan semoga Yaura tenang disisi Tuhannya.. " ucap Vino sambil memeluk tubuh Ken, Ia juga sangat terpukul dan syok, air mata membasahi pipinya.
Beberapa Jam setelahnya, Nona Lee keluar bersama Staff Khusus , ditangan Mereka nampak membawa Goodie Bag berukuran besar.
" Pakailah .. Ini adalah Seragam Duka.. " lirih Nona Lee, seraya menyodorkan Goodie Bag tersebut.
DEGGGG !!! Ken kembali terpukul saat mendengarnya. matanya terpejam,
" Aku sangat membenci takdir ini ! " teriak Ken dalam hati, Ia masih tidak percaya bahwa Seragam Duka kembali membalut tubuh kekarnya.
*******************
Ken, Alfin, Vino, Alex dan Nona Lee kini telah memakai seragam duka lengkap dengan Sarung Tangan Putih, Pita Hitam dan aksen Bunga Mawar Putih yang menempel di Jas Hitam Mereka, juga Pita Putih Menyilang yang menempel di Rambut Nona Lee.
Mengetahui Jasad Istrinya di Kremasi, membuat Ken marah besar kepada Nona Lee. Namun Nona Lee berhasil memberinya pengertian , di Kremasi lebih baik daripada dibekukan.
" TAPI AKU INGIN SELALU MELIHAT ISTRIKU ! KENAPA KAU TIDAK MENGERTI ! " teriak Ken.
" Kau masih bisa melihat Istrimu melalui abunya, Kau bisa membawa abu Yaura kemanapun dan dimanapun. Mengertilah, Jenazah Yaura masih diperebutkan ! " sentak Nona Lee.
Sempat marah besar, namun akhirnya Ken memutuskan untuk menerimanya.
Kini, Peti Mati dimana abu Yaura dimasukkan telah dibawa oleh mereka ke dalam mobil. tangis Kembali pecah saat Peti Mati dimasukkan,
Brughhhhhhh
Ken terkulai lemas didalam mobil, Ia terus mengutuk takdir dan Tuhan kenapa mengambil nyawa Istrinya.
Alfin, Vino, Alex , Ken dan Nona Lee kini berangkat menuju Pemakaman.
*****************************
VIP SAN DIEGO HILLS
Sebuah Pemakaman Private dengan fasilitas mewah dipilih oleh Ken dan Pak Agus untuk menjadi peristirahatan Yaura.
Disepanjang jalan, pintu masuk , hingga di dalam Ruangan dipenuhi oleh Karangan Bunga yang begitu banyak yang dikirimkan oleh NIS, Militer, Polisi, Dynamic, Ritz Carlton, juga Pemegang Saham Louis yang menghormati kepergian Istri CEO nya.
Di dalam Ruangan,
Pak Agus, David ,Bobby, Henry, dan Pak Wike selaku Guru Taekwondo Yaura di NIS nampak duduk dengan Seragam Duka melekat di tubuh mereka, pandangannya tertunduk ke bawah, mata sembab dan sayu.
Terlihat juga Lisya selaku Staff Data Rahasia NIS juga menghadiri pemakaman Temannya, Yaura. Rambutnya yang panjang kini dihiasi oleh Pita Putih, wajahnya begitu sedih dan terpukul, meskipun Ia tidak terlalu dekat dengan Yaura, tetapi Ia merasa begitu kehilangan.
Meskipun sudah mempersiapkan upacara duka di Rumahnya, namun saat Sang Kakak menyuruhnya mendatangi San Diego Hills , Evelyn pun langsung bergegas bersama Anin, Lolly , Kevin dan Pak Tio ke Pemakaman, seragam hitam menjadi ungkapan berkabung mereka dan duduk di Baris terdepan.
Para Abdi Negara pun mulai berdatangan dari berbagai kalangan. NIS, Militer, Polisi , Diplomatik, Jaksa Pengadilan yang menangani Kasus Yaura pun nampak datang. Tak ketinggalan, Para Anggota Goddess Of Death nampak menghadiri pemakaman Nona nya, mereka tidak percaya bahwa Yaura telah tiada. Beberapa orang kepercayaan Ken juga nampak berdiri di belakang sebagai Penghormatan Terakhir kepada Istri Tuannya.
Dan....
Para Iblis, yaitu Reino, Hilya, Edward, dan Bianca nampak datang dengan Pakaian Duka. Tangan mereka terborgol dan dijaga oleh SWATT, Ayah Reino datang dengan Kursi Roda , begitupun dengan Edward yang terluka karena pistol. Mereka berjalan dan berbaris di tengah.
Ayah Reino nampak terdiam, perkataan Ken terus terngiang di Kepalanya, tangisan Sang Anak yang begitu kencang pun tak luput dari ingatannya. Hilya dan Bianca nampak biasa saja, dan Edward juga nampak memikirkan sesuatu dan terus menatap Reino. ucapan Yaura menghantui pikirannya.
juga...
Wanita berambut pendek seraya memakai kerudung hitam nampak melangkah masuk dengan ragu dan terbatah lalu berdiri paling belakang.Dialah Helena, Sang Penghianat.
Tak berselang lama, mobil hitam memarkir. Staff Khusus Rumah Sakit pun turun bersama dengan Ken dan lainnya. Nona Lee nampak turun lebih dahulu.
Melihat ini,membuat Petugas Duka San Diego Hills yang berjumlah banyak nampak menundukkan badan 45° sebagai Penghormatan.
" Kami turut berduka cita, Tuan. " ucap Mereka serempak.
Ken memejamkan kedua matanya, Bingkai Foto Sang Istri nampak Ia dekap dan memimpin Prosesi di depan.
Ken melangkah masuk dengan terbata, air mata kembali jatuh.
Dari kejauhan, Pak Agus , David , Henry, Kevin ,Bobby dan Wike berlari dan meraih peti mati. Mereka menggotong Peti Mati ke dalam bersama Alfin, Vino, serta Alex. Isak tangis mereka kembali pecah,
Para Tamu Duka pun nampak berderai air mata saat Peti mati mulai masuk dan menuju mimbar persemayaman.
Ken berjalan ke depan dengan air mata yang terus menetes membasahi Foto Yaura yang di dekapnya. ingin rasanya Ia kabur ke Ruang Waktu dan membuang jauh-jauh kejadian ini dalam hidupnya.
Peti mulai menaiki mimbar dan menaruhnya disana,
Para Pembawa Peti nampak menundukkan pandangannya dan memejamkan mata. Ken menaruh Bingkai Foto Istrinya di atas Peti.
" Sampai kapanpun Aku tidak akan bisa menerima takdir ini ! Kau masih ada dan tidak akan tiada dalam hidupku ! Aku mencintaimu,Sayang .. " isak Ken dalam hati, tangannya mengelus foto Sang Istri yang tersenyum manis dihiasi Bunga Putih.
Ken dan lainnya mulai menuruni mimbar dan mengadakan upacara pemakaman.
Upacara pun berlangsung, semuanya tertunduk Khidmat, dengan air mata yang berjatuhan. Matanya terpejam, Lautan Seragam Hitam menjadi Saksi Bisu betapa Berkabungnya saat ini.
Tak kuat,
Brughhhhhhhhhhhhh Ken bersimpuh tepat di hadapan peti Istrinya.
" Kembalikan Yauraku, Tuhan.. kembalikan Dia, Aku mohon..Hiksssss " Ken mengatupkan kedua tangannya, Ia seperti Orang yang Hilang arah, berdoa untuk nyawa yang sudah tiada.
Deggg !!!! Nona Lee, Pak Agus, Alfin, David, dan mereka yang berada di barisan pun nampak menyesakkan dada melihat Ken seperti itu, air mata semakin menetes deras.
Dari layar monitor, Para Iblis melihat Ken yang sedang bersimpuh di hadapan peti Yaura. Reino dan Hilya nampak berkaca saat melihat Anaknya begitu terpukul.
" Maafkan Ibu,Ken. Ibu tidak bermaksud membuatmu seperti ini .. " lirih Ibu Hilya.
" Maafkan Ayah,Nak." lirih Reino dalam hati.
Upacara selesai dilangsungkan.
" HORMAT. SELAMAT JALAN YAURA GITA DEVMALIK, KAMI MENGENANG JASAMU " Tentara, NIS, dan Polisi melakukan salam hormat dan mengucapkan terima kasih.
" SELAMAT JALAN YAURA GITA DEVMALIK, JASA DAN PENGABDIANMU KEPADA NEGARA AKAN SELALU KAMI KENANG. HORMAT " Sambung Henry sambil menundukkan pandangannya.
Lisya tampak masih memberi penghormatan kepada Temannya,
" Semoga tenang di alam sana, Yaura.. " lirihnya dalam hati, air mata nampak membasahi pipi ranumnya.
Komandan Tentara menaiki mimbar sambil meletakkan Bingkai Foto Yaura yang memakai seragam tentara lengkap. Diikuti oleh Pak Bobby yang meletakkan Bingkai Foto Yaura berseragam NIS . Kini Tiga Foto nampak menghiasi peti mati,
Setelahnya, mereka mulai maju ke depan ,lalu meletakkan Bunga Mawar Putih dan Lilly di persemayaman.
Pak Agus menjadi orang pertama yang meletakkan setangkai Mawar Putih,
" Semoga Kau bisa beristirahat dengan tenang disana,Nak. Kau tidak merasakan sakit lagi kan? Hikssss " Pak Agus mengisak saat mengingat rasa sakit yang diderita Yaura.
Diikuti oleh David, Alfin dan lainnya.
Bukannya menjadi orang pertama yang meletakkan bunga, Ken justru diam dan melamun.Melihat Kakaknya seperti itu,
Hugggggggggggg Evelyn memeluk Kakaknya dan menangis histeris.
" Kakak jangan seperti ini !!! Bangunlah !!! Kuatlah Kak !!! " teriak Evelyn, air mata mengalir deras, dan membasahi Jas Duka yang dipakai oleh Kakaknya.
" UNTUK APA KAU MENANGIS EVELYN ? BUKANKAH KAU MEMBENCINYA? SAAT DIA MASIH HIDUP KAU TIDAK PERNAH MENEMANINYA SAMA SEKALI ! JADI UNTUK APA KAU IKUT MENANGIS ! YANG BERHAK MENANGIS HANYALAH ORANG TULUS YANG MENYAYANGINYA ! " TEGAS KEN, AIR MATA BERCAMPUR KEKESALAN IA LUAPKAN.
" Maaf Kakak !!! Maaf !! Evelyn menyesal dan bersalah !!! Hikssssss " lirih Evelyn, penyesalan kini membelenggu hatinya.
" MAAF ? KAU BISA MENGHIDUPAKAN YAURA DENGAN MAAFMU ITU? BERHARI-HARI KAU TINGGAL SERUMAH DENGANNYA, TAPI APAKAH KAU PERNAH MENGAJAKNYA BERMAIN DAN MENGOBROL? TIDAK EVELYN ! KAU MEMBIARKANNYA SENDIRIAN DI RUMAH SEBESAR ITU ! SAAT KAKAK MEMINTAMU UNTUK MENJEMPUTNYA SEBENTAR, APA KAU MENJEMPUTNYA ? TIDAK ! KAU MEMBIARKANNYA BERJALAN KAKI DENGAN JARAK YANG BEGITU JAUH ! SETIAP KALI AKU PULANG, YANG KAKAK LIHAT HANYA KESENDIRIANNYA ! DIA ADA DAN BERNYAWA, TAPI KAU TIDAK PERNAH MELIHATNYA SAMA SEKALI ! Hiksss " Ken mengisak saat mengingat kenangan Istrinya.
" Hiksss Aku menyesal Kak.. maafkan Evelyn.. " Tangisan Evelyn menjadi saat ucapan Ken begitu menusuk ke relung hatinya.
Ken melepaskan pelukan Sang Adik dan berdiri, sementara Vino nampak membangunkan Evelyn dan menenangkannya.
Hendak meraih setangkai Bunga, ekor mata Ken nampak tidak sengaja melihat SWATT dan..
Rahangnya mengeras saat melihat Para Iblis yang ada di tengah sana. Ken mengurungkan niatnya, dan melangkah dengan begitu cepat,sorot matanya menajam.
Pak Agus, David dan lainnya langsung mengejar Ken.
Brughhhhhhhhhhhhh Ken menendang kursi yang berada tepat di hadapan Ayahnya, hingga terpental.
" PERGI ! IBLIS SEPERTI KALIAN SEMUA TIDAK PANTAS BERADA DISINI ! PERGILAH ! " Teriak Ken, air mata kembali menetes.
Ayah Reino , Hilya dan lainnya hanya diam dan menatap Ken.
" Nyawa harus dibayar dengan Nyawa ! " sambung Ken, Ia mengusap hidungnya dan menguat. dan..
Greppp Ia mengambil senjata dari SWATT, dan menodongkan kepada mereka. Para Tamu Duka nampak membelakkan kedua matanya saat melihat kejadian ini secara langsung.
" Nak tenanglah.. Bapak sudah menyiapkan regu tembak untuk mereka.. " Pak Agus mendekap Ken dari belakang.
" AKU TIDAK SUDI PEMAKAMAN INI TERKOTORI OLEH IBLIS DAN AIR MATA BUAYA YANG BELAGAK MENANGIS DAN BERDUKA ATAS KEPERGIAN ISTRIKU ! AKU SANGAT JIJIK MELIHAT TANGISAN PARA PEMBOHONG SEPERTI KALIAN ! CUIHHH " Teriak Ken dan meludah di hadapan Orang Tuanya.
Ibu Hilya meneteskan air mata saat Ken meludah di depannya.
__ADS_1
" Ibu yang membesarkan dan melahirkanmu ke Dunia ini Ken ! Kenapa Kau kurang ajar kepada Orang Tua mu ! Hiksss " Ibu Hilya mengisak.
Ken menarik sudut bibirnya, dan mendekati Ibunya.
" Kenapa Kau menangis Hah? Kau sakit saat Aku tidak sopan kepadamu? Lalu bagaimana dengan Orang Tua Yaura yang kalian bakar ?! Kau memisahkan Seorang Anak dari Orang Tua nya, dan Orang Tua dari Anaknya ! dan sekarang, Kau membakar Yaura di dalam Penjara ! Apa Kau pernah berfikir bagaimana perasaannya? TIDAK ! Yaura sudah berbaik hati tidak melenyapkan Kalian semua ! Sekarang Kalian senang kan Dia sudah Tiada ! Lihatlah ! Foto nya sudah terpajang di Persemayaman ! Lihatlah dan bersorak ria lah ! Para Iblis yang tidak punya hati ! Sungguh ironi Kalian menyebut diri Kalian sebagai Orang Tua ! " teriak Ken.
" Kau sangat keterlaluan Ken , hanya demi Yaura Kau berani melawan Orang Tua mu ! " saut Bianca.
Brughhhhhhhhhhh Ken kembali menendangi kursi yang disebelahnya.
" DIAM KAU BIT*H ! Sebelum Aku merobek mulutmu yang tidak sadar diri ! " Sentak Ken, dan menatap Bianca dengan tajam.
Disebut Bit*h oleh Ken ,membuat mata Bianca berkaca.
" Kenapa matamu berkaca? jangan sok suci ! untuk barang bekas seperti dirimu ini ! " sambung Ken.
Melihat Edward membuat mata Pak Agus berair dan meradang.
Srkkkkkkk Ia menarik Jas Edward, dan menatapnya tajam.
" Kau yang meledakkan penjara itu dan merekam Yaura kan? " Teriak Pak Agus.
Edward hanya diam dan tertunduk.
Plakkkkkkkkkkk tamparan keras mendarat di pipi Edward.
" Dengarkan Aku baik-baik sekarang, Aku tidak mau membuang tenaga untuk berteriak kepadamu ! Ayahmu yang sangat Kau sayangi itu meninggal karena dibunuh seseorang ! Kau tahu Siapa Pembunuhnya?! " Pak Agus mengeraskan rahangnya.
Mata Pak Agus dan Edward beradu pandang.
" Bobby kemarikan rekamannya ! " teriak Pak Agus dan menyodorkan tangannya.
Sejenak, Pak Bobby mengotak atik ponselnya. dan..
Sebuah rekaman yang menampilkan seseorang sedang merusak rem mobil yang dikendarai oleh Ayah Edward.
Deggg !!!!! Edward membelakkan kedua matanya saat melihat rekaman itu. tak berselang lama, tangannya mengepal, matanya menatap tajam, nafasnya tidak teratur,dan..
" BRENGS*K KAU REINO !!! JADI SELAMA INI KAU YANG MEMBUNUH AYAHKU ?! BRENG*EK REINO MATILAH KAU !!!!!! " TERIAK EDWARD HISTERIS, HENDAK BERDIRI NAMUN TIDAK BISA KARENA KAKINYA TERTEMBAK.
Degg !!!! Ken langsung menatap Ayahnya.
" Jadi ini alasan Edward membenciku? itu juga karena ulahmu? Kau menghancurkan pertemananku dengan Edward , lalu membunuh Istriku ! Cihhhh !! Aku bahkan tidak pernah berfikir bahwa Kau ternyata lebih jahanam dari Iblis ! Aisshhhhhhh " Ken membuang pandangan matanya, dan mendengus kasar.
Reino dan Hilya diam ketika kebusukannya dilihat oleh banyak orang, matanya berkaca-kaca.
Mata Edward meneteskan air mata,
" JADI.. JADI APA YANG DIKATAKAN YAURA SEMALAM ITU BENAR ? JADI.. SELAMA INI AKU MEMBANTU SEORANG YANG MENJADI DALANG KEMATIAN AYAHKU SENDIRI? " tubuh Edward gemetar, dan mengutuk dirinya sendiri.
Pak Agus menarik sudut bibirnya,
" Ayahmu dan Reino telah membunuh Keluarga Devano Malik. Dan Kau,membantu Reino membunuh Yaura. Harusnya Kau cepat sadar saat Yaura mengatakan itu kepadamu, dan menyelamatkannya dari Trauma yang merenggut nyawanya sekarang ! Kau harusnya bersyukur Edward ! Yaura tidak melenyapkanmu karena Dia mengerti Perasaan dan Depresinya dirimu saat ini ! JUGA KAU ... " tutur Pak Agus yang mengalihkan pandangannya ke Reino Bachtiar.
Plakkkkkkkkkkkkkk Pak Agus menampar Ayah Reino dengan keras. Nampak sudut bibir Ayah Reino berdarah.
" Yaura tidak memberitahu Edward bahwa Kau yang membunuhnya itu karena Dia takut Edward akan membunuhmu dengan Kejam ! Dia masih berbelas kasihan kepadamu Reino ! Kau tahu saat Dia bertemu denganku, apa yang Dia katakan? Hah? Kau tahu apa? " Teriak Pak Agus.
" PAK, SEKALIPUN AKU SANGAT DENDAM DAN MARAH KEPADA AYAH REINO DAN IBU HILYA. TETAPI, AKU HARAP SUATU SAAT NANTI MEREKA MENYUKAI DAN BERHENTI MEMBENCIKU,PAK. BUKANKAH DULU AYAH REINO DAN IBU HILYA PERNAH MENGGENDONG KU DAN MENGAJAKKU BERMAIN? SEKARANG AKU TIDAK PUNYA ORANG TUA, DAN AKU BERHARAP.. MEREKA MAU MENYAYANGIKU SEPERTI KEN DAN EVELYN.. " Tutur Pak Agus, air mata menetes dari manik matanya.
Deg !!!!!! Semua orang yang ada disitu menyesakkan dada saat mendengarnya, kecuali Bianca.
Ayah Reino dan Hilya nampak berkaca ,dan mengingat Yaura kecil yang sempat mereka gendong dan bermain bersama.
" ITULAH YANG YAURA KATAKAN. DIA HANYA SEORANG ANAK POLOS YANG MERINDUKAN KASIH SAYANG ORANG TUANYA ! DISAAT MILITER DAN NIS MELANTIKNYA MENJADI ANGGOTA RESMI DAN MEMAKAIKANNYA TOGA , TIDAK ADA ORANG TUA ATAU KELUARGA YANG MENDAMPINGINYA WISUDA ! ITU SEMUA KARENA KALIAN ! YAURA MENANGIS DAN IRI KEPADA MEREKA YANG MEMILIKI ORANG TUA ! DIA DUDUK SENDIRIAN DISAAT ANAK LAIN TERTAWA RIA DAN BAHAGIA BERSAMA ORANG TUANYA DI WISUDA ! DIA HANYA ANAK POLOS YANG MENGHARAPKAN KASIH SAYANG DAN CINTA DARI ORANG TUA SEPERTI KALIAN ! YAURA ADALAH MENANTUMU, REINO, HILYA. TETAPI KENAPA KALIAN TEGA MENGHABISINYA? HIKSSSSS " Pak Agus mengisak saat mengingat kembali Yaura dimasa lalu.
Degg !!! Alfin , David , Ken dan lainnya kembali menangis.
tiba-tiba,
Tesssssss air mata menetes dari mata Reino dan Hilya.
" Tidak perlu menangis dan belagak sedih ! Dia sudah mati di hadapan Kalian ! majulah lalu pandang wajah Yaura dan tertawalah ! " Teriak Pak Agus sambil menyeka air matanya.
" Kau mengharapkan Perusahaannya? Stempelnya? Asetnya?! Yaura akan memberikannya cuma-cuma jika Kalian orang baik dan menyayanginya ! tetapi bersyukur, Tuhan membuka semua kebusukan Kalian ! " sambung Pak Agus.
Pak Agus mendekati Bianca,
Plakkkkkkkkkkkkkkkkk tamparan mendarat di pipi Bianca dan membuatnya menangis.
" Jika Aku dan Yaura tega , maka VIDEO SYUR DIRIMU BERSAMA EDWARD di Hotel Akan Aku sebarkan kepada Publik. Persetan dengan harga diri Wanita yang harus dijaga, tetapi rasanya tidak pantas untuk Wanita tengik seperti dirimu ! " teriak Pak Agus hingga membuat semua orang tercengang dan bergosip.
Degggg !!!! Bianca menangis dan membatu.
" Tidak ! itu tidak benar ! " teriak Bianca, matanya menyapu bersih sudut ruangan yang sedang menatapnya hina.
Ken menyunggingkan sudut bibirnya dan tersenyum tipis.
" Tidak benar? Baiklah,Aku akan menunjukkannya ! Kau lihat di depan ada Monitor? Aku akan menampilkannya disini ! " ancam Pak Agus.
Brughhhhhhh Bianca bersimpuh dan memegang kaki Pak Agus.
" Jangan !!!! Aku mohon !! Hikssss !!!! " isak Bianca yang begitu cemas.
" Aku masih dendam kepada Kalian karena melenyapkan Yaura yang seperti Putriku sendiri ! " teriak Pak Agus menjadi dan melepaskan kakinya dari genggaman Bianca.
Bianca terus menangis dan bersimpuh.
" Jadi Kau melakukan hubungan gelap dengan Edward ? " tanya Hilya dan syok.
Mendengar sikap yang sok tidak tahu, Pak Agus menatap Hilya dan hendak menamparnya ,
Tiba-tiba..
Plakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk seorang Wanita muda lebih dahulu mendaratkan tamparan keras ke pipi Hilya dan membuat bibirnya berdarah.
" AKU BENCI LAHIR DARI RAHIM PEMBUNUH SEPERTIMU ! AKU BENCI ! TIDAK ADA ORANG TUA SEKEJAM INI DI DUNIA ! AKU BENCI MEMILIKI ORANGTUA SEPERTI KALIAN ! HATI KALIAN BUSUK ! TANGAN KALIAN KOTOR ! TUBUH KALIAN HINA ! HIKSSSSS " teriak Evelyn histeris, Ia menatap Ayah dan Ibunya.
" KAU ADALAH ORANG SERAKAH ! ORANG KEJI ! DAN TIDAK PUNYA RASA MANUSIAWI ! PEMBUNUH !!!! PEMBUNUH !!!!! " teriak Evelyn dihadapan Ayahnya, dan..
Plakkkkkkkkkk Ia menampar pipi Ayahnya dengan keras.
Ayah Reino meneteskan air mata saat Kedua Anaknya menatapnya dengan tatapan benci.
" Rasakan bagaimana rasanya dibenci oleh Anak .. rasakan bajin*an ! " umpat David, matanya memerah.
" Ingin sekali Aku menembak kepalanya ! " timpal Alfin yang ada disebelahnya.
Nona Lee nampak tersenyum puas saat melihatnya. Edward yang masih syok ,nampak menatap tajam Ayah Reino.
" BAJI*GAN ! BAJI*GAN KAU REINO !!!!!!! KAU MENIPUKU !!!! BAJ*NGAN !!! AKU MENYESAL MEMBANTUMU REINO !!!!! " teriak Edward sangat histeris, berniat menghancurkan Ken dan Louis, kini dirinyalah yang hancur.
Dan,
Greppppppppp Ken menarik Kameja Ayahnya.
" Mulai Hari ini dan Detik ini... "
" AKU TIDAK AKAN MENGGUNAKAN MARGA BACHTIAR ATAU RAFANDRA ! AKU ADALAH KENDRICK ! HANYA KENDRICK ! CAMKAN ITU ! AKU AKAN SEGERA MENGURUS PENGHAPUSAN ITU HARI INI JUGA ! IKATAN KITA SEBAGAI ORANG TUA DAN ANAK TELAH PUTUS ! LUPAKAN AKU ADALAH ANAKMU ! " KEN MENATAPNYA TAJAM. dann Ia kini berhadapan dengan Ibunya.
Grepppp Ken mencengkram lengan Ibunya hingga meringis kesakitan.
" TERIMA KASIH KAU TELAH MELAHIRKAN DAN MENGURUSKU ! TETAPI MOHON MAAF NYONYA HILYA, IKATAN ANAK DAN ORANG TUA SAMPAI SINI SAJA ! AKU TIDAK AKAN MENGANGGAPMU SEBAGAI IBU ! KARENA MEMANG SANGAT TIDAK PANTAS ! GELAR IBU ADALAH GELAR YANG MULIA DAN PATUT DI CONTOH ! TAPI KAU.. KAU BUKAN SEORANG IBU ! BERUNTUNG AKU DAN EVELYN TIDAK MENJADI SEORANG PEMBUNUH SEPERTI KALIAN ! " Teriak Ken, dan menghempaskan tubuh Ibunya begitu saja.
DEGGGGGG !!!!! Hati Hilya bak ditusuk belati saat Sang Anak mengatakannya.
" DAN KAU EVELYN ! KAU IKUT DENGAN KAKAK ATAU DENGAN MEREKA ! " Teriak Ken sambil menaruh tangannya di pinggang, menatap Adiknya dengan tajam.
" AKU AKAN IKUT DENGAN KAKAK ! AKU JUGA TIDAK SUDI MEMPUNYAI ORANG TUA SEPERTI MEREKA ! " saut Evelyn, dan menatap Ayah Dan Ibu nya bergantian.
Dihakimi di publik dan ditelanjangi oleh Kedua Anaknya,membuat Reino dan Hilya menyesakkan dada, matanya menyapu bersih sudut Ruangan yang sedang bergosip dan menatapnya hina. Ditambah Ken dan Evelyn yang terang-terangan memutus hubungannya sebagai Ikatan Anak dan Orang Tua membuat mereka begitu terpukul.
Edward yang masih syok dan membatu menyesali dirinya sendiri hanya bisa mengepalkan tangan, Ingin sekali membunuh Reino namun tidak bisa.
Bianca kehormatannya telah dilecehkan di depan Para Tamu Duka oleh Pak Agus, dan merasa paling terdzolimi, padahal Pak Agus belum menunjukkan rekaman Aslinya.
Sedang kisruh, Wanita berambut berkerudung hitam nampak mengendap melangkah keluar. dan..
Grepppppppp Alfin langsung menarik lengan dan menyeretnya.
Helena mencoba sok kuat ,dan merasa tidak bersalah.
" Lepaskan !!!!! " Helena memberontak dan balik menatapnya tajam.
Perhatian Tamu Duka kini berpusat kepadanya. Ken nampak melangkah mendekati Helena.
" Berani-beraninya Kau berteriak kepadaku ! Apa Kau mau Aku tembak saat ini juga Hah?! " Alfin mengeraskan rahangnya dan meradang.
Mendengar ini,membuat Helena terdiam dan was-was, matanya menyapu bersih seluruh SWATT dan Ken yang nampak membawa senjata.
" Tembak saja Ken ! Dia yang menembak Punggung Istrimu waktu itu ! " David melangkah mendekat, dan mengepalkan tangannya ,rasanya ingin sekali memukul wajah Helena.
Tlkkkkkkkkkkkkkkk Ken menodongkan pistol ke Jantung Helena.
" Penghianat tetaplah Penghianat ! Untuk apa Kau datang kesini? untuk tertawa ria ? tertawalah sekarang... sebelum Aku menembak jantungmu ! " Ken menghujamkan senjata ke Jantung Helena.
" DASAR RUBAH TENGIK ! BERPERILAKU MANIS DI HADAPANKU DAN YAURA ! SUNGGUH MENJIJIKKAN DIRIMU INI HELENA !!!!! APA KAU TIDAK INGAT KEBAIKAN YAURA KEPADAMU ?! KAU BISA MASUK DAN BERTAHAN DI NIS ITU KARENA YAURA ! YAURA MEMBANTU KEUANGAN DAN PENGOBATAN ORANG TUAMU !!! TIDAK TAHU DIRI CUIHHHHHH " Umpat Pak Bobby yang merasa geram melihat Helena.
Mengingat ini,membuat Helena menundukkan pandangannya.
" YAURA TERLALU BAIK KEPADA ORANG HINGGA DITIPU DAN DIMANFAATKAN . DAN AKU RASA KAU HARUS MEMBAYAR SEMUA KEBAIKANNYA DENGAN NYAWAMU !!!! " Teriak Ken, senjatanya kini Ia todongkan ke Kepala Helena.
" Untuk apa Kau memakai seragam duka? dan apa ini? Pita Hitam? Hah !!! BULLSHITT !!!! " Teriak Alfin di telinga Helena.
" Kenapa Kau sejahat ini dengannya Helena? Kenapa? Kau iri dengannya? Iri ? dengki ?! JAWAB ! " sambung Alfin.
Helena berkaca saat Alfin menyentaknya dengan begitu kencang.
" IRI DAN KEDENGKIANMU INI YANG TELAH MELENYAPKANNYA HELENA !!!!! KAU LAH PEMBUNUH YANG SESUNGGUHNYA !!!!! APA KAU TIDAK BISA BERFIKIR JERNIH HAH? ANDAI KAU MAU BERTUKAR RASA DENGAN YAURA , BIAR KAU YANG MENANGGUNG SEMUA DEPRESI DAN SAKITNYA DIA SELAMA INI , APA KAU MASIH IRI DAN DENGKI DENGANNYA SAAT KAU MERASAKAN JADI DIA ? JAWAB AKU ! " TERIAK ALFIN SAMBIL MENGGOYANGKAN BAHU HELENA.
" YAURA BEGITU MENYAYANGIMU DAN MENGANGGAPMU SEGALANYA ! APA KAU TIDAK BISA MERASAKANNYA HAH? ATAU KAU TIDAK MENGANGGAP DIA ADA DIHIDUPMU DAN MEMBANTUMU SAAT SUSAH ?!HARUSNYA JIKA KAU MEMBENCINYA SEDARI AWAL JAUHI DIA DAN JANGAN MELAKUKAN PENGHIANATAN SEPERTI INI HELENA !!!!!! NYAWANYA MELAYANG KARENA ULAHMU ! KARENA MU ! " sambung Alfin.
Greppp Helena menghempaskan tangan Alfin.
" IYAH ! IYAH AKU TIDAK MENGANGGAP YAURA ADA SELAMA INI ! AKU HANYA BERPURA-PURA AGAR BISA MENGHANCURKANNYA ! IYAH AKU IRI DENGAN DIA ! AKU DENGKI ! AKU TIDAK MENYUKAINYA ! " TERIAK HELENA,AIR MATA MENETES DARI MATANYA.
Alfin mengambil sebuah Bingkai Foto yang dibawa oleh Pak Wike.
" LIHATLAH ! INI WANITA YANG KAU BENCI? LIHATLAH MATANYA ! DAN TATAP DIA ! TATAP DIA HELENA !!! HANYA ADA SEBUAH KESEDIHAN DI SETIAP PANDANGANNYA ! DIA SANGAT BAIK KEPADAMU, SAAT KAU BELUM MAKAN.. YAURA SELALU MEMBAWAKAN MAKANAN UNTUKMU KE TEMPAT LATIHAN, SAAT KITA BERLATIH DI HUTAN DAN KAU TERPENCAR DENGANNYA, YANG YAURA TANYA HANYA DIRIMU ! ' DIMANA HELENA? ' ' KAK DIMANA HELENA? ' ' KAK APA HELENA BAIK-BAIK SAJA?' DIA TIDAK PERNAH MENANYAKAN KEADAAN DIRINYA SENDIRI YANG TERLUKA ! " Teriak Alfin,air mata kembali menetes.
Brughhhhhh Ken menjatuhkan senjatanya saat melihat Foto Yaura, matanya kembali berair.
Deg !!!!!!! Helena terenyuh saat Alfin mengatakannya.
" LUPAKAN IRI DAN DENGKIMU ! TANYA KEPADA HATIMU YANG PALING DALAM ! KENAPA KAU TEGA SEKALI MELENYAPKANNYA ! DIA MENGANGGAPMU SEPERTI SAUDARANYA DAN SELALU MEMBELAMU WALAUPUN KAU SALAH ! DIA YANG MENGGENDONGMU SAAT KAKIMU TERKILIR DARI PUNCAK GUNUNG SAAT PELATIHAN NIS HINGGA PERTENGAHAN, YAURA TIDAK INGIN KAU GAGAL DAN MENYERAH KARENA KAU TERKILIR , DIA RELA MENGGENDONGMU TANPA MENGELUH !! KAKI YAURA JUGA TERLUKA KARENA BATU KRIKIL DAN BENGKAK YANG AMAT SANGAT ! TAPI DIA TETAP INGIN MEMBANTUMU HELENA !!!! " ALFIN MENGISAK.
DEGGG !!! Helena seketika mengingat moment itu, dan tidak terasa, air mata menetes dari manik matanya.
" Iyah.. Yaura pernah menggendongku.. " lirihnya dalam hati.
" KARENA MEMBANTUMU DIA DIJATUHI SANKSI DAN HAMPIR DI DEPAK DARI NIS KARENA TERBUKTI MELANGGAR ATURAN ITU SEMUA KARENA DIRIMU ! DIA DIJATUHI KARTU HITAM DAN DIHUKUM KELILING LAPANGAN 100 KALI !!!!! KAU INGAT HAH ? KAU INGAT LAPANGAN NIS SEPERTI APA? LAPANGAN ITU SANGAT LUAS ! DAN KAU TAHU SAAT DIA BERLARI ITU KAKINYA TERLUKA PARAH DAN BENGKAK ! "
" DIA BERLARI LAPANGAN 100 KALI DEMI MENDAPAT AMPUNAN NIS DAN LOLOS KE BABAK SELANJUTNYA ! DIA MENAHAN SAKIT DAN MENANGGUNG HUKUMAN BERAT KARENA ULAHMU ! DAN LEBIH PARAHNYA LAGI.... SAAT DIA DIHUKUM , KAU MALAH TIDAK PEDULI DENGANNYA ! KAU MEMBELI MAKANAN DI KANTIN DAN BERGOSIP DENGAN TEMANMU DISAAT YAURA MENANGIS MENAHAN SAKIT ! APA KAU MERINGANKAN BEBANNYA ? TIDAK !!! AKU YANG IKUT MEMBANTUNYA BERLARI ! YAURA 50 KALI DAN AKU 50 KALI ! AKU IKUT LARI DENGANNYA KARENA AKU MERASA TIDAK TEGA ! INGAT KEMBALI HELENA ! INGAT KEMBALI !!!!! AKU TIDAK PERNAH MELIHAT YAURA MENANGIS , TETAPI SAAT DILAPANGAN ,DIA MENANGIS DAN HAMPIR MENYERAH KARENA KAU ! KARENA KAU !!!! DIA MENGISAK DAN MENYEMBUNYIKAN LUKANYA ! "
Membayangkannya saja membuat Ken merasa begitu sesak dan sakit,tangannya terkepal , rahangnya mengeras.
Degggg !!!!!! Helena menangis mendengar penuturan Alfin, memorinya kembali mengingat saat Dia bersama Yaura.
" Yaura.... " lirihnya dalam hati.
Tidak tahan,
" HAPUS AIR MATA BUAYAMU ! SWATT !!!! KURUNG DIA BERSAMA PARA IBLIS ! MEREKA AKAN DIJATUHI HUKUMAN MATI ! PENGADILAN SEGERA MENGELUARKAN SURAT PERINTAH EKSEKUSI REGU TEMBAK UNTUK PARA BAJI*GAN ! " TERIAK ALFIN, DAN MELETAKKAN KEMBALI FOTO YAURA.
Tak butuh waktu lama, Helena langsung diborgol oleh SWATT. Pak Agus yang sangat menyayangi Helena pun,kini hanya menatapnya dengan tatapan kecewa dan amarah.
" AKU SANGAT MENYESAL MEMPERCAYAIMU.. " LIRIH PAK AGUS.
" AKU TIDAK MEMBUNUH YAURA !!!!! " Helena memberontak dan mengisak.
" BAWA PARA IBLIS INI KELUAR ! DAN AKU INGATKAN SEKALI LAGI REINO DAN HILYA ! KITA BUKANLAH KELUARGA ! DAN SEBENTAR LAGI.. AKU AKAN MEMBEKUKAN SEMUA REKENING KALIAN !!! INGAT BAIK-BAIK UCAPANKU ! " TERIAK KEN , IA BERBALIK BADAN DAN KEMBALI MELANGKAH KE PERSEMAYAMAN ISTRINYA.
DEGG !!!! REINO DAN HILYA MELOTOT SAAT KEN MEMBERIKAN ANCAMAN SEPERTI ITU.
" TIDAK !!! TIDAK KEN !!! JANGAN LAKUKAN ITU !!! " teriak Hilya histeris dan meronta.
Sementara Reino hanya diam, Ia lebih memikirkan hubungannya dengan Sang Anak.
Para Iblis pun kini digiring keluar untuk menuju penjara. Para Tamu Duka pun mulai berpamitan,dan mengucap bela sungkawa kepada Ken,selaku Suaminya.
Tak berselang lama, Ken kembali bersimpuh di hadapan Istrinya.
" Mereka orang munafik yang menangisimu saat Kau telah tiada, dan terus memburumu saat Kau masih ada. Kita sekarang tidak bisa bertemu di Dunia, jadi.. Datanglah ke dalam mimpiku, Sayang.. Aku merindukanmu.. " lirih Ken, sambil menundukkan pandangannya.lalu, Ia berdiri dan melatakkan Bunga di peti Istrinya,
" Aku masih tidak percaya bahwa Kau telah tiada.. Semoga Kau hidup lagi dan bersamaku,Yaura.. Aku rindu memanggilmu Markonah dan Nenek Sihir, Aku rindu wajah datar dan tatapan matamu yang tajam.. Beberapa jam Kau tiada saja, Aku sudah merindukanmu.. lalu bagaimana untuk selamanya?.. " lirih Ken dalam hati.
Alfin dan semuanya masih berdiri di pemakaman duka.
*******************************
NIS
Tidak mungkin semuanya datang , jadi sebagai Simbolis, seluruh Staff dan Agent mengadakan upacara duka di Pemakaman Khusus NIS.
Militer
Begitupun dengan Militer, Camp. Militer yang menjadi langganan Yaura berlatihlah yang akan mengadakan upacara duka.
*****************************************
Upacara duka telah selesai dilaksanakan, Para Tamu Duka kini sudah mulai sepi. Ken menyuruh Vino untuk membawa Evelyn dan lainnya ke Rumah.
" Tapi Aku ingin bersama Kakak.. " rengek Evelyn,matanya sembab.
" Kakak akan pulang nanti.. " jawab Ken.
Dengan usaha keras, kini Evelyn dan lainnya mulai meninggalkan pemakaman.
Bobby,Henry, dan Pak Wike nampak berpamitan dengan Ken karena mereka masih punya tugas NIS. Alfin dan David masih menatap Foto Yaura, dan begitu enggan untuk pulang.
" Alfin.. David.. sekarang Yaura sudah tidak ada, jadi.. Lakukan kembali rutinitas Kalian dan mengabdilah kepada Negara.. Bapak ucapkan banyak terima kasih kepada Kalian Nak.. " lirih Pak Agus seraya memeluk Alfin dan David secara bergantian.
" Tapi... " David menghentikan perkataannya.
Pak Agus mengedipkan mata dan menganggukkan kepala sebagai kode ,menurutlah.
" Baiklah,Pak. Kami pamit.. " lirih Alfin yang kemudian berpamitan kepada Ken dan Nona Lee.
Mereka pun kini melangkah keluar, dengan berat hati dan terpaksa.
Ken nampak mendudukkan dirinya di kursi,
" Aku akan disini dulu.. Bapak dan Kau pulanglah.. " lirih Ken ,pandangannya tertunduk.
" Ikutlah denganku ke Rumah Sakit.. " ujar Nona Lee, Ia menarik nafas dalam-dalam.
__ADS_1
Pak Agus mendelik, dan menyipitkan kedua matanya yang sembab.
" Apa ada yang tertinggal? " tanyanya.
" Iyah.. Kau juga Ken,ikutlah denganku.. " ucap Nona Lee yang terus menatap Ken dengan iba.
" Aku sangat lelah, biarkan Aku sedikit tenang disini. Silahkan selesaikan urusan Kalian.. " tolak Ken, sambil mengusap wajahnya yang terlihat sangat frustasi.
" Ini sangat penting,ikutlah denganku. " Tegas Nona Lee yang mulai meninggikan suaranya.
" Ayo,Nak. Bangunlah dulu, Nona Lee bilang ini penting.. " Pak Agus menepuk pundak Ken dan membujuknya.
Ken mendongakkan kepalanya dan menatap Nona Lee dengan kekesalan.
" Tidak bisakah Kau melihat Aku sedang berduka? beri Aku waktu ! " sentak Ken.
" Bangunlah, Ken. tenangkan dirimu.. " Pak Agus meraih botol mineral dan memberinya kepada Ken.
" Minumlah... " sambungnya.
Ken meminumnya dengan sekali tenggukan.lalu Ia mulai berdamai dengan keadaan dan menenangkan diri.
Tak mengatakan apapun, Ken beranjak dan berjalan mendahului mereka.
" Emosinya tidak stabil dan masih terpukul.. harap memakluminya.. " lirih Pak Agus kepada Nona Lee.
Nona Lee mengerti dan menganggukkan kepalanya.
****************************************
RUMAH SAKIT STEPHANIE LEE
Nona Lee yang sedari tadi mengambil posisi kemudi, akhirnya memarkirkan mobilnya di parkiran depan.
Tak membuang waktu, Nona Lee mengajak mereka ke Ruangan VIP STATION. Ken berjalan dengan malas-malasan, dan tidak berselera. sementara Pak Agus nampak mengamati sesuatu, Ia baru sadar bahwa Bibi Arum tidak ada di Persemayaman.
VIP STATION
Melihat dari kejauhan ada Nona Lee dan Ken, Bibi Arum langsung masuk kedalam Ruangan.
Ken yang tidak fokus bahwa ada Kaca Penghalang,
brughhhhhhhhhh Ia menabrak kaca yang ada di depannya.
" SIAL ! APA KAU TIDAK TAHU AKU SEDANG BERDUKA?! " Sentak Ken yang begitu marah kepada kaca.
Pak Agus dan Nona Lee yang melihatnya pun menahan tawa.
" Itu adalah pintu,Tuan Ken. Jangan memarahinya. " Nona Lee terkekeh, dan
" Kemarikan tanganmu.. " sambungnya.
Jari Ken yang sudah terdaftar sebelumnya pun langsung bisa memasuki Ruangan. Sementara Pak Agus, baru saja di daftarkan oleh Nona Lee. Tak membuang waktu, mereka kini kembali memasuki Ruangan VIP termewah tersebut.
Ken menyapu bersih sudut Ruangan yang nampak aneh, sebuah tirai menghalangi sesuatu. Dan....
BRAKKKKKKKKKKKKKK tirai dijatuhkan dan.
Titttttt tittttttt titttttt bunyi Drawing Monitor yang menunjukkan kondisi seseorang.
Ken dan Pak Agus membulatkan kedua matanya saat melihat seorang Wanita nampak terbaring lemah, pandangannya samar. Matanya melihat sebuah Drawing Monitor yang menunjukkan bagian kepala.
Deg !
Deg !
Deg !
Deg !
Jantung mereka berpacu dengan cepat saat melangkah dan mendekati Wanita itu. dan..
DEGGGGGGGGG KEN MELEMAS SAAT MELIHAT,
" YAURAAAAAAAA !!! " lirih Ken, langkahnya mulai terbatah dan ragu.
" Yaura... " lirih Pak Agus yang mematung dan membatu karena begitu syok.
Ken mengamati wajah Sang Istri dengan begitu seksama dan teliti. Air mata kembali jatuh membasahi pipinya, Ia menggelengkan kepalanya dengan cepat.
" Tidak... tidak.. Apa Aku berhalusinasi ? " lirih Ken,tubuhnya gemetar. dan..
Plakkkkkkkkkkk Ia menampar pipinya sendiri dan begitu kesakitan.
" Ini bukan mimpi, Yaura... Yaura Kau masih hidup?.. " lirih Ken, senyum manis akhirnya kembali muncul menghiasi bibirnya.
" Nak... apa ini benar Kau? Puji Tuhan, Kau masih hidup... " Pak Agus meneteskan air mata bercampur bahagia.
Ken terus memandangi wajah Yaura tanpa henti,dan..
Ken menggenggam erat tangan Sang Istri ,
" Syukurlah Kau masih hidup Sayang.. Aku sangat bahagia... " Ken tersenyum diiringi air mata.
Hendak berbicara, namun Pak Agus mengurungkan niatnya saat Nona Lee dan Bibi Arum mendekat.
" Ken , sebelumnya Aku sangat berterima kasih kepadamu, karena Kau lah yang menghidupkan kembali detak jantung Istrimu.. dan atas Doa Kalian semua, Yaura bisa kembali berdetak.. " ujar Nona Lee.
Pak Agus dan Ken tersenyum, namun senyum mereka sirna saat Nona Lee murung.
" Ada Apa? " tanya Ken, tangannya terus menggenggam Sang Istri.
" NONA YAURA MENGALAMI KOMA,LUKA KEPALANYA SANGAT PARAH , DITAMBAH DENGAN DEPRESI YANG MERUSAK JARINGAN OTAKNYA. WALAUPUN SUDAH MENJALANI OPERASI,TETAPI TETAP BUTUH PEMULIHAN. NONA YAURA MUNGKIN AKAN KOMA DENGAN WAKTU YANG LAMA.. BERBULAN-BULAN,BAHKAN TAHUN.. MENURUT PREDIKSIKU.. " tutur Nona Lee yang berada diantara mereka.
DEGGG !!!! KEN DAN PAK AGUS MEMBULATKAN KEDUA MATANYA,TUBUHNYA KEMBALI MELEMAS.
" Ja-ja-jadi Yaura saat ini sedang koma? " lirih Pak Agus, tangannya mengelus lembut kepala Wanita Cantik yang terbaring lemah tersebut.
" Iyah, Nona Yaura mengalami koma,Pak. Sebelumnya Aku dan Bibi Arum meminta maaf kepada Kalian telah merahasiakan ini.. melihat keadaan mencekam dan keadaan Nona Yaura yang terus menurun,membuat Aku melakukan ini.. sekali lagi minta maaf.." Nona Lee membungkukkan badan kepada Pak Agus dan Ken sebagai ucapan maaf.
" Saya juga minta maaf,Tuan. sekali lagi maafkan Saya.. " timpal Bibi Arum yang membungkukkan badan didepan Ken dan Pak Agus.
Ken menatap Nona Lee dan Bibi Arum secara bergantian,
" Kalian tidak perlu minta maaf, justru Aku mengucapkan banyak terima kasih kepada Kalian.. Sekali lagi terima kasih telat menyelamatkan Istriku.. " Ken tersenyum tipis sambil membungkukkan badannya kepada Bibi Arum dan Nona Lee. setelahnya Ia langsung mengalihkan pandangan ke Sang Istri dan menatapnya lekat. mendengar bahwa Yaura sedang koma, dengan batas yang belum bisa ditentukan, membuat hati Ken kembali teriris. Matanya kembali memerah dan berkaca..
" Maafkan Aku, Yaura...maafkan Aku telah membuatmu seperti ini.. Hiksssssss "
Greppppppp Ken memeluk Istrinya dengan erat.
Rasa bersyukur karena Yaura masih hidup,tapi disisi lain Ken juga merasa sangat bersalah dan tidak tega melihat Istrinya koma. Demi Tuhan, Yaura adalah segalanya bagi Ken. Senyum, marah , tatapan dan protesnya adalah Kebahagiaan untuknya.
" AKU BERSUMPAH AKAN SELALU BERADA DISAMPINGMU, DAN MENUNGGUMU SAMPAI KAPANPUN ! APAPUN YANG TERJADI DAN BAGAIMANA PUN KEDEPANNYA, KAU ADALAH SEGALANYA UNTUKKU. CEPATLAH MEMBAIK,SAYANG... AKU MERINDUKANMU.. " SUMPAH KEN, AIR MATA MENETES, RAHANGNYA MENGERAS SAAT MENGINGAT KEMBALI BAHWA YAURA SEPERTI INI KARENA SANG AYAH.
Pak Agus menggenggam tangan Yaura,
" Cepatlah bangun,Nak.. banyak orang yang menyayangimu.. " lirih Pak Agus diiringi senyum bahagia karena Yaura masih ada dihadapannya.
Tak berselang lama, Bibi Arum meminta Ken untuk sedikit menjauh karena Ia akan melakukan perawatan kepada Nona nya.
Menunggu perawatan yang sedikit lama, Nona Lee meminta Ken dan Pak Agus sejenak mereflexikan diri di sudut Ruangan. Disana terdapat sebuah soffa empuk dan meja yang dipenuhi banyak minuman, dari Air putih, jus hingga Wine. Rumah Sakit ini memang menyediakan fasilitas plus untuk penghuninya, tidak heran Pak Agus merekomendasikannya kepada Ken.
Penat, syok, terpukul,sedih, merasa bersalah bercampur aduk menjadi satu membuat Ken begitu stress. Ia meraih sebotol Wine,dan menuangkannya ke dalam gelas.
Glekkkkkkkkkkkk hanya dengan satu tenggukan, wine habis tidak tersisa.
Disusul oleh Nona Lee yang juga penggemar berat Wine, tangan lentiknya menuangkan Anggur merah favoritnya.
" Minumlah,Pak. sedikit penghilang stress.. " Nona Lee tersenyum,tangannya menyodorkan segelas wine kepada Pak Agus.
Menolak tua,Pak Agus pun langsung meraihnya dan menenggukknya sampai habis. Nona Lee nampak begitu santai dan rilex saat menikmatinya.
Ken menyenderkan tubuhnya ke soffa, dan menengadah ke atas. fikirannya begitu semrawut,bahkan sesekali Ia selalu menengok Sang Istri yang ada di belakang, untuk mengetahui keadaannya.
" Kau akan kembali ke Amerika,atau menetap disini ? " tanya Pak Agus.
" Sebenarnya Aku ingin menetap di Amerika,tetapi karena keadaan Yaura seperti ini.. Aku putuskan untuk merawatnya terlebih dahulu, melihatnya banyak musuh, membuatku ngeri.. " tutur Nona Lee, yang seketika bulu kuduknya merinding.
Ken mendelik ke arahnya.
" Apa Aku bisa mempercayaimu ? " tanya Ken,nadanya penuh ancaman.
Nona Lee menyeringai ,
" Jika Aku bukan orang yang pantas di percaya,mungkin Yaura sudah tidak ada. " Jawab Nona Lee seraya mengedipkan sebelah matanya. Gayanya begitu berkelas nan elegant, Dia tahu cara menghadapi orang penting seperti Ken.
" Nona Lee adalah orang yang bisa dipercaya,Nak. Dulu Istrimu juga berada didalam lindungannya Dia, Kau tidak perlu khawatir.. " Pak Agus memegang pundak Ken.
" Sedikit informasi, Nona Lee adalah satu-satunya Wanita muda yang menjadi kesayangan dan kepercayaan Mertuamu,Devano Malik. Dulu,sebelum Yaura ada, Devano Malik sempat mengadopsi Nona Lee. Dan Rumah Sakit ini adalah Hadiah Devano Malik untuknya.. " sambung Pak Agus.
Ken menyimak,dan mendengarkannya dengan baik.
" Iyah, nama Rumah Sakit Stephanie Lee didedikasikan untukku. Dulu, Ibuku seorang Dokter di Rumah Sakit G&D yang juga kepercayaan Keluarga Devano Malik. Saat Aku mengetahui bahwa Nona Yaura mengalami Tragedi Mengerikan, Aku memutuskan untuk merawatnya, padahal usiaku saat itu baru menginjak 20 Tahun. Iyah walaupun hanya membantu Bibi Arum membawakan obat,tetapi Aku sangat tidak tega meninggalkannya sendirian. beberapa hari setelah Dia Siuman, Aku terpaksa pergi ke Amerika untuk melanjutkan Pendidikan disana. 10 Tahun Aku berusaha mencari keberadaan dan kontak Yaura serta Pak Agus, namun Aku tak kunjung menemukannya... Kalian Jahat,pasti sengaja ! " Protes Nona Lee yang kemudian mengalihkan pandangannya ke Pak Agus.
Pak Agus tersenyum,
" Ini permintaan Yaura. Saat Dia memutuskan untuk membalas dendam dengan tangannya sendiri, Dia memintaku untuk tidak menghubungimu sama sekali. Karena takut Kau akan terluka dan menjadi incaran. ".
" Sepertinya Yaura melupakanku. Syedihh Syekali.. " lirih Nona Lee.
Masih diselimuti kemarahan dan kekecewaan,
" Aku bersumpah ! tidak akan ikut kedalam upacara duka jika Mereka tiada ! " Ken mengepalkan kedua tangannya.
Seakan mengerti,
" Yaura masih hidup, tunggu Dia sampai siuman. Keputusan Eksekusi mati atau tidak, biar Yaura yang memutuskannya. Dia berhak melihat Pembunuh Ayahnya tiada di depannya. Jika Kau membunuh Para Iblis tanpa sepengetahuannya,Aku takut Yaura akan marah dan kecewa. Bukankah Dia juga mengatakan kepadamu untuk tidak membunuh Reino dan Hilya? jadi, tahan dulu emosimu,Nak.. " tutur Pak Agus.
" Mereka hidup ! itu berarti nyawa Yaura terus terancam ! " Ken mengeraskan rahangnya dan meradang, bayang-bayang kebakaran terus terngiang di kepalanya.
" ADA SATU CARA AGAR DIA TIDAK DIINCAR DAN MENJADI MANGSA PARA MANUSIA SERAKAH. " Pak Agus mengambil segelas Wine lalu menengguknya.
" Apa? " tanya Ken.
" G&D International Group tidak beroperasi, Yaura terus diincar karena tidak mendapat perlindungan dari Para Petinggi, Dia terus dilenyapkan agar tidak membangun kembali G&D lalu merampas Stempelnya agar jatuh ke tangan mereka.Jika Yaura waktu itu memilih langsung membangun perusahaannya, maka yang ada.. Identitas Aslinya terbongkar lalu diburu sebelum Perusahaannya Berdiri dan Beroperasi.. sedangkan Pembunuh Ayahnya belum ditemukan, maka dari itu Yaura memutuskan untuk lebih dulu melenyapkan Para Pembunuh dan tidak mengurus Perusahaannya.. Jadi.. "
" BANGUN KEMBALI G&D INTERNATIONAL GROUP SELAMA YAURA KOMA,BANGUN KEMBALI RUMAHNYA YANG DULU , DENGAN INTERIOR DAN DESAIN YANG SAMA PERISIS. BUAT YAURA KEMBALI KEDALAM KEBAHAGIAANNYA DIMASA LALU.. YAURA AKAN BEGITU BAHAGIA JIKA MELIHATNYA,JUGA.. DIA AKAN MENJADI ORANG YANG PALING DITAKUTI SAAT G&D KEMBALI BEROPERASI.. KEKUATAN , KEKAYAAN ,WAWASAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERUSAHAAN AKAN MELINDUNGINYA.. ORANG TIDAK AKAN BERANI MELAWAN SAAT KEKAYAAN DAN KEKUASAANYA BERADA DI BAWAH KAKINYA. NAMA BESAR AYAHNYA,YAITU DEVANO MALIK MEMILIKI PENGARUH YANG SANGAT BESAR DI KANCAH GLOBAL. JIKA INTERNASIONAL TAHU BAHWA G&D KEMBALI BEROPERASI MAKA MEREKA AKAN BERLOMBA BEREBUT KURSI DAN GABUNG DENGAN G&D, JUGA PENGUSAHA DIDALAM NEGERI AKAN IKUT MENANAM SAHAM. G&D ADALAH SEBUAH PERUSAHAAN RAKSASA YANG MENAUNGI BEBERAPA ANAK PERUSAHAAN DIDALAMNYA, NAMANYA SUDAH TIDAK BISA DI RAGUKAN LAGI.. JADI, KARENA KAU SUAMINYA DAN JUGA MEMEGANG STEMPEL YAURA, LAKUKAN APA YANG DIA MINTA,NAK.." tutur Pak Agus.
Deggg !!!! Ken baru mengingat tentang permintaan Istrinya.
" Iyah, Yaura juga memintanya kepadaku.. " lirih Ken dan diam sejenak.
" BAIKLAH, DEMI ISTRIKU,AKU AKAN MEMBANGUN KEMBALI G&D. " SUMPAH KEN,TATAPANNYA BEGITU KHARISMATIK.
Mendengar ini,membuat Pak Agus dan Nona Lee tersenyum.
" Karena Kau adalah CEO dari Hotel. maka, G&D Hotel , Gita Hotel dan Resort baik Nasional atau International akan berada dibawah kendalimu.. ".
" Dan Nona Lee, karena Kau Direktur Utama juga seorang Dokter Rumah Sakit, maka.. G&D Hospital dan Insurance akan dibawah kendalimu.. bekerja samalah dengan Ken untuk membangunnya.. ".
" Sementara Aku akan mengurus Mall dan Pusat Perbelanjaan G&D yang lainnya. Saat Publik mengetahui Kau memegang Stempel Yaura, dan musuhnya selama ini adalah Orang Tuamu sendiri.. maka Aku yakin Hilya dan Reino tidak akan menyerangmu untuk mendapatkan Stempel,lagipula mereka sudah Resmi Tahanan, jadi ini adalah cara terbaik.. " tutur Pak Agus.
Ken dan Nona Lee pun menganggukkan kepalanya sebagai ungkapan setuju.
" Pinjam ponselmu,Pak. Aku belum membeli ponsel.. " lirih Ken,sambil menyodorkan tangannya.
Setelah mendapat ponsel,Ken langsung mengetik sebuah nomor telefon Staff Kepercayaannya di Louis.
tuttttttt bunyi nada sambung
" Bekukan semua rekening atas nama Reino dan Hilya, termasuk Black Card. Juga, Kumpulkan semua pemegang saham bahwa Aku mengundurkan diri dan Evelyn yang akan menggantikanku ! " Tegas Ken dari telefon.
Deggg !!! Staff yang mendengarnya spot jantung.
" No-no-na Evelyn, Tuan? " tanyanya terbatah.
" Iyah , Evelyn yang akan menjadi Pimpinan Kalian,juga suruh Pak Bimo untuk membeli Ponsel untukku, lalu temui Aku di Restaurant China 1 jam kedepan . " Tegas Ken,Ia tidak ingin meninggalkan Istrinya sama sekali sehingga menyuruh orang untuk mengantarkan ponselnya.setelahnya Ken pun langsung mematikan sambungan telefon.
Kini Ia mengetik nomor ponsel Adiknya.
Tuttttttttt bunyi nada sambung.
Evelyn yang masih berduka dan menyesali perbuatannya pun masih terkulai lemas di Soffa, ditemani Anin dan Lolly di sebelahnya.
" Halo.. " lirih Evelyn,yang tidak tahu nomor siapa.
" Ini Kakak. Dengarkan Kakak baik-baik, Aku akan mengundurkan diri dari Louis dan tidak akan mencampuri urusan Louis lagi. jadi .... KAU YANG AKAN MENGGANTIKAN KAKAK UNTUK MENGURUS PERUSAHAAN ! SUDAH CUKUP KAU BERMAIN,BERBELANJA, DAN SANTAI DENGAN KEADAAN ! WAKTUNYA KAMU DEWASA DAN BERTANGGUNG JAWAB ! LUPAKAN EVELYN YANG MANJA, TIDAK MAU TAHU, DAN TIDAK INGIN TAHU TENTANG MASALAH PERUSAHAAN ! KITA SUDAH TIDAK PUNYA IBU DAN AYAH, JUGA PERUSAHAAN KITA YANG MEMILIKI CITRA BURUK SETELAH KEMATIAN KAKAK IPARMU ! BANGUN KEMBALI IMAGE LOUIS ! HAPUS NAMA AYAH DAN IBU DARI JAJARAN DIREKSI, JIKA KAU TIDAK FAHAM, BELAJARLAH DENGAN VINO. JAGA DIRIMU,EVELYN. KAKAK MENYAYANGIMU... " LIRIH KEN DENGAN LEMBUT NAMUN TEGAS.
DEGG !!!! JANTUNG EVELYN BERDETAK KENCANG SAAT MENDENGAR PERINTAH KAKAKNYA. INGIN MENOLAK TETAPI TIDAK BERANI,TIDAK MENOLAK,NAMUN IA SADAR TIDAK MENGERTI TENTANG PERUSAHAAN SAMA SEKALI.
" Kak... kapan Kakak pulang?, Aku merindukanmu.. " Evelyn mencoba merayu Kakaknya.
" Sekarang pergilah ke Hotel, urus semua data dan berkas pengajuanmu sebagai CEO LOUIS, Kakak tidak ingin tahu dan tidak mau tahu ! " tegas Ken dan mematikan sambungan telefonnya.
Brughhhhhhhhh Evelyn menjatuhkan ponselnya ke Lantai.
" Mati Aku !!! Mati !!! Kakak memberiku tugas mustahil !!! Mati Aku,Lolly !!!! " Evelyn membelakkan kedua matanya, tubuhnya gemetar,syok dan mencengkram baju duka yang Lolly kenakan.
" Berhenti berbicara seperti itu ! Kita masih berduka atas kepergian Kak Yaura.. " sentak Lolly yang merasa jengkel.
" Lolly,jangan menyentaknya, Kau membuat Evelyn semakin gemetar.. " saut Anin yang kini berusaha menenangkan Evelyn.
" Tidak !!! tidak !!! Aku sama sekali tidak berminat dengan perusahaan ! CEO? MEETING? AKU TIDAK BISA MELAKUKANNYA ! " Umpat Evelyn dalam hati, Ia tidak bisa membayangkan betapa rumitnya mengurus perusahaan Louis, kepalanya terus menggeleng tanpa henti.
Setelah menelfon Evelyn, Ken beranjak dan mendekati Istrinya yang telah selesai mendapat perawatan Bibi Arum
Cuppppppppppp Ia mengecup lembut kening Istrinya .
" Aku mengabulkan permintaanmu,Sayang. Jadi cepatlah bangun dari tidurmu, sehari Kau seperti ini saja, rasanya setahun dan begitu lama.. Aku sangat merindukanmu.. " lirih Ken di telinga Sang Istri.
Wajah Yaura yang begitu lesu dan bibir yang pucat membuat Ken bersumpah tidak akan meninggalkannya lagi seperti kemarin.
Ken terus berada di samping Sang Istri,dan menatapnya tanpa henti. Juga Doa yang selalu Ia panjatkan kepada Tuhan agar segera membangunkan Istrinya. Wajah Ken begitu lelah dan lemas, kantung mata pun terlihat sangat jelas.
********************************
Jangan lupa Like dan Votenya yah
Kritik dan Sarannya juga♥️♥️
__ADS_1
Untuk yang kangen Yaura, sabar yah beb😘♥️♥️ Yauranya lagi bobo cantik dulu♥️ kasian Dia sangat lelah dengan dunia yang penuh kepalsuan ini ♥️ KENALAN SAMA NONA LEE SAJA DULU YAK😘