
Pagi hari ..
RUMAH SAKIT
Tim sudah berada di Rumah Sakit untuk melakukan manipulasi data Nasional Forensik agar mereka mau menuruti perintahnya .
Helena dan Pak Bobby telah menyamar menjadi seorang Perawat yang bersenjata , earpiece disembunyikan di tangan dan tertutup oleh Lengan Baju .
" Helena .. Kau mendengarku ? " panggil Pak Agus dari pemantauan ,
" Iyah Pak " ucap Helena seraya berjalan di koridor Rumah Sakit, tak lupa Ia menekan tombol ON pada Earpiece .
" Buat Dedak Jantung Andi berhenti sekarang . Setelah Badan Nasional Forensik menyatakan Andi meninggal, segera Hubungi Media atau Berita setempat agar keadaan menjadi ricuh, Itu akan membuat Kita lebih mudah menukar Jenazah Andi " Perintah Pak Agus .
" Baik Pak, Aku akan melakukannya . Pak Bobby sudah bersiap dengan Penawar Racunnya " Jawab Helena seraya memakai masker.
" Jalankan . Berhati-hati lah " Pak Agus menekan tombol Off.
Sesuai rencana, Helena segera masuk kedalam Ruangan dimana Andi di rawat . Tak ada yang mencurigainya,
" Maafkan Aku " lirih Helena seraya menyuntikkan lagi racun penghenti detak jantung di lengan Andi .
2 menit kemudian Racun itu bereaksi, Helena keluar untuk memanggil Dokter karena kondisi Pak Andi darurat .
Dokter menuju Ruangan yang dimaksud , sedangkan Helena segera menghilang dari Hadapan Mereka semua .
Pak Bobby sudah bersiap di Ruangan Forensik, Ia menunggu tugasnya dengan sangat bersemangat .
" Bobby Memanggil .. " ucapnya seraya mengangkat tangan kanannya .
" Helena menjawab .." jawab Helena, Ia kini berada di luar Rumah Sakit untuk menghubungi Berita atau Media setempat untuk segera memberitakan kematian Pak Andi .
" Ada Orang yang mencurigakan disini, siapkan Sniper " lirih Pak Bobby seraya melirik ke seorang Petugas Forensik yang mencurigakan .
" Benarkah ? , Baiklah .. Aku akan menyiapkannya untukmu Pak " Helena menekan tombol Off . dan menghubungi beberapa Sniper untuk membantu Pak Bobby .
" Jangan menggunakan senjata, Gunakan asap beracun . Peluru akan meninggalkan jejak " perintah Helena.
" Baik Nona " ucap seseorang dari balik telefon .
RUMAH KEN
Tidur terlalu larut , membuat Yaura belum bangun hingga sekarang .
" Apa Dia tidak bekerja ? " lirih Ken yang bangun lebih dulu, Ia mengamati Istrinya yang terlelap. Hendak membangunkan, Namun Ia mengurungkan niatnya.
tokk tokk tokk Robin membawakan sarapan untuknya dan Yaura.
Ken mendudukkan dirinya di kursi , dan menyantap sarapan .
trininggg trinnggg tringgg Bunyi Ponsel Yaura yang tertinggal di meja makan .
Mendengarnya, Ken pun meraih ponsel tersebut .
Alpha memanggil .
" Alpha ? " lirih Ken seraya melihat ke layar ponsel Yaura .
Mendengar Ponselnya berbunyi, Yaura mengerjap dan segera bangun . dengan keadaan setengah sadar ,Ia mencari ponselnya di soffa dan tas slempang miliknya.
" Ini Ponselmu " ujar Ken seraya meletakkan ponsel di meja .
Yaura beranjak , dan sedikit heran kenapa Ponsel biasa ada pada Ken .
Matanya terbelak sempurna saat tahu Alpha yang menelfonnya . Yaura segera meraih ponsel dan menekan tombol Hijau .
" Hallo Kak .." jawabnya yang menggunakan bahasa Informal , Ia segera pergi dari hadapan Ken dan menuju Balkon .
" Kak ? Alpha ? " lirih Ken yang terus mengamati gerak gerik Istrinya .
Balkon
" Sudah Aku peringatkan berkali-kali kepadamu Yaura ! Beri Kabar jika Kau tidak masuk . Apa Kau menunggu kesabaranku habis ?! " ucap Kak Alfin dengan nada tinggi .
" Astaga .. Aku lupa memberitahunya " gumam Yaura dalam hati
" Aku minta maaf Kak , ini sangat mendadak " lirih Yaura dengan nada pelan .
" Jangan membuat alasan yang sudah Basi . Besok Kau akan berlatih dengan Helikopter dan Terjun dari sana . Aku peringatkan ! Jangan mangkir dari tugas ini sebelum Aku sendiri yang akan menerjunkanmu dari atas tebing ." ancam Kak Alfin dan mematikan telfonnya .
Mendengar tugasnya besok, membuat Yaura berdecak kesal .
" Menjengkelkan . Aku sudah berkali-kali berlatih di atas di udara , Dia marah hanya karena Aku mangkir satu kali . padahal Agent Lain jarang sekali berlatih dengan Helikopter " gerutunya dalam hati .
Yaura kembali ke kamar dan duduk di kursi untuk sarapan .
" Aku minta maaf karena bangun terlambat "
" Tidak masalah " jawab Ken dengan singkat .
Tak ada obrolan apapun , Yaura & Ken sibuk menikmati sarapan pagi .
Di sela-sela makan,
" Kau tidak bekerja ? " tanya Ken .
" Tidak .. " lirih Yaura .
" Kenapa ? "
" Kau terluka, dan Itu karena Aku. Jadi Aku harus bertanggung jawab akan itu "
" Dokter akan merawatku, Bekerjalah dan Tidak perlu khawatir " Ken membuang pandangannya ke sembarang arah.
trininggg triningg trininggg ponsel Ken berdering.
Seseorang misterius menelfon .
" Ada apa ? "
" Big Boss, Kami sudah menemukan mereka ( Tim yang menyelinap masuk ke Rumah Lama Yaura ) " ucap seseorang dari balik telefon.
" Katakan " wajah Ken menegang .
Sadar ada Yaura di depannya, Ken segera beranjak dan menjauh.
" Goddess Of Death . Kami belum menemukan Lambang atau Simbolnya , Seseorang yang berhasil kami tembak hanya mengatakan utusan kelompok tersebut. Mereka sangat setia, memilih Mati daripada membongkar siapa Pengendalinya "
" Baiklah. Aku sendiri yang akan mencari siapa pengendali Goddess Of Death " Ken segera mematikan sambungan telefon .
Tanpa berkata apapun, Ken melangkah keluar dan berlalu begitu saja .
" Apa yang Dia ketahui ? " batin Yaura seraya melirik ke arah Ken yang mulai melangkah pergi .
Kamar Menginap
Ken menemui ketiga sahabatnya yang menginap.
" Bangunlah.. " ucap Ken dari ambang pintu , ternyata Vino,Kevin dan Alex masih tertidur pulas.
Ken membangunkan mereka dengan susah payah.
" Cepat bangun , atau saham kalian akan turun ! "
Mendengar pernyataan tersebut, membuat mereka serentak bangun .
" Senjata sakti mandraguna dikeluarkan.. " celetuk Alex yang sedang mengucek mata.
" Katakan Ken, adaapa .." lirih Kevin yang terlihat sangat malas untuk bangun .
Ken menjelaskan bahwa ada sesuatu yang menghambat pembangunan Gita Hotel . Saham mereka akan terancam turun karena suatu Issue yang tidak berdasar . Ia tidak bisa menghadiri rapat hari ini ,
" Ritz Carlton dan Dynamic . Kalian yang akan memimpin Rapat . Aku sudah membuat keputusan Rapat ini akan diadakan di Dynamic bukan Louis , Kalian tenang saja "
" Apa ada ancaman ? Kau terlihat lebih khawatir sekarang, ini pasti bukan soal Saham " timpal Vino yang mengamati Ken sedari tadi.
" Hanya masalah kecil. Aku pergi dulu "
Ken pun pergi dari hadapan mereka . Sementara Vino , Kevin dan Alex nampak bingung dengan sang sahabat yang sepagi ini sudah sangat serius.
Kamar Ken
Ia langsung pergi ke kamar mandi membersihkan diri .
Melihat Ken yang nampak begitu serius dan dingin ,
" Apa Dia pergi ke Kantor ? " batin Yaura yang sedari tadi ada di Kamar .
Tak berselang lama, Ken yang bertelanjang dada langsung masuk ke dalam Ruangan Ganti untuk bersiap .
5 menit kemudian
Ken keluar dan melangkah ke arah tempat tidur .
" Kemarin tanganmu " ucap Yaura seraya memegang perban .
__ADS_1
Tanpa banyak berkata, Ken menadahkan tangannya yang terluka .
Yaura pun membalut luka suaminya dengan sangat hati-hati dan telaten.
" Jika Kau butuh apa-apa , suruh Pak Tio untuk membelikannya, Kau tidak perlu keluar Rumah hari ini " ucap Ken seraya memandang wajah Yaura .
" Iyah .. Kau mau kemana ? " tanya Yaura seraya melepaskan tangan Ken yang sudah Ia perban.
" Berkencan dengan Wanita Cantik " celetuknya.
" Ohhhh " Yaura membulatkan bibirnya .
Ken membuka Laci dan mengambil sebuah Senjata
" Aku pergi dulu " pamit Ken seraya memasukkan Senjata dibalik Jasnya dan berlalu dari hadapan Istrinya .
" Mau kemana Dia sebenarnya ? " lirih Yaura dan terus memandangi Ken yang mulai menjauh dari Jangkauan matanya .
RUMAH SAKIT
Dokter dan Perawat panik karena kondisi Pak Andi selaku Pemegang saham di Dynamic Group mengalami masa kritis , detak jantungnya hampir tidak ada . Tim berusaha sangat keras untuk memulihkan kembali kondisi Pak Andi , namun
----------------------------------
Pak Andi Passed Away
----------------------------------
Setelah Dokter menyatakan bahwa Pak Andi meninggal . Keluarga pun dibuat haru dan menangis sejadi-jadinya .
Rencana Helena berhasil ,tak berselang lama . Awak media dan Pers sudah tiba di Rumah Sakit untuk meliput berita kematian sang Pemegang Saham .Beberapa media diizinkan memotret keadaan Mendiang .
Setelahnya Keluarga memutuskan untuk segera dibawa ke Nasional Forensik untuk dilakukan Otopsi dan Kremasi .
DI JALAN
Ken melajukan mobil dengan kecepatan tinggi , Ia nampak begitu gagah dan kharisma.
National Intelligent Service
Tak diduga, ternyata Ia memberhentikan mobilnya di depan Kantor NIS .
Hendak masuk, staff NIS pasti menghalangi dirinya .
" Buka gerbangnya , Aku ingin menemui Pimpinan kalian " ucap Ken seraya membuka kaca mobil, disana Ia dicegat oleh Agent Keamanan .
Namun Agent tidak memberikan izin masuk karena Siapapun memang dilarang masuk area NIS.
" Cepat buka gerbangnya " ucap Ken dengan nada dingin .
" Maaf Tuan , kami tidak bisa mengizinkan anda masuk "
Tak memperdulikan, Ken tancap gas untuk menerobos masuk. Agent yang menghalanginya pun hampir tertabrak olehnya .
" Menyingkirlah, sebelum Aku benar-benar menabrak kalian " ucap Ken .
Bingung , Sang Agent pun terpaksa menelfon seorang Staff .
" Siapa nama Anda Tuan ? " tanya Agent yang sedang menekan tombol earpiece.
" Kendrick Rafandra " singkat Ken , Ia terlihat sangat tidak sabar untuk menerobos masuk.
" Apa Marga Anda adalah Bachtiar ? " tanya Agent kembali .
" Hummmm " Ken hanya berdehem saat meladeni pertanyaan Agent Keamanan .
Setelah tahu Marga dan siapa yang datang . Seorang Staff di dalam pun akhirnya mengizinkannya masuk .
Agent Keamanan segera membukakan Pintu gerbang.
KANTOR NIS
Ken melangkah dengan sangat cepat, saat melewati koridor NIS, Para Agent NIS Wanita terpesona dibuatnya .
Dengan tubuh tegap dan begitu menawan, Ia berhasil membius siapapun yang memandangnya .
" Ingin mencari Siapa Tuan ? " tanya Agent NIS Wanita .
" Henry . Bilang Kendrick ingin menemuinya sekarang " Ken berhenti di depan Ruangan MIT .
Karena tidak bisa masuk ke dalam Ruangan siapapun, Ken mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi yang ada di depan Ruangan MIT , Ia menunggu Staff tersebut.
Tak berselang lama, Henry yang berpakaian lengkap seragam NIS menemuinya.
" Aku butuh bantuanmu "
" Katakan "
" Apa tidak bisa berbicara di dalam ? tanya Ken .
Memahami, Henry pun mengajak masuk ke Ruangannya .
" Apa Kalian sedang melakukan penyelidikan mengenai Kasus Kematian Keluarga Devano Malik ? "
Mendengar pertanyaan ini, membuat Henry terbelak .
" Kematian Tuan Devano ? "
" Iyah .. Kalian sedang menangani Kasus nya ? " tanya Ken meyakinkan .
" Tidak Ken, Kami tidak menanganinya. Terakhir kali Kami menyelidiki kasus Kematian Tuan Devano itu 5 Tahun yang lalu , dan sekarang Kasusnya sudah ditutup Pengadilan . Apa ada masalah ? Kenapa Kau bertanya seperti itu ? " tanya Henry menyerit heran .
" Aku mengira Kalian melakukan Rekam Jejak mengenai kematian Mereka Kembali " halau Ken .
" Setelah Pihak Otopsi mengatakan Mereka meninggal karena kebakaran , Kami menutup kasusnya "
" Bagaimana dengan Yaura ? Bukankah menurut kabar ada Peluru yang menembusnya ? " tanya Ken .
" Itu bukan Peluru, tetapi benda yang menancap di Perutnya. saat Kebakaran, Nona Yaura berusaha menyelamatkan diri dan terjun dari lantai 3 ke lantai 1 ,itu yang membuatnya tertancap benda "
Ken terdiam sejenak ,
" Jika NIS tidak mengendalikannya, berarti Orang Luar dan Individu yang mengendalikan ini semua " gumam Ken dalam hati.
" Baiklah, Aku berterima kasih kepadamu atas Informasinya . Aku pamit dulu " sambung Ken .
" Sama-sama Ken, Sukses selalu " senyum Henry seraya menepuk pundak Ken .
RUMAH KEN
Yaura was-was memikirkan Rencana Pengambilan Jenazah Pak Andi ,Ia takut ini gagal dan seseorang mengetahuinya . Ditambah Ken yang pergi mencurigakan ,
" Kenapa tidak ada kabar dari mereka ( Helena , Pak Bobby ) ? " batin Yaura seraya membolak-balikan HP yang Ia genggam .
" Apa Aku harus menelfon Ken Dia ada dimana sekarang ? Aku sangat Takut Dia mengetahui tentang ini "
Hendak menelfon Ken, tiba-tiba seseorang mengetuk Pintu . Yaura pun mengurungkan niatnya, Ia segera melangkah dan membuka pintu .
dan..
" Vino ? " Yaura terkejut .
" Kenapa ? tidak usah terkejut begitu " ujar Vino seraya tersenyum .
" Apa ada sesuatu yang perlu dikatakan Vin? " senyum tipis Yaura .
" Wahhh .. Kau menjadi sombong setelah menyandang status sebagai Istri Ken , jangan sombong begitu kepada temanmu " ucap Vino seraya tertawa .
" Kau ini, bukan itu maksudku Vin " ucap Yaura seraya mengingat ucapan Kevin soal jangan terlalu dekat dengan Vino .
" Baiklah Aku mengerti , boleh Aku meminjam Laptop Ken ? Aku lupa membawa Laptopnya untuk melihat Data Perusahaan Louis "
Yaura sejenak terdiam
" Apa Ken melupakan Laptopnya ? "
" Tidak Nona Yaura , Aku mewakili Ken untuk Rapat "
" Jangan memanggilku Nona . " tegas Yaura dan mengambil Laptop di meja .
" Ken tidak Rapat ? Berarti Dia tidak pergi ke Kantor .. Lalu kemana ? " batinnya , setelahnya Ia langsung memberikan Laptop tersebut kepada Vino .
" Terima Kasih Istrinya Kendrick yang tercantik " usil Vino seraya melangkah pergi .
" Apa Aku perlu menimpukmu ?! " balas Yaura .
Hal ini tentu membuat Vino tertawa .
Dari Kejauhan, Bianca memotret moment Yaura dan Vino di depan kamar , Ia segera mengirimkan foto tersebut kepada Ken dan Evelyn .
" Rasakan Yaura, Ken pasti akan marah karena Hal ini " Bianca menarik sudut bibirnya , Ia pun melangkah mendekati Kamar Ken .
Kamar Ken
Tanpa salam atau apapun, Bianca menerobos masuk kedalam Kamar Ken dan membaringkan tubuhnya di Ranjang .
__ADS_1
Melihat hal ini membuat Yaura kesal.
" Apa Kau tidak punya sopan santun ? Bangunlah ! " ucap Yaura seraya menarik tangan Bianca agar beranjak dari Ranjang .
Namun Bianca menepis tangannya .
" Kenapa ? Kau marah ? Kau tidak punya Hak untuk marah " santai Bianca seraya terus merebahkan dirinya di Ranjang .
" Aku punya Hak . Ini Kamarku dan Ken , dan Kau seenaknya masuk tanpa persetujuan itu hal yang menjijikkan . Bangunlah ! " Yaura terus menarik lengan Bianca.
" Lepaskan ! Aku bisa bangun sendiri " Bianca menepis tangan Yaura dengan kasar lalu bangun dan mendudukkan tubuhnya di tepi Ranjang.
" Ini adalah Saksi bagi Kita berdua .. " lirih Bianca seraya memandang sekeliling Kamar .
Yaura terdiam .
" Kau tahu Yaura ? Sebelum Ken menikahimu , Dia adalah Tunangan SAH ku , Kami sering menghabiskan waktu berdua .. "
" Pergi berbelanja, Traveling, Makan, sekedar nonton bahkan Kita sering menghabiskan waktu di Hotel. Rasanya itu sangat indah .." ujar Bianca.
Mendengar Hal itu , membuat Yaura mendelik ke arahnya .
" Keluarlah, Aku tidak ingin mendengar ceritamu "
" Kau harus mendengar ceritaku Yaura. Ken adalah sepenuhnya milikku . Dia adalah Cintaku, dan Aku adalah Cintanya " ujar Bianca dan berdiri di hadapan Yaura.
Mendengar, Yaura hanya bisa diam .
" Ken sangat mencintaiku , walaupun Statusmu kini adalah Istrinya tapi itu tidak akan merubah apapun "
" Kau tidak penting untuk Ken . dan Dia tidak membutuhkanmu " Bianca tersenyum puas.
" Dan satu lagi hal yang harus Kau ingat "
" Cukup . Aku tidak ingin mendengarkan apapun, Wanita Arogant seperti dirimu tidak layak untuk didengar . Keluarlah ! " Yaura menarik tangan Bianca dengan Kasar.
" Ken menyentuhku disini, dan Kamar ini lah yang menjadi saksinya " tutur Bianca.
Mendengar hal tersebut, Yaura melepaskan cengkraman tangannya .
" Kau bukanlah Wanita Pertama yang disentuh olehnya . Melainkan Aku terlebih dahulu, Jadi .. Kau tidak perlu merasa bangga bahwa Ken telah menyentuhmu . Ingat kata-kata ku " Bianca tersenyum dengan bangga dan berlalu pergi dari Kamar .
" Setidaknya Aku lebih terhormat , Ken menyentuhku dalam keadaan SAH Suami Istri . Tidak seperti dirimu yang begitu mudahnya di sentuh Orang lain , Rendahan ! " jawab Yaura dengan santai .
Mendengarnya ,membuat Bianca menghentikan langkahnya dan murka . Ia kembali kehadapan Yaura .
" Tutup mulutmu ! atau Aku akan mencabik-cabik dirimu yang tidak berguna ini ! "
" Kau lebih tidak berguna . Benalu dalam Keluarga Orang , Apa Kau tidak mampu membayar Pengawal Seperti Ken ? Hingga Kau harus hidup menumpang pada Keluarga ini ? Memalukan ."
" Kurang Ajar Yaura ! "
Murka ..
Bianca hendak menampar Yaura , namun ..
Ken mencegah tangan Bianca yang hampir mendarat di pipi Yaura .
Mereka berdua terkejut saat tahu Ken ada disini .
" Apa yang Kau lakukan ! " Ken menghempaskan tangan Bianca .
" A-A-Aku .. " Bianca panik dan terbatah .
Ken mengerutkan dahinya .
" Aku kesal dengan Istrimu ! Dia menghianatimu dibelakang " ujar Bianca tiba-tiba .
Hal ini membuat Yaura dan Ken terbelak.
" Apa maksudmu ? " pertanyaan ini terlontar dari mulut Ken dan Yaura .
" Kau sudah melihat foto yang Aku kirim ? " tanya Bianca .
" Belum " jawab Ken .
Bianca menyuruh Ken untuk membuka foto yang Dia kirim . Ken pun segera mengeluarkan Ponsel dan mengecek foto yang dimaksud.
dan....
Foto Yaura dan Vino di depan kamar terlihat sedang berbincang .
Melihatnya , Ken segera menatap Yaura .
" Foto apa ? Kemarikan " ucap Yaura dan segera mengambil Ponsel Ken.
Sadar Dirinya di potret , Yaura mengalihkan pandangannya ke Bianca .
" Andai Aku tidak mempergokinya , mungkin.. " ujar Bianca.
" Apa yang Kau lakukan ? " tanya Ken yang menatap Yaura dengan penuh keseriusan .
" Aku .. " belum selesai Yaura berbicara .
" Dia dan Vino akan bercumbu di Kamarmu . Aku sangat kesal melihatnya, maka dari itu Aku ingin sekali menamparnya " tutur Bianca .
Mendengarnya , Membuat mata Ken dan Yaura membulat sempurna.
" Apa yang Kau katakan Bianca ! Aku tidak seperti itu " Yaura mencoba meluruskan .
" Apa yang dikatakan Bianca itu benar ? " tanya Ken sorot matanya menajam .
" Tidak Ken .. Aku tidak melakukan itu " ujar Yaura .
tiba-tiba ..
" Katakan dengan Jujur Yaura .. " suara seorang wanita .
Ken , Yaura dan Bianca pun mendelik ke arahnya .
" Evelyn .. " lirih Ken .
" Kau melakukan hal menjijikan itu disaat Suamimu tidak ada Yaura ! " teriak Evelyn , air matanya mulai menetes.ternyata Evelyn mendengar perkataan Bianca tadi.
" Evelyn jangan menangis, tenanglah " Ken segera melangkah dan memeluk adiknya. Sudut mata Ken memerah .
Yaura pun melangkah mendekati Evelyn.
" Evelyn , Itu tidak seperti apa yang Kau dengar , Vino meminta Laptop .." belum selesai bicara ,
" Masuklah ke Kamar ! " ucap Ken .
" Tapi Ken .. " ucap Yaura yang ingin berusaha menjelaskan .
" AKU BILANG MASUK ! " Bentak Ken .
Mendengarnya, membuat Yaura berbalik arah dan masuk ke Kamar .
Melihat hal ini, membuat Bianca tersenyum puas .Ia pun melangkah mendekati Evelyn dan mencari perhatian Ken .
" Ken.. Biar Aku yang menenangkan Evelyn. Kau selesaikan urusanmu dengan Yaura " lirih manis Bianca seraya memegang pundak Ken .
Mendengarnya membuat Ken melepaskan pelukan .
" Evelyn, hapus air matamu . Tenanglah, ini tidak seburuk apa yang Kau pikirkan " Ken tersenyum tipis seraya mengusap air mata yang menetes dari manik mata Adik Kesayangannya .
Evelyn terus menangis.
" Tapi Kak.... Yaura benar-benar berbuat di luar batas " lirih Evelyn .
Ken mengalihkan pandangannya ke Bianca .
" Bawa Evelyn ke Kamar dan Jaga Dia " perintah Ken.
" Tentu Aku akan menjaga Evelyn ,Ken .. " lirih Bianca seraya tersenyum manis .
" Terima kasih " ucap Ken dan berlalu ke Kamar .
Bianca pun membawa Evelyn ke Kamar .
Kamar Ken
Ken menutup pintu dengan sangat kasar , Yaura yang sedang diam pun kaget dibuatnya .
" Apa Kau kehilangan akal Yaura !!! " teriak Ken .
Yaura mendekati suaminya
" Ken .. Aku .."
...................................
BUTUH SARAN DAN KRITIK
JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSS
__ADS_1